[FINAL] LOVE STILL GOES ON — #16th CHAPTER [OUR LOVE] by noonapark

LSGO2 copy

¶ Title : LOVE STILL GOES ON | Cast : Park Chanyeol, Shin Eunsoo (OC/YOU), Kim Jongin, Byun Baekhyun, Jung Soojung, Kim Joonmyeon,  Ahn Hani | Genre : Drama, Romance, Fluff, Comedy | Ratting : General | Lenght :  Multi Chapter ¶

-noonapark@2015-

(https://noonapark.wordpress.com)

Previous  : [#PROLOG] [1st — REMEMBER ME] [2nd — HEART BEATING] [3rd — THERE IS SOMETHING IN YOUR EYES] [4th — DON’T BE AFRAID, I’M WITH YOU] [5th — JUST US] [6th — THIS FEELING] [7th — SOMEONE ELSE] [8th — LIE] [9th — FOOL] [10th — RIVAL] [11th — I’M SORRY, AND I LOVE YOU] [12th — WARM AND COZY] [13th — FRIENDSHIP AND LOVE] [14th — BROKEN?] [15th — IT’S OKAY]

.

***

.

Sebagian besar mahasiswa membuang napas lega setelah sosok dosen Lee hilang di ambang pintu keluar kelas. Kebanyakan dari mereka memutuskan untuk segera keluar dari kelas termasuk Soojung yang semula duduk di kursi deretan belakang paling pojok. Dan Eunsoo yang menyadari pergerakan Soojung hanya memandangi jejak kepergian gadis itu disertai dahi yang berkerut samar.

Di deretan kursi di tengah-tengah kelas; Chanyeol, Eunsoo, Baekhyun dan Jongin masih duduk seraya tangan mereka sibuk dengan tas masing-masing.

“Oya.” Eunsoo bersuara. Chanyeol, Baekhyun dan Jongin kemudian menoleh ke arahnya sementara Eunsoo memfokuskan irisnya hanya pada Baekhyun saja. “Ada apa dengan Soojung hari ini?”

Mata kecil Baekhyun melebar. Rasa panas yang aneh tiba-tiba merambati permukaan pipinya. “Y-ya? Soojung?” Sahut Baekhyun pelan.

Eunsoo mengangguk. “Hm, Soojung terlihat aneh hari ini.” Gumamnya dengan pandangan menerawang ke depan. “Dia menolak saat kuajak duduk bersama. Dia malah menyendiri di sana. Ada apa dengannya?” Eunsoo kembali menatap Baekhyun, kemudian melanjutkan. “Apa Soojung mendapatkan masalah? Atau sesuatu yang buruk sedang menimpanya?”

Baekhyun mengerjap cepat. Susah payah menelan salivanya sendiri hingga akhirnya Ia menjawab. “Y-ya! Ke-kenapa kau bertanya padaku?! Tanya saja sendiri padanya!”

Eunsoo sedikit memundurkan kepalanya. Respon Baekhyun benar-benar aneh, hingga Ia pun menatap Baekhyun dengan tatapan yang aneh pula. Chanyeol hanya menatap Baekhyun seraya menggeleng pelan, sementara Jongin kemudian beranjak dari duduknya.

“Mungkin dia sedang datang bulan.” Celetuk Jongin sambil menepuk pundak Baekhyun, membuat Baekhyun langsung mendongak menatapnya. Jongin menyampirkan tali ransel di salah satu pundaknya lalu menatap teman-temannya bergantian. “Aku pergi dulu. Urusan administrasiku belum selesai saat itu.”

Eunsoo membalas tatapan Jongin dan tersenyum. “Hm. Sampai jumpa.”

Ketika Jongin langsung menunjukkan senyuman cerah seraya melambaikan satu tangannya pada Eunsoo, Eunsoo pun balas melambai pada pria itu. Namun sedetik kemudian, Chanyeol langsung menahan pergerakan tangan Eunsoo membuat Eunsoo langsung menoleh ke arahnya. Chanyeol kemudian menatap Jongin dengan tatapan tidak suka.

Melihat itu, senyuman Jongin langsung memudar dari wajahnya. Ia menatap Chanyeol dengan tatapan teramat kesal, mencibir pelan, sebelum akhirnya berbalik dan mengambil langkah pergi dari tempat itu.

Saat melihat Jongin sudah menjauh beberapa langkah, mata kecil Baekhyun kembali melebar, satu tangannya berusaha melambai Jongin lalu Ia berseru. “Y-ya! Aku ikut!” Baekhyun cepat-cepat menutup ranselnya. Namun saat Ia berniat berdiri, Eunsoo tiba-tiba menahan lengannya.

“Tunggu!”

Baekhyun kembali duduk, kemudian menoleh ke arah Eunsoo dan menatap gadis itu dengan tatapan tak sabaran. “Ada apa lagi?”

Bukannya menjawab, Eunsoo justru sibuk dengan tas selempangnya, merogoh sesuatu dari dalam tas kemudian mengeluarkan sebuah buku yang kemudian Ia sodorkan ke hadapan Baekhyun. “Aku minta tolong padamu, apa kau bisa memberikan buku ini pada Soojung?”

Mata Baekhyun langsung terbelalak. Mendengar nama gadis itu disebut membuat kejadian di perpustakaan tadi pagi tiba-tiba terlintas dalam benaknya. “A-apa?” Sahutnya kemudian.

Eunsoo mengangguk pelan. “Soojung meminjamkan bukunya padaku saat itu. Aku ingin mengembalikannya langsung pada Soojung tapi—“

“Tapi kami harus segera pergi.” Sela Chanyeol. Saat Eunsoo menoleh ke arahnya, Chanyeol mengambil alih buku itu dari tangan Eunsoo, lalu meletakkan buku itu secara paksa di atas pangkuan Baekhyun dan Chanyeol berdiri setelah itu. “Ayo.” Chanyeol meraih telapak tangan Eunsoo, menggenggamnya lalu membawa gadis itu berdiri di sampingnya.

“Y-ya! Ka-kalian..” Baekhyun memandangi Chanyeol—Eunsoo dan buku dipangkuannya secara bergantian. Merasa bingung.

Chanyeol justru menyunggingkan senyuman ringan pada Baekhyun sebelum akhirnya menarik tangan Eunsoo dan membawa gadis itu pergi bersamanya.

Saat Chanyeol dan Eunsoo sudah menjauh beberapa langkah, Baekhyun memandangi punggung kedua orang itu dengan tatapan teramat kesal. Ia berniat meneriaki keduanya, namun sesuatu yang tertangkap oleh maniknya membuat Baekhyun mengurungkan niat. “Oh?” Baekhyun bergumam heran sembari memperhatikan Chanyeol dan Eunsoo yang tengah berjalan beriringan menuju pintu. Dan sesuatu yang benar-benar menjadi perhatian Baekhyun saat ini adalah tangan besar Chanyeol yang masih menggenggam telapak tangan Eunsoo. Mereka terus bergandengan. Bahkan saat mereka tiba diambang pintu, Chanyeol tampak membisikkan sesuatu di telinga Eunsoo, mereka kemudian saling memandang dan tersenyum bersama. Detik selanjutnya, sosok mereka hilang dari jangkauan Baekhyun.

“Tunggu.” Baekhyun bergumam pelan. Sembari memandangi jejak kepergian Chanyeol dan Eunsoo di ambang pintu, Ia sedikit menelengkan kepalanya. “Apa yang terjadi? Kenapa mereka..” Baekhyun seolah menggantung kalimatnya.

Ya, sepertinya Baekhyun baru sadar dengan perubahan yang terjadi pada kedua orang itu. Salahkan saja hal bodoh yang sudah Ia lakukan pada Soojung tadi pagi, yang membuat Baekhyun akhirnya tidak bisa fokus memikirkan hal lain selain itu. Baekhyun bahkan tidak tahu apa yang diajarkan dosen Lee di depan kelas tadi. Jung Soojung, dan ingatan ketika bibirnya menyentuh bibir gadis itu benar-benar memenuhi seluruh isi di dalam kepala Baekhyun saat ini.

Baekhyun mendengus. Masih memandangi jejak kepergian Chanyeol dan Eunsoo di ambang pintu, Ia kemudian bergumam geram. “Kalian menyembunyikan sesuatu dariku?!” Baekhyun berdiri. “Ya!! Kalian—“ Baekhyun tidak melanjutkan kalimat saat menyadari buku Soojung jatuh dari pangkuannya. Ia pun menunduk, memandangi buku Soojung yang kini tergeletak di permukaan lantai dengan tatapan horor.

Oh, tidak. Lagi-lagi Baekhyun tidak bisa memikirkan hal lain sekarang. Sosok gadis itu, dan kejadian di perpustakaan tadi pagi kembali berputar-putar di dalam kepalanya.

“Ya Tuhan.” Baekhyun cemas. Ia menyapukan pandangan ke sekitar untuk memperhatikan beberapa mahasiswa yang masih tinggal di dalam kelas. Ia kemudian kembali menunduk dan memandangi buku itu dengan tatapan yang sulit diartikan. “Apa yang harus kulakukan?”

***

Di dalam perpustakaan, Eunsoo tengah berdiri di hadapan rak buku yang terletak paling ujung. Ia tidak sendiri, karena ada Chanyeol yang berdiri tepat di belakang tubuhnya. Pria itu meletakkan dagunya di puncak kepala Eunsoo seraya kedua tangannya sibuk memilah-milah buku yang tersusun rapi di hadapan mereka. Dan Eunsoo hanya diam sedari tadi. Satu jari telunjuknya bergerak perlahan diantara buku satu ke buku yang lain.

Sungguh, Eunsoo tidak perpikir akan seperti ini pada akhirnya. Padahal, tadi Chanyeol berniat mengajaknya pergi ke ruang musik karena pria itu ingin mengajarinya bermain gitar. Tapi ternyata ruang musik sedang dikunci lantaran Yonghwa dan teman-teman seangkatannya tengah mengadakan kegiatan di lapangan yang berhubungan dengan tugas pada salah satu mata kuliah mereka. Setelah itu Chanyeol tiba-tiba mengajak Eunsoo pergi ke perpustakaan untuk belajar bersama. Eunsoo berniat menolak, tapi entah mengapa Eunsoo justru mengangguk dan tidak bisa berkata apa-apa saat Chanyeol menyunggingkan senyuman paling indah yang pria itu miliki.

Andai saja Chanyeol tahu, buku adalah sesuatu yang Eunsoo benci setelah serangga-serangga parasit yang menyebalkan yang biasa muncul di kebun bunga milik Ibunya.

“Ah, ini bukunya.”

Mendengar gumaman Chanyeol, Eunsoo menghentikan pergerakan tangannya, Ia sedikit mendongakan wajah untuk memperhatikan kedua tangan Chanyeol yang menarik satu—dua—tiga—dan empat buku sekaligus dari rak. Mata Eunsoo sedikit membola. “Ke-kenapa kau mengambil buku banyak sekali?” Tanyanya kemudian.

Chanyeol menjauhkan dagunya dari puncak kepala Eunsoo sembari menjuntaikan kedua tangannya disisi tubuh. Sedikit mundur, lalu Chanyeol menyentuh pundak Eunsoo dan memutar tubuh gadis itu hingga kini mereka saling berhadapan. “Kenapa?” Chanyeol tersenyum. “Kau tidak lupa ‘kan? Dosen Lee hanya memberikan waktu pada kita selama tiga hari untuk mengumpulkan tugas resume itu. Kurasa satu atau dua buku—bahkan empat buku tidak cukup. Kita membutuhkan lebih banyak buku untuk mendukung teori yang akan kita gunakan nanti.”

Salahkan saja otak lamban yang tertanam di dalam kepala Eunsoo. Sebenarnya, Ia bahkan tidak paham dengan tugas yang diberikan dosen Lee pada mereka. Dan kini, Eunsoo hanya bisa menundukkan pandangan, memandangi buku-buku di tangan Chanyeol disertai helaan napas yang terdengar berat.

