Hold On (Chapter 1)

hold on

Author : hasna (@hasnanur_)ft. savrilahwang

Cast :
– Kim soo nee (OC)
-Byun Baekhyun (EXO)
-Kang Jira (OC)
-Lee Jongsuk
and many more!

Genre : Romance, drama, school life.

rate : Teen

Disclaimer : ff ini adalah ff buatan temenku yang sedikit di edit oleh diriku hehe j. ff ini terispirasi dari drama dream high jadi tema yang diangkat juga tentang anak sekolah yang ingin meraih mimpinya. no plagiarism!! jika ada kesamaan adegan di ff ini berarti kita sehati ohoho.

.

.

.

hy hy ketemu lagi…
kali ini aku balik bareng ff buatan temenku lho…
karena ini ff pertama kita … komen juseo…
HAPPY READING!!

.

.

.
Soo nee Mengangkat kepalanya yang ia tenggelamkan dalam lipatan kedua tangannya di Meja, Soo nee terbangun mendengarnya suara bell Tanda masuk yang berbunyi.
“Sudah berapa lama kau disana?” Tanya Baek Hyun yang baru datang bersama Tas Ransel berwarna Hijau yang mereka beli bersama sewaktu berjalan-jalan mengunjungi sebuah Mall.
“Aku bangun lebih awal tadi pagi..” Jawab Soo nee mengebangkan seutas
senyum di wajahnya.
“Ya! Kim Soo Nee!” Teriak Seorang Gadis 18 tahun yang terlihat sangat Muda, dengan tinggi 168cm, sepatu Pantopel merah terang, kaos kaki berbentuk hati dengan warna serupa dan Tas Ransel Pink yang memiliki Model seperti punya Baek hyun dan Soo nee yang berwarna Pastel. Eun rae terlihat seperti anak kecil dengan dandanannya juga tampangnya yang mendukung. “Mengapa tak membangunkanku!, aku hampir saja telat!” Lanjutnya mendatangi meja Soo nee dengan tatapan kemarahannya yang malahan terlihat seperti anak tk sedang mengejek teman yang memiliki barang yang lebih bagus dari miliknya.
Baek hyun yang berada di samping Eun rae terkekeh, Soo nee mencoba menahan tawanya. “Maaf, tadi aku bangun lebih awal dan lupa membangunkanmu..” Kata Soo nee menatap Eun rae tulus.
“Ku maafkan.” Ujarnya singkat lalu menuju meja mereka masing-masing.

Ji ra memasang sepatu kets berwarna Merah muda miliknya, setelah itu Ia berdiri dan menatap dirinya yang berada di cermin ruang latihan. Tubuhnya terlihat kurus, Matanya terlihat sangat lelah. Rambutnya yang diurai membuat Ji ra terlihat berantakan.
Ji ra memutar musiknya, Ia berlatih menari di jam dimana ia harusnya beristirahat dari pelajaran-pelajaran yang Ia terima hari ini. Namun sekarang ia malah menggerakan badannya sesuai alunan musik yang terdengar indah di telingannya.

“Kang Ji ra!” Teriak seseorang yang suaranya sangat dikenali oleh Ji ra.
“Jong suk!” Jawab Ji ra menghentikan tariannya dan berhambur memeluk Jong suk di pintu ruangan.
Jong suk tertawa, melepaskan pelukan Ji ra perlahan. “Kau baik-baik saja?” Tanya Jong suk menatap mata Ji ra.
Ji ra Termenung melihat tatapan mata dari Jong suk yang seolah bertanya dengan serius.
Ji ra menarik Nafas perlahan, “Iya, aku baik-baik saja. Sangat baik!” Jawabnya dengan penuh semangat.
“Syukurlah, tapi mengapa kau berlatih sangat keras? Ini kan jam istirahat. Ayo temani aku makan!” Ajak jong suk menarik tangan Ji ra.
Ji ra tersenyum lebar lalu mengangguk, keduanya bergandengan tangan menuju Kantin.

