LOVELINESS (Chapter 11) – Dillema

request-pc4

LOVELINESS (Chapter 11) – Dillema

| Main Cast : Exo’s Kai and Han Yurin/OC |

| Support Cast : Im Jae Bum a.k.a GOT7’s JB

Kim Young Won a.k.a C-Real’s Chemi

Apink’s Kim Namjoo

EXO’s Member |

You Can Find if you Read

| Genre : Romance & Drama | Ratting : Pg-16 | MultiChapter |

Poster By:  Arin_Yezzy @PosterChannel

Loveliness | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |10

A/N : Original story By Kainear so STOP PLAGIAT! Sorry if you find typo and enjoy this FF thanks for all J jangan lupa ninggalin jejak kalau memang kamu adalah

“GOOD READER”

………………

Dio kini sudah berada di lapangan bersma dengan pemain-pemain yang lain termasuk Kai. kondisi Kai sekarang bahkan masih tampak buruk. Wajahnya masih pucat dan tampak lemas, sejak tadi Chanyeol sudah menyuruhnya tak ikut bermain tapi tetap saja kekeras kepalaan Kai membuat Chanyeol hanya bisa mengikuti mau Kai.

Permainan akan memasuki kuarter tiga dan Kai sudah tampak kecapean, meskipun mereka meminpin tapi Kai masih tetap ingin bermain.

“Kai” panggil Dio

“Aku ingin berbicara padamu” lanjutnya. Kai hanya mengangguk lalu mengikuti Dio menjauh dari teman-temannya yang sedang beristirahat.

“Ada apa?” tanya Kai dengan suara yang parau.

“Tentang Namjoo” jawab Dio. Seketika Kai menatap Dio dengan tatapan dingin dan tajam.

“Aku tidak mau mendengar apa-apa darimu”

Kai mulai melangkah meninggalkan Dio. “Dia kembali dan menunggumu di rumah sakit” ucap Dio dan seketika langkah Kai berhenti, seluruh tubuh Kai bahkan membeku seketika membuatnya susah untuk bergerak.

“Dia sakit Kai dan menunggumu” ucap Dio lagi.

Keringat dingin mulai membasahi pelipis Kai. Darahnya bedesir hebat saat mendengar ucapan Dio untuk kedua kalinya. Jantungnya berdetak tak karuan. Kai lalu berbalik menatap Dio yang sedang menatapnya pasti.

“Dimana dia?” tanya Kai dengan suara seraknya.

“Dia di Seoul Medical Hospital” jawab Dio.

Detik berikutnya Kai berlari meninggalkan Stadium sedangkan Dio hanya menatap Kai dengan tatapan lirihnya. Dio sudah meyakinkan dirinya untuk tak menyembunyikan Namjoo lagi dari Kai karena sekeras apapun ia menyembunyikannya tetap saja yang Namjoo harapkan hanya Kai.

Dio mungkin sudah mengenal Namjoo lebih dulu daripada Kai dan mempunyai perasaan khusus untuk Namjoo lebih dulu juga dibanding Kai tapi bagaimana ia bisa menolak jika Namjoo hanya begitu terpikat pada Kai. Ia tak ingin penyesalan lagi, ia hanya ingin kedua sahabatnya bisa bahagia tanpa dirinya sekalipun meskipun rasanya sangat sakit tapi ia yakin kebahagiaan sesungguhnya akan datang pada saat tiba waktunya.

Dio berjalan menuju loker-loker pada pemain. Semua orang menatapnya sedangkan Dio hanya duduk menghela napas.

“Hei kemana Kai?” tanya Suho tiba-tiba yang duduk disampingnya.

Semua temannya tau Dio dan Kai mempunyai masalah pribadi yang serius tapi semuanya memberikan Kai dan Dio ruang untuk bisa menyelesaikannya sendiri karena mereka sadar mereka sudah cukup dewasa untuk menyelesaikannya.

“Aku menyuruhnya untuk istirahat” jawab Dio mulai tersenyum. Entah mengapa bebannya selama ini mulai terasa ringan.

“Baiklah tanpa Kai-pun kita akan menang” ucap Chanyeol.

Beberapa saat kemudian panggilan untuk bermain di kuarter ketiga sudah terdengar. Chanyeol dan teman-temannya mulai memasuki lapangan lagi dan memulai pertandingan dengan semangat yang lebih baik dari pada tadi.

…………….

 

“Kemana saja Kau, pertandingan sudah masuk di kuarter 3” omel Min Ra pada Yurin yang baru saja duduk disampingnya.

Yurin memainkan matanya mencari sosok Kai namun dia tak tampak disana tiba-tiba rasa khawatir Yurin mulai menjelajahi seluruh tubuhnya. Ada rasa gelisah disana, bahkan otaknya hanya dipenuhi dengan rasa khawatirnya pada Kai.

