CAMPUS SCANDAL – STRONG ATTACHMENT [NC-17] — by Neez

CAMPUS SCANDAL

“STRONG ATTACHMENT”

Oh Jaehee / OC || Profesor Kim / EXO Suho || Others

Alternative Universe, Adult, Campus Life,  Romance

3,900 Words || NC 17 

Related To :

CAMPUS SCANDAL (NC-17) || CAMPUS SCANDAL – FIRST IMPRESSION (PG17) || CAMPUS SCANDAL -FIRST INTERCOURSE- (NC17)

© neez

Beautiful Poster Cr : Ken’s@Art Fantasy thank you Ken Honey ^^

WARNING!!! This fic, is contains adultry and dirty talks!!! 

PLEASE READ ABOUT PLAGIARISM IN AUTHOR NOTE!!!

”Melamun, Oh Jaehee-ssi?”

   ”A…niyo.” geleng Jaehee, nyaris meninggikan suaranya. Damn, dia bisa saja kelepasan bertingkah kasual pada makhluk tampan dengan sweater menjijikkan (menggemaskan) berwarna putih, kacamata berbingkai hitam, dan wajah datar sedatar layar televisi di rumah Jaehee.

   The truth is, Jaehee is spacing out… again and again and again. Don’t know why, Kim Joonmyun seems to purposfully let her mind wanders… Profesor Kim berkeliling dengan langkah pelan, membawa pointer di tangan, dan entah perasaan Jaehee saja, atau bagaimana, (tapi firasatnya selalu tepat jika menyangkut laki-laki), Joonmyun selalu bisa membuat eksistensinya dirasakan betul oleh Jaehee.

   Mulai dari berhenti sejenak tepat di samping kursi Jaehee (yang selalu duduk di kursi paling belakang, ya betul), berdiri di belakang kursi Jaehee sambil memandang ke seluruh kelas, atau hanya sekedar lewat, dan bak vampir, menebarkan feromon (dalam arti Dior For Men-nya yang khas) yang membuat Jaehee harus menahan diri agar tidak mendesah.

   Dia masih ingat apa yang pria aneh (seksi) ini lakukan tempo hari di Triptych, ketika pesta ulang tahun Jinmi.

   Ketika Jaehee mengatakan dia adalah The Queen, maka di hadapan Joonmyun, she’s just slave. I mean, not literally slave but… kasta Jaehee jauh sekali di bawah pria itu! Kenapa? Jaehee sudah menilai dirinya adalah good kisser, with 9 marks of 10! Tapi begitu berciuman dengan Joonmyun, rasanya ia kembali menjadi bocah yang baru belajar seni kait-lidah.

   Damn, Kim Joonmyun sungguh ahli dalam mengkombinasikan bibir, lidah, tangan, dan ehemone more thing that down there… right down there!Dan Jaehee merasa seperti bayi di hadapan pria itu. Dan mengingatnya lagi selalu bisa membuat jantung Jaehee berdebar-debar keras, tangannya berubah dingin, dan… payudaranya nyeri.

   Don’t know why…

   ”Melamun, Oh Jaehee-ssi?”

   Shit! It’s all because of Kim Joonmyun, and now he’s catching her drooling him? That’s not cool man!

   ”Kalau begitu, jelaskan padaku… mengapa Merkantilisme tidak dipakai di zaman modern?” tanya Joonmyun tenang.

   How the hell I know? Batin Jaehee.

   ”Tidak bisa menjawab?” tanya Joonmyun sambil bergerak maju, dan kini berdiri disamping tempat duduk Jaehee. Seluruh kelas hanya dapat memandang ke depan, karena tidak mau terlihat mencuri-curi pandang ke belakang.

   Bagaimana pun, Profesor Kim adalah Dosen paling berkharisma yang pernah kelas ini punya, dan mereka tidak berani main-main dengan dosen yang kelihatan berbahaya ini.

   ”Saya menunggu, Jaehee-ssi…” suara Profesor Kim terdengar menggantung. Namun yang ada dipikiran Jaehee adalah malam dimana mereka memadu cinta, di atas sofa hitam, di bawah remangnya lampu club Triptych.

 

*        *        *

   “No! No!”

   ”Why…” tangan Joonmyun meluncur menuruni tulang selangka Jaehee dengan gerakan lambat yang mematikan.

   Jaehee menggelengkan kepalanya kuat-kuat, betapa kerasanya pun ia teriak, tak akan ada yang memperdulikan pasangan yang tengah dimabuk asmara ini bukan? Lagipula, sudah biasa pasangan bercinta di club.

   ”No… Joonmyun, NO! It’s… no!!!” Jaehee terus menjerit merasakan sensasi aneh yang sebelumnya belum pernah ia rasakan. The hell, Joonmyun was great in every technics of sex art, damn damn damn!

   ”Why? Sshh… I didn’t even doing anything…” Joonmyun terkekeh.

   ”Yes you did!”

   ”What? I did what…” Joonmyun kembali berbisik pada telinga Jaehee yang duduk di pangkuannya, dengan kedua lengan memeluk pinggang gadis itu, sementara kedua tangan Jaehee memeluk leher Joonmyun, dan wajahnya dibenamkan di bahu bidang pria itu.

   ”You did… no! No… please… have a mercy, it’s…”

   Joonmyun memiringkan kepalanya, dan memberikan gadis itu senyum manis namun entahlah. He’s dangerous… Jaehee, you have to run… (yeah, run to him!!!). ”You love it, Honey…” Joonmyun memberikan seringaian terakhir sebelum kembali menghujam dan membuat Jaehee menjerit nyaring, senyaring-nyaringnya!

   Keduanya terengah-engah lelah bersandar pada sofa, tangan Joonmyun keluar dari balik rok ketat hitam Jaehee, mengecup nakal belahan dada gadis itu, yang masih mengerang, dan nyaris terjatuh ke belakang jika Joonmyun tidak memeganginya.

