[Fronting] Actions Problem – Angelina Triaf

mingyu

Angelina Triaf ©2015 Present

[Fronting] Actions Problem

Kim Mingyu (Seventeen) with OC | Fluff | G | Series

Prev:

Can’t Control | Keep Understanding

“Boys have their own serious problem about girls.”

0o0

Oppa…”

Ya, hentikan!”

Ia selalu tertawa ketika melihatku merajuk. Hanya saja, apa yang para gadis pikirkan ketika memanggil kekasih mereka dengan sebutan ‘Oppa’? Kurasa itu salah satu panggilan paling menggelikan yang pernah kudengar dalam hidup. Selama masih punya nama, bukankah memanggil nama pasangannya dengan baik dan benar saja sudah cukup? Ini semua membingungkan.

Hingga tiba-tiba semuanya hening, aku yang masih menyembunyikan wajah dalam bantal mulai memikirkan apa yang sedang ia lakukan. Kami hanya sedang mengerjakan tugas kelompok sederhana namun tak kunjung selesai karena ia yang selalu menggodaku. Sepertinya Jung Seonsaeng melakukan kesalahan besar karena membuat kami berada dalam kelompok yang sama.

Dugaanku meleset, ia sepertinya tak akan berulah apa pun lagi. Matanya kini fokus menatap buku pelajaran dengan tangan yang sibuk menuliskan beberapa kalimat di atas kertas. Syukurlah, akhirnya mimpi buruk yang tadi telah berakhir.

Aku turun dari sofa dan duduk di sampingnya dalam diam. Tak ada tanda-tanda ia akan mengerjaiku lagi, jadi aku bisa bernapas lega untuk sementara. Kuikut membuka buku tepat di halaman yang sudah kami sepakati untuk dikerjakan masing-masing.

Sial, melihat deretan kalimat itu saja membuatku ingin muntah. Mataku sakit dibuatnya.

Menghela napas, aku mengalihkan fokus dari buku menyebalkan ini menuju dirinya yang masih serius menulis. Sesekali ia memberikan tanda garis di beberapa kalimat yang penting. Tulisannya rapi dan penuh warna―karena ia menggunakan spidol untuk hal-hal yang menurutnya perlu untuk diingat.

Aku meletakkan kepalaku di atas meja, menatap ke arahnya dalam diam, memperhatikan wajah manisnya yang sedang serius. She’s a cute girl, dan walaupun terkadang bisa menjadi sangat manja saat merajuk, ia tetaplah gadis manis yang menyenangkan. Tipe gadis periang yang mampu membuat hari-hariku berwarna.

Lamunanku akan dirinya semakin panjang, hingga mungkin aku terlalu tak menyadari saat ia ternyata juga telah meletakkan kepalanya di atas meja, menatapku dengan mata membulat karena bingung. Cukup lama, hingga aku langsung tersadar kami tengah melakukan eyecontact saat ini.

Ya, Mingyu cepat selesaikan tugasmu,” ucapnya pelan, lalu memejamkan mata sejenak. Ia kelelahan.

Bukannya merespons ucapannya dan segera menulis, tanganku justru melakukan hal lain yang dirasanya lebih menyenangkan; mengusap kepalanya selembut mungkin agar ia merasa nyaman. Wajahnya bagai malaikat, entah bagaimana tapi ukiran Tuhan memang tak ada yang luput dari keindahan, apa pun bentuknya.

What should I do?”

Just doing our project and keep silent, Mingyu.”

Mendengar itu membuatku refleks mencubit pipinya dengan gemas, mungkin agak sedikit berlebihan karena ia langsung terbangun dan berteriak padaku. Tak ada yang bisa kulakukan selain menertawakan wajah imutnya yang tengah merajuk. Itu sangat manis.

Namun di luar perkiraanku, ia bisa menjadi lebih ganas saat marah.

Ya, Mingyu!”

Aku berlari secepat mungkin menghindarinya. Tentu saja, orang dengan kaki lebih pendek bisa lari lebih cepat. Ia menyusulku dengan mudah, membuatku mencoba menghindar dan nyatanya kami hanya berputar-putar di sekeliling sofa.

Bukankah kami pasangan yang aneh? Tak ada kesan romantis, tak ada rayuan cinta yang biasanya terdengar satu sama lain. Tapi ini menyenangkan. Tak sengaja mataku menangkap bayangan diriku sendiri di cermin besar yang ia miliki. Pemuda itu terlihat sangat bahagia, dengan senyum mengembang yang semakin memperjelas semuanya.

“Kya!”

Waw, refleks tanganku ternyata cukup bagus juga. Ia terjatuh dalam pelukanku, seperti adegan dalam drama yang sering kakakku tonton di rumah. Hening, semakin hening karena mata kami saling memfokuskan diri satu sama lain. Tak ada yang ingin melepasnya, malah mungkin ingin rasanya kutarik tubuhnya dan kupeluk lebih erat.

“Mingyu―”

Karena pada kenyataannya aku memang memeluknya lebih erat lagi. “Ssssttt, lima menit lagi.”

Lihat? Bahkan hal ini lebih dari sekadar menyenangkan. Tak perlu romansa memabukkan seperti puisi atau lagu cinta, tak perlu juga selalu berucap manis yang penuh dengan gombalan. Cukup dengan satu tarikan penuh perasaan, ribuan cinta dalam hatinya telah terjerat dengan sempurna.

Seperti pepatah lama yang selalu kusukai; talk less, do more.

FIN

Gadis mana di dunia ini yang ga luluh sama senyum cute khas Mingyu? Mana?? Wkwk, banyak yang bilang dia ganteng tapi entah kenapa Angel lebih suka bilang dia cute😀 Happy reading^^

12 responses to “[Fronting] Actions Problem – Angelina Triaf

  1. Pingback: [Fronting] Perfect Appearance – Angelina Park | SAY KOREAN FANFICTION·

  2. kalo mingyu rambut item emang cute.. tapi style dia di mansae sumpah kak itu cool banget aarrgghhtt.. ffnya juga bikin meleleh deehh

  3. Pingback: [Fronting] Long Distance Relationship – Angelina Park | SAY KOREAN FANFICTION·

  4. Aaaaaaaaa mingyuuuuu si tiang ganteng yang menggemaskan
    cute banget disini mingyu pacarable banget
    oke thor ini ff ketiga hihihi

  5. Pingback: [Fronting] Shocking Confession – Angelina Park | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s