CAMPUS SCANDAL -FIRST INTERCOURSE- (NC17) — by Neez

CAMPUS SCANDAL

“FIRST INTERCOURSE”

Oh Jaehee / OC || Profesor Kim / EXO Suho || Others

Alternative Universe, Adult, Campus Life,  Romance

2,500 Words || NC 17 

Related To :

CAMPUS SCANDAL (NC-17) || CAMPUS SCANDAL – FIRST IMPRESSION (PG17)

© neez

Beautiful Poster Cr : Ken’s@Art Fantasy thank you Ken Honey ^^

WARNING!!! This fic, is contains adultry and dirty talks!!! 

Suara dentuman musik terdengar memekakkan di telinga. Kerlap kerlip lampu di tengah-tengah ruangan seolah menjadi pelengkap ingar bingarnya suasana Triptych malam hari ini. Club termegah dan termewah, serta selalu menjadi klub yang didatangi anak-anak muda di Seoul, malam ini terlihat jauh lebih meriah daripada biasanya.

   ”Give it a shot to the birthday girl, Baek Jinmi!” teriak Song Jaerim, si DJ pada kerumunan pemuda-pemudi yang asyik bergoyang di lantai dansa, beberapa mengangkat gelas berisi minuman beralkohol mereka, memberikan toast pada si empunya acara.

   Jauh dari ramainya ingar bingar musik, Jaehee mengelap mulutnya, seraya menarik tisu gulung dari samping kloset duduk tempatnya untuk kemudian mengelap mulutnya lagi sementara di hadapannya, RapMon bersandar pada pintu bilik kloset, menatap penuh damba pada gadis yang masih sibuk mengusap mulutnya.

   ”You’re incredible, unbelievable, damn!” gumam pria itu dengan suara rendahnya.

   Jaehee mengedipkan sebelah matanya dan berdiri, sebelum meletakkan kedua tangannya di bahu bidang RapMon. Sorot matanya yang dibingkai dalam pulasan cat eye, membuat aura sensual gadis itu semakin menguar. Ia tersenyum menggoda, membuat RapMon kembali bergairah. Baru ia mau mendekatkan wajahnya lagi pada gadis itu, namun Jaehee malah menggeser tubuh RapMon ke samping agar ia bisa keluar dari bilik kamar mandi.

   ”Girl… you make me frustrated!” keluh RapMon sambil mengancingkan kembali ritsleting celananya.

   Jaehee tidak memperdulikannya, malah berjalan ke arah washtafel, berdecak. ”Lihat apa yang kau perbuat? Bahkan Rouge Coco-ku luntur semua…” desah Jaehee.

   ”Kau terlalu indah untuk dibiarkan begitu saja malam ini, Darl…” mata RapMon seolah menelanjanginya dari ujung rambut hingga ke ujung kaki.

   ”I’m not your darl!” seru Jaehee sambil keluar dari dalam rest room klub tersebut dan matanya mulai mencari-cari. Dia lupa dimana ia meletakkan tasnya, karena si brengsek Kim Namjoon, alias Rap Monster itu sudah keburu menariknya ke dalam kamar mandi, dan tentu saja mereka melakukan heated make out session yang cukup intens.

   Tapi Jaehee tetaplah seorang Jaehee. Makeup-nya masih lebih berarti dibandingkan segala kepuasan lahir batin yang bisa ia rasakan. Berdecak kesal, karena tentu saja, RapMon menghapus habis pulasan Chanel Rouge Coco shade #406 yang ia pulas sebelum ia turun dari Audi setiba di klub ini.

   ”Where’s Jinmi and Hana?” mata Jaehee menelusuri sisi klub dimana VIP lounge berada. Yakin dengan pasti kalau kedua sahabatnya pasti berada di salah satu VIP lounge, dan mereka pasti tahu dimana tas make up-nya berada. Melangkahkan Christian Loubotin emasnya dengan kesal Jaehee menyibakkan tabir salah satu VIP Lounge dan memutar kedua matanya.

   Half naked Kim Jongin dan kekasihnya, sekaligus sahabatnya sendiri Lee Hana. God, tidak bisakah mereka bermain di restroom?

   ”Ya! Lee Hana, apa kau lihat tasku?”

   Hana yang mendorong wajah Jongin dari lehernya mendongak dengan mata berkabut, dan ekspresi sedikit kesal tentunya. Kegiatannya terganggu, namun Jaehee tidak peduli. Salah mereka yang tidak pernah tahu tempat setiap melakukan hubungan intim.

