LADY LUCK – 1st Episode : Wanna Be My Prince?

PvVdAbYJ

LADY LUCK

1ST EPISODE : Wanna Be My Prince? 

Kaihwa♪2015

Cast : Baek Jihyun [OC], Baekhyun [EXO] & Secret Cast

Other Cast : Jane [The Ark], Bobby [iKon]

Genre : Romance, Fluff, School Life

-Length : Series

-Summary :

Baek Jihyun, sering diseru-serukan sebagai gadis keberuntungan dengan semua orang yang mengenalnya.

 Tapi bisakah keberuntungan itu datang padanya sekali saja?

Jihyun berjanji sekali saja!

Dia ingin punya pacar sekali saja! Seperti teman-temannya.

[LADY LUCK]

 [CHECK THIS OUT!]

 

Dibilang jelek.

Jihyun sabar.

 

Dibilang cengeng.

Jihyun tetap sabar.

 

Dibilang aneh.

Jihyun lebih sabar.

 

Dibilang pendek.

Jihyun masih tabah.

 

Tapi, dibilang tidak laku. Jihyun hampir naik pitam!

 

Hari ini Jihyun masih terduduk sendiri diruangan kelasnya. Tangannya tidak berhenti untuk menulis sejumlah kalimat yang tertera dipapan tulis. Kenapa dia sendirian? Jawabannya adalah karena Jihyun terlalu banyak mencari masalah dengan ketua Jurnalistik macam seniornya itu—Byun Baekhyun—ya, untuk sekedar mengirimkan sejumlah kertas alias berkas untuk lomba karya ilmiah tadi siang. Pada jam istirahat tadi Jihyun yang sedang bergosip-gosip ria dengan temannya tapi tiba-tiba saja dipanggil oleh Baekhyun untuk berada di base camp Jurnalistik. Setelah sampai Baekhyun itu malah mengajaknya berdebat tentang berkas yang salah inilah, itulah, rasanya kepala Jihyun hampir pecah karena Baekhyun terlalu cerewet padanya.

 

Akhirnya Jihyun harus menyia-nyiakan satu jam pelajaran gara-gara Baekhyun si cabai pendek itu. Hampir saja dia marah karena diakhir perdebatannya Baekhyun itu mengejeknya ‘tidak laku’. Gila kan? Untung saja Jihyun tahu diri jika Baekhyun itu senior dan ketua ekskulnya. Jadi pada kenyataannya Jihyun harus pulang sedikit terlambat karena mencatat pelajaran Biologi yang tertera dipapan tulis. Demi kaos kaki kepala sekolahnya, catatan itu sangat banyak dan membuat semua saraf dikepala mau putus. Tapi mau bilang apa lagi? Resiko menjadi seorang siswi SMA.

Setelah berpacaran dengan buku Biologi selama tiga jam, sebenarnya catatan Biologi itu tidak terlalu banyak, Jihyun saja yang terlalu berlebihan, dan dia banyak bermain & meracau sendiri hingga butuh tiga jam untuk tetap bertahan disekolah. Ini sudah jam setengah 6 sore tapi Jihyun baru berjalan terseok-seok di lorong kelas 2. Baju-nya bau keringat euhh… wanita macam apa Baek Jihyun ini. Rok sebatas pangkal pahanya sudah terlihat kusut masai. Benar-benar siswi SMA yang memprihatinkan. Jadi itu alasannya kenapa dia tidak menarik dimata teman-teman lelakinya.

 

Jihyun adalah gadis yang tidak terlalu memerhatikan tentang penampilannya. Katanya dia hanya ingin menunggu seorang pangeran berkuda putih yang bisa menerimanya apa adanya. Dan itu sangat susah, bung! Tapi, ada alasan mengapa teman-teman sekelasnya masih membutuhkan Jihyun, antara lain.

