You and Me Plus Him- SangHun’s Story Series by bluelu bird

tumblr_mjuavsunc51qzh5sno1_500[1]

| Title : You and Me Plus Him | Author : bluelu bird | Cast : Kim Sang Eun , Oh Sehun , etc | Genre : Romance, Marriage life, Family, Comedy ( failed ) | Rating : PG 17 | Length : Series |

List : Sleeping Photoshoot | Pervert Devil Game | Saturday Night | Jealous Eun | Peeking Day | Triple Rain | Time To Have A Baby! | Is She Pregnant? | The Dad-To-be | You and Me Plus Him

Note : Typo everywhere :D

Personal blog : www.icrecreamlibrary.wordpress.com

Disclaimer : Storyline is pure mine. Don’t be plagiator, please.

Enjoy reading~

.

“I am so lucky because i have you and him”

.

.

Sehun menatap khawatir Sang eun. Keringat dingin tak hentinya mengalir di sisi wajahnya. Sang eun mengusap lembut pipi suaminya itu sambil tersenyum.

“Jangan khawatir”

“Bagaimana bisa? Sebentar lagi kau akan melahirkan dan apapun bisa terjadiujar Sehun sambil menunduk dalam-dalam. Perasaan pria itu bercampur aduk. Dia senang, khawatir, dan gelisah di saat yang bersamaan. Sehun takut jika sesuatu terjadi pada Sang eun. Jika istrinya itu kesakitan. Jika semuanya tidak berjalan seperti seharusnya.

Sang eun hanya terdiam. Wanita itu tidak ingin Sehun khawatir tapi dia juga tidak bisa mencegahnya atau menghiburnya karena dia juga sama khawatir. Dan sejujurnya Sang eun sedang kesakitan saat ini.

Kehamilan Sang eun sudah menginjak angka sembilan bulan. Dan dia sudah mengalami pembukaan. Rasanya sakit tentu saja. Tapi ia hanya menahannya. Tak tega jika Sehun lebih khawatir lagi padanya.

“Apa sakit?” tanya Sehun dengan wajah penuh kekhawatiran.

“Jujur atau bohong?” tanya Sang eun hati-hati. Ugh, terkutuklah dirinya yang sama sekali tidak suka dan tidak bisa berbohong.

“Jujur tentu saja”

“Sakit” Sehun menghela nafasnya berat. Sang eun menatapnya iba. Dieratkannya genggaman tangannya pada tangan Sehun.

“Jangan khawatir! Ini biasa, Oh Sehun. Semua ibu mengalaminya. Aku akan baik-baik saja. Rasa sakit ini tidak apa-apanya jika dibandingkan rasa inginku bertemu our little Oh. Jadi jangan khawatir. I will be okay. Just stay by my side and everything will be okay, hm?” Sang eun tersenyum manis pada Sehun. Well, sebenarnya dirinya juga tidak tahu darimana kata-kata bijak itu berasal. Mungkin terdengar klise, seperti dialog-dialog dalam film. Tapi itu bukan suatu kebohongan. Sang eun merasa baik-baik saja jika ada Sehun di sampingnya.

Thanks, dear” ujar Sehun sambil mencium sekilas pipi Sang eun.

“Sehun, bisaka-” Kata-kata Sang eun berhenti bersamaan dengan sesuatu yang tiba-tiba dirasakannya.

“Apa? Kenapa?” Sehun berdiri dari duduknya. Dia panik. Sungguh. Sangat panik.

“Aku rasa dia ingin keluar sekarang”

-SangHun-

“Tarik nafas dalam-dalam, lalu keluarkan perlahan” Sang eun melakukan instruksi yang diberikan padanya dengan sangat baik. Peluh yang bercucuran mengucur di sisi kepalanya. Sehun menggenggam erat tangan Sang eun. Mungkin lebih tepatnya Sang eun yang meremas tangannya.

“Sehun-” Dan saat itu juga Sang eun kehilangan kontrol pada tangannya. Karena tanpa sadar sekarang tangannya sudah berada di kepala Sehun.