   ”Sepertinya dibawa Jinmi…” jawab Hana dengan desahan yang semakin menjadi-jadi, namun tentu saja hanya mereka berdua yang mendengar. Kim Jongin bahkan tidak menoleh, dan tidak peduli ada siapa yang melihat dirinya meniduri kekasihnya. ”Dan, please… can you go now? I’m high here…”

   Jaehee menggelengkan kepalanya dan menutup tabir sebelum mendengar jeritan Hana yang nyaring dan kekehan Jongin. Entahlah, sejak kejadian di ruangan Profesor Kim waktu itu, Jaehee jadi tidak pernah bersemangat dalam bercinta. Bisa dihitung dengan jari ia terlibat kontak fisik dengan lawan jenis sejak mengenal Profesor Kim, dan ia mengenal Profesor Kim sudah tiga hari.

   Tiga hari tanpa kontak fisik bagi seorang Oh Jaehee adalah mukjizat!

   ”Jinmi-ya… oh shit!” Jaehee membalikkan tubuhnya. Pemandangan di dalam jauh lebih vulgar dibandingkan Jongin-Hana barusan. ”YA! KALIAN SEDANG APA? BAEK JINMI, DIMANA TASKU?!”

   ”Di ruang sebelah!!!” jerit Jinmi sambil menutupi tubuhnya dengan selimut yang buru-buru diberikan Jongdae padanya.

   Tanpa pikir panjang Jaehee yang kesal kembali beranjak ke tabir VIP lounge berikutnya. Dan kali ini, ia beruntung hanya menemukan Sehun, Baekhyun, dan Chanyeol, bersama gadis-gadis tengah bermain truth or dare. Kedua mata Jaehee kembali bersinar saat melihat tas kecilnya diletakkan di sofa, tepat di samping Baekhyun.

   ”Mau ikut, Jaehee-ya?” kedip Sehun nakal.

   Jaehee meraih tasnya dan menggeleng, ”I’m not in the moodby the way, kalau RapMon mencariku katakan saja aku sudah pulang. Oke?”

   ”Whew, tapi ini masih jam dua belas malam… pesta baru saja dimulai,” Baekhyun mengernyit heran.

   Hello, this is Oh Jaehee, right? She’s party queen, even though this is her bestfriend’s party, but the queen is a queen. Ratu pesta tidak mungkin kan jam segini sudah pamit pulang? Lagipula, biasanya Jaehee tidak pernah menolak bermain truth or dare, gadis itu sangat menyukai tantangan.

   ”Nope. Aku tidak pulang… hanya malas meladeni RapMon.” Jaehee kembali keluar dari lounge tersebut dan kembali melangkah ke kamar mandi. Mengabaikan berbagai desahan dan bunyi kelepak yang membahana, gadis itu mengecek ulang penampilannya.

   Rambut cokelat bergelombangnya sedikit berantakan, maka ia menyisirinya pelan dengan jemarinya. Kemudian ia memeriksa riasannya. Sepertinya Dior airflush foundation-nya sedikit terkikis di bagian mulut karena kegiatannya bersama RapMon tadi. Dan tentu saja, that Rouge Coco! Lipstik andalannya saat berpesta, benar-benar lenyap! Memeriksa pakaiannya, untunglah tak ada noda sedikitpun yang RapMon tinggalkan pada gaun ketat Dolce & Gabbana-nya.

   Bentuk gaunnya sebenarnya jika dilihat dari belakang terlihat seperti gaun ketat hitam biasa, yang memiliki lengan panjang, yang kemudian roknya berakhir tepat di bawah bokong. Namun yang tidak biasa ada penampilan depannya. Gaun tersebut berbentuk ikatan bikini, yang memamerkan lekuk indah dua gundukan payudaranya. Dan tentu saja, tidak akan indah jika RapMon meninggalkan bekas disana, bukan?

   Selesai memulas kembali wajahnya dengan sedikit cushion pact serta pulasan Rouge Coco, Jaehee kembali keluar dan memandang pesta dengan tidak berminat. Menghela napas, ia menyadari bahwa seleranya atau rasa penasarannya pada pria-pria hidung belang kini sudah menurun drastis semenjak kedatangan Profesor Kim.

