PERFECTIONIS (Chapter 1)

large

Author :

Jung Ji Hyoen

Main Cast :

Kim Rei Na / Lusia Kim, Oh Sehun, Xi Luhan, Lee Mi Na or Ny. Kim (Rei oemma), Kim Jin Pyo / Hans Kim or Tn. Kim (Rei Appa) and other support cast

Genre : romance, complicated, family, marriage life (Little)

Ranting : 15+

Disclaimer : jangan lupa baca note author di bawah ya ^^ sudah penasarankan dengan ff comeback-ku, langsung aja CHUU ~

A Perfectionis

“Ada harga mahal untuk menjadi yang terbaik.”

Rei –

 

Semua manusia terlahir sama, semua bayi terlahir suci. Begitu juga dengan seorang yoejha yang di anggap berbeda bagi sebagian orang. Bukan karena dia memiliki kekurangan, tapi sebaliknya.

Mungkin semua ini akan terlihat seperti bualan. Tapi satu hal yang semua orang tau, bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.

 

Pernyataan itu memang benar adanya.

 

Darimana harus aku mulai menceritakannya? Haruskah sejak dia di lahirkan bak putri raja?

 

Ini bukan hanya sekedar bualan tentang latar belakang, tapi semua ini benar adanya. Seorang putri yang terlahir dari keluarga perfectionis dan di segani di seluruh penjuru Korea Selatan. Tentu saja dengan semua itu segala hal yang di inginkannya selalu terpenuhi. Tidak hanya menghamburkan uang, sejak keil dia sudah di ajarkan bagaimana menjadi seorang fashionista. Tidak pernah terlintas dalam kamusnya untuk memakai pakaian yang sama 2 kali dan tentu saja dia akan selalu memakai barang – barang bermerek dan menghabiskan milyaran won hanya untuk membeli baju dan aksesorisnya dalam sekali belanja.

 

Bukan hanya itu, wajah cantik tanpa celanya menggambarkan betapa sayangnya dia dengan dirinya. Gadis yang hampir menyerupai Barbie versie korea ini juga memilik kulit seputih porselen. Tinggi badanya, emm… mungkin bisa dikatakan seperti kebanyakan gadis Korea lainnya tetapi mampu menyita perhatian setiap orang ketika berada di dekatnya, kaki jenjangnya yang berbalut sepatu berhak tinggi cukup membuat semua gadis memandangnya iri.

 

Terlebih lagi dia anak tunggal dari pemilik Sekang Group. Sekang merupakan salah satu perusahaan terbesar se Asia yang menyeponsori berbagai barang terkenal dan juga even – even bergengsi di dalam negri maupun luar negri. Sekang juga biasanya menyeponsori artis – artis Korea yang akan mengadakan Tour keliling Negara. Hal inilah yang membuat Sekang lebih terkenal dari perusahaan lain. Karena mereka memanfaatkan hal yang menjadi tren di kalangan masyarakat.

 

Mungkin, banyak orang berfikir bahwa gadis bak putri raja ini gadis yang manja dan bodoh. Tapi, kalian salah besar jika menganggapnya seperti itu. Sekali lagi kalian salah!.

 

Jangan pernah sekalipun meremehkan kepintaran otaknya, dia peraih medali emas olimpiade matematika dan ekonomi nasional. Dia juga memenangkan olimpiade perbankan saat duduk di Senior High School. Tiket emas Itu memudahkanya bekerja di badan pemerintah manapun yang ia inginkan. Dia juga banyak ditawari pekerjaan di berbagai bidang karena kejeniusannya. Tapi tetap saja, gadis itu berpendirian teguh bahwa dia tak suka terikat oleh apapun. Dia juga menyelesaikan bangku pendidikan lebih awal. Gadis itu mengikuti akselerasi di saat Junior High School. Dan menyelesaikan program S1 nya selama 3 tahun saja.

 

Wajar saja, gadis itu tak suka tersaingi ataupun terkalahkan. Dia akan melakukan apapun demi menjadi yang terbaik.

