Dark Light (Chapter 9)

2

Dark light

Author : Savrila hwang

Cast :
– Park Jieun (OC)
– Kai a.k.a Kim Jongin (Exo)
– Byun Baekhyun (Exo)

Other Cast :
– Stevy (OC)
– V a.k.a Kim Taehyung (BTS)

Genre : Romance, school life,dark past,

Rate : Teen

Disclaimer : FF ini adalah FF pertamaku dan murni darihasil ngelamunku(?) Selama beberapa bulan belakanganini, cast FF ini semua punya eommanya masing masing.

Quote : “semua orang memiliki masa lalu,tapi bagaimana jika masa lalu itu berubah menjadi masa kini??.Semua bermula dari masa lalu”

Previously read : intro and talk || Prolog || Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5 || Chapter 6 || Chapter 7 || Chapter 8

.

.

.

“Jika diriku seperti sudah tidak asing bagimu ,lalu Apakah kita pernah bertemu?”

.

.

.

“Hana… dul.. se… “

Byurr…

SeEmber air terkucur di atas kepala Jieun, entah air keruh apa itu jieun sendiri tidak mengerti, namun yang pasti ia telah mendengar tawa dari mulut anak anak itu.

Siapa lagi kalau bukan 3serangakai ,Violine,ahra dan minyeong, entah dari mana mereka muncul yang pasti mereka sudah berada di sekeliling jieun tak lama kemudian 3 buah telur sudah pecah di atas kepalanya melengkapi kesengsaraan Jieun, Tawa merekapun menggelegar di sepanjang lorong kamar mandi yang sudah sepi karna bell pulang telah di bunyikan.

“Rasakan itu wanita penggoda!!” Ucap Violine sambil menatap Jieun rendah.

“Nuguyo??” Jawab jieun santai sabil membetulkan letak rambutnya.

Violine pun mendengus lalu menjawab “kau tak tau siapa aku?? Beritahu dia ahra-ya..”

“Violine adalah siswi paling cantik dan kaya di sekolah ini, dan satu1nya wanita di hati kim kai”jelas ahra.

Jieun balik mendengus “maksudku kau siapanya kai?”.

“Tentu saja calon istri dari kim kai” jawa violine.

“Aaah… kalau begitu perkenalkan, Jieunimnida, Park Jieun aku kekasih dari kim kai “ucap jieun tanpa dosa sambil mengulurkan tangannya ke Violine .


Chapter 9

Plakk

Sebuah tamparan yang lumayan kencang mendarat dipipi mulus jieun, Violine menamparnya dengan sepenuh hati sepertinya hingga pipi putih jieun memerah.

Jieun tentu saja kaget dengan tamparan kencang dari violine, violine sendiri yang menampar muka nya ikut merah termakan emosi.

“Berani beraninya kau berbicara seperti itu di depan muka ku!!!” ucap Violine penuh emosi.

jieun tidak menjawab ia terus memegangi pipinya ,sampai sebuah ide muncul di pikirannya, langsung saja ia merogoh sakunya dan mengambil ponsel miliknya dan menelfon seseorang.

“Kai-ah bisa kau kemari, aku ada di lorong kamar mandi lantai dasar sebelah utara ,palli ” ucap jieun dengan suara beratnya menahan emosi.

Mereka yang melihat kejadian tadi pun mulai gerah dan ingin memberi pelajaran padanya, minyeong dan ahra mulai menyeretnya menuju kamar mandi, serta violine membantu mendorong jieun dari belakang menggunakam kakinya, namun jieun tidak berontak sehingga mempercepat proses penyeretan(?) .

Untuk yang kedua kalinya Jieun dilempar di lantai dingin kamar mandi lantai dasar sebelah utara, namun bedanya kali ini ia tak di temani oleh stevy di sampingnya, sebelum mengunci pintu violine menyampaikan pesan terakhirnya(?) .

“Jangan coba coba menggoda Kai ku, teruslah bermimpi Jieun ” setelah kalimat itu selesai di ucapkan minyeong langsung mengunci pintu kamar mandi itu, dan jieun tetap tidak melawan.

Setelah melakukan hal gila tadi mereka ber3 malah tertawa terbahak-bahak namun kebahagiaan itu tak berlangsung lama karna kai datang dengan tergesa -gesa ,dan berlari menuju mereka. Kaget. itulah yang mereka rasakan saat kai datang menghampiri mereka.

“Violine… apa kau melihat Jieun??” ucap kai langsung saja.

“Ehmm.. Ani… memangnya kenapa kau mencarinya?” jawab violine.

“Tadi ia menelfonku dengan suara yang aneh” perkataan itu pun membuat 3manusia di depan Kai ini tercengang kegugupan mulai menghinggapin mereka.

“Molla mungkin ia-

“Kai-ah apa itu kau?? Kai-ahh!!” teriak jieun dari dalam sana. Sontak kai langsung menuju ke sumber suara dan mulai membuka pintu kamar mandi prempuan itu tanpa ragu,namun karna terkunci Kai langsung mendobrak pintu itu namun tidak kunjung terbuka.

3 penonton itu tak bergerak melihat kejadian tadi, mereka shock dan mungkin sedang memikirkan nasib mereka kedepannya, Violine mulai tak bisa menahan kegugupan nya dan membuang kunci yang ia pegang kelantai asal.

Sebuah ide berilian muncul di otak Ahra yang encer, ia berlari menuju kunci yang Violine buang dengan terburu buru, hal itu tentu saja membuat Violine dan Minyeong heboh di tempat karna perbuatannya, dan selanjutnya dengan muka paniknya ia memberikannya pada Kai, tanpa berfikir panjang Kai membuka pintunya dan berhambur memeluk Jieun.