   The hell, dia adalah serigala berbulu kelinci! Dan mau menyangkal sekeras apa pun, Jaehee tetap tidak bisa. Ia tertarik, dan terpesona dengan kharisma dan sisi lain Profesor Kim, yang hanya ia sendiri bisa lihat! Sementara pria-pria lain, ia bisa mendapatkannya dengan mudah, bukan? Ia hanya perlu mengedipkan sebelah matanya saja untuk membuat monster macam Kim Namjoon berlari padanya, atau sedikit belaian pada pipi Sehun untuk membuatnya membawa Jaehee ke langit ke tujuh.

   Tapi itu dulu!

   Mereka tidak menarik lagi di mata Jaehee sekarang. Ia penasaran, ia terpikat! Tatapan datar, wajah dingin, senyum miring. Dan tentu saja aroma khas pedas dari Dior For Men, dan kekuatan yang tidak pernah Jaehee duga ada pada seorang Profesor Kim yang terlihat rapuh, yang membuat Jaehee tergila-gila, meski enggan mengakuinya.

   ”Ah, lebih baik aku beristirahat!” desah Jaehee kesal dan berjalan mencari-cari pria lain untuk diajak ’bermain-main’ malam ini, melupakan dosen brengsek yang sudah memenjara hatinya saat pandangannya terpaku pada sebuah bangku di sudut Triptch. Mengernyit, Jaehee berusaha menajamkan pandangannya.

   Holy moly maccaroni!

   Itu dia! Profesor Kim! Pria itu ada di Triptych!

   ”The hell, what is he doing here?” tanya Jaehee memiringkan kepalanya dan tanpa sadar berjalan mendekat. Dan tidak, Profesor Kim tidak sendirian disana. Pria brengsek itu bersandar dengan kedua orang wanita di sebelah kanan dan kirinya, dan demi Setan, tangan pria itu diletakkan di paha telanjang gadis di sampingnya.

   Entah kenapa darah Jaehee mendidih melihatnya. Pria itu menanggalkan sweater-nya yang menjijikkan (menggemaskan), melepaskan kacamata bingkai hitamnya yang membosankan (mempesona), dan pria itu mengenakan kaus V neck berkerah rendah hitam, dibalut dengan jaket kulit hitam serta celana jins. Rambutnya pun ditarik kebelakang dan ditata dengan menggunakan gel.

   Fu*king sh*t! He’s hella handsome!

   ”Err, apa yang kau lihat, Agassi?” tanya gadis berambut hitam panjang, yang mana pahanya merupakan tempat peristirahatan tangan Profesor Kim, mendongak heran mendapati Jaehee yang mendadak muncul dan berdiri, serta mengamati mereka seolah-olah mereka adalah makhluk langka.

   Jaehee tidak menjawab, melainkan menatap Profesor Kim yang terlihat tenang, malah semakin bersandar tanpa melepaskan tangannya di pangkuan dua gadis di sampingnya tersebut. Pria itu tersenyum penuh arti sambil menyelami mata Jaehee yang ditimpa dengan lensa kontak berwarna abu-abu khusus untuk pesta malam ini.

   ”Agassi?” tanya gadis di samping Profesor Kim lagi.

   Jaehee tetap tidak menjawab, baginya kontes adu tatap dengan Profesor Kim jauh lebih menarik dibandingkan meladeni dua gadis murahan yang nampaknya siap melemparkan dirinya begitu saja pada Joonmyun.

   ”Agassi!”

   ”I’m seeing my soon-to-be husband, apa aku salah?” tanya Jaehee dingin dan melayangkan tatapan dinginnya pada gadis menyebalkan yang sejak tadi terus menanyainya. ”Dan, Agassi, itu calon suamiku yang sedang kau rayu.” Tandasnya dingin.

   Kedua gadis itu terlihat gugup.

   ”Mwo?!”

   ”Itu… itu tidak benar, bukan? Di…dia bukan tunanganmu, kan?”

   Jaehee sebenarnya siap jika Profesor Kim tidak mengakuinya, malah ia senang. Setidaknya malam ini, ia memiliki hiburan. Oh betapa tangannya sudah gatal untuk mencabik-cabik dua gadis yang bergelayut manja pada suaminya.

   Wait, dia terdengar seperti orang cemburu. Jaehee menenangkan pikirannya lagi, seraya tetap menatap tajam dua gadis itu.

   ”Nope. Dia benar… dia memang calon istriku,” sahut Profesor Kim dengan senyum penuh arti. Sorot matanya terlihat geli menatap Jaehee yang menjulang berkat pumps toe Christian Louboutin-nya. Gadis itu benar-benar bak singa betina yang siap mencakar dua gadis di sampingnya kini, dan hal itu membuat Joonmyun geli.

