[Freelance] PLAYBOY!

10363800_887469661313207_8069020358192518509_n

Title: PLAYBOY!

Main Cast:  Oh Sehun, Han Sebyul.

Genre: Romantic, dark, NC (Not Children)

Author/twitter: Baby Jiny /Amelia_amelbaby

Gadis itu memperhatikan langkah pria yang telah menutup pintu. Jemari panjangnya yang lentik masih berada di atas screen ponsel. Wajahnya yang tertekuk sedikit dingin.Tidak ada ekspresi. Dan ketika mata itu telah bertemu pandang dengannya, barulah ia terhenyak.

“Kau suka tempatnya?”

Pertanyaan tolol.Ia otomatis mendengus kecil setelah mendelik tajam. Tersenyum sinis, meski tubuhnya sedikit beringsut untuk duduk nyaman di atas kasur empuk berbau maskulin.Otaknya sibuk mencerna setiap gerak tubuh dan ekspresi bengis itu karena kepalanya seperti berbunyi sirine dengan level tertinggi.

Iasedikit gemetar begitu wajah itu mendekat. Matanya menelanjangi kulit yang tampak lembut dan beraroma maskulin yang sangat kentara.Aroma mint menyapu hidungnya setiap pria itu menghembuskan nafas alami. Memandangi wajahnya yang ia yakin lebih menggelikan di banding cecurut got yang baru buang air.

Sial.

“Jawab pertanyaanku, nona.”Pria itu meletakan ranselnya di samping ranjang, melepas blazer sekolah, “Sebenarnya aku tidak suka berbicara dengan gadis bisu.”Jelas sekali tersinggung. Tapi gadis itu, masih tetap bersikukuh dengan aksi tidak bicara –nya yang entah sampai kapan akan berlangsung.

“Ampun.”Umpatnya pelan.Melepas dasi abu-abunya yang semula rapih menggantung di leher. Mempertontonkan leher kokohnya yang putih –ia baru sadar kalau dari dekat, Oh Sehun lebih terlihat seperti mayat hidup.

Sehun berkacak pinggang, membuka dua kancing kemeja seragamnya, lalu mendekati gadis itu.Tetap dengan tatapannya yang tidak teralihkan dari sosok aprodhite masa kini. Mahluk termenggoda, yang pernah ia lihat. Telapak tangannya mendarat untuk merasakan kehalusan pipi putih itu –yang tentu saja di tolak oleh sang pemilik.

Ia tersenyum kecil. Delikan tajam itu masih menghujamnya. Han Sebyul memang terkenal sebagai gadis bernyali besar , yang siap membuat pria manapun babak belur jika berani mengusiknya untuk sesuatu yang buruk. Rambut cokelat panjangnya yang tergerai ber –volume membuat wajahnya mungilnya terkesan lebih tirus dan menggoda.Ayolah, sebenarnya menjijikan sekali menyebut gadis Han ini sebagai gadis tercantik yang pernah mendapat senyuman mautnya.

Baru saat Sehun, menarik lengan gadis itu mendekat, menghirup aroma tubuhnya yang menguar manis seperti gulali. Ia mulai mengendus aroma arabika yang mencolok. Juga cokelat.

“Lepas!”

“Apa aku harus bertindak esktrim untuk membuatmu meresponku?”Sehun melepaskan leher gadis itu dari hidungnya, merasa pusing mendadak, gejolak panas pada dadanya berulah, hanya dengan satu sentuhan ringan yang tidak biasa.

Ia mencoba mendalami ekspresi menantang itu lebih intens. Semakin terpesona dengan daya tariknya yang perlahan membuatnya hampir kehilangan kewarasan.

Setidaknya, ia masih normal, di hadapkan pada bibir mungil merah itu.

“Gwechanna, kita hanya perlu berciuman, lalu selesai.”

Alis Sebyul naik sedikit, semudah itu bajingan ini mengatakannya! Ia bahkan sudah tidak sanggup untuk tidak terhenyak setiap kali pria ini berbicara. Si brengsek Oh ini pasti merasa senang sekali karena telah berhasil membuatnya mati kutu.Sial.Sebyul kehilangan akal untuk mempersiapkan perlawanan hebat.

