Affairs of the Heart [Chapter 12]

Affair of the Heart(9)

Kim Seo Na – Byun Baek Hyun – Byun Hye Ra – Kim Joon Myeon

Romance, Drama, Marriage Life

PG-17

Previous Chapter :

[Chapter 1] [Chapter 2] [Chapter 3] [Chapter 4] [Chapter 5] [Teaser Chapter 6] [Chapter 6] [Chapter 7] [Chapter 8] [Chapter 9] [Chapter 10] [Chapter 11]

.

.

.

C H A P T E R  T W E L E V E

.

.

.

Suara ketukan pintu terdengar. Baekhyun mendongak kepalanya dari berkas-berkasnya ketika seseorang masuk ke ruangannya.

“Hei, Bai Xian.”

Untuk sesaat, Baekhyun bertanya-tanya mengapa Chen berada di sini, tiba-tiba ia teringat tentang rencana mereka tujuh bulan yang lalu, mengejar Nyonya Kim dan memergoki dia bersama kekasihnya.

Memergoki Seona bersamanya. Baekhyun telah menjadi kekasihnya. Ia tidak bisa melupakannya. Tentu, minggu lalu akhirnya ia mengakui bahwa ia masih menginginkan Seona, tapi itu bukan berarti ia telah melupakan kemarahannya pada Seona. Seona memiliki sebuah ikatan pada dirinya yang tidak bisa ia diputuskan, dan itulah yang sebagian besar membuatnya.

“Chen.” akhirnya Baekhyun menjawab. “Aku tidak melihatmu sekitar sebulan ini.”

“Aku tahu kau kekasih Nyonya Kim.”

Diam. Baekhyun menatapnya dengan wajah kosong. Baekhyun bisa mengetahui bahwa itu membutuhkan keberanian bagi Chen untuk mengatakan dan mengakui bahwa ia tahu kebenarannya. Baekhyun bisa melihat itu di matanya.

“Bagaimana bisa?” tanya Baekhyun pelan.

“Di pesta itu, enam bulan yang lalu. Aku mendengar kau dan berdebat dengannya. Aku… Aku tahu kau tidak tahu dia telah menikah.” Chen berdeham. “Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan tentang rencana itu. Maksudku, aku masih memiliki fotonya, tapi aku tidak ingin berbicara denganmu karena aku merasa aku perlu memberikan waktu untukmu, kupikir. Ditambah lagi, aku tahu kalau aku berbicara denganmu hal pertama yang akan keluar dari mulutku adalah pertanyaan tentang rencana itu. Aku tahu itu mungkin-”

“Kirim fotonya. Hari ini juga, kalau kau bisa.”

Chen menatapnya. “Apa kau yakin?”

Baekhyun tidak pernah lebih yakin dalam hidupnya. Ini adalah hukuman yang sempurna untuk Joon Myeon dan istrinya. Keduanya sama-sama pembohong. Mungkin ia tidak adil, mungkin dia ingin foto-foto yang dikirim supaya dia bisa mengakhiri semuanya dengan Seona, tapi ia tahu apa yang ia inginkan, dan ia ingin menjatuhkan mereka karena mereka sama-sama pembohong dan penipu, dan mereka pantas mendapatkan penderitaannya.

“Cara apa yang lebih baik membiarkan Joon Myeon mengetahui istrnya adalah seorang wanita jalang? Dan untuk Seona yang akan kehilangan suaminya,” pikir Baekhyun pada dirinya sendiri dengan puas. Mungkin Seona akan kehilangan suaminya, dan itu hukuman yang pantas baginya! Membiarkan Seona menjadi tertekan seperti dirinya!

“Apakah kau yakin, Bai Xian? Bagaimana kalau Joon Myeon menceraikankannya-”

“Lalu?” Baekhyun mengangkat alisnya. “Enam bulan lalu kau tidak begitu peduli dan begitu khawatir tentang konsekuensinya.”

“Enam bulan lalu aku tidak tahu dia hamil. Enam bulan lalu aku tidak tahu kau tidur bersamanya. Enam bulan lalu aku tidak menyadari bahwa kau ingin aku untuk mengirimkan foto-foto ini sehingga kau bisa mendapatkan ia kembali!”

“Bukan itu maksud-”

“Jangan mencoba untuk berbohong, Bai Xian. Aku tahu kau marah. Aku melihat matamu menjadi dingin ketika aku sedang berbicara tentang dirinya, aku melihat kepuasan di seluruh wajahmu, membayangkan  wanita itu akan kehilangan segalanya. Bai Xian, kau ingin dia menjadi sengsara karna berbohong kepadamu. ”

“Dan apa yang salah?”

“Kenyataan bahwa kau munafik, Bai Xian!” Chen mengambil napas dalam-dalam saat ia mencoba untuk menenangkan diri. “Bai Xian, bukankah tahu apa yang kau minta aku lakukan? Kau memintaku untuk menghancurkan kehidupan seorang wanita, meskipun kau telah melakukan hal yang sama padanya. Belum lagi dia hamil- ”

“Anak Joon Myeon.”

Chen berhenti, dan kemudian mengintip ke arahnya. “Itulah masalahnya. Kau cemburu karna faktanya dia mengandung anak Joon Myeon.”

“Aku tidak peduli kalau anak Joon Myeon berada di dalam kandungannya.”

“Itu pendapatmu, Bai Xian. Tapi tindakanmu tidak seperti kata-katamu. Kau marah padanya karena hamil anak Joon Myeon. Kau tidak marah atas apa yang telah ia lakukan padamu. Kau hanya tidak tahan fakta bahwa ia mengandung anak Joon Myeon.”

“Dengar, aku tidak peduli siapa yang membuatnya-”

“Ya, kau peduli. Aku bisa bertaruh dengan reputasiku. Kau tidak akan bertindak seperti ini kalau ia mengandung anakmu.” Chen berhenti ketika ia menyadari sesuatu. “Apa ada kemungkinan bahwa bayi dikandungnya bisa menjadi milikmu?”

“Tidak.”

“Bagaimana kau tahu?”

“Karena aku tahu.”

“Ya, tapi bagaimana?”

“Karena!” Baekhyun berdiri dari kursinya dan berjalan ke jendela, menatap semua mobil yang terlihat dari jendela ruangannya. “Itu tidak mungkin milikku. Kalaupun itu milikku, Seona akan mengatakan hal itu kepadaku.”

“Apa kau yakin?”

“Ya.” Baekhyun menutup matanya. “Dia mungkin telah berbohong kepadaku tentang pernikahannya, tapi aku tahu banyak tentangnya bahwa ia sangat peduli ketik menyangkut anak-anak.” Baekhyun ingat bagaimana tingkah Seona dengan keponakan-keponakannya, memproitaskan mereka terlebih dahulu sebelum dirinya sendiri. “Jika kejujuran ada di dalam dirinya, dia akan mengatakan hal itu padaku.”

Chen menatap punggung Baekhyun, tidak yakin apa yang harus ia lakukan. Chen sudah begitu yakin mengenai rencananya satu bulan yang lalu. Ia tidak memiliki keraguan untuk mengirimkan foto-foto tersebut untuk Joon Myeon.