   ”I didn’t even use all of my energy… yet you already drained.” Kekeh Joonmyun menggser Jaehee agar duduk di sampingnya, dan meraih tengkuk gadis itu, dilumatnya bibir merah yang dipulas oleh Chanel Rouge Coco.

   Once again, Jaehee always said that she’s a queen. Greatest kisser in these environment, yet… why in Joonmyun’s kiss, she’s like the inexperience one?

   Bibir Joonmyun jauh lebih kecil daripada ukuran bibirnya sendiri, tapi lihat cara bibir pink itu bekerja. Joonmyun benar-benar tahu mana porsi yang tepat bagi bibir Jaehee. Mulai dari dua hingga tiga kali gigitan pada bibir atas, sapuan lidah untuk bibir bawah, kemudian ia menggigit bibir bawah Jaehee dua hingga tinga kali hingga sedikit membengkak, memberi sapuan lidah kembali, hingga mulut gadis itu membuka dan loloslah desahan kecil. Dan inilah saatnya si lidah masuk, menggoda dan merayu lidah Jaehee dengan penuh kelembutan, mendorongnya ke belakang, hingga Jaehee lupa daratan.

   Kaitan bikini di gaun Jaehee sudah lebih dari lima kali lepas malam itu. Jaehee hendak menjerit, namun mulut Joonmyun pada mulutnya menahannya. Tangan Joonmyun, selain lihai dalam menekan pointer, juga lihai menekan titik-titik sensitif di dalam tubuhnya. Misalnya saja satu tangannya sudah masuk ke dalam belahan dadanya, dan satu tangan bermain lincah di dalam rok pendeknya.

   Semua kombinasi diatas, dilakukan pada saat yang bersamaan. You’re multitasking person!

 

*        *        *

Hello, babe…”

   Belum sempat RapMon meletakkan lengannya pada bahu Jaehee, gadis itu sudah menahan tangan tersebut di udara. ”Don’t call me babe, I’m not yours!”

   ”Uhh, PMS-ing?” tanya RapMon dengan senyum bodohnya.

   Jaehee hanya memutar matanya dan melangkahkan Tom Ford open-toe leather ankle boots hitmanya menjauh. But RapMon is being RapMon, he chase Jaehee til the parking lot. ”Honey, why you ignore me?”

   ”Please, I’m not your honey! Sudahlah, RapMon-ah, aku sedang kesal hari ini… sebelum kau jadi sasarakan kekesalanku, lebih baik kau minggir!” ujarnya dingin sambil meraih Alexander Wang Marti Mini Backpack-nya dan mengambil kunci mobil di dalamnya.

   ”Hey, tapi kita sudah tiga hari tidak…”

   Baru saja tangan Jaehee terulur hendak meraih pegangan pintu Audi R8 Spyder hitamnya. Gadis itu membanting mini backpack hitamnya di atas kap mobil dan berbalik. ”Ya, am I your personal whore?” tanyanya dengan nada berbahaya.

   ”You know that’s not what I mean…” buru-buru RapMon mengklarifikasi ucapannya. ”But you deprived me so long…”

   ”Hey! Kita bukan sepasang kekasih, RapMon! We’re just having fun… but you’re not fun anymore, so… what? Should I call us off? No! Because we’re not… and never a thing! Now go away before I make you!” ancam Jaehee.

   Mendengus, RapMon berbalik dan pergi meninggalkan Jaehee yang berdecak sambil membuka pintu mobilnya dan melesat pergi.

*        *        *

Melempar tasnya begitu saja ke kasur, Jaehee melepaskan boot-nya juga dengan serampangan dan melemparkan tubuhnya ke atas kasur queen size empuknya. Ia memejamkan matanya, menikmati kehangatan tempat tidur, dan bersiap-siap akan terbang ke dalam alam mimpi saat bokongnya di tepuk-tepuk keras.

   Ibunya, Kwon BoA melipat kedua tangannya.

   ”What?!” seru Jaehee kesal, tidurnya di ganggu. Hari ini ia kesal setengah mati. Sudah berhari-hari frustasi dan dihantui (rindu) oleh bayang-bayang dosen bodoh, Kim Joonmyun, tapi pria itu malah dengan asyiknya mengacuhkannya.

   Seolah dia tidak ada!

   Dia adalah Oh Jaehee, dan tak ada kata diacuhkan dalam kamusnya! Heol, bahkan pria-pria di luar sana rela antre hanya untuk menjadi teman kencannya dalam sehari. Tapi apa yang dilakukan pria bodoh dan kolot (seksi) macam Kim Joonmyun? Menyia-nyiakannya! Shit!

   ”Can I be one and only… who touch you?”

   ”I don’t like sharing… aku… tidak suka berbagi.”

   Tapi nyatanya apa??? Jaehee malah diangguri! Tidak memperdulikan ibunya, Jaehee menendang-nendang kasur seperti anak kecil dan berteriak frustasi, ”AAAAAAAHHHHHHHH!!!’ apa hanya dia yang terpengaruh?

   BoA malah menepuk bokong putrinya lagi. ”Kau ini! Mimpi atau apa?”

   ”Apa sih, Eomma?!” keluh Jaehee sambil duduk, melempar anak-anak rambut yang jatuh ke depan wajahnya.

   BoA berdecak, ”Dress nicely! Tamu Appa mau datang…”

   ”But why? Itu tamu Appa…”

   ”Tapi kau anak Appa! Sudah sana cepat!”

   Dan terpaksa Jaehee berendam di dalam bathub kaca favoritnya. Memasukkan shower gel berwangi musk banyak-banyak, dan menggosok tubuhnya dengan kasar. Jaehee masih saja frustasi dengan perlakuan Joonmyun.

   Setelah mereka bercinta di Triptych waktu itu, Kim Joonmyun sama sekali tidak menganggapnya ada! Padahal Jaehee sudah berusaha menarik perhatiannya (dengan cara yang tidak terlalu terlihat sebenarnya, karena yeah gadis itu memiliki gengsi dua belas juta dollar), namun pria itu tetap tidak bergeming!