Playboy menjijikan seperti Sehun, pasti telah mencium ratusan gadis , sedangkan dirinya yang masih suci jiwa –raga, suci segala-galanya, harus menyerahkan satu ciuman panas agar Kim Nara, terbebas dari gangguan Sehun.

Situasi absurd ini mulai terjadi dua hari yang lalu.Gadis polos berkacamata minus, secara tidak sengaja –atas ijin takdir Tuhan, menumpahkan semangkuk jajangmyeon pada seragam mahal Oh Sehun di kantin Sekolah.Sehun yang seorang Kingka, begitu murka.Memaki Kim Nara dengan sumpah serapah yang bisa membuatmu memilih tinggal di antartika tanpa seorangpun yang menemani.

Kim Nara bahkan di perlakukan seperti gadis murahan –Sehun meminta gadis itu datang ke rumahnya, mempersiapkan diri untuk memberikan ciuman untuknya. Sebyul yang tidak tahan dengan kelakukan tidak senonoh Oh Sehun si pria gila, melabrak pria itu di tempat berkumpulnya EXO –sebutan untuk genk tidak jelas pria itu. Menghujatnya dengan ancaman undang-undang hukum dan menciut beberapa menit setelahnya.

Sebyul baru mengetahui –pantas saja tidak ada satu manusiapun yang tidak patuh pada Oh Sehun –anak Bengal ini adalah putra tunggal pemilik sekolah.Sekaligus putra pejabat Negara.Menteri perekonomian.

Maka disinilah Sebyul, duduk manis dengan air mata yang siap terbit. Terpaku saat pria itu mengelus rambut panjangnya.Membuatnya terjebak himpitan Sehun di dashboard ranjang.Kedua matanya otomatis tertutup.

Nafas berat Sehun berhasil membuka kedua mata cokelat terang milik Sebyul, jarak wajah mereka sangat mengerikan.Hanya dengan satu gerakan kecil saja.Sebyul yakin, Oh Sehun bisa menangkap bibirnya.

“Aku bisa membuatmu…”  Sehun menyeringai, wajahnya yang tampan menampilkan senyuman manis yang malah terlihat mengerikan, “ merasakan sesuatu..”

Sebyul baru saja sadar kalau sesuatu yang basah dan hangat menempel erat di bibir bawahnya.Material aneh itu bergerak.Menyedot bibirnya cukup dalam.Kemudian berganti pada bibirnya di bagian atas.Kejadian tersebut berulang-ulang.Tangannya sudah berada di dada bidang Oh Sehun, mencoba mendorong pria itu.

“MM..”

Sehun menangkup wajahnya.Semakin memantapkan gerakan bibirnya secara tidak teratur.Merasakan dirinya panas.Melumat bibir itu habis.Cepat.Dan dalam.Ia mengerang aneh setiap kali Sebyul berusaha membebaskan diri darinya. Semakin menghimpit tubuh mungil itu.Ia berubah ganas.

Sebyul sudah tidak tahan.Ia mulai merasakan sengatan-sengatan listrik di sekujur tubuhnya. Dadanya sudah sakit.Kehabisan oksigen.Sebyul tidak tahu harus bagaimana menghadapi ciuman ini.Rasanya sangat aneh.Dan lembut.

“Otte?”

Gadis itu mendelik dalam keadaan tersengal-sengal, Sehun melepasnya, suatu keajaiban memang.Wajahnya terasa sangat panas.

Dan ketika Sehun meraih bibirnya kembali.Tubuhnya kembali kaku. Setiap penolakan yang ia lakukan tidak memberi banyak arti. Oh Sehun tetap ganas. Memperlakukannya dengan begitu menggebu.Hisapan demi hisapan tidak mampu Sebyul hindarkan, bahkan saat tubuh mungil itu terbaring pasrah secara tidak sadar.