Enam bulan yang lalu.

Tapi semuanya berubah semenjak pesta itu. Nyonya Kim hamil. Itu terlihat jelas dari seberapa besar perutnya. Sekarang tidak hanya masa depan anak itu yang dipertaruhkan, tapi juga Baekhyun yang telah terlibat dengan wanita itu. Hal ini menjadi masalah yang terlalu pribadi bagi Baekhyun.

Sangat pribadi.

Chen tidak bisa percayainya ketika kebenaran akhirnya menjadi jelas. Mengapa Baekhyun ingin menyakiti Nyonya Kim dengan cara yang seburuk mungkin? Baekhyun merasa dikhianati dan dibohongi, dan itu menyakiti dirinya sendiri karena apa yang menyebabkan ia seperti itu adalah wanita yang ia cintai. Dan yang lebih buruk, wanita yang dicintainya sedang mengandung bayi dari pria lain.

Sial, apakah Baekhyun tahu apa yang ia rasakan? Apakah dia tahu apa yang ada di hatinya? Apakah dia tahu bahwa ia telah jatuh cinta dengan selingkuhannya sendiri?

Perasaan Baekhyun mungkin telah berusaha untuk mencari jalan keluar hanya untuk menahan rasa amarah yang ia rasakan. Belum lagi Baekhyun memiliki istri di rumah. Itu pasti

Perasaannya harus mencoba mencari jalan keluar, hanya untuk didorong kembali oleh kemarahan yang ia rasakan. Belum lagi Baekhyun memiliki istri di rumah. Ia pasti tersiksa mencintai dua wanita sekaligus.

Tapi kalau Baekhyun mencintai Hyera sepenuhnya.

Baekhyun tidak pernah berbicara mengenai itu sepatah kata pun, tapi Chen selalu merasa bahwa Baekhyun tidak benar-benar mencintai Hyera. Lagipula, mereka hanya saling kenal selama tiga hari sebelum mereka mengakui bahwa mereka telah saling jatuh cinta. Chen selalu tahu bahwa itu terlalu cepat. Ditambah lagi, Chen merasa bahwa Hyera memanipulasi Baekhyun agar menikahinya tepat dua bulan setelah mereka bertemu. Tapi ini hanya perasaannya sendiri. Dia tidak ingin merusak kebahagiaan Baekhyun hanya karna ‘perasaannya’.

Chen bertanya-tanya apakah ia harus memberitahu Baekhyun tentang perasaannya yang terus berputar-putar dalam dirinya. Cinta yang Baekhyun rasakan untuk Nyonya Kim lah satu-satunya alasan Baekhyun berusaha untuk membuatnya menderita.

Tapi Baekhyun tidak akan percaya padanya dan ia akan membantah telah benar-benar jatuh cinta dengan ‘si pembohong.’

Tapi Chen tahu Baekhyun tidak harus membuat Nyonya Kim menderita karna berbohong kepadanya, terutama ketika Baekhyun telah melakukan hal yang sama padanya. Itu tidak benar. Kenapa Baekhyun tidak bisa melihat itu?

“Kalau aku mengirim foto-fotonya,” ucap Chen lembut “bayi di dalam kandungannya akan tumbuh tanpa seorang ayah. Aku tahu Eye Avenue ditutup. Aku melihat pemberitahuan di pintu depan gedung. Sebenci-bencinya aku pada si brengsek itu, aku tidak ingin membuat wanita itu berada dijalanan karena apa yang ia lakukan.”

“Ia pantas mendapatkannya.”

“Sialan kau, Bai Xian! Mengapa kau tidak bisa melihat betapa salahnya tindakanmu ini!”

“Itu tidak!” teriak Baekhyun. Ia menatap tajam Chen. “Chen, aku ingin kau mengirim foto-foto itu. Kalau kau tidak, kau tidak akan datang ke sini dan bertanya-tanya tentang rencana itu. Kau hanya khawatir tentang masa depan si wanita jalang sekaligus pembohong itu, yang sebenarnya tidak perlu menjadi kekhawatiranmu.”

“Bai Xian-”

“Kirim foto-foto itu, atau aku akan mencorengkan namamu.”

Baekhyun tahu bahwa ancamannya benar-benar mengena. Semua yang tinggal tersisa hanyalah sebuah nama. Itulah satu-satunya hal yang Chen peduli untuk saat ini.

Pada awalnya Chen tidak mengatakan apa-apa. Tapi kemudian ia mengatakan, “Baiklah.”

.

.

.

“Berapa lama kita akan pergi?” tanya Dahae.

“Tidak terlalu lama,” ucap Dongwook ketika mereka mengemas barang-barang mereka.

Dahae menatap Seona, yang duduk di tempat tidur. “Aku tidak berpikir kita harus meninggalkanmu di sini. Joon Myeon mungkin melakukan sesuatu-”

Seona menggeleng. “Jangan khawatir. Dia tidak bisa menyakitiku selama aku mengandung anaknya. Selain itu, Hyunjoo telah tidak masuk sekolah dalam jangka waktu yang lama. Kau perlu untuk menyelesaikan seluruh masalah sekolah sebelum mereka ‘menendang’ Hyunjoo keluar. Sebenarnya, aku terkejut mereka belum mengeluarkan Hyunjoo dari sekolah. ”

“Yah, itu karena kami datang kesini ketika dia sedang berlibur.” Dahae mendesah. “Kami benar-benar harus berpikir tentang seluruh masalah sekolah.” Dahae menatap suaminya.” Sementara kami berada di sana, kami harus menyelesaikan masalah tugas kami juga. Rumah sakit telah menghubungiku dan atasanku tidak senang. ”

“Begitu juga aku.”

Seona mengerutkan kening. “Kalian telah mengatakan padaku tidak akan memiliki masalah dengan pekerjaan kalian ketika kalian bilang akan tinggal disini lebih lama.”

Dongwook berhenti berkemas dan melihat adiknya. “Yang benar adalah kami berasumsi bahwa kami akan tinggal di sini hanya untuk sebulan lagi. Kami pikir kau akan meninggalkan Joon Myeon, terutama ketika kau mengetahui bahwa kau hamil. Kami tidak berpikir kau akan tinggal bersamanya.”

Dahae mengangguk setuju. “Setiap hari kami terus mengharapkan kau untuk meninggalkannya tapi sebaliknya kau sama sekali tidak meninggalkannya.”

Seona menghela napas. “Aku tahu. Sebelum aku tahu tentang kehamilanku, aku berencana untuk meninggalkan Joon Myeon. Tapi bayi ini penting bagiku. Aku tidak ingin meninggalkan Joon Myeon lalu ia  menemukanku dan menyakiti anakku hanya untuk membalas kesalahanku. Selain itu, ia belum menyentuhku karena aku mengatakan kepadanya tentang bayi ini.” Seona tidak memberitahu mereka bahwa ia juga takut, dan ia tidak ingin meninggalkan Joon Myeon kalaupun itu berarti dia menyakiti dirinya serta bayinya.

“Tapi dia masih mengontrolmu, ia membuatmu menutup Eye Avenue.”