“Ya! Baek Hyun!” Teriak Eun rae dengan suara cemperengnya.
Baek hyun berhenti menatap laptop yang ada di hadapannya, begitu pula Soo nee yang berhenti mengunyah roti makan siangnya.
“Ya! Seo Eun Rae, bisakah kau tenang? Semua orang memperhatikanmu karena kau berteriak.” Ujar Soo nee menarik tangan Eun rae.
“Benar, kau membuat keributan dan makan siang mereka jadi terganggu karena suaramu..” Kata Baek Hyun.
“YA!” Teriak Eun rae lagi. “Aku berteriak karena kau yang terus memutar video SNSD di Laptopku!” Lanjut Eun rae.
Semua murid yang sedang makan menatap mereka bertiga, dan berbisik tentang mereka bertiga.
“Ya, apa itu? Leader Baek hyun menyukai snsd? Ku kira dia sangat terlihat seperti Pria yang menyukai seni Jaman dulu seperti the beatles, westlife atau hal lainnya yang ia bicarakan di sns.” Bisik salah satu Murid yang duduk disebelah meja mereka bertiga kepada temannya.
“YA! Seo Eun Rae!, Aku hanya melihatnya dan Apa tidak boleh laki-laki menyukai perempuan? Hah?” Bentak Baek Hyun yang ikut berdiri berhadapan dengan Eun rae.
“Baek Hyun citramu sebagai leader akan menjadi hancur jika kau terus melayani Eun rae.” Kata Soo nee pelan sambil masih terus mengunyah rotinya.
“Kim Soo nee! Mengapa kau- mppfft”
Eun rae tak meneruskan kata-katanya, karena seseorang membekapnya dari belakang.
“Kau tahu aturan kan? Tentang membuat keributan di tempat umum?” Tanya Seorang Pria dengan Tinggi sekitar 175cm, rambut coklat pirang dan hidung yang mungil.
“Maafkan temanku, kalian bisa kembali. Maaf menganggu..” Kata Soo nee meminta maaf pada murid yang berada pada ruangan tersebut lalu menarik Eun rae turun yang kemudian di susul oleh Baek hyun.

“Dia terlihat baik-baik saja.” Ujar Jong suk yang menaruh sebuah roti ke hadapan Ji ra.
Ji ra tersenyum tipis, “Dia pasti baik-baik saja, memang sejak awal dia tidak menginginkannya.” Kata Ji ra.
Jong suk mengerutkan dahinya, “Maksudmu dia hanya main-main?” Tanya Jong suk.
Ji ra mengangguk, “Soo nee berada dalam keluarga baik-baik, Ayahnya seorang Pilot dan ibunya seorang guru TK. Dulu kakeknya adalah seorang Tentara angkatan Udara, jadi ia pasti berkecukupan. Yang kutahu ayahnya menginginkan Soo nee menjadi seorang Guru, tapi entah mengapa soo nee malah menjadi murid sekolah ini.” Jawab Ji ra.
Jong suk mengangguk paham, walau sebenarnya masih ada banyak hal yang membuatnya sangat tertarik pada Soo nee, namun Jong suk takut menyakiti hati Ji ra saat ini yang sedang memiliki masalah dengan Soo nee.

Soo nee menatap lampu sorot yang sedang di pasang oleh beberapa pekerja di Aula ruangan pertama sekolahnya, Soo nee duduk di atas panggung sambil melihat beberapa pekerja itu memasang Lampu yang akan menyinari kemampuan seseorang, menbereskan kursi yang akan menjadi penduduk penonton yang melihat bakat seseorang juga sound sistem yang mengiringi suara berbakat seseorang.
Soo nee mengingat kembali, betapa keras usahanya untuk masuk ke sekolah ini. Soo nee hanya berbekal mimpi besarnya untuk menjadi seorang penyanyi dan Bakat yang belum terasah. Namun sudah dua tahun soo nee sekolah dan tinggal di Asrama, ia belum juga beruntung bisa berdiri di panggung yang selalu di adakan setiap setahun sekali.
Soo nee berada di kelas Tengah, kelas yang berada dalam pengawasan betingkat B, Pengajaran tingkat B, pelatihan tingkat B dan lain-lainya selalu dalam tingkat dua.
Soo nee berpeluang luas tahun ini untuk diutamakan menjadi murid kelas atas, namun soo nee belum seratus persen beruntung, sesuatu terjadi kepada seseorang yang begitu ia sayangi, orang yang Soo nee sayangi itu yang membuat peluang luas itu menjadi harapan kosong untuknya. Namun Soo nee tak menyerah sampai disini, ia yakin berkorban adalah sebuah jalan yang lebih panjang untuk menuju Impiannya.
“Soo nee, Kim soo nee!” Teriak Eun rae memanggilnya dari Jauh.
Soo Nee yang sedang melamun menjadi kembali tersadar, Eun rae datang menghampirinya sambil merangkul hangat Soo nee.
“Apa yang terjadi, mengapa kau menangis? Apa kau sakit?” Tanya Eun rae.
Soo nee mengerutkan dahinya, ia menyentuh pipinya yang berlinang air mata lalu menghapusnya perlahan. “Aku baik-baik saja..” Jawab Soo nee.
Eun rae melepas rangkulannya, “Kalau begitu ayo turun, kau sudah disini terlalu lama.” Ajak Eun rae menarik tangan Soo nee.
Soo nee mengangguk dan mencoba bangun dari duduknya.
“Kim soo nee dan Seo Eun rae..” Ujar Gabriel, Guru kelas atas sekolah ini. “Tolong kalian turun karena Murid saya akan berlatih.” Perintahnya sambil melipat kedua tangannya di dada.
“Baik.” Jawab Eun rae sambil menarik tangan Soo nee untuk turun.
Soo nee mengangkat wajahnya, melihat Ji ra ada di belakang Guru Gabriel dan beberapa orang lainnya. “Jadi benar, Ji ra menerima keputusan itu?” Tanya Soo nee dalam Hati sambil melangkah menuruni Panggung.