“Sehun, maaf-ughh” Sehun menahan sakit yang dirasakan pada kepalanya. Sang eun menjambak rambutnya. Catat, dengan sangat keras. Oh, mungkin sekarang Sehun tahu rasanya pria-pria yang dijambak istrinya karena berselingkuh.

“Tak apa, lampiaskan saja padaku” Dan mungkin Sehun akan menyesalinya perkataannya nanti.

-SangHun-

Sehun keluar dari ruangan Sang eun dengan keadaan mengenaskan. Kancing atas kemejanya terbuka, lengannya ditekuk sebatas siku, rambutnya berantakan, keringat dimana-mana. Sudah ada banyak orang berkumpul di sana. Baekhyun, Chanyeol, So eun, Sang bum, ibu Sehun, ayah Sehun, ibu Sang eun, Luhan, dan Bomi.

“Bagaimana?” tanya Bomi khawatir pada Sehun.

Sehun mengacak rambunya pelan sambil tersenyum. Ditatapnya wajah Bomi yang penuh  khawatir dengan senyuman manis. Salah satu senyuman terbahagianya selama hidup.

“Sudah lahir”

-SangHun-

Sang eun tersenyum bahagia di kasurnya. Oh, begitu banyak pujian telah ia dengar. Anaknya seperti dirinya, seperti Sehun, sangat sehat, dan sangat tampan. Tampan? Ya, anak mereka laki-laki.

“Astaga, lihatlah dia. Begitu senangnya sampai dia tidak membiarkan kami menggendongnya sedari tadi” goda ibu Sehun. Memang, semenjak bayi mereka diserahkan pada Sehun. Pria itu sama sekali tidak melepaskan anaknya itu dari gendongannya.

“Baiklah, baiklah” Sehun menyerahkan dengan hati-hati anaknya itu pada ibunya. Sehun menoleh dan memandang sayang pada Sang eun yang tak hentinya tersenyum. Seolah mengerti semua orang di sana menjauh dari mereka, memilih berkumpul di sisi lain kamar Sang eun yang sedikit jauh dari mereka.

“Hei” panggil Sehun canggung.

“Hei kembali?” jawab Sang eun ragu. Keduanya terdiam sejenak, lalu tertawa bersama. Rasanya semuanya begitu lucu, rasanya baru kemarin mereka bersahabat, lalu menikah, lalu menjalani hidup sepasang suami istri yang aneh dan penuh cinta, dan sekarang suara tangisan bayi telah mengisi kehidupan mereka.

“Semuanya berjalan begitu cepat” gumam Sang eun pelan sambil meenerawang ke langit-langit kamar rumah sakit itu.

“Ya. Dan beruntungnya karena aku memiliki kalian berdua” balas Sehun sambil memegang tangan Sang eun erat. Sang eun menatap Sehun polos, terdiam sejenak, lalu tertawa detik berikutnya.

“Ada apa?” tanya Sehun bingung.

“Tidak ada. Rasanya lucu saja. Dulu jika kau berkata seperti itu aku akan dengan mudahnya berkata padamu kalau itu sangatlah cheesy dan itu memang terdengar cheesy. Tapi rasanya sekarang tidak se-cheesy itu sampai aku tidak bisa mengatakan kalau perkataanmu itu cheesy” Sehun terdiam sejenak. Mencerna kata-kata Sang eun dalam-dalam.

“Tunggu, jadi maksudmu itu masih terdengar cheesy?”

“Sedikit. Mungkin”

“Tap-“

“Tapi mungkin juga tidak cheesy lagi. Karena aku juga berpikiran sama. Aku juga merasa beruntung memiliki kalian berdua” ujar Sang eun sambil tersenyum. Sang eun menoleh pada Sehun. Dan Sehun hanya terdiam di tempatnya sambil menatap ke Sang eun.

What?”

“Tidak ada” jawab Sehun sambil tersenyum manis.

“Hanya saja…” Sehun mendekatkan dirinya pada Sang eun. Mendekatkan wajahnya ke Sang eun. Dan berhenti tepat beberapa senti saja di depan wajah Sang eun. Matanya menatap langsung ke mata Sang eun.

