BORNSTRAY UNIVERSITY -17- (Tartarus)

poster_from_postermywall

Cast :

  • Nam Taehyun (WINNER)
  • Oh Sehun (EXO)
  • Im Ja Sil / Stellar (OC)
  • Song Mino (WINNER)
  • Lilian Kim (OC)
  • Kang Seulgi (RED VELVET)

Author : Desyarami

Genre : Fantasy , Supranatural , Brothership , Little bit Romance

Cast Introduce // 1 // 2 // 3  // 4 // 5 // 6 // 7 // 8 // 9 // 10 // 11 // 12 // 13 // 14 // 15 // 16

Dalam keadaan setengah gelap, Taehyun tidak bisa melihat apa yang prof Ussanne gunakan untuk menggambar di kulit mereka, sesuatu yang tipis dan berkilau. Desainnya rumit, Taehyun kesulitan menebak apa yang sedang digambar oleh profnya itu. Jangan lupakan rasa sakitnya yang luar biasa, seolah olah prof Ussanne menguliti punggungnya dan menaburkan garam diatasnya. Tapi rasa sakitnya tertutupi oleh rasa kecewa yang saat ini dirasakannya, sakit seperti ini bukan apa apa dibandingkan sakit yang lebih mendalam di hatinya. Ketika rasa sakit semakin menjalar, Taehyun tak kuasa dan mulai berteriak frustasi.
“Aaaarrrrgggghhhhttt”

“Minum wine mu lebih banyak Taehyun, itu akan meredakan sakitnya”
Jelas prof Ussanne.

Aroma darah, asap dan keringat mulai memenuhi ruangan, rasa takut yang mencekam membuat bulu kuduk semua orang meregang dan membuat panik. Dengan diikuti mantra yang nyaris tak terdengar, prof Ussanne mencelupkan tangannya ke dalam lantai ruang bawah tanah dan menggenggam sesuatu.

Kilauan cahaya merah menerangi wajah prof Ussanne dari bawah, semua orang terpana melihat sesuatu yang belum pernah dilihatnya sejak hari pertama di Bornstray. Ketika prof Ussanne telah menggenggam apa yang dia cari , dia menghela nafas dan dari cahaya tadi, makhluk itu keluar. Iblis, dengan percikan cahaya merah yang mengikutinya, berat, tingginya sebesar anjing dan terlihat kesal. Dengan gerakan yang cepat, prof Ussanne mengemas makhluk itu dalam keadaan menggeliat dan memasukannya ke dalam punggung Taehyun yang mulus, dia juga harus memasukkan satu otot yang keluar dan terkapai kapai agar kembali masuk. Taehyun terkejut, seluruh tubuhnya menegang. Seolah olah ada air dingin yang disiramkan padanya. Semua terasa mimpi, walaupun saja ketika proses itu selesai, hal pertama yang dilakukan Taehyun adalah melihat punggungnya di cermin ilusi.

Kembali seperti semula, seolah punggung putih itu tak pernah terbelah sebelumnya. Taehyun telah menyelesaikannya, sekarang giliran Sehun. Ia menjerit lebih keras dari Taehyun, peluh menetes dengan rajin di sekujur tubuhnya. Ketika selesai ia juga melihat punggungnya di cermin sama seperti Taehyun, dalam samar samar ia melihat tato yang tak begitu jelas tercetak disana. Walau letih, sakit, dan masih pusing seperti habis mabuk, tapi Sehun puas karena tato itu membuatnya semakin terlihat jantan.

Setelah semuanya telah selesai dengan giliran masing masing, prof Ussane kemudian menuntun mereka kembali ke aula utama Bornstray. Namun ruangan kosong itu sekarang sudah dipenuhi oleh berbagai peralatan perang. Busur panah, pedang, tongkat sihir level tertinggi, dan ramuan ramuan beracun yang telah diracik oleh asrama Healia. Prof Henry membagikan semacam baju zirah kepada setiap mahasiswa, Stellar terlihat cantik memakai baju itu. Sehun tak bisa melepaskan pandangannya dari gadis yang disukainya tersebut.

“Kau bahkan lebih cantik dari Xena maupun Katniss Everdeen, Moon”
Kata kata rayu Sehun mendapat balasan berupa cubitan dari Stellar yang berada di sebelahnya, Taehyun hanya tersenyum melihatnya.

