Affairs of the Heart [Chapter 10]

Affair of the Heart(9)

Kim Seo Na – Byun Baek Hyun – Byun Hye Ra – Kim Joon Myeon

Romance, Drama, Marriage Life

PG-17

Previous Chapter :

[Chapter 1] [Chapter 2] [Chapter 3] [Chapter 4] [Chapter 5] [Teaser Chapter 6] [Chapter 6] [Chapter 7] [Chapter 8] [Chapter 9]

C H A P T E R  T E N

 

“Jadi, maukah kau datang? Ini caraku untuk berterima kasih padamu karna kau telah mendekorasi rumahku.”

“Aku tidak yakin,” ucap Seona dengan pelan, melirik suaminya.

“Kumohon. Kau bisa mengajak suamimu. Pasti akan menyenangkan!”

“Aku akan tanya dulu.” Seona menutup mikrofon telepon dan menatap Joon Myeon. “Apa . . . Apa kau mau datang ke pesta?”

Joon Myeon mengangkat sebelah alisnya. “Dimana?”

“Dirumah yang telah aku dekorasi satu minggu yang lalu. Ia mengadakan pesta dan ingin aku datang. Dia juga mengundangmu.”

Joon Myeon berdiri dan berjalan menghampiri Seona. “Berikan padaku,” perintahnya dan dengan cepat Seona melakukannya. Ketika Joon Myeon mulai berbicara pada Hyera, Seona berjalan menuju jendela dan menatap pemandangan di luar jendela dengan tatapan kosongnya.

Jatuh cinta dengan dua pria yang berbeda itu aneh. Ia bahkan tidak pernah memikirkan hal itu mungkin. Dan ia tidak pernah berpikir itu mungkin baginya untuk berselingkuh. Sudah lebih dari satu bulan sejak ia bertemu dengan Baekhyun, tepatnya enam minggu yang diisi oleh kejutan, rasa sakit dan cinta. Dongwook pun masih di Seoul, dan itu sangat mengherankan. Ia menduga bahwa Dongwook merindukan kota kelahirannya dan tidak ingin pergi terlalu cepat. Dahae dan anak-anak mereka juga bersenang-senang disini.

Seona melirik Joon Myeon dan mengigit bibirnya. Joon Myeon belum memukulnya, walaupun ia menunggu akan hal itu. Tetapi Joon Myeon pernah hampir melukai pergelangan tangannya ketika ia sedang mengulurkan tangannya untuk menyentuh sebuah piagam yang Joon Myeon dapatkan beberapa hari yang lalu. Joon Myeon telah tumbuh menjadi pria yang kejam dan hampir memukul pergelangan tangannya. Ia terlalu rapuh sampai rasanya sangat menyakitkan. Bahkan sampai-sampai ia harus pergi ke rumah sakit.

Ia belum mengatakannya pada Dongwook, karena kejadian itu di hari yang sama ketika tangannya tidak sengaja terbentur pintu sehingga membuat Dongwook berasumsi bahwa memar tersebut berasal dari kejadian itu.

Dan hal itu membuat Seona tidak bersusah payah mengoreksinya.

Seona ingin pergi ke pesta yang akan diadakan hari ini. Hari ini merupakan hari sabtu yang begitu indah dan itu akan memalukan baginya untuk tetap tinggal di rumah.

Terlebih lagi hari ini merupakan hari jadi untuknya dan Baekhyun yang ke enam minggu sejak pertama kali mereka berkencan. Betapa ia ingin mengajak Baekhyun datang ke pesta itu, tetapi ia takut Hyera akan menyebut kata ‘suami’ dan semuanya akan terbongkar. Lagipula Hyera tahu bahwa ia menikah dengan Joon Myeon. Ia hanya tidak bisa mengambil resiko.

Dengan helaan nafas, ia tahu pasti rahasianya akan terbongkar. Ia tidak harus berpura-pura lagi. Lagipula ia terlalu lelah untuk meneruskan kebohongan ini. Ia sangat mencintai Baekhyun, dan ia tidak tega melakukan hal ini padanya lebih lama lagi. Dan kemudian, ketika Baekhyun meninggalkannya, ia akan meninggalkan Joon Myeon dan pergi ke Kanada bersama kakaknya. Reputasinya akan hancur. Kehidupannya lebih penting. Ia ingin tetap tinggal, mengumpulkan bukti-bukti untuk mencegah Joon Myeon menyakiti wanita lain, tetapi haruskah ia benar-benar mengorbankan hidupnya seperti itu?

Tidak, ia tidak bisa. Terutama ketika Joon Myeon akan mengetahui tentang perselingkuhannya. Itu tidak penting kapan tetapi Joon Myeon akan mengetahui dan akan  menyakitinya dengan lebih kejam karena berpikir dirinya bisa bersama dengan pria lain.

Tetapi sebelum ia pergi, ia akan melaporkan Joon Myeon kepada polisi. Setidaknya ia bisa melakukan hal sebanyak itu. Ia tahu ada sedikit kesempatan bagi mereka untuk memercayainya, tetapi ia harus mencoba.