Di sisi lain Violine dan minyeong sedang ketakutan memikirkan nasib mereka dan sesekali memarahi Ahra karna malah mrmberikan kuncinya pada Kai.”kalian tenang lah… ini akan berjalan lancar” Ucap Ahra percaya diri . Tak lama Kai keluar di susul Jieun di belakanya keluar dari kamar mandi itu.

“Aku tak percaya kalian melakukan ini”
ucap Kai dengan tatapan sadisnya kepada 3 orang didepannya ini.

“Apa yang kau maksud Kai??” tanya Ahra di saat saat seperti ini, Violine hanya bisa diam menyaksikan apa yang akan di perbuat oleh temannya itu.

“Kalian yang mengunci Jieun di dalam kamar mandikan??!!!”tanya kai dengan berteriak dan membuat 3 orang itu langsung tertunduk di buatnya.

“Aanniii… kami tidak melakukannya…” ucap Ahra “Bisa-bisanya kau menuduh kami jelas-jelas kami yang memberimu kunci untuk membuka pintu kamar mandinya ” ucap Ahra lagi.

Kai terdiam sebentar lalu menghadap ke arah jieun seolah bertanya, dan jieun pun membalasnya dengan gelangan kepala. Kai mulai berpikir siapa yang salah dan benar di sini.

“Baiklah jika sekali lagi kalian melakukannya, kalian tak akan selamat ”
tukas Kai masih dengan tatapan tajamnya.Kai pun membawa jieun keluar dari sana meninggalkan 3 orang itu.

Setelah Kai dan Jieun lenyap dari penglihatan 3 orang itu, mereka seperti baru merasakan oksigen setelah beberapa menit tadi mereka merasakan sesak napas, “Daebak!! Go Ahra Jangg!! Kepintaranmu memang tidak perlu di ragukan” ucap Minyeong heboh.
“Gumaweo… Ahra ya..” ucap Violine.

Ahra hanya membalas nya dengan senyum bangga dengan dirinya sendiri, “Mungkin lain kali kita harus berhati-hati ” ucap Ahra.

“Gwanchana??”

“Ne… gwanchana…. aku sudah mengatakannya berulangkali pada mu” ucap jieun pada kai yang sepertinya sangat khawatir.

“Apa aku bisa percaya cerita mereka?”

“Anii… semuanya bohong, jelas-jelas mereka menolak hubungan kita, jadi lah aku seperti ini” ucap jieun sambil menatap dirinya ngeri di kaca mobil kai.

“Kau ingin ganti baju dulu, sebelum jalan-jalan??” Ucap kai yng prihatin dengan ke adaan Jieun yang basah kuyup.

“Jalan-jalan?? ”

“Ya… Kencan pertama kita…. ”

“Rumah ku ada di sebelah kanan san- yaakk Kai-ah kau melewatinya!!” ucap Jieun sambil menunjuk nunjuk rumahnya yang sudah terlewat di belakang mereka.

“Siapa bilang kau akan ganti baju di rumah…”

“Ya ya ya, lalu aku akan ganti di mana? ”

“Di hadapanku” ucap Kai dengan penuh smirk ke yadongannya, yang persekian detik berikutnya di balas tinjuan oleh jieun ,tinjuan itu akhirnya berhenti seiring berhentinya laju mobil Kai.

Mereka berhenti di depan sebuah toko busana yang besar, tidak ,bahkan sangat besar, kai berlari kecil untuk membukakan Jieun pintu .

Entah apa nama ekspresi Jieun sekarang, ia turun dengan perlahan kemudian melongok begitu saja saat melihat butik ini. “Parksan Beautique ” gumam jieun setelah itu ia tekesiap sendiri setelah membacanya, ia kalang kabut sendiri di depan kai.

“Ada apa?? Apa kau lupa bawa uang?”

“Micheoseo… micheoseo… aku benar benar sudah gila”

“Ada apa?? Tenang saja aku membawa uang ”

“Apa tidak ada butik yang lain?” Tanya jieun pada kai.

“Tapi ini yang paling besar dan kualitasnya bagus”

Jieun mulai kehabisan kata kata “Aaahh, pasti disini mahal… ayo kita pergi ketempat yang lebih murah ” ucap jieun kikuk pada akhirnya.

“Heyy biar pun mahal kallau kualitasnya bagus itu sepadan tak ada ruginya.. cha…” sambil berbicara Kai menarik jieun masuk ke dalam butik sambil di iringi tapi tapi dari jieun.

Ketika mereka berdua masuk, penjaga-penjaga butik langsung di buat riuh, yang tadinya mereka santai, langsung berubah menjadi tegang dikarenakan kedatangan mereka, setelah mereka masuk lebih dalam ,penjaga-penjaga itu langsung berbisik-bisik dengan sesama penjaga.

Jieun mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan di butik itu, rasa was was sedang menghinggapi persaan jieun, di tambah ia di tinggal sendiri oleh kai yang sedang mencarikan pakaian untuknya. Saking was wasnya ia sampai tak bisa memilih milih pakaian dan memutuskan kai yang memilihkannya.

“Sajangnim…. “panggil seorang laki-laki di belakang Jieun.
Jieun spontan membalik badan kearah orang yang memanggil, dengan jantung yang hampir copot, namun se lah melihat siapa yang memanggilnya ,Jieun langsung membuang nafas lega.

“Sekertaris Kim… hahh…. kau membuat aku kaget saja… Omo… apa kau datang kesini bersama Eomma??” Ucap jieun mulai was was lagi.