Sehun tersenyum.Bibir yang sudah sangat merah itu membuatnya tidak pernah puas.Ia mulai mengecupi kedua pipi harum milik Sebyul. Dahi gadis itu.Kedua matanya.Dagunya.Rahangnya. Aroma yang menguar dari sana begitu menggoda untuk di cicipi.

“..stop.”

Ia kembali mencium ganas bibir itu. Setiap Sebyul menolak, maka ia semakin agresif dan tidak terkendali. Sehun bahkan menggigit kecil bibir bawah Sebyul.Terhenyak dengan rasanya.Kecanduan dengan kehangatannya.

Sial.Ia yakin tidak pernah sampai seperti ini. Bahkan berciuman sambil meremas kedua dada si seksi Song Ah Ri pun tidak pernah membuatnya sampai seperti ini.

Ada sesuatu yang aneh dengan gadis ini.

Terengah kembali.Sebyul mencoba menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.Mata kelam itu masih menerjangnya dengan berbagai perasaan ambigu.Ia mencoba bangun, tapi Oh Sehun semakin menghimpitnya.

“Sudah kubilang hentikan!”

Satu jari Sehun mendarat di hidung tinggi gadis itu, mendekatkan wajahnya lagi.Membungkam teriakan Han Sebyul.Mengklaim bibir ini sebagai miliknya.Bahkan saat sesuatu yang basah mengalir melewati rahang wajah Sebyul, Sehun tidak mau berhenti. Lebih tepatnya ia tidak bisa berhenti. Sesuatu yang aneh memerangkapnya untuk memuja gadis ini.Berlama-lama dengan perasaan absurd.

Lalu pada hitungan ketiga puluh, Sehun melepas bibir Sebyul, menyaksikan wajah gadis itu begitu terluka.Jelas sekali tidak pantas diperlakukan seperti ini.

Sehun terduduk. Menjambak rambutnya sendiri, melirik Sebyul yang masih mencoba meredam tangisannya .Dengan teramat pilu.

“Pergilah.”

Otomatis.Han Sebyul berlari pontang-panting meninggalkannya sendirian.Sedangkan Sehun masih diam seperti patung.Merasa gila.

Ada sesuatu yang membuatnya tidak bisa berhenti mencium Sebyul –meski ini merupakan kali pertama ia ‘menyentuh’ gadis itu. Ia telah merasakan ciuman seperti ini sebelumnya, tapi ada sesuatu yang berbeda. Ia bahkan tidak rela menyaksikan kedua mata jeli gadis itu terbuka setelah lumatannya selesai.

Sehun menggelengkan kepala.Tidak, tidak bisa.

Ia sudah terlanjur berhasrat. Ia ingin menyentuh seorang gadis saat ini juga –yang jelas bukan Sebyul meski kenyataannya memang ingin begitu. Ia membutuhkan sesuatu yang membuatnya puas. Sesuatu sebagai pelampiasan.

Sehun bangun dari tempat tidur, meraih ponselnya, menekan sebuah nama, “Ah Ri~ya, kau bisa bersamaku malam ini?”  pria itu meletakan kembali ponselnya di meja nakas, memandangi ranjang kamar hotel yang telah kusut.

Bagaimana mungkin ia bisa seganas itu pada Han Sebyul?

Saat pintu kamar berbunyi bip bip berulang kali dan sosok molek dengan tank top hitam dan rok jeens tepat di atas pangkal paha.Sehun menarik gadis itu kasar, membawanya ke tempat tidur, menciumnya ganas, dan melepas seluruh kain yang ada di tubuh mereka.Ia mengeram tidak tahan saat memasuki dunia yang begitu di sukainya. Bersama desahan manja yang terkadang terdengar menjengkelkan.

**

Sebyul mundur dua langkah, membawa kakinya berada di lantai perpustakaan sekolah.Menyaksikan sosok rupawan yang berjalan melewati lorong, bersama sekumpulan pria tampan lainnya.Gadis itu menggelengkan kepala.Merasakan jantungnya berdebar kencang bahkan di hari ke tujuh setelah kejadian itu.

