PERVERT GUYS AROUND ME (CHAPTER 13) – jungnayoon

image

Title : Pervert Guys Around Me
Author : jungnayoon (Twitter :
@sehunnbaby )
Cast : Oh Sehun, Lee Yoomi (OC)
Support Cast : Xi Luhan, Shin Hyerin, Go
Jihye, Kim Narae and you can find others
in the storyline
Genre : Friendship, Romance, School Life,
Family, Fluff
Rating : PG17
Lenght : Chapter
Disclaimer : The story is pure mine!
Semua cast di FF ini adalah milik Tuhan
dan milik orang tua mereka sendiri.
Author hanya pinjam sebentar untuk
kepentingan FF ini. Dan OC adalah 100%
milik author, OC adalah tokoh imajinasi
author.

Previous Chapter
Prolog&1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7a | 7b | 8 | 9| 10 | 11A |  11B | 12

CHAPTER 13
Yoomi dan Sehun sesegera mungkin melepaskan pagutan bibir mereka, dan segera menjauhkan diri mereka begitu mendengar suara Nyonya Oh yang berjalan mendekati mereka.
“Wae? Kenapa kalian menghentikannya? Bukankah tadi itu sangat seru?” ucap Nyonya Oh yang terdengar seperti sebuah sindiran.
“B-bu-kan seperti itu eomma, aku dan Yoomi tadi hanya—” Sehun mencoba mencari alasan yang logis, namun belum habis Sehun menyelesaikan ucapannya, Nyonya Oh segera memotong ucapan Sehun.
“Hanya apa? Hanya bersenang-senang?” ucapan Nyonya semakin terdengar seperti sindiran, dan Sehun menyadari ucapan menyindir dari ibunya. Namun dengan tiba-tiba Tuan Oh datang menghampiri mereka.
“Sudahlah sayang, mereka berdua masih muda, terserah apa yang ingin mereka lakukan, yang terpenting tidak keterlaluan” ucap Tuan Oh mencoba menenangkan istrinya. Namun Nyonya Oh hanya melempar tatapan tajam pada Tuan Oh. Bisa-bisanya suaminya itu membiarkan anaknya melakukan hal yang tidak-tidak pada anak orang lain, itu tidak boleh terus-terusan terjadi.
“Kau membela mereka? Hal seperti tadi itu tidak wajar dilakukan oleh pelajar seperti mereka yeobeo, mereka belum boleh melakukannya terlalu sering” ucap Nyonya Oh dengan nada cukup tinggi membuat Tuan Oh hanya mendesah malas menghadapi istrinya yang begitu membatasi hak anak muda.
“Kau terlalu mengekang mereka yeobeo, tidak akan terjadi sesuatu yang buruk apabila kau mempercayai Sehun” Tuan Oh mencoba membuat istrinya berhenti membatasi Sehun. Tuan Oh menyadari bahwa semua itu adalah kesalahan hormon keremajaan mereka berdua, semua anak muda pasti sering melakukannya bukan, jadi mengapa harus dibesar-besarkan?
“Kau membela Sehun karena kau sama saja dengannya” ucap Nyonya Oh sambil memutar bola matanya malas. Tuan Oh hanya terkekeh mendengar ucapan istrinya. Semua laki-laki di dunia ini sama, hanya laki-laki yang tidak normal saja yang tidak tertarik pada hal-hal yang seperti itu.
“Kalian berdua jangan sering melakukan hal-hal yang di luar batas seperti tadi, kalau tidak aku akan segera menikahkan kalian berdua” ancam Nyonya Oh.
“Bolehkah?” celetuk Sehun dengan begitu mudahnya, membuat Nyonya Oh mendelik tak percaya. Yoomi juga tak kalah terkejutnya dibanding Nyonya Oh, Yoomi tak percaya dengan apa yang baru saja Sehun katakan.
“Yak! Kau benar-benar” Nyonya Oh bergerak mendekati Sehun dan memberikan pukulan-pukulan ringan ke bahu Sehun.
“Tunggu—Bukankah itu Kai?” tanya Nyonya Oh begitu menyadari sosok Kai. Sehun segera membalikkan tubuhnya menghadap ke tempat ia melihat Kai sebelumnya. Dan Kai masih saja mempertahankan posisinya bersama Hyerin,  sedetik kemudian Sehun melirik ke arah Nyonya yang sedang geleng-geleng tak percaya mengetahui tingkah laku anak muda jaman sekarang.
“Apakah kalian melakukan itu sebagai hal yang wajar?” tanya Nyonya sambil melirik tajam pada Sehun dan Yoomi. Sehun dan Yoomi saling berpandangan, saling melemparkan tatapan –kau-yang-jawab-. Namun tiba-tiba Nyonya Oh menghembuskan napasnya kasar, ia sepertinya tahu jawabannya.
“Aku akan benar-benar menikahkan kalian berdua setelah kalian lulus sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan” ucap Nyonya Oh lantas menarik Tuan Oh dan meninggalkan mereka berdua. Yoomi hanya bisa menganga mendengar ucapan Nyonya Oh yang tidak bisa dianggap lelucon itu, sedangkan Sehun menyeringai puas mendengarkan ucapan ibunya. Sepertinya Sehun sangat menginginkan untuk segera menikah dengan Yoomi.



“Yak! Kalian berdua! Apa yang baru saja kalian berdua lakukan di beranda?” Sehun dan Yoomi segera memborbardir Kai dan Hyerin yang baru saja bergabung di pesta. Sedangkan Suho dan yang lain hanya mengernyitkan keningnya bingung dengan ucapan Sehun, namun mereka tetap menanti jawaban apa yang akan Kai lontarkan.
“Apa maksud kalian?” Kai berpura-pura bodoh ternyata, apa dia akan menutupi hubungannya dengan Hyerin kali ini? Yoomi yang kesal mendengar jawaban Kai hanya bisa menggeram kesal lalu membuka ponselnya dan menunjukkan foto Kai dan Hyerin yang sedang berciuman. Suho dan kawan-kawan serta pasangan pengantin yang ada di tempat itu pun lantas bersorak gembira setelah melihat foto yang ditunjukkan Yoomi tersebut.
“Wohooooo… Kai! Apa yang baru saja kau lakukan pada Hyerin?” tanya Chanyeol begitu antusias. Hyerin hanya bisa menunduk malu, karena bisa dipastikan bahwa wajahnya merah padam kali ini.
“Apa kalian berkencan?” tanya Baekhyun kali ini.
Kai hanya bisa menghela napasnya kasar kali ini, sebenarnya tadi ia tidak bermaksud mencium Hyerin, ia hanya terbawa suasana, namun jika ditanya seperti ini ia harus menjawab apa? Pada kenyataannya ia dan Hyerin belum resmi berkencan, akan tetapi ia tidak mungkin mengatakan hal itu pada teman-temannya dan Hyerin juga, bisa dipastikan kalau Hyerin akan menangis apabila Kai mengatakan yang sebenarnya.
“Yak! Kai! Jangan bilang kau hanya ingin mempermainkan Hyerin! Kalau benar itu kenyataannya, aku akan membunuhmu sekarang juga!” Yoomi mengancam Kai, ia sebenarnya tidak setuju apabila Hyerin berkencan dengan Kai, Kai adalah playboy, ia hanya takut Kai menjadikan sahabatnya itu sebagai salah satu gadis mainannya.
Kali ini Hyerin menatap Kai dengan tatapan nanar, dan Kai mengetahuinya. Kai benar-benar tidak tega apabila Hyerin sudah menatapnya seperti itu.
“Kau tidak benar-benar mempermainkan Hyerin kan?” tanya Yoomi sekali lagi dengan tatapan tajamnya. Kai membalas Yoomi dengan tatapan tajam pula, lalu menggeram kesal dan pergi meninggalkan pesta itu.
Semua orang di tempat itu terkejut dengan sikap Kai yang sepertinya menghindar dari pertanyaan Yoomi. Yoomi hanya bisa menggeram kesal menghadapi tingkah laku Kai, apa Kai benar-benar mempermainkan sahabatnya?
“Apa kau tidak berkencan dengan Kai?” Yoomi segera melontarkan pertanyaan pada Hyerin begitu sosok Kai menghilang dari pandangannya.
Hyerin mengangguk  lemah membenarkan apa yang Yoomi katakan. Yoomi hanya menggeram kesal sambil mengepalkan tangannya, beraninya Kai mempermainkan sahabatnya.
“Jadi kau dengan bodohnya mau dicium oleh lelaki brengsek itu sementara kalian belum berkencan?” Yoomi memborbardir sahabatnya itu dengan pertanyaan yang ia ucapkan dengan nada tinggi. Hyerin hanya menundukkan wajahnya, ia tak tahu harus berkata apa lagi pada Yoomi, ia menyukai Kai, tentunya ia akan bersedia dengan senang hati apabila Kai menciumnya, apalagi tadi itu situasinya sangat menunjang kegiatan yang mereka lakukan.
“Haissshhh… Mengapa kau begitu bodoh?? Mengapa kau mau dicium oleh orang yang belum resmi menjadi kekasihmu?” Yoomi menjambak rambutnya frustasi menghadapi sikap bodoh Hyerin. Yang lain hanya bisa menatap nanar Hyerin dan memikirkan betapa bajingannya Kai.
“Kau juga sama, kau dulu mau kucium sementara kita belum resmi menjadi sepasang kekasih” celetuk Sehun, semakin membuat Yoomi geram. Bisa-bisanya lelaki itu justru memperburuk suasana hati Yoomi.
“Diamlah bodoh! Aku tidak menyuruhmu bicara!” ucap Yoomi sambil menatap tajam Sehun, namun sedetik kemudian Yoomi kembali mengalihkan perhatiannya pada Hyerin yang kini masih saja menunduk malu. Akhirnya Yoomi memutuskan menuntun Hyerin keluar dari keramaian guna menenangkan suasana hati Hyerin.