   ”I hate this feeling, ugh!” Jaehee menepuk-nepuk wajahnya sendiri. Merasa sudah cukup banyak menghabiskan Hermes Faubourg shower gel-nya, dan untuk pertamakalinya tidak begitu merasakan efek percaya diri yang biasa andalkan dari shower gel kesayangannya tersebut, Jaehee keluar dari dalam bathub-nya meraih sehelai handuk empuk yang langsung ia lilitkan di tubuh dan satu lagi di kepalanya.

   ”Ah, I don’t even know if the guest are man or woman, I’ll just wear anything great…” masuk ke dalam walk in closet-nya dan menarik terbuka pintu yang biasa ia gunakan untuk menyimpan casual dress-nya, kemudian menarik keluar Proenza Scholuer sleeveless dress-nya, yang cukup nyaman dikenakan di rumah, namun tetap tidak terlihat terlalu mewah, meski harganya tentu saja mengatakan sebaliknya.

   Jaehee menyisiri rambutnya dengan sikat rambut besar, memperhatikan bagaimana dress biru tanpa lengan tersebut jatuh pas membentuk bentuk tubuhnya yang bak sebuah cello. Setelah yakin penampilannya oke, Jaehee beralih ke meja riasnya dan meraih Koh Gen Do Aqua Foundation-nya, karena dia di dalam rumah, tidak memerlukan cakey make up seperti saat ia harus clubbing.

   Baru saja ia selesai mengenakan Anastasia Beverly Hills Dipbrow Pomade-nya, pelayannya mengetuk pintu walk in closet-nya dan masuk ke dalam, ”Nona Jaehee, Nona diminta untuk turun. Tamu Tuan Jiho sudah datang.”

   ”Okay,” Jaehee mengambil penjepit bulu matanya dan menjepit dua bulu matanya dengan gerakan gesit, namun saat ia melihat pelayannya itu sudah hendak keluar dari walk in closet-nya, buru-buru ia berbalik. ”Ya ya ya, you! Back here!”

   Pelayan itu dengan segera berbalik dan menghampiri Jaehee.

   ”Tell me, tamu Appa laki-laki atau perempuan?”

   ”Laki-laki, Nona Jaehee.”

   ”Assa, thank you…” Jaehee kembali memperhatikan wajahnya. Kali ini wajahnya sudah bersinar dengan natural berkat make up natural yang ia kenakan. Jika tamu ayahnya adalah laki-laki, bisa dipastikan hampir seratus persen mereka akan memberikan Jaehee uang jajan begitu mereka pulang karena terpesona.

   Dengan penuh semangat ia membubuhkan maskara transparan Givenchy-nya sebelum sentuhan terakhir menggunakan Gucci Bamboo parfume-nya. Dia harus menjadi gadis manis agar mendapatkan hadiah!

 

*        *        *

Halo, I believe you knew me, I’m Kim Joonmyun.”

   What the hell?!

   Jaehee berdiri terpaku di ambang ruang keluarganya yang mewah, dimana ayahnya, Oh Jiho, dan Ibunya, Kwon BoA, tengah duduk berdua sambil berbincang-bincang hangat dengan lelaki culun (tampan) yang mengenakan sweater putih, kacamata berbingkai hitam, dan celana panjang bahan hitam yang membosankan. Untung saja ia mengenakan sepatu kulit yang mengkilap. Setidaknya, sepatu itu menghapus dosa-dosa penampilannya secara keseluruhan.

   ”Ayo kesini, jangan berdiri saja disitu, Jaehee-ya… ini calon suamimu, Joonmyun. Kalian sudah berkenalan, kan?” Ayahnya, Jiho, nampak senang sekali berbincang dengan Joonmyun, terlihat dari senyumnya yang menguar bahkan sampai tempat Jaehee berdiri. Uh, don’t tell me you like this guy, Dad… that’ll be gross!

   Dengan langkah dipaksakan Jaehee berjalan mendekat kearah ketiganya. Uh, andai saja Jaehee bisa menampar senyuman di wajah sok polos bak malaikat yang Joonmyun berikan kepadanya saat itu juga!

   ”Kalian sudah kenal, kan?” tanya BoA penasaran.

   ”Ya, Eommonim, kami sudah saling mengenal. Kami berkenalan setidaknya satu minggu yang lalu,” jawab Joonmyun dengan suaranya yang lembut. Damn, bagaimana dia bisa membuat bulu kuduk Jaehee meremang hanya dengan bicara? Pantas saja jika Joonmyun melakukan dirty talk, Jaehee terbang ke Hongkong sana.

   Jiho dan BoA mengangguk-angguk. Jaehee masih memasang wajah datar.

   ”So, when’s the wedding bell?”

   Jaehee tersedak liurnya sendiri saat ayahnya dengan santainya menanyakan perihal pernikahan seperti tengah menanyakan kapan hujan turun. Jaehee melirik ayahnya tajam, namun ayahnya seperti biasa, mengabaikannya.

   ”No need to rush, Sir,” dengan manis, Joonmyun tertawa dan membungkuk. ”Saya harus memastikan Jaehee mendapatkan nilai yang baik, agar bisa diterima sebagai menantu Abeonim dan Eommonim, bukan?”

   Untuk pertama kalinya, Jaehee menoleh dengan tatapan horror pada pria benar-benar manis bak kelinci ini. Sepertinya mendapatkan nilai yang tinggi jauh lebih susah dibandingkan tantangan menikah. Untuk Oh Jaehee, tentu saja.

   ”Bagaimana dia di kampusnya, Joonmyunie?” tanya BoA dengan ramah.

   Joonmyunie? Yuck!

   Joonmyun tersenyum sambil meluruskan kacamatanya, ”Dia tidak seperti yang Ahreum Imo katakan. Dia baik-baik saja dalam pelajarannya,” Jaehee tersenyum manis sambil memainkan ujung-ujung dress-nya, saat Joonmyun kembali melanjutkan, ”Mungkin memang tidak istimewa, namun tidak bisa dikatakan buruk juga.”