Ingatan ketika Oh Sehun menciumnya begitu agresif, membuat wajahnya panas.Tidak, tidak Han Sebyul, kau bahkan tidak boleh memikirkannya.

Benar-benar tolol!

Sebyul sudah berusaha keras menghilangkan memory itu dari ingatannya, tetap saja tidak bisa.Tatapan tajam itu.Nafas beratnya.Jemari lentiknya.

Gadis itu kemudian menggelengkan kepala.

Baru saja berniat keluar dari pintu perpustakaan.Sosok tampan itu tepat berada di hadapannya. Sebyul berusaha bernafas , merasa tubuhnya di bawa melayang, dan ubin kamar mandi yang dingin membuatnya berjengit. Oh Sehun menatapnya. Meraih dagunya, dan mencium bibirnya.

Tuhan, rasanya begitu menggairahkan..

Kepala Sehun meneleng ke kiri, memberikan kecupan-kecupan singkat, menunggu Han Sebyul bicara.Tapi dua menit dia melakukan ini.Gadis itu masih memejamkan mata. Seolah menunggunya dan menikmati saat ia kembali melakukan ini.

Ia berusaha mencoba tidak peduli. Sangat tahu ketika wajah cantik ini diam-diam memperhatikannya dari kejauhan meski malah memilih untuk menghindarkan diri.Sehun menekan bibir itu dalam-dalam.Agak kasar.Melumatnya cepat dan ganas.Kedua telapak tangannya berada di kedua sisi wajah mungil Sebyul.Tidak membiarkan gadis itu lari apalagi membalas.Ia ingin menikmati gadis ini untuk dirinya sendiri.

Bunyi decapan menggairahkan yang Oh Sehun lakukan, membangkitkan rasa aneh dalam diri Sebyul.Mereka bahkan belum mengatakan apa-apa. Hanya menikmati moment yang sialnya, sangat ia sukai. Seolah mengulang kejadian manis yang hampir terlupakan.

Ia merasakan Oh Sehun meninggalkan bibirnya.

Maka Sebyul membuka mata.Menyaksikan wajah itu begitu dekat.

Tangan kanan Sehun meraih pinggang rampingnya, menempelkan tubuh mereka, tersengat dengan sensasinya dan Sehun tertawa.

Kedua mata Sebyul hampir menggelinding ke tanah saat sesuatu yang basah dan dingin mendarat di cekungan lehernya.Menyesap kulit lehernya hingga tubuhnya menggelinjang geli.

“ Oh Se –“  Sebyul merasa harus berpegangan pada sesuatu, secara tidak sadar memegang kedua pundak Sehun, meremasnya pelan.

“Ahhh..”

Sehun menciumi setiap senti bagian itu tanpa terkecuali.Begitu bergairah.Desahan tertahan gadis itu sukses membangkitkan setan dalam dirinya.Tertawa kecil saat Sebyul meremas rambut bagian belakangnya.

“Otte?”

“Ouhh..”

“Geuman –mmmpp..”Sehun berhasil membungkam desahan gadis itu dengan bibirnya.Han Sebyul memang tidak tahu tempat.Apa gadis itu lupa kalau mereka masih di toilet sekolah? Bagaimana kalau ada yang dengar?

“Kita masih di sekolah..”bisik Sehun pelan, menyeringai.

Masih berusaha menenangkan nafasnya sendiri, Sebyul hanya mampu mengangguk. Sibuk menghirup oksigen dan sibuk menyusun kata-kata untuk ia lontarkan pada Sehun. Gadis itu mengerjap dua kali saat Sehun mencium pipinya.

“Kita perlu bicara.”

“Mwo?” gadis itu mencoba menahan desahan , Oh Sehun kembali menciumi lehernya sebelum membawanya kabur lewat gerbang belakang.

**

“Gwenchanna, aku tahu seluruh isi hatimu.”Sehun menindih Sebyul di atas ranjang, “Tunjukanlah semua rahasiamu padaku.”