“Apa kau sangat lelah?” tanya Luhan pada Narae. Mereka baru saja menyelesaikan prosesi pernikahan mereka. Mereka kini berada di kediaman keluarga Oh, Nyonya Oh dan Tuan Oh pergi ke suatu tempat setelah resepsi pernikahan Luhan. Sepertinya mereka berdua tidak ingin mengganggu Luhan dan Narae. Namun mereka melakukan satu kesalahan, mengapa mereka berdua tidak sekalian mengajak Sehun? Mengapa mereka meninggalkan Sehun? Satu lagi yang fatal, Sehun kini bersama dengan Yoomi. Apa jadinya apabila mereka berdua ditinggal bersama sepasang pengantin yang sibuk dengan kegiatan mereka, Sehun dan Yoomi pasti akan memiliki banyak kesempatan.
“Aku baik-baik saja” ucap Narae sembari menatap Luhan dengan wajah lelahnya.
“Benarkah? Aku tidak yakin kau bisa melanjutkan kegiatan kita selanjutnya” celetuk Luhan begitu saja, membuat Narae mendelik dan mencubit ringan pinggang Luhan. Narae mengarahkan dagunya ke arah pasangan lain yang menatap mereka dengan tatapan malu. Sepertinya Narae sangat malu dengan ucapan frontal Luhan, apalagi Luhan mengatakannya di depan anak di bawah umur yang memiliki hormon keremajaan yang sangat kuat. Narae hanya mengkhawatirkan kelanjutan Sehun dan Yoomi apabila mereka berdua tetap berada di tempat itu.
“Kau tidak berniat mengatar Yoomi, Sehun-ah?” Luhan mencoba berbasa-basi, mencoba mengusir Sehun secara halus dari tempat itu.
“Mengapa kalian begitu merepotkan. Kalian bisa langsung melakukannya di kamar pengantin kalian, dan aku akan pergi ke kamarku, apa yang harus dikhawatirkan? Mengapa kalian mengusirku seperti ini?” ucap Sehun yang akhir-akhir ini berubah menjadi cerewet. Sungguh itu bukan sifat Sehun yang sebenarnya, namun entah mengapa, entah apa juga alasan Sehun bisa menjadi manusia secerewet itu.
Yoomi mendelik mendengar ujaran Sehun, laki-laki itu benar-benar tidak bisa menjaga cara bicaranya. Ia selalu mengatakan apapun yang perlu ia katakan, tidak peduli hal itu pantas ia katakan atau tidak. Luhan hanya tersenyum mendengar pernyataan adiknya, adiknya benar-benar sudah dewasa kali ini.
“Apa kau akan membiarkan Yoomi pulang sendiri? Yoomi pasti ingin pulang, karena besok dia harus sekolah Sehun-ah” Narae kali ini mencoba membantu Luhan untuk mengusir Sehun. Sebenarnya ia juga tidak mengerti mengapa ia ikut andil mengusir Sehun, tapi itu adalah hal terbaik dari pada Sehun harus mendengar hal-hal yang tidak boleh ia dengar.
“Noona! Kau membela hyung? Kau tahu noona? Jika kau mengusirku, kau tidak akan selamat dari terkaman hyung, aku mencoba membantumu noona” Sehun menjelaskan apa yang ada dipikirannya walaupun itu cukup membuat Narae terkejut.
“Apa yang kau katakan Sehun-ah? Bukankah malam pertama itu memang kewajiban pengantin baru, kau tidak boleh ikut campur” Luhan kembali berujar. Sehun hanya memasang tampang cemberutnya.
“Sehun-ah, antarkan aku, kau juga bisa membawa seragam sekolah untuk besok, karena aku mengijinkanmu menginap di rumahku” ucap Yoomi mencoba menenangkan Sehun yang sepertinya  sedang ingin bertindak kekanak-kanakan.
“Benarkah? Aku boleh tidur di rumahmu?” tanya  Sehun tiba-tiba antusias.
“Ya. Di kamar tamu” ucap Yoomi datar. Ia tahu apa yang ada di pikiran Sehun, ia tahu pasti kalau Sehun sedang berharap dapat tidur seranjang dengannya, tapi itu tidak boleh lagi terjadi karena orang tua Yoomi sedang ada di rumah.
“Haissshhh.. Mengapa harus di kamar tamu? Mengapa tidak di kamarmu?” Sehun mendesah frustasi karena Yoomi sedang mencoba mengurangi jarak antar mereka.
“Aku mengatakan kau boleh tidur di rumahku, bukan berarti kau bisa tidur diranjangku” ucap Yoomi dengan nada malas.
“Mengapa kau tega sekali padaku? Mengapa kau membiarkan aku tidur sendiri di kamar tamu? Aku bukan lagi tamu di rumahmu” Sehun mencoba untuk melakukan negosiasi dengan Yoomi. Namun Yoomi hanya menanggapinya tatapan malas.
“Sudahlah Sehun, apa kau ingin membuatku pulang sendirian malam ini?” Yoomi tidak ingin berdebat lebih jauh lagi dengan Sehun. Ia sedang lelah hari ini. Ia tidak ingin Sehun kembali memanfaatkan rasa lelahnya itu untuk melakukan hal-hal yang tidak wajar.
“Sehun-ah, Yoomi sudah begitu baik memberimu kamar untuk tidur, tapi mengapa kau masih saja keras kepala” ujar Luhan yang sebenarnya sangat tidak sabar menunggu kepergian pasangan gila itu.
“Yoomi-ya…” Sehun merengek kembali pada Yoomi. Yoomi hanya menatap Sehun jengah.
“Oke! Baiklah, aku akan mengantarmu, dan menginap di kamar tamu” Sehun bisa saja mengatakan seperti itu sekarang, tapi ia tidak janji kalau ia sudah berada di rumah Yoomi.
Sehun segera pergi ke kamarnya mengambil seragam dan segala perlengkapan sekolah miliknya dengan langkah kesal. Luhan hanya terkekeh melihat tingkah kekanakan adiknya itu.
“Yoomi-ya kau harus sabar menghadapi Sehun, sifatnya yang sebenarnya adalah seperti yang baru saja kau lihat, dia tidak pernah dingin saat di rumah, tapi kau juga harus sabar menghadapi sifat mesumnya, aku juga tidak habis pikir bagaimana bisa seperti itu” Luhan menggeleng-gelengkan kepala layaknya ia tak percaya pada kenyataan bahwa Sehun sangat mesum. Padahal Luhan tidak jauh berbeda dengan Sehun.
“Kau juga sama mesumnya dengan adikmu Tuan Xi yang terhormat” Narae memutar bola matanya malas.
“Tapi sekarang, sifat mesumku ini sudah sah diterapkan kapan saja” Luhan mengedipkan matanya pada Narae. Yoomi hanya terkekeh renyah melihat pasangan pengantin baru itu.
Luhan lantas mengangkat Narae ala bridal style. Dan membawanya ke kamar pengantin yang tadi telah Yoomi dan Sehun persiapkan.
“Bisakah mereka bersabar sebentar hingga aku dan Sehun pergi?” Yoomi hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.
Dan beberapa saat kemudian, Sehun kembali dengan menenteng tasnya. Dan berlalu begitu saja tanpa menatap Yoomi.
“Kita harus mengerjakan PR matematika dulu, sebelum tidur” ujar Sehun dalam langkahnya meninggalkan Yoomi. Yoomi hanya mendesah malas, Sehun selalu saja bersikap kekanakan. Apakah Sehun marah terhadap Yoomi? Hanya karena Yoomi tidak mengijinkannya tidur di kamarnya?
“Yakk! Oh Sehun tunggu aku” dengan terpaksa Yoomi berlari mencoba mensejajarkan langkahnya dengan Sehun. Padahal Yoomi sangat lelah hari ini, sebenarnya ia merasa sangat malas meladeni Sehun yang sedang marah itu, namun mau bagaimana lagi? Ia harus tetap menjaga perasaan Sehun.
Yoomi bergelayut manja di lengan Sehun, mencoba mengambil perhatian Sehun. Sehun diam-diam tersenyum mendapat respon Yoomi.