   Well, thanks…

   ”Ah, benarkah?” tanya Jiho cukup terkejut. ”Dari apa yang Ahreum Noona katakan, anak ini… selalu malas mengerjakan tugas, tidak pernah menjawab soal dengan benar, tidur di kelas…” thanks Dad, many thanks to exposed your daughter little secret to her soon-to-be-hubby.

   Joonmyun terkekeh kecil, dan sialannya, merdu! ”Tidak sama sekali, Abeonim. Jaehee adalah mahasiswi yang baik, mungkin sesekali melamun, tapi tidak seperti yang Ahreum Imo bilang.”

   ”I wonder why…” BoA menatap Jaehee dengan pandangan menggoda. Jaehee mengernyit menatap ibunya balik. ”Are you behaving because Joonmyun?”

   ”What?!” seru Jaehee, unlady-like.

   Joonmyun menutup mulutnya menahan geli. Ternyata gadis ini memang sudah pembawaannya agak ’liar’ dari rumah. Tapi tentu saja, melihat bagaimana cara Oh Jiho dan Kwon BoA membesarkan putri sematawayang mereka, yang seperti teman, jelas membuat Jaehee sedikit bertingkah seenaknya, pikir Joonmyun. Menyeringai dalam hati, but she’s easy to control when it’s just two of us…

   ”Sudah sudah, lebih baik kita makan siang… ayo, Joonmyunie, kau sudah makan belum?”

   ”Mom, you’re not asking me if I ate or not…” protes Jaehee.

   ”No need to ask you!” dengan kekanakan, sang ibu menjulurkan lidahnya pada putrinya. Dan mengajak Joonmyun ke ruang makan.

   Jaehee tidak pernah tahu kalau dia adalah tipe pencemburu. Hubungannya dengan laki-laki selalu berdasarkan kesenangan semata, dan Jaehee membenci attachment yang terjadi diantara laki-laki dan perempuan. Jika temannya ’bermain’ sudah mulai menunjukkan tanda-tanda cemburu atau keposesifan, Jaehee pasti akan langsung walk out dari hubungan mereka. Tapi kali ini, ia kesal!

   Benar-benar kesal!

   Sejak hubungan mereka di club tempo hari, Joonmyun sama sekali tidak menganggapnya ada! Dan sekarang, ketika di rumahnya pun, pria brengsek (cute) itu tidak ambil pusing dengan kehadirannya, dan malah sibuk membicarakan race MotoGP bersama ayahnya. Diam-diam, setelah menikmati makan siang (sudah hampir petang sebetulnya), Jaehee memilih untuk menghindar dari ketiga orang tua (dewasa) yang nampaknya lebih menikmati pembicaraan politik dibandingkan fashion (it’s Jaehee’s).

   Beranjak ke dapur, Jaehee membuka kulkas dan menarik keluar Coca Cola, minuman bersoda favoritnya, dan menutup pintu kulkas tersebut, hingga mendapati sosok Joonmyun yang mengenakan sweater putih menggelikannya (cute) di balik pintu tersebut tengah menyeringai kepadanya.

   ”Omo!” seru Jaehee kaget.

   ”Running away, Princess Jaehee?”

   ”Shut up! You gross,” gumam Jaehee kesal sambil berbalik dan mendekat ke stool di tengah-tengah dapur dan menarik keranjang buang ke arahnya. Dia bisa mendengar kekehan menyebalkan Joonmyun yang mengikutinya.

   ”Kau gadis manis jika di rumah,” gumamnya.

   Jaehee melahap bulat-bulat stroberinya dengan kesal, tidak memperdulikan imej yang biasa ia jaga, dengan mulutnya yang sedikit menggembung Jaehee melirik Joonmyun tajam, “Aku selalu manis, Profesor Kim.” Dengan nada sarkasme yang jelas.

   ”Jinjja?” kini Joonmyun berdiri di sampingnya. Tubuhnya sedikit ditumpukan pada stool dan kepalanya miring menatap Jaehee, dibalik kacamata berbingkai hitamnya yang membosankan. Selalu dan selalu, mata cokelat itu membiusnya.

   Maka Jaehee beralih menatap keranjang buahnya lagi dan menenggak kaleng Coca Cola-nya sambil mendengus.

   ”You seems upset…”

   ”I always upset if I crossed with you, Profesor.”

   Joonmyun lagi-lagi tertawa. Oh, suara tawanya bagaikan musik di surga. Jaehee yakin seratus persen jika cerita-cerita anak itu benar, di surga nanti dia akan mendengar suara tawa malaikat yang menemaninya.

   ”Hey,” Joonmyun dengan ringannya menarik pergelangan tangan Jaehee yang sudah mau meninggalkan dapur beserta keranjang buah dan kaleng Coca Cola yang kosong, namun tentu saja pria itu tidak membiarkannya.

   Berbalik, siap menyemprot pria itu dengan kata-kata tajamnya, namun Kim Joonmyun sudah membungkam bibirnya dan memenjarakan tubuhnya ke dalam rengkuhan posesif pria itu. Sigh, Jaehee bisa apa jika kombinasi maskulinitas ditambah dengan gestur posesif laki-laki yang selalu bisa menguasai hormonnya seratus persen itu.

   Lengan kanan pria itu merengkuh erat punggung dan pinggang Jaehee, membawanya tepat ke dalam tubuhnya yang hangat, sementara tangan kanannya digunakan untuk menahan kepala Jaehee dan kepalanya sendiri dimiringkan untuk mendapatkan akses penuh bibir ranum Jaehee yang dipulas dengan Marc Jacobs Lacquer Lipgloss French Tickler-nya.

   Jaehee mendesah hebat saat merasakan bibir mungil pink Joonmyun melahap habis lipgloss-nya tanpa sisa! Jaehee selalu benci jika pria lain melakukan hal itu, karena hello… her lipgloss, lipstick or whatever she put on her lips is her gun! Tapi ketika Joonmyun yang melakukannya, dia merasa sangat bergairah.