Chanyeol tersenyum kecil melihatnya. Satu tangannya yang terbebas kemudian menyentuh puncak kepala Eunsoo dan mengelusnya dengan lembut. “Jika kau belum siap, tidak apa-apa. Kita bisa mengerjakannya lain kali. Mungkin kau perlu istirahat.”

Eunsoo kembali mendongak menatap Chanyeol. Saat Chanyeol mengangkat tangan berniat meletakkan buku-buku itu kembali pada tempatnya, Eunsoo tiba-tiba menahan lengan pria itu.

“Chanyeol-ah.”

Chanyeol mengurungkan niat, kembali menjuntaikan kedua tangan di sisi tubuh lalu menjawab. “Hm?”

Eunsoo memandangi buku itu sekali lagi, kemudian menatap Chanyeol dan tersenyum tipis. “Kita belajar saja sekarang.” Ujarnya. “Kau mau mengajariku? Mungkin akan membutuhkan waktu lama dan mungkin kau akan bosan saat mengajariku nanti. Aku sudah berjanji pada Ibu dan Joonmyeon oppa bahwa aku akan belajar lebih keras disini. Aku juga ingin mendapatkan nilai tinggi sepertimu. Jadi.. kurasa aku sangat membutuhkan bantuanmu.”

Senyuman Chanyeol mengembang.

Eunsoo menghela napas berat sebelum akhirnya kembali bersuara. “Kau bilang bukunya kurang. Apa kita perlu mencarinya lagi? Di mana? Aku akan mencarinya sungguh-sungguh kali ini. Aku janji.” Eunsoo kemudian menyapukan pandangan ke arah buku-buku yang tersusun di rak. Saat Ia berniat pergi, Chanyeol tiba-tiba menahan pergelangan tangannya. Eunsoo pun menatap pria itu dengan tatapan bertanya-tanya. “Apa?”

Bukan jawaban yang Eunsoo dapat, melainkan sebuah kecupan singkat yang Chanyeol daratkan di bibir Eunsoo membuat bola mata Eunsoo sedikit melebar setelah itu.

“Tidak perlu mencari buku lagi, ini sudah cukup.” Kata Chanyeol. “Jangan terlalu buru-buru, pelan-pelan saja mengerjakannya. Kita bisa menambahkan kekurangannya besok.”

Eunsoo mengerjap pelan. Kemudian perlahan-lahan memperhatikan sekitar.

“Tenang saja, tidak ada yang melihat.” Kata Chanyeol seolah mengerti. Ia menahan senyuman sementara Eunsoo kini mendengus pelan menatapnya.

“Tapi tetap saja. Tidak seharusnya kau melakukannya di sin—“ Eunsoo tidak melanjutkan kalimat karena Chanyeol lebih dulu mendaratkan kecupan di pipinya.

Eunsoo menatap Chanyeol tak percaya, sementara pria itu hanya tersenyum seperti biasa lalu meraih telapak tangan Eunsoo, menggenggamnya dengan hangat kemudian berkata. “Ayo, aku akan membantumu mengerjakan tugas itu.”

***

Eunsoo tidak menyangka jika saat-saat seperti ini akan menghampiri hidupnya; berada di dalam rumah keluarga Park, duduk di samping Chanyeol dan berhadapan dengan kedua orang tua Chanyeol ditemani berbagai hidangan yang tersaji di atas meja makan di hadapan mereka.

Eunsoo bersyukur Chanyeol menjemputnya dengan mengenakan pakaian yang lebih santai malam ini. Pria itu mengenakan kemeja yang dilapisi sweater, sementara Eunsoo mengenakan dress dengan warna soft pink serta bandana sederhana berwarna hitam di atas kepalanya. Begitupun dengan kedua orang tua Chanyeol, mereka mengenakan pakaian rumahan namun tetap terlihat berkesan dan elegan di mata Eunsoo.

“Eunsoo? Namamu Eunsoo ‘kan? Shin Eunsoo.” Nyonya Park membuka suara setelah suasana hening sempat melingkupi mereka, terhitung semenjak kedatangan Eunsoo dan Chanyeol sekitar satu menit yang lalu.

Eunsoo gugup. Kegugupan itu terlihat jelas sekali di wajahnya. Jari jemarinya bahkan saling bertaut gusar di atas pangkuan. Dan Chanyeol yang menyadari itu kemudian mengulurkan satu tangannya, meraih telapak tangan Eunsoo dan menggenggamnya dengan hangat. Ketika Eunsoo menoleh, Chanyeol memberikan senyuman terbaiknya pada Eunsoo. Hal itu cukup membuat Eunsoo merasa lebih tenang sekarang.

Eunsoo pun membalas tatapan Nyonya Park sebelum akhirnya menjawab. “Y-ya. Namaku Shin Eunsoo.” Lalu Eunsoo membungkuk sopan pada Nyonya Park.

Nyonya Park tersenyum kecil menanggapinya. “Santai saja, lagi pula kau sudah melakukan itu tadi.” Kata Nyonya Park, mengingatkan bahwa Eunsoo sudah membungkuk padanya saat pertama kali datang beberapa saat yang lalu.

Eunsoo hanya tersenyum malu, lalu menoleh ke arah Chanyeol. Pria itu membalasnya dengan senyuman semakin mengembang seraya tangannya menggenggam tangan Eunsoo semakin erat.

“Oya, Eunsoo.” Kata Nyonya Park. Saat Eunsoo dan Chanyeol kini menatapnya, Nyonya Park melanjutkan. “Kami minta maaf atas sikap kami yang tidak pantas padamu kemarin malam. Kuharap kau mengerti. Kami sedang dalam masalah kemarin. Meskipun begitu, seharusnya kami tidak mengabaikanmu begitu saja. Sekali lagi kami minta maaf.”

“Ya, benar.” Sahut Tuan Park tersenyum simpul. “Kami minta maaf atas ketidaknyamanan yang telah kami berikan padamu, Eunsoo.”

“Tidak apa-apa.” Sahut Eunsoo sembari memberikan senyuman terbaik miliknya. “Aku mengerti, Paman dan Bibi sedang dalam keadaan sulit. Jadi.. aku sudah melupakannya.”

“Ternyata Chanyeol benar, kau gadis yang baik.” Kata Nyonya Park yang langsung ditanggapi anggukan setuju dari suaminya.

Eunsoo langsung menoleh ke arah Chanyeol sementara pria itu justru menatap Ibunya, lalu Chanyeol berkata. “Oya, apa Ibu sudah memikirkan membuat taman bunga di belakang rumah kita? Jika Ibu bingung bagaimana memulainya, tanya saja pada Eunsoo. Eunsoo mengetahui banyak hal mengenai bunga.”

“Benarkah?” Sahut Nyonya Park. Lalu menatap Eunsoo dan melanjutkan. “Apa kau tahu bagaimana caranya membuat taman bunga?”

Eunsoo membalas tatapan Nyonya Park. “Sebenarnya tidak terlalu banyak yang kutahu. Tapi jika Bibi ingin membuat taman bunga, aku bisa meminta Ibuku untuk mengirimkan bibitnya. Ibuku memiliki banyak bibit bunga. Aku juga belajar dari Ibu bagaimana mengurus bunga-bunga itu. Jika Bibi perlu bantuan, aku bersedia membantu.”

Nyonya Park menatap Eunsoo semakin penasaran. “Apa Ibumu memiliki kebun bunga?”

Eunsoo mengangguk. “Ya, Ibu memiliki kebun bunga di Jinan.”

“Ah.” Nyonya Park mengangguk-angguk, lalu menatap Chanyeol dengan mata menyipit. “Pantas saja.”

Dan Chanyeol yang menyadari itu hanya tersenyum sembari menundukkan pandangan.

“Jadi Ibumu bekerja mengurus bunga-bunga yang ditanamnya?” Kali ini Tuan Park yang bertanya.

Eunsoo pun tersenyum dan mengangguk menanggapinya. “Ya. Itu yang Ibu lakukan setiap hari. Ibu bilang, mengurus bunga sudah menjadi bagian dari hidupnya. Ibu sangat mencintai apa yang dilakukan Ibu saat ini.”

Tuan Park mengangguk-angguk pelan. “Lalu bagaimana dengan Ayahmu?”

Senyum Eunsoo perlahan memudar dari wajahnya. Bahkan senyuman Chanyeol pun turut memudar dari wajahnya. Chanyeol menatap sang Ayah dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia lupa, seharusnya Ia menceritakan masalah ini pada kedua orang tuanya terlebih dahulu. Ketika Chanyeol kini melirik Eunsoo, Chanyeol mendapati bibir Eunsoo hanya melengkung tipis.

“Ayahku sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.” Kata Eunsoo, membuat Tuan dan Nyonya Park terkejut mendengarnya. “Dulu Ayah bekerja sebagai pekerja bangunan. Dan Ayah meninggal saat sedang bekerja. Jadi.. Sekarang Ibu tinggal sendiri karena aku berada di sini.”

“A-ah, maaf.” Tuan Park menatap Eunsoo dengan perasaan yang tidak nyaman. “Aku tidak tahu jika.. ternyata Ayahmu..”

“Tidak apa-apa.” Sela Eunsoo tersenyum lembut. “Kurasa aku masih beruntung. Mungkin diluar sana masih banyak orang-orang yang bahkan tidak memiliki kedua orang tua sekalipun. Jadi.. aku bersyukur meskipun hanya memiliki Ibu.”

Chanyeol menatap Eunsoo sembari tersenyum bangga. Sementara Tuan Park tersenyum lega sebelum akhirnya Ia kembali bersuara. “Ya, kau benar. Kau harus tetap bersyukur. Dan mulai sekarang, jangan katakan kau tidak memiliki Ayah lagi. Kau bisa menganggapku sebagai Ayahmu jika kau mau.”

Eunsoo langsung menatap Tuan Park setengah tak percaya.

“Ya, benar.” Sahut Nyonya Park. “Karena Ibumu berada di tempat yang jauh, kau juga bisa menganggapku sebagai Ibumu. Jika kau membutuhkan sesuatu, jangan sungkan untuk menemuiku.”

Eunsoo menatap Tuan dan Nyonya Park bergantian. “Terima kasih. Tapi..”

“Kumohon jangan menolak.” Sela Nyonya Park. Ia tersenyum lembut. “Anggap saja sebagai ucapan terima kasih kami padamu. Kau tahu? Kurasa.. semenjak bertemu denganmu, putra kami telah mengalami banyak perubahan.”

Chanyeol menundukkan pandangan seraya bibirnya melengkung tipis. Eunsoo kemudian menatap sisi wajah Chanyeol lekat-lekat, sementara Nyonya Park kembali bersuara.

“Park Chanyeol menjadi laki-laki sejati yang sangat keren demi mempertahankanmu.” Kata Nyonya Park menahan senyuman. “Selama ini Chanyeol tidak pernah menolak apapun yang kami minta. Satu-satunya hal yang Chanyeol minta, dan untuk pertama kalinya, ternyata hanya dirimu. Sepertinya kau benar-benar sangat istimewa untuknya, Eunsoo.”

“Ibu.” Chanyeol menegur. “Sudahlah, jangan terlalu berlebihan.”

Nyonya Park membalas tatapan Chanyeol dan mendesis pelan. “Aigoo.. lihatlah, sekarang dia malu rupanya.”

Eunsoo tersenyum tipis, lalu Chanyeol menatapnya dan pria itu berkata. “Jangan dengarkan Ibu. Ibu memang selalu berlebihan. Sebaiknya kita makan sekarang.”

Senyuman Eunsoo semakin mengembang, lalu Ia mengangguk. Tuan dan Nyonya Park pun turut mengajak Eunsoo untuk menikmati hidangan yang tersaji di depan mereka setelah itu.