Disamping itu rencananya ia akan bertemu dengan Baekhyun hari minggu-karena hari ini ia ada acara- itupun kalau Joon Myeon mengizinkannya untuk pergi. Ia akan menggunakan waktu sebaik mungkin untuk memersiapkan apa yang ingin ia katakan nanti. Dan ia akan mengatakan kebenarannya secara langsung pada Baekhyun.

“Kita akan pergi,” ucap Joon Myeon terus-terang. “Wanita itu terlalu memaksa. Ditambah lagi, itu bisa membawa publikasi yang baik untukku. Tapi kau harus tetap berada di sampingku setiap waktu, kalau tidak. . .”

Seona tahu ia seharusnya tidak bertanya, tetapi ia tetap melakukannya. “Kalau tidak apa?”

Tiga kata tersebut tidak terdengar adanya amarah ataupun frustasi. Itu hanya sebuah pertanyaan sederhana. Tetapi Joon Myeon meremas bahunya dengan cukup kencang untuk membuatnya meringis.

“Kau benar-benar ingin tahu?” bisik Joon Myeon di telinganya.

Ia merintih karena kesakitan dan menggelengkan kepalanya. Joon Myeon melepaskannya dan berjalan menuju kamar mandi. Tampaknya, menyiksa istrinya merupakan hal yang biasa bagi Joon Myeon.

Seona mengepalkan kedua tangannya untuk menghindari tangannya bergetar. “Kau akan mendapatkan balasannya, Joon Myeon,” bisiknya.

“Kau akan mendapatkan balasannya,” bisiknya lagi dengan penuh penekanan.

.

.

.

“Bagaimana kau dapat mengundang semua orang secepat itu?” tanya Baekhyun ketika melihat sisa-sisa undangan. Acaranya mulai pukul tujuh malam, hanya tinggal lima jam lagi. “Rumah ini baru saja selesai seminggu yang lalu.”

“Aku tahu. Seminggu yang lalu adalah ketika aku membagikan undangannya.” Hyera meniup jemarinya ketika ia duduk di sofabed. Hyera meneliti suaminya. Betapa naif-nya Baekhyun. Yang mengherankan, ia sudah kelaparan. Anak Yi Fan meminta banyak makanan, dari campuran es krim dengan bayam yang aneh sampai semangka yang besar. Ia tahu beberapa makanan yang ia makan itu menjijikan, tetapi makanan itu terdengar lezat ketika ia lapar.

Tapi Baekhyun tidak pernah menyadari. Bahkan Yi Fan tidak menyadarinya.

Mungkin karena ia tidak berada didekatku lagi. . .

Untuk beberapa minggu ini, Yi Fan telah menghindari dirinya. Ia pernah sekali meletakkan tangannya di lengan Yi Fan dan yang Yi Fan lakukan adalah mundur sebelum mengatakan dengan nada pelan “Jangan menyentuhku.” Sejak saat itu, satu-satunya Yi Fan mau berada di dekatnya ketika Yi Fan memiliki kabar untuknya.

Disamping itu, Hyera memiliki urusan lain yang harus ia datangi.

“Ngomong-ngomong tentang rumah, Baekhyun, bagaimana menurutmu? Kau tidak pernah memberikanku pendapatmu.”

Baekhyun mendongakkan kepalanya dan melihat-lihat ke sekeliling ruang tamu. “Ini bagus. Aku suka mereka menambahkan sedikit sentuhan kampung halam kita disini.”

“Aku tahu,” ucap Hyera dengan semangat seraya melihat-lihat di sekeliling ruangan. Seona telah melakukan pekerjaan yang sangat baik dengan memberikan beberapa patung naga yang berukuran kecil tentunya dan stiker naga yang seperti sedang berlari di sepanjang bagian atas dinding. Ada lagi yang lain namun berbeda dan ia menyukainya.

“Aku mengundang dekorator rumah ini ke acara kita. Dia dan suaminya akan datang.” Hyera mengerutkan keningnya. “Aku pikir kau benar-benar tahu siapa suaminya. Kim Joon Myeon?”

Kepala Baekhyun memutar dengan cepat karena terkejut dan menatap istrinya. “Siapa?”

“Kim Joon Myeon. Itu yang tadi berbicara denganku. Aku telah bertanya namanya dan ketika ia mengatakannya padaku itu terdengar sangat familiar.”

Baekhyun tidak bisa percaya  itu. Istrinya telah mengundang pria buruk yang pernah ada di dunia ini masuk ke rumahnya. Itulah satu-satunya yang berada dipikirannya. Kim Joon Myeon akan berada disini. Benar-benar berada disini dalam waktu beberapa jam lagi. Hal itu membuatnya sangat marah.

“Apa kau sudah gila!” Baekhyun marah, ia berdiri dan menatap tajam pada Hyera. “Bagaimana bisa kau mengundang pria itu masuk ke rumahku!”

Ternganga keheranan, Hyera menatap Baekhyun dengan mata membelalak. “Apa maksudmu?”

