I Said [Sequel OIDIA] – by Kaihwa

tumblr_mp3utkS94j1qcntwzo1_500

I SAID 
[DRABBLE]
.
[SEQUEL OF ‘Opps! I Did It Again]
.
Kaihwa♪2015
-Cast : Oh Sehun – Oh/Kang Jin – Kim Kai |
|-Genre : Romance, Angst, Family |
|-Rating : PG 17! |
|-Previous : OPPS! I DID IT AGAIN PART ~ 1 ~ 2 [Complete]|


Aku menatap sekali lagi kearah gelas piala berisikan cairan hitam pekat yang sudah hampir membuatku tak sadar. Vodka. Mataku hanya terbuka setengah dengan pikiran yang sudah melayang-layang kala itu. Rasanya aku ingin sekali menegak itu sekali lagi, tapi kepalaku sudah keburu pusing, aku bahkan hanya menidurkan kepala ini dibartender bar dengan tatapan kosong.

Entah sampai kapan aku akan bertahan pada posisi ini. Dulu, saat memutuskan untuk melakukan dan menerima hal yang terjadi, aku kira tidak akan seberat ini. Tapi 7 tahun bertahan untuk se-atap dengannya bukan hal yang mudah. Aku terlalu bermimpi kelewatan untuk tetap berharap jika dia akan mempertahankan perasaan itu hingga 7 tahun kedepan, itu dulu.

Aku tidak tahu ini perasaan macam apa saat mendengar suara pijakan kaki yang terasa familiar. Aku bangkit sambil melirik kesekitar pup yang mulai menyesakkan ini. Aku tidak melihat seseorang itu, tapi kenapa aku merasa jika dia baru melangkah masuk sih?

Aku menidurkan kepalaku yang semakin terasa berat ini dimeja bartender, lagi.

“Oh Jin,” suara baritone yang terdengar lirih menyapa indra pendengaranku. Tangan kekar pucat menggeser gelas kaca disampingku dengan gusar. Matanya sudah berair, siap untuk menangis untukku.

“Ayo pulang…” Kesadaranku langsung pulih melihatnya mulai menuntunku, aku bangkit dengan langkah gontai dan aura menajam.

Menatap matanya lekat-lekat, “Tidak, sampai kau jadi milikku, Se.” Balasku tajam. Tubuhku langsung ambruk dalam pelukan hangatnya yang menggairahkan. Bukan dia yang mengajakku ke dalam rengkuhannya yang terlihat dingin itu, sepertinya aku malah mirip pelacur murahan itu yang berusaha menggodanya. Dia bahkan menghempaskan tubuhku hingga pinggang kecilku membentur kursi yang aku duduki tadi. Sungguh, rasanya sakit sekali.

Rahangnya mengeras dengan kedua tangannya mengangkat kedua kakiku, mengangkat tubuhku seperti menopang handuk. Aku diangkat macam seseorang yang dicuri seorang pemuda.

“Cukup, Jin. Jangan menyiksa dirimu seperti ini, ini sama saja kau melukai oppa” Kalimat itu dapat men-tohok kedalam hatiku yang terdalam. Tapi berdiam diri sama saja menghancurkan hatiku lebih dalam lagi. Aku hanya butuh Oh Se, lebih dari apapun. Aku tidak mau dia menikah dengan wanita itu! Tidak boleh!

“Tidak, sampai kau jadi milikku, Se.”

Sehun menurunkan ku dengan wajah merah padam, terlihat guratan marah diwajah tampannya. “Cukup Oh Jin!” Sehun membentakku. Air matanya saja sudah jatuh, aku menarik wajahnya dan mencium bibirnya ganas, belum sempat 2 detik aku menyesapnya, dia sudah melepaskannya sambil menampar pipiku. Camkan itu! Oh Se sudah menamparku!

“You like a little shit.”

.
.
.
.
“Apa terlihat aku tampan, Jin?”

“Never again.”

Oh Sehun tertawa kecil saat menangkup wajah Jin yang sudah menekuk. Sebelumnya hanya mereka berdua di ruang mempelai pria, Jin yang melangkah masuk tanpa memperdulikan bagaimana Sehun masih tidak ingin melihat wajahnya. Anak satu itu bersikeras tetap melihat Oh Sehun-nya.