“Aku akan membagi kalian menjadi berbagai kelompok, itu akan memudahkan penyerangan dalam berbagai titik. Prof Henry dan Prof nina akan mengatur pembagian kelompok kalian”
Ujar prof Ussanne. Lalu dimulai lah pembagian kelompok tersebut. Seperti yang sudah sudah, Taehyun kembali berkelompok dengan Sehun, Stellar, Lil, Mino dan juga Gloria dari asrama Healia. Perkelompok harus ada 1 anak asrama Healia, agar mempermudah proses penyembuhan jika salah satu dari mereka ada yang terluka.

Prof Henry membagi titik titik penyerangan dan dimana mereka harus ditempatkan kepada masing masing kelompok. Ketika semua persiapan telah selesai, terdengar suara lantang prof Ussanne bergema.
“Siapkan diri kalian, kita akan pergi menjemput dekan Fang dan prof Wendy”.

Ia menjentikkan jari jarinya yang lentik, kemudian mereka semua lenyap.

Taehyun mengapung. Atau bisa saja dia berenang, tapi kenyataannya dia hanya mengapung. Semuanya gelap, dan tubuhnya sangat ringan, menggantung gantung di air dingin. Tubuhnya mengerut kedinginan. Seberkas sinar matahari yang kerlap kerlip, tapi tidak panas menembus kegelapan. Dia membuka matanya, dan air yang dingin menyejukkan membasahi matanya. Dia menutup matanya lagi, tidak terlihat apa apa. Tak dapat disangkal, dia akan membutuhkan udara. Tapi di dalam serpihan otak yang lain, ia rasa tenggelam bukanlah hal yang buruk. Sementara ini, dia ingin tetap berada disini selamanya, mengapung apung dalan kehampaan. Bukan di dunia maupun di luar dunia, mati bukan hidup juga bukan.

Tapi sesuatu yang kuat tertempel di pergelangan tangannya. Itu tangan Stellar, dan tangan itu menariknya ke atas dengan kasar. Walaupun Taehyun pernah membuatnya terluka, tapi Stellar tak akan membiarkan Taehyun mati konyol seperti ini. Dengan lemas, Taehyun mengikuti Stellar, menendang nendang naik ke permukaan. Kepala mereka membuyarkan air pada saat yang sama.

Ketika tiba di permukaan, mereka sadar bahwa mereka telah tenggelam di sebuah danau di tengah hutan yang gelap. Benar benar sunyi, tidak ada angin, tidak ada burung, tidak ada serangga. Jauh dari pandangannya terlihat berbagai bangunan tua dari zaman yang Taehyun tak bisa menebak kapan, tua dan tak berpenghuni. Langit rendah dan mendung, gerimis turun dan nyaris berkabut. Taehyun menapaki air selama satu menit, melakukan gaya katak yang panjang menuju bibir danau. Dengan berpengangan pada kedua tangannya, dia mengangkat tubuhnya dan keluar dari air ke tanah kering.

“Oh Tuhan, ini nyata”
Ucap Stellar terkagum kagum. Udara yang mencekam, hawa membunuh yang kuat, rasanya di balik rerumputan itu ada sebuah hewan buas yang siap menerkam habis mereka. Berbeda dengan Stellar, Taehyun sudah tak seheran gadis itu. Ia sudah pernah berkunjung kesini lewat cermin di atas menara, bahkan ia melihat apa yang seharusnya tak ia lihat.

“Mana yang lain?” Tanyanya pada Stellar. Mereka kembali menatap kolam tempat mereka muncul , tapi tak ada tanda tanda seseorang akan keluar dari sana.

“Hey kawan, sebelah sini”
Teriakan mino yang sedang begelantungan di sebuah dahan pohon bersama Gloria.
“Sehun dan Lil sepertinya terjebak di dahan yang lain”

Terdengar suara berisik dari semak semak. Taehyun fikir dia telah mengusik sesuatu, atau mungkin karnivora yang siap memakannya hidup hidup, tapi ..
“Sial !! Siapa yang meletakkan kotoran kuda tepat dihadapanku !!”
Lil perlahan lahan keluar dari lumpur hidup, ketika Sehun dengan susah payah berusaha menariknya.