“Sialan kau, Hyera! Jangan bertingkah seperti kau tidak tahu apa-apa!” Baekhyun berjalan meninggalkan ruang tamu, meninggalkan Hyera yang menatap punggung Baekhyun yang semakin menjauh.

“Tidak tahu apa?” gumam Hyera. Padahal hal yang ia lakukan hanya mengundang seorang pria.

.

Baekhyun memasuki kamar tidurnya dan membanting pintu, mengepalkan tangannya kemudian melepaskannya untuk menghindari dirinya untuk memukul dinding. Bagaimana bisa istrinya melakukan hal itu! Bukankah Hyera mengingat bahwa Joon Myeon merupakan pria yang telah mencuri uangnya? Dan sekarang pria brengsek itu akan menjadi tamu di rumahnya!

Baekhyun meninju tangannya ke tangannya yang lain. “Sialan!” desis Baekhyun seraya menendang tempat tidurnya, salah satu cara lain untuk melampiaskan amarahnya.

Tiba-tiba ia menyadari bahwa Joon Myeon akan berada disini hanya karna Hyera telah mengundang istrinya. Wanita yang telah diikuti oleh Chen. Betapa beruntungnya mereka kalau Nyonya Kim membawa kekasihnya dan berpapasan dengan suaminya. Tapi ia tahu itu tidak akan terjadi. Hyera telah benar-benar berbicara dengan Joon Myeon jadi istrinya tidak akan berani membawa pria lain.

Ngomong-ngomong tentang Chen, ia belum menghubunginya cukup lama, menandakan bahwa ia belum dapat mengambil foto kekasih istrinya Joon Myeon.

Jadi mungkin . . . Karna Joon Myeon adalah pria brengsek . . .

Baekhyun dengan sengaja berjalan menuju tempat dimana telepon yang berada tepat di samping tempat tidurnya dan menghubungi seseorang ketika ia mengangkat telepon. Sebenarnya Baekhyun menekan tombol telepon seraya bergumam berbagai sumpah serapah.

“Chen,” ucapnya dalam bahasa mandarin ketika teleponnya telah di angkat. “Ini Bai Xian. Aku punya rencana kalau seandainya rencana sebelumnya tidak berhasil. Bisakah kau datang ke rumahku nanti malam?”

.

.

.

Haneul menatap Chanyeol dengan penasaran saat Chanyeol menutup telepon.

“Sepertinya Baekhyun mengadakan acara di rumahnya nanti malam.”

“Bagaimana kau tahu?”

“Sekretarisnya baru saja bilang padaku.” Melihat raut wajah bingung Haneul akhirnya Chanyeol menjelaskan, “Aku menjelaskan padanya tentang situasi kita dan tentang rencana jahat Hyera. Aku tahu itu beresiko, tapi aku butuh seseorang sebagai informan bagi kita.”

Chanyeol berjalan menuju lemari dan mengambil tas kantornya. “Aku bilang padanya untuk merahasiakannya. Lagian, kelihatannya sekretaris Baekhyun membenci Hyera sebanyak kita membenci dia. Mereka pasti pernah bertemu sekali, dan pertemuan itu pasti tidak menyenangkan. Kesimpulannya, dia semakin membenci Hyera dan bersedia untuk membantu kita sebisa ia agar melindungi Baekhyun.”

Chanyeol meletakkan tas kantornya di atas tempat tidur tepat di samping Haneul dan membukanya. Ia mengeluarkan sebuah jas. “Dan kita akan pergi ke rumahnya. Apa kau punya gaun yang cantik, sayang?”

“Sepertinya.” Haneul masih kebingungan tetapi akhirnya ia berdiri dan mengambil kopernya dari dalam lemari. Ia berjalan menuju tempat tidur dan meletakkan kopernya di samping koper Chanyeol kemudian membukanya. Haneul mencari gaunnya dengan menggeledah kopernya sebelum mengeluarkan sebuah gaun beludru panjang. Setelah meletakkan gaunnya di atas tempat tidur, Haneul menoleh dan menatap Chanyeol. “Mengapa kita pergi ke rumahnya? Kita tidak diundang.”

“Sekarang kita di undang.” Chanyeol mengangguk menatap ponselnya. “Sekretaris Baekhyun mengajak kita sebagai tamunya. Jangan bertanya lagi.”

Okay. Fine. Tapi kenapa kita pergi ke acara mereka? Lagipula kita tidak punya tujuan.”

“Untuk mengawasi Hyera. Dialah yang mengadakan acara ini. Ia tidak pernah mengadakan pesta kecuali ada sesuatu berhubungan dengan dirinya. Ia selalu ingin menjadi pusat perhatian.”

“Chanyeol, kau yakin?”

“Ya.” Chanyeol menatap istrinya. “Ingat adiknya Hyera? Dia dan kekasihnya akhirnya bertunangan. Menurut sekretaris Baekhyun, Hyeralah yang mengadakan acara untuk mereka.”