“Kai tak ikut bermain?” tanya Yurin.

“Kuarter satu dan dua dia ikut bermain tapi entah mangapa dia menghilang” jelas Min Ra.

“Hei mau kemana kau?” tanya Min Ra pada Yurin dengan tatapan tanda tanyanya. Baru saja Yurin sampai disini tapi tak sampai 5 menit dia duduk, dia sudah pergi meninggalkan Min Ra sekarang.

…………………………

Yurin berjalan dengan cepat meninggalkan area lapangan basket. Ia mengambil HP-nya dari saku celananya kemudian menelpon Kai. Masih suara nada sambung yang terdengar disana. Entah menagapa Yurin merasakan ada sesuatu yang buruk terjadi pada Kai.

Yeoboseo” suara dibalik sana.

Langkah gadis itu terhenti, ada yang berbeda dari suara itu maksudnya, suara itu berbeda dari suara yang akhir-akhir ini mengusiknya.

“Kai?”

“Ah, Yurin-ssi ini Dio. Ponsel Kai ketinggalan-“

“Dio-ssi?” Yurin memotong.

“Kenapa HP-nya ada padamu?” Lanjut Yurin.

“Yurin, Han Yurin”

Nada bicara Dio pada Yurin mulai terdengar aneh, ada sesuatu disana yang tampak ingin Dio sampaikan tapi gadis ini cukup peka untuk mengetahuinya. Sejak tadi nada bicara Dio canggung padanya dan kini terlebih lagi Dio menyelah saat Yurin bicara.

“Jangan Khawatir pada Kai” ucap Dio dengan nada yang terdengar tegas. Yurin hanya mendengarnya sekali namun diotaknya terus-terus terdengar olehnya. Yurin mengerutkan keningnya, entah mengapa kata-kata Dio itu seperti sindiran untuknya.

Jujur saja Yurin memang tiba-tiba masuk dalam kehidupan Kai yang sama sekali belum ia kenal bahkan teman-teman Kai-pun tak pernah Yurin kenal secara dekat sebelumnya hingga pada akhirnya Dio yang menurutnya baik mulai peduli padanya saat di perpustakaan pertama kali.

Tak pernah Yurin pikirkan jika teman-teman Kai tak ingin kalau pemuda itu dekat-dekat dengan Yurin. Memang salah Yurin apa? Seharusnya bukan Yurin yang disuruh menjauh tapi Kai-lah yang menurut Yurin membuat dirinya terkesan menjadi perempuan aneh di depan teman-teman Kai terlebih dari Dio.

“Baiklah” ucap Yurin dengan nada yang canggung.

“Tapi bisakah kita berbicara sebentar?” tanya Dio tiba-tiba.

Oh ayolah Yurin bahkan sudah cukup berhadapan dengan Kai dan sekarang juga harus dengan Dio. Memang apa salah dirinya, bahkan disini Yurin yang menjadi korban tapi kenapa semua kesalahan jatuh dan menimpanya.

“Sekarang?”

“Ya”

………………………

Yurin menunggu Dio disebuah kedai kopi terdekat dari kampus. Sejak tadi tangannya tak bisa berhenti bergerak karena penasaran dengan apa yang ingin dibicarakan Dio bahkan gadis itu sudah membayangkan dirinya disebut perempuan penggoda. Oh benar-benar menjengkelkan untuknya.

Suara lonceng terdengar menandakan seseorang masuk di kedai kopi dan disana kini Dio menatap Yurin yang sedang terududuk gelisah disana. Dio mulai berjalan dengan pelan lalu menghampiri Yurin dan mulai duduk di kursi tepat di hadapan Dio.

“Yurin-ssi” Panggil Dio membuat Yurin berbalik dan menatap Dio dengan tatapan kekagetan.

Yurin hanya bisa senyum dengan terpaksa entah mengapa aura Dio sangat berbeda dari Kai. Yurin tak mengerti mengapa saat menatap Dio dikepalanya mulai membandingkan Kai dengan Dio. Keduanya memang memiliki aura yang tidak biasa menurut Yurin tapi kedua aura itu berbeda. Menurut gadis itu aura Kai gelap dan kosong sedangkan aura Dio bercahaya namun sam-sama kosong.

Yurin mungkin belum mengenal Kai terlebih dengan Dio namun ia yakin kedua orang ini memiliki sesuatu yang berbeda dari teman-temannya, mungkinkah kekuatan super? Oh ayolah Han Yurin sejak kapan konsep anak balita masuk kedalam konsep pemikiran mu benar-benar fakir. Tapi semenjak kejadian di perpus Yurin tau masalah mereka adalah tentang perempuan. Klasik memang hubungan persahabatan dan hubungan percintaan namun siapa yang bisa menolak jika masalah itu sudah datang tanpa diundang.

“Apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Yurin sambil mulai meminum kopinya. Sial, kopinya terlalu manis untuknya dan itu membuatnya sedikit menyembur di hadapan Dio.

“Maaf” ucapnya canggung lalu memberi serbet pada Dio.

Dio hanya tersenyum melihat Yurin. Yurin lagi-lagi kaget. Entah sudah berapa kali Yurin selalu dikagetkan oleh orang-orang yang menurutnya tak begitu berarti untuknya.

“Kau lucu sekali” ucap Dio lalu mulai melap bajunya dengan serbet. Yurin sedikit tersenyum dengan ekspresi lucu keterpaksaan.

Lucu? yang benar saja tindakan Yurin tadi adalah tindakan bodoh dan konyol yang pernah ia lakukan. Sejak kapan Han Yurin sekonyol ini?. benar-benar memalukan.

“Sebenarnya aku ingin meminta maaf”

“Hah?”

“Kurasa Kai membuatmu sedikit repot akhir-akhir ini”

“Bukan sedikit tapi banyak” balas Yurin sambil memutar bola matanya.

Dio tersenyum kecil kearah Yurin.

“Jangan khawatir mulai saat ini Kai tidak akan menganggumu”

Mata Yurin berbinar, ia tak percaya hari ini akan datang. Hari dimana dia akan lepas dari pengaruh Kai dan tidak akan menganggunya lagi tapi entah mengapa dia merasakan ada yang aneh namun tak bisa menjelaskannya.

Yurin memang bisa sangat peka dengan perasaan orang lain tapi jika kau lebih mengenalnya dia bahkan tak bisa peka pada perasaannya sendiri. Dia terlalu naif untuk bisa memahami seseorang daripada dirinya sendiri benar-benar gadis yang pandai berbohong.

Yurin selalu terbiasa mengendalikan dirinya, ia sama sekali tak ingin menjadi beban seseorang, teman, kakak, bahkan ayahnya sendiri. Ia merasa dirinya kuat padahal Han Yurin terlalu rapuh dari yang dia pikirkan selama ini.

“Syukurlah” ucap Yurin dengan senyumnya.

Dio menatap Yurin lama saat mulai menyadari ada senyum yang tak biasa disana. Bukan senyum sesungguhnya tapi terkesan dibuat-buat dan Dio merasa ada sesuatu yang tak beres diantara Yurin dan Kai. Ia terlalu menyepelekan pesona Yurin hingga terlalu lama membiarkan Yurin berkeliaran disekitar Kai hingga membuat keduanya mulai saing memahami dan mengenal walaupun sedikit demi sedikit.

“Tapi bolehkah aku bertanya sesuatu?”

Tiba-tiba rasa penasaran Yurin yang mengahantuinya sudah cukup dan tak bisa Yurin tahan lagi. Yurin terlalu penasaran dengan seorang Kai, banyak yang ingin ia tanyakan pada pemuda itu tapi apadaya, ia terlalu takut untuk itu. maksudku pada seorang Kai, Yurin takkan berani.

“Apa?”

“Apa kau dan Kai punya masalah? Maksudku waktu di perpustakaan, kalian semp-“

Yurin berhenti tiba-tiba saat menyadari raut wajah Dio berubah seketika itu. Yurin merasa bodoh, tidak seharusnya ia bertanya dan ikut campur masalah Dio dan Kai. memang apa kuasanya untuk bertanya? Benar-benar Yurin yang bodoh.

“Lupakan saja” lanjut Yurin lalu mengalihkan matanya menuju kopinya kemudian memimnya sedikit. Dan kali ini hipotesis Yurin benar, ini mengenai seorang perempuan. Entah sejak kapan perempuan ini pandai menebak dari awal.

Rasa penyesalan menghampiri Yurin, seharusnya ia tak bertanya tadi, seharusnya ia tetap pada hipotesisnya dan percaya tapi pertanyaan itu tiba-tiba saja keluar dan mempengaruhi keduanya.

Yurin tau kalau Dio adalah orang baik. saat Dio menolong dirinya dan Min Ra di kantin membuat sedikit pandangan Yurin pada EXO sedikit berubah tapi Yurin tak tau bagaimana pandangan EXO pada dirinya. Hey sejak kapan Yurin peduli dengan pandangan seseorang?.

“Kai, dia sebenarnya punya seorang kekasih” jawab Dio dengan senyum simpulnya.

Senyum yang benar-benar terpaksa. Senyum itu memeseona memang, tapi dibalik senyum itu ada tatapan yang kosong. Yurin baru pertama kali melihat tatapan seperti ini. untuk seorang fotografer, akan sangat suka dengan senyum Dio yang seakan menganggambarkan bagaimana kehilangan seseorang namun tak bisa mengekspresikan dengan baik.