“Sehun-ah, bangun! Mengapa kau sangat sulit dibangunkan akhir-akhir ini” Yoomi terus menggoyang-goyangkan tubuh Sehun. Entah mengapa Sehun bisa tertidur pulas di kamar tamu. Ya! Memang benar! Sehun tidur di kamar tamu karena Yoomi langsung mengunci kamarnya, dan tidak mengijinkan Sehun masuk ke kamarnya.
Sehun sebenarnya ingin bergegas pulang, karena Yoomi benar-benar keras kepala malam itu, namun Sehun memutuskan untuk tidur di kamar tamu, hanya semalam jadi itu tidak akan menjadi masalah.
Yoomi terus menggoyangkan tubuh Sehun. Sehun yang merasakan sentuhan di tubuhnya mulai membuka matanya perlahan, mencoba mengintip dunia luar. Senyumnya mengembang tatkala menemukan sosok yang tak asing di depannya, sosok yang membuatnya ingin selalu membuang sikap dinginnya yang sebenarnya telah tertanam sejak lama dalam dirinya.
Sehun dengan gerakan sigap menarik Yoomi ke dalam rengkuhannya, memeluknya erat seakan tak ingin Yoomi pergi. Yoomi hanya bisa memutar malas kedua bola matanya, Yoomi bertanya-tanya dalam hati mengapa Sehun masih saja bersikap mesum.
Yoomi dan Sehun berangkat ke sekolah bersama, tidak ada kejadian berarti di antara mereka berdua, hanya saja suasana mencekam menyelimuti mereka berdua. Tak ada yang membuka percakapan, hanya saling melirik mencari waktu yang tepat untuk keduanya membuka percakapan. Namun percuma saja, hingga mereka telah berada di sekolah pun mereka berdua belum juga membuka percakapan.
“Ya! Kalian berdua! Apa kalian sedang bertengkar?” tanya Kai yang agaknya bingung sengan sikap pasangan yang biasanya berlovey dovey ria itu.
“Tidak, kami baik-baik saja” ucap Yoomi tak acuh lantas menggandeng Sehun duduk di tempat duduk mereka. Kai hanya bisa mendecih sebal, sebenarnya ia sangat ingin melihat pasangan itu kembali bertengkar. Pasti akan sangat menyenangkan, karena akan terjadi hal menakjubkan selanjutnya.
Setelah Yoomi dan Sehun duduk di tempat mereka, Yoomi segera membuka  bukunya. Lalu menyodorkan kedua tangannya pada Sehun, memasang pose meminta. Sehun hanya menaikkan alisnya, ia tidak mengerti dengan sikap Yoomi barusan.
“Aku pinjam buku PR-mu, aku belum mengerjakan PR” ucap Yoomi dengan nada memelas sekaligus dengan tampang menyedihkan.
Sehun hanya mendecih, gadis itu benar-benar. Yoomi memang sebenarnya berniat mengerjakan PR-nya semalam, namun begitu ia melihat sekilas soal yang harus ia kerjakan, matanya dengan reflek menutup, dan kepalanya tiba-tiba saja pening. Sungguh! Yoomi sangat lemah dalam segala pelajaran, bukan hanya matematika, namun yang lain juga. Entah apa yang salah dengan otaknya, otaknya layaknya tidak dapat menerima hal-hal seperti yang namanya pelajaran.
Sehun membuka tasnya dengan gerakan malas, lalu menyerahkan buku PR-nya pada Yoomi. Yoomi tersenyum bahagia melihat respon Sehun. Yoomi segera membuka lembaran buku Sehun, lalu mengcopy-paste tulisan tangan Sehun ke bukunya.
Sehun memandang Yoomi dengan pandangan heran, kapan gadis itu bisa menggunakan otaknya, kalau caranya seperti ini terus.
“Yoomi-ya, minggu depan kita harus menghadapi ujian akhir, bagaimana hasilmu nanti kalau kau terus saja seperti ini. Kau harus belajar Lee Yoomi” ucap Sehun dengan nada dingin, namun tetap terdengar lembut di telinga Yoomi.
“Aku akan berubah sehari sebelum ujian Oh Sehun, kau tidak usah khawatir” Yoomi menjawab ucapan Sehun dengan nada santai, dan tetap tak mengalihkan pandangannya dari bukunya. Tidak tahu kah gadis itu bahwa Sehun sangat khawatir, bagaimana kalau Yoomi tidak lulus. Bukan hanya malu yang ia dapat. Pasti pernikahan mereka akan diundur lama karena otak bodoh Yoomi. Bukankah kalian tahu bahwa Sehun sangat ingin cepat-cepat menikah dengan Yoomi. Namun apabila Yoomi masih saja seperti ini, bagaimana kalau Yoomi membusuk di sekolah atau perguruan tinggi nantinya?



Hari-hari melelahkan ujian telah tiba, dan benar saja Yoomi memang berubah sehari sebelum ujian. Luhan dan Narae bahkan rela mengundur bulan madu mereka hanya untuk mengajar Yoomi. Ya! Luhan dan Narae sama-sama mengajar Yoomi, mereka berusaha agar Yoomi dapat menggunakan otaknya saat ujian. Bahkan Sehun juga ters mengajari Yoomi ketika berada di sekolah, setidaknya kali ini ada kemauan dari dalam diri Yoomi untuk berubah, ya.. walaupun waktunya cukup sempit.
Dan hari ini adalah hari terakhir ujian, Sehun dan Yoomi meluangkan waktu mereka untuk belajar bersama di taman sekolah. Mereka duduk di bangku taman sekolah, sama-sama berkutat dengan buku mereka masing-masing. Bosan berkutat dengan bukunya, Sehun mengalihkan pandangannya menatap objek yang tidak pernah membuatnya merasa bosan. Sehun menatap Yoomi yang sedang serius membaca rumus-rumus fisika yang kemarin sengaja ia ringkas. Ternyata Yoomi cukup berusaha untuk berubah.
Sehun menatap Yoomi, sembari menunjukkan senyumnya yang jarang sekali ia tunjukkan pada orang lain. Hanya pada Yoomi. Senyum itu terus mengembang hanya saat berada di dekat Lee Yoomi.
Yoomi yang merasa dipandangi, tentu saja salah tingkah. Mengapa Sehun terus saja memandangnya seperti itu, sungguh ia merasa gugup, bahkan semburat merah sudah menjalar muncul di area pipinya.
Tidak tahan lagi, Yoomi mengalihkan tatapannya pada Sehun, melemparkan tatapan bingung sekaligus tatapan bertanya.
“Mengapa kau terus saja menatapku? Apa kau tidak bosan terus menatapku seperti itu?” tanya Yoomi dengan nada kesal yang dibuat-buat. Sehun hanya menjatuhkan ciuman singkat dibibir Yoomi lalu kembali menatap Yoomi sembari tersenyum. Yoomi cukup terkejut dengan ciuman tiba-tiba yang Sehun lakukan, namun ia tidak memungkiri, ciuman singkat Sehun barusan membuat seluruh tubuhnya layaknya mendapat sengatan listrik. Sentuhan Sehun memang sangat berdampak pada Yoomi.
“Menurutmu apa alasan yang tepat, yang harus kukatakan padamu, untuk menjawab pertanyaanmu?” tanya Sehun masih saja dengan tatapan yang sama seperti tatapan sebelumnya, tatapan lembut penuh arti.
Yoomi tidak bisa menjawab, ia bahkan tidak bisa hanya untuk sekedar membuka mulutnya untuk berbicara, karena tubuhnya tiba-tiba saja membeku mendapat tatapan seperti itu dari seorang Oh Sehun. Yoomi hanya tersenyum dan kembali mengalihkan tatapannya terhadap buku yang sebelumnya ia baca. Ia tidak kuat lagi apabila ia harus menatap Sehun terus menerus, karena bisa ditebak ia akan terus menerus pula terpesona dengan wajah tampan dan senyuman Sehun.
Merasa diacuhkan, Sehun segera merebut buku di pangkuan Yoomi lalu menggantikan posisi buku itu dengan kepalanya, ya… baru saja Sehun tidur di pangkuan Lee Yoomi. Yoomi sontak terkejut dengan tingkah Sehun, woiiii… ini di sekolah, sekolah bukan tempat yang tepat bagi mereka untuk melakukan hal seperti itu.
Sehun hanya terkekeh tatkala melihat mata Yoomi yang membelalak sempurna dan semburat merah samar-samar yang muncul di pipi gadis itu.
“Aku akan membantumu belajar, aku akan bosan apabila kau terus mengacuhkanku. Aku akan memberikan pertanyaan untukmu dan kau harus menjawab” lantas Sehun mengajukan pertanyaan seputar pelajaran fisika yang Yoomi harus pelajari, dan Yoomi dengan ragu-ragu menjawab, namun syukurlah ia dengan baik menjawab pertanyaan dari Sehun, karena hanya beberapa saja rumus saja yang salah.
Yoomi memberikan sentuhan ringan pada rambut Sehun, mengelusnya perlahan membuat Sehun merasa di atas angan. Namun sebenarnya Yoomi tidak sadar dengan apa yang ia lakukan, kepala Yoomi hanya menengadah ke atas sambil memikirkan jawaban pertanyaan Sehun, dan tangannya secara tak sengaja tergerak mengelus rambut kepala Sehun yang berada di pangkuannya.
“Yoomi-ya” panggil Sehun, Yoomi sontak menundukkan kepalanya, menatap Sehun.
Dan Sehun-pun dengan segera menjatuhkan ciuman kilat di bibir Yoomi. Yoomi kembali terkaget, namun dengan segera Yoomi mengubah ekspresinya menjadi ekspresi kesal. Yoomi mengerucutkan bibirnya, memasang tampang kesal pada Sehun.
“Ya! Kau seenaknya saja menciumku!” ucap Yoomi dengan nada kesal yang dibuat-buat. Sehun hanya terkekeh lalu mendudukkan dirinya lalu berdiri.
“Belajarnya sudah cukup, kita harus masuk dan mengerjakan ujian” ucap Sehun sambil mengambil langkah pendek meninggalkan Yoomi.
Yoomi segera menata bukunya lalu mengejar Sehun, dan mensejajarkan langkahnya dengan langkah Sehun.
“Semangat untuk ujian hari ini” ucap Yoomi malu-malu, lantas Yoomi merubah langkahnya menjadi lari kecil meninggalkan Sehun yang diam-diam tersenyum mendengar ucapan Yoomi.



