[Freelance] The Hidden Wound

images (5)

Author : Zhuntea

Title : The Hidden Wound

Genre : Romance, Sad

Rate : PG-17

Cast :

  • Byun Baekhyun (EXO)
  • Shin Hyosun (OC)

 

Not all scars show…

Not all wounds heal…

Not all illness can be seen…

Not all pain is obvious…

Remember this before passing judgement on another.

 

Namanya Shin Hyosun, agustus lalu baru berumur dua puluh tahun. Dia seorang mahasiswi di Universitas Yonsei jurusan sastra. Ibunya meninggal empat tahun yang lalu dan dia sekarang tinggal di sebuah apartemen kecil di pinggiran kota. Ayah dan adik perempuannya menetap di luar negeri. Dia juga bekerja paruh waktu di restoran Italia didekat kampusnya.

 

Baekhyun duduk terdiam diatas kursi kebesarannya. Kalimat-kalimat itu terus menganggunya sepanjang hari. Informasi eksklusif dari orang kepercayaannya. Mata segaris lelaki itu terlihat kosong, pikirannya terbang ke masa empat tahun yang lalu. Sebuah kisah kelam. Kisah yang terus menghantuinya sampai sekarang ini. Dia menghancurkan sesuatu yang bukan miliknya, dan itu adalah hal paling fatal di sepanjang jalan hidupnya. Dia—

 

Suara ketukan pintu menginterupsi pikiran-pikirannya yang sudah terlalu jauh mengelana.

 

“Masuk” sahutnya pelan.

 

Lelaki dengan setelan jas cokelat tuanya masuk dengan senyum kecil menghiasi wajahnya. “Tidak lapar? Atau lupa waktunya makan siang, tuan wakil direktur?” ada nada meledek didalam kalimatnya dan biasanya Byun Baekhyun akan menimpalinya dengan kalimat meledek miliknya yang akan berakhir dengan tertawaan.

 

Lelaki itu—yang masuk ke ruangan Baekhyun adalah Kim Jongdae, teman kantornya sekaligus sepupu dari Baekhyun. Mereka terbiasa bercanda atau saling meledek satu sama lain. Tapi kali ini sepertinya Jongdae harus sedikit kecewa karena Baekhyun tidak menanggapi candaanya seperti biasa.

 

Sesuatu sedang terjadi dengan Baekhyun.

 

“Makan saja duluan. Nanti aku menyusul” Jongdae tahu itu hanya sekedar kalimat belaka. Baekhyun tidak akan menyusulnya makan kecuali dia memiliki janji makan dengan relasi bisnisnya. Tapi dia hapal betul jadwal Baekhyun karena dialah yang mengatur jadwalnya, dia Sekertaris Baekhyun.

 

“Apa yang mengganggumu, Baek?” suara Jongdae menjadi serius saat sorot mata Baekhyun yang kosong tapi penuh luka. “Apa ini menyangkut tentang Baekhee?”

 

Baekhyun mengangkat kepalanya, menatap Jongdae kemudian beralih memandangi kaca besar disamping ruangannya yang menyuguhkan pemandangan kota Seoul. Ada pukulan keras tak kasat mata menimpa dadanya saat nama Baekhee disebut. Berapa lama lagi dia harus menunggu sampai luka kehilangan Baekhee sembuh. Tidak. Sepertinya tidak akan pernah bisa sembuh.

 

Tapi kali ini masalahnya bukan pada Baekhee—meskipun ini adalah awal dari masalah Baekhee. Ini masalah lain. Yang lebih besar dan lebih..rumit.