“Dengar, aku tahu kalian khawatir, tapi aku akan baik-baik saja.”

Dongwook mendesah frustrasi. “Seona, aku benar-benar berpikir kau harus ikut dengan kami.”

“Tidak, Oppa. Aku tidak ingin melarikan diri.”

“Tapi bagaimana dengan bayimu?”

“Bayiku akan baik-baik saja. Joon Myeon tidak akan pernah menyakiti anaknya sendiri.”

Seona tidak pernah mengatakan kepada mereka tentang kemungkinan bayi yang dikandungnya adalah anak Baekhyun. Ia tidak mengatakan pada siapapun. Dan ia tidak akan mengatakan pada siapapun. “Selain itu, aku masih memiliki Nara.”

Pada akhirnya, Seona telah memaafkan Nara untuk apa yang telah ia lakukan, Seona tahu Nara melakukannya karena Nara menyayanginya. Tidak ada yang salah dengan itu. Mereka sudah berteman sejak kecil, dan semua yang Nara inginkan adalah kebahagiaannya.

Seona menatap kakaknya langsung tepat dimatanya seakan-akan mengatakan kepadanya bahwa kakaknya tidak bisa lagi mengatakan apa yang seharusnya ia lakukan. Kakaknya harus pergi ke Kanada, dan ia tidak akan pergi dengan mereka.

“Kau terlalu keras kepala, Seona” ucap Dongwook lembut. “Kalau hal ini bukan karena anakku, aku akan tinggal di sini dan melindungimu.”

“Aku tahu.”

Seona berusaha turun dari tempat tidur dan berhasil berkat bantuan Dahae. “Aku harus pulang. Aku sudah di sini selama cukup, dan kalian berdua harus cepat-cepat sebelum ketinggalan penerbangan. Hyunjoo! Hana, Hani!”

Hyunjoo berlari ke kamar, diikuti oleh si kembar. Dongwook dan Dahae masing-masing memegang kembar sementara Hyunjoo naik ke atas  kasur sehingga ia bisa saling tatap-menatap dengan bibinya. Setiap hari Hyunjoo semakin mirip seperti ayahnya, memiliki tempramen besar dan menganggap bahwa ia berperan sebagai pelindung adik-adiknya. Anak itu juga memiliki bakat memecahkan teka-teki yang agak cepat meskipun ia masih muda, ia mampu untuk memberitahumu siapa pembunuh itu sebelum cerita itu berakhir kalau kau membaca buku misteri. Di mata Seona, Hyunjoo akan menjadi polisi yang sangat baik.

“Jaga dirimu baik-baik, oke?”

“Mengapa kau tidak pergi dengan kami, Aunty?” tanya Hyunjoo, ingin tahu mengapa mereka pergi tanpa bibinya. Ayahnya mengatakan bahwa dia akan datang dengan mereka.

“Karena…ini adalah rumahku. Selain itu, kau juga akan kembali kesini.”

Seona memeluk keponakannya dan kemudian menuju ke si kembar. “Goodbye, girls.”

Bye-bye, Aunty?” mereka bertanya pada saat yang bersamaan, dan Seona tertawa. Seona benar-benar menyukainya ketika si kembar berbicara pada saat yang bersamaan, karena itu begitu menggemaskan, mengingat mereka adalah saudara kembar. Hana adalah yang tertua d\an lahir dua menit lebih awal daripada Hani, dan dia sudah menunjukkan tanda-tanda bahwa ia menjadi orang yang terbuka. Hana menyukai dipegang oleh semua orang, dan dia juga suka menjadi pusat perhatian.

Sedangkan Hani adalah orang yang tenang, dan hanya orang-orang tertentu saja yang bisa memeluknya. Jika ia dipegang oleh orang asing, ia menangis kecuali ibu atau ayahnya berada didekatnya. Dan Hani lebih suka bermain sendiri atau dengan orang-orang yang dia kenal.

Tetapi ketika si kembar bersama-sama, tampaknya sifat kepercayaan diri Hana ini menular ke Hani karena pada akhirnya mereka menyebabkan kekacauan kecuali seseorang mengawasi mereka.

“Hanya untuk saat ini saja,” ucap Seona dan mencium kepala mereka.

Lalu Seona memeluk kakak iparnya. “Hati-hati, Dahae.”

“Jaga dirimu baik-baik, Seona,” bisik Dahae.

Kemudian kakaknya menghampirinya dengan menatap tajam padanya. “Aku benci ketika kau keras kepala,” bentak Dongwook. Seona hanya tersenyum dan memeluknya. “Kalau Joon Myeon melakukan apapun padamu telepon aku. Aku tidak peduli jam berapa, atau kapan. Jangan mengkhawatirkan aku sedang dimana ataupun kalau aku sibuk. Kau hanya harus mengambil ponselmu lalu meneleponku dan aku akan datang ke sini segera dan membawamu kembali bersamaku ke Kanada.”

“Aku akan baik-baik saja,” bisik Seona sambil melepaskan pelukannya.

“Berjanjilah, Seona. Aku akan tersiksa sampai ke neraka kalau aku membiarkan dia menyakitimu, atau keponakanku, tanpa membalas perbuatannya.”

Seona menatap Dongwook, menatap wajah Dongwook yang terlihat khawatir. Seona belum bercerita tentang Joon Myeon yang memaksanya untuk berhubungan seks sebelum dia tahu tentang kehamilannya. Juga  dia belum mengatakan kepada kakaknya bahwa Joon Myeon hampir mencekiknya pada hari itu. Seona menyimpannya untuk dirinya sendiri, karena dia tidak ingin kakaknya khawatir. Seona pandai menyembunyikannya juga. Dongwook mungkin polisi, tapi Seona adalah adiknya, dan dia tahu kakaknya lebih baik dari siapa pun. Semua yang harus ia lakukan adalah bertindak normal, dan tidak bertindak acuh tak acuh. Tidak ada memar terlihat di lehernya, dan itu merupakan keajaiban, tapi dia bersyukur untuk itu. Dan memar lain yang dia dapatkan selalu bisa disembunyikan tanpa terlihat mencurigakan.

Tapi jika Seona tidak berjanji padanya, Dongwook akan lebih khawatir lagi. “Aku berjanji.” akhirnya Seona berkata.

“Apa kau yakin kau tidak ingin kita mengantarmu kembali ke rumahmu?” tanya Dahae.

“Aku yakin. Rumahku tidak jauh dari sini.”

Seona menyentuh perutnya. Ia hamil tujuh bulan dan kakinya sudah terasa sakit begitu juga punggungnya.Bahkan ia tidak bisa melihat kakinya lagi. Tetapi berjalan untuk mencari udara segar memungkinkan dirinya untuk berpikir jernih, dan sebentar lagi dokter akan menuntutnya untuk istirahat di tempat tidur, jadi waktu yang tersisa sangat sendiri baginya untuk jalan-jalan sebelum ia dipaksa untuk istirahat di tempat tidur.

Seona meninggalkan mereka setelah mengucapkan selamat tinggal untuk terakhir kalinya dan senyumnya yang terlihat meyakinkan bahwa dirinya akan baik-baik saja.