Menurut Jin,
Tidak akan ada Oh Sehun yang akan menemaninya dimasa sulit maupun senang lagi, toh, dia sudah memiliki tanggung jawab lain setelah ini, menurutnya menjalani rutinitas dengan label adik-kakak selama 7 tahun itu menyesakkan bagi Jin. Sehun memang benar-benar melupakan perasaan yang mereka bangun saat menjadi remaja labil ludes begitu saja seperti kertas kecil yang diterpa angin.

Tidak akan ada lagi Oh Sehun, ice prince yang tampan lagi setelah ini. Dimatanya semua kadar ketampanan Sehun ludes saat seorang wanita dapat menghancurkan es itu lagi, bukan dirinya tapi wanita lain.

What the hell! Jin, Can you repeat?

I said ‘You were handsome!’ ”

“Oh Jin.” Jin hanya mengangkat kedua bahunya acuh saat Sehun memanggilnya. Jin beralih mantelnya yang berada di sofa.

“Selamat Berbahagia, Se. Maaf aku tidak bisa berada disana saat kau melangsungkannya.”

“Kenapa?” suara Sehun melemah kala ini. Jin berbalik dengan memaksakan seulas senyum tipis dibibirnya. “Aku rasa, berkencan dengan pria lain lebih baik untuk menghilangkan rasa sakit ini. Maafkan aku,” Tidak ada yang bersuara lagi sejak itu, entah Jin yang membanting pintu ruangan dan menyisakan Sehun yang terdiam.

.
.
.
.

Dan disinilah Oh Jin. Berdiri di jembatan yang berbatasan dengan sungai Han, sepelan apapun lompatan Jin, dia bisa mati kedinginan kedalam sungai itu dengan melompat di tengah suasana winter macam ini. Kabur dari pernikahan itu lebih menyesakkan dari apapun menurutnya, yang dia lakukannya ada menangis sesenggukan disini. Dia beberapa kali siap untuk melompat tapi entah dorongan apa yang membuatnya takut untuk memanjat pagar itu.

“Jin.” Jin kenal sekali suara ini, ia tidak ingin berbalik atau apa saat ini. Dia butuh sendirian. Jin bahkan tidak bisa mengelak saat lelaki ini memaksanya untuk berbalik dan memeluk tubuh ringkihnya dengan hangat. Kenapa jika ia baru mengakuinya?

Oppa, Love me right and heal me. Can’t You?” Lelaki itu tidak menjawabnya tapi tetap merengkuhnya dan membelai rambutnya dengan lembut. Tetapi kedua orang ini mengetahuinya, Kai mungkin tidak harus membalas dan menjelaskan dengan kata-kata untuk menyembuhkan rasa sakit dan mencintainya. Kai hanya perlu menyampaikannya dengan hati dan Jin dapat menerima kiriman itu.

Jin hanya butuh seseorang yang pasti mencintainya dengan tulus. Rela disakiti terlebih dahulu dan bersabar menunggu 7 tahun. Mungkin bukan awal yang bagus, tapi setidaknya Jin dan Kai mencoba untuk membentuk ending yang baik untuk cerita mereka.

———-FIN
NOTE :
DEMI APAAAA!!!! Ini cerita apa???T_T
Masih inget kan, FF 2 Shoot Opps! I did it again??? /readers :gakk!/
Entah karena apa, aku pengen aja buat sequelnya, toh, ending FF waktu itu gantung dan gaje banget ya. Readersnya udah mw mewek tapi malah aku potong dengan ending yang ancur bgtT_T
Kalo ginikan agak jelas gimana akhirnya mereka bertiga : D
Semoga suka…
Ngemeng2 angst agak ancur ya… Mianhae, baru nyobak2 buat ff Angst, sumpe!

Regards, Kaihwa

10 responses to “I Said [Sequel OIDIA] – by Kaihwa

  1. Iya aku sangat menantikan sequel dari oopss. Cepat di post ya. Sakit itu pasti yang di rasakan oleh kang jin. Ugh benar-benar sehun ia menikah dengan wanita lain

  2. wah bagus sih ffnya,tapi aku masih bingung sama jalan ceritanya 😀 hehehe apa mungkin aku belum baca 2 ff yang sebelumnya ya??? hihiihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s