“Itu tidak masuk akal. Ketika kita berada disini, Hyera pikir mereka adalah pasangan yang paling buruk yang pernah ia lihat. Ia sering mengeluh tentang mereka berdua. Kepada kita setidaknya. Ia tidak menyukai mereka berdua.”

“Benar sekali. Itu artinya Hyera memanfaatkan mereka hanya sebagai alasan saja.”

Haneul duduk di atas tempat tidur. Semua pertanyaannya terjawab, ia penasaran apa yang sedang Hyera rencanakan. “Ini akan menjadi pesta yang paling menarik,” gumamnya.

.

.

.

“Aku tidak tahu, Dongwook,” ucap Dahae saat ia menyelesaikan makannya. Ia menyukai hotel ini. Pelayanannya sangat bagus bersamaan dengan pemandangan dari kamar hotel mereka dan juga dekat dengan tempat tinggal Seona dan Joon Myeon. “Bagaimana dengan Hyunjoo dan si kembar?”

“Mereka menikmatinya disini.” Dongwook meraih jemari Dahae. “Sekarang ini mereka sedang bermain di taman bermain–. Sayang, ini adalah rumah kita. Kita menikah disini.”

“Aku tahu, Dongwook. Aku tahu. Aku disana, ingat? Aku dulu seorang pengantin wanita.” Dahae menghela nafas. Di Kanada seharusnya hanya menjadi tempat bulan madu, bukan tempat tinggal mereka. Tetapi mereka sangat menyukai negara di sana jadi akhirnya mereka tinggal disana selama sepuluh tahun terakhir ini.

Tetapi Korea merupakan rumah mereka yang sesungguhnya. Ia berbohong kalau berkata tidak rindu tempat ini.

“Disamping itu, Seona membutuhkan kita.”

“Aku tahu, tapi bagaimana dengan pekerjaan kita? Pihak rumah sakit tidak akan membiarkanku pergi dalam waktu yang lama. Aku seorang dokter, mereka membutuhkan aku disana. Bagaimana denganmu? Menjadi seorang polisi sebenarnya tidak membiarkanmu membuat keputusan cepat seperti ini dan mengambil cuti liburan, tanpa mengetahui kapan akan kembali, terutama ketika disana jumlah polisi cukup sedikit.”

“Kita akan mencari pekerjaan disini. Dan aku mengenal Seona. Ia tidak akan tinggal bersama Joon Myeon seperti apa yang ia katakan. Seona akan meninggalkannya dan ketika ia melakukannya, ia akan membutuhkan kita disini dan memersiapkan untuk pergi bersama kita.”

“Dan bagaimana dengan Baekhyun? Apakah kau pernah berpikir tentangnya?”

Dongwook terdiam dan mengerutkan keningnya. “Sial,” ucapnya dengan pelan. “Aku lupa tentangnya.”

“Ya, tampaknya kau melupakannya. Seona mungkin akan datang pada Baekhyun, bukannya kau, Dongwook.” Dahae menaikkan sebelah alisanya. “Itulah salah satu alasan mengapa kau membenci Joon Myeon.”

Dongwook terlihat bingung. “Apa?”

“Salah satu alasan mengapa kau membenci Joon Myeon ketika faktanya ia ‘mengambil’ Seona darimu. Kau telah terbiasa dengan sikap Seona yang selalu ‘berlari’ padamu seperti sedang mencari perlindunganmu. Tetapi ketika ia bertemu dengan Joon Myeon, ia tidak lagi ‘berlari’ kepadamu. Justru ia ‘berlari’ pada Joon Myeon.”

Dongwook mendengus. “Itu tidak mungkin.”

“Itu benar. Dan bahkan sekarang, kau masih tetap memikirkan bahwa Seona akan berlari kepadamu lagi, melupakan bahwa faktanya ia memiliki pria lain yang ia sangat pedulikan. Kemungkinan besar ia akan berlari padanya.”

Dongwook menghela nafas. “Yaa, mungkin aku merasa sedikit. . .” Dongwook menggerakkan tangannya. “. . .dikhianati, melupakan kenyataan bahwa Joon Myeon mendapatkan Seona. Maksudku, dia adalah adik kecilku. Aku adalah walinya, sebelum pria brengsek itu datang. Tapi aku tidak berpikir ia akan berlari ke Baekhyun juga. Dan itu bukan sisi ke-kakak-an ku.”

“Apa maksudmu?”

“Kau baru saja bilang Seona peduli pada Baekhyun. Aku tahu perselingkuhan ini bukanlah sesuatu yang biasa Seona lakukan, tetapi aku tahu Seona tidak begitu berhati dingin sampai-sampai ia tidak akan pernah mengatakan pada Baekhyun tentang kebenarannya. Sebentar lagi Seona akan mengatakan padanya, kemungkinan ketika ia meninggalkan Joon Myeon. Aku tidak berpikir Baekhyun akan menganggapnya enteng.”

Dahae tahu itu benar. Perselingkuhan Seona benar-benar tidak terduga, tapi bukan berarti Seona tidak akan Mungkin ia takut hubungannya akan berakhir sesegera mungkin ketika ia mengatakan pada Baekhyun ia memiliki seorang suami. Itu sangat dapat dimengerti.

