New Start, New Obstacle (Part I) – SangHun’s Story Series by bluelu bird

exo-exo-k-exo-k-oh-sehun-favim-com-12581671| Title : New Start, New Obstacle (Part I) | Author : bluelu bird | Cast : Kim Sang Eun , Oh Sehun , etc | Genre : Romance, Marriage life, Family, Comedy ( failed ) | Rating : PG 17 | Length : Series |

List : Sleeping Photoshoot | Pervert Devil Game | Saturday Night | Jealous Eun | Peeking Day | Triple Rain | Time To Have A Baby! | Is She Pregnant? | The Dad-To-be | You and Me Plus Him | New Start, New Obstacle (Part I)

Note : Halo, cerita kali ini bakal lebih panjang dari sebelumnya. Warning bisa aja bosen. Tapi semoga pada suka. Typo everywhere :D

Personal blog : http://www.icrecreamlibrary.wordpress.com

Disclaimer : Storyline is pure mine. Don’t be plagiator, please.

Enjoy reading~

.

“There always be a new problem ahead of us”

.

.

“Siapa namanya?” tanya Baekhyun sambil melirik bayi kecil dalam gendongan ibu Sang eun. Bayi kecil Sang eun dan Sehun.

Sehun dan Sang eun tersenyum pada satu sama lain.

“Namanya.. Oh Sang Hun”

-SangHun-

Eunghh…” Sehun menggeliat kecil di kasurnya. Terusik dengan cahaya yang mengintip melalui celah-celah matanya. Pria itu membuka matanya perlahan. Lalu, menoleh melihat istrinya yang masih tertidur lelap di sebelahnya. Senyum simpul terukir manis di wajah ayah baru itu.

“Bagaimana kau bisa semanis ini, heum?” Ingin rasanya Sehun mencubit gemas pipi istrinya yang tertidur seperti bayi itu, tapi niatnya diurungkan. Sang eun sudah terlalu lelah dengan mengurus Sang hun. Syukurlah anaknya yang sudah berusia 5 bulan itu tidak seperti anak lain yang suka terbangun di tengah maalam. Sehingga ibu dan ayahnya bisa tidur dan beristirahat dengan tenang di malam hari.

Sehun berdiri dari kasurnya dengan perlahan. Menghampiri box bayi Sang hun yang ada di sisi lain kamar. Anaknya itu sudah terbangun dan kini tersenyum manis pada Sehun. Perlahan Sehun mebawa Sang hun ke dalam gendongannya.

“Halo jagoan kecil” bisik Sehun pelan, lalu mencium pipi tembam Sang hun.

Sehun memainkan Sang hun dalam gendongannya. Mengayun-ayunkannya sedikit kencang, lalu memelan lagi. Begitu seterusnya.

“Sehun-ah, kau sudah bangun?” Sehun menoleh mendengar suara serak orang yang baru saja bangun dari tidurnya yang terdengar di telinganya. Siapa lagi kalau buakn suara istrinya.

“Oh, eomma sudah bangun! Ucapkan selamat pagi, Sang hunnie!”

“Selamat pagi, eomma” ujar Sehun sambil mengubah suaranya dan melambai-lambaikan tangan Sang hun. Sang eun tertawa kecil melihat tingkah Sehun. Dihampiri suaminya itu, lalu diciumnya Sang hun yang masih dalam gendongan Sehun.

“Selamat pagi, Oh Sang Hun” ujar Sang eun sambil memainkan tangan Sang hun.

“Kau tidak memberiku?” Sang eun menoleh pada Sehun yang kini menatapnya kesal.

“Apa?”

“Itu”

“Apa?”

“Itu…”

“Itu apa, Oh Sehun?”

“Kiss” Sang eun terdiam sejenak. Lalu mengambil Sang hun dan menggendongnya. Tanpa berkata sepatah kata pun Sang eun berjalan menjauhi Sehun.

“Maafkan aku, aku seharusnya bangun lebih pagi” ujar Sang eun tanpa menoleh ke arah Sehun. Sehun memberengut kesal, masih berdiri di tempatnya.

“Tak apa. Kau kelelahan” ujar Sehun dengan sedikit kesal.

Sang eun menoleh ke arah Sehun yang memalingkan wajahnya. Terkikik pelan melihat tingkah suaminya itu. Sang eun berjalan cepat tapi dengan langkah hati-hati agar Sehun tidak menyadari jika dirinya berjalan ke arah Sehun.

Chup

Sehun menoleh cepat ke arah Sang eun yang kini tersenyum manis padanya.

Aigoo, lihatlah wajah appa mu itu Sang hun-ah! Bagaimana ini? Lihat wajahnya memerah” goda Sang eun sambil tertawa keras.