“Kau harus menurunkan berat badanmu jika ingin lebih mudah keluar , Lilian Kim”
Ujar Sehun, mengundang tawa dari semua orang.

Mereka berjalan perlahan, entah arah mana yang mereka tuju, tapi sepertinya berdiam di satu tempat bukanlah ide yang bagus. Disini susah untuk melihat, mataharinya tersembunyi, itupun kalau memang ada. Mereka sama sekali tak tau harus kemana ataupun jalan mana yang harus mereka ambil jika ingin menyerah. Peta, ataupun sihir navigasi yang biasa mereka pakai tidak berfungsi sama sekali disini. Hanya sihir cahaya dari bokong kunang kunang ilusi yang mereka buat, yang bisa membantu untuk menerangi sedikit jalan mereka.
“Jangan terlalu cemas , aku sudah menandainya dengan cat jingga yang hanya bisa kulihat dengan mataku. Kita tidak akan tersesat”
Ucap Sehun meyakinkan kelompoknya, ada sedikit ketenangan. Setidaknya mereka bisa kembali jika keadaan benar benar diluar kendali.

“Seingatku, prof Nina menugaskan kita untuk menemukan sebuah pondok. Sebuah pondok tua ditengah hutan”
Sejurus dengan ucapan Gloria, Taehyun melihat pondok yang tak jauh dari tempatnya sekarang.

“Itu pondoknya!”
Semua menoleh kearah telunjuk Taehyun terarah. Mino dan Lil bahkan tak sabar merebahkan punggungnya untuk beristirahat sejenak, ternyata begitu lelah berjalan lumayan lama tanpa sihir. Tapi semua keinginan untuk langsung istirahat harus terkendala oleh pintu yang tak mau terbuka.

“Serahkan ini padaku”
Ucap Sehun, ia melafalkan mantra dan keluarlah kapak ilusi di atas tangannya. Ia bersiap mengayun untuk menghantam pintu itu, tapi Taehyun bergegas mencegahnya.

“Tunggu Sehun, jangan menggunakan mantra mantra yang bisa mengeluarkan suara yang berlebihan. Mereka bisa menggila. Satu suara keras, dan kita tak tau apa yang akan segera menyerang kita”
Taehyun mengambil alih, ia kemudian merapalkan mantra yang terlintas begitu saja di kepalanya. Mantra yang sangat familiar dan menakjubkan.
Ia menyentuh pintu itu, berharap pintu akan segera terbuka. Tapi yang terjadi, pintu itu lenyap menjadi abu, sedetik setelah Taehyun menyentuhkan ujung jarinya disana.
“A.. Apa ini ??!”

Semua terkejut. Mantra apa yang bisa melakukan hal seperti ini ? Stellar yang rajin membaca pun tidak yakin akan menemukannya di perpustakaan Bornstray.
“Bagus Taehyun, sekarang kita tidak punya pintu”
Ucap Lilian, tapi Gloria secepat mungkin membela Taehyun.

“Apa gunanya pintu, jika kita tak akan lama lama ditempat ini. Ayo cari petunjuknya”

Mereka berpencar, mengobrak abrik isi pondok yang penuh dengan barang barang kuno berdebu. Berjam jam mereka menyelediki pondok itu, hampir saja menyerah kalau saja Stellar tak melihat sebuah tulisan diatas kulit binatang yang telah usang.
“Sepertinya ini sebuah peta, tapi aku tak bisa membacanya. Ini hanya berisi sebuah simbol simbol aneh”

“Benarkah, boleh aku lihat?”
Taehyun melihat peta itu, percaya atau tidak ia sering menggambar simbol simbol itu sewaktu kecil. Orangtuanya mengira bahwa itu hanyalah coretan anak anak, tapi Taehyun tau dengan pasti apa arti dari simbol simbol itu.
“Aku tau peta ini menuju kemana”

mereka meninggalkan pondok dan berjalan selama kurang lebih dua puluh menit , hampir setengah jam. Taehyun meniup tangannya bergantian dan menyelipkannya ke bagian lengan dalam baju hangatnya. Dia sudah sangat sadar sekarang, dan tidak mabuk. Paling tidak untuk saat ini.