Akhir-akhir ini Hyerin seperti menjauhi Kai, sebenarnya Kai merasakan perubahan sikap Hyerin. Kai juga tahu bahwa sebenarnya ia cukup keterlaluan. Ia tahu bahwa ia cukup menyakiti hati Hyerin, jadi tidak heran apabila Hyerin akhir-akhir ini mengubah sikapnya dan terlihat seperti menjauhinya. Sebenarnya sikap itu terlihat sangat jelas. Hyerin bahkan selalu mengalihkan pandangannya apabila sosok Kai terlihat di matanya. Hyerin semaksimal mungkin menghindari kontak mata dengan Kai. Seperti saat ini, mereka berdua berjalan berlawanan namun begitu Hyerin menyadari keberadaan Kai, Hyerin segera mengalihkan pandangannya ke arah lain. Kali ini Hyerin membawa setumpuk buku, ia memang bertugas piket hari ini, jadi ia harus mengembalikan buku yang di pinjam siswa satu kelasnya ke  perpustakaaan. Hyerin bahkan enggan meminta bantuan Kai yang memang kebetulan hari itu juga hari piket Kai.
Kai menutup jalan Hyerin dengan berdiri tepat di depan gadis itu, Hyerin melangkahkan kakinya ke samping untuk menghindari Kai namun Kai kembali menutup jalan gadis itu dengan melangkahkan kakinya ke samping seperti yang Hyerin lakukan. Hal itu membuat Hyerin kesal. Sebenarnya apa yang diinginkan lelaki yang berada di depannya itu. Sungguh! Hyerin muak melihat wajah sok tampannya itu.
Kai hendak melontarkan kata-kata, namun sebelum itu terjadi Hyerin tiba-tiba berteriak memanggil nama seseorang.
“Kookie-ya!” Kai lantas diam seribu bahasa, ia sadar siapa yang gadis itu panggil, walaupun nama itu cukup asing di telinganya.
Lelaki yang di panggil ‘Kookie’ itu berbalik dan melemparkan tatapan bertanya pada Hyerin. Dan sebenarnya lelaki yang Hyerin panggil dengan nama ‘Kookie’ itu adalah Jeon Jungkook, tetangganya, sekaligus adik kelasnya.
“Ada apa Rin-ah? Mengapa kau memanggilku?” Jungkook menghampiri Hyerin dan dengan sangat terpaksa Kai bergeser, memberi akses pada Hyerin untuk berinteraksi dengan Jungkook.
“Bisakah kau membantuku? Buku-buku ini sangat berat” ucap Hyerin dengan nada yang dibuat seperti ia sedang berada dalam kesulitan.
“Tentu Rin-ah, aku akan melakukan apapun untukmu” ucap Jungkook dibarengi dengan senyum manis, membuat Kai menaikkan alisnya.
‘Apa hubungan mereka berdua? Hyerin memanggil nama Jungkook dengan ‘Kookie’, dan Jungkook memanggil Hyerin dengan ‘Rin’? Apakah mereka sedekat itu? Dan apa maksud ‘akan melakukan apapun untuk Hyerin’? Apa Jungkook menyukai Hyerin?’ pertanyaan-pertanyaan itu segera menyerbu pikiran Kai. Sungguh bukan berniat untuk cemburu, namun Kai hanya bingung dengan hubungan Hyerin dan Jungkook.
Hyerin segera memindahkan tumpukan buku yang ada dalam pelukannya kepada Jungkook. Lalu Hyerin melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Kai yang menatap pasangan yang berjalan berdampingan itu dengan tatapan bingung.
Namun baru beberapa langkah mereka berhenti, lalu Jungkook merendahkan kepalanya, dan Hyerin segera berbisik ke telinga Jungkook.
“Kookie-ya, terima kasih telah membantuku menghindar dari lelaki itu” bisik Hyerin pada Jungkook. Jungkook hanya tersenyum, lalu mengacak gemas rambut Hyerin. Dan hal itu kembali membuat Kai menatap mereka dengan tatapan bingung sekaligus tidak suka.
“Apa yang aku pikirkan?” Kai kembali tersadar dengan apa yang baru saja ia lakukan, apa ia baru saja cemburu? Cih, sebenarnya apa yang ada di pikirannya.