   Joonmyun selalu pandai memainkan bibir atasnya, menggoda bibir bawahnya, hingga akhirnya menekan lidahnya ke dalam dengan gerakan rumit yang membuat perutnya bergelinjang dan sekujur tubuhnya menjadi panas. Darahnya mengalir deras dari ujung kaki ke ujung kepala setiap Joonmyun menyentuhnya.

   Tangan Jaehee pun tidak ingin pasif dalam pergumulan ini. Ia merengkuh punggung Joonmyun yang terasa keras dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya ia gunakan untuk meneluspkan jemarinya ke dalam helai demi helai rambut Joonmyun dan menggodanya dengan sentuhan-sentuhan pada kulit kepalanya. Jaehee mengerang, ia mencatat dalam hati, bahwa Joonmyun akan semakin intens menciumnya jikalau ia menggaruk ringan rambut Joonmyun.

   BRUK!

   Tidak ada rasa apa pun pada punggung Jaehee saat Joonmyun mendorongnya membentur pintu kulkas, bibir mereka terlepas selama sepersekian detik, dengan napas memburu, keduanya buru-buru menautkan kembali pintu napas mereka, mengaiktan indra perasa merasa. Sesekali melepaskan pangutan mereka untuk menarik napas, namun rasanya tak seorang pun yang ingin mengakhiri sentuhan-sentuhan mereka.

   Jaehee terengah-engah saat Joonmyun melepaskan bibirnya lagi untuk mengangkat tubuhnya, dan melingkarkan kakinya pada pinggannya.

   ”Shit! It feels good…” gumam Jaehee saat merasakan panas tubuhnya bertemu dengan panas tubuh Joonmyun yang sama membaranya dengan dirinya. Jaehee melepaskan kacamata Joonmyun begitu saja dan membuangnya ke lantai.

   Mata cokelat yang lembut itu mendadak berubah. Mata itu menyala-nyala sebelum membungkam bibir Jaehee lagi dan Jaehee nyaris tidak dapat menyamai kecepatan Joonmyun karena gesekan-gesekan yang terjadi di bagian bawah tubuhnya.

   Entah berapa lama keduanya berpangutan, kini Jaehee dan Joonmyun sudah berciuman cepat di samping lemari piring dapur, kali ini kedua kaki Jaehee kembali menapak pada tanah. Joonmyun kembali menarik kepalanya dari wajah Jaehee dan keduanya saling pandang untuk mengatur napas.

   Kedua dada mereka yang bersentuhan, kini bergerak naik turun seirama, seiring melambatnya aktivitas jantung mereka.

   Joonmyun kembali mendekatkan kepalanya, namun kini ia meletakkan kedua bibir mungilnya tepat di bawah telinga kanan Jaehee, dan Jaehee meremas rambut Joonmyun kuat-kuat merasakan sensasinya. Perlahan-lahan Joonmyun menurunkan kecupan-kecupan lembut dari telinga hingga ke bahu Jaehee dengan kecepatan yang memabukkan.

   Kedua kembali berpandangan lagi, mata Jaehee berkabut karena gairah, dan mata Joonmyun membara karena gairah. Jaehee meraih wajah Joonmyun dengan kedua tangannya dan membawanya kembali untuk merasakan bibir mungil yang merah merekah dan basah karena aktivitas mereka sebelumnya.

   Tangan Jaehee tak lagi hanya mencengkram sweater Joonmyun, kini tangan tersebut lebih liar. Ia ingin merasakan langsung kulitnya bersentuhan dengan kulit Joonmyun.

   But, shit! Why he wears too many clothes?

   Sweater, kemeja putih, dan Jaehee bisa merasakan ada kaus lagi di balik kemeja tersebut! Damn!

   ”Heol! This frustrated me…” keluh Jaehee dengan terengah-engah dan tergesa-gesa mengeluarkan kemeja Joonmyun dari dalam celana panjang pria itu dan bisa merasakan dua kancing terbawah pria itu terlepas.

   Joonmyun tertawa membiarkan gadis itu melakukan apa pun pada pakaiannya.

   ”OMO!

   Baik Jaehee dan Joonmyun menoleh bersamaan, dan mendapati pelayan pribadi Jaehee, tengah menekap mulutnya dengan kaget melihat mereka berdua. Well, penampilan keduanya nampak tidak baik, dan tubuh Jaehee serta Joonmyun menempel dengan tingkat kewajaran yang sangat rendah.

   ”Sssttt! Don’t tell my parents!” ancam Jaehee sambil memeluk Joonmyun erat, seolah tidak ingin membiarkan siapa pun melihat Joonmyun dalam keadaan high selain dirinya. Dan juga tidak ingin pelayan tersebut melihat betapa tampannya Joonmyun tanpa kacamata. ”Now go! Shush~” usirnya.

   Pelayan tersebut membungkuk-bungkuk sebelum berlari terbirit-birit keluar dari dapur.

   ”Okay, okay… you can let me go now,” kekeh Joonmyun.

   Jaehee melepaskan pelukannya dan menghela napas kecewa. Fu*k , she’s left hanging now… ia merapikan dress-nya yang tak ia sadari sudah terangkat hingga ke pinggul, dan mempertontonkan lingerie Victoria Secret-nya, dan memeriksa bayangannya di kaca dapur. Great! She has no lipgloss anymore… tapi tersenyum kecil, Jaehee melihat penampilannya yang berantakan sebagai sesuatu yang seksi.

   How she loves to be messed because of Joonmyun.

   ”Do you have time, later? I’ll tell your parents we’ll go dinner…” tanya Joonmyun sambil merapikan kemejanya.

   Berbalik menghadap Joonmyun lagi, Jaehee mengernyit. ”Why?”

   ”Let’s go to Triptych,” bisik Joonmyun sambil meletakkan jemarinya di pipi Jaehee dan mengelusnya perlahan di dekat bibir gadis itu, menggodanya hingga gadis itu membukanya dan menyesap habis jari telunjuk Joonmyun seolah jari tersebut adalah lolipop.