“Aku..”panic, Sebyul melotot merasakan tangan pria itu mulai mengelus sisi kakinya yang jenjang. Tidak, ia harus berpikir jernih. Sebyul tidak bisa menyerahkan dirinya pada playboy ini.Lupakan betapa nikmatnya perlakukan pria ini berikan.

“Kau tidak percaya padaku?”Sehun menghujamkan ciuman mautnya entah untuk yang keberapa kali.Saat mencoba membicarakannya seminggu yang lalu.Han Sebyul menciumnya.Mengatakan akan memikirkan tawarannya. Sejujurnya, Sehun sudah mulai tidak sabar, ia ingin segera merasakan kulit di balik kemeja putih ini.

“Ani, hanya saja…kita..”Sebyul menelan ludah, “Kita tidak memiliki hubungan apapun. Jadi kurasa..”

“Tidak memiliki hubungan apapun?”Sehun mengulang ucapan Sebyul, “Jadi kau menganggap semuanya hanyalah main-main?Kau lebih buruk dariku!”

Sebyul menahan Sehun agar tetap menindihnya.Membuka dua kancing kemeja abu-abu gelap pria itu dengan hati-hati dan tentu saja gemetaran.Sehun terlihat seperti menunggu reaksinya.

“Bisakah…kau hanya melakukan ini denganku?”

Mencoba mencerna ucapan Sebyul, Sehun sadar kalau gadis ini sedang berusaha jujur.Kedua kakinya yang mengangkang membuat Sehun tidak tahan.Pria itu mencium Sebyul, pelan, tapi dalam, lalu berakhir dengan lidah yang berperang.

Ia mengajak gadis itu untuk mencoba memahami keinginannya. Tubuhnya sudah berkeringat menahan gejolak mengerikan yang perlahan mencoba melumpuhkan logikanya.Sehun belum pernah menginginkan seorang gadis sampai seperti ini.

Sebyul perlahan, membawanya ke dalam dunia asing, yang tentu saja tidak dikendalikannya dengan mudah. Kulit putih susu gadis di bawah tubuhnya ini, begitu menggodanya untuk melakukan sesuatu –padahal jelas-jelas , Han Sebyul tidak melakukan kegiatan verbal apapun untuk menjebaknya sampai seperti ini. Mungkin hati gadis itu yang berulah.

Rabaan pria itu terasa dimana-mana.

“Yang penting, kau mencintaiku.”

Bisikan menyesatkan.Tubuh seksi Sebyul perlahan melengkung bersama derasnya gejolak rasa aneh itu.Ia mencoba memahami setiap sentuhan Sehun yang seperti bara api. Membakar dirinya habis.

Pria itu menyentuh dadanya.

Sebyul memejamkan mata.

“Aku tahu kau jatuh cinta padaku.”  Ucap Sehun, membuka kancing ketiga kemeja putih Sebyul, mempertontonkan bra putih berenda, dengan sesuatu yang menonjol menantang di dalamnya. Sehun menelusuri bagian itu dengan jari telunjuk.

Dia tahu.Bahwa Han Sebyul memang secantik ini.

Desahan gadis itu lolos untuk yang pertama.Dia tahu Han Sebyul telah terjebak bersamanya.Gadis ini memiliki candu yang membuatnya kewalahan dengan rasa penasaran.Di satu sisi, Sehun, merasa telah terburu-buru.Ia khawatir Sebyul ketakutan.

Maka ia mencium dahi gadis itu.

“Gwenchanna?”

Sial.Tatapan lemah penuh nafsu itu, malah membuatnya merinding.Sehun menciuminya.Merasakan kelembutannya.Hingga pria itu meraba paha Sebyul, menyentuh satu titik hingga gadis itu tersentak.Memohon padanya.Yang jelas saja, Sehun tidak peduli.Ia menyentuh titik itu dengan jemarinya.

Sehun sangat menginginkannya.

“Ahh..mm…ahhh…”  Sebyul meminta Sehun untuk berlama-lama di titik itu.Tubuhnya sudah menggigil.Lumpuh.