 

Bagaimana dengan sifatnya? Kalian bisa menyebutnya sombong karena dia memang wujud sempurna seorang manusia. Kaya, cantik, pintar, muda dan berbakat. Hanya saja dia tidak suka dengan dunia intertaiment. Banyak managemen yang menawarinya kontrak bernilai jutaan dolar. Tapi dia menolaknya mentah – mentah. Alasanya klise, dia benci paparazzi. Dia tidak suka terikat kontrak. Sama sekali tak menyukai ikatan.

 

Kita bisa memanggilnya Kim Rei Na, gadis itu biasa di panggil Rei. Dia campuran Korea – Inggris. Karena itu Rei memiliki nama lain yaitu, Lusia Kim (Inggris). Orang tuanya biasa memanggil Rei dengan panggilan Lusia di rumah. Tapi kenyataan bahwa kedua orang tuanya jarang di rumah membuat nama Lusia sedikit terlupakan.

 

Bagaimana dengan kehidupan Rei sekarang?

 

Oh, kalian pasti tak akan percaya. Sekarang umurnya 21 tahun, dengan semua aset dan sahamnya yang tak terhingga jumlahnya.

 

Rei mendirikan perusahaannya sendiri setelah lulus kuliah, dan dalam jangka waktu satu tahun usahanya berkembang pesat yang sekarang selalu menjadi tren center di Korea. Rei Lu Industry. Merupakan pusat mode terkemuka yang satu tahun ini merajai pasar Korea. Dan akhir – akhir ini Rei mengembangkan produknya hingga ke pasar International.

 

Mungkin Rei seorang wanita, tapi dia begitu gila kerja. Rasanya seperti dia akan hidup selamanya bersama pekerjaanya.

 

“Apakah ada yang salah sekertaris Lu?” Rei, mengentrupsi sekertarisnya yang beberapa saat lalu terlihat melamum.

 

“Eh, tidak sajangnim. Maafkan saya.”

 

“Oh ya, kosongkan jadwalku malam ini. Aku ada acara makan malam.”

 

“Benarkah? Jadi anda sudah mempunya kekasih sekarang? Siapa? Dari perusahaan mana? Apakah saya mengenalnya? Jam berapa makan malam anda? Bolehkah saya ikut?”

 

“Mr. Xi, please. I don’t have any boyfriend. Apakah makan malam harus bersama kekasih. Aku akan makan malam bersama oemma appa.”

 

Terlihat Luhan melemas, raut wajahnya berubah muram. Seperti orang kecewa. Tapi untuk apa Luhan kecewa dengan hal itu. “Benarkah? Saya fikir ada sebuah kemajuan”

 

“Kau terlihat kecewa? Dan Hya! Ini masih jam kerja Lu. Ingat professional!” Luhan hanya mendengus kesal dan mengambil berkas yang baru saja ditanda tangani Rei.

 

“Saya permisi, terimakasih sajangnim. Saya akan mengosongkan jadwal anda nanti malam. Saya permisi” Luhan pergi dengan wajah kesal yang terukir jelas di wajahnya.

 

“Dasar pria aneh, itulah mengapa aku tidak suka memiliki kekasih. Akan banyak pro dan kontra di kemudian hari. Jika saja dia tak seaneh itu, mungkin aku sudah mengencaninya dari dulu. Dasar oppa gila!”

 

Rei hanya memiliki Xi Luhan sebagai orang kepercayaannya, Rei bukan tipe orang yang gampang percaya pada orang lain. Ya begitulah, sifat perfectionisnya memang tak pernah hilang. Luhan lebih tua dari Rei sekitar 9 tahun, mungkin umur Luhan sekarang 30-an. Meskipun begitu tidak ada yang bisa menyangka bahwa pria imut itu sudah berkepala tiga. Bahkan jika Luhan disandingkan dengan Rei mereka terlihat pantas. Luhan belum menikah dan belum juga memiliki kekasih, jadi mereka berdua sangat serasi dalam menjalin hubungan kerja ini.