 

  • Saat Jihyun lupa belajar pelajaran Fisika untuk ulangan harian waktu itu karena merawat neneknya yang sedang sakit (bahkan sudah membuatnya berurai air mata). Guru malah membatalkan ulangan itu yang membuat sekelas bersorak gembira. Teman sekelasnya berterimakasih padanya.
  • Saat Jihyun memberi saran pada temannya yang sedang patah hati. Dua hari kemudian temannya malah ditembak dengan sang pujaan hati. Temannya berterimakasih pada Jihyun.
  • Saat Jihyun pulang berurai airmata karena dikejar-kejar anjing di perjalanan dari sekolah, malah besoknya yang Jihyun lihat anjing yang kemarin seperti ingin menyantapnya malah sudah mendapatkan pasangannya.
  • Dan lain-lain yang aneh-aneh.

 

Aneh kan?

 

Itu semua yang membuat orang-orang menyebut Jihyun sebagai gadis keberuntungan di sekitar pergaulannya. Tapi dirinya saja tidak pernah mendapat keberuntungan, bisakah keberuntungan itu beralih padanya, untuknya, sekali saja?!

 

BRUK!

 

“Awww..”

 

Jihyun menatap nanar siku tangan kananya yang baru saja lecet karena tiba-tiba seorang pria yang tak berbeda jauh darinya—berkeringat dan bau (ngomong-ngomong, Jihyun baru menyentuh baju pria itu, makanya dia tahu)—menabraknya dan membuatnya terjungkal ke lantai koridor dengan gaya aneh. Tanpa membantunya pria itu langsung berdiri dan berlari-lari dengan cepat sebelum meminta maaf? Rambut pria itu bergoyang-goyang dengan leher berkeringat saat berlari. Jihyun yang kesal dengan tidak sadar menendang tiang kayu.

 

“Awww… Huwaaa,” Dan scene selanjutnya Jihyun akhirnya menangis tersedu-sedu sambil terduduk kembali dikoridor. Sudah dibilangkan? Dia sangat berlebihan dan cengeng. Adegan Jihyun membuat pria tadi yang terburu-buru akhirnya berbalik karena merasa tertarik (untuk tertawa).

 

Pria itu tertawa kecil sambil berteriak, “Aku minta maaf ya!” dia masih tersenyum saat menghilang karena berbelok kearah lapangan baseball. Jihyun tidak menjawabnya, menurutnya pria itu tidak sopan! Dia perlu menangis dulu biar pria itu berbalik dan meminta maaf? Dasar pengecut! Teriak Jihyun dalam hati. Gadis satu itu mulai berdiri dengan wajah kesal.

 

 

Esoknya…

 

“Baek Jihyun!”

 

Jihyun berjengit aneh saat Baekhyun hampir saja ingin memeluknya ditengah-tengah kantin macam ini. Ini sudah jam istirahat kedua, jadi Jihyun masih ingin makan siang. Berlama-lama bergosip untuk menyenangkan hati. Tapi tiba-tiba seorang Baekhyun baru saja ingin memeluknya. Perbedaannya dengan hari-hari kemarin adalah hari ini, Byun Baekhyun tersenyum gembira melihatnya. Jihyun mundur satu langkah, membuat ruang kosong buat Baekhyun yang akhirnya terlihat linglung.

 

“Kau berusaha membuat tabiat, seonbae?” tanya Jihyun hati-hati seraya menepuk pelan bahu Baekhyun.

 

“Ya~ Kau ini macam apa-apaan sih?”

 

“Eh?”

 

JIHYUN

 

“Eh?”

 

Aku menggeleng kebingungan melihat Baekhyun seonbae macam ini. Aku mengecek dari samping kanan, tidak ada masalah, dari belakang, tidak ada masalah, apalagi dari depan? Semuanya baik-baik saja. Oh ya tuhan, apa yang aku bayangkan dari Byun Baekhyun. Masalahnya kenapa dia jadi sebaik ini padaku? Sejak aku masuk klub Jurnalistik saja dia selalu mencari masalah, dan sekarang? Apa kepalanya terkena benturan sesuatu? Kenapa tidak ada benyok dimana-pun? (Kau berpikir dia barang, Baek Jihyun?).