“Katakan sesuatu…”

“Ahh…”

“Apa?Aku tidak dengar?”  Sehun memasukkan jari tengahnya ke dalam sana, bergerak.

“Ahh…eughhh..Se –Sehun!”  Sebyul menggeleng-gelengkan kepala, tidak tahan, hingga akhirnya sesuatu yang basah keluar dari titik itu.Tubuhnya terhempas lemah.Lemas.Tidak berdaya.Setiap inci kulitnya di banjiri keringat.

“Kau akan merasakan sesuatu yang lebih nikmat dari ini.”

Sebyul tersenyum.Sensual.Tidak ada satu benang pun yang menutupi tubuhnya.Tapi gadis itu menggigit bibirnya sendiri saat Oh Sehun kembali mengangkangkan kedua kakinya, dan sesuatu terasa menyakitkan.

Teriakan gadis itu menggema ke seluruh ruangan.Bau darah menyeruak mengotori udara. Satu-satunya yang ia lihat adalah wajah Sehun. Pria itu berusaha menenangkannya dengan berbagai cara. Tapi Sebyul tetap terisak-isak.Katanya untuk yang pertama memang menyakitkan.Sebyul merasa tidak bisa menahan kesakitan ini.

Tubuhnya mati rasa.

Teramat perih.

“Apa kita hentikan saja?”

“Apa boleh?”

Sehun mengangguk, salah tingkah karena Sebyul kembali berteriak sakit.Bahkan setelah miliknya keluar. Sehun tidak tahu apa yang harus dia lakukan, ia tidak pernah memerawani seorang gadis sebelumnya. Kebanyakan dari mereka, sudah pernah melakukannya saat ‘bermain’ dengannya.

Mendengar Sebyul Terisak, Sehun meluruskan kaki Sebyul hati-hati.

Apa begitu menyakitkan?

Mereka berpelukan hangat di bawah selimut.Kembali terangsang setelah beberapa menit.Sehun mencoba melampiaskan keinginan keduanya dengan berciuman ganas.Meremas dada Sebyul.Mengemut putingnya.Tapi yang terjadi adalah, Sebyul menatapnya lembut. Gadis itu menciumnya dengan cara yang tidak biasa. Begitu sensual dan membuatnya ingin sekali mengobrak-abrik kemaluan Sebyul.

“Bisakah kita melakukannya lagi?”

“Serius?Nanti sakit lagi bagaimana?”

Terlihat berpikir, Sebyul mengangkangkan kakinya sendiri, “Katanya tidak terlalu sakit kalau terus di lakukan..”

“So, jangan memintaku untuk berhenti!”Sehun mencium Sebyul, sambil menghentakkan tubuh mereka berdua.Gadis itu kembali meronta kesakitan, tapi Sehun tidak peduli.Kenikmatannnya sudah berada di atas ubun-ubun.Bergolak dengan genjotan ganas.

“Ahhh..sakittt…”

“Sebentar saja…sebentar saja..”

Gadis itu mencoba bangun.Tapi gerakan Sehun benar-benar mengerikan.Ranjang kayu itu berdecit mengikuti irama genjotannya.Sebyul merasa pandangannya mengabur.Tubuhnya seperti di aliri listrik bertegangan tinggi.

Sesuatu di bawah sana, terasa nikmat sekali..

“Eughhh…eughh..Sehun…Sehun…ahhh..”

“Haha, lets play baby!”

Pria itu memeluk Sebyul erat, tetap dengan miliknya yang keluar masuk tidak beraturan. Wajah Sehun memerah, poni rambutnya yang sudah panjang, menyentuh ujung kening Sebyul, ia tersenyum bangga melihat ekspresi Sebyul yang tersiksa dengan kenikmatan.

“Sehun!”sesuatu rasanya, mengoyak kemaluannya tanpa ampun. Gadis itu memejamkan matanya erat.Sepertinya, kegiatan ini masih panjang.

**

“Jadi kau cemburu?”

“Apa aku tidak berhak seperti itu?”