“Dan kau menyukainya?”

Yurin mengigit bibirnya. Pertanyaan yang tak diinginkan kembali keluar dari mulut Yurin. Jantung Yurin berdegup dengan kencang, dia mulai menegang saat mata Dio menatap matanya dengan tatapan yang sulit ia artikan. Banyak sekali ekspresi Dio yang sulit ditangkap Yurin.

Dio hanya mengangguk seraya mengedarkan pandangannya menuju arah lain. Dio tak bisa mengalihkan pembicaraan dan jika ia ingin berbohong-pun tak ada gunanya jadi ia berpikir untuk mengutarakan sedikit pada Yurin setidaknya ia yakin gadis ini baik dalam mendengar.

Entah mengapa Dio merasa nyaman dengan Yurin. Dia merasa cocok untuk bisa membicarakan hal-hal bersama. Meskipun begitu ia sudah membatasi dirinya untuk tidak gampang jatuh lagi pada seorang gadis tapi siapa yang tau jika Dio yang awalnya hanya ingin memisahkan Kai dan Yurin akan ikut kedalam pusaran permasalahn selanjutnya yang bahkan lebih rumit dari ini.

“Aku, Kai dan Namjoo adalah sabahat sejak sekolah dulu”

Yurin mulai melipat lengannya di meja, dia memasang telinganya baik-baik agar dapat mendengar cerita yang membuatnya beberapa waktu ini penasaran. Ia sangat tertarik dengan kisah Kai dna Dio dan dia pun tak tau alasannya mengapa.

Dio tersenyum kecil saat mulai melihat ekspresi serius Yurin.

Semenjak Dio mulai mengamati Kai dan Yurin dari jauh, ia yakin Kai terlalu jatuh dalam pesona Yurin yang mempunyai aura tertentu. Dio sudah mengamati keduanya semenjak Yurin memotret Kai.

Jujur saja waktu itu Dio merasa tak peduli dengan hal itu tapi saat melihat arah pandangan Kai dilapangan basket saat Yurin memotretnya, Dio menangkap tatapan yang tak asing. Tatapan itu tampak berharap sesuatu dari sana. Dio juga tau kalau Kai tak mudah terpengaruh jika ia difoto dan itu sudah biasa tapi Dio tak bisa menjelaskan saat kasus Yurin memotret Kai.

Semenjak itulah Dio merasa Kai mulai membuka hati pada seseorang yang asing. Walaupun Dio tau Kai masih menyimpan kenangan menyakitkannya dengan Namjoo didalam sana tapi Dio tau tatapan Kai dilapangan untuk pertama kalnya dalam tiga tahun, Kai seperti menatap seorang Namjoo disana.

Dio tentunya tak mempermasalahkannya hanya saja saat tau keadaan Namjoo yang sebenarnya membuat Dio tak bisa membiarkan Kai dan Yurin lebih lama lagi karena jika itu terjadi Yurin akan benar-benar menjadi milik Kai.

“Kau benar, aku menyukai Namjoo tapi aku bisa apa? Disaat kedua sahabatku ternyata saling mencintai” Dio lanjut bercerita.

Yurin mengangguk-anggukan kepalanya.

“Suatu hari, Namjoo pergi ke Amerika meninggalkan kami dengan alasan ibunya sakit tapi baru-baru ini dia kembali dan ternyata dia sakit keras dan sekarang dia koma”

Tatapan Dio mulai kosong, jujur saja jika membicarakan mengenai hal ini membuat Dio bahkan susah untuk bernafas.

“Dan karena itu Kai menghilang dipertandingan?” tanya Yurin.

Dio hanya mengangguk membenarkan. Untuk sebuah kesalah Dio memeberitau Kai tentang kenyataan itu tanpa memikirkan kondisi Kai sekarang. Lelaki itu juga sedang sakit, entah bagaimana Yurin menjelaskan tapi ia merasa tak suka jika Kai harus merasa terbebani oleh orang yang sudah meninggalkannya.

“Tapi Kai sakit”

Dio sedikit menatap Yurin dengan tatapan selidiknya. Saat bertemu dengan Kai memang Dio merasa ada yang aneh dari kondisi fisik Kai tapi ia menyamkah mungkin karena efek pertandingan ia sama sekali tak menyangka kalau lelaki itu sedang sakit.

“Dia demam semalam dan baru pagi ini demamnya turun, yah meskipun keadaannya masih kacau” Yurin menambahkan membuat Dio memijit pelan pelipisnya. Ia benar-benar bodoh saat keegoisannya mengambil alih semua pemikirannya

“Kita harus menyusul Kai” ucap Dio.