 

Dan tidak lupa, Malam ini Rei harus mengosongkan jadwalnya yang padat untuk pertemuan keluarga. Entahlah, ayahnya yang tak pernah terlihat di rumah tiba – tiba saja mengajak seluruh anggota keluarga makan malam bersama.

 

Rei yang memang tak punya pilihan lain akhirnya mengikuti saja apa kata appanya. Toh tak ada salahnya sekali – sekali makan bersama dirumah.

 

***

 

Gangnam, Kim Family’s House 19.27 KTS

 

Tidak ada yang istimewa dalam makan malam kali ini, hanya terdengar suara Rei yang berguman tak jelas mengomentari masakan para maid di rumahnya yang megah itu.

 

Memang pada dasarnya gadis itu sangat cerewet. Jadi dia tidak bisa diam saja saat keheningan menyerang.

 

“Appa dan oemma kenapa hanya diam saja, katakana sesuatu.” Rei lalu memandangi orang tuanya secara bergantian. Ibunya yang ada di depanya dan ayahnya ada di tengah meja makan, di samping kanan Rei.

 

“Kenapa kau tidak sopan sekali pada ayahmu. Kau sudah besar Lusia!” suara lembut itu sedikit menuntut. Tapi Rei tak mau ambil pusing karena hal sepele seperti itu. Dia juga tipikal gadis yang acuh pada hal – hal yang menurutnya tidak penting.

 

“Biarkan saja, aku merindukan Lusiaku yang manis ini. Rasanya baru kemarin aku mengantarnya ke Sekolah. Dan sekarang dia sudah tumbuh menjadi gadis cantik yang sangat sukses ini. Wajahnya selalu menghiasi majalan dan televise. Dia seperti artis saja, sayangku.” Tuan Kim berujar tulus sambil memandangi Rei lekat – lekat. Begitu juga Ny. Kim.

 

“Ada apa ini? aku memiliki perasaan buruk tentang ini.” Rei memandang sengit kedua orang tuanya yang hanya dibalasan kekehan pelan dari keduanya.

 

Lusia mereka memang beranjak dewasa, tapi dimata mereka Rei tetaplah gadis kecil mereka. Malaikat peri yang sangat lucu.

 

“Apakah ada kendala dengan Rei Lu Industry milikmu?” Tanya Tn. Kim beberapa saat kemudian setelah menelan makanannya.

 

“Emm, tidak ada. Pertengahan tahun ini aku akan melebarkan Rei Lu Industri ke luar negri, juga akan mendirikan beberapa cabang di Negara besar. Terimakasih untuk ayah yang dulu mau meminjamiku uang sebanyak itu. Dan terimakasih untuk oemma yang selalu menyemangatiku.” Tn dan Ny Kim tersenyum bangga mendengar penuturanya Rei “Apakah aku sudah membanggakan kalian? Aku rasa belum. Apakah ada yang kurang oemma, appa?” Tanya Rei kemudian.

 

“Kau memang putri kami yang bisa diandalkan, apalagi yang kurang. Kau juga sudah memenangkan banyak olimpiade untuk kami. Terima kasih untuk semua itu Lusia sayang.” Ucap Tn. Kim

 

“Aku mendengar kau akan mendapatkan penghargaan lagi? Apa itu dan darimana?” Tanya Ny. Kim

 

“New Bes Arrival, Best artistic of the Year, the Famous Best Product and I forget the last one.”

 

“Wah, putri appa memang yang terbaik. Teman – teman appa jadi ingin bertemu denganmu karena kau banyak mendapatkan penghargaan padahal kau pendatang baru di bisnis. Bisakah kau mengaturnya?”

 

“Tentu saja appa, aku akan membicarakanya dengan sekertarisku.”

 

“Putri oemma ini memang cantik dan pintar. Japi apakah putri oemma yang cantik ini mempunyai seorang namjhachingu?”

 

Uhuukk uhuukk! Uhuukkk!!!