Sehun mengangkat bahu, tetap melanjutkan permainan bilyard –nya yang tanpa lawan. Semua teman-temannya beralih ke ruangan lain, karena Han Sebyul yang cantik tiba-tiba datang sambil marah-marah. Sehun sudah terbiasa dengan sikap Sebyul yang seperti ini.Ia memang mulai menjauhi teman-teman perempuannya, tapi tetap saja, Han Sebyul masih seorang gadis pencemburu. Berat.

“Look, baby. Aku mencintaimu.”

“Tidak percaya!”Sebyul meleletkan lidah.

“Jadi , apa yang harus kulakukan?”

“Pikirkan saja sendiri!”

“Kalau begitu, aku akan bertemu dengan Do Hwe Ji.”

Gadis itu menggeplak lengan kekar Sehun dengan tas selempangnya, mencium bibir pria itu tanpa rasa malu. Entah sejak kapan Han Sebyul yang polos, mulai menjadi agresif.Hanya saja, Sehun sangat menyukai fakta itu.

Sumpah, demi apapun, tidak ada gadis lain yang berada dipikirannya selain Han Sebyul. Entah bagaimana caranya agar gadis itu percaya.

“Sekali playboy, tetap saja playboy!Oh Sehun jelek!” Sebyul melipat kedua tangannya di depan perut, memasang wajah cemberut, sialnya, Sehun masih memainkan stik dengan wajah sumringah.

Kedua tangan gadis itu memeluk pinggang Sehun dari belakang.Tinggi pria itu yang menjulang membuat Sebyul leluasa menyembunyikan wajahnya di punggung hangat Sehun.Memejamkan mata.

Sehun tersenyum.Membalikkan tubuhnya dan mencium gadis itu.

“Sikapmu seperti ini, padahal belum pernah sekalipun mengatakan ‘I love you’ padaku.”

“Kau tidak kelihatan ingin mendengarnya.”  Tantang Sebyul, melarikan jemari lentiknya di dada Sehun.

“Dimana?”

“Apanya?”

Pria itu menggeleng prihatin, “Menstruasimu sudah selesaikan?”

“Kurang ajar!”

“Ayolah, aku sudah tahu kalau itu sudah selesai. Kau biasanya akan marah-marah dua jam lagi, kalau masih..”

Delikan tajam itu pun malah membuat Sehun tertawa.Sehun mencubit pipi Sebyul gemas.

“Katakan kau mencintaiku.”

“Shiro!”

“Ah, jinja..”

“Shiro!Andwae!”Sebyul tertawa, merasa geli dengan tingkah mereka.

“Aku akan kencan dengan gadis lain kalau tidak mengatakannya…Sebyul sayang…”

“Selain playboy, kau juga licik.”

Sehun mendecak, mengambil stik –nya lagi, kembali bermain.Membiarkan Sebyul tertawa sendiri.Gadis itu kemudian mengambil tangan kanan Sehun, memaksa pria itu untuk menatapnya.

“I love you..”

Sehun mencium bibir Sebyul, “Sekali lagi..”

Sebyul merengut, merasa di permainkan, tapi wajah tampan Sehun menampakkan ekspresi serius.Ia menyerah.

“Aku mencintaimu..”Sebyul kaget saat Sehun menangkup wajahnya, menciumnya lagi.

“Katakan sekali lagi.”

Baru saja akan mengatakan kembali, ponsel Sebyul bergetar di saku jeens –nya, gadis itu hendak mengangkat telepon sampai Sehun merenggut benda itu darinya.

“Aku mencintaimu..”

Meletakan stick, Sehun menarik tangan Sebyul lembut, menggenggamnya.

“Aku tahu tempat yang bagus di sekitar sini..”

“Shiro!”

“Aku akan mencari gadis lain kalau begitu.”

“Menyebalkan!”

The End..

I’m sorry for typo, bad plot, or garing story (?) hehe.

Thank you for admin yang udah bersedia mem-post ff saya yang jelek ini, juga terima kasih buat yg udah mau baca J

84 responses to “[Freelance] PLAYBOY!