   Kedua mata mereka tak lepas dari satu sama lain saat Jaehee melakukannya.

   ”You’ll go right?” tanya Joonmyun sambil melepaskan telunjuknya dengan pelan, dan membawa tangan menelusuri bentuk tubuh Jaehee yang indah, kembali membuat jejak api yang melahap sekujur tubuh Jaehee. ”Dress well for me, darl…” dan Joonmyun mengecup bibir Jaehee singkat sebelum meninggalkan gadis itu lemas di dapur.

   When will you realized that you’re not angry when Joonmyun calls you ’Darl’ Jaehee-ya?

 

*        *        *

 

There’s this girl, that I set my eyes on for a week…”

   Chanyeol dan Baekhyun terbahak-bahak, mendengar Sehun bercerita dengan wajah yang sok serius.

   ”Still can’t get on her pants?” tebak Baekhyun jail, menaik-naikkan alisnya, dan Sehun buru-buru mendorongnya kesal, karena Baekhyun selalu—seperti biasa, bisa menebak problematika si maknae dalam grup mereka. ”Ah, kau payah, Sehunnie.”

   Sehun menjulurkan lidahnya, ”At least, Jaehee slept with me… twice.”

   ”Holy shit! You slept with her?!” teriak Baekhyun tak percaya. Damn, it’s hard to get on her pants, her standards was so high. Setidaknya Baekhyun yang begitu percaya diri saja tidak merasa memenuhi kriteria, tapi Sehun??!!

   Chanyeol terkekeh, ”Kau tak tahu, Baekhyun-ah?” dan Chanyeol, memberikan Sehun high five karena berhasil membuat seorang Byun Baekhyun terperangah. Well, this is the queen… we’re talking about. Dan Oh Sehun yang payah pernah tidur dengannya… dua kali pula, daebak! Baekhyun bahkan tidak pernah berhasil hanya untuk sekedar lip locking dengan gadis itu.

   ”Hello, boys~” sapa Jinmi yang baru masuk ke dalam VIP lounge, Triptych, yang seperti biasa selalu grup mereka sewa untuk sekedar berkumpul bersama, melepaskan kepenatan seusai jam kuliah.

   Ketiga pria itu melambai.

   ”Where’s Jaehee?” tanya Jinmi heran.

   Chanyeol mengangkat bahu, ”With RapMon?”

   Jinmi menggeleng, menarik botol vodka ke arahnya dan menuangnya ke dalam gelas sebelum menenggaknya, one shot! ”Kalian tidak tahu? RapMon dan Jaehee sudah tidak bersama-sama lagi… sejak, pesta ulang tahunku?”

   ”Jinjja?” kedua mata Baekhyun melebar, heran. ”It’s strange… RapMon adalah laki-laki yang paling lama bertahan dengan Jaehee.”

   ”I don’t know, she’s with someone else, I guess…” Jinmi menuang gelas kedua vodka-nya.

   Sehun berdecak, ”Baek Jinmi, that’s enoughyou’ll get drunk.” Well, meskipun mereka liar dan kerap kali bertindak ceroboh dan sembrono, baik Sehun, Chanyeol, Baekhyun, beserta Jongin, dan Jongdae adalah sekawan sahabat yang saling memperhatikan. Apa pun history diantara mereka, tidak pernah mengubah kepedulian mereka satu sama lain.

   Jinmi mengedipkan matanya, ”Jongdae and I have an ‘appoinment’ later…”

   ”Please, too much information!” protes Chanyeol dan Baekhyun. Meski mereka dekat, terkadang mereka tidak ingin tahu kehidupan seks satu sama lain. Dan Jimi hanya terkekeh sambil terus menenggak vodka-nya.

   ”You guys have no girls tonight? It’s a shame…” Jinmi berdiri dan melirik ponselnya. ”Apa Jongdae sudah di restroom?” bisiknya, meski tetap dapat di dengar oleh ketiga pria di hadapannya yang sudah bisa menebak appoinment apa yang akan dilakukan Jinmi.

   Chanyeol ikut berdiri.

   ”Hey, I didn’t ask for threesome,” Jinmi mengedip.

   Chanyeol terkekeh geli, ”No! I don’t like sharing… I just find this cute girl, so I want to see him. Bye losers… bye Jinmi, tell Jongdae don’t forget to put on condom!” seru Chanyeol sambil keluar dari dalam VIP lounge.

   Sehun berdecak, ”Dia sudah dapat gadis? Heol…”

   ”Cuma kau yang belum ada…” beritahu Baekhyun.

   Chanyeol berjalan menyebrangi ruangan, yang dipenuhi oleh lautan manusia yang tengah berdansa untuk menemui gadis yang tadi berpapasan dengannya di rest room. Gadis itu cukup cantik dan tentu saja cukup pas untuk ukurannya, if you know what I mean. Dan Chanyeol tidak ingin kehilangan kesempatan malam ini!

   Namun pandangannya teralihkan saat melihat pasangan yang baru masuk dari pintu utama. Well, thank God, his father gave her lasic operation. Chanyeol seratus persen yakin, bahwa wanita yang mengenakan gaun ketat itu adalah Oh Jaehee. Gadis itu menggandeng seorang laki-laki tampan berpenampilan stylish di sampingnya, and that’s not RapMon.

   It’s true then… RapMon and Jaehee are over, as friends with benefit.

   ”Rasanya aku kenal pria itu… tapi siapa? Apa dia mahasiswa di kampus juga?” gumam Chanyeol, menatap dua pasangan tersebut masuk ke dalam VIP Lounge. ”Oh Jaehee, Oh Jaehee…” gelengnya sebelum kembali pada tujuan awal.