“Ini sudah sekitar satu jam setelah Kai pergi, kurasa dia sudah bertemu Namjoo”

Tiba-tiba suara deringan telepon mengagetkan Dio, terpanpang nama Suho di layar LCD handphone milik Dio.

Yeoboseo”

“…………….”

“Baiklah, aku akan segerah kesana”

Tanpa aba-aba setelah menutup telepon Dio, lelaki itu langsung berdiri lalu menari Yurin pergi berlari bersamanya. Jantung Yurin berdetak dengan kencang dan perasaannya aneh setelah melihat ekspresi Dio benar-benar kacau di hadapannya. Ia tau ini bukanlah berita baik dan ia juga tau ini ada hubungannya dengan Kai.

……………..

Dio dan Yurin berlari koridor rumah sakit Seoul Medical Center. Keduanya mencari-cari kamar dimana Kai dirawat. Lelaki itu ternyata pingsan di depan rumah sakit karena dehidrasi dan anemia sehingga ia harus di rawat inap.

Saat Dio dan Yurin sudah menemukan kamar Kai dengan langkap pasti keduanya memasuki ruangan tersebut. Bau rumah sakit yang sangat dibenci Yurin harus memenuhi penciumannya lagi dan benar saja ia baru sadar kalau kamar yang ditempati Kai sekarang adalah tempat dimana ibu Yurin dirawat dulu.

Yurin sempat berhenti di depan pintu, kamar itu masih tak berubah, masih tampak elegan walaupun alat medis masih tertata rapi disana. Aromanya-pun tak berubah yang berubah hanya orang yang dirawat. Bukan lagi seorang ibu yang selalu menemani Yurin.

“Yurin” Yurin terkaget saat didepannya sekarang kakaknya menatapnya dengan penuh tanda tanya. Bukan hanya Dio yang kaget tapi seluruh yang ada di kamar itu menatap mereka berdua dengan bingung.

Kamar inap Kai luas, kamar ini di desain khusus untuk pasien VVIV. EXO dan Chemi kakak Kai disana menatap keduanya.

Ahh, Oppa” Yurin sadar.

“Jadi kau yang namanya Yurin?” tiba-tiba suara dari belakang kakaknya membuatnya tertegun, yah dia adalah kakak Kai yang menjadi tunangan Jaebum. Meski tak sesakit dulu tapi bagaimana-pun pasti luka memili bekas yang sulit dihapus.

“Ne” balasnya dengan canggung.

“Apa yang kau lakukan disini?” Seung Yun, mengambil alih pembicaraan menatap tajam adiknya. Ada banyak hipotesis yang sudah Seung Yun tarik dan itu semua mengarah ke Yurin dan Kai.

“Dia mungkin salah satu teman Kai” jawab Chemi.

“Kau terlalu overprotektiv pada adikmu Yun” lanjut Chemi.

Seung Yun hanya memindahkan tatapannya ke arah Chemi, ia menatap keduanya bergantian seakan mereka berdua adalah renkarnasi yang secara tak sengaja bertemu.

“Sampai ketemu di rumah kalau begitu” ucap Seung Yun, lalu mengusap kepala adiknya kemudian pergi dari kamar.

“Tunggu aku, aku akan mengantarmu” teriak Chemi saat keduanya mulai meninggalkan ruangan itu.

Yurin masih mencoba mengumpulkan nyawanya, mencoba untuk berjalan dengan penuh keberanian. Demi apa, ia tak menyangkah kamar ini masih digunakan oleh rumah sakit ini padahal ini adalah kamar yang penuh kenangan untuknya.

Yurin lalu berjalan menuju salah satu sisi ranjang, disana dengan wajah pucat Kai terbaring lemas, lilitan inpus masih terpasang disana. Meskipun Kai masih kurang baik tapi menyadari Kai dirawat dengan baik membuat kekhawatiran Yurin sedikit hilang, setidaknya lelaki itu dapat tertidur pulas sekarang.

Setelah melihat keadaan Yurin, gadis itu hendak keluar dari kamar lalu berniat pulang, entah mengapa hari ini, ia terlalu banyak terlibat dengan urusan orang lain dan saat ini waktunya Yurin lepas dari semua itu, yah meskipun tak secara langsung setidaknya Yurin sudah lepas dari Kai. ‘jaga kesehatan Kai’ ucapnya dalam hati lalu meninggalkan Kai.

“Han Seung Jun uisa

“Han Seung Yun uisa

Oppa

“Han Yurin”

Baekhyun tiba-tiba berdiri dengan gaya menyelidiknya saat Yurin keluar dari intalasi Kai.Oh ayolah baru saja, ia akan pergi dengan damai tanpa ada gangguan tapi untuk menghadapi EXO, Yurin pikir akan sedikit susah.