 

Tiba – tiba saja Rei tersedak makanannya sendiri. Gadis itu langsung menepuk dadanya pelan.

 

“Pelan – pelan sayang, kenapa jadi tiba – tiba tersedak?!” ucap nona Kim menuangkan minuman ke gelas Rei.

 

“Untuk hal yang satu itu, aku belum memikirkanya…”

 

Tn dan Ny Kim kemudian saling bertatapan, mencerna jawaban yang baru saja Rei utarakan.

 

“Jadi kau belum mempunyai kekasih atau teman dekat?” Rei menggeleng pelan sambil memakan daging di depanya dengan gugup. “Aku rasa kau terlalu sibuk bekerja sayang, kau tidak perlu sekeras itu pada dirimu. Pada akhirnya kau juga akan memiliki Sekang Groub dan Rei Lu Industrymu akan bergabung. Jadi lihatlah sekitar, apakah kami terlalu mengekangmu. Kami tidak ingin kau kehilangan masa remajamu Lusia.”

 

Rasanya Rei sulit mencerna makanannya mendengar Nyonya Kim menyinggung tentang cinta saat makan malam.

 

“Apa gunanya memiliki seorang kekasih. Aku tidak suka terikat oemma.”

 

“Hanya menikmati masa muda sayang, jangan terlalu memaksa seperti itu.” Rei seketika kikkuk. Dia memiliki firasat buruk akan hal yang lambat laun menjadi topic utama pembicaraan makan malam ini.

 

“Oemmamu benar Lusia, apakah kau mau bertemu dengan anak teman appa?”

 

Rei memang benar tentang firasat buruknya. Karena hal buruk memang tak pernah melenceng.

 

“Aku rasa tidak perlu, appa dan oemma tau sendiri jika aku masih sangat – sangat sibuk dengan perluasan cabangku dan juga aku masih ingin melanjutkan sekolah ke luar negri dan…”

 

“Kami mengerti sayang, kau masih sangat muda tapi kami perlu seorang pewaris laki – laki. Dan laki – laki itu adalah suamimu kelak. Sekang tak mungkin berjalan sendiri kan?”

 

Rei sesaat kesulitan menelan ludahnya, dia masih enggan menatap sekitar. Hanya memainkan makanannya seperti anak kecil yang sudah kenyang tapi tetap di paksa makan.

 

“Apakah kalian menyuruhku untuk menikah?” suaranya lirih, sangat lirih dan hampir saja tak terdengar jika saja suasana tidak hening. Rei masih tetap memainkan makanannya seperti anak kecil. Dia benar – benar terlihat seperti bayi di mata orang tuanya. Sangat manja.

 

“Aku bisa menjalankan Sekang Groub, dan aku berjanji akan melakukannya dengan baik.” Lanjut Rei kemudian.

 

“Kami percaya sayang, tapi kami tak tega harus melihatmu bekerja sekeras itu.”

 

Tuan dan Nyonya Kim terlihat sedikit gugup menerima pertanyaan yang sebenarnya adalah pernyataan bunuh diri untuk Rei. Tapi, Rei memang sudah tak memiliki pilihan. Dia terpojok dengan ucapan halus dari kedua orang tuanya.

 

“Tapi appa, oemma. Aku benar – benar belum siap.” Memikirkanya saja membuat Rei menjerit tertahan, meraung – raung di dalam hatinya. Menyesali kehadiranya di makan malam keluarga malam ini.

 

Setelah beberapa detik kemudian Rei menangis. Lalu berlari menuju kamarnya.

 

“Lusia! Lusia sayangku…” Nyonya Kim hampir saja mengejar, bila saja Tuan Kim tidak segera memegang tangan Nyonya Kim.

 

“Biarkan dia sendiri yeobbo. Kita memang sedikit keterlaluan, memaksa anak yang masih seperti bayi itu untuk menikah. Tapi maafkan aku, karena kesehatanku memang memburuk belakangan ini.”