   ”The hell!”

   Dan kedua gadis itu buru-buru berdiri dan beranjak pergi, menyisakan keheningan dan tentu saja tatapan tajam antara sang Profesor dan muridnya. Tatapan Joonmyun yang tenang, bahkan terkesan geli, membuat Jaehee semakin kesal dan gemas. Pria tampan ini benar-benar mengesalkan! Kenapa dia harus tampan tapi mengesalkan???

   Tidak adil!!!

   ”Kenapa kau begitu genit?! Kau bilang kau tidak kecewa dengan apa yang orangtuaku berikan padamu… dan lihat… kau bahkan tidak cukup bersama satu orang wanita, ckckckck…” decak Jaehee sambil menghentakkan sepatunya.

   Joonmyun terkekeh, ia memiringkan kepalanya dan bertanya, ”Wae? Are you jealous, perhaps?

   ”TIDAK! Hanya dalam mimpimu, Profesor Kim Yang Terhormat!” sahut Jaehee cepat, namun tidak menyadari meski dalam gelap, semburat kemerahan (yang jelas bukan karena blush NARS Orgasm yang ia kenakan) pada kedua pipinya.

   Dan Joonmyun mengangkat bahunya, ”Then? I guess I saw you went to the restroom… with Rap Monster.”

   Jaehee nyaris tersandung karena gugup.

   ”Kenapa? Tidak bisa menjawab?” tantang Joonmyun sambil berdiri dan menggelengkan kepalanya. ”Aku tidak mengerti…” perlahan, benar-benar perlahan, seolah tiap langkah adalah nafas bagi orang yang tengah sekarat, Kim Joonmyun mendekat ke arah Oh Jaehee yang berdiri mematung tanpa berani menatap ke arah pria itu.

   Ya Tuhan, Jaehee bahkan kembali bisa mencium wangi khas Dior For Men yang Joonmyun gunakan saat pria itu berjalan mengitarinya. Memberinya pandangan menilai, seolah Jaehee adalah guci Cina antik yang hendak dijual pada kolektor.

   Napas Jaehee tercekat saat Joonmyun berhenti tepat di depannya. Meneliti setiap inci bagian tubuh gadis itu, mulai dari rambut bergelombangnya, pipinya yang merah (jebal, ini karena NARS Orgasm!), kemudian bibirnya yang merah merekah (good job, Chanel), serta belahan dadanya yang penuh.

   Joonmyun meletakkan sebelah tangannya tepat pada pipi Jaehee. Dan gadis itu sudah nyaris megap-megap kehabisan napas saat Joonmyun melakukannya. Napas Jaehee semakin tercekat saat wajah Joonmyun mendekat, dan hidung Joonmyun diletakkan tepat dibawah telinga kanannya, menghirupnya seperti seorang sommelier yang tengah membaui anggur mahal.

   Joonmyun kembali menaikkan kembali hidungnya dari tulang leher Jaehee, pada telinga dan kembali turun hingga ke leher Jaehee dengan jeda waktu yang memabukkan. Demi Tuhan, Jaehee bahkan belum meminum apa pun sejak ia tiba di Triptych (well, you drank RapMon’s……) tapi tubuh Jaehee limbung bak orang mabuk, lututnya lemas, dan ia tidak menyadari dua lengan kokoh sudah menahan pinggangnya.

   Joonmyun menghirup aromanya, dan Jaehee sudah lemas. Kedua cakar Jaehee sudah mencengkram bagian depan kaus V neck Joonmyun. Padahal, Demi Tuhan, pria itu tidak melakukan apa pun selain mencium telinga dan lehernya menggunakan hidungnya dan menggunakan napasnya.

   Tapi Jaehee sudah nyaris pingsan!

   ”Kau tahu, Oh Jaehee…” Joonmyun menarik kepalanya dan kedua tangannya kini ganti mencengkram kuat lengan Jaehee, menegakkan tubuh gadis itu dengan posesif. Sorot matanya yang geli kini digantikan dengan sorot mata tajam nan datar khas Profesor Kim di kelas. ”I don’t like sharing… aku… tidak suka berbagi.” Bisiknya.

   Menarik napas dengan tercekat, Jaehee berusaha mengumpulkan sisa-sisa tenaganya dan menjawab, ”Aku juga!”