Malam ini, sepertinya akan menjadi salah satu malam yang sangat berkesan dalam hidup Eunsoo. Ditengah-tengah suasana hangat dan kekeluargaan yang terasa begitu kental, mereka menghabiskan waktu dengan obrolan-obrolan ringan seputar masa kecil Chanyeol, kehidupan Eunsoo. Bahkan obrolan tentang menyatu dengan alam terasa begitu sangat menyenangkan untuk dibicarakan. Sesekali mereka tersenyum, atau tertawa bersama membuat mereka sama-sama merasa semakin dekat.

Ya, bagi Eunsoo dan Chanyeol, malam ini terasa begitu berkesan.

Bukan hanya Eunsoo dan Chanyeol, Baekhyun juga berharap malam ini akan menjadi malam yang begitu berkesan untuknya.

Untuk pertama kalinya, Baekhyun harus mengumpulkan seluruh keberanian dalam dirinya untuk sekedar pergi ke rumah Soojung. Ketika Soojung kini sudah berdiri di ambang pintu—di hadapannya, harapan Baekhyun tentang malam yang berkesan itu tiba-tiba lenyap saat Ia mendapati Soojung justru menyambutnya dengan sorot mata yang terkesan dingin.

“Ada apa?” Tanya Soojung dengan nada tidak suka.

Baekhyun mengerjap cepat. “A-ah. A-aku ingin memberikan bukumu.” Ujar Baekhyun gagap. Baekhyun tidak mengerti mengapa Ia menjadi gugup seperti ini. Baekhyun bingung. Kemudian Baekhyun menyodorkan buku Soojung yang semula Ia sembunyikan dibalik tubuhnya sembari menjelaskan. “Eunsoo yang menitipkan ini padaku.”

Soojung menatap buku itu dan Baekhyun bergantian. Tanpa berkata apa-apa, Soojung kemudian meraih buku itu dari tangan Baekhyun dengan cara yang terbilang kasar.

“Cuma itu?” Tanya Soojung kemudian.

Baekhyun terdiam. Bahkan selama waktu yang cukup lama membuat Soojung menedengus kesal melihatnya.

“Jika sudah selesai, sebaiknya kau pulang saja sekarang.” Kata Soojung ketus. Ketika Ia masuk dan berniat menutup pintu, Baekhyun tiba-tiba menahan pergelangan tangannya.

“Tunggu!” Seru Baekhyun. Lalu menarik tangan Soojung hingga gadis itu kini berdiri tepat di hadapannya. “A-aku minta maaf.”

Soojung hanya diam.

“Aku minta maaf atas apa yang kulakukan tadi pagi padamu.” Ujar Baekhyun dengan satu kali tarikan napas.

Soojung mendengus pelan. “Lalu? Setelah kau meminta maaf, apa kau akan mengatakan bahwa kau tidak sengaja melakukannya? Karena itu kau pergi meninggalkanku begitu saja?!” Suara Soojung mulai meninggi. “Aku bahkan belum pernah berciuman sebelumnya! Dan kau malah..”

Baekhyun terdiam. Ia yakin matanya tidak salah kali ini. Ya, Baekhyun yakin. Ia melihat.. mata Soojung kini memerah.

“Kau keterlaluan!” Seru Soojung, mengangkat buku ditangannya tinggi-tinggi lalu memukulkan buku itu ke tubuh Baekhyun.

Bug.

Bug.

“Akh! Ya!” Pekik Baekhyun seraya menutupi kepala dengan kedua tangannya.

“Kau memang pendek tidak tahu diri! Byun Baekhyun! Aku membencimu!”

Baekhyun tidak lagi bersuara. Ia menatap Soojung dengan serius dan membiarkan gadis itu terus menghantamkan pukulan di tubuhnya. Perlahan, Baekhyun bahkan menurunkan kedua tangannya, membiarkan hantaman buku itu terus mengenai tubuh bahkan sisi kepalanya sampai beberapa kali.

Bug.

Hantaman buku itu tepat mengenai pipi Baekhyun.

Ketika Baekhyun kini menunduk, Soojung menghentikan pergerakan tangannya. Dengan napas yang memburu, Soojung menatap Baekhyun dengan tatapan yang sulit diartikan. Tangannya perlahan terjuntai di sisi tubuh. Matanya semakin memerah. Sungguh, Soojung tidak bermaksud menyakiti Baekhyun seperti ini. Ia bahkan tidak sadar dengan apa yang telah Ia lakukan barusan. Ia bingung bagaimana mengungkapkan perasaannya. Ia ingin gila rasanya.

Saat Soojung melihat bercak darah mulai keeluar dari pipi Baekhyun, Soojung merasakan dadanya semakin sesak. Matanya pun semakin memanas.

“B-Baekhyun-ah.” Panggil Soojung pelan.

Mengabaikan rasa perih di pipinya, Baekhyun kemudian mengangkat wajahnya. Ia mengambil satu langkah maju ke hadapan Soojung dan membiarkan wajah mereka hanya dipisah oleh jarak yang tak lebih dari sepuluh senti.

“Apa kau pernah melihatku seserius ini sebelumnya?” Tanya Baekhyun.

Tidak. Soojung tidak pernah melihat Baekhyun seserius ini sebelumnya. Benar-benar tidak ada kesan main-main dalam sorot mata pria itu.

“Aku sudah memikirkannya. Aku ingin mengatakan sesuatu padamu.” Kata Baekhyun, menatap Soojung tepat dimatanya kemudian melanjutkan. “Soojung-ah, aku menyukaimu.” Baekhyun menangkup wajah Soojung dengan kedua tangannya, lalu mendaratkan bibirnya pada bibir Soojung membuat Soojung tanpa sadar menjatuhkan buku itu dari tangannya.

Baekhyun menutup kelopak matanya, mencium Soojung lamat-lamat, sesekali menggerakkan kepalanya dan memperdalam ciumannya hingga kelopak mata Soojung akhirnya ikut tertutup perlahan. Detik itu juga, air bening yang sedari tadi menggenang di pelupuk mata Soojung akhirnya jatuh dari sudut mata gadis itu. Bibir Soojung perlahan bergerak, membalas perlakuan Baekhyun padanya seraya kedua tangannya kini melingkar di pinggang Baekhyun. Memeluk Baekhyun erat-erat lalu bergumam di dalam hati;

“Aku juga. Aku.. juga menyukaimu, Baekhyun-ah..”

***

Park Chanyeol benar. Apapun yang terjadi hari ini, pasti akan menjadi masa lalu di masa depan.

Ya, hal itulah yang tengah Jongin pikirkan saat ini.

Malam ini, Jongin tampak berjalan santai menyusuri jalan menuju rumahnya. Ia barusaja kembali dari minimarket bersama Monggu yang berlari kecil di samping kakinya.

“Ini bahkan sudah lebih dari dua bulan sejak aku melihat Chanyeol mencium Eunsoo di pintu saat itu. Tapi mengapa masih terasa sulit untuk melupakannya? Melupakan Eunsoo, mengapa susah sekali?”

Jongin tersenyum miris. Ia meneguk minuman kaleng di tangan kanannya, sementara tangan kirinya kini Ia masukkan ke dalam saku celana jeans yang Ia kenakan. Jongin mendesah kasar setelah itu, tanpa menyadari jika Monggu barusaja berhenti, lalu anjing berbulu cokelat itu berlari menjauh darinya.

“Monggu-ya, apa kau ingin aku mencarikan Ibu baru untukmu? Atau.. kau ingin membantuku mencari Ibu baru untukmu? Chanyeol selalu saja marah jika aku menyebut Eunsoo Ibumu. Ck! Ck! Pamanmu itu benar-benar..”

Jika tadi Jongin berbicara dan Monggu sesekali menjawabnya dengan gonggongan, kali ini, Jongin tidak mendengar peliharaannya itu meresponnya sedikitpun. Lantas, Jongin pun menghentikan langkah. Lalu menoleh ke samping kakinya dan terkejut saat tidak mendapati Monggu di sana.

“Monggu?” Jongin panik, langsung berbalilk seraya mengedarkan pandangan ke segala arah. “Monggu! Di mana kau..” Jongin seolah menggantung kalimat saat bola matanya menangkap sesuatu di sebrang jalan tak jauh darinya. Ya, di sana. Seorang gadis tampak berjongkok di depan pagar sebuah rumah seraya satu tangannya mengelus puncak kepala Monggu. “Monggu-ya!” Seru Jongin, kemudian berlari menyebrang jalan untuk menghampiri Monggu dan gadis asing itu. Setibanya di sana, Jongin berjongkok di belakang Monggu. “Monggu-ya, apa yang kau lakukan di sini?” Tanya Jongin sambil mengelus-elus tubuh Monggu.

Gadis itu langsung mendongak menatap Jongin. “Oh? Dia anjingmu?”

Jongin membalas tatapan gadis itu dan mengangguk. “Ya, dia anjingku. Apa dia melakukan sesuatu yang buruk padamu?”

Gadis itu tersenyum sembari menggeleng. Oh, senyumnya manis sekali; pikir Jongin.

“Aku tidak tahu mengapa tiba-tiba anjingmu menghampiri—“ Gadis itu tidak melanjutkan kata-katanya saat terdengar suara pintu pagar yang dibuka. Ia pun menoleh ke arah pagar, begitupun Jongin, dan mereka mendapati wanita usia empat puluh tahunan yang mengenakan sweater serta rok di bawah lutut kini tengah menatap gadis itu disertai helaan napas yang terdengar berat.

“Park Hyunhee, apa yang kau lakukan di luar? Kenapa lama sekali? Kita barusaja pindah, masih banyak barang-barang yang harus kita bereskan dirumah. Oya, kau sudah membeli ramennya?”

Hyunhee berdiri, lalu menunjukkan plastik di tangan kanannya pada wanita yang masih berdiri di pagar. “Sudah, Bu. Ya, aku tahu. Aku akan segera masuk setelah ini.”

Sang Ibu kemudian mengangguk. Sejenak, Ia menatap Jongin yang masih berjongkok di belakang Monggu. Lalu kembali menatap Hyunhee dan berkata. “Cepat masuk.”

Hyunhee mengangguk. Sang Ibu kemudian kembali masuk menuju rumah sementara Jongin akhirnya berdiri.

“Itu Ibumu?” Tanya Jongin.

Hyunhee menatap Jongin. “Ya, itu Ibuku. Kenapa?”

Jongin mengerjap pelan. “Kalian baru pindah?”

Hyunhee mengangguk. “Ya, kami dari Busan, kami barusaja pindah tadi sore.” Kali ini, Ia menatap Jongin dengan ragu. “Kenapa?”

Jongin tiba-tiba tersenyum renyah. “Oh, pantas saja. Ibumu melihatku seolah-olah aku adalah penjahat yang akan menculikmu.”

“Ibu memang selalu seperti itu jika melihatku bersama dengan orang asing. Jadi jangan terlalu diambil hati.”

Jongin mengangguk-angguk pelan. “Ya, aku mengerti.”

“Baiklah, kalau begitu aku masuk.” Kata Hyunhee, tanpa menunggu jawaban dari Jongin, Hyunhee langsung berlari kecil saat menaiki beberapa anak tangga menuju pagar rumahnya.

Jongin yang setengah terkejut dengan pergerakan gadis itupun langsung menghadapkan tubuhnya pada Hyunhee.

Tepat saat Hyunhee menyentuh pagar berniat membukanya, Jongin berseru. “Tunggu!”

Hyunhee mengurungkan niat untuk masuk, Ia menghadapkan tubuhnya pada Jongin lalu bertanya. “Ada apa?”

Jongin tersenyum tipis. “Jika Ibumu takut kau berbicara dengan orang asing, bagaimana denganmu? Apa.. kau tidak takut saat berbicara denganku?”