Chup

Sehun mencium sekilas pipi Sang eun. Membungkam tawa wanita itu dengan seketika. Sang hun tertawa kecil dalam gendongan Sang eun, entah ia mengerti atau tidak dengan kejadian antara ibu dan ayahnya.

Sehun mencium gemas kedua pipi Sang hun. Lalu mengacak asal rambut Sang eun yang masih terdiam. Ck, ciumannya masih berefek besar pada wanitanya itu.

“Yang itu hukuman karena menggodaku. Hanya aku yang boleh menggodamu nyonya Oh. Benarkan, Oh Sang Hun?”

-SangHun-

Sang eun menghela nafasnya untuk kesekian kalinya. Dia bosan. Sungguh. Cuti kerjanya masih berlalu hingga seminggu lagi. Biasanya ia akan bermain dengan Sang hun, tapi Sang hun sedang tidur siang di kamarnya sekarang. Sehun? Oh, pria itu sedang sibuk bekerja. Bahkan beberapa minggu ini pria itu pulang larut malam dan pergi pagi sekali.

“Nyonya kenapa?” Sang eun menoleh ke arah sumber suara. Ah, benar ada bibi Jung yang menemaninya. Yah. dia sebenarnya bekerja pada ibu Sehun. Tetapi karena Sang eun baru menjadi ibu dan masih sibuk mengurus Sang hun, jadi ibu Sehun memerintahkan bibi Jung untuk membantunya mengurus pekerjaan rumah di sang hari. Sebenarnya Sang eun menolak awalnya karena merasa tidak enak, tapi ibu Sehun memaksa apalagi tuan over protektif yang selalu mengomelinya seperti ‘Kau tidak boleh kelelahan! Jangan bekerja terlalu banyak’ dan blablabla’. Siapa lagi kalau bukan Oh Sehun.

“Sudah kubilang jangan panggil aku nyonya, ahjumma” ujar Sang eun dengan nada bicara yang dibuat-buat seolah ia sedang mengancam. Bibi Jung terkekeh pelan melihat tingkah Sang eun. Ia masih menggemaskan meskipun sudah menjadi seorang ibu.

“Baiklah. Ada apa, Eun-ah?” Sang eun tersenyum sekilas, lalu menerawang ke langi-langit rumahnya.

“Aku hanya bosan. Aku tidak bekerja, Sang hun sedang tidur, tugas rumah sudah dikerjakan semua, dan………. Sehun sedang sibuk” bibi Jung duduk di sebelah Sang eun, membelai sayang rambutnya.

“Kau rindu Sehun?” Sang eun menoleh pada bibi Jung, menatap wanita paruh baya itu polos. Rindu? Sang eun tak pernah memikirkannya. Dia hanya merasa sedikit aneh. Sehun biasanya selalu di sekitarnya. Kalau sedang tidak bersama dia akan menelfon Sang eun. Dan akhir-akhir ini Sehun terlalu sibuk sampai melupakan rutinitasnya itu.

“Entahlah”

“Kau bahagia?”

“Tentu. Sangat malah!”

“Sehun. Dia sibuk karena bekerja, nak”

“Aku tahu, bi”

Aku tahu tapi ada satu sisi yang ingin dia di sini. Aku tahu aku egois. Tapi entahlah. Aku rasa…. aku rindu Sehun. Sang hun-ah, kau juga rindu appa kan?

-SangHun-

Sang eun tertawa lepas melihat tingkah menggemaskan Sang hun. Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 7, bibi Jung sudah pulang sejak sejam yang lalu. Dia hanya berdua dengan Sang hun di rumah. Sepi. Dan sedihnya Sang eun harus mengakui kalau dia benci Sehun yang sibuk. Ia mengerti dengan kesibukan Sehun, tapi ada satu sisi egoisnya yang ingin Sehun terus bersamanya dan Sang hun.

“Kapan appa mu bisa bermain denganmu lagi? Bahkan dia bekerja di hari libur sekarang” Sang eun menghela nafasnya pelas. Tak sengaja Sang eun menatap wajah polos Sang hun yang kini menatapnya seolah ikut bersedih. Sang eun terkekeh pelan, lalu mencubit pipi Sang hun gemas.

“Sang hun akan bermain dengan eomma. Kita tidak boleh bersedih. Iya kan?”

Twinkle twinkle~

Sang eun mengambil handphone-nya yang ada di atas meja. Tangannya yang lain menggendong Sang hun dengan hati-hati.

“Halo?”

Eoh, Sang eun-ah! Bagaimana keadaanmu dan Sang hun?”

“Ri young-ah! Baik, Sang hun juga sangat baik”

Sehun?”

“Entahlah. Dia belum pulang. Tapi tadi pagi dia masih baik-baik saja”

Ada apa dengan nada bicaramu?”

“Tak ada apa-apa”

Ya sudah, kalau kau tidak ingin cerita padaku. Aku, Bomi, dan Ah young ingin menjengukmu sepulang kerja ini. Boleh?”