Tapi bisakah mereka benar-benar tinggal disini dan menunggu Seona dalam waktu yang ia sendiri tidak tahu untuk meninggalkan mereka berdua?

“Aku akan memikirkannya,” ucap Dahae.

“Itu cukup bagus.”

Ponsel berbunyi dan Dongwook berdiri untuk mengambilnya. “Hello?

Oppa, ini aku Seona. Nanti malam aku membutuhkanmu untuk mengawasi Joon Myeon.”

“Kenapa? Apa dia melakukan sesuatu?”

“Tidak. Setidaknya belum. Ada sebuah pesta nanti malam dan walaupun aku akan diantara orang-orang, aku tidak tahu siapapun disana. Aku akan terus bersama Joon Myeon sepanjang acara itu dan aku tidak bisa pergi darinya. Aku membutuhkanmu disana, Oppa. Jadi aku bisa pergi meninggalkannya beberapa kali tanpa membuatnya marah. Seperti kau bisa mengajakku untuk berdansa beberapa kali.”

“Tapi kupikir aku tidak diundang. Aku saja tidak tahu dimana pesta itu diadakan. Aku bahkan tidak tahu siapa yang mengadakan acara itu.”

“Di dalam undangan itu tertulis aku bisa membawa dua orang tamu. Kumohon, datanglah.”

“Bagaimana nanti reaksi Joon Myeon?”

“Ia mungkin tidak akan menyukainya, tapi aku memikirkan sesuatu. Teleponku lagi nanti, sekitar satu setengah jam lagi. Joon Myeon sedang keluar tapi ia akan kembali.  Aku akan memberi tahu dimana tempatnya dan kau hanya berpura-pura mengundang dirimu sendiri untuk datang bersama kami. Aku akan menaruh speakerphone jadi apapun yang Joon Myeon katakan kau bisa mendengarnya.”

”Kenapa kau tidak mengajak Nara?”

“Aku masih belum mengatakan padanya tentang Joon Myeon dan aku tidak memberitahunya. Dia memang teman baikku, tapi ia tidak akan memercayainya. Ditambah lagi ia tidak mengerti situasiku dengan Baekhyun. Aku hanya tidak ingin berbicara dengannya sekarang. Kumohon, Oppa. Datanglah.”

Dongwook tidak bisa mengatakan tidak. “Baiklah, kami akan datang.” Dongwook menghela nafas. “Aku hanya berharap tidak terjadi sesuatu yang dramatis nanti malam.”

.

.

.

[19:30 Byun’s mansion]

Baekhyun melihat semua orang menikmati waktu mereka di bawah. Ia berjalan kembali menuju kamarnya. Ia hanya tidak berminat untuk berpesta malam ini, dan ia belum berbaur dengan orang lain. Hyera sudah berada di bawah, berbicara dan tertawa pada beberapa orang yang berada disini. Ada banyak sekali tamu dan ada beberapa yang masih berdatangan.

Baekhyun sudah berpakaian lengkap untuk pesta yang diadakan dirumahnya sendiri dan ia justru tidak berminat untuk berpesta.

Ia memasuki kamarnya, walaupun ia tidak menutup pintunya dan duduk di atas kasurnya. Satu-satunya orang yang ia yakin berada disini adalah Chen. Karena Chen telah menghubunginya lebih awal melalui ponselnya dan berkata ia berada disini, menunggu Joon Myeon. Itu bagus. Kalau Joon Myeon bermain mata dengan wanita lain atau pergi bersama seorang wanita yang bukan istrinya, ia akan tertangkap oleh kamera.

“Aku benar-benar berharap kau mengatakan padaku tentang menyebarkan undangan sebelum kau melakukannya, Hyera. Sebenarnya aku hanya berharap kau mengatakan padaku kalau kau akan mengadakan pesta. Memberitahu padaku pagi ini tidaklah cukup.”

“Kenapa?”

“Karena aku tidak ingin pesta ini diadakan. Aku tidak pernah menginginkannya. Aku hanya . . . tidak berminat.”

“Baekhyun, aku minta maaf karna tidak memberitahumu ketika aku akan menyebarkan undangannya, dan tidak memberitahumu bahwa acaranya akan diadakan mala mini. Tapi kumohon, kebawahlah.”

“Nanti. Mungkin aku akan berminat. Sekarang ini aku hanya ingin menikmati waktu tenangku selama beberapa menit.”

Hyera menghela nafas. “Baiklah. Hanya jangan sampai berada disini terlalu lama.”

Hyera berbalik dan pergi ketika Baekhyun menatap tempat dimana Hyera baru saja berdiri. Hyera diam selama beberapa minggu ini, gelisah bahkan. Tapi itu tidak membuatnya berhenti untuk berteriak padanya ketika ia akan pergi kemana saja selain ke kantor. Bahkan itu terasa seperti ia berteriak padanya lebih dan semakin lebih banyak. Ia berfirasat bahwa kalau bukan karena perusahaannya lah satu-satunya alasan mengapa mereka punya uang, Hyera akan berteriak padanya untuk pergi bekerja juga.