“Ne… sajangnim… saya pergi kesini untuk menemani Eomma memantau butik”

“Ahh Jinja??!! Eottoke?? Eottoke??”
ucap jieun sambil bolak balik di depan sekertrisnya itu ,terlihat tak sopan memang ketika sekertarisnya yang jauh lebih tua darinya berbahasa forma sedang kan jieun malah berbahasa informal ,namun begitulah….

Dan yang di takut kan jieun benar benar terjadi ,ia kalang kabut saat itu juga, ia benar benar ingin bersembunyi namun entah di mana, tak lama terdengar langkah kaki seseorang mendekat, Jieun rasa itu ibunya.

“Sekertaris Kim, apa kau sudah makan si- Jieun??” Ucapan seorang ajhuma dengan perawakan tinggi tertahan ketika melihat Jieun.

Mendengar namanya di panggil jieun langsung mengaktifkan mode runnya. Dan berniat untuk berlari sekuat tenaga namun apa daya tangan tak sampai, ajhuma itu memegang lengan jieun dan membalik tubuh jieun.

“Jieun-aah… ini benar kau “ucap Eommanya dengan senyum yang merekah sambil mengelus rambutnya. Namun perlakuan lembutnya itu malah di tolak mentah mentah oleh jieun, jieun dengan kejam menepis tangan ajhuma itu.

“Ayoo Kita makan siang dulu, sayang…” ucap ajhuma itu lembut ,tanpa memperdulikan perbuatan jieun tadi. Jieun tidak membalas namun ia langsung memanggil Kai dengan keras hingga kai mencul di hadapan nya.

Kai bertanya ada apa namun di hiraukan oleh jieun dan malah mengajaknya pergi dari toko itu, namun ajhuma itu menahan mereka “Jieun-ah ,Eomma merindukan mu” langkah mereka pun berhenti,lalu kai bertanya pada jieun apa itu eomma nya jieun, namun jieun tidak menjawab ia hanya meneteskan air mata, kai ingin menyapa eomma jieun namun jieun sudah menariknya untuk pergi.

Hening itulah yang terjadi di dalam mobil Kai ,Atmosfir canggung menyelimuti Mereka berdua,setelah kejadian di butik tadi Jieun menjadi diam seribu bahasa ,air mata terus mengalir di pipinya dan sesekali mengelapnya,ia menangis dalam diam.Kai ingin sekali memulai percakapan ,namun melihat airmata trus mengalir di pipi Jieun ,Kai lebih memilih diam.

Tak lama mobil Kai berhenti melaju ,dan Kai memarkirkan mobil di suatu basement. sebelum turun Kai memandang Jieun yang sedang tidur lalu tersenyum menyadari betapa polosnya wajah Jieun ketika sedang tidur ,Kai tak sampai hati untuk membangunkannya ,Kaipun memutuskan untuk menggendong Jieun ala bridal ,dan membawanya kedalam gedung apartement itu , begitu masuk Kai dan Jieun langsung menjadi pusat perhatian , namun Kai tidak memperdulikannya.

Dan sampailah mereka di depan sebuah pintu apartement, karna ke2 tangan sedang menggendong JIeun yang tak kunjung bangun itu-_- ,Kai akhirnya memencet bell dengan kakinya asal berkali-kali hingga si pemilik apartement itu membukan pintu. Tak membutuhkan waktu lama sang pemilik itu membukakan pintu,terlihatlah wajah si pemilik-Baekhyun,namun belum sempat Baekhyun membuka mulut untuk bertanya ,Kai sudah melesat kedalam apartement Baekhun.

Kai membawa Jieun ke dalam kamar baekhyun ,yang di atas biliknya tertidur seorang V dengan sangat lelapnya, tanpa ragu Kai menendang V hingga terjatuh dari kasur itu dan membaringkan Jieun dengan perlahan, setelah adegan bridal style selsai Kai langsung merenggangkan pinggangnya yang terasa mau putus dari tempatnya itu,menggendong Jieun dari basement hingga kamar Baekhyun bukanlah jarak yang dekat,dan tentu saja sangat sangat melelahkan.

lalu bagaimana nasib V entahlah ia hanya mengerang dan kembali tidur entah tidur atau langsung pingsan Kai tidak memikirkannya ,merasakan pinggangnya saja Kai sudah ingin mati belum lagi di tambah tangannya yang terasa keram,menambah lengkap penderitaan Kai demi tidak membangunkan Jieun,tanpa ragu kai membaringkan dirinya disamping Jieun ,dan mulai memejamkan matanya ,menurut Kai beristirahat setelah berolahraga juga di perlukan.

BRAKKK!!!!!
“Yakkk kalian pikir kamarku sauna!!!”
teriakan Baekhyun membahana keseluruh penjuru kamar itu ,dan tentu saja membuat semua manusia-kecuali V atau mungkin ia buakan manusia(?)- yang ada di kamar itu terbangun dari alam mimpinya masing masing,termasuk Jieun yang tak tau apa-apa tentang ini.Jieun terbangun dari tidurnya dan langsung terduduk menyadari keadaan di sekelilingnya,tidak ini bukan kamarnya tentu saja ,mana ada yang menyebut tempat seperti ini kamar.

Sprai yang tidak terpasang dengan rapih , hanya ada satu bantal di atas ranjang sedangkan satu bantal lain dan guling semuanya ada dilantai termasuk selimut yang tergulung berantakan juga ada di atas lantai,meja belajar yang tertutup oleh buku yang berserakan ,alat musik dimana-mana seperti beberapa gitar berserakan, sebuah piano dan ada juga sebuah drum di dalam ruangan ini ,satu lagi apa itu nampak seperti notebook dan…. oh tuhan gambar apa itu yang ada di layarnya apakah itu ….. seorang gadis yang errr…. baekhyun dan Kai sama sama melihat arah pandangan Jieun dan mereka langsung melesat kearah sebuah note book itu dan langsung menutup layarnya.