-CUT-

CTM4TfdUAAATJcZ CTM9DeMUsAA3hVE CTNtWvvUEAAp_15 CTNXH7IUkAAAc12 CTNXqnvVEAAXXS_ CTNXqszU8AEgZiW CTNXqxgUEAAdHVt CTM3xh6UcAEjNco CTM3xh8UcAAndSy

Tralala… aku kembali~aku sih gak perlu banyak omong cukup kasih bukti *nunjuk-nunjuk ke foto-foto di atas* kemaren-kemaren banyak banget yang komen begini nih :

Suho kan malaikat, mana bisa jadi seksi

Gak cocok ah suho jadi begini

Susah ya bayangin Suho begini, dia kan angel

Aduh Dear… aku mau sombong dikit ah (biar sassy kayak Jaehee di atas gitu) yang komen begitu emangnya pada bias Suho ya? Yakin bener kayaknya Suho alim, aku yang suka Suho dari jaman debut dan ngikutin perkembangan dia tiap hari aja gak seyakin itu HAHAHAHA😄 jangan polos-polos ah dearboys will be boys biar pun image mereka se-clean mungkin di mata kalian LOL. Suho itu udah nge-gym dari sebelum konser EXO pertama The Lost Planet. Trus dia polos? Dia Polos? YAKIN??? Hati-hati, yang mukanya kalem justru yang paling jago minum :p ampe pagi, pulang-pulang di bandara teler, dan satu pesawat bisa nyium wangi alkohol (ceritanya emak-emak yang kesel lakinya pulang mabok)😄

Oke, kembali sassy kayak Jaehee lagi (ehem ehemso, di FF ini gaya tulisanku beda sama gaya tulis yang biasa. Terinspirasi dari Gossip Girl atau Beverly Hills 90210, yang banyak menitikberatkan pada gaya hidup high end, makanya bakal banyak merk deh tuh disebutin di atas. Buat yang pusing baca FF model begini, maapin, skip aja bagian merk-merknya.

Dan satu lagi sejujurnya aku punya masalah sama FF ini, ada salah satu reader, ya aku nyebutnya reader aja lah ya, dia gak pernah komen tapi selalu ngelike setiap FF aku, dia bikin FF judulnya Office Scandal. Dan ceritanya itu mirip banget, sampe dialognya beberapa copy-paste dari FF aku. Aku bener-bener kaget begitu baca, okelah settingnya di kantor, ceritanya beda-beda dikit tapi jalan ceritanya SAMA! Aku mau kasih tau sama kalian semua kalau beda tipis antara plagiarisme dan terinspirasi itu cuma sebatas kertas. Tipis banget!!! Mungkin kalau kalian pikir plagiarisme itu hanya copy paste dengan mengganti nama, no… banyak jenis plagiarisme di dunia ini termasuk plagiarisme ide dan jalan cerita. Ada yang terang-terangan ngopi jalan cerita dan ide tapi bilangnya terinspirasi… 

Terinspirasi itu misalnya, kita liat ada yang jualan piscok, kita juga mau jualan piscok, tapi gak cuma piscok yang kita jual, bisa isinya jadi tape-cokelat, keju-cokelat, nangka-cokelat. Itu baru namanya terinspirasi… (oke maapin kalo contohnya piscok, ini dari temen) Tapi kalau jalan cerita yang kamu bikin sama, cuma dirubah setting, tipenya begitu-begitu aja, itu tetep namanya plagiarisme.😀 Ingat, ide itu harganya sangat mahal, kalian mau ide kalian yang susah payah mikirnya lama-lama dipake orang? Cuma rubah-rubah dikit, tapi diakuin orang… nggak mau kan?  Aku nggak masalah dia mau terinspirasi sama FF-ku, tapi tolong di modifikasi dikit, aku yakin dia orang pintar yang bisa cari banyak inspirasi, gak perlu mentah-mentah pake ideku, jalan ceritaku, dan bahkan dialogku. 

Kalau sampe ini kejadian lagi, aku akan tarik semua FF Campus Scandal-ku atau FF-FFku yang lain yang diperlakukan demikian ^^

22264021513_f465e5b88a_o 22697153900_b1476d1953_o

Sekian,

neez

189 responses to “CAMPUS SCANDAL – STRONG ATTACHMENT [NC-17] — by Neez

  1. HAHA bener banget boys will be boys sekalem2nya cowo pasti punya sisi liarnya~
    Aku super kaget banget dulu liat suho perutnya kotak2 di ig sehun aaaaakkkk
    Dan sekarang pamer2 perut mulu kyaaaaaaaaa sejujurnya meskipun bukan bias suho tp aku ikutan melting juga😍😍😍
    Dan aku gak masalah kok dengan gaya penulisan yg katak gini

    • Belom kelar komen malah kepost wkwk
      Aku gak masalah dengan gaya penulisan kayak gini malah aku seneng jadi bisa ngebayangin beneran barang2 yg dipake hihi

  2. Astaga astaga, jaehee bener2 ga bisa berkutip kalo sama suho😂😂 ah sayang tadi aktifitas mereka keganggu gara gara pembantu jaehee yang mergoki kegiatan mereka.
    Ohiya dimana rapmon ‘-‘ jaehee bener2 dateng sama joonmyun, woah daebak! Dan gimana nanti identitas joonmyun yang sebenernya?

  3. wahhhhh fhçhfiyuekkjuushjviyua gilaakkkkkk seruuuuu banget!!!!! pantes lah jaehee nya klepek klepek soalnya suho’s abs is really HEAVENNNNN!!! wtf😄 aku bakal nyerocos banyak soalnya ini udah lebih Dari keren dan baguss udah gitu HOT banget lagi. apalagi pas terakhir disuguin badannya suho, yaallah help I’m nosebleed TTTTTTTTT suho…… oppa…… aku…… gak…… kuat /Mimisan lagi/

    udah lah kamu yg terbaik deh. jujur ini ff suho pertama yg aku baca. selama ini selalu dengan cast sehun, Baek kalo gak kai. tapi ini suho lohh hello banget dan jarang ada yg buat ff suho se hot ini hahahahah…

    /waiting for baekhyun’s nutella today the last dome in Japan/❤❤❤

  4. Pasangan yg ga tau waktu , tempat xD
    Next thor..
    Ya jyga sih , skali2 suho ad image bad boy nya gitu biar lbih mnarik ~
    Fighting !! 🌸