 

“Bukan. Ini lebih buruk dari pada Baekhee”

 

 

“Jangan! Tolong lepaskan aku…” gadis yang tergeletak diatas rumput itu meronta sekuat tenaganya. Memukul dada si lelaki yang berada diatas tubuh mungilnya. Kakinya bergerak-gerak serampangan. Wajahnya sudah basah oleh airmata bercampur keringat. Tapi si lelaki diatas tubuhnya seolah tuli, semua jeritan kesakitan dan rintihan permohonannya diabaikan. Tubuhnya sudah lemas sedari tadi dan kepalanya berdenyut pening akibat benturan benda keras. Terlihat memar dan membiru disalah satu sudut dahinya.

 

“Tidak..aku mohon jangan lakukan itu..aku mohon…”

 

Tidak ada yang bisa menghentikan si lelaki itu. Sesuatu mengontrol pikirannya, membuatnya tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Matanya sudah menggelap dibalik penutup mukanya. Yang dia tahu sesuatu yang harus dilampiaskan, dikeluarkan hingga dia merasa puas dan lega. Tanpa peduli jika gadis yang diseretnya dari sungai itu merasa terluka.

 

“Jangan melawan dan kau akan baik-baik saja” itu bukan ancaman tapi sebuah pernyataan biasa diambang rasa frustasinya.

 

Gadis itu semakin terisak ketakutan, tubuhnya yang lemas bergetar halus. Terus memohon agar apa yang dilakukan si lelaki itu dihentikan. Dia sudah lelah berontak, tenaganya sudah habis tapi tetap berharap pada kebaikan yang akan menemukannya. Dia terus menunggu. Menunggu sampai matanya berkabut. Menunggu sampai tulang-tulangnya terasa dilolosi satu persatu. Menunggu sampai kepalanya seperti terhantam beban puluhan kilo yang membuatnya sakit.

 

Tapi kebaikan itu tidak datang menghampirinya yang tergolek lemas diatas rumput di pegunungan Gyeonggi. Kebaikan itu meninggalkannya bersama rasa sakit yang menimpa tubuh dan perasaannya. Dan kebaikan itu semakin jauh meninggalkannya ketika jeritan suaranya yang parau tertelan diantara rimbunan pepohonan dan suara bising hewan-hewan kecil disekitarnya.

 

Muka gadis itu pucat pasi sebelum matanya benar-benar tertutup.

 

Baekhyun terbangun dari tidurnya dengan napas memburu dan peluh berjatuhan dari wajah rupawan miliknya. Tenggorokannya tercekat sesuatu dan merasa sakit. Mimpi itu datang lagi. Baekhyun mengambil gelas berisi air putih disisi tempat tidurnya, meminumnya sampai habis. Jam dinding menunjukan pukul dua dini hari dan meski keadaanya sudah lebih membaik tapi matanya sulit untuk kembali terpejam.

 

Semuanya datang menghantam pikirannya secara bersamaan. Dia menutup matanya perlahan. Penyesalannya menggunung dan itu memperburuk keadaannya. Yang dia inginkan saat ini adalah menebus semua kesalahannya pada gadis yang bernama Shin Hyosun itu. Tapi masalahnya apakah gadis itu mau memaafkannya? Atau setidaknya mau bertemu dengannya mengingat kesalahannya tidaklah biasa.

 

 

Dua hari berlalu setelah mimpi buruk itu, Baekhyun berusaha dengan keras untuk melupakannya dan bersikap biasa saja. Menenggelamkan dirinya dengan setumpuk pekerjaan. Tidak ada senyum yang selalu menghinggapi wajah tampannya. Dia sedikit kaku, dan acuh terhadap apapun yang ada disekelilingnya. Sejujurnya dia masih merasa belum mendapatkan ketenangannya. Dia akan kembali kacau jika sudah sendiri jadi melampiaskan rasa frustasinya dengan pekerjaan menjadi keputusan yang terbaik—setidaknya itu menurut pemikirannya. Lebih baik daripada bergelung dengan minuman alkohol yang dulu selalu dapat meredakan semua hal yang membuatnya pusing.