Seona berjalan menyusuri jalan, ia bertanya-tanya apakah ada sesuatu yang ia butuhkan untuk bayinya. Sejak hari pertama, dia telah mendekorasi ruangan yang ia telah dipilih untuk kamar bayi. Dia sudah membeli tempat tidur bayi, keranjang bayi, dan segala sesuatu yang dibutuhkan bayinya. Sekarang yang dia butuhkan adalah pakaian. Ia sulit memilih pakaian untuk bayinya karna ia tidak tahu apakah bayinya laki-laki atau perempuan. Dan sebenarnya itu keputusannya, ia ingin menunggu untuk mengetahui jenis kelamin anaknya ketika dia melahirkan. Dia merasa itu akan terasa lebih spesial saat melahirkan anaknya.

Selain pakaian, hanya hal yang lain dia butuhkan adalah sebuah nama. Karena dia tidak tahu jenis kelamin, ia akan membutuhkan nama anak perempuan dan nama anak laki-laki, yang akan menjadi sulit karena ada begitu banyak nama yang dia suka.

Seona tahu biasanya suami dan istri memilih nama anak mereka bersama-sama, tapi dia tidak mau meminta pendapat Joon Myeon. Ia tidak meminta Joon Myeon apapun sejak ia mengetahui kehamilannya. Ia tidak meminta bantuan Joon Myeon ketika ia berusaha berdiri dari kursi, dan ia tidak meminta makanan pada Joon Myeon ketika ia mengidam. Joon Myeon juga hanya tampak . . . acuh tak acuh. Seolah-olah dia tidak peduli tentang anak yang dikandungnya sama sekali, dan kadang-kadang Joon Myeon membuatnya merasa seolah-olah itu adalah anaknya sendiri, bukan anak dia. Hal itulah yang membuat Seona kesal karena Joon Myeon juga turut berpartisipasi dalam proses pembuatan bayinya.

Seona hampir tertawa pada dirinya sendiri. Ia berpikir Joon Myeon ikut berpartisipasi. Itulah  hal yang harus ia ingatkan pada dirinya sendiri. Setengah dari bayi ini bisa juga milik Baekhyun. Seona tahu dia harus memberitahu Baekhyun mengenai kebenaran bahwa bayi yang ia kandung bisa jadi miliknya karna Baekhyun punya hak untuk tahu.

Tapi Baekhyun tidak akan peduli. Baekhyun membencinya karena telah berbohong kepadanya, dan Seona masih merasa sedikit dendam pada Baekhyun karena telah berbohong padanya. Selain itu, ia hanya sebuah wanita simpanannya. Untuk apa Baekhyun peduli tentangnya? Terutama ketika istrinya sendiri sedang hamil. Bayi itu adalah satu-satunya orang yang akan menjadi paling penting untuknya, bukan dirinya. Jadi Seona tidak akan memberitahunya, tidak ketika Baekhyun tidak akan memerdulikannya.

Dan Seona tidak akan melakukan itu kepada anaknya. Dia telah membuat keputusan untuk tidak memberitahu anaknya bahwa dia tidak tahu siapa ayahnya yang sebenarnya, karena itu akan membuat anaknya ingin bertemu kemungkinan ayah yang lain dan semua yang Baekhyun akan lakukan adalah menyingkirkan anaknya. Baekhyun tidak akan peduli.

Seona tidak akan membiarkan anaknya disakiti seperti itu. Joon Myeon memang bertindak acuh tak acuh, tapi setidaknya ia akan menjadi figur ayah.

Air mata terbentuk di pelupuk matanya. Oh, mengapa ini bisa terjadi padanya?

Bagaimana bisa ia berakhir hamil dengan suami acuh tak acuh dan juga mantan kekasih yang tidak peduli tentangnya, dan dengan dua orang yang kemungkinan salah satu dari mereka adalah ayah dari bayinya.

.

.

.

Joon Myeon mengerang saat ia membuka pintu rumahnya. “Apa yang kau inginkan, Chen? Aku sudah mengatakan bahwa aku tidak punya uang untuk diberikan padamu.”

Chen menyeringai. “Dasar brengsek,” ucap Chen dan memberikan sebuah amplop besar ke tangan Joon Myeon.

Joon Myeon mengangkat alis, meneliti amplop tersebut sebelum membukanya. Ada foto-foto di dalamnya dan dengan tenang ia mengeluarkan foto-foto tersebut.

Seketika Joon Myeon membeku, matanya melebar saat ia melihat istrinya sendiri berada dalam pelukan pria lain. Memeluk dan mencium pria itu.

“Apa-apaan ini?!” bentak Joon Myeon, menjatuhkan amplop sambil membolik-balik foto itu, wajah memerah karena amarahnya yang semakin besar dan tambah membesar. Seona tersenyum di setiap foto itu, tampaknya ia sangat menikmati pelukan pria itu.

“Foto-foto itu akan aku kirimkan ke surat kabar. Sekarang bayangkan, semua orang akan tertawa di belakangmu karena mereka sedang membicarakan tentang perselingkuhan istrimu.”

Kapan semua ini terjadi? Joon Myeon berusaha bernafas saat matanya mencoba untuk melihat wajah pria yang bersama istrinya di setiap foto, tapi hanya punggungnya saja yang terlihat.

“Bayangkan semua wanita berpikir bahwa kau bahkan tidak bisa memuaskan istrimu sendiri diranjang, oleh karena itu istrimu mencari pria lain.”

Tertawa di belakangnya? Ia tidak bisa membiarkan orang-orang menertawakannya! Dia tidak bisa membiarkannya!

“Apa yang kau inginkan?” tanya Joon Myeon dengan suaranya yang serak, dan ia melihat Chen yang tersenyum.

“Aku ingin kau mengembalikan uangku dan uang orang lain juga, atau aku akan mengirimkan foto-foto itu,” ucap Chen dengan tersenyum. “Kau bisa memiliki foto-foto itu, kalau kau mau. Lagipula aku memiliki salinannya.”

Tangan Joon Myeon mengepal dan meremas foto itu. “Baik,” geramnya. “Aku akan memberikan uangmu kembali.”

“Bagus. Aku sangat mengharapkannya.”

Joon Myeon membanting pintu tepat di wajah Chen, seluruh tubuhnya gemetar saat ia mencoba untuk mengendalikan kemarahannya.

Dia berbalik, menatap rumahnya yang begitu tenang.

Istrinya-si wanita jalang-meliburkan seluruh staf dirumahnya. Betapa bodoh istrinya. Itu hanya akan membuat segalanya lebih mudah baginya.

Joon Myeon berjalan menyusuri lorong dan menaiki tangga. Istrinya berada di kamar tidur mereka, sehingga ketika ia sampai di depan pintu yang tertutup, ia menendangnya agar terbuka.

Seona melompat kaget ketika Joon Myeon membanting pintu ke dinding. Seona menatap suaminya dengan bingung.

Mata Joon Myeon segera menatap ke perut Seona yang membesar.

“Apa bayi itu milikku?” pikir Joon Myeon.