“Kita harus menemukan semacam dewa disini”
ucap Mino , kepada siapapun yang ada disana
“atau semacam pedang, atau apapun yang bisa membantu kita untuk berperang”

“Jika boleh, aku lebih memilih untuk tidak berperang. Jika kita bisa menemukan jalan yang lain dan menghindari peperangan…”
ucapan Sehun dipotong oleh Stellar yang menatapnya dengan tatapan tidak suka.

“Tak ada jalan lain, kita harus berperang. Sepertinya kau tak mengerti Sehun, tapi ini adalah keadaan darurat. Yang kita hadapi bukanlah penculik atau penjahat biasa yang bisa terluka dengan mudah, kita menghadapi The Dark Auror! raja dari Tartarus”

semua terdiam, Stellar memang benar. Tak seharusnya mereka merasa tenang seperti ini, mereka bukan sedang berlibur di suatu pulau yang indah. Mereka sedang berada di daerah paling berbahaya di mukabumi ini, mereka ada di sarang iblis. Taehyun mengerti kenapa Stellar bisa seperti itu, dia khawatir pada Dekan Fang dan juga prof Wendy. Taehyun tau kalau menemukan mereka dengan selamat adalah satu satunya cara untuk Stellar mengetahui bagaimana kisah Jongin yang sebenarnya, Stellar bahkan yakin bahwa Jongin masih hidup.

Semakin gelap, suasana juga semakin mencekam. Demi Tuhan, bahkan sihir cahaya tak mau berfungsi sama sekali. Mereka kedinginan dengan bulu kuduk yang meremang. Kami memutuskan untuk berdiam sebentar untuk menghangatkan diri. Membagi tugas masing masing, para wanita mencari bahan untuk dimasak, Mino dan Sehun mencari kayu bakar, dan aku mengambil air di sungai. Aku menunduk untuk mengambil air dengan menggunakan wadah yang diberi oleh prof Ussanne.

Ketika menegakkan badan, Taehyun mendengar bisikan angin mendesir di batu batu jalanan. Satu sosok bayangan hitam dengan cepat melewatinya, ia menunduk dan berbalik, air dari wadah tumpah ke kakinya. Sosok itu sama sekali bukan manusia, hanya bayangan berbentuk manusia, melingkar dan berwarna hitam tinta. Hanya matanya yang berwarna ungu hitam, menatap Taehyun dengan tajam.

Satan !

Makhluk itu bergerak dengan lembut seolah meluncur di atas roda roda yang diminyaki. Asap hitam melingkar disekelilingnya. Dia menyambar Taehyun dan jari jari bayangannya yang panjang menyapu lengan Taehyun. Taehyun menjauhkan dirinya. Sentuhannya membuat lengan Taehyun mati rasa dan berat, seperti batu. Asap mengitari tubuh Taehyun. Tidak bukan asap, itu adalah debu hitam. Yang kering dan berbau hangus.

Satan meraih Taehyun lagi , tapi kali ini Taehyun berputar dan mengarahkan wadah berisi air yang ia bawa menembus tubuh Satan itu. Airnya berubah menjadi batu ketika mengenai tubuh Satan, dan jatuh ke tanah dengan suara gedebuk. Mereka menghampiri Taehyun lagi, mata ungu hitamnya menyala dengan sangat menyeramkan. Taehyun tersandung batu ketika ia berjalan mundur menuju tempat teman temannya berada, ia terjatuh.

“Tae !!”
Teriakan Sehun mulai terdengar, ia berlari ke arahku dan menyerang para Satan dengan pedang ilusinya. Sayangnya usaha Sehun sia sia, ia akhirnya tau kalau tubuh Satan bisa menembus apapun. Pertarungan yang melelahkan dengan Satan tidaklah seimbang. Sehun dan Taehyun kelelahan dan sihir mereka terbatas, sedangkan para Satan tak terluka sedikitpun. Dan pada suatu kesempatan, Satan itu berhasil melingkari tubuh lelah Sehun dan Taehyun tak bisa berbuat apa apa.

“Sehun!!”
Tubuh Sehun yang terbalut oleh Satan meronta ronta dan meminta pertolongan, tapi bahkan saat ini Taehyun tak bisa berdiri. Dalam hitungan detik, Sehun tak lagi meronta ronta. Tubuhnya terdiam.