  5. Suho wow ya udah berani buka buka bajunya di stage hihi.
    bagussss, kalem gitu aja udah bikin jaehee klepek kelepek 😁😁 next yaaaa 😄😄😄

  6. Pingback: CAMPUS SCANDAL [PG15] – INTERMISSION — by Neez | SAY KOREAN FANFICTION·

  7. Kak neez gak berencana bikin ff rated terus untuk series ini kan? Aku saranin jangan bikin setiap seriesnya rated dong,, mending di fokusin ke setiap adegan dimana suho – jaehee mulai ngerasain jatuh cinta satu sama lain.. bikin yang fluff kak,, pasti bakal keren,, yah kalau fluff dicampur adegan muncul otak mesumnya joonmyun juga gpp.. contoh nih adegan si joonmyun nggodain jaehee ttg hal” berbau vulgar tapi jangan yang berlebihan sampai kejadian adegan” begitu…

    Eh,, jadi banyak bacot saya ,, xixixi

  8. suho ama jaehee nya benar benar… suho makin lama makin hot lah.. apalagi ditamabah pict diatas, bikin greget.. lanjut cerita nya kak, kisah mereka selanjut nya, Fightingg!!

  9. LOOOOOL KM UMUR BERAPA SIH ya astaga kyanya pro bgt gitu deh HAHAH
    no nooo jk
    This is really good!! Aku ga nyangka di dapur bisa ‘begituan’ (maafkan otak ku yang kotor) wkwkwkw overall jalan ceritanya aku suka! Aku mau tau smp kapan mrk bertahn backstreet
    Dan btw cocok deh si rapmon jd ky bad boy gt disini hahahaaa salute!

  10. whaaaattt?? dapur? wkwkwkwkwk bener2 si suho yaa ampuuunnn. gak suho doang sih mereka berdua yg ya ampun wkwkwkwkw. RapMon keknya udah bener2 suka jaehee sih tapi ofcourse jaehee ignore him wkwkwkwk. Kapan mereka nikahnya hahaha kapan si Jaehee jujur sm temen2nya nih kalo dia calon istri professornya cepet confirm biar gempar wkwkwkw. sehuuunnn padahal dia sm jaehee se genk tp juga bobo bareng aigoo wkwkwkwk. suka banget sm ceritanya eon. lanjut lagiiii. fighting! ^^

  11. thoorrr makin lama kok tambah hot ya? wkwkwk tapi tetep keren lah apa pun yg terjadi entah kenapa semenjak baca ff ini aku jadi mikirin suho ya? *curcol hehe, aku suka gaya penulisannya high class banget rasanya hehe soalnya suka nyebut” merek gitu trus di campur bahasa inggris juga jadinya sesuatu bgt, ngomong” ini aku bacanya marathon loh thor saking kerennya hehe *gak ada yg nanya

  12. Okehhh , karena bingung dengan ff kamu yg super duper keren. Aku baca dulu dari campus scandal firts , terus dilanjutin ampe yg ini.
    And well , ini bener2 keren !
    Emang ga bisa ngebayangin papih Suho sepanas itu ! Tapi Yah , cowo itu dimana mana sama ! Mereka punya hormone yg bisa bikin merinding apalagi dihadapkan liar girl macam Oh Jaehee.
    Love your FF ^^

  13. DUH MAKIN HOT AMPE GAINGET ITU DI DAPUR -____- DUH ENTAH MAU COMMENT APA KAK, KEABISAN KATA-KATA BUAT COUPLE INI HAHAHAH. Yeaaa, boys will be boys, duluuuuu sehun yg sok2 imut, sok polos, skrg ngepost poto di ig half naked!!! HHHHHHHHH

  14. Makin lama nakin ehem ehm. Suho bener2 kan srigala berbulu domba haha

    Masa sampe chanyeol gak bisa ngenalin gitu sih?

  15. Makin lama nakin ehem ehm. Suho bener2 kan srigala berbulu domba haha

    Masa sampe chanyeol gak bisa ngenalin gitu sih?

    Dan bonus pict nya sesuatu banget ya? Dan aku setuju banget, orang pendiem itu justru yang menghanyutkan

  16. Wah kayaknya keren nih, aku liat sekilas dari kata2 menarik nih.. Wkwk soalnya udah lama ga baca asianfanfict jadi butuh pemanasan/? lagi buat balik kesana dgn baca yg ringan2 dulu/?😄
    Oke aku save ya,ntar aku baca. Tenang nanti aku komen kok😀

  17. Busett ..
    aku gk tahan eon ..
    Bayangi Papih punya abs , Liat fotonya buat aku ngilerrr xD xD
    .Sadarr Sen .. dikau udh ada luhan chanyeoll ..
    Ughh~~ Kenapa coba harus papih seksih ?? Angel Seksihh .. Omaigatt ..

  18. Aku percaya aku percaya ka neez, yeep boys will always be boys. Yeaay bener emang dari awal berasa hawa2 nya gossip girl sama 90210 gitu sih setting nya tapi cuma karna setting waktunya aja karna udah pernah nonton serial nya jadi lebih bisa bayangin keadaan nya #lah wkwkwk
    Lanjut kaaaa

  19. Pingback: CAMPUS SCANDAL – SPIN OFF {JONGIN-HANA STORY} 1/? [PG 15] | SAY KOREAN FANFICTION·

  20. Mrk udah pd dewasa kok…masa sih mrk kudu gitu2 aja…gpp lah suho yg alim bisa kym gitu😀😀

  21. peran ini tuh bener2 cocok banget sma joonmyeon bener2 laki banget (?)
    jaehee ampe bertekuk letut sma pesona joonmyeon ..
    itu abss ya ampunn ga kuat .-.

  22. Ingin berkata kasarㅠㅠ
    author-nim ngegunain kata kata yang bisa banget ngegambarin gimana hawtnya junmyeon disini huaaa😭

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s