 

Baekhyun malah tersenyum manis sekarang, menurutku itu senyuman menjijikkan daripada menawan. 99,9% JIJIK 0,1 MANIS. Begitulah pemikiranku. “Eyyy, kau tidak melihat mading pagi ini?” Eeh, lihat! Dia bertingkah sok imut. Usianya berapa sih? Sudah kelas 3 masih saja segila ini. Aku menggeleng.

 

Tangannya mengacak rambutku, “Ya! Seonbae, apa yang kau lakukan? Eoh, rambutku~” cecarku. Baekhyun menggigit bibir bawahnya.

 

“Selamat ya hoobae-ku tercinta, karya ilmiahmu sangat hebat! Klub Jurnalistik kita menjadi juara 1 di lomba se-SMA Seoul itu karena karya ilmiahmu.” Akunya. Mulutku menganga lebar. Apakah aku sepintar itu? Wa~ Aku tidak bermimpikan?

 

PLAK!

 

“Aku tidak bermimpi, seonbae!” teriakku, yang terjadi adalah aku melompat kegirangan sambil saling peluk-pelukan dengan Baekhyun. Rasanya benar-benar menyenangkan. Memutar-mutar dan sepertinya aku hanya mengerjakan karya ilmiah itu dengan pasrah kemarin. Tunggu! Tunggu! Kenapa aku memeluk Baekhyun? Buru-buru aku melepaskan pelukanku dari Baekhyun. Semua penghuni kantin sampai menahan tawa karena melihat tingkahku. Ah~ mau di buang kemana wajah imutku??

 

Aku buruan melesat kesetanan dari kantin. Aku tidak peduli lagi dengan Baekhyun yang seperti kesurupan karena memanggilku gila-gilaan, dia bahkan tetap tidak menghilangkan kesan imutnya dariku.

 

 

Ini sudah kelewat tiga hari sejak scene memalukan dari hidupku terputar. Teman-teman sekelas dan bahkan para senior mengejekku dengan nama ‘biji cabai Baekhyun’ sejak waktu itu. Aku jadi populer seketika gara-gara Baekhyun, walau dampaknya jadi populer begini, tapi sama saja jika diejek tentang Baekhyun benar-benar membuatku naik darah. Aku memang tidak punya pacar(tapi ingin) tapi bisakah tidak dirumorkan seisi sekolah sedang ada hubungan spesial dengan Baekhyun? Di dunia ini masih banyak lelaki yang berkali-kali lipat lebih baik dari Byun Baekhyun yang notabene-nya berisik, cerewet, pendek, kelewat imut. Bisakah Baek Jihyun dirumorkan dengan lelaki yang lebih menarik dimatanya?

 

Euhhhh…

 

Saat ini aku baru saja pulang sekolah, kakiku masih meminjak lantai marmer ini satu-satu di koridor kelas 2. Sudah beberapa kali ada saja teman dari kelas sebelah sengaja mendorong pelan bahuku hanya saja untuk menggodaku. ‘Hai.. Biji Baekhyun seonbae!’ Lelah sudah aku mendengarnya, jika selama ini Baekhyun seonbae dijuluki cabai karena kecerewetannya & pedas ucapannya, aku malah diberi julukan biji-nya. Rasanya menyebalkan. Aku berusaha berhenti sebentar dan beralih kejalan menuju lapangan base ball disebelalah kanan dari koridor yang kulewati, daripada ke kiri yang sebenarnya gerbang sekolah. Aku tidak mau pulang dulu, setidaknya kesana bukan ide yang buruk.