“mm… itu … itu tadi baekhyun … mm-” “enak saja itu…. itu… V iya… V yang…. mm hehe” ucap mereka terbata bata ,dan saling menyalahkan .namun memang benar itu bukan kelakuan mereka berdua. Jieun tak menghiraukan penjelasan mereka yang tidak jelas itu ,dan masih dengan ekspesi bingungnya iya turun dari kasur,namun Jieun seperti menginjak sesuatu yang empuk,setelah ia lihat ternyata itu hanya sebuah gulungan selimut , ia meneruskan acara berdiri namun….. “AAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!”

Teriakan membahana kedua berkumandang dari mulut V yang merasakan perutnya telah terinjak seseorang , si pelaku-Jieun langsung lompat dan menutup telinganya begitu juga dengan Kai dan Baekhyun ,”Yaaaaa!!!! apa kau buta !!! jelas jelas aku sedang…. emm sedang… bagaimana kau bisa ada di sana di atas sana apa kau ..”menyadari itu bukan lah Kai atau pun Baekhyun V memelankan ucapannya. ternyata sebuah gulungan selimut tebal itu bukan benar-benar sebuah gulungn selimut namun gulungan selimut berisi V yang sedang terlelap di dalamnya .

“Ya!! jangan bodoh aku yang menendangmu kebawah …. tenang Jieun kau tidak tidur dengan orang bodoh ini” ucap Kai menjelaskan “jadi kau menendangku ??!! rasakan ini… rasakan”ucap V sambil balas dendam menendang Kai namun Kai hanya dapat beraduh ria dibawah tendanagan V.

“Cukuppp!!”

Teriakan membahan jilid 3 akhirnya terkumandangkan oleh mulut Jieun ,entah apa yang sudah terjadi ,dan dimana ia sekarang ia pun masih tidak tahu namun tak ada satupun manusia yang menjelaskan keadaan ini padanya,”palli!! jelaskan apa yang sebenarnya terjadi…. Palliii”bentak Jieun dan berhasil membuat semua orang di sana diam. “Jadi begini… aku menggendongmu kesini lalu-” “lalu kalian semua tidur di kasurku dan V di lantai kamarku ,Araseo!!” ucapan Kai terpotong oleh penjelasan baekhyun yang terlalu to the point,setelah mendengarkan penjelasan Baekhyun,Kai bergidik ngeri entah apa yang akan Jieun lakukan pada dirinya setelah mengetahi mereka ‘tidur di satu ranjang’ Kai hanya bisa pasrah.

Sedangkan Jieun ,setelah ia mendengar penjelasan Baekhyun Jieun menampilkan ekspresi terkejut yang tambah membuat kai tak memiliki harapan,namun detik berikutnya Jieun telah berjalan mengitari kamar baekhyun sambil memasang senyumnya, dan tak lupa melihat lihat juga ruangan lain ,di luar kamar “Ini apartementmu Baekhyun?!! Waahh Daebak!!” teriak Jieun dari luar . Semua orang terperanagah meliahta ekspresi Jieun yang di luar perkiraan “perempuan macam apa dia ? Ia tidak merasa terganggu samasekali setelah di beritau bahwa dirinya tidur satu ranjang bersama pria” ucap V sambil menggelengkan kepala.

“Wahh ,ku kira semua bagiannya berantakan ,ternyata hanya kamar ” ucap Jieun sambil terkekeh, lagi lagi V mengelengkan kepalanya saat melihat tingkah laku Jieun .

falshback

Baekhyun melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh ,ia menyelip beberapa mobil di depannnya dengan kasar ia membanting Setir ,menuju jalan yang mengarah apartementnya, sesampainya ia di apartementnya ia membanting tas dan alamamaternya kelantai ,lalu duduk dan merenggangkan ikatan dasinya. Tampak jelas amarah sedang berkobar di dalam diri baekhyun mencoba menahannya namun tanpa sebab rasanya ia ingin melempar sesuatu ,perasaan aneh dalam dirinya muncul lagi.

ketika ia mengingat kata-kata Jieun yang ia dengar sepulang sekolah tadi ‘Park Jieun aku kekasih dari kim kai’ kata kata itu terus saja terngiang ngiang di telingan Baekhyun ,dan membuatnya ingin melempar sesuatu, “Aaaaaaaaa!!!!!” Baekhyun mengerang  sekuat tenaga ,namun setiap teringat kata kata itu Baekhyun seperti tak cukup hanya sebatas mengerang ,tangan nya sudah gatal ingin menghancurkan sesuatu, dan sampai lah baekhyun dimana titik emosinya tak bisa ia tahan .

Baekhyun membanting semua yang ada di dalam kamarnya  semua barang yang ada di kamarnya tak terkecuali buku buku dan barang barang elektronik tak luput dari sapuan tangan  Baekhyun,ia memabanting segala yang ada di kamarnya hingga nafasnya terengal dan munculah suatu pikiran di benak Baekhyun “Kenapa aku sangat terluka seperti ini ?? Apakah aku jatuh cinta??”

flashback end

Kelas XI-C yang riuh langsung berubah menjadi sangat sunyi ,Tanpa suara sedikit pun ketika guru Yoon masuk kedalam kelas mereka. “Anyeonghaseo ,hari ini kita ak- ,kenapa ada bangku kosong di sana?Dimana pemiliknya?” ucap guru yoon sambil menunjuk bangku kosong di samping V.