Baekhyun masih tidak dapat memecahkan teka-teki besar yang tidak hanya Hyera yang terlibat, tetapi Chanyeol dan Haneul juga. Tidak ada petunjuk baru yang tampak, dan tanpa petunjuk baru ia tidak dapat mencari tahu apapun.

Berdiri, Baekhyun memutuskan bahwa ia tidak bisa hanya bersembunyi di dalam kamarnya sepanjang malam. Mungkin kalau ia berbaur dengan orang-orang, suasana hatinya akan membaik walaupun ia meragukannya. Satu-satunya orang yang dapat membuat suasana hatinya membaik adalah Seona. Sayangnya, Seona tidak berada disini untuk menghiburnya. Tapi betapa ia akan menyukai apabila Seona berada disini dengannya. Baekhyun tidak peduli dimana pesta itu berada, atau berapa lama pesta itu diadakan, selama Seona bersamanya.

Baekhyun berjalan keluar dari kamarnya dan berjalan kebawah menuju aula, ia berhenti di atas tangga, melihat semua orang yang berbicara dan berdansa. Ia bahkan tidak bisa melihat orang-orang pergi keluar.

Akhirnya ia menyadari sesuatu yang ia tidak sadari selama beberapa minggu ini. Hyera tidak mengganggunya tentang berhubungan seks. Hyera terlihat sangat gigih sebelumnya dan sekarang ia bahkan tidak menyebutkan kata seks sama sekali. Itu aneh. Ada sesuatu yang tidak beres.

Ia turun melewati tangga dan pergi mencari istrinya yang penuh rahasia.

.

.

.

Chen mengambil foto Nyonya Kim yang berdiri di sebelah suaminya saat mereka berada di balkon, meminum champagne dan berbicara dengan pasangan lainnya. Chen bersembunyi di balik semak-semak dekat balkon. Kelihatannya Nyonya Byun telah membuka pintu balkon agar orang-orang bisa di luar juga, membuat ruang lebih untuk mereka untuk berkeliling.

Ia berpikir ia memiliki kesempatan yang lebih baik mengambil foto mereka, dan untuk hal yang lainnya yang mungkin saja terjadi dan mungkin saja hal itu akan membantunya. Chen memutuskan untuk berada di luar saja dan bersembunyi di balik semak-semak sehingga tidak ada satupun yang akan menyadarinya.

Chen mengamati mereka sekarang, dan memperbesar lensa kameranya pada mereka, ia melihat betapa tidak nyamannya Nyonya Kim berada di pelukan suaminya. Nyonya Kim terlihat sedang mencoba untuk memberi sedikit jarak antara ia dan suaminya, tetapi tidak berhasil. Joon Myeon akan menariknya kembali, memegang sikunya dan meletakkannya pada bahu istrinya.

Menarik.

Mungkin ia tidak perlu kembali ke pesta itu. Mungkin ia hanya akan tetap berada disini, dan melanjutkan mengambil foto mereka. Siapa tahu mungkin ia akan melihat Joon Myeon melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan.

.

.

.

Apakah Joon Myeon sangat takut ia akan meninggalkannya sampai-sampai harus melingkarkan lengannya di pinggangnya secara terus-menerus?

Lagi, Seona mencoba untuk melangkah sedikit tetapi Joon Myeon justru semakin mengencangkan pelukannya. Sialan, ada apa dengannya? Seona mencoba untuk menahan amarahnya. Joon Myeon bahkan tidak membiarkan dirinya jauh darinya beberapa inci.

“Apa kau kedinginan? Tubuhmu bergetar,” ucapnya.

Seandainya Joon Myeon tahu tubuhnya bergetar karena amarahnya. Tetapi ia menganggapnya itu dapat dimengerti untuk Joon Myeon berpikir ia kedinginan. Ia memakai gaun yang Baekhyun belikan untuknya di Italia dan ia tidak membeli jaket ataupun syal. Tetapi ia tidak kedinginan. Tidak sedikitpun.

“Ya, sedikit,” bohongnya.

Joon Myeon hanya mengangguk dan tidak melakukan apapun justru melanjutkan percakapannya dengan Dongwook. Ia melihat Dahae mengerutkan keningnya, jelas sekali tidak menyukai kenyataan bahwa Joon Myeon tidak melakukan apapun. Seona melihat Dongwook yang melepaskan jasnya dan menyampirkannya di bahu Seona., menghentikan percakapan antara ia dan Joon Myeon dengan mengatakan, “Permisi.”

Joon Myeon melepaskan lengannya dan Seona menghela nafas ketika jas kakaknya tersampir dibahunya. Seona menghela nafas karena Joon Myeon melepaskan lengannya tetapi orang lain mungkin berpikir itu karena ia memiliki sesuatu yang hangat di bahunya.

“Lebih baik?” tanya Dongwook.

Seona mengangguk. “Terima kasih, Oppa.”