Pemikirannya tentang kemungkinan bayi itu milik orang lain berputar-putar dipikirannya. Itu sebenarnya hal yang baik karena dia belum memiliki perasaan apapun pada bayi itu. Ia hanya berpikir bahwa bayi itu menyusahkannya saja dan itu mencegahnya untuk menyakiti Seona. Jika Seona tidak hamil, dia akan menamparnya.

Tapi sekarang, pikiran bayi milik pria lain yang tumbuh dalam rahim Seona membuatnya marah.

Joon Myeon melemparkan foto-foto tepat di wajah Seona. “Dasar wanita jalang!” bentak Joon Myeon.

Seona mengangkat tangannya untuk melindungi wajahnya saat foto-foto itu jatuh ke lantai. Kemudian Seona berteriak ketika Joon Myeon menampar wajahnya, tangan Seona otomatis berada di perutnya untuk melindungi bayinya saat punggungnya membentur cermin.

“Kau mengkhianatiku!” geram Joon Myeon seraya meraih bahu Seona, meremas tulangnya yang rapuh. “Kapan kau berselingkuh dibelakangku?!”

Wajah Seona memucat dan bola matanya membesar. “A-Apa?”

“Kapan kau berselingkuh dibelakangku!”

“Aku tidak pernah berseling-”

“Jangan berbohong padaku!” bentak Joon Myeon, membuat Seona meringis. Joon Myeon meraih rambut Seona di tangannya dan menariknya dengan keras.

Seona berteriak lagi, sensasi rasa sakitnya menyebar melalui kulit kepalanya saat Joon Myeon menarik rambutnya. “Aku tahu kau berselingkuh dan aku ingin tahu kapan!”

“Joon Myeon, kumohon!”

“Katakan padaku!”

Joon Myeon menariknya lebih keras.

“Tujuh bulan lalu!” Seona terisak, rasa sakit itu menjadi terasa terlalu berat untuk ditanggung. “Itu telah berakhir! Aku bersumpah!” Seona mencoba bernapas, mencoba untuk mendapatkan oksigen ke paru-parunya.

“Kumohon.” Seona memohon seraya air matanya jatuh di pipinya “Kumohon, kita bicarakan tentang hal ini.”

“Bicara? kau ingin berbicara! Aku mengetahui istriku mengkhianatiku dan kau ingin berbicara tentang itu! Siapa dia?”

Seona sangat begitu sakit sampai ia tidak bisa memahami pertanyaan sederhana Joon Myeon. “Apa?”

“Kekasihmu! Siapa dia?”

Seona memandang wajah Joon Myeon yang merah karena kemarahannya, dan matanya terlihat seperti ada kilatan api yang terbakar yang tidak pernah Seona lihat sebelumnya.

Joon Myeon akhirnya menunjukkan sifatnya yang sebenarnya. Sifatnya sudah perlahan muncul, dan Seona berpikir bahwa sifat Joon Myeon yang sebenarnya kini sudah terlihat. Siapa dia sebenarnya, Seona tidak tahu tapi yang jelas orang itu sudah benar-benar gila. Joon Myeon merupakan seseorang yang tidak akan ragu-ragu untuk menyakitinya dengan sangat, bahkan mungkin membunuhnya. Mengapa sebelumnya ia tidak melihat sifat Joon Myeon yang sebenarnya?

Mengapa?

“Aku-aku tidak m-meng-”

“Jangan…” ucapnya dengan nada yang sedikit mengancam “…berbohong padaku.”

Joon Myeon menarik rambut Seona kembali.

“Byun Baekhyun.” Seona berteriak, menahan rasa sakitnya. Ia terlalu takut untuk menyebut namanya.

Wajah Joon Myeon memucat. Dia ingat nama itu. Nama seseorang yang menjadi tuan rumah pada pesta yang pernah mereka datangi. Wanita di telepon sangat memaksanya dan membuatnya tidak bisa mengatakan tidak. Terutama ketika wanita itu mengatakan siapa suaminya. Byun Baekhyun. Orang yang sama yang Joon Myeon telah ambil uangnya, uang yang tidak pernah ia kembalikan lagi.

Lalu ia teringat ketika Seona meninggalkannya tiba-tiba setelah wanita itu mengumumkan bahwa ia hamil dan akan memiliki anak Baekhyun.

Betapa mengejutkannya itu pasti! Bagi Seona mengetahui bahwa kekasihnya akan menjadi seorang ayah untuk bayi wanita lain!

Ngomong-ngomong tentang bayi. . .

Joon Myeon lantas meletakkan tangannya di perut Seona. “Apakah ini bayi pria itu?” bisik Joon Myeon lirih. Seona hanya menatapnya, napasnya terasa terhenti saat ia membeku mendengar pertanyaan Joon Myeon, air matanya membasahi di pipinya.

Tangan Joon Myeon menekan lebih keras pada perut Seona. “Apakah ini bayinya?!”

Seona menggelengkan kepalanya, punggungnya menyentuh cermin. Seona berkata, “Aku tidak yakin.” Kemudian dia mulai menangis. “Aku tidak yakin! Aku bersumpah, Joon Myeon, aku tidak bermaksud untuk membiarkan hal ini terjadi! Aku mencoba untuk menghentikanmu tidur denganku hari itu ketika kau kembali dari perjalanan bisnismu tetapi kau tidak mau berhenti!”

“Kau tidur dengannya pada hari yang sama, kan?”

Seona mengangguk, pandangannya terlihat kabur. “Aku telah berusaha,” bisiknya. “Aku benar-benar berusaha untuk menghentikanmu.” Seona menelan ludah. “Tapi kau tidak mau berhenti!”

Joon Myeon melakukan apa-apa kecuali menatap Seona selama beberapa menit, tatapannya terlihat kosong. Seona menatapnya melalui matanya yang berkaca-kaca. Bagaimana Joon Myeon bisa tahu? Kulit kepalanya masih terasa sakit, meskipun Joon Myeon telah berhenti menarik rambutnya. Tangan Joon Myeon masih berada di perutnya, tidak bergerak sama sekali.

“Kumohon jangan menyakiti bayiku,” pinta Seona lembut, tampak sedikit merintih. “Kumohon.”

Mata Joon Myeon, yang sebelumnya tidak fokus, kini memfokuskan tatapannya ke wajah Seona, sebelum menatap ke perutnya.

“Bukan anakku,” ucap Joon Myeon datar. “Lucu. Aku pikir itu adalah anakku. Aku tidak akan berani menyakiti seorang wanita hamil, terutama ketika yang berada dikandungan itu adalah bayiku. Tapi sekarang . . . aku dapat menyakiti kalian berdua. . . termasuk bayi kecilmu yang manis.”

Mata Seona melebar, dan kemudian dia menggeleng cepat. “Tidak!” seru Seona, mencoba untuk menjauh dari Joon Myeon. “Kumohon tidak!”

Joon Myeon menarik rambutnya lagi dan mulai menyeretnya dengan rambutnya, seolah-olah ia tidak mendengar jeritan Seona. Wajah Joon Myeon terlihat kosong dan matanya terlihat dingin. Joon Myeon mengabaikan teriakan, tangisan Seona yang meminta ampun padanya dan perjuangannya untuk melepas diri dari tarikannya.