“Mengapa aku harus takut padamu?” Sahut Hyunhee. “Orang jahat tidak mungkin memiliki peliharaan selucu itu, bukan?” Lalu Hyunhee melirik Monggu yang kini menatapnya seraya menggerakkan ekornya ke kanan dan ke kiri. Hyunhee tersenyum kecil melihatnya. “Dia benar-benar lucu.”

Satu alis Jongin sedikit terangkat. Gadis ini cukup menarik; pikirnya. Jongin kemudian melirik Monggu yang duduk di samping kakinya, lalu kembali menatap gadis itu sambil menunjukkan senyuman paling keren yang Ia miliki—menurutnya. “Oya, namaku Kim Jongin. Rumahku berada tak jauh dari sini.” Ujar Jongin dengan nada penuh percaya diri. “Ya, hanya itu. Kuharap kau mengingatnya, Park Hyunhee.”

Saat Hyunhee menatapnya disertai alis yang sedikit terangkat, Jongin berbalik. “Monggu, ayo pulang.” Kata Jongin tanpa melirik Monggu. Ia kemudian melangkah dengan penuh percaya diri. Jongin bahkan tersenyum bangga setelah itu. Namun saat Ia baru menjauh beberapa langkah dari rumah Hyunhee, Jongin tiba-tiba menghentikan pergerakan kakinya, lalu menoleh ke samping dan tidak mendapati Monggu bersamanya.

Lantas, Jongin menoleh ke belakang. Ternyata Monggu masih duduk di depan rumah Hyunhee sembari terus memandangi gadis itu yang masih berdiri di depan pagar.

“Aish!” Jongin mendesis kesal. Ia akhirnya berjalan cepat menghampiri Monggu, mengangkat tubuh Monggu kemudian menggendongnya. Jongin mendongak menatap Hyunhee seraya menunjukkan senyuman canggung. “Ku-kurasa Monggu menyukaimu.” Kata Jongin.

Hyunhee tersenyum simpul. “Ya, Monggu. Anjingmu lucu, kurasa aku juga menyukainya.” Kata Hyunhee membuat Jongin tertegun melihatnya. “Kalau begitu aku masuk.”

Hyunhee kemudian membuka pintu pagar, lalu masuk. Sosoknya kemudian hilang dibalik pintu pagar menyisakan Jongin yang kini menatap jejaknya disertai bibir yang melengkung tipis.

“Monggu-ya.” Gumam Jongin. Masih memandangi jejak kepergian Hyunhee, Jongin melanjutkan. “Kau menyukainya? Kau ingin..” Jongin menunduk menatap Monggu. “Kau ingin dia menjadi Ibumu?”

Monggu membalas tatapan Jongin. “Wook!!”

Dan satu gonggongan itu membuat senyuman Jongin semakin mengembang pada akhirnya. “Anak pintar.” Gumam Jongin sembari mengelus puncak kepala Monggu. “Ayo, kita harus pulang.” Jongin berbalik dan mengambil langkah santai untuk pergi. Sambil berlalu, Ia melanjutkan. “Besok, aku akan mengajakmu bertemu dengan Ibumu yang baru—mungkin. Hehe. Park Hyunhee.”

Malam ini mungkin akan menjadi moment manis yang tidak akan pernah Jongin lupakan sepanjang hidupnya. Ya, sepertinya.

Begitupun dengan Joonmyeon. Malam ini juga, Joonmyeon akhirnya memiliki keberanian untuk memperkenalkan seorang gadis yang berhasil mencuri perhatiannya selama beberapa bulan ini ke hadapan Eunsoo dan Chanyeol. Gadis itu berparas cantik, berkulit seputih susu dan gadis itu adalah rekan kerja sekantornya.

Di rumah Joonmyeon, tepatnya di ruang makan. Joonmyeon duduk di samping Chanyeol sementara Eunsoo duduk di samping gadis yang tiga hari ini resmi menjadi kekasih Joonmyeon; Bae Juhyeon namanya.

Sama seperti Eunsoo, Juhyeon belum mahir memasak. Jadi, saat tadi Joonmyeon dan Chanyeol sibuk memasak di dapur, Eunsoo dan Juhyeon hanya membantu menyiapkan piring atau keperluan yang lainnya. Mereka berempat tampak akrab, terus membicarakan obrolan ringan bahkan dipertengah makan seperti ini, Eunsoo masih mengajak Juhyeon untuk berbicara.

“Apa Eonni tahu?” Tanya Eunsoo pada Juhyeon membuka percakapan mereka yang baru. Saat semua mata kini tertuju padanya, Eunsoo melanjutkan. “Saat itu, ada kejadian yang menurutku sangat lucu. Kurasa saat itu oppa benar-benar tertarik padamu.”

Air muka Joonmyeon langsung berubah.

Eunsoo tertawa pelan sebelum melanjutkan. “Oppa selalu memakai parfum sangat banyak setiap kali oppa akan pergi. Aromanya benar-benar menyenangat. Ewh!” Eunsoo menggeleng-geleng pelan. “Aku selalu marah padanya tapi oppa tidak pernah mendengarkanku. Dia sangat lucu, bukan? Oppa selalu—akh!” Eunsoo tiba-tiba meringis karena merasakan sesuatu di kakinya. Saat Ia menunduk untuk melihat apa yang terjadi di bawah sana, ternyata Eunsoo mendapati kaki Joonmyeon lah yang bertingkah menginjak kakinya. Eunsoo pun langsung menatap pria itu dengan tatapan tak percaya. “Oppa, mengapa kau menginjak kakiku?”

Juhyeon langsung melirik Joonmyeon. Joonmyeon pun langsung melengos sementara Chanyeol yang menyadari situasi langsung bangkit dari kursinya.

Chanyeol kemudian berjalan mendekati Eunsoo dan menggenggam telapak tangan gadis itu. “Eunsoo-ya, aku ingin bicara padamu sebentar.” Kata Chanyeol tersenyum lembut.

Eunsoo mendongak menatap Chanyeol. Ia pun membalas senyuman pria itu lalu mengangguk. Ia kemudian pergi bersama Chanyeol meninggalkan Joonmyeon dan Juhyeon di meja makan berdua.

Joonmyeon bersyukur dalam hati karena Chanyeol membawa adik sepupunya itu pergi. Ia pun menghembuskan napas lega setelah itu. Namun, rasa malu kembali Ia rasakan saat Ia melirik Juhyeon dan mendapati gadis itu menunjukkan senyuman misterius padanya. Joonmyeon menelan samar salivanya.

“A-aku—“

“Aku ingin duduk di sampingmu.” Sela Juhyeon. Tanpa menunggu persetujuan dari Joonmyeon, Juhyeon kemudian berpindah ke kursi yang semula di duduki Chanyeol. Juhyeon bahkan mendempetkan kursinya ke arah Joonmyeon membuat wajah Joonmyeon memerah tanpa pria itu sadari. Juhyeon tersenyum, mendaratkan kecupan singkat di bibir Joonmyeon, lalu menyandarkan kepalanya di pundak Joonmyeon sembari menahan senyuman malu-malu.

Joonmyeon tidak bisa berkata-kata setelah itu. Ini adalah ciuman kedua mereka. Saat itu, di hari pertama mereka menjalin hubungan, Joonmyeon lah yang melakukan ciuman pertama mereka. Dan saat ini, meskipun ciuman itu terbilang singkat, tapi tetap saja Joonmyeon tidak bisa menahan perasaan bahagia di dalam hatinya. Ya, tentu saja. Karena akan beda rasanya jika gadis itu yang melakukannya.

Senyuman Joonmyeon mengembang pada akhirnya. Ia pun menunduk, memperhatikan puncak kepala Juhyeon yang menyadar di pundaknya, lalu Joonmyeon menyandarkan pipinya di puncak kepala Juhyeon seraya menarik telapak tangan gadis itu kedalam genggaman tangannya yang hangat.

“Aku mencintaimu.” Gumam Joonmyeon, membuat senyuman Juhyeon juga semakin mengembang.

“Hm, aku juga.”

.

Sementara itu, Chanyeol ternyata membawa Eunsoo masuk ke dalam kamar gadis itu.

Eunsoo setengah panik saat melihat Chanyeol menutup pintu kamar dan menguncinya dari dalam. Chanyeol kemudian menarik tangan Eunsoo menuju tempat tidur lalu mereka duduk berdampingan di bagian tepi tempat tidur.

“Chanyeol-ah.” Kata Eunsoo sembari memandangi pintu kamar dan Chanyeol bergantian. “Kenapa harus di kamar? Oppa pasti akan marah jika meliha—“ Eunsoo menghentikan ucapannya lantaran jari telunjuk Chanyeol kini menyentuh permukaan bibirnya.

“Kau bisa diam?” Kata Chanyeol. Menarik tangannya kembali lalu melanjutkan. “Eunsoo-ya, tidak seharusnya kau berbicara seperti itu tentang Joonmyeon hyung di depan kekasihnya. Kurasa Joonmyeon hyung malu, karena itu dia menginjak kakimu. Kakimu tidak apa-apa?”

Eunsoo menatap Chanyeol hingga beberapa saat, bibirnya kemudian melengkung tipis sebelum akhirnya Ia menanggapi. “Kau tenang saja, aku sudah memikirkannya.”

“Memikirkan apa maksudmu?” Tanya Chanyeol menatapnya tak mengerti.

Eunsoo menghembuskan napas cukup panjang seraya menatap lurus ke depan dengan tatapan terkesan menerawang. “Juhyeon eonni sudah menceritakan semuanya padaku. Dia mengatakan bahwa.. dia menyukai oppa yang seperti itu.” Eunsoo tersenyum kecil. “Ya, oppa memang seperti itu. Terkadang oppa sangat lucu. Terkadang dia juga sangat serius, galak, terkadang bahkan.. aku merasa oppa menjadi satu-satunya orang yang sangat mengerti diriku. Aku benar-benar bersukur bisa memilikinya.” Ada jeda sejenak sebelum Eunsoo kembali melanjutkan. “Aku juga bersyukur, karena akhirnya oppa akhirnya mendapatkan seseorang yang benar-benar mencintainya. Kurasa Bae Juhyeon adalah wanita yang tepat untuknya.” Eunsoo kembali menatap Chanyeol lalu menepuk pelan paha pria itu. “Kau tenang saja. Aku hanya ingin melihat bagaimana reaksi oppa tadi. Kau melihatnya, bukan? Dia sangat malu dan wajahnya terlihat sangat lucu.” Eunsoo tersenyum puas setelah itu.

Chanyeol hanya mendesis pelan seraya mengacak pelan puncak kepala Eunsoo.

Setelah senyumnya mereda, Eunsoo kembali bersuara. “Kau hanya ingin membicarakan itu? Sudah tahu ‘kan mengapa aku melakukannya? Sebaiknya kita turun sekarang, aku masih lapar.”

Eunsoo kemudian berdiri. Eunsoo baru saja akan melangkah namun Chanyeol lebih dulu menarik tangannya. Pria itu mendudukkan Eunsoo di atas pangkuan membuat kedua tangan Eunsoo refleks melingkar di pundak Chanyeol.

“Ya!” Seru Eunsoo tertahan. Matanya membola saat Ia dihadapkan dengan wajah Chanyeol yang hanya berjarak tak lebih dari lima senti dari wajahnya. Tanpa sadar, Eunsoo menelan samar salivanya, lalu Eunsoo bergumam dengan nada pelan. “Chanyeol-ah.

Chanyeol hanya tersenyum. Tangan kanannya menarik pinggang Eunsoo semakin ke arahnya, sementara satu tangan yang lain kini terulur ke wajah Eunsoo, mengelus pipi Eunsoo dengan lembut dan akhirnya tangan itu bergerak menyentuh tengkuk Eunsoo. “Kurasa kita hanya akan mengganggu mereka nanti.” Kata Chanyeol.