V mengangkat tangan lalu mengatakan sangpemilik bangku adalah Park Jieun, “Apa ada selain Park Jieun yang tidak hadir?”,lalu V kembali mengangkat tangan dan mengatakan Kim Kai juga tidak hadir. Guru yoon pun bertanya pada yang lain apakah Jieun dan Kai meninggalkan kabar atau pun surat namun tak ada satu orang pun yang menjawab.

“Mungkin mereka berkencan”celetuk Violine malas tanpa menatap guru yoon. Seisi kelas menatap Violine kaget termasuk juga Guru Yoon namun guru Yoon tidak menghiraukannya dan hanya bisa menggelengkan kepala.

Disisi lain seorang perempuan tengah bersitegang dengan perempuan lain di ujung telponnya itu.

“Bibi Jommm…. aku hanya tak pulang sehari, aku janji hari senin aku akan pulang tenang lahh… gwenchana..”

“Sudah ya aku tutup…” telepon pun terputus padahal di seberang sana wanita yang lain masih mengoceh panjang lebar mewanti wanti wanita ini.

“Bibimu lagi?” Tanya seorang pria Yang sedang menyetir pada wanita itu.

“Hemhem… ia sangat menyangiku jadi ia terlalu melindungiku…” ucap wanita itu-Jieun.

Laki-laki itu pun tertawa melihat ekspresi cemberut wanitanya itu… laki-laki itu-Kai itu gemas lalu mencubit pipi Jieun. Pagi ini mereka sudah berada di jalan raya atau lebih tepatnya di dalam mobil melesat menuju tempat yang mereka inginkan. Walaupun hari ini bukan hari libur atau lebih tepatnya hari Kamis mereka tetap nekat bepergian lalu membolos sekolah.

Dari sepulang sekolah kemarin Jieun sama sekali belum menginjakan kaki di rumahnya ,dan tentu saja membuat Bibi dan paman Jung sangat khawatir ,semenjak Jieun tinggal bersama mereka ia tak pernah pulang terlambat bahkan bermain dengan teman sekalipun tak pernah, Namun hari ini Jieun kembali tidak pulang bahkan tidak pergi kesekolah, mereka khawatir Jieun akan kembali ke Jieun yang dulu.

Bibi dan Paman Jung tak henti-hentinya bolak balik di depan pintu masuk rumah mereka, entah cara apa lagi yang mereka harus lakukan untuk membuat Jieun pulang kerumah, menelponnya setiap waktu , menakutakutinya, membujuknya, mengomelinya, semua telah di lakukan oleh bibi dan paman Jung,namun semua hal itu tak membuat Jieun pulang kerumah, bahkan ia menjanjikan baru pulang hari senin.

Sekarang sudah pukul 8 pagi namun paman Jung belum juga berangkat ke kantornya karena memikirkan Jieun yang tak kunjung pulang ,belum lagi di tambah tangisan bibi jung yang tak kujung reda sejak jieun menutup telponnya. Saat ini kediaman Jung seperti sudah siap perang.

Stevy Duduk di bangku yang ada di depan kelas XI-C, ia menunggu sosok Jieun yang belum kunjung keluar dari kelas berulang kali Stevy bangun untuk melihat apa Jieun telah keluar atau belum dari kelasnya melihat hasilnya nihil Stevy kembali duduk di bangku itu.

Hingga rombongan terakhir pun keluar,rombongan itu berisi Violine, Minyeong dan V yang sedang bercakap cakap disertai dengan tawa ringan yang keluar dari mulut mereka dan jangan lupakan rangkulan tangan V di pundak minyeong,Pemandangan yang entah apa namanya tersuguh di depan Stevy. Dan tentu saja membuat Stevy ingin muntah, ia pun berjalan kearah mereka bertiga lalu layaknya bola bolling Stevy berjalan cepat di tengah tengah 3 orang itu dan binggo pin pin bolling itu pun berhamburan kelantai .

“Ya!!!” Ucap mereka bertiga kompak, namun tak di hiraukan oleh sang bola bolling-Stevy.

“Sial!! Apa dia gila??!!” Amuk minyeong sambil di bantu berdiri oleh V

“Apa dia meninggalkan otaknya di kelas??!!ahh jinjja!!” Kali ini giliran Violine yang mengutuk Stevy.

Namun hanya V lah yang tidak mengumpat di sana, bahkan V terseyum setelah ia menjadi pin bolling sang bola Stevy ,setelah membantu minyeong berdiri V pun menyuruh Violine dan Minyeong pergi terlebih dahulu . Setelah 2 orang itu lenyap dari pandangannya ,V pun membuka genggaman kertas yang ada di tangannya yang Stevy berikan saat menabraknya tadi.

Flashback

Stevy berkali kali melongokkan kepalanya ke jendela kelas Jieun namun ia tidak sama sekali melihat batang hidung Jieun ,namun ia malah melihat 3 orang manusia(Violine yang duduk di depan V dan Minyeong yang bersender di dada V) sedang bercengkrama dengan asiknya sesekali gelak tawa keluar dari mulut mereka.Melihat semua itu-entah peristiwa yang mana- Stevy mengeraskan rahangnya serta meremas buku hariannya ,lalu ia menuliskan sesuatu di halaman buku hariannya kemudian merobeknya.

V membaca kertas itu dengan senyum simpul yang tak kunjung lepas dari bibirnya, lalu ia memasukan robekan kertas kedalam saku almamaternya.

Sepanduk bertuliskan ‘Selamat datang di Busan’ terpampang lebar di hadapan mobil Kai yang sedang melaju memasuki sebuah Resort di pinggir pantai, kota Busan. Siang ini tepatnya sekitar pukul 1 ,Jieun dan Kai sudah sampai di tempat tujuan mereka yaitu kota Busan. setelah menyelesaikan perjalannan panjang mereka ,Jieun dan Kai pun memesan sebuah kamar untuk mereka.