Tapi Joon Myeon tidak akan mendengarkan.

Kemudian Joon Myeon menyeretnya ke dapur, mendorongnya hingga dirinya memebentur lemari dapur. Seona menangis seraya memegang perutnya, berusaha untuk melindungi bayinya.

“Ini tidak boleh terjadi,” geram Joon Myeon, meraih sebuah pisau dan berlutut di samping Seona. Joon Myeon menggenggam pisau itu dengan kedua tangannya.

Joon Myeon mengangkat pisau atas perut Seona. “Ini tidak boleh terjadi!”

Dan ia menusuknya.

.

.

.

Baekhyun berada di ruang tamu sendirian, dia membolak-balik saluran televisi. Hyera sedang mengadakan baby shower di rumah temannya.

Laki-laki tidak diperbolehkan untuk ikut.

Itu tidak apa-apa. Lagipula ia tidak ingin ikut.

Sambil menghela napas ia menonton berita. Tidak ada lagi saluran yang menarik perhatiannya. Baekhyun berbaring di sofa, dan menyilangkan lengannya di belakang kepala. Hanya sepuluh menit berlalu sebelum berita itu mengganggunya. Ia melihat si pembawa berita melihat ke kamera.

“Seorang wanita hamil ditemukan di rumahnya pagi hari ini, ada beberapa luka tusukan di perutnya. Setelah diselidiki, terungkap bahwa wanita itu Nyonya Kim Seona, istri dari anggota kabinet Kim Joon Myeon.”

Baekhyun tersentak, lantas ia duduk tegak dan menatap layar televisi. “Apa?”bisik Baekhyun.

“Sang suami belum dapat ditemukan dan dianggap sebagai tersangka. Polisi menemukan foto-foto di kamar mereka yang mungkin telah memicu tragedi ini.”

“Apakah dia baik-baik saja?” tanyanya, masih menatap televisi. Wanita itu hanya mulai berbicara tentang informasi yang benar-benar ia tidak peduli tentang hal itu. Baekhyun bangkit dan cepat berjalan ke televise lalu berjongkok di depannya.

Rasa ketakukan menghampirinya. Foto-foto. Foto-foto yang Chen kirim untuk Joon Myeon?

Oh Tuhan, bagaimana bisa ia yang menyebabkan semua ini?

“Apakah dia baik-baik saja?” geramnya. Wanita itu masih belum menjawab dan Baekhyun meraih sisi TV. “Apakah dia baik-baik saja!” Baekhyun berteriak.

“Pihak rumah sakit mengatakan bahwa kondisinya saat ini kritis dan kondisi bayinya belum diketahui.”

Wanita itu mengatakan dimana rumah sakit mereka dan Baekhyun berlari untuk mengambil mantelnya sebelum meninggalkan rumah dan masuk ke dalam mobilnya.

Saat Baekhyun melintasi lampu lalu lintas, ia dalam hati berdoa agar Seona baik-baik saja. Kemudian membunyikan klakson dan mengendarai dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai ke rumah sakit.

Dialah menyebabkan semua ini. Baekhyun tidak bisa berhenti memikirkan hal itu. Seona berada di rumah sakit karena dia. Buku-buku jarinya memutih saat mencengkram kemudi mobil dengan kuat.

Jika Seona meninggal. . .

Sial! Ini seharusnya tidak terjadi! Semua yang ia harapkan hanyalah perceraian!

Baekhyun masuk  ke pelataran parkir dan memarkir mobilnya, membuka pintu dan melompat keluar sebelum membanting pintunya. Ia berlari ke rumah sakit dan  berhenti di depan meja pendaftaran.

Perawat disana hanya menatap pria itu dengan penasaran. “Bisakah saya membantu Anda?” tanya perawat itu.

“Aku perlu tahu dimana ruangan Kim Seona, kumohon.”

“Maaf, apakah Anda keluarganya?”

Baekhyun tahu perawat itu tidak akan memberitahuinya jika ia mengatakan bahwa ia bukan keluarga Seona. “Ya. Aku keluarganya. Tolong, katakan saja padaku di mana dia,” ucap Baekhyun tanpa ragu berbohong pada wanita itu.

Perawat itu mengetik di komputernya. “Dia berada di lantai dua, tapi dia sedang berada di ruang operasi sekarang sehingga Anda tidak akan dapat melihatnya. Berbicaralah pada Dr. Goo dan dia akan memberikan Anda informasi yang ingin Anda tahu. ”

“Terima kasih.” Baekhyun berlari menuju lift, tapi ketika melihat lift hampir tidak turun dari lantai empat, jadi ia memilih untuk melewati tangga.

Setelah di lantai dua, Baekhyun pergi ke meja pendaftaran yang ada di sana dan meminta untuk memanggilkan Dr. Goo.

“Dia sedang berada di ruang operasi sekarang. Silakan, duduk dan ketika dia datang saya akan memberitahunya.”

Baekhyun mengutuk dalam pikirannya saat ia berjalan ke kursi dan duduk. Baekhyun meletakkan tangannya di wajahnya, rasa ketakutan dan ketidaksabaran menjalar melalui tubuhnya.

“Kumohon jangan biarkan dia mati,” bisiknya. Baekhyun tidak tahu dengan siapa ia berbicara, tapi ia tidak peduli asalkan ada seseorang mendengarkannya.

Ajaibnya, ia memohon agar bayi itu tidak mati juga. Chen memang benar. Baekhyun benci kenyataan bahwa Seona mengandung anak Joon Myeon. Tapi Baekhyun tidak pernah berharap bayi itu mati, atau terluka. Dia tidak ingin membahayakan mereka berdua. Yang diinginkan Baekhyun adalah Seona kehilangan suaminya agar Seona sengsara.

Baekhyun juga tidak tahu bahwa Joon Myeon akan memukuli Seona.

Ia menegang ketika teringat memar yang ada dipipi Seona beberapa bulan yang lalu, ketika mereka sedang dalam perjalanan ke Italia. Seona telah mencoba untuk tidak mengatakan padanya siapa yang telah memukulnya.

Apakah itu Joon Myeon? Apakah si brengsek itu yang menamparnya?

Darahnya menjadi dingin saat ia memikirkan Seona berada di bawah tekanan Joon Myeon. Oh Tuhan, mengapa Seona tidak mengatakan padanya?

Mengapa Seona tidak mengatakan bahwa ia mengalami pelecehan saat mereka bersama?

Namun jika Seona memberi tahu tentang hal itu maka otomatis Seona harus mengatakan bahwa ia telah menikah.

Baekhyun mendongak ketika seseorang berhenti di depannya yang ternyata adalah seorang dokter.

“Saya Dokter Goo Jin Hae. Salah seorang perawat mengatakan pada saya bahwa Anda ingin berbicara dengan saya?”

Dokter Goo adalah seorang pria tua dengan rambut putih dan keriput di wajahnya. Baekhyun menatap dokter itu dengan putus asa. “Bagaimana keadaan Seona? Apakah ia baik-baik saja?”