“Jadi Seoul Medical Center, rumah sakit terbaik di Korea ini adalah milik keluargamu Yurin-ssi” Baekhyun menatap Yurin dengan tatapan selidiknya. Bukan hanya Baekhyun tapi juga, Suho, Chanyeol, Sehun dan Dio.

Yurin gugup dan hanya terdiam, ia bingung kenapa identitas keluarganya terlalu menghebokan orang lain dan karena itu ia lebih suka jika orang tak tau identitas keluarganya.

“Pemilik Seoul Medical Center yang kutau adalah konglomerat Han Seung Jun uisa dan beliau adalah ayahmu?” pertanyaan itu Chanyeol keluarkan dengan tatapan yang masih menyelidik.

“Huaaa DAEBAK” Sehun langsung memeluk dengan erat Yurin, sampai Yurin kaget dan membulatkan matanya diikuti ekpresi yang sulit diartikan.

“Sehun, lepaskan pelukanmu dari milikku”

Tiba-tiba suara yang tadinya tak terdengar tiba-tiba memecah kehebohan Sehun dan langsung membuat semuanya terdiam. Dio menggeser gorden pembatas ruang tamu dan ranjang Kai dan tampak Kai menatap teman-temannya dengan tajam.

“Oo Sorry”

“ Kai, kau sadar?” tanya Yurin tak percaya.

“Seperti yang kau lihat”

“Untunglah, kalau begitu aku pamit dulu”

“Secepat itu?”

“Sudah banyak yang menemanimu”

Kai lalu mengedarkan tatapannya menuju teman-temannya, yang mengisyaratkan agar nereka pergi. Oh dan benar saja Yurin bahkan tak jeli melihat hal itu. bahkan Dio membiarkan hal tersebut.

“Aku akan pulang, kurasa” ucap Suho.

“Aku juga” diikuti yang lain.

“eh”

Yurin kaget lalu berbalik melihat teman-teman Kai peri satu persatu bahkan Dio hanya meneuruti hal itu, Yurin tau untuk sementara ini lelaki itu membiarkan Kai karena kondisi Kai masih tak memungkinkan untuk Namjoo.

“Sekarang kau harus menemaniku” ucap Kai.

Mau tidak mau Yurin harus melakukan itu kecuali jika kakaknya Seung Yun menariknya keluar dari kamar ini karena hanya itu satu-satunya cara untuk bisa keluar dari kamar ini.

“Apa kau sudah merasa baikan?” tanya Yurin lalu mulai duduk disalah satu sisi ranjang Kai. Kai hanya mengangguk menatap dengan pasti mata Yurin. Entah mengapa Yurin merasa tatapan Kai kali ini sedikit berbeda dari tatapan yang biasanya tajam dan menusuk.

“Ada yang sal-“

Yurin kaget saat mendapati dirinya ditarik hingga, lelaki itu memeluknya. Jantung Yurin berdegup dengan kencang, darahnya berdesir hingga sekarang Yurin merasa wajahnya sudah merah karena ulah tiba-tiba Kai.

“Kenapa dia kembali?” tanya Kai dengan suara seraknya.

Yurin hanya diam walaupun tau apa yang Kai bahas sekarang. Yurin baru menyadari kalau Kai memeluknya seperti ini agar ia tak melihat lelaki itu menahan air matanya.

Pelukan itu tiba-tiba saja mengerat dengan sendirinya membuat tubuh mereka tak ada jarak disana. Yurin mencoba untuk lepas dengan perlahan tapi walaupun Kai sakit tetap saja ia adalah lelaki yang lebih kuat dari Yurin.

“Apa kau sangat ingin lepas dariku?” tanya Kai tiba-tiba membuat Yurin membulatkan matanya.

“Eh?”

“Apa kau ingin lepas dariku Han Yurin?” tanya Kai lagi.

Beberapa menit mereka diam. Yurin tak tau harus menjawab apa. Demi apapun ini adalah perkataan yang paling ia tunggu dari Kai tapi ia tak tau kenapa tiba-tiba hatinya terasa tergoyak karena pertanyaan Kai.

“Kau membebaskanku?” tanya Yurin

Kai melepas pelukannya lalu menatap Yurin. Dengan perlahan tangan Kai menyentuh dan mengusap pipi Yurin dengan lembut.

Yurin menegang. Sentuhan Kai terasa hangat dan dingin dalam waktu yang sama-sama, perutnya terasa penuh dengan kupu-kupu saat Kai mulai tersenyum lembut padanya. Kai benar-benar tersenyum pada Yurin, bukan senyum yang tersembunyi tapi senyum yang memang tampak tulus.

Entah mengapa Yurin merasa dirinya tak ingin lepas dari Kai tapi disisi lain dirinya juga menolak untuk bisa jatuh pada pesona Kai.