Mungkin orang orang mengira mengira Kai adalah laki laki byeontae yang minta sekamar dengan wanita, namun pada kenyataannya semua ini adalah ide Jieun, Jieun mengatakan kalau Resort yang mereka tempati ini adalah Resort bintang lima yang menghabiskan jutaan won untuk semalam jadi akan boros jika menyewa 2 kamar ,Kai sangat kaget dengan ide –gila-hemat Jieun tapi bukan kah itu ide bagus(?).

Di kantin Stevy duduk hanya di temani dengan salad ,orange juice dan buku harian pink muda miliknya. Buku itu terlihat sudah kusam bahkan kertasnya mulai menguning namun Stevy masih menulis kejadian-kejadian harianya di buku itu.

Flashback

“Hi… Stevy…. ” ucap seorang anak laki-laki dengan logat koraenya yang sangat kental ,lalu ia duduk di samping seorang anak perempuan yang ia sapa tadi.

“Anyeong… Kim Taehyun… ” ucap stevy kecil dengan suara imutnya namun tak ada aksen korea sama sekali di nada bicaranya .

“Apa yang kau sembunyikan dariku”ucap anak laki-laki yang stevy panggil Kim taehyun itu, sambil celingak celinguk lalu mengambil sebuah buku kecil berwarna pink muda.

“Ya!! Hajima!! Ya!!! Berikan kepadaku!! Kalau tidak aku akan menangis… palli berikan!!” Rengek stevy kecil sambil mencoba merebut buku itu dari gengaman taehyun kecil .

Taehyun kecil itu pun tak kunjung memberikan buku itu, hingga mereka kejar mengejar di tengah lapangan ‘Baeksan Seoul Elementary School’ ,hingga akhirnya Stevy kecil terjongkok di tengah lapangan itu lalu menangis di bawah lekukan tangannya.

Melihat Stevy kecil menangis Taehyun kecil pun langsung memutar arah larinya menuju Stevy kecil yang sedang menangis, taehyun kecil pun berjongkok dan memberikan buku pink muda itu pada Stevy kecil. “Vy-ah.. Uljima…” ucap taehyun kecil membujuk stevy kecil.

Stevy kecil pun mengangkat kepalanya dan mengambil buku itu “Gumaweo” ,taehyun kecil pun tersenyum lalu mengelus rambut Stevy kecil “Iam Sorry, emm.. I am not read your book ” ucap taehyun kecil terbata bata yang membuat stevy kecil terkekeh.

“Your Englis is Excelent!!” Ucap stevy kecil memuji bahasa ingris taehyun kecil. “Bahasa koreamu Jinja jjang!!” Balas taehyun kecil mereka berdua pun terkekeh.

“Kkeundae, aku menuliskan sesuatu di covernya …” lalu Stevy kecil pun melihat buku kecilnya itu di halaman depannya tercoret tanda tangan taehyun kecil dan di bawahnya ada note kecil yang bertuliskan ‘mine’.

“Ya!!! Kim taehyun!! Ini miliku!! Dan kau mengotori covernya!!” teriak Stevy kecil. “Tanda tangan…” stelah mengatakannya taehyun kecil pun langsung melesat melarikan diri dari pukulan stevy kecil yang mungkin saja melayang ke kepalanya .

“Yaa!!jangan lari kau Kim Taehyun!! Kau mengitori buku ku!! lihat saja aku akan mengadukan mu pada Noona mu!!”ucap stevy kecil sambil mengejar taehyun kecil mengitari lapangan sekolah mereka lagi.

“Silahkan saja!! wuueekk!!” Ucap taehyun kecil sambil memeletkan lidahnya ke arah Stevy. “Taeyeon Eonni!!! Taehyun mencoret my diary!! “taehyun kecil tak menghiraukannya dan terus berlari sambil terkekeh.

Flashback End

Stevy pun menutup buku hariannya itu, terlihat di cover buku harianya terdapan coretan yang bisa di bilang tada tangan yang di bawahnya bertuliskan ‘mine’.

Stevy pun memakan saladnya, tak lama baekhyun menghampiri Stevy dan ikut menyicip saladnya dan juga orange juice stevy, untungnya mood stevy sudah membaik jadi ketika melihat perbuatan baekhyun stevy hanya mendelik.

“Vy-ah apa kau tau kemana Jieun pergi,V bilang Jieun dan Kai tidak hadir hari ini.. aku khawatir mereka berdua membolos utuk pergi berkencan…”

“Ya!! Berhenti memanggilku Vy, aku tau kau sudah ahli berbahasa inggris jadi aku tak memberimu keringanan..”

“Ara… araseo… lalu bagaimana dengan laki-laki disana itu,dia payah sekali dalam bahasa inggris, apa kau tidak memberinya keringanan??”ucap baekhyun sambil menunjung ke arah meja yang berisi Violine, V dan Minyeong.

“Yakk!! Kau mau mati??!!! Cakaman.. tadi kau mengatajan khawatir??kenapa kau harus khawatir??”ucap stevy sambil memukul kepala baekhyun dengan sendok salad.

“Yaa!!Rambutku!! … wae??kenapa ya?? Ahh molla…. mungkin aku khawatir karna Jongin itu nappen??mungkin… ”

Stevy langsung tersentak lalu menatap baekhyun intens ketika mendengar jawaban baekhyun yang sok polos itu ,sontak membuat V yang mengintai mereka ikut tersentak.

Tanpa Stevy dan Baekhyun sadari V telah mengintai mereka dari detik pertama baekhyun duduk di samping Stevy, V terus mencuri curi pandang ke arah mereka sejak detik itu.