Dokter Goo meneliti wajah Baekhyun yang pucat. Ini bukan pertama kalinya ia melihat seseorang dengan wajah seperti itu ketika orang yang dicintainya sedang dioperasi. Tapi pria yang satu ini membuatnya khawatir. Wajahnya yang terlihat lelah, tubuhnya yang bergetar serta tatapannya yang terlihat begitu khawatir.

“Dokter, kumohon! Katakan apa yang terjadi!”

Dokter Goo mendesah. “Nyonya Kim saat ini kondisinya kritis. Dia dalam keadaan koma dan saya tidak yakin kapan dia akan bangun. Sekarang Nyonya Kim sedang di bawa ke ruang perawatan.”

“Dan bayinya? Bagaimana dengan bayinya?”

Dokter Goo menggeleng sedih, “Bayinya tidak selamat. Tampaknya sebagaian luka tusukan dimaksudkan untuk bayinya.”

Baekhyun merasa dadanya seperti ditekan hebat, hatinya juga rasanya seperti teremas-remas memikirkan sang janin yang kehilangan nyawanya.

Baekhyun berdiri tak bergerak saat Dokter Goo terus berbicara mengenai dirinya yang harus berbaring, namun ia menghiraukannya saat ia memikirkan janin yang bertubuh kecil yang kini tak bernyawa. Nafasnya sesak saat ia mencoba untuk mengendalikan dirinya. Ia mencoba untuk tenang, tetapi tidak bisa.

Bayi yang tidak seharusnya mati. Bayi yang seharusnya berada di rahim Seona. Bayi yang seharusnya masih hidup sampai sekarang.

Tapi sekarang tidak. Bayi itu mati karena ia menginginkan foto-foto itu dikirimkan pada Joon Myeon dan juga ingin Seona menderita.

Tapi tidak dengan cara seperti ini . . . tidak dengan cara seperti ini . . .

Baekhyun telah membunuh bayi itu dan dia tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri karena telah membuat Seona kehilangan bayinya.

Aku seorang pembunuh . . .

to be continued…

.

.

.

Ahra’s Note :

Aku sudah memenuhi salah satu permintaan kalian untuk update satu minggu setelah chapter sebelas aku post, aku benar-benar baru selesai mengetik langsung ku update, maaf kalau ada typo bertebaran dan ada kesalahan dalam bentuk apapun.

Oke kita move on.

Jadi, gimana? ada yang rasanya ingin bunuh Joon Myeon atau Baekhyun? Atau bahkan kedua-duanya? /ketawa nista/ please reviewed and tell me what you thought!

See ya!

88 responses to “Affairs of the Heart [Chapter 12]

  1. Dua2nya…aku pengen bunuh keduanya, sma2 gila..seona sma chen aja…* nah lo yg bca sma gilanya*

    Kak author keep healty jjaang

  2. asli makin penasaran aja deh sama joonmyeon sebenernya dia kenapa coba. terus hyera itu punya rencana apa terhadap baekhyun dan lagi kemana si wu yifan ? hahah

    sebenernya binggung juga mau kesel sama siapa disini yang salah banyak menurut aku haha

  3. Waduh
    Makin ribet ceritanya
    Joon myeon menghilang, tp gmn reaksi seona kalau dia tahu baekhyun penyebab dia ditusul dan anaknya mati, dan bs jadi itu anak baekhyun
    Huwaaaaa
    Pusing deh mikirnya

    Penasaran sm kelanjutannya, ditunggu ya🙂

  4. D banding joomyoen kyak nya aq lbih kesseell +gerramm am naekhi dehh,,aq hrap saat seona sdar dri koma dia depresi berat amiinnn biar rsa b’salah baekhi b’tambah,,n aq hrap k’bsukan bini nya baelhi cpat t’ungkap amiinm ok see you

  5. Jika di tanya ak ingin bunuh siapa , jujur, aku ingin bunuh BAEKHYUN! .. Dia kan juga bo’ong sama seona , tapi , dia cuma mikirin ke bohongn seona doang , tanpa ingat diri dia yang sebelum nya .. Ckck .. Haaahhhh … Baek ,,, gara2 kamu ,dedek bayi harus jadi korban nya , 😦
    kamu yang TEGA ! Baek ! Tega ! Tega ! .. Hiks
    #benciBaek :v
    ..
    Aku tunggu next chap nya 😀

  6. Huhu ya ampun sedih banget, ngilu hati dibuatnya. Joonmyeon sih udh bukan salah lg tp psycho. Terus baekhyun beneran sumpah jahat banget, dia padahal salah jg bohongin seona tp dia bisa setega itu sama seona. Padahal itu anaknya dia lah ya, kan seona lebih sering berhubungan sm baekhyun dan yg sm junmyeon jg yg kepaksa itu kan. Gila baekhyun tuh harus bgt dpt balesan nya jg. Kalo junmyeon udh ga usah ditanya lg, dia harus disiksa aja di dlm penjara. Duh ya ampun kesel bgt sm baekhyun, ih udh hamil gede gara” dia secara ga langsung semuanya jd sia”. Baekhyun harus tau thor, biar dia makin nyesel. Kalopun nanti seona bangun dr koma, si baekhyun harus di cuekin aja tuh. Dasar, greget bgt sumpah ih. Justru disini emg baekhyun bgt yg salah meskipun yg ngelukain junmyeon. Dah tau junmyeon gila duhh egois bgt baekhyun nya disini sumpaaahhh keseeelll. Authornim jgn lama” pliss update nya yaahh, ni ff tambah keren masuk ke konflik nya

  7. makin greget sama jalan ceritanya ^^ tapi yg bikin penasaran itu anaksiapa yg dikandung seona? keep writing thor^^

  8. Emang bnyak typonya.. tapi ceritanya emang bkin pnasaran.. tambah seru aja.. jadi suka bacanya..
    trs nasib seona gmna??? Kasihan banget deh kehilangan bayinya..
    baekhyun sih bertindak gk pakek mikir dlu..
    kbawa emosi duluan… ya jadinya kayak gini deh..
    emang klw boleh tau sebenernya itu anaknya joon myeon apa baekyuh ya???

    Ttep smangat, pnasaran chapter selanjutnya..
    gmna nasibnya seona, sma baekyun dan si brengsek joon myeon

  9. aku pengen bunuh joonmyeon…. udah buat bayi dalam kandungan seona meninggal…. dan untuk baekhyun aku pengen dia menyesal dan sengsara karena telah membunuh bayi seona….

  10. Ahh resee gara” Baekhyun sii Seona jadi kehilangan bayinyaaa
    Sii Joonmyeon sadis bangtett sii ama Seonannya
    Ditunggu kelanjutannya authornimm
    Fightimgg

  11. junmyeon tega ngebunuh janin seona. kasian sama seona dia tersiksa bgt digituin sama junmyeon. junmyeon bener” kejam dia ngubunuh janin. kmna sih junmyeon kabur? apa oppanya seona tau tentang kejadian ini? aku rasa baekhyun menyesal grgr itu. next yaa

  12. Hai… Akhirnya aq kembali pada FF ini coz sebelumny sibuk bgt.. Aq Ga nyangka ceritanya udah ampe sejauh ini.. Akhirnya hubungan mereka ketahuan jg…!!! Kasian seona yg telah disakiti suami sendiri padahal bayinya tak bersalah yg salah cuma org tusnya…!
    Ehmmm aq jg greget liat beakhyun yg tega melakukan itu kepada seona demi rasa kesalnya kepada seona..!
    Kmna perginya joonmyeog?melarikan diri?
    Kayaknya tinggal keburukan hyera aja yg belum terbongkar..!!
    Ditunggu kelanjutannya!!!