“Kai, kau kenapa?” tanya Yurin tiba-tiba saat merasakan tangan Kai mulai menjauh dari pipinya.

“Hanya ingin tau bagaimana perasaanmu saat berada didekatku, itu saja” jawab Kai dengan tampang memelasnya.

“Kau aneh” jawab Yurin.

Beberapa menit kemudian, suasana hening. Keduanya tak saling menatap namun saling berbicara pada hati mereka masing-masing. Yurin yang merasa dirinya mulai terbawa arus Kai merasakan keanehan Kai dan itu membuatnya merasa bingung pada perasaanya sendiri pada Kai. Sedangkan Kai bimbang, sejujurnya ia selalu merasa nyaman berada di dekat Yurin, bahkan ia sudah merasa terlalu terpikat dengan gadis itu tapi entah mengapa saat cinta lamanya datang dan menyapanya dengan kepedihan membuat sesuatu dibalik sana kembali bersembunyi takut dan mulai rapuh jika disakiti lagi.

Kai mungkin bimbang akan perasaanya sendiri. Perasaannya yang membuatnya jatuh pada Yurin namun belum lepas dari Namjoo.

“Aku melepasmu Rin-ahh

TBC

Maaf buat kalian lama menunggu. Banyak hal yang terjadi makanya fanfiction ini dan fanfiction lainnya lagi lambat-lambatnya dipos.

semoga kalian suka. thanks for all my nearby🙂

35 responses to “LOVELINESS (Chapter 11) – Dillema

  1. couple kesayangan balik lagi udah lama banget nich
    beneran kai mau nglepas yurin dan gk akan nyesel dikemudian hari
    kayaknya bakal balikan ama namjoo
    padahal yurin mulai ngrasain perasaan nyaman ama kai

  2. Oh kai akan melepaskan yurin. Aduh bagaimana ini padahal mereka sama-sama nyaman dan juga lihatlah mereka sama-sama nyaman hanya saja mereka menyangkalnya. Dan juga lihatlah bagaimana dengan kelanjutan dari semuanya juga namjoo akankah ia melepaskan kai atau malah masih mengharapkan kai.
    Next chapternya ya thor

  3. Andwee kai jangan main lepasin yurin gitu aja, apa luu bener-bener gak punya perasaan apa-apa sama yurin…
    jangan nyesal ntar liat yurin sama cowo lain, atau mungkin dia bisa sama dio..
    haduuh ribet daah, apa kabarnya juga itu namjoo, gimana kalau dia gak mau ngelepas kai…

  4. mwooo…. jongin melepaskan yurin? wae wae wae…. bukannya kau menyukai yurin??? kalian saling menyukai kan??? apa karna namjoo, ya pasti karna dia…

  5. kai lu yakin ngelepas yurin ? ntar nyesel lu kai

    yaudeh ditunggu kelanjutannya ff yang bikin gua pensaran tiap hari wkwk

  6. annyong thor✌️✌️
    maapkan aku ya thor, aku lupaaa apa aku udah komen dichapter sebelumnya, soalnya udah lama ya kanㅠㅠ tapi ntar aku ulang ajaa komennya di setiap chapter ya thor hehe✌️✌️
    ohya, alurnya masih selalu bagus terus pemakaian katakanya mantep, FEELNYA ? bikin aku sedih terharu acak kadut begini lohㅠㅠㅠ
    aku udah netapin hati jadi kai-yurin shipper, kenapa harus ada si hellokitty namjoo itu lagi!😭😭
    sukses banget kamu thor bikin aku penasaran gini😭
    ditunggu kelanjutannya ya thor, keep writing💕

  7. Ini nih yang pling aku nggak suka.. Orang masa lalu ! Nyebelin, dan suka ganggu hbungn orang.. 😦
    yah… Di pelasin… Awas aja klo nyesel.. Tapi, di jmin bkln nyesel.. Itu cuma masa lalu kai .. Yang terpenting itu adalh masa kini .. Dan cinta terakhir kamu,, bukan masa lalu .. Uuuhhh… Kai bikin kesel.. Dio apa’an sih ! Mlh jadi ganggu.. 😦 :v
    .next chap di dutunggu lagi .. 😀

  8. Loh kok dilepasin sih…nanti kai nyesel loh…sebenernya kai hanya belum sadar dengan perasaannya ke yurin U.U
    Nanti kalau dyo deket sama yurin…kan masalahnya tambah ribet lagi…

  9. Andweeeeeeeee kenapa d lepasin…..!!!!????
    Thanks dah update hampir aja lupa ma jln critanya lo g da review chap lalu. Yaah walaupun da beberapa typo tp g ngurangin keseruan jln critanya…