Dengan sengaja Dongwook tetap berada di sampingnya dan meletakkan lengannya di bahunya, tidak mengizinkan Joon Myeon melakukan hal yang sama. Wajah Dahae terlihat kosong, tetapi matanya menyimpan sebuah kepuasan atas tindakan tersebut.

Seona senang juga. Joon Myeon tidak senang ketika Dongwook mengundang dirinya sendiri datang ke acara ini. Tapi Seona melakukan apa yang ia telah katakan dan menaruh sebuah speakerphone pada baju Joon Myeon, jadi apapun yang Joon Myeon katakan, Dongwook pasti akan mendengarnya.

Joon Myeon telah membuat berbagai macam wajah selama percakapan di telepon yang membuat Seona ingin tertawa. Tapi Joon Myeon tidak bisa berkata tidak dan Seona tahu itu. Ia telah menyembunyikan kepuasannya, walaupun Joon Myeon mengutarakan komentar ini dan itu tentang seluruh situasi yang hampir membuatnya marah.

Tiba-tiba Seona merasa bulu kuduknya berdiri di sekitar lengannya, walaupun ia merasa hangat. Sementara kakaknya lanjut berbicara dengan suaminya, ia melirik ke belakang bahunya. Ia merasa seperti sedang diamati. Tapi itu gila. Siapa yang akan mengamatinya?

.

.

.

Chanyeol dan Haneul berdiri disisi ruangan seraya tetap memerhatikan Hyera yang sedang tertawa bahagia dan tidak menyadari keberadaan mereka.

“Kau pikir kenapa dia mengadakan pesta ini?” tanya Haneul penasaran.

“Entah,” jawab Chanyeol. Ia mendongakkan kepalanya ketika melihat Baekhyun yang turun dari tangga. “Ah, itu dia tuan rumahnya.”

“Dia terlihat . . .”

“Ya, aku tahu,” jawab Chanyeol ketika Haneul tidak menyelesaikan kalimarnya. Baekhyun membuat mimik wajah yang sebelumnya tidak pernah mereka lihat. Ia terlihat seperti memastikan, tetapi diwaktu yang sama seperti tidak yakin.

Tiba-tiba mereka menyadari bahwa para pelayan pria dan wanita mempersilahkan para tamu masuk ke dalam aula. Orang-orang yang berada di luar ruangan kembali ke dalam ruangan.

Haneul tersentak.

Chanyeol menatapnya dengan tajam. “Ada apa?”

“Wanita itu . . . Itu kekasihnya Baekhyun!”

Chanyeol menatap ke arah dimana Haneul melihatnya dan tentu saja disana ada wanita yang mereka lihat di taman. Selain itu, seorang pria menggenggam tangannya ketika pasangan lainnya yang juga saling bergenggaman, berjalan disamping mereka.

“Ya tuhan,” gumam Chanyeol.

“Dia telah menikah?”

“Atau memiliki seorang kekasih?”

Mereka menatap satu sama lain. Haneul tahu bahwa Baekhyun tidak pernah mengatakan pada wanita itu ia telah menikah, tapi apakah Baekhyun tahu bahwa wanita itu juga telah menikah? Atau paling tidak, wanita itu menyukai pria lain?

“Astaga.”

“Apa yang Hyera lakukan?” tanya Chanyeol, menarik perhatian Haneul.

Hyera berjalan menuju tangga, menarik suaminya yang sangat kebingungan dengannya. Baekhyun terlihat mencoba untuk berbicara dengannya tetapi Hyera tidak memerhatikannya. Hyera hanya tersenyum dan berdiri di anak tangga ke empat agar semua orang akan dapat melihat ia dan Baekhyun.

“Hadirin sekalian, terima kasih telah datang kesini untuk merayakan pertunangan adikku dan tunangannya. Tapi ada juga kejutan lainnya yang ingin saya bagikan untuk kalian semua.”

.

.

.

Baekhyun mengerang frustasi ketika Hyera berbicara di depan orang banyak. Baekhyun menatap Hyera dengan penuh amarah saat Hyera menghiraukannya. Ia menemukan Hyera berada di tengah keramaian yang tidak mudah bagi Hyera untuk menariknya kembali menuju tangga.

Damn it, Hyera,” desis Baekhyun ketika Hyera berhenti. “Aku mencoba berbicara denganmu!

“Tidak sekarang, sayang,” bisiknya saat Hyera meliriknya. “Aku sedang memanggil para tamu. Kita bisa bicara nanti.”

“Ini penting!”

“Tidak ada yang penting sekarang,” ucap Hyera kemudian kembali menuju keramaian.

Baekhyun memandang keramaian itu dengan penuh amarah yang segera menghilang ketika matanya menangkap dua wajah yang sangat familiar. Ia membeku ketika melihat Dongwook dan Dahae yang sedang menatapnya dengan wajah terkejut.

“Apa yang mereka lakukan disini?!” pikir Baekhyun ketakutan.

Hyera memilih waktu yang tepat untuk mengatakan, “Suamiku dan aku senang untuk berbagi kabar ini dengan kalian- sebenarnya, aku yang senang karena suamiku belum mengetahuinya.”