  13. Nggak kebayang ada suami kejamnya kaya joonmyun masa istrinya sendiri yang lagi hamil ditusuk sampek bayinya meninggal kemungkinan itu anaknya joonmyun kan masih ada jadi kenapa juga dia ngebunuh anak itu rasanya aku pengen banget liat joonmyun sengsara ini semua juga gara gara baek kalau dia nggak gegabah nyuruh chen kirim foto itu semua ini juga nggak bakalan terjadi kasian banget aku sama seona pasti sakit banget kehilangan anaknya dengan cara seperti itu terus nanti siapa yang bakalan ngerawat seona kakaknya aja masih di luar negeri kalau baekhyun yang ngerawat bisa diamuk dia sama hyera pokoknya ini keren banget

  14. aaaaaaaaaa greget bangettttt.. tuh kan bener kata gua kalo yg paling menderita disini tuh si seona😦 GILA !!! bener2 ga nyangka dan ga kepikiran joon myeon segila itu.. pas bagian “dan ia menusuknya” sumpah disitu aku bener kaget aku nyampe ky “seriusan ?” bener2 kesetanan tuh orang ,gagal nyalonin yahh kekk.. si baekhyun juga… aduh egois banget sih jelas2 bkn cuma dia yg dibohongin toh dia jg sama2 bohong ke seona jg disini kita bisa lihat yaa kalo hati cewek lebih lembut dan ga tega buktinya seona ga ngelakuin apa2 padahal dia jg sama2 kecewa dan kita jg bisa tahu perjuangan seorang ibu dari kejadian seona huhuuuu bener2 sedih lihat nasibnya seona😦 so gimana nih padahal blom ketahuan tuh anak siapa ya iya sih walaupun pada yakin kalo itu anak baekhyun apalagi baek yg ga karuan gitu setelah bayinya udh ga ada tp gimana baek tahu kalo itu anaknya ??
    pkoknya bakaln tetep nunggu selama apapun itu updatenya dan tetep happy ending yaa buat baek-seona

  15. ya allah bener bener gak nyangka kalo suho bakalan segila itu sampe nusuk perut. hey itu percobaan pembunuhan. suho bener bener psycho!. gua sih yakinnya itu di dalem perut sona anaknya baekhyun. ditunggu kelanjutannya. penasaran sama reaksi sona pas tau bayinya gak selamet hueeee

  16. Joomyeon yampun jahat banget .. Nae pengen bunuh si joomyeon thor! Ini si baek juga napa sih? Nyesel kan akhirnya.. Heung.
    Jadi kasian sama seona:'( semoga seona selamat dan joomyeon ditemukan!
    Ditunggu next chap! 5thing! Author jjang!

  17. Ksian bgt seona pnts dia gak tahan sma suaminy
    Susminy nekat gtu
    Haaaadeeeeh
    Nyeseeel kn tuh si baek
    Udh tau cinta pke bls dndm lgi

  18. yang jelas satu kata waktu baca chapter ini : MARAH
    Iya sih seona pernah melakukan kesalahan. tapi bayinya itu ? TT Kasihan bangeeettt

  19. aku kudet nih ternyata AOTH udah update😄
    gila ini gimana ? siapa yang harus aku benci ?/ *lah* duh dedek bayinya kasian mana udah 7 bulan lagi.
    emeng banyak typo tapi so far ini makin seru parah , jadi pengen nusuk junmyeon juga deh /hahaha/

  20. Ish gila! Junmyeon psycho ya? Gak waras tuh orang -_- untung ada seona masih selamat walaupun bayinya udah gak ada..

  21. OMG!! I’m crying rn T_T why bank so cruel to seona? Didn’t he loves her? Yes she lied over him, but he did the same thing >…>>>……<<<<

  22. Yatuhan, aku bener2 ikut sedih jika mengalami apa yang seona alami. Baekhyun seharusnya mengambil keputusan dipikir2 dulu. Seona pasti sangat terpukul saat tau bayi nya mati, dia ngga akan baik2 saja*tentu saja* dilihat dari cara dia melindungi bayinya dari joonmyeon.
    Jjangg!!

  23. haduh udah ada perasaan ngga enak /? waktu dongwook mau balik ke kanada ninggalin seona sendiri, pasti ada apa-apa, dan jeng jeng jeng bener kan joonmyeon sampe segitu ke seona. dari sifatnya udah ketauan kalo joonmyeon itu emang sukanya main tangan kalo marah. seona juga sabar banget ngadepin cobaan, padahal kan bisa aja dia bales dendam ke baekhyun dengan dia bilang ke hyera kalo baekhyun selingkuh sama kaya baekhyun suruh chen buat kasih foto-fotonya ke joonmyeon. nyesel-nyesel deh tuh baekhyun, siapa tau bayi itu anaknya coba, wah rumittt😀

  24. Tuhkan Seona yang menderita kan! Baekhyun itu gak sadar diri kalo dia juga udah bohongin Seona, dia ngerasa dia paling tersakiti disini padahal dia gak tau apa-apa tentang kondisi Seona yang disiksa terus sana Jon Myeon. Dan sekarang aku benci sama Baekhyun dia egois ngeselin!!

  25. joonmyeon parah banget!!!!!
    aku yg termasuk pengen joonmyeon matii, baekhyun jangan mati, seengganya baekhyun harus tanggung jawab ke seona dan dia harus pergi dari hyera. kesel banget sama baekhyun karna buta sama amarah, eerrgghhh.
    yg aku penasaran bgt itu apa sih alasan hyera segitu pengennya bunuh baekhyun?? pengen nguasain hartanya??
    yah aku rasa yg bisa nyelametin baekhyun ya yifan, kalo yifan bilang yg sbenernya kalo dia ayah bayinya hyera, semua selesai.

  26. Pengen bunuh dua-duanya aja…..
    Tapi Jenmyeon yg harus jadi org pertama dan mati dgn cara yg sama, perut di tusuk-tusuk, dicekik, di tampar, diseret *haha*
    Kalo Baek, dibikin seteress sampe mati aja..
    Sebel aku, mereka bener2 tega sama wanita hamil.

  27. Rasanya greget bnget bnget bnget, pen cekik sujo tapi aku syng dia*apalah
    aku penasaran ama reaksi kakanya seona

  28. gak tau mau komen apa yang penting ini tragis banget kasian ama sona baekhyun ama joonmyeon emang brengsek

  29. Astagaaaaa tega bnr Joonmyun sm istri dan anaknya,,, tp qu ykin itu anaknya Baekhyun…
    Krna foto2 yg dkirimkn oleh Chen mnjdi malapetaka utk Baekhyun n Seona,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s