 

Tidak. Tidak aka nada alkohol untuknya sampai kapanpun. Alkohol hanya akan berujung pada masalah baru. Dan dia tidak ingin kembali terjerat masalah lalu memperburuk keadaannya yang sekarang.

 

Jongdae merasa harus membantu Baekhyun. Dia tidak suka sepupunya menjadi lelaki kaku tanpa senyum. Jongdae tahu Baekhyun lelaki baik. Dan dia tengah mengatur jadwal Baekhyun untuk seminggu kedepan saat pintu ruangan Baekhyun terbuka menampakan lelaki itu dengan wajah kakunya.

 

“Aku akan makan siang diluar jadi kau makan sianglah sendiri, Jongdae”

 

“Bukankah tidak ada jadwal makan siang dengan relasi bisnis hari ini?”

 

“Aku akan makan siang sendiri ditempat lain”

 

Dan setelah itu Baekhyun berlalu pergi tanpa perlu repot-repot mendengar pendapat Jongdae.

 

Viva Polo adalah sebuah restoran Italia di kawasan Yangjaedae-ro, Myeongil-dong, Gangdong-gu, Seoul. Restoran dengan menu spesial Pizza dan Pasta. Tidak seperti restoran makanan asing lain yang tampak besar dan megah Viva Polo terlihat sederhana dan minimalis dengan dua lantai yang saling terhubung. Bangunannya pun dikelilingi dengan beberapa toko dan tempat makan yang lain.

 

Dan Baekhyun berada didalam mobil sudah dari sepuluh menit yang lalu tanpa beniat untuk turun apalagi keluar untuk makan. Tepat didepan Viva Polo. Dia lebih tertarik mengamati—atau mencari sesuatu. Dan yang diharapkannya muncul dari dalam restoran itu dengan dua plastik hitam di kedua tangannya.

 

Dia itu Shin Hyosun.

 

Satu hal yang baru Baekhyun sadari adalah bahwa gadis itu sangat cantik meski tampak sederhana. Dia sudah tumbuh menjadi gadis dewasa dengan rambut tergerai lurus, cokelat gelap dan panjang juga berponi. Kulitnya putih meski tidak seputih dan sebening miliknya. Dan sorot matanya teduh, benar-benar sangat cantik walaupun riasannya sangat tipis—malah tampak memudar karena keringat mungkin.

 

Hyosun sedikit sempoyongan mengangkat kedua kantung plastik tersebut lalu meletakannya di ujung jalan. Dia kemudian berjalan dengan menepuk-nepuk kedua tangannya yang dirasa kotor. Gadis itu kemudian berhenti saat akan mencapai pintu masuk restoran, tangan kanannya merogoh saku apron merah dan mengeluarkan sebuah ponsel. Mengetik sesuatu disana dan kembali memasukannya ke tempat yang sama. Kepalanya terangkat dan sebuah senyum terbit diwajahnya yang lelah.

 

“Hyosun eonni aku pulang dulu. Selamat siang” seorang gadis muda dengan seragam sekolah menengah menyapanya didepan pintu masuk. Seseorang yang Baekhyun kenal. Dia sebenarnya kaget melihat gadis muda itu tapi perhatiannya tidak pernah lepas dari ekspresi Hyosun. Entah kenapa melihatnya saja membuatnya seakan enggan untuk melihat hal yang lain.

 

“Oh kau sudah selesai ya. Hati-hati dijalan dan selamat siang  Yeri-ssi. Datang lagi lain kali ya” seru Hyosun yang dibalas sebuah anggukan dari gadis bernama Yeri itu.

 

Baekhyun masih memerhatikan mereka yang saling melempar senyum. Sejurus kemudian Yeri berbalik dan berjalan berlawan arah menuju Stasiun bawah tanah Myeongil-dong disamping bangunan Viva Polo. Hyosun dilain sisi kemudian masuk dan dari yang bisa Baekhyun liat melalui kaca tranparan besar restoran tersebut gadis itu kembali untuk melayani pelanggan yang lain dengan sangat cekatan.