Akhirnya ujian pun selesai, Yoomi melaksanakan ujian dengan sangat baik. Bahkan setiap malam ia terus saja belajar untuk persiapan ujian, Yoomi benar-benar berusaha untuk ujian kali ini. Sehun tidak perlu banyak belajar, karena ia sudah merasa percaya diri bahwa ia bisa mengerjakan ujian dengan baik, kalian tahu sendiri kan, otak Sehun berbeda dengan otak Yoomi yang sangat butuh perhatian.
Kali ini Sehun dan Yoomi berada di mobil berdua, mereka baru saja berniat untuk pulang. Namun tiba-tiba saja Yoomi berpikir untuk mengajak Sehun pergi ke suatu tempat, entah mengapa Yoomi merasa ingin pergi berkencan hari ini.
“Sehun-ah, ayo kita pergi ke suatu tempat” ajak Yoomi.
“Kemana?” Sehun menatap Yoomi dengan tatapan bingung.
“Kemana saja asal berdua denganmu” Yoomi mengatakannya dengan nada menggemaskan membuat Sehun tersenyum akan tingkah Yoomi.
“Bagaimana kalau ke Lotte World, aku tidak tahu tempat yang bagus, tapi Lotte World sepertinya menyenangkan” usul Sehun, Yoomi terlihat berpikir namun mengangguk setelahnya. Ia menyetujui usul Sehun untuk pergi berkencan ke Lotte World.
“Baiklah, kita berangkat sekarang” Yoomi tersenyum mengatakannya dengan harapan kencannya akan menjadi kencan yang menyenangkan.
Setelah beberapa menit mereka sampai di Lotte World, Sehun pun segera mengantri tiket masuk, dan Yoomi segera memasuki kedai es krim, membeli es krim untuk dirinya dan Sehun tentu.
“Es krim rasa coklat dan strawberry ya unnie” Yoomi berkata pada salah satu pelayan di tempat itu, sepertinya umur mereka tidak terlampau jauh jadi Yoomi memanggilnya dengan sebutan ‘unnie’. Dan tak lama kemudian es krim yang di pesan Yoomi datang, Yoomi menyambutnya dengan hati senang, ia memang sedang senang hari ini, karena bisa dibilang ini adalah kencan pertamanya dengan Sehun.
Yoomi melangkahkan kakinya keluar dari kedai es krim, namun langkahnya terhenti tatkala ia mendengarkan obrolan segerombolan siswa.
“Chanyeol-ah, benarkah kau akan pergi meneruskan pendidikan ke Jerman bersama Sehun?” tanya Suho pada Chanyeol. Ya, sebenarnya segerombolan siswa yang ada di tempat itu tak lain adalah Suho, Chanyeol, D.O, Baekhyun, dan Kai. Dan Yoomi seketika menghentikan langkahnya dan berdiri membatu tatkala mendengarkan ucapan Suho. ‘Sehun dan Chanyeol akan pergi ke Jerman?’ Yoomi bertanya dalam hatinya. Ia cukup terkejut dengan situasi saat ini, namun ia masih mencoba untuk tenang dan kembali mendengarkan jawaban dari Chanyeol.
“Tentu, bahkan kami sudah merencanakan keberangkatan kami. Mungkin setelah wisuda kelulusan, kami akan segera pergi ke Jerman” ucap Chanyeol dengan entengnya. Dan seketika es krim yang tadinya di pegang erat oleh Yoomi, sekarang terjatuh ke lantai. Yoomi rasanya tidak sanggup lagi memegang es krim itu, tubuhnya melemas, bahkan ia merasa ingin pingsan saat itu juga.
“Wisuda kelulusan? Berarti kalian tidak mengikuti Prom Night?” tanya Baekhyun bingung.
“Tentu saja kami ikut, ya bisa di bilang kami masih mengikuti prom night, namun paginya kami akan berangkat” Chanyeol menjelaskannya dengan nada malas sambil mengotak-atik ponselnya.
Yoomi tidak tahan lagi, bagaimana bisa Sehun tidak memberitahukan kepadanya hal sepenting ini. Akhirnya Yoomi memutuskan untuk menghampiri Chanyeol dan kawan-kawan.
“Apa yang kalian bicarakan itu benar adanya?” ucap Yoomi tiba-tiba membuat semua orang yang ada di meja itu terkejut, tentunya mereka terkejut dengan kedatangan Yoomi yang tiba-tiba.
“Cepat katakan yang sebenarnya, apa benar Chanyeol dan Sehun akan pergi ke Jerman?” Yoomi bertanya dengan nada tajam dan dibarengi dengan tatapan tajam juga. Semua hanya bisa terdiam dan menunduk. Mereka tidak dapat dengan mudah menjawab pertanyaan Yoomi. Mungkin saja Sehun belum mengatakan hal itu pada Yoomi.
“Jawab pertanyaanku! Mengapa kalian diam saja? Apa itu benar?” Yoomi sekali lagi bertanya, dan kali ini memakai nada lebih tinggi dari sebelumnya, entah kenapa Yoomi merasa seluruh tubuhnya mendidih, mendidih karena merasa sangat kesal.
“Mengapa kalian tidak menjawab?” Yoomi sekali lagi bertanya dengan nada tinggi. Baekhyun yang merasa tak tega melihat Yoomi seperti itu segera berdiri dan berjalan menghampiri Yoomi.
“Yoomi-ya, ayo duduk, kita bisa bicarakan baik-baik” ucap Baekhyun dengan nada lembut, agar Yoomi merasa tenang.
Dan akhirnya Yoomi memutuskan untuk duduk di antara mereka, Yoomi menatap semua orang yang ada di meja itu dengan tatapan tajam sekaligus tatapan nanar. Ia benar-benar membutuhkan penjelasan sejelas-jelasnya tentang hal ini. Ia juga ingin tahu, mengapa Sehun tidak memberitahunya, ia adalah tunangan Sehun, jadi sudah sepantasnya ia tahu mengenai hal ini.
“Yoomi-ya, memang benar aku dan Sehun akan pergi ke Jerman untuk melanjutkan study kami” Chanyeol mengatakannya dengan nada yang lembut dan serius tidak seperti sebelumnya ia menjelaskan pada teman-temannya.
“Sudah berapa lama kalian merencanakan kepergian kalian?” tanya Yoomi menggebu-gebu, sungguh Yoomi tidak bisa berbicara baik-baik saat ini. Hatinya tidak tenang, ia merasa resah. Ini adalah situasi yang sangat rumit bagi Yoomi.
“Sudah sejak sebelum kalian bertunangan, kami sudah merencanakannya sejak lama” lagi-lagi Chanyeol menjelaskannya dengan nada lembut, tentunya ia sedang menjaga hati Yoomi, ia tahu bagaimana perasaan Yoomi. Yoomi pasti sangat terpukul mendengar hal ini, apalagi ia mendengarnya dari orang lain bukan dari mulut Sehun.
“Mengapa Sehun tidak mengatakannya padaku?” tanya Yoomi kali ini dengan lirih, dada Yoomi terasa sesak mendengar berita ini. Itu berarti Sehun akan meninggalkannya untuk waktu yang lama. Yoomi tidak bisa membayangkannya, Yoomi pun tidak bisa menerima kenyataan Sehun akan meninggalkannya. Yoomi tidak bisa membiarkannya begitu saja.
“Bukannya Sehun tidak mengatakannya padamu, tapi Sehun belum mengatakannya padamu. Mungkin Sehun hanya ingin menjaga perasaanmu Yoomi-ya” Baekhyun mencoba menenangkan Yoomi. Namun hal itu percuma, Yoomi bahkan tidak berniat mendengarkan ucapan dari siapapun. Yoomi tidak peduli, Yoomi sibuk dengan pikirannya sendiri.
Dengan gerakan tiba-tiba Yoomi berdiri dan berlari meninggalkan kedai itu. Baekhyun yang menyadari itu, juga segera berdiri dan berniat menyusul Yoomi, namun Suho dengan cepat mencegah kepergian Baekhyun.
“Biar mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri, sebaiknya kita tidak ikut campur” ucap Suho pada Baekhyun, Baekhyun hanya menunduk lesu lalu duduk di tempatnya semula.
Yoomi berlari ke tempat di mana Sehun berada, dan kebetulan sekali Yoomi menemukan Sehun yang seperti sedang kebingungan mencarinya. Begitu Sehun menyadari keberadaan Yoomi, langsung saja Sehun berlari menghampiri Yoomi dan menjatuhkan pelukan singkat pada Yoomi.
“Kau kemana saja? Aku khawatir, sehingga mencarimu kemana-mana” ucap Sehun dengan nada khawatir.
“Jangan menghilang dari pandanganku lagi, kau tak tahu betapa khawatirnya aku” Sehun mengelus lembut rambut Yoomi. Yoomi tak bisa lagi menahan tangisnya, sungguh sedari tadi ia ingin sekali menangis.
Sehun mendengar isakan ringan Yoomi dalam pelukannya, Sehun merasa ada sesuatu yang salah pada Yoomi, mengapa Yoomi harus menangis?  Sehun segera  melepaskan pelukannya dan menatap wajah Yoomi yang kini dipenuhi dengan air mata.
“Ada apa denganmu eoh? Mengapa kau menangis seperti ini?” Sehun mengatakannya dengan nada lembut serta dengan jarak wajah yang cukup dekat dengan Yoomi sehingga Yoomi dapat merasakan hembusan napas hangat Sehun.
Yoomi memejamkan kedua matanya sejenak, mencoba mencari kata-kata yang tepat untuk bertanya pada Sehun. Yoomi menghembuskan napasnya kasar, lalu menatap Sehun lekat.
“Mengapa kau tak mengatakannya padaku?” tanya Yoomi masih dengan isakan yang tersisa dalam nada bicaranya.
“Mengatakan apa Yoomi-ya?” Kening Sehun berkerut tanda ia bingung terhadap ucapan Yoomi.
“Mengatakan bahwa kau akan meneruskan studimu ke Jerman” Yoomi mengatakannya dengan nada lirih, sebenarnya ia tidak sanggup mengatakan semua itu namun hatinya terus saja mendorongnya untuk mengetahui alasan Sehun mengapa Sehun tidak memberitahunya tentang rencana kepergian lelaki itu.
Kedua mata Sehun membelalak terkejut, bagaimana Yoomi bisa mengetahuinya, padahal Sehun telah merahasiakannya dengan hati-hati, berharap Yoomi tidak mengetahuinya, namun sepertinya hal itu sudah terlambat karena kini Yoomi telah mengetahui segalanya. Dan sekarang giliran Sehun menjelaskan yang sejelas-jelasnya pada Yoomi.
“Yoomi-ya, kau tahu dari mana hal ini?” Sehun masih saja bertanya dnegan nada bingung. Yoomi hanya mendecih. Sungguh, ia merasa muak melihat wajah Sehun, entah mengapa ia ingin sekali enyah secepatnya dari hadapan Sehun.
“Itu tidak penting. Sekarang jawab aku, mengapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya padaku?” tanya Yoomi kini menggunakan  nada yang cukup tinggi. Sehun hanya bisa mendesah melihat Yoomi yang sepertinya mulai tidak bisa menahan amarahnya.
“Baiklah, aku akan menjelaskan padamu. Jadi dengarkan ini baik-baik” ucap Sehun sambil menaktap intens Yoomi. Kedua tangan Sehun yang sebelumnya menangkup wajah kecil Yoomi kini turun ke pundak Yoomi, meremas pelan pundak gadis itu, namun gadis itu sama sekali tak merasakan apapun, karena yang dirasakan gadis itu sekarang hanya rasa takut kehilangan seorang Oh Sehun.
Yoomi menatap Sehun nanar, sebenarnya Sehun tidak tega mengatakannya pada Yoomi saat Yoomi dalam keadaan yang seperti ini, namun semua sudah terlanjur, Yoomi sudah tahu terlebih dahulu, kini tinggal dirinya yang meluruskan segalanya.
“Yoomi-ya, aku memang akan pergi ke Jerman untuk meneruskan studiku. Aku tidak bermaksud meninggalkanmu, sungguh. Hal ini sudah lama aku rencanakan bersama Chanyeol, sebelum kita berdua bertunangan” Sehun masih saja menatap Yoomi dengan tatapan intens dan serius berharap Yoomi percaya dengan segala ucapannya.
Yoomi hanya terdiam, masih ingin mendengarkan penjelasan Sehun lebih lanjut. Namun Sehun tidak bisa lagi meneruskannya, ia hanya tidak ingin Yoomi menangis, ia hanya tidak ingin menyakiti hati Yoomi kembali.
“Sebenarnya aku juga tidak ingin meninggalkanmu, namun semua ini tuntutan Yoomi-ya, aku harus meneruskan studiku demi masa depanku. Kuharap kau bisa mengerti, karena masa depanku akan menjadi masa depanmu juga” tangan Sehun bergerak ke atas menuju wajah gadis itu, kembali menangkup wajah Yoomi. Yoomi hanya bisa memejamkan kedua matanya merasakan betapa lembutnya sentuhan Sehun. Sentuhan Sehun yang mungkin sebentar lagi tidak akan bisa ia rasakan kembali, sentuhan yang mungkin akan selalu menjadi hal yang paling ia rindukan.
“Maafkan aku tidak memberitahumu dari awal, kau tahu sendiri kan bagaimana hubungan kita awalnya?”Sehun menjelaskan dengan hati-hati agar Yoomi mengerti. Sejauh ini sepertinya Yoomi memahami situasinya karena sampai saat ini Yoomi masih mempertahankan sikap diamnya.
“Maafkan aku” ucap Sehun lirih sambil membawa Yoomi ke dalam pelukannya.
“Aku ingin pergi berkencan sekarang, aku ingin berbahagia hari ini. Setidaknya aku sudah berkencan denganmu sebelum keberangkatanmu ke Jerman” ucap Yoomi dengan nada suara lemah. Namun Sehun dapat mendengarnya dengan jelas. Sehun setuju, lantas menggamit jemari Yoomi dan mengajak gadis itu bersenang-senang hari ini.



“Yoomi-ya, kau dari mana saja?” tanya Nyonya Lee begitu menyadari kepulangan Yoomi.
“Dari berkencan dengan Sehun eomma” Yoomi menjawabnya dengan nada lemah, terlihat sekali bahwa ia sangat lelah hari ini. Namun lelah pada fisiknya tidak sebanding dengan lelah pada psikisnya, otak dan hatinya cukup lelah memikirkan Sehun. Ia butuh istirahat banyak hari ini.

“Kau baru saja pergi berkencan dengan Sehun? Mengapa lemas seperti itu? Apa kencannya membosankan?” tanya Nyonya Lee, membuat Yoomi menghembuskan napasnya kasar, Yoomi tidak ingin dibebani pertanyaan-pertanyaan sekarang ini.
“Kencannya menyenangkan eomma, aku hanya lelah dan butuh istirahat” ucap Yoomi lantas kembali melangkahkan kakinya menuju kamanya.

Menurutnya kencan hari ini bisa dibilang kencan yang sempurna. Namun apabila disuruh memilih, Yoomi lebih memilih Sehun tidak jadi berangkat ke Jerman daripada kencan sempurna. Namun sayangnya saat ini Yoomi tak bisa memilih. Kini ia diharuskan menerima kenyataan. Sehun tidak salah sama sekali, ia memang harus menentukan hal terbaik demi masa depan Sehun.

Yoomi menatap kosong baju-baju yang tertata rapi di almarinya, ia masih belum bisa menerima kabar kepergian Sehun. Matanya menelisik ke tumpukan kemejanya, ia melihat kemeja Sehun terlipat rapi, kemeja yang dimana Sehun lemparkan padanya dulu pada saat setelah makan malam pemberitahauan perjodohan mereka. Yoomi masih ingat, bahkan Yoomi tidak ingin melupakan sedikitpun kejadian yang ia lewati bersama Sehun. Ia hanya ingin selalu mengingat Sehun, walaupun Sehun tak ada di sampingnya nanti.