I have a problem. A big one”

“A-apa?” Sehun semakin mendekatkan wajahnya. Membuat Sang eun otomatis menutup matanya. Tapi Sehun membelokkan wajahnya, mendekatkan mulutnya ke telinga Sang eun.

I love you too much” bisik Sehun sekilas di telinga Sang eun. Setelahnya pria itu mengecup sekilas bibir Sang eun. Sang eun membuka matanya perlahan, lalu menatap Sehun dengan tatapan polos.

You’re too cheesy, mister. And somehow i love this cheesy man” Sehun terdiam di tempatnya mendengar perkataan dengan nada kesal yang baru saja diucapkan Sang eun.

“Apa? Aku tidak boleh mengatakan aku juga mencintaimu?” tanya Sang eun polos.

“Tidak! Katakan itu setiap hari, hanya saja hilangkan bagian kau menyebutku cheesy

“Tidak mau”

“Ayolah”

“Aku akan mengatakannya pada little Oh saja!”

“Padaku juga!”

“Tidak mau”

Please..” Sang eun menoleh dengan pandangan polos pada Sehun.

“Memangnya harus dikatakan setiap hari? Bukannya sudah tahu?” Sehun terdiam sejanak. Lalu detik berikutnya senyum jahil menghiasi wajah pria itu.

“Jadi kau sangat mencintaiku ya?” goda Sehun pada Sang eun. Pipi Sang eun memerah mendengarnya. Ia salah bicara. Dan yang paling salah adalah ia salah bicara pada Sehun.

“Aku tidak pernah bilang begitu”

“Hmm?” Sang eun menghela nafasnya pelan, lalu menatap Sehun tajam.

“Iya! Lalu memangnya tidak boleh?” Sehun tertawa keras mendengar ucapan Sang eun yang seperti anak berumur lima tahun. Oh, istrinya itu sangat manis di mata Sehun saat ini. Sungguh.

“Hei, kalian di sana!” Sehun berhenti tertawa. Pria itu menoleh bersamaan dengan Sang eun ke arah sumber suara, ayah Sehun.

“Siapa namanya?” tanya Baekhyun sambil melirik bayi kecil dalam gendongan ibu Sang eun.

Sehun dan Sang eun tersenyum pada satu sama lain.

“Namanya..”

***

Jeng jeng jeng!

Akhirnya setelah sekian lama update juga

Dapet feelnya gak sih? Soalnya Lu belum pernah melahirkan, lihat orang melahirkan, bahkan cuma nungguin orang melahirkan juga gak pernah. Jadi gak tahu.

Semoga dapet feelnya

Pada penasaran gak sama namanya anaknya SangHun? Nanti ya di part selanjutnya😀

Maaf kalau ada kekurangan

Thanks for reading~

Regards,

bluelu bird

71 responses to “You and Me Plus Him- SangHun’s Story Series by bluelu bird

  1. Suka bangeet…
    jadi keinget sama cerita ibuku waktu ngelahirkan haha..
    Wahh jadi penasaran sama nama anak mereka..

  2. Waaahh sweet banget merekaaa aaakuu gakuaaatt

    Klp aku sih kerasa kok feel2 bahagia nya mereka haha, keren keren!

  3. Pingback: New Start, New Obstacle (Part II) – SangHun’s Story Series | SAY KOREAN FANFICTION·

  4. Pingback: Secret With Daddy! – SangHun’s Story Series | SAY KOREAN FANFICTION·

  5. Pingback: First Candle – SangHun’s Story Series | SAY KOREAN FANFICTION·

  6. ya ampun Hun…ampe segitunya,,,g biarin anakny d gendong ibuny sendiri
    tapi akhirnya juga d gendong sma ibuny
    dn…Sehun Sang eun sweet deh,,,

  7. Pingback: Gentleman’s Breakfast | SAY KOREAN FANFICTION·

  8. Pingback: Mission! Follow Mom (1)- SangHun’s Story Series by bluelu bird | SAY KOREAN FANFICTION·

  9. Pingback: Airport and Plane- SangHun’s Story Series by bluelu bird | SAY KOREAN FANFICTION·

  10. Pingback: Hug In Baby Carrier- SangHun’s Story Series by bluelu bird | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s