 

Sebelum berbelok ke arah ini, aku memang menunduk sambil memakai headphone sampai-sampai tidak menyadari jika dilapangan base ball sedang kebanjiran penonton wanita yang berteriak-teriak kesetanan memanggil nama seseorang. Saat aku menyadari jika aku sedang berada diantrian panjang menuju lapangan. Aku berbalik kebelakang, sial! Aku tidak bisa pergi lagi. Ah!

 

Aku hanya merenungi kesialan hari ini, sambil perlahan mendapat kursi paling depan, karena Baekhyun adalah salah satu pemain base ball?! Kenapa aku baru menyadari? Mereka mempersilahkan ku untuk duduk didepan, demi apa?! Mereka bilang aku sedang menonton si pendek itu sih. Aku masih memakai headphone dan memberi volume paling kuat agar tak mendengar ocehan mereka.

 

Hi, biji!”

 

“Ha?” Aku membuka headphone dengan tergesa-gesa menemukan orang yang dapat berbicara dengan volume yang lebih kuat dari laguku. Dapat kulihat Jane terkekeh geli sambil kepalanya hampir menabrak muka orang. Euhh. Apa yang kalian rasakan saat sahabat kalian juga menggoda kalian dengan sebutan yang paling kalian benci sih? Marah-kan? Begitu pun aku. Adik kelas macam apa dia.

 

“Sedang menonton betapa seksi-nya pacarmu eonni itu ya? Baekhyun seonbae.. Ahahahaha,” ejeknya lagi. Aku mendengus kesal, penyesalah seumur hidupku adalah datang ketempat ini. Jane mulai mendekatkan bokongnya kesampingku.

 

“Sudah kubilang juta-an kali, Jane. Aku tidak berhubungan seperti itu dengannya, hanya sepasang senior & junior. Oke?” ujarku memperjelasnya lagi, aku kesal sekali sih. Jane memegang perutnya geli.

 

“Bahkan kau menyebutnya sepasang, sepasang… kekasih! Hahahaa…” godanya sekali lagi.Oh ya tuhan, kenapa mulut-ku ini sih. Lagipula Baekhyun itu kenapa diam saja sih, dia tidak meng-confirm ke teman-temanseperti aku—jika kami tidak ada hubungan spesial itu kan?

 

“Sudahlah, lihatlah pacarmu itu, eonni!” ujar Jane sambil menyantap popcorn-nya, oh ya datang dari mana popcorn itu? Aku mengambil beberapa buah popcorn itu dan memasukkan kedalam mulutku bulat-bulat.

 

Aku tidak tahu betul bagaimana berjalannya permainan base ball ini, dan aku tidak peduli, hanya ingin menontonnya saja, tidak salahkan? Yang kutahu hanya saat mereka berlari-lari mengelilingi lapangan itu dan terjatuh-jatuh, oh ya tuhan, permainan macam apa ini. Tidak seru, betapa menyesalnya hidupku kalau seperti ini. Walaupun menyemangati tim sekolah dengan sekolah tetangga ini membuat bosan sekali. Rasanya aku ingin keluar tadi diluar sana ramai sekali. Aku takut mati terinjak-injak! Itu benar-benar jenis mati yang tidak elit.

 

Diakhir pertandingan, aku melihat tim baseball sekolah ku menang telak dari lawan mereka. Disudut lapangan semua member tim sekolah kami yang katanya disebut dengan nama EXO melepaskan penutup kepalanya. Pertama kali yang membuka namanya Joonmyun seonbae, kemudian diikuti dengan Luhan seonbae, Sehun, dan Baekhyun seonbae, mereka benar-benar sangat seksi saat wajahnya basah akan keringat seperti itu, aku baru mengakuinya tapi Baekhyun? Menurutku dia jelek sekaliiiii… Tidak ada kesan seksi-seksinya sekali, sok imut dan pendek!