Tangan Yoomi terulur mengambil kemeja hitam milik Sehun,lalu menggantikan seragam sekolahnya dengan kemeja Sehun. Namun tiba-tiba tubuhnya merosot terduduk di lantai, dan air matanya meluncur begitu saja. Terdengar isakan kecil dari mulut Yoomi, lama kelamaan isakan kecil itu berubah menjadi isakan keras. Sungguh, Yoomi tidak bisa lagi menahan luapan amarahnya, ia tak dapat lagi menahan isak tangisnya, ia tak bisa lagi menahan beban pikirannya. Yoomi menyandarkan tubuhnya ke pintu almari, ia terduduk memeluk lututnya. Ia tak bisa lagi berpikiran jernih, semua perhatiannya tersita pada Sehun. Mengapa setelah ia merasa nyaman berada di sisi Sehun, takdir berkata lain? Mengapa Sehun harus pergi dari sisinya?




Puas menangis semalaman di lantai kamarnya hingga tak sadar Yoomi pun tertidur pulas dengan posisi meringkuk di lantai. Yoomi bahkan tak merasakan betapa dinginnya lantai kamarnya, tubuhnya seakan mati rasa. Yoomi tertidur hingga pagi menjelang, Yoomi bangun amat pagi, bahkan alarm jam wekernya belum berbunyi. Bukan karena Yoomi mencoba untuk menjadi rajin, hanya saja tubuhnya ingin merasakan hembusan angin pagi. Yoomi mencoba berdiri, namun tiba-tiba terduduk kembali. Yoomi merasa tubuhnya kaku, sulit sekali untuk digerakkan. Namun Yoomi mencoba memaksakan tubuhnya untuk berdiri, dan akhirnya berhasil, Yoomi berhasil berdiri walaupun tubuhnya terasa ingin jatuh kembali, tak lama kemudian ia merasakan pening yang begitu hebat menyerang kepalanya. Mengapa ia menjadi lemah seperti ini? ini bukan Yoomi yang sebenarnya. Yoomi mencoba melangkahkan kakinya beberapa kali, namun beberapa kali itu juga Yoomi hampir saja terjatuh.

Hingga langkah ketiga, tubuhnya benar-benar terhuyung ke depan. Ia memejamkan matanya–takut melihat dirinya yang lemah akhirnya terjatuh. Namun, hingga beberapa detik kedepan ia tak merasakan dinginnya marmer. Dengan ragu Yoomi membuka matanya perlahan, mencoba mencari tahu apa-siapa- yang membuatnya tak jadi jatuh.
Begitu iris hitam jernihnya terbuka, ia tak tahu harus bereaksi seperti apa. Kini yang menjadi fokusnya hanyalah lengan kekar yang melingkari pinggangnya, dada bidang yang menjadi sandaran kepalanya dan aroma maskulin yang memenuhi rongga dadanya. Sehun menangkapnya agar tak terjatuh! Hell!

Dengan perlahan, Sehun mengangkat tubuh Yoomi dan selanjutnya didudukkan di tepi ranjang. Yoomi menunduk dengan menggigit bibirnya keras, mencoba menahan isak tangis yang muncul kembali. Menghembuskan napas pelan, Sehun berjongkok di depan Yoomi.
“Ada apa, hm?” Sehun bertanya seraya menyingkap rambut Yoomi ke belakang telinganya yang memerah. Dan hanya ditanggapi dengan gelengan pelan yang menyebabkan air matanya menetes.
Sekali lagi, Sehun menghembuskan napas lelah. Tangannya terulur, menghapus air mata Yoomi yang makin lama makin deras menetes.
“Bisa kau menjawab pertanyaanku dengan kata-kata?”
Yoomi menggeleng lagi dengan tangan yang berusaha menepis tangan Sehun yang kini beralih menangkup pipinya.
Ia kembali menangis tertahan hingga napasnya terasa sesak. Bahkan, wajahnya sampai terasa panas, terlihat dari perubahan warna mukanya yang mulai memerah. Sehun yang menyadari itu, meletakkan punggung tangannya di dahi Yoomi. Mulai merasakan panas wajah Yoomi yang mulai tidak normal. “Kau demam,” ucap Sehun sambil membaringkan tubuh Yoomi di ranjang gadis itu, menyelimutinya dan mengucapkan, “Kau istirahatlah dulu, akan kubuatkan bubur.”

Tak lama kemudian, Sehun datang dengan nampan yang berisi mangkuk bubur. Yoomi yang tengah bersandar di kepala ranjang menatap kedatangan Sehun dengan tatapan yang tak dapat diartikan. Tentu saja, sekarang sudah pukul 9.05 am dan Sehun justru berada di kamarnya. “Kenapa kau tidak berangkat sekolah? Lihat! Sekarang sudah pukul 9.05 am,” Yoomi melirik jam yang ada di nakas samping tempat tidurnya.
“Diamlah, Yoomi-ya,” Sehun mengacuhkan perkataan Yoomi yang seolah mengusirnya. Tanpa melihat Yoomi, Sehun menyeret kursi belajar ke sisi ranjang. Bubur yang sebelumnya ia letakkan di nakas ia ambil dengan pelan, merasakan hangat mangkuk yang terisi bubur handmade-nya. Mengingat kata terakhirnya, seringai tipis muncul di wajah tampan Sehun.
Yoomi yang menyadari itu hanya mengangkat sebelah alisnya-heran degan ekspresi Sehun. Sebelum ia melontarkan pertanyaan lagi, Sehun melanjutkan perkataannya. “Lagipula, hari ini hanya ada schedule persiapan wisuda. Jadi, diam dan turuti perkataanku hari ini.” Tanpa ancaman, Yoomi hanya diam yang diartikan Sehun sebagai jawaban ‘iya’.

Detik berikutnya Sehun menyodorkan sesendok bubur di hadapan Yoomi. Yoomi yang masih bingung hanya terdiam memandang sendok yang diulurkan di depan wajahnya. Hal itu justru membuat Sehun makin tidak sabar. Tanpa babibu lagi, Sehun menendang kursi belajar yang tak berdosa hingga kembali ke tempatnya semula sedangkan dirinya langsung menaiki ranjang Yoomi. Dan Yoomi yang melihatnya langsung terlonjak kaget dengan mata yang membulat. Hei, jarak ranjang dengan meja belajar hampir 2 meter! Damn!

Yoomi akhirnya menuruti semua apa kata Sehun, ia mau memakan bubur buatan Sehun yang rasanya tidak bisa dibilang enak. Bahkan, ia tidak yakin bahwa itu bisa disebut bubur. Setelah bubur telah habis-walaupun Yoomi memakannya diiringi kening yang selalu mengernyit-Sehun mengambil obat untuk Yoomi.
“Sekarang kau harus meminum ini,” Sehun menyodorkan obat itu.
“Baiklah, tapi tunggu sebentar. Aku ingin menghabiskan green tea’ku dulu.” ‘Ini gara-gara bubur buatanmu yang terasa aneh’ lanjut Yoomi dalam hati.

“Ck! Cepatlah! Oh, aku tahu.” Sehun menyeringai lebar kali ini.
“Seben- Hei! Aku bisa meminumnya sendiri Oh Sehun!” Teriak Yoomi saat melihat Sehun mencoba memasukkan obat ke dalam mulut pria itu. Oh, Gosh! Yoomi sadar jika Sehun mencoba untuk balas dendam. Tanpa menungggu lebih lama, Yoomi menyambar obat yang ada di tangan Sehun dan segera menelannya tanpa memerdulikan ekspresi yang ditampilkan Sehun-ekspresi yang sangat menjengkelkan. Sangat!

Dalam waktu 15 menit, Yoomi merasakan efek obat yang diminumnya. Diam-diam ia menguap kecil disaat Sehun sedang sibuk dengan ponsel pintarnya sehabis menyuapi Yoomi.
“Kau sudah mengantuk?” Sehun memasukkan ponselnya ke dalam saku.
“Mmm… ” Yoomi menganggukkan kepala dengan tangan yang menutup mulutnya yang terbuka akibat menguap.
“Kalau begitu, kau harus tidur sekarang.’ Sehun yang semula duduk di tepi ranjang kini harus berdiri sebentar untuk membenarkan posisi tidur Yoomi agar senyaman mungkin.
Tanpa mengucapkan apapun, Yoomi menurut tanpa protes apapun. Sekarang yang ada di pikirannya hanyalah Berbaring-Tidur-Sehat.
Tak butuh waktu lama, Yoomi akhirnya menyelam di mimpinya. Wajahnya kini tak sepucat sebelumnya.

Setelah memastikan bahwa Yoomi sudah nyenyak, Sehun dengan berhati-hati mengunci pintu kamar Yoomi dari dalam. Btw, bagaimana reaksi Yoomi mengenai tindakannya ini ya? Ah, itu urusan nanti. Lagipula, Tuan dan Nyonya Lee sudah mempercainya.
Memutar kunci sebanyak dua kali tanpa memudarkan seeiangaiannya yang melebar, Sehun kembali ke tempat tidur Yoomi. Tanpa berniat membangunkan Yoomi, Sehun menaiki ranjang dan ikut berbaring di samping Yoomi. Jemarinya yang panjang mengelus rambut Yoomi yang terasa lembut. “Nice dream and Get well soon, Yoomi-ya.” Dan berakhir dengan kecupan di dahi Yoomi. Kali ini, Sehun tersenyum tipis dan turut terlelap di samping Yoomi dengan posisi berhadapan dan kening yang saling menempel.