Hyera meletakkan tangannya di lengan Baekhyun dan saat itu  ia tahu rahasianya terbongkar. Wajah Dongwook dan Dahae terlihat kosong dan perlahan Baekhyun melihat mereka menolehkan kepalanya kearah kanan. Ia mengikutinya dan matanya berhenti di Seona, wanita yang memiliki dampak bagi kehidupannya.

Tetapi ia tidak berdiri sendirian maupun menatapnya.

Seona berada di pelukan Kim Joon Myeon dengan mengenakan gaun yang ia belikan di Italia dan Baekhyun melihat pria brengsek itu mengecup Seona tepat di bibirnya.

Seona tidak melepaskannya.

Kemudian sebuah ingatan muncul di pikirannya. Ingatan itu ketika ia berada di toko milik Seona tepatnya dua hari setelah mereka bertemu. Ia membaca sebuah artikel yang menyebutkan Nyonya Kim. Ia pikir Nyonya Kim adalah rekan kerjanya yang berkerja sama dengan Seona.

Semuanya menjadi jelas dalam waktu singkat.

Lee Seona tidak lajang.

Ia adalah istri dari Kim Joon Myeon! Dia adalah Nyonya Kim!

.

.

.

Seona mendongakkan kepalanya, menatap Joon Myeon ketika Joon Myeon menatapnya ke bawah. “Mengapa kau menciumku?” tanya Seona pelan. Ia telah mendengar Hyera yang berbicara, tetapi ia takut untuk mengalihkan pandangannya dari mata Joon Myeon.

“Aku tidak membiarkanmu pergi,” bisik Joon Myeon di telinga Seona. “Lain kali kakakmu berada diantara kita, aku bersumpah akan melakukan sesuatu padamu ketika kita sendirian.”

“Dia hanya kakakku,” bisik Seona.

“Lalu?”

Seona menatap Joon Myeon dengan ketakutan sebelum mengangguk pelan. Kemudian Joon Myeon melihat ke arah dimana Hyera berdiri. Seona perlahan menolehkan kepalanya kea rah yang sama dan membeku tekita melihat Baekhyun berada di sana. Baekhyun menatap langsung ke arahnya.

Dan Seona berada di pelukan Joon Myeon.

Tapi Seona tidak memiliki waktu untuk panik atau penasaran mengapa Baekhyun berada di sana berdiri di sebelah Hyera.

Kalimat selanjutnya yang di ucapkan Hyera membuat dirinya terkejut.

“Suamiku dan aku memiliki seorang bayi!”

to be continue…

A/N :

Aku yakin kalian merasa jengkel karna ceritanya yang menggantung. Tapi bukankah itu membuat kalian penasaran dan ingin melanjutkan membaca, jadi . . . please reviewed and tell me what you thought!

[Update : 6th september ’15 – 7am]

67 responses to “Affairs of the Heart [Chapter 10]

  1. Omg critnya bkin emosi naik trun aja msa si seona dkt sma kkkny aj gak dblhin overprotective bgt suaminy mndingn cerai aja klo gtu

  2. wah ini kebongkarnya ngga nanggung-nanggung yah, sekali seona ketauan baekhyun juga. tapi apa-apaan tuh hyera ngakuin itu semua, dasar pembohong, tunggu aja sampe baekhyun tau sendiri kamu kaya apa yah

  3. Rasanya aku mau menghilangkan Joon Myeon sama Hyera sekarang juga. Detik ini juga…. Kelicikan Hyera itu gak ada abisnya ya, kesel banget sama tingkah lakunya dia, dan ancaman Joon Myeon ke Seona aku takut dia bakalan nyakitin Seona oh my god! Ceritanya jadi ribet banget huhuhu

  4. huaahh daebak !!!
    semuanya bertemu dalam waktu dan tempat yang sama. woaahhh…..
    dan yaahh hyeea sedang menjalankan rencananya. ga kepikiran lagi deh gimana cara nyelametin baekhyun dari hyera. dan joonmyeon kayanya makin termotivasi buat nyakitin seona karna dongwook.hadeehhh

  5. OhmyGod! Aku yg baca aja kaget setengah mati, ngebayangin situasi yg rumit banget.
    Semua terbongkar, udah ketahuan kali masing2 ternyara sudah menikah.
    Dan Hyera, gak tau harus ngucapin selamat atau apa atas rencana gilanya yg pengen hamil atas nama Bark dari org lain, bener2 istri gila dehh!
    Dan Junmyeon, bisa di hayutkan ke sungai Han aja? Masih bnyk lelaki yg bisa memperlakukan istrinya dgn baik. Aku gak suka

  6. waah… Jujur ini moment yg paling aq tunggu2.. Akhirnya mereka saling tau kebenarannya… mereka sudah menikah. Kenapa gk jujur dari awal coba?
    FF ini bener2 mempermainkan emosi yah… kesel, marah, deg2an, kadang senyum2 sendiri.. hahahaha….😀
    Aq lanjut ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s