 

Entah ada setan apa lagi saat mataku dan Baekhyun bertemu, dia tersenyum lebar sekali. Mataku tidak tervonis minus kan? Kenapa dia tersenyum seperti itu sih? Akibatnya semua penghuni lapangan menatap kearahku, semuanya!!! Aku mengabaikannya, kemudian mataku tak sengaja mendapat sebuah scene yang tak pernah terlupakan. Saat satu member yang lainnya membuka penutup kepalanya dengan rambut bronze yang basah dan senyumannya menawan sekali. Sepertinya aku pernah melihatnya. Kami saling bertatapan untuk sekian detik, kenapa ada sebuah getaran disini? Aku tidak bermimpi kan? Wajahku kenapa jadi panas begini sih?

 

Aku tidak kuat lagi, aku buru-buru berlari dari tempat itu, pokoknya aku harus pergi dari sini sebelum semua orang melihat wajahku memanas. Kenapa harus aku? Dari puluhan gadis yang ada disini dia menatapku? Aku benar-benar tidak peduli jika nanti akan mati karena terinjak-injak ditengah keramaian itu. Itu karena lelaki itu! Bukan Baekhyun, Luhan, Sehun, ataupun Joonmyun, tapi lelaki itu!

 

Dia tampan sekali, macam Pangeran yang aku impikan!

 

 

 

Jika semua orang di dunia ini ingin hidup bahagia di masa depan, aku juga ingin. Memiliki pangeran berkuda putihnya yang menawan, punya karier yang cerah, punya anak-anak yang lucu, yaaa~ membayangkannya saja sudah membuat pipi-ku memerah. Tapi apa boleh buat? Pacar saja tidak punya. Sekali saja aku belum pernah punya pacar. Ketika semua temanku mulai membicarakan tentang lelaki yang mereka sukai, lelaki yang menyukai mereka, dan tentang bagaimana rasanya ditembak dengan seorang yang tampan membuat aku sedih bukan main.

 

Kapankah aku bisa seperti mereka? Berkencan ditengah pepohonan sakura—lebih baik saat festival bunga sakura—mengobrol berdua, jalan, makan, ketawa, bercanda, seharian penuh. Tapi rasanya tidak mungkin. Mana ada lelaki yang menyukaiku? Dihidupku hanya mencintai yang ada, tidak ada namanya dicintai macam teman-teman. Toh, Siapa yang akan mencintaiku? Orang tuaku saja tidak memperdulikanku, apalagi orang lain? Aku rasa semua mimpi ini hanya menjadi omong kosong dimasa depan.

 

“Permisi, kau tahu dimana laboratorium fisika?” tanya seseorang dibelakangku, tangan kekarnya masih menyentuh pundakku. Sekarang aku sedang membaca sebuah komik  didepan pintu kelasku. Sambil menutup buku aku memberanikan diri untuk berbalik menatap seseorang itu. Aku terpaku beberapa saat dia menyunggingkan seulas senyuman tipis sambil menatapku yang tingginya tidak lebih dari bahunya.

 

Dia melambai-lambaikan tangannya didepan wajahku, “Hei, nona?” Aku terkesiap, oh ya Tuhan, kenapa ciptaanmu ini indah sekali?

 

Ah, ye. Maaf, laboratorium fisika ya?” kenapa aku jadi gagap begini didepannya? Dia mengangguk meng-iyakan, dan jangan lupakan senyuman ramahnya yang menawan itu.

 

“Aku bingung mengatakannya, jadi kalau aku antarkan tidak apa-apa kan?” usulku lagi. Ini kesempatan langka bisa berdekatannya-kan? Aku tidak boleh melewatkannya, demi celana dalam security SMA-ku. Tuhan, kumohon untuk menyuruhnya untuk mengangguk. Dan…. akhirnya dia mengangguk.

 

Tangannya mengarahkan ku untuk berjalanan, “Akan terasa aneh jika kita berjalan berdampingan…” Aku sengaja menggantungkan kalimat, mengharap jika ia tahu maksudku dan memberi tahu namanya. Kumohon bantuanmu Tuhan….