  10. Oohhh aq fkir gk akan d truskan lg. Soalnya bnyak autor2 lama y milih hiatus selamanya hehehhe
    Tp bgtu liat km update okehhh lahhh aq sukaaa bngetttt…. Semangaat trus dn entah aq bingung mu koment apa soal mrka. Klo mrka add rasa ungkapain. Anggap ajj msa lalu Kai msa lalu y gk mst d urai kmbali. Tp dsni aq lumayan kesel sma sikapnya D.O aouuuhhhhh nyebelin dy…. Klo mu dy ajj ambil lg Namjoo heheheheh aq jahat yhhh

  11. kenapa dengan kaaaaaaiiii!! kenapa? apa karna cinta lama nya. Aduuuhh kasihan yurin. padahal kayaknya udah mulai buka hati buat kai. tapi kainya malah gitu😦
    jangan dilepas yurinnya. sia2 dong selama ini ngejar2 yurin nya. semoga kai beubah pikiran deh..

  12. Mwooyaaa ??? Ahhhhk😵 yakin kai mau lepas yurin ??? Jangan donggggg😢 nanti nyesel lo.. udah namjoo sama d.o aja.. kai sama yurinn.. ahh jangan dipisahin donggg😢

  13. yeaaayyy akhirnya update juga udah kangen sama yurin jongin nie….
    dan kenapa saat udah deket satu sama laennya eh masalah baru muncul….duhhhh aku gak rela kalo ntar ngeliat yurin sakit hatinya karena jongin lebih memilih bersama namjoo…..huwaaaaa gak rela banget
    kan aku pengennya jongin dan yurin walau sekarang yurin masih belom peka sama perasaannya tapi seenggaknya kan masaih ada jalan kalo namjoo gak datang….
    semoga aja jongin dapat memilih yang tepat untuknya sekarang dan kedepannya…..dan juga semoga aja yurin dapat peka dengan perasaannya sendiri….
    dan dio juga semoga bisa nemuin pasangannya deh….

    ok fix ini ceritanya ngangenin banget dan juga bikin penasaran
    tapi aku tetep nungguin kok jadi semangat terus ya!!!!

  14. jangan d lepasin kai nanti km nyesel
    pdhl kai sm yurin udah perasaan slng nyaman
    pasti ini semua gara2 namjoo jd kai lepasin yurin
    aissssh namjoo kan cuma masa lalu
    jd penasaran sm lanjutan critanya
    next d tunggu
    figthing^^

  15. yg di tunggu-tunggu akhirnya nongol juga. yahhh kai ngelepas yurin nih? yah ko sedih ya padahal udh terlanjut cinta sama ini couple. semoga mereka bersatu lagi

  16. Kayaknya aku belum baca ff ini dari awal deh. Tapi meskipun gitu aku udah rada ngertilah meskipun cuma dikit. Itu DO mau gitu ngelepasin namjoo buat kai. Kenapa dia nggak coba pertahanin namjoo dan ngebiarin kai biar deket sama yurin? Lagian kai kenapa juga kayak nggak tegas gitu sama perasaannya sendiri. Dia mau ngelepasin yurin cuman buat cinta lamanya dia. Yang pasti ini keren. Semangat terus ya buat authornya

  17. akhirnya kluar jga next ny ni…ud nunggu2 hehe…

    mcem mana jadinya nnti kalo kai nglepas yurin??? ya mgkn msih tkut jga kai ny kalo ditinggal yurin nnti ny krna msih dilema sma namjo..

    keep fighting n writting ….

    we lov u…

  18. beberapa hari lalu sempet kepikiran kapan ff ini update eh taunya update juga hahahahha

    kai nya kok ngelepasin yurin sih:(((
    tapi kalau gak dilepasin kasin juga liat yurin sering dimanfaatin kai

  19. ahhh kai kenapa kamu melepaskan yujin
    kenapa kai melepaskan yujin disaat mereka sudah saling meresakan
    ihhh kenapa sih namjoo dateng di saat mereka udah deket
    dan yujin udah ngerasa suka sama kai tapi dia tidak meyadari apa yang ternjadi sama dia
    ga apa apa kok lama juga kan yang penting tetep dilanjutin

  20. Pingback: LOVELINESS (Chapter 12) – Dillema (Part 2) | Kainear·

  21. Pingback: LOVELINESS (Chapter 12) – Dillema (Part 2) | SAY KOREAN FANFICTION·

  22. Kai melepas yurin ??? ANDWEEEEE😥😥
    Ahh kai kau jahat, walaupun kau menyebalkan sebenarnya yurin mencintaimu dia cuma belum sadar kai😥
    Han yurin sadarlah.. sadarlah kau mencintai kai bodoh😦
    Ahh aku mau mencaci maki mereka deh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s