Sehun terbangun tepat pukul 1 pm. Matanya terbuka sedikit saat terik matahari yang bukan lagi terasa hangat namun sudah panas mengenai wajahnya hingga memerah dan berkeringat. Dengan sangat pelan, Sehun mengubah posisinya menjadi setengah berbaring. Setelah benar-benar sadar, Sehun mengelus lembut pipi Yoomi-berniat membangunkan Yoomi yang masih dibuai alam mimpi.
“Nngg..” gadis itu menggeliat pelan.
“Yoomi-ya, ayo bangun!” Sehun masih berusaha membangunkan Yoomi.
“Ada apa, oppa?” Yoomi bertanya dengan suara serak khas bangun tidur.
“Cepatlah bangun.”
“Kenapa?”
“Nanti kuberitahu, sekarang bangunlah dan bergegas mandi.” Sehun berkata seraya turun dari ranjang. Dirasa panas mengingat ac mati karena si empunya kamar sedang sakit, Sehun melepas bajunya. Disisi lain, Yoomi yang mengantuk justru kembali memejamkan matanya.
Sehun yang melihatnya langsung mendengus kesal. Dengan gerakan celat, Sehun menggendong Yoomi ala bridal style. Mengabaikan pekikan Yoomi yang tak bisa dibilang pelan.
Yoomi yang agak sulit bepikir cepat langsung berspekulasi hal yang tidak-tidak. Sehun yang topless-Dada bidangnya-Bridal style-Kamar mandi. Kamar mandi? Tu-tunggu!! Oh My! Pikiran Yoomi mulai kacau. Siapa saja tolong dia!

Sesampainya di dalam, wajah Yoomi langsung memerah bak kepiting rebus. Di depan sana, Yoomi langsung tahu bahwa bathup adalah tujuan utama Sehun. Mungkinkah? Tapi mereka belum terikat secara res-
“Mandilah. Aku akan menunggumu diluar lalu kita akan pergi ke butik,” Sehun meletakkan Yoomi di bathup dengan perlahan dan meletakkan handuk di di pangkuan Yoomi.
Tanpa menunggu balasan dari Yoomi, Sehun berjalan keluar lalu meurup pintu dengan menendangnya pelan.
Bagaimana dengan Yoomi? Wajah yang sebelumnya memerah malu kini berubah menjadi ekspresi kesal. ‘Dasar Oh Sehun!!!’ batin Yoomi.
Hey sebenarnya siapa yang salah ehem-mesum-ehem disini?!

Dengan menghentakkan kaki tanda kesal, Yoomi bangkit dari bathup-berniat melepaskan pakaian dan segera mandi. Namun, belum juga keluar dari bathup, kepala Sehun menyembul masuk. “Aku pinjam kamar mandi di kamar tamumu.” Dan segera menutup pintu kembali diiringi jeritan Yoomi. “Ya Tuhan! Aku lupa mengunci pintu kamar mandi!”

Di luar kamar, Sehun tertawa lirih membayangkan wajah Yoomi karena perbuatannya barusan. “Dasar bodoh! Bagaimana jika kau sudah melepas bajumu?” Ck! Kemesuman anak dari pasangan Oh itu kambuh lagi. Apalagi, wajahnya sudah memerah tanpa bisa dicegahnya.


Yoomi dan Sehun telah menyelesaikan ritual mandi mereka berdua, dan kini Sehun kembali ke kamar Yoomi dengan masih bertelanjang dada. Yoomi melihat tubuh Sehun dengan tatapan jengah, namun sebenarnya Yoomi berpikir sebaliknya, pikirannya dipenuhi hal-hal mesum yang sering sekali hinggap di kepalanya akhir-akhir ini.
Yoomi segera mengambil kemeja miliknya dan melemparkannya ke arah Sehun. Sama seperti saat Sehun melakukan hal itu padanya dulu, mungkin Yoomi ingin balas dendam.
“Pakai itu, kau bilang padaku agar aku cepat bersiap, tapi kau sama sekali belum bersiap, kapan kita akan berangkat kalau begitu?” Yoomi mengatakannya dengan nada datar namun Sehun tetap tersenyum, karena Yoomi sepertinya telah kembali menjadi Yoomi yang cerewet.
“Bisa kau memakaikannya untukku?” Ucap Sehun sambil menaik turunkan alisnya, sepertinya Sehun telah berubah menjadi kekanak-kanakan. Namun hal itu membuat Yoomi tersenyum sekilas. Dan seperti biasanya Yoomi akan segera menuruti apa kata Sehun, Yoomi melangkahkan kakinya maju, wajahnya berhadapan dengan dada bidang Sehun. Sehun dengan wajah sumringah menyerahkan kemeja yang akan ia pakai pada Yoomi, Yoomi menerimanya lalu membuka kancing itu satu per satu. Setelah semua kancing terlepas, Yoomi segera mengalungkan kemeja itu pada tubuh Sehun, namun Sehun memberikan gerakan tak terduga, Sehun dengan gerakan kilat merengkuh Yoomi ke pelukannya. Memeluk Yoomi seolah tak ingin melepaskannya.
“Maafkan aku Yoomi-ya, aku benar-benar tidak berniat meninggalkanmu” ucap Sehun dengan nada lirih sambil mengelus rambut Yoomi dengan gerakan lembut. Yoomi pun begitu, Yoomi dengan ragu melingkarkan tangannya ke pinggang Sehun, namun begitu Sehun mengatakan hal itu Yoomi langsung mengeratkan rengkuhnnya pada tubuh Sehun. Yoomi juga tidak ingin kehilangan Sehun. Saat ini Sehun adalah segala-gala baginya.

“Tapi kumohon jangan egois untuk kali ini, aku tahu kalau perpisahan ini sangat dini bagi hubungan kita, namun hidup ini tidak semudah itu, kita harus berpikir ke depan bagaimana kita menjalani kehidupan kita selanjutnya, aku tahu ini sulit, namun apabila kita menjalaninya dengan hati ikhlas, hal ini akan menjadi hal yang biasa” Yoomi yang mendengar hal itu dari mulut Sehun hanya bisa terdiam, namun di dalam hatinya ia sangat ingin sekali menangis. Belum sempat Yoomi menjawab Sehun melanjutkan kembali ucapannya.
“Percayalah padaku, kita pasti dapat menjalani hal ini, bukankah kita masih bisa berhubungan, teknologi sudah berkembang Yoomi-ya, kita akan selalu bisa melakukan video call. Yang terpenting adalah saling jujur dan saling percaya. Kau menjaga hatimu untukku dan aku akan menjaga hatiku untukmu. Aku yakin kita pasti dapat menjalani hubungan ini dengan baik” Yoomi tak menjawab hanya mengangguk tanda ia mengerti dan tanda ia akan sanggup menjalani hubungan jarak jauh dengan Sehun.
Sehun perlahan mencoba menatap wajah Yoomi, ia takut apabila Yoomi menangis. namun sepertinya Yoomi sudah cukup lelah menangis. Sehun tak melihat sedikitpun air mata di mata gadisnya, walaupun cukup pahit juga melihat gadisnya menatapnya dengan tatapan sedih. Tangan Sehun yang sebelumnya memeluk erat punggung rapuh Yoomi kini berpindah menangkup pipi Yoomi memberikan sedikit sentuhan di sana membuat Yoomi refleks menutup matanya.Melihat Yoomi yang menutup matanya membuat Sehun terdorong untuk mengecup bibir Yoomi. Sehun perlahan mendekatkann wajahnya ke wajah gadisnya hingga akhirnya bibir mereka bertemu, Sehun memberikan kecupan ringan di sana, namun Yoomi dengan tak di duga melumat lembut bibir Sehun, melumat bibir yang sebentar lagi mungkin tidak bisa di rasakannya lagi. Sehun yang mendapatkan respon baik pun segera memiringkan kepalanya memberikan akses pada Yoomi untuk memainkan bibirnya.
Entah apa yang di rasakan Yoomi, Yooomi hanya merasakan rasa sakit di dadanya saat bibirnya dengan mahir memberikan lumatan-lumatan kecil ke bibir Sehun. Ia ingin menangis, namun ia urungkan, dihitung dari hari ini, keberangkatan Sehun ke Jerman tinggal tiga hari lagi. Yoomi tidak menunjukkan setetes air mata pun pada Sehun. Ia tidak ingin Sehun khawatir padanya, itu akan mengganggu pikiran Sehun. Padahal kini Sehun sedang memikirkan bagaimana hidup mereka selanjutnya, Yoomi tidak ingin membebani Sehun dengan keegoisannya.
Ciuman mereka kini di penuhi emosi yang terpendam dari dalam diri mereka masing -masing. Mereka ingin mengungkapkannya dengan kata-kata namun itu sulit. Mungkin hanya dengan hal ini mereka dapat meluapkan emosi mereka yang terpendam.
Ciuman itu tidak hanya berakhir dengan lumatan lembut dari Yoomi, Sehun yang tidak sabar dengan gerakan lambat Yoomi pun kini lebih mendominasi. Gerakan selanjutnya yang dilakukan Sehun adalah menuntun Yoomi ke ranjang-masih dengan saling melumat.
Yoomi yang sadar bahwa ia sudah dalam keadaan berbaring di ranjang dengan Sehun yang ada diatasnya kini justru melingkarkan tangannya ke leher pria itu. Sehun yang mendapat perlakuan itu semakin berani bermain dengan bibir Yoomi. Bahkan, kini ia menggigit bibir bawah Yoomi agar gadis itu membuka mulutnya. Yoomi yang tahu keinginan Sehun segera membuka mulutnya. Memberi celah lidah Sehun untuk menginvasi isi mulut Yoomi. Mulai dari mengabsen gigi Yoomi hingga mengajak lidah Yoomi menari bersamanya.
“Uugh… Sehun~” sebuah desahan lolos dari mulut Yoomi yang sudah terbebas dari serangan Sehun.
“Aku suka desahanmu, Yoomi-ya.”
Tak selang lama, Sehun melanjutkan aksinya di leher jenjang Yoomi yang tampak menggoda. Dimulai dari telinga Yoomi yang dikecupnya hingga ke tulang selangka Yoomi. Sepanjang ia memberikan kecupan dengan sayang, sepanjang itu pula ia memberikan pujian akan keindahan yang dimiliki Yoomi. Sebagai penutup, Sehun menggigit pelan tulang selangka kanan Yoomi, menimbulkan tanda merah serupa kelopak mawar merah. Jujur, Yoomi merasa terbang karena sentuhan Sehun yang lembut dan terkesan berpengalaman.
“Terima kasih, Yoomi-ya. Sebaiknya kita segera bergegas.” Sehun menghentikan aktivitas mereka, ia hanya takut ia akan kehilangan akalnya. Setelah ini mereka akan mendatangi sebuah acara. Tidak lucu kan apabila Yoomi mengenakan syal di acara seperti acara prom.
“Umm!” Yoomi menjawab dengan disertai anggukan mantap.
Sehun membantu Yoomi untuk bangkit. Dengan sayang, Sehun merapikan rambut lembut Yoomi yang berantakan akibat ulahnya.
Tetapi, belum selesai merapikan rambut Yoomi, Sehun kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Yoomi.