 

Wajahnya linglung, “Ah baiklah,” balasnya pelan. Nyaris tidak terdengar, kakinya melangkah sedikit dibelakangku. Ahhh.. kenapa dia tidak peka sih? Awalnya aku sengaja memintanya untuk tidak berjalan berdampingan karena gugup dan agar dia tidak mendengar detak jantungku yang heboh sekali, tapi kenapa rasanya semakin sesak sekali? Aku tidak bisa bernafas rasanya.

 

Dengan diriku yang berada membelakangi dirinya, “Kau berada dikelas mana?”

 

“Eoh, kelas 2-3. Tadi kulihat kau berada didepan kelas 2-1, berarti kau dari kelas itu kan?” balasnya, aku berdehem meng-iyakan. “Kau pasti sangat pintar.” Jawabnya, sepertinya aliran darahku terasa 2kali lipat dengan terasa.

 

“Maaf ya aku merepotkanmu, aku baru pindah 3 hari yang lalu, jadi tidak tahu dimana lab fisika-nya.” beritahunya. Wajahku kupalingkan ke arahnya dengan takut-takut. “Tidak apa-apa kok,” jawabku kalem sambil menyunggingkan seutas senyum tipis.

 

Aku langsung berpaling lagi karena malu. Setelah melewati masa-masa deg-degan seperti tadi. Akhirnya kami sampai di depan lab fisika-nya. Aku yang berjalan mendahuluinya mulai membuka pintu lab yang sebelumnya tertutup. Kepala menyembul kearah dalam. Masih sepi-pun. Lagipula jam istirahat belum habis kan?

 

Saat aku menatap kearahnya, dia sedang memandang ke lorong kelas 1 yang terlihat ramai. “Lab masih sepi, kau yakin ingin masuk duluan?” tanyaku, dia kembali merasa fokus padaku.

 

“Tentu, terima kasih…emm..Baek Jihyun-sshi.” Apa? Dia tahu namaku? Waaaaaa… aku ingin sekali berteriak di telinga Jane jika ini pangeran berkuda putih-ku, bukan si cabai Baekhyun.

 

“Kau imut sekali sewaktu terkejut.. haha,” candanya, dia bilang aku imut? Kenapa aku baru sadar jika tengah melongo didepannya. Rasanya aku ingin terbang.

 

“Itu aku melihat di name tag-mu.” jelasnya. Aku terdiam, rasanya tadi baru saja terbang ke langit kemudian seketika dihempaskan ke tanah. Kenapa rasanya sakit sekali ya?

 

“Ahh, aku masuk dulu ya. Sekali lagi terima kasih, Jihyun-sshi.” Dia mulai melambaikan sampai masuk ke dalam lab. Huhh, dari sekian lelaki yang kusebut pangeran berkuda putih, kenapa rasanya dia benar-benar pangeran berkuda putih-ku ya?

 

 

Setelah scene yang membuatku shock itu, aku mulai beralih ke kelas lagi. Rasanya mood-ku kenapa jadi hancur ya? Lagipula, lelaki itu pun, kenapa dia tidak memakai name tag-nya, aku kan jadi lupa bertanya tentang namanya. Ahh, sudahlah, yang penting aku sudah mengetahui kelasnya.

 

Hal yang pertama aku lihat adalah teman-temanku yang masih membicarakan mengenai pertandingan base ball semalam. Aku mendengarnya samar-samar tentang kehadiran anak baseball baru, ya, lelaki tadi itu. Yang membuatku gugup didekatnya, yang membuat jantung-ku hampir lepas saat rambutnya yang basah kemarin dan satu lagi aku baru ingat jika dia yang membuat terjungkal 3 hari lalu dikoridor.

 

Apa Tuhan membuat takdir yang seindah ini untukku & dengannya?

 

Aku pun mendekati si Bobbyanak seni yang sedari tadi sibuk membicarakannya.