Gabriel, Guru Menari Forhighton art school yang sudah mengajar selama 4 tahun untuk kelas atas. Guru berkebangsaan Inggris ini sudah Tinggal di Korea sejak ia berusia 15 tahun, Gabriel pindah karena orang tuanya yang bekerja disini. Dan karena kedua orang tuanya sudah meninggal jadi tidak ada alasan untuk Gabriel yang anak sematawayang untuk kembali ke Inggris, toh keluarga yang lain pasti sudah tak mengenalnya setelah 15 tahun putus hubungan.

“Ini, minum dulu..” Kata Eun rae menyerahkan Mug bergambarkan Soo ne bersama Ji ra yang sedang berpelukan, di Mug tersebut berisikan segelas Air hangat.

Soo ne hanya menatap Gambar di Mug tersebut, Tatapannya Kosong, Dadanya seperti di Hantam oleh Palu dengan sangat kencang, “Shireo.” Ujar Soo nee singkat lalu beranjak dari meja belajarnya di Asrama dan Melangkah keluar kamar.

Soo nee melangkahkan kakinya sampai ke depan Balkon lantai dua Asramanya, Bintang bertaburan ditambah Bulan yang sinarnya menyinari Malam ini dengan terangnya, tiba-tiba saja soo nee merintihkan air Matanya sambil menatap ribuan bintang dan satu bulan yang ada di langit itu.

“Seperti ini kah rasanya Merelakan?” Ujar Soo nee di sela-sela tangisannya. “Apa yang akan terjadi denganku? Nasibku?” Tanya Soo nee sekali lagi.

Rintikan air mata mengalir di pipinya yang merah seperti menggunakan Blush-on, padahal tidak. Matanya membulat, beberapa kali mencoba tenang dengan menghela Nafas tidaklah berhasil. Alhasil soo nee kehilangan kekuatan karena kakinya yang terasa sangat lemas,sampai ia terduduk di lantai dan menangis lebih keras.

Seseorang menyipitkan matanya melihat Soo nee dari Bawah Taman yang menghadap dengan koridor tersebut, orang itu menaruh Gitarnya di samping juga Melipat Kedua tangannya di depan dadanya dan Menatap Soo nee sambil menghela nafas sesekali. Sedangkan seseorang lainnya, menatap Punggung Soo nee dari jarak 3 meter yang terhalang oleh pintu Kaca transparan.

Soo nee duduk di kursi yang sudah Tertera Namanya di tengah-tengah Eun rae dan Baek hyun, Soo nee Menatap Megahnya Debut tahun ini. Lebih menonjolkan Tema yang Elegan, juga produser musik, sutradara film, Agensi Media dll banyak hadir tahun ini.

Semua peserta Debut naik ke atas Panggung, tahun ini ada tujuh orang yang bersiap menjadi seorang Bintang ternama Negara atau bahkan Dunia, hari dimana mereka dilahirkan kembali dengan kehidupan 360 derajat berbeda dari sebelumnya telah tiba.

“Selamat Siang semuanya, terimakasih Untuk datang menyaksikan calon bintang-bintang dari Forhighton art school tahun ini. Tahun ini kami memilih delapan orang, 2 dari kategori Multitalent, 2 Kategori Penyanyi solo, 1 dari kategori Akting dan 3 dari kategori Penyanyi Rapper. Sebelum kami menampilkan calon-calon Bintang kami, sebelumnya kita akan Mendengarkan pengumuman Tahunan yang di sampaikan oleh Ibu Gabriel. Silahkan..” Kepala sekolah Ahn Menundukan kepala dan bergantian Microfone oleh Guru Gabriel.

Guru Gabriel tersenyum Cerah Menawan, Wajah Internasional dengan Aksen Koreanya yang sangat kental terlihat sangat Menawan juga dengan Atasan Blazer Putih dan Rok Gold yang membuatnya sangat Elegan.

“Selamat siang semuanya, saya disini seperti biasa akan mengumumkan tentang Masuknya murid baru dari kelas bawah ke tengah , tengah ke atas dan kategori apa saja yang akan kalian bidangi..”

Mata Soo nee melebar, Begitu juga dengan Eun rae dan Baek hyun.