Eunsoo mengerjap pelan. “Mengganggu?”

Chanyeol menganggu. “Hm. Kau tahu apa yang akan dilakukan pria dan wanita dewasa jika mereka sudah berdua seperti itu?”

Eunsoo masih menatap Chanyeol dengan tatapan tak mengerti. “Apa.. yang akan mereka lakukan?” Tanyanya pelan.

“Yang akan mereka lakukan adalah..” Chanyeol seolah menggantung kalimat. Bola matanya kemudian melirik bibir tipis berwarna pink milik Eunsoo yang sedikit terbuka saat ini. Chanyeol tersenyum tipis, sedikit memiringkan kepala, kemudian menarik tengkuk Eunsoo ke arahnya dan mempertemukan bibir mereka seraya menutup kelopak matanya perlahan.

Bibir Chanyeol kemudian bergerak-gerak dipermukaan bibir Eunsoo dengan leluasa, menimbulkan sensasi aneh yang menyenangkan dalam diri Eunsoo membuat gadis itu akhirnya menutup matanya perlahan. Eunsoo bahkan membalas ciuman yang Chanyeol berikan padanya. Merasakan itu membuat bibir Chanyeol melengkung tipis di tengah-tengah aktifitas mereka.

Eunsoo melingkarkan kedua tangannya di leher Chanyeol. Pria itupun semakin menarik tubuh Eunsoo ke arahnya. Memperdalam ciumannya, lalu Chanyeol bergumam di dalam hatinya;

“Aku mencintaimu, Eunsoo. Aku mencintaimu.”

***

.

.

.

Waktu ternyata berjalan begitu cepat.

Chanyeol akhirnya berhasil menjadi direktur muda meskipun masih dalam bimbingan sang Ayah, terhitung semenjak tiga tahun yang lalu setelah Ia lulus dari universitas dengan nilai akademik terbaik. Dalam perjalanan karirnya di dunia pekerjaan, tentu saja Chanyeol tidak selalu berada dalam jalan yang baik. Banyak masalah-masalah dan rintangan yang terkadang sangat berat untuk dihadapi. Tapi Chanyeol bersyukur, karena Ia memiliki seseorang yang bisa Ia jadikan sandaran saat Ia merasa lelah, seseorang yang bisa membuatnya tetap bertahan saat Ia hampir saja jatuh, seseorang yang selalu menemaninya dalam siatuasi apapun, dan tentu saja, seseorang itu sangat Chanyeol cintai dengan sepenuh hatinya; Shin Eunsoo.

Eunsoo merasa banyak hal yang berubah seiring berjalannya waktu yang telah Ia lalui bersama Chanyeol. Contoh sederhananya, Eunsoo sudah mahir memasak sekarang. Eunsoo belajar keras untuk menjadi ibu rumah tangga yang baik lantaran Chanyeol melarangnya untuk bekerja semenjak mereka lulus dari universitas. Ya, Eunsoo akhirnya bisa lulus meskipun nilainya masih saja pas-pasan. Tapi tidak apa-apa, Ibu Eunsoo, Joonmyeon dan Chanyeol cukup senang karena Eunsoo sudah berusaha sangat keras selama ini. Bukan hanya dirinya saja yang mengalami perubahan, tapi juga orang-orang yang berada di sekitarnya.

Misalnya Joonmyeon. Satu tahun yang lalu, Joonmyeon akhirnya menikah dengan Bae Juhyeon. Saat ini Juhyeon bahkan sudah mengandung anak Joonmyeon dalam usia kandungan lima bulan. Di rumah Joonmyeon, mereka hidup bertiga sebagai sepasang suami istri dan saudara yang saling melengkapi. Mereka hidup dengan bahagia.

Lain Joonmyeon, lain pula dengan Kim Jongin. Ayah Monggu akhirnya menemukan Ibu Monggu yang sesungguhnya; Park Hyunhee, gadis yang rumahnya berada tak jauh dari rumah Jongin. Eunsoo tidak tahu tepatnya kapan Jongin dan Hyunhee meresmikan hubungan mereka. Yang Eunsoo tahu, sejak pertama kali Jongin memperkenalkan Hyunhee pada Eunsoo, Eunsoo melihat mereka sebagai pasangan yang lucu.

Setelah lulus dari universitas, Jongin memutuskan untuk bekerja di kantor Ayah Chanyeol. Dan satu tahun yang lalu, Hyunhee membeli anjing berbulu putih yang saat ini menjadi teman Monggu. Akhirnya, anjing kecil itu memiliki teman bermain yang sesungguhnya.

Kemudian Baekhyun dan Soojung. Sejujurnya dimata Eunsoo mereka masih terlihat sebagai orang-orang aneh yang membahayakan—terkadang. Okay, Eunsoo masih trauma dengan perlakuan Baekhyun dan Soojung saat pertama kali Ia bertemu dengan mereka serta Chanyeol di Seoul kala itu. Mulut mereka yang asal bicara itu yang benar-benar membahayakan.

Omong-omong soal aneh, mereka memang pasangan yang aneh. Eunsoo tidak tahu entah sudah berapa kali pasangan itu adu mulut di hadapannya. Saling menyalahkan, bahkan Soojung tidak segan-segan memukul Baekhyun dan Baekhyun akan memekik setelah itu. Ya, selalu seperti itu. Mereka melakukannya dimanapun dan kapanpun. Tapi bagaimanapun juga, mereka terlihat sebagai pasangan yang sangat lucu dan saling melengkapi. Bagaimana tidak? Baekhyun menolak bekerja di kantor Ayahnya hanya karena Ia ingin membantu Soojung untuk meraih impian gadis itu.

Setelah lulus dari unversitas, Soojung memutuskan untuk menjadi seorang novelis. Sudah beberapa novel dari tulisan Soojung yang berhasil laris dipasaran. Sementara Baekhyun bekerja di sebuah perusahaan percetakan sebagai seorang editor. Keinginan Baekhyun bisa bekerja di tempat itu hanya sederhana. Baekhyun hanya ingin namanya dan nama Soojung berada di satu tempat yang sama yang bisa dilihat oleh orang banyak. Tulisan yang berada di balik sampul novel yang ditulis oleh Soojung; Writer: Jung Soojung. Editor: Byun Baekhyun. Hanya beberapa kata, tapi itu terlihat begitu membanggakan bagi Baekhyun maupun Soojung.

Dan Ahn Hani, beberapa bulan yang lalu Ia kembali ke Seoul bersama seorang pria yang telah resmi menjadi kekasihnya. Pertemuan awal mereka terjadi saat mereka masih berada di Paris, setelah Hani diterima bekerja sebagai salah satu desainer di perusahaan milik Ayah kekasihnya. Hani tentu saja bangga dengan kekasihnya. Pemuda yang berparas tampan itu barusaja berhasil memimpin perusahaan sang Ayah yang membuka cabang di Seoul. Perusahaan itu memproduksi pakaian-pakaian dengan merk yang cukup terkenal saat di Paris. Meskipun di Seoul belum banyak orang yang mengenal merk itu, tapi Hani dan kekasihnya sedang berusaha mengembangkan perusahaan itu sama-sama.

Dan siapa sangka, sebulan yang lalu saat Hani sedang makan malam bersama kekasihnya di sebuah restoran, mereka tidak sengaja bertemu dengan Chanyeol dan Eunsoo yang juga makan malam di restoran yang sama. Chanyeol dan Eunsoo ternyata mengenali kekasihnya; Oh Sehun. Chanyeol dan Sehun bahkan langsung berpelukan karena sudah lama mereka tidak bertemu. Hani baru tahu, ternyata Sehun dan Chanyeol adalah teman baik saat SMA dulu.

Sejak pertemuan mereka malam itu. Mereka menjalin hubungan yang baik. Menuruti kemauan Chanyeol, Hani mencoba melupakan masa lalu dan menjalin hubungan baru dengan Chanyeol sebagai teman yang baik. Meskipun kedua orang mereka tidak pernah lagi berkomunikasi. Tidak apa-apa, yang terpenting sekarang, Baik Chanyeol maupun Hani sama-sama merasa nyaman dengan hubungan mereka yang seperti ini.

.

Setiap orang pasti memiliki kisahnya masing-masing. Entah itu kisah bahagia atau kisah yang menyedihkan sekalipun. Dan kisah-kisah itulah yang akhirnya akan membuat hidup seseorang menjadi penuh dengan warna. Penuh dengan pelajaran dan kenangan yang tak terlupakan yang bisa mereka ceritakan pada anak-anak mereka kelak.

Eunsoo juga berharap, apa yang terjadi padanya hari ini bisa Ia ceritakan pada anak-anakknya di masa depan sebagai cerita kenangan yang penuh dengan kebahagiaan.

Ya, Eunsoo bahagia. Hari ini menjadi hari paling bersejarah karena akhirnya Ia resmi menjadi istri dari pria yang teramat dicintainya. Diantara teman-temannya yang lain, mereka adalah yang pertama yang memutuskan untuk melangsungkan pernikahan.

Pesta pernikahan yang cukup mewah mereka selenggarakan di sebuah gedung yang sengaja disewa oleh kedua orang tua Chanyeol. Gedung itu di desain sedemikian rupa dengan hiasan bunga-bunga yang khusus di tata oleh Ibu Eunsoo sendiri. Sangat indah. Banyak tamu yang juga hadir di acara itu. Keluarga, teman-teman Eunsoo dan Chanyeol termasuk Yonghwa dan yang lainnya, rekan-rekan kerja Tuan dan Nyonya Park, dan Nyonya Shin juga mengundang beberapa kerabat dan teman-temannya yang berada di Jinan.

Proses pernikahan yang memakan waktu sampai beberapa jam itu sangat melelahkan bagi Eunsoo, tapi juga melegakan dan menyenangkan.

Saat ini Eunsoo tinggal bersama Chanyeol disebuah apartemen mewah yang dibeli oleh pria itu sendiri, tapi Eunsoo tidak perlu khawatir meskipun harus meninggalkan Ibunya. Karena pada akhirnya Ibu Eunsoo setuju saat Joonmyeon meminta Ibu Eunsoo untuk tinggal di rumah Joonmyeon untuk beberapa waktu kedepan.

Joonmyeon beralasan karena kedua orang tuanya barusaja pergi ke Jepang untuk mengurus pekerjaan yang tidak bisa mereka tinggal di sana, Eunsoo juga tidak lagi tinggal di rumahnya, kedua orang tua Juhyeon yang berasal dari Busan juga tidak bisa menemani Juhyeon di sini. Joonmyeon hanya ingin Ibu Eunsoo menemani Juhyeon di rumah saat Ia bekerja di luar. Joonmyeon memang meminta Juhyeon berhenti bekerja setelah mereka menikah saat ini. Kini, Joonmyeon lega karena Ibu Eunsoo bisa menjadi seseorang yang bisa membantu dirinya dan Juhyeon sampai Juhyeon mengalami persalinan nanti. Jadi untuk sementara waktu, Ibu Eunsoo menyerahkan kebun bunganya di Jinan pada beberapa pekerja yang bisa Ia percayai.

Memikirkan kesemua hal itu membuat Eunsoo merasa lega. Ya, Ia lega saat memikirkan keberadaan Ibunya saat ini, tapi Eunsoo tidak bisa lega saat suara gemericik air terus terdengar dari dalam kamar mandi.

Di dalam kamar yang didominasi dengan cat berwarna putih, di selimuti cahaya redup dari dua buah lampu meja yang menjadi penerang di ruangan itu saat ini, Eunsoo meringkuk dibawah selimut yang menutupi hingga batas lehernya. Dengan wajah cemas, sembari sesekali menggigiti bibir bawahnya.