 

“Bobby, kau membicarakan siapa?” tanya ku penasaran. Beberapa teman-teman yang sibuk mencermati apa yang digosip-kan Bobby sempat memaki-ku.

 

“Kau tahu yang kemarin mencetak rekor baru pada pertandingan baseball kemarin. Dia anak pindahan dari Sekang High School. Sudah pintar, tampan, dan yang mengejutkannya dia mendapat beasiswa sekolah disini, keren sekali kan?

 

“Oh, tadi aku baru melihatnya.” Serta jangan lupakan jika aku juga berjalan dan mengobrol dengannya! Tambahku dalam hati.

 

“Ya~ Bobby, sejak kapan kau menjadi pencinta sesama jenis? Ahahahah”

 

“Ahahahhahah…” Sedang Bobby dan Hanbin yang saling menggelitik serta anak-anak lain yang menertawai mereka, aku hanya bisa terdiam dengan wajah memanas, lagi.

 

Bisakah aku bisa memiliki pacar seperti itu?

 

Wanna be my hottie prince, new student?

 

 

——————————TBC

♪ MINI LIBRARY ♪

♪ -Series/Chaptered/Twoshoot- ♪

  1. Time To Love-Prolog|1|2| Discontinued
  2. A Cup Of Mocktail-Teaser|1|2|3|4 Hiatus
  3. Sehun-Sena The Series-1|2|3|4|5|6|7|8-Completed
  4. My Hottie Robber-1|2|3|4-Completed
  5. Opps! I Did It Again-1|2-Completed
  6. Noir-1|2-Completed
  7. Kai-Elle Series-1|2|3|4-Discontinued

♪ -Drabble/Ficlet/Oneshoot- ♪

  1. Hello Baby! ~Superior Baby Byun
  2. I Hate Physics
  3. Poor Jongin!
  4. Blank Space [Sehun-Sena]
  5. [Request Fanfiction By QueenxissiLuhan] 200 %
  6. Innocent Jonginie
  7. Innocence Sehun
  8. Inside His Cutie Face
  9. My Girlfriend is….
  10. Jealous Guy [Sequel Of My Girlfriend]
  11. Lovely Day
  12. Naughty Bear
  13. Chocolate
  14. That’s Ma Girl

Note :

Haiiiiii…. Dinda balik lagi deh. Setelah berapa bulan hiatus buat FF dan sebagai pembuka 2 ff drabble Kim’s bersaudara mengobati rasa rindu dengan dinda kan? /readers: gakk!/ wkwkwkwk

Akhirnya ini series lagi, dinda gk berani buat Chapter nti kyk TTL yang discontinued dan ACOM yang akhirnya hiatus. Sorry ya, ide dinda mampet utk nerusin ff itu. My Hottie Robber dinda complete-kan disitu pun krna menurut dinda kykny makin lama cerita-ny gk nyambung>.<

Klo series macam ini bntar aja siap kok kyk Sehun-Sena The Series wktu itu… Dinda kangen couple itu la Sehun-Sena.. Lain kali mau kan klo dinda buat cerita mereka lagi? Mau ya..

Okeokeoke…

Ditunggu kelanjutan ini ya dadahhhh….

Kaihwa.

 

 

 

 

 

 

 

 

45 responses to “LADY LUCK – 1st Episode : Wanna Be My Prince?

  1. Annyonghaseyo… mianhae dulu aku siders. Menurutku ide ceritanya menarik, bagus wlw aku bacanya masih agak bingung mungkin karena ini masih chapter1. Author, saya tunggu nextnya

  2. Berharap Jonginn pliss… Itu dah sesuai bayangan gue banget wkwk
    Senyumnya itu lohhhh…. Ahhh
    Wehh btw knapa Baek jadi dipanggil cabe? Mana Jihyun bijinya lagi-_- ngilu dengernya wkwk