   Joonmyun tersenyum miring, dingin. ”Good!” tangan Joonmyun berpindah dari kedua lengan Jaehee tepat di tengah pita bikini hitam Jaehee. ”Tell me, who touch you tonigt?”

   ”You tell me, who touched you tonight!” meski gemetar, Jaehee tetap menunjukkan dia adalah seorang queen, dia tidak akan mengalah meski sisa-sisa akal sehat mulai berterbangan meninggalkannya.

   ”Oke, kita sama.” Sahut Joonmyun tenang. Menurunkan kedua tangannya pada pinggang gadis itu, dan menekan tubuhnya dan tubuh Jaehee semakin mendekat, kini wajah mereka sudah benar-benar nyaris bersentuhan.

   Kepala Jaehee pusing tujuh keliling. Setiap jejak tangan Joonmyun meninggalkan bekas panas yang justru membuat tubuhnya gemetaran. Dan kini, Joonmyun kembali memulai aksinya dengan menelusuri setiap inci wajah Jaehee dengan hidungnya, berhati-hati agar bibirnya tidak menyentuh atau bersentuhan langsung dengan kulit wajah Jaehee.

   Dan Jaehee nyaris mengerang frustasi dengan perlakuan Joonmyun kepadanya. Ia menengadahkan kepalanya, membiarkan Joonmyun menghirup lehernya dengan menggunakan hidungnya kembali. Bak sommelier

   ”Victoria’s Secret…?” tebak Joonmyun.

   Jaehee bahkan lupa dia mengenakan parfum apa malam ini.

   ”Kau nakal sekali…” gumam Joonmyun, kali ini kedua matanya mendapati dua mata dengan lensa abu-abu milik Jaehee yang terlihat memohon di dalam pelukannya. Cengkraman Jaehee pada jaket kulitnya semakin lama berubah menjadi remasan, dan napas gadis itu berubah menjadi tersengal-sengal.

   Dan Joonmyun tersenyum geli. Dia bahkan belum melakukan apa pun, dan gadis ini sudah seperti mau pingsan. Tidak cemburu, katanya… ha! Kekeh Joonmyun geli di dalam hatinya. Meski ia sendiri sudah berusaha mempertahankan sisa-sisa akal sehatnya.

   Siapa yang tidak gila melihat penampilan seksi Oh Jaehee yang berlenggang di club, dengan pulasan make up yang pas, bibir merah merona yang seksi, mata kucing yang tajam, serta tentu saja—dia seorang pria dewasa! Pria mana pun akan menelan ludah jika diberikan pemandangan dua gundukan kecoklatan, yang sedikit basah karena berkeringat, membusung menantang, ditambah lagi si pemilik tersengal-sengal.

   Betapa indahnya dua benda tersebut saat naik turun, apalagi dia penyebab keduanya bergerak naik turun.

   ”Can I be one and only… who touch you?” tanya Joonmyun sebelum memastikan seluruh akal sehatnya menghilang.

   Menelan ludahnya, Jaehee menjawab pelan. ”As long as I’m the only one who touch you!’

   ”Good, we’re even then…”

   Malam itu, keduanya melupakan status mereka. Keduanya bahkan lupa siapa mereka, dimana mereka. Yang ada hanyalah api nafsu yang sudah berkobar-kobar, dan keduanya menolak untuk memadamkannya juga. Tidak perduli ada yang melihat, tidak perduli apakah mereka terlalu bising, yang jelas mereka berdua menikmati kebersamaan mereka.

   Rasa haus dan penasaran diantara mereka malam ini terjawab sudah.

 

*        *        *

Happy birthday, Jinmi!”

   ”Happy birthday darl…” Jongdae mengecup pipi Jinmi sambil mengangkat gelas Johnny Walker-nya tinggi-tinggi.

   Jinmi mendorong kepala Jongdae jauh-jauh sambil tertawa geli. ”I’m not your darl… please.” Dan Jongdae sedikit merengek. Sudah nyaris empat bulan setelah mereka resmi menjadi friends with benefit, namun Jinmi tak kunjung mau menerima perasaannya. Jinmi menoleh pada pasangan dimabuk cinta disampingnya, ”Yah! Dimana Jaehee?”

   Hana terpaksa melepaskan pangutan Jongin pada bibirnya sebelum membiarkan Jongin membenamkan wajahnya pada lehernya. Gadis itu membelai rambut Jongin dan melirik Jinmi penuh arti, sebelum mengedikkan kepalanya ke arah sebuah sudut. ”She’s got herself a new boy, I guess…”

   ”Jinjja?” tanya Jongdae ikut penasaran, tangannya kembali menggerayangi tubuh Jinmi, dan kali ini Jinmi membiarkannya. ”Kukira dia bersama RapMon… oh, siapa dia?”