Wizzlion Shimera
Terdengar teriakan Stellar yang mengucap mantra penerangan darurat. Gelombang cahaya meledak muncul dari pergelangan tangannya, menyapu tiap sudut sungai dengan sinar. Percikan cahaya biru berkelap kelip berlomba di dahan dahan pohon besar dan jatuh ke air. Satan itu menjauhkan diri ketika cahaya biru mengenai mereka, kemudian terhuyung huyung pergi, hilang dalam kibaran angin dipekatnya malam.

Mino dan Lilian meneriakkan mantra lain dan angin melompat keluar ke udara mengejar para Satan. Taehyun dan Stellar menghampiri Sehun. Dia diam seperti batu.
“Sehun !!”
Stellar berteriak histeris dengan tetesan air mata di pipinya.
“Sehun!! bangunlah Sehun!”
Teriaknya lagi, tapi tak ada jawaban.

To Be Continue ~

Maaf ya lama keluarnya hehehhe

Tetap cintai Bornstray University yaa ^^

Advertisements

20 responses to “BORNSTRAY UNIVERSITY -17- (Tartarus)

  1. Haduhh uvdah nunggu lama bornstray university. D ppst jugaa…
    Tapi tetep cinta bornstray ko, yaaa meskipun agak lupa lumyan lamaa, ahaa
    Itu sehun knpaa apa dia jadi batu,maaih hidupkah,,

    Ditunggu bngt kelanjtnnnya pkonyaa, okayyy
    Fightingg

  2. Kangen sama taehyun dkk …akhirnya setelah sekian lama dia muncul juga dan masih aja bikin penasaran…
    Next chapter ditunggu selalu

  3. ya ampun kenapa udh selesai padahal lagi seru-serunya , mudah2an sehun nggak kenapa2. di post ffnya lebih cepet dong kan kalau ffnya selesai cepet jadi nggak ada janji dan beban . ya semangat buat karya selanjutnya hiatusnya jangan lama2 ya ! ^_^

  4. Woah keren keren action.nya gak terlalu masuk feel agak gimana gt tapi tetep kerenlah tetap lanjut tetap semangat ya

  5. iya nih agak lama ya keluarnya chapter ini.. tp aku jg baru sempat baca malam ini soalnya sibuk bgt hehehe
    ceritanya emang nakin menegangkan sih, tp gara2 udh lama update nya jadi harus ngulang baca chapter sebelumnya deh
    aku dari tadi masih bayangin wajah si satan itu, aku sampe takut buat sekedar bayangin.. itu sehun kenapa jadi batu? apa akhirnya sehun bakal jadi korban? dimana peliharaan mereka ya? aku bakal setia nunggu chapter selanjutnya ya

    • makasiihh udah sempetin baca ff ini walau sendirinya sibuk banget *terharuu* sebisa mungkin aku akan cepat kalo update , tapi aku juga lg banyak kesibukan yg lainnya nih . peliharaan apa yang dimaksud maaf ? aku kurang ngerti hehehehe . Tapi makasih banyak looohhh ~

  6. ff ini berat banget… sungguh aq hrus bca berulang-ulang bru bisa ngerti+bisa ngebayangin… bahkan ad beberapa yang bkin aq hmpir nyerah… tapi sayangnya ff ini terlalu seru, selalu buat penasaran, dan terlalu sayang untuk dilewatkan…..

    apa yang terjadi dngn sehun???
    aih aq bingung mau comment ap….
    author wlaupun sebelumnya aku bilang ff ini berat… tapi seru kok… jadi bahasanya jangan diringanin (?) biar lebih gimana gitu…

    next yaaaaaa
    keep writing

  7. aku tau ff ini sejak thn 2014 tpi kelamaan updatenya mulai lupa deh. Tapi tiba* keinget lgi grgr cek dm twitter trus liat pw ff jadinya keinget lg. Maaf bgt ya thor baru dikomen.

    Ff ini makin seru makin menegangkan. Bagus banget kalo dijadiin komik. Kalo bukan komik jadiin novel aja wkwk *banyakmaunya.

    Tapi kadang feelnya kurang dapet atau aku yg lemot hihi. Terus updatenya jgn kelamaan kasian sama aku yg pelupa ini😂

    Keep writing ya thor….
    Semangat… *cipokbasah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s