‘E-eh? Apa Sehun akan mengulangnya lagi?’


TBC

Maaf telat banget ngepostnya, aku minta maaf banget karena hiatus lama tanpa pemberitahuan. Akhir² ini aku disibukkan dengan pekerjaanku. Dan aku pun juga tidak membawa laptopku ke tempat kost aku jadi aku sekarang berjuang nulis di ponsel aku. Setidaknya aku ingin menamatkan PGAM ini dulu. Aku gak mau bikin reader aku kecewa.
Maaf juga kalo ceritanya ngebosenin, banyak typo. Aku dah males ngedit.
Makasih buat reader yang udah mau nunggu ff ini. Don’t be a silent reader please ❤❤
Satu lagi, thanks buat author kazumi_haibara yang udah bantu aku nyelesaiin chapter ini. :):)

With love,

Jungnayoon

154 responses to “PERVERT GUYS AROUND ME (CHAPTER 13) – jungnayoon

  1. Aaa akhirnya update juga. Seneng banget tau gak thot. Hmm, ya udah lah yang penting ff nya gak digantungin aja.

  2. Wah sehun pergi 😂😢😥kasiaan yoomi . .
    Yang sabar yoomi nanti nunggu sehun yah
    Kai juga orang yah gitu kaya yang gak butuh tapi kalu udah jauh malah dideketin dasar cowok 😊😁 . .
    Semangat terus authornim 😊😁☺😃😄

  3. Ayelah kenapa sehunnya malas ke jerman, kan katanya mereka mau di nikahin koo udah lulus sekolah, elah, aku gak bisa komen banyak, soalnya ffnya udah bagus banget, jadi klo dikomenlama ngetiknya trus juga panjang, nanti kamu bacanya pusing hahaha

    Ok makasih ffnya, next chapternya ditunggu banget ^^

  4. setelah sekian lama akhirnya di update juga :’D sehun beneran ke Jerman? :” pergi dulu apa nikah dulu? katanya udah kelulusan nikah :’3 kasian yoomi nya dong :” next nya ditunggu thor :*

    • Aduh baru ngecek ff tau”nya dah keluar chap 13 langsung kesenengan gitu. gasabar banged nunggu chap 14 nyaaa.. semangat yahh thor 😏

  5. akhirnya sekian lama menunggu di update jg :’D sehun beneran ke jerman? :” nikah nikah abis kelulusan? :” nikah dulu apa pergi dulu? kasian yoomi nya dong :” next nya ditunggu ya thor :*

  6. Telaaaaaaat, telat banget bacanya huhu..
    Sehun mau ke German?? Lah Yoomi di tinggal dong? Katanya mereka pas lulus mau nikah?? Kalo Yoomi di tinggal nanti Yoomi suka lagi sama Baekhyun gimana?? Di tunggu next chapternya ^^

  7. aduhhh LDR dehh abis ini..kasian yoomi ato yoomi ikut kuliah aja disana brg sehun hahaha
    kasian bgd yoomi bnr2 nggak mw di tingggal ma sehun..
    di tunggu kelanjutannya thor..

  8. Ow jadi ini nulis nya di ponsel ya? pantes beda gitu😂 walopun bored soalnya banyak ff yg alur nya hmpir sama kayak ini, tapi suka kok sama sehun nya yg makin pervert(?) :v

  9. setelah sekian lama akhirnya muncul juga kelanjutannya, aku kira bakal berhenti di tengah jalan. kasian yoomi, udah makin baik hubungannya tapi kenapa sehun harus pergi?? huaaa… kelanjutannya ditunggu lho…

  10. Next chap thor^^ .. Yahh si sehun bneran ke jerman, pdhl katanya hbs lulus lngsg nikah 😀 keren thor keep writing and fighting!^^

  11. Hahhhh mereka ini pasangan yg sangat aneh dan sangat saling melengkapi… suka banget ama kata” nya sehun bahwa masa depannya itu masa depannya yoomi juga. Senangnya punya lelaki yang amat memikirkan pasangannya. Tinggal nunggu waktunya aja…

  12. Huurrrraayyy akhirnya stlh mnunggu berbulan-bulan akhirnya chpater ini keluar juga.. Huhuhuhu ak kangen bgt thor 😦 mksh y thor udh post lagi. Ak seneng bgt baca ff ini. Gpp thor stiap org pst pnya ksibukan msing2, faighting.. 🙂

  13. Lama tak muncul, saya telat komen…
    Sehun beneran bakal pergi ke jerman nih.? Tetep setia masing” deh ya, jaga hati kekeke~~

  14. Annyeong thor mian sebelumnya baru komen beneran baru nemu ini ff pas kemaren jadi mau komen udah ketinggalan jauh banget jadi niatnya pas terakhiran mian yaa:D wahh beneran engga bisa ngomong apa” lagi ini cerita behh bagus banget apalagi alur ceritanya kerennn disetiap chapternya:D Beneran pengen cepet” baca kelanjutannya:-) okehh semangat terus yaa!!!

  15. Onnie 😦
    Kapan dipost lagi? Maaf aku egois nuntut kayak gini 😦
    Tetap semangat ya, GWS buat laptopnya :*
    Ga tau dah ini comment yg keberapa di chap ini
    Tapi beneran aku suka banget ff ini aku pengen banget ceritanya itu sampai chap 30 #ditabokin :v
    Romance,fluff
    #bacot x_x byeeeeeee

  16. Huhuhuhuhu… kasihan yoomi sama sehun harus berpisah… tp ga pa2 buat masa depan mereka yg cerah… kapan lanjut lg thor???

  17. ㅠㅠ,. Kenapa jadi begini thor, ?? Knpa pisah,??
    Adegan pisahnya diskip aja ya ?? Hihik.. (biar cepet nikah aja, kan lucu.kkk)
    Jangan berantem terus ya,, sehun yoomi fighting!! 🙂
    Authornya fighting juga,,,

  18. Huh..ㅠㅠsedih amat yak..kenapa jadi begini ??thor, adegan perpisahannya di skip aja ya?? Kasihan Yoomi ditinggal sehun.. huhu
    Sehun yoomi fighting ya, author nya juga fighting!! 🙂

  19. Huh..ㅠㅠsedih amat yak..kenapa jadi begini ??thor, adegan perpisahannya di skip aja ya?? Kasihan Yoomi ditinggal sehun.. huhu
    Sehun yoomi fighting ya,! 🙂 author nya juga fighting!! 🙂

  20. yaaaa kesian Yoomi nya :3 Sehun awas lu jan selingkuhin Yoomi di Jerman, kesian tau -_-
    auyhor fighting lanjutin ff nya. hwaiting!! do’a ku selalu menyertaimu thor kkkkk 😀

  21. Akhirnya, aku nyari ni ff akhirnya ktemu juga!! Sehun gak bakal ngelanjutin itu kan?? Nnti klo keblabasan gmn? Kn kasian yoominya! Klo hamil gmn? Udah ditinggal sehun lgi! Tau ah.

    Udah ada chap.14 belum?? Aku tunggu. Semngat kak

  22. Pingback: PERVERT GUYS AROUND ME (CHAPTER 14) – jungnayoon | SAY KOREAN FANFICTION·

  23. Ceritanya tambah seru ih, dan makin suka bacanya. kenapa mereka selalu mendapatkan cobaan tiada henti sekarang sehun mau pergi lagi. Hehh gimana mau romantis kalau yang satunya ngilang. Sehun tambah cerewet dan tambah mesum aja deh mungkin dia minum obat penambah cerewet dan mesum kali yah. Hei kayaknya bakalan ada couple baru nih tapi baru awal si kai sama hyerin udah nggak sejalan aja

  24. yahhh kok sehunnya pergii sihh..
    ntar malah muncul masalah baru lagii..
    Semangat author Fighting …

  25. Akhirnya yoomi bisa lulus juga & gajadi membusuk di sekolah wkwkw
    Sehun malah pergi pas hubungan mereka lagi anget²nya (?)
    Ini cople emang pada mesum dah 😀

  26. Pingback: PERVERT GUYS AROUND ME (CHAPTER 15) – jungnayoon | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s