   ”Entahlah…” Hana terkekeh. ”It’s pretty intense, sudah sekitar tiga jam mereka berdua disana… dan entahlah, aku tidak pernah melihat Jaehee begitu… terpikat hingga tiga jam. Ini Oh Jaehee, dan tiga jam bersama seorang pria melakukan kegiatan fisik adalah rekor baginya…”

   Keempatnya menoleh bersamaan ke arah sudut Triptych.

   Joonmyun terkekeh mengangkat kepalanya dari leher Jaehee dan mendapati keempat teman gadis di dalam pelukannya ini tengah menatap mereka berdua penuh minat. Ia tersenyum miring sebelum kembali melakukan kegiatannya bersama gadis yang sudah membuatnya mabuk dan kehilangan kesadaran, tanpa perlu menggunakan alkohol!

-CUT-

Jadi, episode /?/ kali ini aku nyeritain dugem ala-ala #plakk yang belum cukup umur, dan yang udah cukup umur juga, jangan ditiru ya. Hal-hal di atas gak baik untuk dilakukan, kalau kalian mau… lakukan di dalem pikiran kalian aja, atau tuangkan di FF LOL. Pokoknya aku gak mau dibilang ngajarin yang iya-iya ya, ini hanya bagian dari sisi lain kehidupan #tsaaaah pokoknya ya, dugem ala ala lah

tadinya aku baru nulis ide ceritanya doang di buku catetan, tapi karena malem ini ada sebuah kejadian yang sangat sangat sangat membuat aku resah dan gelisah… akhirnya lahirlah FF ini dalam waktu tiga jam, jadi maklumi typo ya /bow/

dan kalau kalian mau tau apa yang bikin aku resah

BHAY!!!

RIP Neez

HIKS

163 responses to “CAMPUS SCANDAL -FIRST INTERCOURSE- (NC17) — by Neez

  1. SETDEH SEMUANYA BARANG BRANDED, BAPAKNYE JAEHEE CEO KAH? HAHAHAHAH. Damn, si Junmyeon ternyata oh ternyata ya diaaaaa hmz, pake nyusulin Jaehee ke club terus terus malah…… Errrrrrr/?

  2. Halooo ka nez
    Hhmmm apa disini aku aja yang musti baca beberapa kali baru ngerti maksud terselubungnya?
    Daebak, nc nya bikin mikir hehe ngga langsung ke praktek tapi nyuruh reader buat ngereka reka dulu scene nya kaya apa, jarang nemu yg begini
    Masih belom nangkep visualisasi jaehee nih ka selain body nya yg aduhai, atau udah pernah dijelasin tapi akunya ga ngeh? Maafkan🙂 tapi klo ternyata belom semoga bisa di jabarkan di part selanjutnya.

  3. Fasionista banget si jaehee dari atas sampe bawah kaya tokoh berjalan

    Terus maksudnya suho dateng ke sono ngapain? Dia sengaja dateng gitu

    Set deh, temen2nya sengklek semua. Pada gak tau tempat

    Btw aku ngebayangin suho pas disitu pasti err banget dh

  4. Suho…..balas dendam nya serem hahaha. Ujug2 aja dateng langsung klaim gitu yaa kaa hahaha yaa wajar lah calon suami mah beda udah mau sah. Ka ini suho sengaja di jelasin minimalis emang biar ngasih kesan misterius nya yaa? Berhasil sih jadi misterius banget dia disini sampe jaehee nya penasaran parah gitu. Kebetulan baru ngulang nonton the heira jadi lebih bisa memvisualisasikan aja #lah wkwkwk

  5. Pingback: CAMPUS SCANDAL – SPIN OFF {JONGIN-HANA STORY} 1/? [PG 15] | SAY KOREAN FANFICTION·

  6. Yes. He’s Hella Damn hot there and so jaehee.. And you tell us the story with perfect touch… I love it ^^

  7. sumpah ini joonmyeon panas bngett si jaehee juga bajunyaaa sexy bnget
    kalian ber 2 bener2 panasss

  8. Salpok sama barang barang yang dipake jaehee/?
    Demi apa bayangin junmyeon disini rasanya ughㅠㅠ
    DITAMBAH PICT ABS NYA LAGI AH GILAAA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s