“Soo nee, kau ikut audisi Naik Kelas atas tahun ini kan?” Tanya Baek hyun.

Soo nee mengangguk cepat sedangkan Matanya masih menatap Guru Gabriel yang ada di atas panggung, “Aku masuk dengan Audisi Menyanyi,” Jawab Soo nee cepat.

“Baiklah, pertama kita ucapkan selamat untuk Jung Joong Hwa dari kelas Bawah yang Naik ke kelas Atas!” Seru Guru Gabriel di sambung dengan Tepuk tangan seisi ruangan.

Mata Soo nee membulat cepat, “Anak Kelas bawah yang langsung Naik ke Atas?!!” Ulang Soo nee yang sedikit terkejut.

“Kedua, Beri selamat Untuk Byun Baek Hyun dari kelas tengah yang Naik Ke kelas Atas!” Seru Guru Gabriel, Lagi.

Soo nee yang saling mengengam tangan dengan Baek hyun dan Eun rae, tiba-tiba saja Gemetar dan Memandang wajah Baek Hyun yang pucat. Baek hyun menatap kedua sahabatnya dengan mata yang berbinar-binar. “Benarkah?” Tanya Baek hyun.

Soo nee mengangguk cepat, Eun rae mengacungkan kedua jempol ke arah Baek Hyun.

“Ketiga dan seterusnya, Ucapkan selamat kembali kepada Kim Soo nee, Seo Eun Rae, dan Lee yoo Jin!, Selanjutnya kalian bisa lihat di Mading besok Pagi, Nama yang saya sebutkan adalah siswa terbaik yang masuk ke dalam Kelas Atas Tahun Ini, beri Tepuk tangan sekalian!” Seru Guru Gabriel.

Soo nee membulatkan Matanya, Mulutnya terbuka sedikit, Tangannya Gemetas dan sangat Berkeringat, hal serupa juga di rasakan Oleh Eun Rae, Mereka saling menoleh dan bertatap. “Kita Masuk Kelas Atas?!!” Tanya Mereka bersamaan. Baek Hyun dengan cepat memeluk kedua sahabatnya yang sudah sedikit membuat Keributan. “Kita berhasil, jadi diamlah beberapa saat, kita rayakan ini di Asrama.” Kata Baek hyun pelan. Soo nee dan Eun rae mengangguk setuju.

“Tapi, siapa itu Lee yoo jin?” Tanya Eun rae mengerutkan Keningnya.

Soo nee menyipitkan matanya sedangkan Baek hyun menggangkat bahunya.

“Ah, sudahlah. Yang penting kita naik kelas! Yeayy!!!” Seru Eun rae lagi dengan aksen kekanak-kanakannya membuat Soo nee dan Baek hyun tertawa.

Ji ra tampil memukau Siang ini, Ia menghela Nafasnya setelah berada di depan Kamar Asramanya.

Ji ra mengenggam Pegangan Pintu kamarnya, Namun sebelum menggerakannya ke arah bawah, Soo nee terlebih dulu datang menghentikan tindakan itu.

“Selamat atas debutmu, kurasa sehabis ini tawaran pekerjaan akan banyak mendatangimu. Ini…, berjuanglah.” Ujar Soo nee memberikan Ji ra sebuah Dream catcher berwarna Gold-hitam-putih yang Berkilau dan sangat cantik.

“Untuk apa ini?” Tanya Ji ra, bingung.

Soo nee tersenyum, “Lanjutkan mimpimu, jaga mimpi itu. Bisa saja sebentar lagi aku akan menggeser posisimu.” Kata Soo nee.

Ji ra mengehela Nafas, mengambil Dream catcher itu dari tangan Soo nee dan Masuk ke dalam Kamarnya. Soo nee membalikan badannya menuju kamar asramanya yang jaraknya hanya empat pintu dari kamar Ji ra, tapi langkah kaki Soo nee berhenti Melihat seorang Pria dengan Jas Biru tua dan kemeja Hitam di balik Jas tersebut.

Pria itu menatap Soo nee dalam-dalam, soo nee menarik Nafas perlahan dan membuka Mulutnya. “Selamat atas debutmu, dan Juga Terimakasih atas rekomendasiku untuk naik ke kelas Atas, terima kasih banyak.” Ujar Soo nee.

Pria itu mengerutkan dahinya, “Mwo?” Tanyanya.

Soo Nee tak menjawab, Ia hanya Tersenyum lebar dan Membungkukan badanya lalu berlalu dari pria itu.

Pria itu tersenyum, melihat punggung Soo nee yang menghilang perlahan di balik Pintu Asrama ke 18 Miliknya.

.

.

.

-TBC-

6 responses to “Hold On (Chapter 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s