Eunsoo sengaja, ketika tadi Chanyeol sibuk memindahkan barang-barang mereka ke dalam apartemen, Eunsoo cepat-cepat mandi terlebih dahulu. Setelah itu Ia mengganti pakaian dengan dress tidur berwarna putih dengan bahan yang tipis, dengan rok sangat minim serta lengan sejari yang bertengger di kedua pundaknya.

Eunsoo merutuk dalam hati. Mengapa Ia menuruti perkataan Soojung? Ya, dress itu adalah hadiah dari Soojung atas pernikahan Eunsoo, dan Soojung meminta Eunsoo agar Eunsoo memakainya di malam pertama pernikahan. Lalu dengan bodohnya Eunsoo menuruti perkataan Soojung, dan membiarkan jantungnya berdegup kencang saat otaknya mulai memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi nanti. Kemungkinan seperti—

Eunsoo menghentikan jalan pikirannya, ketika Ia mendengaar suara dari pintu kamar mandi yang dibuka tak jauh di belakangnya. Chanyeol sudah selesai mandi; pikirnya. Eunsoo pun menutup mata rapat-rapat lalu semakin meringkuk di bawah selimut.

Tidak lama kemudian, Eunsoo merasakan ranjang itu bergerak. Seseorang kemudian masuk ke dalam selimut lalu tangan kokohnya melingkar di perut Eunsoo.

“Jangan pura-pura tidur.”

Gumaman Chanyeol berhasil membuat bola mata Eunsoo kini terbuka sempurna. Perlahan, Eunsoo memberanikan diri untuk merubah posisinya, Ia akhirnya terlentang. Langsung merasakan napasnya tercekat ditenggorokan ketika melihat bagian atas tubuh Chanyeol yang tidak dibalut dengan apa-apa itu kini berada tepat di atasnya. Rambut pria itu masih lembab. Bahkan bibirnya yang tampak kemerahan. Aroma mint dan maskulin yang berasal dari tubuh Chanyeol kemudian mulai menggelitik indra penciuman Eunsoo, membuat jantung Eunsoo terasa ingin melompat keluar detik ini juga. Eunsoo menatap wajah Chanyeol lekat-lekat, memperhatikan keningnya, alisnya, manik matanya yang tegas, hidungnya, pipinya, dan sepasang bibir pria itu yang kini melengkung indah.

Chanyeol masih menyangga tubuhnya dengan satu tangan yang bertumpu di sisi tubuh Eunsoo, sementara satu tangan yang lain masih melingkar diperut Eunsoo. Perlahan Chanyeol kemudian mendekatkan wajahnya pada wajah Eunsoo, setelah mata mereka sama-sama tertutup, Chanyeol mendaratkan bibirnya pada bibir Eunsoo, mencium wanita itu lamat-lamat, dengan lembut, dan dengan penuh kasih sayang.

Hingga beberapa saat kemudian, Eunsoo tidak tahu apa yang benar-benar terjadi di bawah sana. Dengan bibir mereka yang masih bertaut, Eunsoo merasa kaki Chanyeol yang tidak dibalut apa-apa mulai mengelus kakinya dengan lembut.

Chanyeol kemudian bergerak, benar-benar menindih tubuh Eunsoo seraya menopang tubuh dengan menumpukan kedua tangannya di sisi tubuh Eunsoo. Lalu Chanyeol melepas ciuman mereka, membiarkan ujung hidung mereka kini saling bersentuhan dan membiarkan napas hangat mereka kini saling beradu.

“Aku mencintaimu.” Gumam Chanyeol dengan mata yang masih tertutup.

Eunsoo menatapnya dalam-dalam. Eunsoo kembali menutup mata ketika Chanyeol mengecup bibirnya dengan lembut; satu kali, dua kali, tiga kali. Lalu Chanyeol mengecup kening Eunsoo dengan hangat—cukup lama. Setelah itu Chanyeol beralih mengecup kelopak mata Eunsoo yang masih tertutup secara bergantian, mengecup kedua pipi Eunsoo bergantian, mengecup hidung Eunsoo, dan kembali mengecup bibir Eunsoo lalu melumatnya dengan lembut.

Eunsoo merasa Chanyeol semakin mendesak tubuhnya. Kedua tangan Eunsoo yang sejak tadi diam pun akhirnya bergerak, melingkar di tubuh Chanyeol seraya mengelus kulit punggung Chanyeol dengan lembut. Namun tiga detik kemudian, jemari Eunsoo menekan kulit punggung Chanyeol saat Eunsoo merasakan ciuman Chanyeol semakin memanas. Entah bagaimana, sebuah lenguhan pelan akhisnya lolos begitu saja dari bibir Eunsoo. Eunsoo bahkan harus menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri demi mendapatkan asupan oksigen untuk paru-parunya yang terasa semakin menipis. Kedua tangan Eunsoo kemudian beralih menyentuh dada Chanyeol lalu mendorong agar pria itu menjauh darinya.

Setelah ciuman mereka kini terlepas, napas mereka sama-sama memburu. Mata mereka bertemu, saling memandang dengan sorot mata yang dalam dan penuh arti serta tubuh yang tidak berjarak sedikitpun.

“Maafkan aku.” Gumam Chanyeol setelah suasana hening sempat melingkupi mereka selama beberapa saat. Chanyeol tersenyum tipis seraya satu tangannya mengelus sisi kepala Eunsoo dengan lembut. “Aku tidak akan melakukannya jika kau belum siap. Aku akan menunggumu. Jangan takut, kau harus jujur padaku.” Lalu Chanyeol mengecup bibir Eunsoo dengan lembut. Chanyeol kembali mengangkat wajah dan menunjukkan senyuman hangat setelah itu.

Selama beberapa saat, Eunsoo hanya memandangi pria itu dalam diam, dengan tatapan yang sulit diartikan dan membiarkan tangan Chanyeol terus mengelus rambut dan wajahnya dengan lembut.

“Kau sudah memikirkannya?” Tanya Chanyeol.

Eunsoo tetap diam.

Ah, Chanyeol sudah paham, Eunsoo bukanlah seseorang yang bisa mengungkapkan isi hatinya lewat kata-kata atau perbuatan. Jadi, Chayeol hanya tersenyum, lalu berkata. “Baiklah, kita bisa melakukannya lain kali.”

Chanyeol berniat menjauhkan tubuhnya dari tubuh Eunsoo, namun kedua tangan wanita itu tiba-tiba melingkar di lehernya. Menahan tubuhnya, Eunsoo bahkan menarik Chanyeol ke arahnya lalu mendaratkan kecupan singkat di bibir pria itu.

Chanyeol kemudian menatap Eunsoo lekat-lekat.

“Eum.. tidak akan terjadi apa-apa ‘kan?” Tanya Eunsoo pelan.

Chanyeol tersenyum simpul. “Kau yakin?”

Eunsoo berpikir sejenak. Ia menggigit bibir bawahnya sebelum akhinya mengangguk. “Hm. Aku.. yakin.”

Chanyeol kembali mendesak tubuh Eunsoo, mendekatkan wajah mereka, mengecup bibir Eunsoo sekilas lalu bergumam. “Kau tenang saja, semuanya akan baik-baik saja.”

Senyuman hangat yang Chanyeol berikan membuat Eunsoo merasa sedikit lebih tenang. Setelah itu, Eunsoo menutup mata ketika Chanyeol kembali mencium bibirnya. Melumatnya. Jemari Eunsoo kemudian menyisir rambut Chanyeol, meremasnya dengan lembut saat Eunsoo merasakan pria itu mulai menurunkan tali dress di salah satu pundaknya.

Chanyeol menghentikan ciumannya sejenak. Ia menatap Eunsoo tepat di matanya lalu bergumam. “Aku mencintaimu.”

Eunsoo tersenyum tipis. “Kau sudah mengatakannya tadi.”

Senyum Chanyeol semakin mengembang. “Aku akan selalu mencintaimu. Sampai nanti. Selamanya. Cintaku akan terus berjalan dan mengalir untukmu. Hanya untukmu. Aku janji, Eunsoo-ya.”

Eunsoo mengangguk. “Hm, aku juga. Chanyeol-ah. Aku janji akan selalu mencintaimu sampai nanti. Selamanya.”

Bibir mereka kembali bertaut. Tangan Chanyeol kembali bergerak menurunkan tali dress di pundak Eunsoo yang lain lalu…

Ya, mereka melakukannya. Sebagai sepasang suami istri yang saling mencintai. Dan sebagai permulaan untuk kehidupan mereka yang baru.

Kehidupan yang penuh harapan tentang kebahagiaan, dan cinta yang terus berlangsung—tentunya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

*FINISH*

Finally!! Legaaa bisa tamatin FF ini! Maaf jika masih ada yang merasa kurang puas dengan ending yang kubuat. Maaf jika ada banyak kekurangan selama pembuatan FF ini—baik dari isi cerita maupun dari aku pribadi. Dan terima kasih! So much love untuk kalian yang masih betah baca FF absurd ini dari awal sampai akhir *bow*

Oya, kalian tahu ‘kan? Bae Juhyeon—pasangan Joonmyeon di FF ini—adalah Irene Red Velvet. Aku suka dia soalnya, hehe. Aku harap setelah ini ngga ada pertanyaan-pertanyaan lagi dari kalian.

Sekalian aku ingin ngucapin selamat tinggal sama kalian semuanya.

Ya, selamat tinggal. Sejujurnya ini adalah project terakhir (selain FF HUSBAND) yang sedang aku kerjain. Untuk FF yang pernah aku keluarin teasernya ‘Call Me Daddy’ aku ngga yakin bisa buat FF itu, waktuku semakin mepet soalnya. FF HUSBAND paling juga tinggal 1 atau 2 chapter lagi.

Awal November aku mau pindah (aku yakin beberapa dari kalian sudah tahu hal ini)

Jadi semenjak SMA sampe sekarang aku tinggal sama pamanku. Karena kuliahku sudah selesai, tanggal 24 Oct.2015 nanti aku mau wisuda, dan abis wisuda itu aku pengen pindah ke rumah mamaku lagi. Sebenernya jadwal wisuda itu bulan Juli kemaren, tapi karena beberapa alasan, pihak kampus mundurin waktunya. Bersyukur juga sih, kalo sempet aku wisuda bulan Juli kemaren, aku mungkin udah pindah dari dulu-dulu.

Bersamaan dengan pindahan nanti, aku pengen berhenti nulis. Berhenti loh, bukan hiatus. Alasannya, aku pengen fokus ke real life. Aku juga ngga pengen orang tua dan keluargaku tahu apa yang aku lakukan selama ini di dunia maya. Ya, emang ngga ada satupun orang di dunia real life ku yang tahu aku suka buat beginian. Kalau sampai mereka tahu, aku ngga tahu harus ngomong apa dan bagaimana. Hobi ini memang menyenangkan untuk dibagi bersama kalian, tapi hobi ini bukan menjadi hal yang menyenangkan jika seandainya aku bagi dengan orang-orang disekitar real life-ku. Susah dijelasin pokoknya 😀

Intinya, terima kasih untuk dukungan kalian selama ini. Aku yakin kalian orang-orang hebat. Dan orang biasa sepertiku ngrasa bersyukur bisa kenalan dengan orang-orang hebat seperti kalian. Sungguh, di dunia nyata aku hanya sebutir upil.

Sebenernya aku ngga yakin bisa berhenti nulis gitu aja. Rasanya aku udah cinta banget sama hobi ini. Rasanya berat—itu pasti. Tapi mau gimana lagi? Usia dan kehidupan real life yang terus berjalan itu ngga bisa ditentang. Aku bakal jadiin masa-masa ini sebagai kenangan indah yang ngga mungkin kulupakan.

Terima kasih untuk siapapun yang sudah menerima Chan-Soo couple tetap eksis sampai detik ini. Semoga ngga ada yang rindu sama mereka nanti :’)

Udah ah, kepanjangan kayaknya. Jadi… sampai jumpa di last project — HUSBAND.

I love you all, have a nice day 🙂

.

