[Fronting] Keep Understanding – Angelina Triaf

hansol

Angelina Triaf ©2015 Present

[Fronting] Keep Understanding

Hansol Vernon (Seventeen) with OC | Fluff | G | Series

Prev:

Can’t Control

“Boys have their own serious problem about girls.”

0o0

She says she loves my rap and the boys who play music have a good impression.

Hanya tawa kecil yang mampu kulakukan, melihatnya tersenyum manis mengucapkan hal-hal konyol semacam itu. Kurasa semua laki-laki memiliki sense tersendiri pada hal-hal yang ia lakukan. Dengan minat dan percaya diri yang tinggi, apa pun pasti akan membuatnya lebih terlihat keren.

It’s nothing,” ucapku pelan, masih dengan pensil yang menari di atas kertas. Malam hari selalu membuatku jadi lebih melankolis dari biasanya.

Tanpa diduga, ia mendorong bahuku dan merajuk. “Berhentilah bertingkah sok keren seperti itu.”

What? Apanya yang sok keren? Tidakkah yang barusan itu adalah caraku untuk menunduk serendah mungkin? Sepertinya malam hari membuat para gadis jadi lebih sensitif dari biasanya. Dasar perempuan.

Bicara soal perempuan, mungkin mereka diciptakan untuk menguji kesabaran laki-laki sampai ke akarnya. Tiga puluh hari dalam sebulan belum lagi beberapa hari di saat mereka menjadi lebih berbahaya dari harimau. Bukankah para lelaki harusnya bisa lebih mengerti dan memahami hal-hal natural seperti itu? Hah, kurasa aku mulai lebih dewasa karena hal ini.

“Mau ke mana kita sekarang?”

Kulihat jam di pergelangan tangan. It’s eleven p.m dan ia masih bisa bertanya seperti itu? “How about go home?”

I hate you.”

Benar kan? Sebagai seorang laki-laki sejati, hal tersulit dalam hidup ini bukanlah masalah ujian esay di sekolah ataupun membuat seribu macam lirik lagu dengan genre berbeda. Mencari celah yang tepat dalam hati perempuan menjadi salah satu hal paling membingungkan di dunia setelah membahagiakan orangtua. Banyak hal yang terlintas dalam pikiran, tapi untuk memilih salah satu yang tepat membutuhkan sebuah feeling yang kuat disertai keyakinan.

Okay, Han River until midnight?”

God, I know exactly it’ll be working. Senyumnya mengembang dengan cantik. Kakinya dengan semangat melangkah ke depan, meninggalkanku yang berjalan pelan di belakangnya. Dilihat-lihat, para gadis tidaklah seburuk itu. Mereka hanya ingin hal-hal kecil yang dapat membuat mereka tenang dan nyaman. Bayangkan saja, hal menarik apa yang ada di Sungai Han tengah malam seperti ini? Kurasa tidak ada.

Ini bukan salah satu dari hari-hari spesial, tak ada acara di sana yang mungkin menyenangkan untuk dilihat.

“Vernon, ayo sini!”

Ia berlari semakin cepat menuju satu spot pinggir sungai yang berseberangan dengan lapangan basket milik salah satu komplek perumahan. Kukira ia akan berselca atau teriak-teriak tak jelas seperti para gadis yang kulihat dalam drama. Nyatanya ia hanya berbaring menatap langit malam dan terdiam. Setelahnya, matanya terpejam dan wajahnya terlihat seperti bayi yang lelap dalam tidurnya.

I know she’s tired. “So, what’s next?” tanyaku yang langsung duduk di sampingnya. Kulihat matanya terbuka dan menatapku cukup lama.

Tiba-tiba ia mendekatkan duduknya padaku, menyandarkan kepalanya di bahuku namun masih terdiam tanpa kata. Satu hal yang bisa kusimpulkan ialah; ia memiliki sesuatu yang tersimpan rapi dalam pikirannya.

You’re too busy lately,” ucapnya pelan.

Matanya terfokus pada aliran tenang sungai yang memantulkan cahaya malam. Begitu pula denganku, hanya saja dalam versi pikiran yang menerawang ke segala arah, menyusuri waktu hingga menemukan akar tempatnya bermula.

Banyak orang bilang jika perempuan yang menemanimu berjalan dari bawah lebih baik daripada perempuan yang mencoba melompat setinggi mungkin untuk meraihmu saat di atas. Entah bagaimana rasanya, tapi kutahu bahwa hatinya merasa sedikit tak tenang.

Mian.”

Entah aku ini jenis pemuda seperti apa, tapi melihat sinar matanya yang bicara padaku saat ini membuatku kembali terdiam. Ia menatapku intens, membuatku mencoba menahan diri sekuat mungkin namun gagal. Wajahnya terlalu cantik untuk diabaikan begitu saja. Tawaku meledak dengan semu merah yang bersarang di pipi.

“Hahaha, you’re so cute,” kataku sembari mencubit pipinya, menyembunyikan kegugupan yang menjalar perlahan. Kurasa sesuatu yang hangat hinggap sempurna di jantungku.

“Apanya yang lucu?! Ya, Vernon!”

Hingga akhirnya kami membelah malam dengan suara tawa yang menyenangkan. Segalanya nyata dan angin meramaikan suasana dengan sempurna.

Under this starry night, I just wanna say that she is the reason for me to keep smile like an idiot everyday. She’s my spirit and I hope it will last never ending. Yeah, it just you and only you forever.

FIN

 

 

Seems like boyfriend material for me kkk. Happy reading^^

13 responses to “[Fronting] Keep Understanding – Angelina Triaf

  1. Pingback: [Fronting] Actions Problem – Angelina Park | SAY KOREAN FANFICTION·

  2. Pingback: [Fronting] Perfect Appearance – Angelina Park | SAY KOREAN FANFICTION·

  3. h si sweet thor🙂
    Cewe tuh ngk hanya butuh materi, hal kecil aja bisa buat kita bahagia koq🙂 seSUJU deh sama ff kaka😦

  4. Pingback: [Fronting] Long Distance Relationship – Angelina Park | SAY KOREAN FANFICTION·

  5. Pingback: [Fronting] Shocking Confession – Angelina Park | SAY KOREAN FANFICTION·

  6. yg lanjutan dari season ryhme dan color ryhme ttu kapan???
    author ngga mungkin tiba2 berentiin ceritanya kan ??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s