“Tentu!”

Baiklah, jam 8 nanti aku ke rumahmu. Oh ya, boleh membawa dokter baru? Ada dokter baru, dan dia ingin berkenalan dengan dokter Oh Sang Eun yang sangat terkenal itu”

“Ck. Berhentilah memuji atau aku akan terbang”

Haha, boleh tidak?”

“Tentu”

Okay! See you Sang hun’s eomma!”

“See you too”

Well, setidaknya kesepiannya akan sedikit terobati dengan kehadiran teman-temannya nanti malam. Sang eun harap.

-SangHun-

Annyeong!” Ri young, Bomi, dan Ah young bergantian memeluk Sang eun. Sedangkan, seorang wanita yang disebut-sebut Ri young sebagai dokter baru berdiri di belakang mereka dalam diam sambil tersenyum simpul.

“Jadi ini dokter barunya?” tanya Sang eun pelan pada Ri young yang dibalas anggukan kecil.

“Nama saya Han Ha Ri. Dokter baru di rumah sakit” Sang eun menjabat tangan Ha ri sekilas sambil tersenyum simpul pada wanita itu.

“Oh Sang Eun. Oh ya, silahkan duduk. Biar kuambilkan minum dan camilan” Sang eun berlari kecil menuju dapur untuk mengambil minuman dan camilan yang telah disiapkannya.

“Ini dia” Diletakkannya minuman dan camilan di atas meja. Lalu Sang eun mendudukkan dirinya di sebelah Ah young.

“Dimana Sang hun, eonni?” tanya Ah young pada Sang eun sambil mengambil camilan yang telah disiapkan Sang eun. Memakannya perlahan sambil menunggu jawaban Sang eun.

“Dia sudah tertidur lelap” jawab Sang eun cepat yang hanya dibalas dengan gumaman oleh Ah young.

“Rumahmu sangat nyaman, dokter Oh” puji Ha ri yang dibalas Sang eun dengan senyum simpul.

Yah, tentu rumahnya sangat nyaman dan bagus. Bukan berusaha memuji rumahnya sendiri, tapi memang seperti itu kenyataannya. Semuanya karena Sehun yang sangat mendetail dan turun tangan langsung dalam pembuatan rumah mereka. Ugh, lagi-lagi Sehun muncul di pikiran Sang eun. Tak bisakah pria itu hilang dari pikirannya walau sejenak?

“Benar-benar” gumam Sang eun pelan.

“Kau bilang apa?”

“Ah, tidak”

“Oh ya, dimana suamimu dokter?” Sang eun terdiam mendengar pertanyaan Ha ri. Begitu pula dengan Ah young, Bomi, dan Ri young yang ikut terdiam.

Entah kenapa rasanya ada yang mengganjal saat mendengar pertanyaan itu. Itu bukan pertama kalinya ada orang yang bertanya seperti itu saat berkunjung di rumahnya, tapi itu pertama kalinya Sang eun tidak bisa membanggakan Sehun yang berada di rumah. Biasanya dia akan dengan percaya dirinya memanggil Sehun, ‘Oh Sehun, ada yang menanyakanmu!’ dan semacamnya. Tapi kali ini tidak.

“Dokter Oh?”

Ah iya! Oh, dia sedang sibuk bekerja di kantornya” jawab Sang eun canggung.

“Benarkah? Kau harus hati-hati dokter” Sang eun mengerutkan alisnya bingung mendengar ucapan sarkastik Ha ri.

“Maksud dokter?” Ha ri tersenyum simpul sekaligus sarkastik sekilas pada Sang eun. Sungguh, rasanya Sang eun tidak akan suka apa yang akan dikatakan hari setelah ini.

“Mereka pria, dokter. Mungkin mereka bilang bekerja. Tapi apa kau yakin dia bekerja? Ck, pria itu mudah bosan. Apalagi jika sudah punya anak, mereka akan bosan pada istri mereka”

“Maaf, tapi suamiku bukan orang seperti itu” ujar Sang eun setenang mungkin. Entah kenapa ada sesuau yang rasanya membuatnya sangat marah saat ini.

“Bagaimana kau tahu itu dokter? Mereka semua pria pada akhirnya. Suka bermain wanita. Sungguh jarang ada pria yang tidak selingkuh di jaman sekarang” Tangan Sang eun mengepal kuat. Bahkan Sang eun sudah tidak bisa lagi menatap Ha ri. Lebih tepatnya takut. Takut jika dia melihat wajah Ha ri, dia bisa memakannya hidup-hidup saat itu juga.

“Dokter Han! Itu sudah cukup” ujar Bomi penuh penekanan.

“Ah, apa aku berkata terlalu jauh? Maaf aku tidak bermaksud apapun. Aku cuma berniat memberi peringatan” Ah young berdiri dari duduknya, menatap marah pada Ha ri.