  3. Huaa gk sabar ama kelanjutanya.. Hmp kira” cowo itu siapa yaa><
    Ah kaka iKONic yaa, hahaha ngakak deh baca ff kamu– feel nya dapet baca nya asik, di tunggu ya next nya ^^

  4. hahaha…lucu si jihyun dipanggil biji cabe…
    siapa sebenernya si anak baru itu??!!
    penasaran bgt thor!!
    ngebayangin si baek habis maen itu basah2. an…karna bias saya si cabe..
    haduh.. .ga kuat hayati/alay/
    di tunggu kelanjutannya ya thor,,,
    keep writing~~~

  5. Rindu kok, haha
    Anyway, ceritanya bagus dan aku suka karakter cewe yg sering jdi bahan candaan kayak gitu. Kira2 murid barunya siapa ya? EXO jga ya? Penasaran nih

  6. siapa cowonya? jongin ya?
    kirain jihyun bakalan sama baek aja, jadi penasarannn siapa cowoknya heheheh

  7. Kerenn…. Huhuuu..
    Penasaran deh siapa sih murid baru nya..
    Ditunggu ya chapter selanjutnya.. Hwaiting

  8. Yaa tbc., aku jd mkin pnsrann, baek jihyun ntr sma baek apa sma anak baru ituu,,, siapa si itu anak baru namnyaaa gk disbutinn
    Apa Bisa jadi juga cinta segitiga begituu
    Next nya d tnggu bngttytttt kaa

  9. Buahahaha ngakakkkk biji cabeee. Udahlah mereka cocok kok wkwkwk ngukuukkkk 😂😂😂 next nya ditunggu^^

  10. wahh cewek cantik banget kaya gitu masa ga pernah pacaran ,cowok2 disekolah matanya pada sengklek2 yah diposternya aja cantik gitu.. duh jihyun kayanya benci bgt sama baekhyun nyampe dari atas nyampe bawah ngomelin baekhyun mulu apalagi waktu dia muji joonmyeon,luhan,sehun tampan tp dia malah ngehina baekhyun jelek “tapi baekhyun apaan itu jelek bgt” disitu ngakak deh serius segitunya bgt sama baek.. awas loh hate to be love

  11. Gue ngakak dia di blang biji cabe baekhyun *btol kagak sih hehe*
    gue penasaran sama tu cowok siapa yeth?
    Gue tebak pasti jongen
    klo betol gue seneng haha
    cepetan ya di lanjut thor

  12. Sukaa nama OC nya dan pemeran cowo nya :3 hahahaha
    Yaelah jihyun malah ga tertarik sama baekhunhanmyeon lagii kurang apa mereka?? Ckkckck
    Ditunggu next chap 🙂

  13. Itu yg disuka jihyun chanyeol atau siapa?? Lucu bgt sih dia, smoga dia dpt keberuntungan hahah kasian dikatain gak laku sama baekhyun wkwk
    kereen. Ditunggu nextnyaa^^

  14. annyeong new reader here…..!!!
    ffnya keren bngt feelnya jga kerasa komedi nya jga dapet
    itu yg cowok pindahan kris kah??? atau chanyeol???
    pokoknya ditunggu deh lanjutannya….fighting authornim

  15. kenapa gak nanya ke baekhyun aja jihyun? berharap jihyun melihat baekhyun sekali aja sbg pria: ‘(
    ditunggu klanjutannya author ^^

  16. Biji cabe baekhyun?? Geli sendiri bacanya. Bisa aja buatnya. Hehe
    oh ya, aku pendatang baru buat ff nya author kaihwa. Ff nya bagus loh. Bikin ketawa. Bayangin baekhyun jadi cabe dan jihyun bijinya. Berasa kayak baekhyun jadi ayahnya trus jihyun anaknya.
    *jangan ditanggepin, itu hanya imajinasi liar*
    aaa,, satu lagi. Aku minta izin buat nerusin bacanya sekaligus baca ff yang lain.. Makasih!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s