  1. ko sehun… ko sebyul nurut bgt sm sehun kenapa aduh biarin aja dia sama cewe lain kan ngetest ya dia cinta beneran apa enggak. ini cowo cowo model kelakuan kaya sehun brengsex brengsex tp bikin baper haduh otoke

  2. Iiiihhh sehut so hooottt begete!!!….

    Sebenar’y bagus cerita’y cuma ke cepetan jadi feel’y kurang ngena gitu….tapi udah bagus banget kok!!!mungkin next cerita’y lebih d paparin biar jelas…ttp semangat d tunggu karya mu selanjut’y!!!

  3. Sehun mah badboy ya, kasihan anak org-_-
    tega2nya anak yg polos di nodai :v
    sma seperti fangirls yg ternodai normal lifenya krna oppa2 koriya*eh
    yaudh, ditunggu fic2 lainnya, keep writing and fighting!!^^

  4. aku sukaaaaaa mereka unyu banget.
    tapi mungkin aku pengen ngasih masukan sedikit, supaya perubahan karakter oc nya ngga terlalu loncat banget, supaya lebih ngalir dan nggak terasa kaya orang yang berebeda. mungkin bisa dikeluarin lagi beberapa karakter oc yg dulunya yang lainnya itu menurut aku udh bagus banget, terutama feel nya ngena binggo
    keep writing and thank you…

  5. sebyul sudah tak polos lagi :v
    jadi niatan sebyul nolongin temennya itu biar bisa deketdeket abang sehun :v

  6. Damn!
    Kok aku ngebayanginya sama kwak seubyeul mantannya pcy ya, soalnya body dia emg hot uga hmmm
    Butuh ficlet and series hmmmz 😂

  7. Eeyyy gila baca ff ini sambil denger lagi playboy dapet banget nih feel nya 😅😅 Oh Sehun/ Kim Jongin emang paling cocok nih meranin karakter yang macam kaya gini ganteng ganteng tapi brengsek wakakakaka

  8. Seruuu thor! Haha sehun idaman bgt (bukan sifat playboynya(?)) i need sequeeeel!! Hihi ditunggu loh thor suka bgt❤️

  9. Omg helowwwww, jdi han sebyul ini terjebak dlm pesona sehun gara2 dy belain temannya saat dibully sehun gt dmn pembullyan tmnnya hrs kasih sehun ciuman panas krn tlah mengotori baju mahal sehun dan dy sbg ganti dr tmnnya tersebut utk ngelakuin hal itu, ckckckckck makanya sebyul jgn melakukan sesuatu sebelum kau berpikir dlu apa yg terjadi kedepannya nnt..tapi ada untungnya juga sehun jadian sm sebyul seenggaknya sehun jdi ngurangin bermain dg wanita2 yg ngga jelas itu…wahhhhh sebyul kau hebat dh bsa membuat sehun jdi bertekuk lutut gt, pdhal kau ngga prnh ngerayu sehun di sekolah tapi kau bsa dapetin cwo plg tampan di sekolah itu, kau beruntung bgtz…
    Sehun kau hrs kurangin hormon pervertmu itu, kasian sebyul,,kalian kan msh sekolah tau…sebyul yg tadinya anak baik2 berubah menjadi wanita yg agresif bgtz gt gara2 sehun…keep writing and fighting…

  10. kyaaa… aku nge fly bacanya… sehun ngancemnya slalu cari gadis llain hahaha…. akan lebih bgus lagi kalo agak panjangan… biar makin mantab hehehe

  11. ngghghhh, ni author kok kuat banget ya nulis ffnya? aku aja baru nulis ciuman panas aja udah keringet dingin, gimana yang begitu, btw, aku suka nih ama ffnya, ampe ku baca dua kali gatau napa, gak bikin trauma (pernah pengalaman baca punya author lain, alhasil trauma)
    si sehun tuh aduh…bener2 dah, dan sebyulnya udah kagak polos lagi kan? heuh… good thor :v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s