Stevy belum berhenti menatap baekhyun intens ,malah makin lama stevy makin mendekatkan wajahnya ke wajah baekhyun, baekhyun hanya membalas menatap stevy dengan mulut mengganga dan makin memundurkan posisinya karna stevy trus saja bergerak maju,sampai akhirnya mereka tiba di posisi paling awkward jika di lihat orang lain -termasuk V yang sudah mengeraskan genggaman tangannya – yaitu posisi dimana wajah stevy tepat berada 1cm didepan wajah baekhyun.

Lalu stevy berkata pelan didepan wajah baekhyun “Apa kau mulai menyukai Jieun?” Mendengar ucapan yang nenurut baekhyun konyol itu ,ia pun langsung meneggakan duduk nya dan berbalik mendorong wajah stevy yang masih berda di depan wajahnya ke posisi tegak ,dan memulai kata kata nya “Yaa!!! Neoya micheo??!!”.Di ujung sana V menghela nafas melihat baekhyun berteriak walau pun ia tidak mendengar apa yang baekhyun teriakan dengan jelas.

Stevy menyerengit mendengar teriakan baekhyun yang kata katanya tidak maksud akal”Ya… Baekhyun-ah bukankah aku bertanya ‘apa kau mulai menyukai Jieun?’ kenapa kau malah menjawab dengan pertanyaan ‘neoya micheo?’ yang jawaban nya pasti ‘aniya’ ahh… tidak tidak maksudku kau harusnya menjawab ‘ne’ or ‘ani’ jika kau memang tidak menyukainya kau harusnya mengatakan ‘ani’ dengan tenang ” jelas Stevy panjang lebar.

mendengar penjelasan stevy baekhyun malah tetap mengaga seperti domba yang stres “Ya!.. mworago?? Aku tak mengerti apa yang kau bicarakan .. ”

Stevy pun menjawab dengan tawa meremehkan di awal kalimatnya”Secara tak langsung kau mencoba menutupi fakta lalu mengalihkan arah pembicaraan kita dengan ucapn ucapn mu itu… sebenarnya aku sedang mengetes mu secara tak langsung dan hasil semuanya positive bahwa kau menyukainya hahaha kuyakin jantung mu berdetak lebih cepat sejak aku mengajukan tes atau yang bisa dibilang pertanyaan padamu, geurae?? Aku benarkan??” Jelas stevy lagi dan ia mengakhiri kata katanya dengan senyum kemenangan.

“Ya.. haha ya!!.. sepertinya kau mulai gila, sehingga mengatakan hal yang tidak tidak … he.. jinja “ucap baekhyun dengan tawa anehnya dan di sertai geleng geleng di akhir kalimatnya lalu melanjutkannya dengan meminum orange juice milik stevy entah ekspresi apa yang sedang baekhyun perlihatkan sekarang.

Stevy kembali memasang senyum kemenangannya lalu berkata”Binggo!! kau kembali menutup nutupi fakta dengan mengalihkan pembicaraan dan lagi kau membuat reaksi tubuh yang aneh seakan menutupi ke gugupan yang ada dalam dirimu ,kegugupan karna suatu fakta yang pelaku sembunyikan mulai terungkap…. sudah lah Baekhyun-ahh… kau sudah tertangkap!! apa kau lupa aku memiliki bakat psikologi dari aku duduk di bangku sekolah dasar, aku bahkan bisa mendeskripsikan segala hal dan apa kau lupa aku posisi pertama di sekolah ini?? “Stevy terus memasang senyum kemenangan sampai akhir kalimatnya.

“Ya!!dasar sombong!! Araseo kau sangat pintar … silahkan lah berbangga dengan kepintaran mu… kalau terlalu banyak kau bagi-bagikan saja kepintaranmu….. jjuseo ….”ucap baekhyun dengan ekspresi yang menyebalkan di akhir kalimatnya yang membuat stevy terkekeh, setelah mengatkan hal hal menjengkelkan itu baekhyun pun pergi menuju meja yang V duduki.

“Baekhyun-ah!!! Kau mengulanginya lagi!! Bahkan 2x !!” Teriak Stevy sambil tersenyum lebar ketika baekhyun makin menjauh.

Suara gemericik air shower dari dalam kamar mandi mulai terkalahkan dengan suara deringan ponsel Jieun.”Jieuni… dari tadi ponselmu terus saja berbunyi!” Teriak kai dari ruang tv. “Matikan saja hpnya!” “Ini dari bibimu … lagi” “matikan saja!” Kai pun mengambil ponsel jieun lalu menekan tombol off pada layar ponsel jieun.

Saat keluar dari kamar mandi jieun langsung merebahkan dirinya di satu satunya kasur di ruangan itu. “Ya! Kau mau langsung tidur begitu saja?” Ucap kai yang langsung menghampiri jieun saat melihat jieun menarik selimut siap tidur.

“aku mengantuk… jinja… jika ingin melakukan sesuatu besok pagi saja” ucapan jieun cukup membuat kai melayangkan pikirannya kemana-mana(?). “Baiklah….” kai pun ikut berbaring di samping jieun ,namun beberapa saat kemudian… “ya! Kai sedang apa kau di sana? Pergilah ke sofamu… pali!” Tendangan jieun pun berhasil membuat kai bangkit dari kasur itu. “Bukan kah kita akan tidur bersama?” “Jangan bermimpi!” Detik berikutnya pun bantal sudah melayang di hadapan kai. ‘ternyata ia masih normal’ batin kai.