 

Tiba-tiba sebuah pemikiran terlintas dibenaknya. Dia mengeluarkan ponselnya dari saku celana bahan hitamnya, mengetikan beberapa nomor yang sudah dia hapal diluar kepala.

 

“Halo, Jongdae? Aku butuh bantuanmu..”

 

Baekhyun ingin memperbaiki keadaan dan semoga rencananya berhasil. Dia hanya bisa berharap semoga Tuhan mempermudah segalanya. Dan sebuah awal akan tercipta dari sana. Sebuah perbaikan.

 

 

 

 

To Be Continued

34 responses to “[Freelance] The Hidden Wound

  1. wah sebenarnya aku masih belum tahu permasalahannya baekhyun sama hyosun apa.. dan btw aku jadi kepo sama kelanjutannya. next yaa

  2. ini keren banget, lanjut deh thor, ehhh tapi baekhee itu siapa? cepet up date nya ya thor, selalu di tunggu

  3. Kayaky baekhyun dulu pernah mabuk trus merkosa si hyesun yah?? Trus dia critanya ngrasa brsalah. Kok dia bru mnyesal stelah 4 thun yah? Si hyesun hmil g yah? Lanjut dong kepo nih

  4. pasti baekhyun yang memperkosa hyosun kan dihutan
    tapi kayaknya bakal sulit apalagi bertepan dengan eomma hyosun meninggal kan 4tahun sebelumnya
    hadeuhhh kepo nich segera dilanjut ya

  5. Next chapter pasti menjelaskan semuanya, konfliknya blm kelihatan jadi blm bisa menilai apa-apa aku 😁😁

  6. Wah thor penasaran gimana kelanjutan nya. Ini keren, penyesalan masa lalu wew. Baekhee itu anak nya baekhyun sama hyosun ya. Baekhyun memperkosa hyosun dulu nya ato bukan baekhyun ?? Cp

  7. masih penasaran ama masalah nya si baek ama hyosun…
    ini keren deh thor!!
    di tunggu next nya ya…
    keep writing!! ~~

  8. Aku kira oneshoot lah gak ada tulisan part 1, prolog, teaser atau apa. Tapi gak papa, kayak nya konflik nya menarik nih. Aku tungguin garis keras!
    Jujur yah aku pribadi suka males duluan kalo baca ff freelance, tulisanya masih berantakan jadi males baca -,- tapi punya author enggak ! Rapih dan pemilihan katanya juara 😀
    Makasihhg aku tungguin loh update nya hihihi

  9. Akh… Kirain oneshot tadi. Tiba2 nemu “to be continued”… Penasaran banget. Ada seribu satu pertanyaan dan asal tebak dikepala nih. Tapi, lebih baik memang menunggu kelanjutannya saja… Btw aku suka bgt cara author bernarasi. Apik

  10. apa ini???? penasaran >,< lanjutin lanjutin.lanjutin…. aku kira ini oneshot ternyata tbc. I'm sick #penasaran

  11. sebenernya kesalahan yang dilakuin baekhyun itu apa sih ,apa bener cowok yg di mimpi itu si baekhyun tapi yg terjadi di mimpi itu sebenernya kejadian apa aku cuma belum yakin aja. apa iya beneran baekhyun memperkosan hyosun dan baekhee itu adiknya atau anaknya.. ayo dong dilanjut

  12. menarik ceritanya…
    Itu hyosun nya di perkaos sama spa? Baekhyun kah? Tapi aku gak yakin kalo itu baekhyun..
    Ayodong ketemuin mrk.. Penasaran reaksi hyosun..

    Hmm aku boleh saran ya.. Kalo pergantian scene itu lebih enak pake tanda, entah apa tanda nya.. Yang penting readers bisa tau kalo itu udah ganti scene
    hehehe,,, semoga saran ku bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s