“Apa yang kau katakan? Kau-” Sang eun memegang cepat tangan Ah young. Menahan wanita itu sebelum amarahnya meluap-luap.

“Tapi eonni-” Bomi yang mengerti segera mengambil tasnya, menarik tangan Ah young untuk mengikutinya.

“Aku rasa kita harus pulang sekarang dokter Han. Sudah semakin larut” ujar Bomi pada Ha ri. Terlihat amarah daru mata Bom, tapi gadis itu menahannya. Bukan demi siapapu, ia menahan amarahnya demi Sang hun dan Sang eun.

Ha ri meneguk habis minuman yang disajikan Sang eun. Lalu berdiri dari duduknya. Membungkuk sekilas pada Sang eun.

“Aku permisi, dokter Oh”

Bomi, Ah young, dan Ha ri pergi meninggalkan rumah Sang eun. Meninggalkan Sang eun dan Ri young di ruang tamu kediamannya. Dielusnya lembut pundak Sang eun.

“Kau tak apa? Maaf aku tak mengira dia-“

“Tak apa. Pulanglah, Young-ah” Sang eun menoleh sekilas pada Ri young. Tersenyum simpul pada wanita itu, meyakinkannya bahwa ia tak apa-apa.

“Tapi-“

“Aku tak apa. Pulanglah. Kau butuh istirahat, aku juga. Terima kasih sudah menjenguk”

Ri young mengangguk sekilas, lalu beranjak pergi dari rumah Sang eun. Sungguh ia merasa bersalah telah membawa Ha ri ke rumah Sang eun. Ia tak tahu kalau Ha ri akan berkata dan bertingkah seperti itu. Apalagi ia tahu jika Sehun sedang sibuk sehingga kurang memberi perhatian pada Sang eun dan Sang hun.

“Maafkan aku, Eun-ah”

-SangHun-

Sang eun mencium pelan pipi Sang hun, berusaha agar sebisa mungkin tidak mengganggu tidur lelap anaknya itu.

“Selamat malam, sayang” bisik Sang eun pelan.

Wanita itu berjalan pelan ke kasurnya dan Sehun. Membaringkan badannya yang entah kenapa terasa begitu lelah hari ini. Oh, bukan badannya, tapi hatinya yang begitu lelah.

Baru saja Sang eun menutup matanya, ucapan Ha ti terputar kembali di kepalanya.

“Mereka pria, dokter. Mungkin mereka bilang bekerja. Tapi apa kau yakin dia bekerja? Ck, pria itu mudah bosan. Apalagi jika sudah punya anak, mereka bosan pada istri mereka”

Sang eun membuka matanya cepat. Menggeleng-gelengkan kepalanya cepat.

“Lupakan, Sang eun. Lupakan” gumamnya pada dirinya sendiri. Sang eun berusaha tidur, melupakan kejadian yang begitu melelahkan untuk batinnya. Tapi sialnya kejadian dan ucapan Ha ri terus terngiang di kepalanya.

Ugh. Ada apa denganmu, Kim Sang Eun?” Sang eun menatap langit-langit kamarnya. Teringat kembali kata-kata Ha ri.

“Bagaimana kau tahu itu dokter? Mereka semua pria pada akhirnya. Suka bermain wanita. Sungguh jarang ada pria yang tidak selingkuh di jaman sekarang”

“Tidak-tidak! Sehun tidak seperti itu. Apa yang kau khawatirkan, Kim Sang Eun?”

***to be continued***

Halo

Ini abal-abal banget >,<

Alurnya berantakan, ceritanya aneh, feel nya gak tahu dapet apa gak. Tapi semoga suka.

Di sini gak begitu ada sweet moment-nya tapi nanti baca yang part 2 ya! Siapin kantong muntah deh xd

Jadi nama anaknya Sang hun nih! Habis mau cari nama lain gak ada. Udah mentok :3

Dan kenapa gak aku sertain foto Sang hun? Biar kalian bayangin sendiri ya, seberapa lucunya Sang hun. Pokoknya kalau dibayanganku si Sang hun unyu banget dengan pipi tembemnya

Sehun juga gak begitu ada di part ini, nanti dia keluar di part kedua

Maaf banyak kekurangannya

Thanks for reading~

Sekali lagi makasih buat yang udah baca dan ngikutin terus series ini

Regards,

bluelu bird

55 responses to “New Start, New Obstacle (Part I) – SangHun’s Story Series by bluelu bird

  1. Pingback: Mission! Follow Mom (1)- SangHun’s Story Series by bluelu bird | SAY KOREAN FANFICTION·

  2. Pingback: Airport and Plane- SangHun’s Story Series by bluelu bird | SAY KOREAN FANFICTION·

  3. Pingback: Hug In Baby Carrier- SangHun’s Story Series by bluelu bird | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s