“Jieunni…. apa ponselmu kemasukan air?” melihat ponsel jieun yang di pisah pisah antara batrai dan ponselnya  “wae? ahh… kita akankan akan menghabiskan liburan dengan tenang,matji?” ucap jieun dengan senyum manisnya yang tak pernah gagal membuat kai terpanah namun seditik kemudia ia menggelengkan kepala lalu turun dari mobil yang mereka tumpangi.

hamparan pantai nan luas terpampang di hadapan mereka begitu mereka turun dari mobil,angin kencang khas pantai berhembus menerpa kulit mereka. jieun langsung berlari kearah bibir pantai begitu turun dari mobil. kai hanya memandangi jieun yang tampak begitu gembira di ujung sana.

“hyung… mianhae…” detik berikutnya pun kai berlari ketempat jieun berada. lalu memeluk jieun erat dari belakang,jieun pun membalikkan badannya tak peduli berapa jarak yang ada ia melemparkan bola yang ia pegang dan meminta kai untuk mengambilkan namun bukannya melakuan apa yang jieun minta kai malah mempererat tangannya di pinggang jieun “ya… kai-yah.. bolanya meng- ump” ucapan jieun terhenti begitu saja ketika bibir kai sudah berada di atas bibirnya, ia sedikit tersentak dan mengedikan matanya bingung namun detik berikutnya jieun sudah bergabung dengan permainan kai.

suara deburan ombak terdengar begitu nyaring di telinga kedua orang yang sedang duduk di pasir pantai itu. cahaya jingga dari matahari yang setengah tenggelam juga memperindah suasana di sekeliling mereka.”joah?” ucap kai pada jieun yang sedang bersandar di pundaknya. “ne.. jeongmal…” “lelah?” ne… jeongmal” raut wajah yang lelah memang tergambar jelas di wajah jieun.

“bagaimana ya keadaan sekolah?” ucap jieun “kau merindukan sekolah? ckck bahkan aku sudah lupa dengan apa yang dinamakan sekolah” “Sepertinya….” “besok apa yang ingin kita lakukan?seperti ini lagi? ” “emm… bagaimana kalau kita pergi rumah hyungku?” “hyungmu?” tanya jieun sambil menegakkan duduknya. “ne.. ia sedang di amerika saat ini jadi rumahnya di kosongkan tapi aku dengar ia sedang liburan dan akan pulang ke korea ,mau ku kenalkan denganya?” “ahh… begitu baiklah.. tak adasalahnya kan berkenalan dengan kakak ipar?”

Malam ini angin berhembus cukup kencang di kota busan, menerbangkan helayan demi helayan rambut 2 insan yang sedang berjalan menyusuri taman hotel yang mereka tinggali.

Mereka berjalan perlahan menikmati angin malam yang segar , sampailah mereka di tempat sepasang ayunan yang tergantung rapih di depan mereka.

Mereka pun nendudukan diri diatas ayunan itu lalu menikmati pemandangan langit tak berbintang yang sebenarnya tertutup oleh awan tebal mengingat musim gugur mulai datang.

“Kau kedinginan? Ingin kembali ke kamar?” Ucap Kai setelah melihat Jieun berulang kali mengeratkan jaketnya Tebalnya.

“ani…. lagi pula aku memakai pakaian yang tebal dan tertutup jadi tak akan terlalu dingin” usai Jieun menjawab keadaan pun menjadi hening.

“Apa kau merasa canggung padaku?” Ucap Jieun memulai percakapan sambil melihat langit yang kelabu -tanpa melihat Kai.

“Sedikit” Kai melanjutkan “Sangat-sangat sedikit, ternyata banyak hal-hal yang aku tidak ketahui tentangmu.”

Jieun sedikit terkekeh tanpa suara lalu berkata “Apa yang membuatmu tertarik pada ku bahkan sejak hari pertamaku di sekolah?” Dengan senyumnya yang tak kunjung pudar dari bibir kecil Jieun.

“Awalnya aku hanya penasaran karna aku merasa tak asing dengan mu namun aku seperti terhipnotis dengan wajah cantikmu sehingga rasa penasaran berubah menjadi rasa tertarik padamu” Jawab Kai yang membuat Jieun terkekeh.

Kali ini Jieun terkekeh lebih besar hingga suara terdengar oleh Kai lalu Jieun berkata “Apakah ini sudah masuk sesi menggombal?” Lalu Jieun kembali terkekeh lalu di ikuti dengan Kai kemudian.

Namun arah pandangan Jieun berganti arah dari langit kelabu baralih menatap Kai ,lalu matanya tiba-tiba membulat seakan ia telah mengingat sesuatu saat itu juga jantungnya langsung berdebar kencang.

“Jika diriku seperti sudah tidak asing bagimu ,lalu Apakah kita pernah bertemu?”

-TBC-

AYEONG!!!!…
long time no see!!
sebelumnya aku minta maaf banget karna hiatus sekian lamanya tanpa ada pemberitahuan sebelunya .. mianhae
tapi adakah yang menunggu ff ku yang absrud ini? kayaknya ga ada deh hehe cedih:”
tapi sebagai gantinya aku bikin chapter ini sepanjang panjangnya hehe
semoga chapter yang super ngared ini bisa memuaskan ehehe j

oke sekian untuk chapter ini…
jangan lupa ya komennya di tunggu^^

.

.

.

©SavrilaHwang

14 responses to “Dark Light (Chapter 9)

  1. Halo sav gimaa kabarnya setelah hiatus lama? Kekekekk kangen juga aku sama ff kamu yang ini sampai sampai aku lupa sama jalan ceritanya ini :$ huuh lanjutannya aku tunggu ne 🙂

  2. wahhhh…smkin seru misteriny….
    jieun trnyta tk splos tu hehe….smkin pnsaran ma kai jieun….dtggu lnjuttnya author….faighting!!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s