.

With love—noonapark.

Advertisements

318 responses to “[FINAL] LOVE STILL GOES ON — #16th CHAPTER [OUR LOVE] by noonapark

  1. Oh? q lupa baca note.y langsung main koment aja..jadi.y r+c lagi dehh..kak imha mau berhenti nulis?? sayang banget..q juga salah satu reader setia mu kok kak atau bisa d bilang fans tuk author lahh..karena kseringan baca ff kakak yg chansoo, aku.y jadi ikutan fans sama chan, fans berat malah tapi tetap gak sampai merebut posisi baek sihh..dan i2 semua berkat ff kakak lho.. kecewa..sukses ajalahh buat k imha selalu..thanks buat ff yg slalu menghibur.. karya2 mu selalu d tunggu..
    annyeong~♡♡

  2. yeyyyy…
    joahhyoooo….
    Happy ending deh… 🙂 🙂 ❤ ❤ ❤
    seneng bgt mrka bahagia semua termasuk kai yg dah move on.. 😉
    tp sedih knp authornya mw brenti nulis… pdhl aq ska bgt sma tulisan kamu, hmmm berarti tgl Husband aj nih ff seriesnya… 😥
    semangad ya buat real lifenya.. 🙂 :*
    hehehe…
    bakalan kangeeeeennnn bgt sma chansoo couple dll nanti… 🙂
    btw blognya msh bs dbuka kan?? Aq pengen bc ff yg serial seriesnya… 😦
    msh kan thor msh bs kan? sampe smuanya klar ya… 🙂
    fighthiiiiinnnggggg!!!!!! ❤ ❤ ❤ ❤

  3. Aku baca ulang soalnya tadi tulisannya ada yg gak keliatan, seneng bgt mereka happy ending. Kak ima beneran mau brhnti? Aku sedih bgt 😦 aku bingung mau ngomong apaan lagi, tp gimanapun jg aku harus menghargai keputusan kakak. Tp blog kak ima masih bisa dibuka kan? Klo msh bisa aku mau izin baca. Krna ini perpisahan, trus kebiasaanku saat perpisahan itu minta maaf, bukannya apa-apa soalnya kan aku ngga tau nanti kita bisa ketemu atau ngga, jadi… aku minta maaf klo slama ini aku punya salah. Untuk kak ima semoga slalu dlm keadaan baik baik saja dan semoga slalu semangat 🙂

  4. Finally happy ending! 😀
    tinggal tunggu lanjutan ‘husband’, semoga husband happy end juga.
    ka kok aku sedih sih denger kakak mau berenti (not hiatus). aku jadi baper tauuu 😦
    semoga real life kakak berjalan dgn lancar & sesekali luangin hobi menulisnya buat fansmu ini ka >,< hiks
    fighting ka! semoga wisudanya juga lancar. amiin ^^
    saranghae noonapark<3

  5. Serius kamu mau berhenti? …

    BAGI EMAIL KAMU PLS :”

    Pengen keep in contact sama kamu.

    Maaf soalnya udh jadi sider dari pertama kamu post ff disini maaf aku gapernah comment ff kamu maaf bgt ka:”

    Reply email kamu ya / katalk id :’)

    ily! Semoga aku dapet kabar kalo kamu rilis novel hihi♡

  6. Yeay final 😀 aku suka banget sama crrita ini dan ini ff yg ditunggu2 lanjutannyaa..
    Huhu aku sedih baca notenya kalo kk mau berhenti nulis 😦 tp aku faham kok :’)
    Tp aku berharap kk bakal terus nulis cerita2 keren yg bisa menghibur kita. Fighting !

  7. sumpah kak pas baca awal2 iihh seru ya orang tua ceye udah restuin eunsoo, joomyeon udah ada pasangannya, si baekhyun sama soojungnya, jong in dan hyunhee. akhirnya mereka hidup bahagia :’D tapi pas baca notenya 😦 jir kak sedih 😥 kakak mau berhenti nulis terus sy kalo baca ff ceye baca ff kesiapa lagi coba 😥 kgk ada lagi author selain kakak yg bisa bikin sy ngerasain apa yg ada di karya hebat kakak :’) terimakasih banyak kak udah nyalurkan hobinya dan bisa membuat orang banyak menjadi terinspirasi dari ff kakak :’) ini keputusan yg berat sebenernya tapi mau gimana lagi kakak harus hidup dari kehidupan asli kakak, sy harap kakak jan lupain kita2 yg selalu rewel dalam komen ff kakak, terimakasih juga atas pemberitahuan cara komen di ff kakak :’) sy emang bodoh kak kenapa sy kgk daridulu aja komennya, ini mh pas skrng2 komennya pas mau kakak berhenti >< semenjak kakak nulis notr di ff husband sy jadi sadar kak, maaf banget kak 😥 yaudahlah kak semoga wisudanya lancar, dan semoga di real life kakak juga lancar amiin :') love you noonapark :* fighting!

  8. Aku nangis nih kak beneran -_-
    gak seberapa baper pas baca ending nya cuman aku berkaca2 pas baca notes kamu, dgn kayak gitu aku jadi berpikiran suatu saat aku juga pasti kayak kamu, ninggalin hobi karna usia dan tuntutan real life.

  9. Annyeong authooooor *teriak dari atas namsan tower*
    haii kenalkan aku penggemar baru ff mu.. aku udah baca dari pertama dan komen di chap terakhir. makasih thor udah bikin aku gila gara2 senyum sendiri gara2 baca ff mu ini. sumpah nya ya aku suka banget, kata2nya gampang di mengerti, isi ceritanya jd sambil di bayangin, setiap kalimat selalu gampang dibayangin nya. Sikapnya eunsoo, ketelmian nya, kegugupan nya. sikapnya chanyeol yg diem2 tp merhatiin, diem2 tp so sweet. kelakuan nya baekhyun, soojung . kelakuan nya kai sama chanyeol kalo lg debat, sinis2an. omongan nya chanyeol ke ny.park itu aku suka banget. mmpp semua nya pokonya bisa di bayangin thooor. makasih ya thor udah bikin aku melayang2 haha
    maap thor kalo terlalu lebay hehe
    goos job thor! keep writing!!! lafyuuuu

  10. alhamdulillah happy ending 😀
    eonni mau berhenti beneran ? gk kebayang banget kalo eonni beneran mau berhenti 😦 sebenarnya aku gk ikhlas eonni berhenti nulis ff karna eonni adalah salah satu author favoritku 😥 tapi kalo itu yang terbaik buat eonni aku berusaha ikhlas kog :’) asalkan ff husband juga happy ending , bakal kangen berat sama karya” eonni :’)

  11. Yeay happy ending😃
    Seneng banget akhirnya mereka hidup bahagia, wkwk
    Kakak bener mau berhenti?? Yaahhh sedih banget tau nya,, kakak itu termasuk author favorite aku soalnyaa..
    Pasti kengen dah sm kakak n chansoo moment huaahh gakuat hayatih /elap ingus/
    Hm,, btw maaf in aku ya klo ada salah.. klo komenan aku di chap2 sebelumnya/di ff lain—ff kakak— jga kurang baik.. Makasi udah dibolehin baca2 karya kakak.. Seneng banget
    bisa kenal kakak walau sekedar lewat dunia maya😊 At last, Fightingggg eonnii!!!

  12. yeay finally!! 😀 aahh happy ending \=D/ daebak kak :’D pas baca awal2 sampe akhir puas kak keren 😀 pas baca notenya 😦 semoga keputusan kakak ini jadi yg terbaik buat kehidupan kakak :’) terimakasih banyak untuk semua karya2 hebat kakak :’) kalo sy kgk baca ff kakak lg pasti sy kgk semangat lg 😦 yaudah kak semoga lancar wisudanya :’) di real lifenya semoga lancar juga :’) sy minta maaf baru bisa komen pas mau kek gini 😦 maaf banget 😦 love you noonapark ({})

  13. yeay finally!! 😀 aahh happy ending \=D/ daebak kak :’D pas baca awal2 sampe akhir puas kak keren 😀 pas baca notenya 😦 semoga keputusan kakak ini jadi yg terbaik buat kehidupan kakak :’) terimakasih banyak untuk semua karya2 hebat kakak :’) kalo sy kgk baca ff kakak lg pasti sy kgk semangat lg 😦 yaudah kak semoga lancar wisudanya :’) di real lifenya semoga lancar juga :’) sy minta maaf baru bisa komen pas mau kek gini 😦 maaf banget 😦 fighting kak :’D

  14. Love you kak!! Semangat ya jalanin real life nya~ berhenti di dunia fanfiction bukan berarti berhenti jadi kpoper kan? Hehe, Aku juga kasih selamat karena udah mau wisuda~ terima kasih juga udah jadi Author dari beberapa fanfic yang udah aku baca dan semoga kenangan kakak sebagai salah satu author fanfiction ini bisa kakak ceritain ke anak nya kelak!! Pasti semangat banget deh ceritain nya~ Eonni-ya FIGHTING!!

  15. FINALY!! YEAAY HAPPY ENDING!!! 😀 akhirnya selesai juga,dari dulu gasabar nunggu fanfic ini selesai dan ternyata sekarang sudah hehe 😀 akhirnya chansoo bahagia,Kai juga punya pengganti Eunsoo,Hani udah punya pengganti Chanyeol,dan Joonmyeon punya pujaan hati oh pujaan hati :3
    emang bener jodoh gak kemana,walaupun ada rintangan Eunsoo dan Chanyeol kembali bersatu,wah aku suka deh hahaha 😀
    dan apa itu noticenya o_o kak,bener mau berhenti jadi author? yah,gak papa deh,kita akan selalu mengenang karya kakak kok 😉
    semangat ka,fighting!

  16. ahh 2 minggu off trus baca ini tiba Kaka bilang mau berhenti nulis ahhh kaa udah jatuh cinta banget sama chansoo couple 😦 kalo nanti husband udah end berarti gak bisa baca ff chansoo lagi dong huaaaa 😥 😥 ahh padahal bener” suka sama chansoo padahal bias di exo bukan yeol tapi gak tau kenapa udah mentok bgt sama chansoo bahkan kalo ada ff sehun aku bakal lebih milih ff chansoo ahh Kaka hampa deh hidup ini tanpa chan soo *lebay* *gpp* huaaa sedih pokoknya hikseu T_T

  17. YEEAYY!! Happy ending! duh bahagianya akhirnya happy ending :3 Hhuuaaa eonni mau berenti nulis ? T_T aku terlanjur cinta sama karya noonapark >< pertama baca ff karya noonapark langsung tertarik gitu dan sampe sekarang :"3 bakalan kangen berat sama noonapark dan terutama ChanSoo hehe :"
    Laffyou so much eonni ^^
    FIGHTING!! ~

  18. terimakasih kak ima udah memberikan karya2 terbaiknyaa.. meskipun kak ima berhenti nulis tapi tulisan kakak ttp bakal selalu berkesan buat semua readers 🙂
    walaupun kita gk saling kenal tpi aku sayang bgt sma kaka, udah bersusah payah nulis dan bikin readers seneng.. aku jg ngerti bgt keadaan kaka yg mu berenti dr dunia maya dan fokus real life, karna aku juga bkal kya kk pd akhirnya.. aku bakal selalu dukung kak ima dan kenang kak ima.. kak ima fighting..!!

  19. Kak Ima beneran mau hiatus?? OMOOOO… JANGAN DOOONK… 😥 NANTI AKU BACA FF SAPA LAGI DUNKSSS????? CUMAN KAKAK SATU-SATUNYA AUTHOR YG AKU KENAL YG FF KECEH DAN BISA UPDATE CEPET… HUHU…</3</3

    Yah… tapi hak kakak. Kalo kakak emg udh capek… mau diakata apa lagi(?) apa sih aku gk jelas deeh…
    Intinya tetep dukung kakak yeyyy…

    Tapi, klo bisa nulis lah dikit, cerita FF pendek oneshoot yg sweet as usual. Gk ush sering gpp. KALO BISA ajaaa….

    That's all.. udh kepanjangan neeh… Saranghae Kak IMA… <3<3

  20. EONNIII;;;;; DONT LEAVE MEHHHH;;;;; sedih gini eonn berenti nlis… gak bisa ketemu sama chansoo kapel lagi dong huhuhu;;;; tapi apa daya eonni jg punya rl life walaupun aku tak rela melepas eonni beserta chansoonya:’D semoga sukses eonn rlnya aku tetep jadi shipper setianya chansoo kok eonn. LOBEU EONNI;;

  21. WHAT THE?????!!
    kak ima mau berenti nuliiiiss????
    oh my!!! ak kaget sumpah niih!
    jadi baper kaaaan padahal ak suka banget karya2 kaka terutama chansoo kapel. . . bakalan kangen pastinyaaa. . . jangan berenti dong kak pliiiiiiss!!! mungkin ak reader yg egois karna pen kaka tetep nulis tapi pliiis jangan berenti dooong!!!!!
    hiks hiks. . .

  22. Ka imaaaa!!! Aku mau minta cp nya ka ima kalo emang kamu beneran mau berenti nulis. Kaaaaa jatuh cinta banget sama semua tulisan kaka. Itu tuu udah kaya aphroditeeeee*apasi. Pokonya semangat lah buat ka ima dan selamat akhirnya wisuda yeayyy

  23. akhirnya aku baca part ini udah end..
    thor kenapa gk nulis lg padahal bagus banget karya2 mu thor..
    susah bgt nemu ff sebagus gini..
    kalok ada waktu lanjut bikin ff dong thor..
    pokoknya semangat deh thor

  24. Duh engga tau yah aku udah ngebaca chap ini ato blm tpi aku ngerasa klo blm prrnah baca rasanya kek ada yg janggal dan setelah itu aku baca sdkit merasa pernah baca eh tau gak tau jga yah intinya skrng aku udah baca berasa lega banget dngan happy endingnya chansoo.

    Oh iya aku baca note” ka ima setiap chap yg katanya bakal berhenti bro bkan hiatus duhhh syedihhh juga sih merasa kek ada yg bakal hilang gitu. Aku tuh udah jdi readers ka ima sejak awal puasa kmrin dan rasa bener” kayak kehilangan apa gtu hiks hiks😭
    Slalu doain yg terbaik aja untuk ka ima fighting😘

  25. Kakaaaaaaaaaakkkk
    First at all aku mau muji kaka soal alur, penulisan, feelnya itu dapet serius ga boong. Alur nya manis simple bahasanya ga rumit amat kocaknya itu bikin ngakak guling ga ketulungan, feels nya cerita itu berasa banget sampe ada adegan bikin nangis pas di perpus hell no ini alay tapi gimana lagi udah aku tahan tetep aja berarti secara penulisan berhasil
    Second untuk para castnya aku acungin jempol deh ya karakternya yang stabil bikin ga illfeel bacanyaaaa hihihii
    Buat chanyeol yang manis romantis duh pangeran negeri dongeng tapi dalam real ceritanya bikin kesemsemmm
    Buat eunsoo yang pantang nyerah sederhana tulus dan beribu kebaikan lainnyaaa salut deh yaa
    Buat kocaknya krysbaek yang akhirnya jadian juga dari masuk snu sampe jadian dan seterusnyaa, buat ortu chan yang akhirnya sadar dan hangat, buat ahjummyeon (ahjumma jumyeon) yang tampan hangat baik peduli tapi lagak ahjumma bikin ngakak salah satunya pas make aprom bunga bunga sambil teriak XD terus irene yang manis lucu kalo sama jumyeon wkwk buat appa monggu yang tulus baik kocak ah jadi pen peluk wkwk buat hani yang awalnya bikin greget tapi akhirnya tobat juga(?) XD dan seluruh support cast itu semua keren sak keren kerene!!!!! Hooohohoho

    Buat kakak salut deh ciri khad dari noonapark yang punya selera humor gede sampe bikin readers ngakak sukses yaaa saranghaeyong *bbuing😍😘

  26. FINALLY AKU BERES BACA INI!!!! tau ga kk, aku sampe nangis di chapt 9-11, anjir chanyeol nya jahat banget marahin kayak gituuu T.T dan kakak harus tau, pas aku baca di setiap chaptnya dadaku ngegeter sampe kayak jatoh ke ujung kaki kak sumpah, gemes banget sama chanyeol disini >< kakak selalu bisa bikin jantung aku copot kalo baca ff kakak tuh, seneng banget sama sensasinya yg kakak bikin buat readers semua!!!! jjang lah jjang banget, kalo semua jari yg aku milikin ini jempol udah aki kasih semua deh ke kakak! sampe kaki juga, soalnya kalo cmn ngasih 4 jempol tuh kayanya gak cocok banget sama kakak yg udah nulis seKEREN ini. aku bener bener penggemarmu kak, aku harap kakak bisa terus berjaya di dunia tulis menulis. tapi….
    kak, sukses ya kak di sanaaa.. semoga kakak bisa ngejalanin hidup sesuai takdir Tuhan yg di berikan untuk kakak dan aku berharap takdir itu merupakan takdir yang bahagia.. aku bakal selalu inget sama kakak-apalagi tulisan kakak- dan terimakasih banget udah ngehibur aku dan seluruh readers kakak selama inii.. walaupun aku baru kenal kakak dalam waktu dekat ini tapi aku berharap kakak bisa kenal aku dengan waktu yang udah cukup lama.. sukses selalu ya kakak! makasih sekali lagiii ^^ p.s: like usual, maaf aku cmn kasih komen di chapt akhir. aku baca ff emg nungguin pas end sih.. hehe maaf^^V

  27. akkkhhhhhhh udh end ya ;( dan kenapa eonni author mau berhenti, padahal aku baru nemuin wp ini 😦 sedihnya. aku harap kita bisa saling kenal eonni, walaupun nanti eonni udh ga aktif lg di wp eonni ini. fighting eonni semoga kau berhasil di kehidupan real life mu.

  28. happy ending yahuuuuuu seneng mereka semua dpet akhir yg bahagia dan adil sama rata hehe
    udh selesai ya kuliahnya waaaahh chukkae pasti rasanya lega bngt yaaa 🙂
    yah walaupun nulis cuman hobi tpi gk semua orang bisa punya hobi yg ngehasilin karya karya keren kaya gini. pokoknya aku fansnya chansoo couple hehehe fighting terus buat kehidupan real life nya. saranghaee

  29. and then happy ending hureyyy. yaa bakal kangen banget banget sama chansoo couple. terlebih bakal KANGEN KAK IMA. ini aku baru sempet baca dan ternyata kak ima mau berenti nulis.. sumpah aku sedih banget dan pengen nangis/lebay/tapiiniserius/. ya tapi mau gimana lagi karna kak ima juga punya kehidupan nyata yang emang harus kak ima jalanin. SO, YAH WILL MISS U SO BAD KAK IMA AND CHANSOO THO. sukses terus kak. aku akan selalu mendoakanmu SARANGHAE MWA😊😚

  30. Alhamdulillah akhirnya happy ending X”D etapi waktu aku baca notenya…huhu ka ima bakal berhenti nulis nih TTTT tapi untuk sementara waktu kan kak? Hehehe gapapa juga sih kak :”) kaka bener kita juga harus fokus sama real life kita huaaah bakal kangen sama kakak :”’) fanfic selanjutnya ditunggu yah kak 😉 keep writing and fighting!! Good luck yah kak ^^ ❤

  31. Yehhhh Happy ending 😀
    Maaf baru komen di part terakhir 😀

    Ffnya keren banget jalan ceritanya bagus banget ada manis, pahit, asin romance, komedi juga ada 😀
    Kalo ibarat rasa sih udah lengkap banget 😀

    Aku berharap kakak tetap melanjutkan menulis di waktu senggang kakak
    Siapa tahu aja menjadi seorang penulis bisa jadi kerja sampingan kakak 😀
    Baca ff ini berasa Naca sebuah novel best seller yang bergenre anak muda banget 😀

  32. Waaa happy ending! aku juga jadi ikutan happy. Tapi A/N dibawah jadi bikin sedih kak. semoga sukses di real life ya kak, kami tetap mendukung dan menyayangi kakak. Lobe youuu <3<3<3<3

  33. Thanks eonni:) for giving us a great story on every fanfic you wrote. Thanks a lot. I’ll miss it so bad😔 you’re the best eonni!! Ditunggu karyanya kalo eonni pengen nulis novel gitu:v hehe

  34. Finally Happy Ending :’)
    kakak ima selaku sukses buat aku senyum2 sendiri2 kesel sendiri baca semua ff buatan kakak…

    kakak itu keren banget si bisa buat ff bagus2 feelnya selalu ngena di hatiii

    sukses buat kakak love you ❤

  35. Huaaa kok aku nangis baca AN nya, pdshal ff qaqa buat aku terhibur bnget, mskipun suka envy sama eunsoo yg begitu dicintai ama Cy, ughhh semoga qaqa bisa mnjalani real life dngan baik, smngat

  36. HAPPY ENDING YASHHH□□□
    MAKASI KAK UDAH BUAT PARK CHANYEOL JADI MENAWAN/? BGT DI MATA GUE HAHAHAHAH

  37. Akhirnya mrk semua nemuain kebahagian masing2….sempet lupa sama sehun di sini…ternyta dy jdian sama hani…jongin lucu bgt deh

  38. Yaaa,,, tarnyata author berhenti nulis yaa,,,?!! 😥 padahal smua karyanya pada bagus
    Jd sedihh,,, nnt bakal kangen bngt sm tulisannya author sm ChaSso Cuople….
    Tp nggk apa2 ,, kami ngerti kok, semoga real_lifenya berjalan lancar….!!!
    Dan Terima Kasih udah ngehibur kami dgn tulisannya Author !!! 🙂 🙂 #Hug

  39. Happy ending~~ aku tadi cek lagi postingan dr eonni setelah baca note di bawah 😂 dan ternyata masih banyak postingan terbaru 😁😁 artinya eonni nga jadi berhenti donk 😍😍😍 aku jatuh cinta sama couple ini deh kayaknya😍😆😆 jangan berhenti nulis ya eon😆😞😞 aku suka banget tulisan dr eon😍😍😍

  40. Nun, semua cerita jadi ga fokus karna notes nuna. Seriusan mau berenti dari dunia nulis? Apalagi epep? Beneran? Apa ga mau di pikirin lagi? (Ngutip omongannya Nyonya Park)
    Buat ff ;
    Okee ini happy ending, yehet!
    Oke aku seneng banget, seruu, walaupun kurang banyak konflik percobaan cinta mereka tapi yaudahlah ya, nasih mereka kan di tangan nuna. Jadi apalag dayaku yekannn
    Btw, emang ya nun. Susah yang real life sama dunia maya. Aku ngerasain kok nun :’) pengen ninggalin tapi masih cinta, walaupun bukan di dunia tulis menulis tapi masih ada sangkut paut sama dunia maya. Aku juga gatau bisa apa engga berhenti. Yaaa walaupun kadang terbelesit sih ada ke keinginan mau berenti, tapi di satu sisi masih ada alesan buat bertahan. Rasanya tuh dilema tingkat dewa.
    Ku doakan semoga real life nuna bener bener sukses dan lancar selancar otaknya Chanyeol di FF ini hehe
    See you in the next your EpEp ❤️

  41. Happy ending ~
    Tapi las baca notes dari unnie omaigatt sedih rasanya ninggalin hobi demi tuntutan usia dan real life 😂
    Padahal ngarep ada chapter tambahan 😂
    Btw congrats buat wisudanya unnie ❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s