 

Nyonya Kim kemudian kembali duduk di meja makan. “Apakah kita terlalu memanjakanya? Tapi dia benar – benar berbakat yeobbo. Apakah seorang bayi bisa mendirikan perusahaan yang langsung sukses seperti Rei Lu Industry milik Lusia.”

 

“Dia juga sepertinya tidak memiliki teman…” Lanjut Ny. Kim lesu.

 

“Apakah kita salah mendidik Lusia?” Tanya Ny. Kim kemudian.

 

“Aku benar – benar takut jika dia tak bisa menikah karena pekerjaan. Aku bisa saja memberikan Sekang langsung pada Lusia, tapi apa kau tak kasihan melihatnya terus saja bekerja. Demi mencapai kesempurnaan yang dia miliki saat ini dia melupakan kesenangan di umurnya yang masih muda. Tidak memiliki teman, juga kekasih.” Ujar Tn. Kim

 

“Apa menurutmu dengan menikah Lusia akan mendapatkan masa remajanya kembali? Tidak yeobbo. Kau harus tau itu.” Ny. Kim juga tidak ingin mengalah, menurutnya Lusia berbeda dari kebanyakan anak pada umumnya. Memang. Lusia sangat jenius dan berbakat. Tapi ada harga mahal yang harus di bayar untuk semua kesempurnaan itu. Ya, banyak. Dan sangat mahal!”

 

“Kita fikirkan ini lagi,” kemudian Tn. Kim berjalan menuju ruang kerjanya. Sedangkan Nyonya Kim sedang bingung menentukan masa depan anaknya dan juga kelangsungan Sekang Groub.

 

***

 

“Appa dan eomma benar – benar keterlaluan. Umurku baru saja 21 tahun, dan aku harus menikah katanya? Aku tidak pernah mengira appa dan oemma akan berfikir sejauh itu.” Rei berguling – guling tak karuan di tempat tidur bergambar Doraemon milliknya itu.

 

Rei berteriak tak karuan sambil tengkurap dan meredam suaranya dengan bantal bulu miliknya. Benarkah bayi seperti Rei akan segera menikah?

 

“Ah! Aku tidak bisa membayangkan hal buruk itu akan benar – benar terjadi padaku!” dia kembali menangis tertahan di balik bantal bulunya itu.

 

“AAAAAAAA DOBBY! MY FAIRY! EODDIYA!”

 

***

 

Pagi ini Rei disibukan dengan persiapan rapat direksi dengan investor penting dan lebih sempurna lagi karena dia bangun kesiangan hari ini.

 

“Ah! Jajjengna jinjja! Ya Tuhan 15 menit lagi. Mataku?!! Apakah aku harus mengikuti rapat direksi dengan penampilan seperti ini?”

 

Dengan span pendek yang di padukan dengan atasan berwarna biru muda, blazer yang pas sekali di tubuh Rei, dan hills dengan warna senada menambah kesan sexi pada Rei. Ini membuatnya lebih menarik dan membuat para investor itu jatuh hati pada Rei. Sedikit banyak penampilannya mempengaruhi keberhasilan meyakinkan investor.

 

Rei sang perfectionis

 

Rei meraih ponselnya sambil membenarkan make upnya, menekan panggilan cepat no 5. “Lu, bisa kau mengulur waktu 15 menit lagi untukku!”

 

“Hya! Kau gila Rei. Kali ini bukan main – main, cepat! Bisa – bisanya kau kesiangan di saat seperti ini.”

 

“Oppa! jebal… Luhan oppa, aku akan kesana dalam waktu 10 menit. Sungguh!”

 

“Jika saja aku tak menyukaimu. Baiklah!”

 

Dan sambungan singkat itu terputus.

 

Rei dengan Luar biasa cepatnya membawa beberapa berkas dan tas menuruni tangga. Berlari menuju mobil sport warna merahnya yang telah di siapkan oleh maid di rumah orang tuanya. Ya, Rei masih tinggal bersama orang tuanya. Bukanya dia tidak mampu membeli rumah atau apartemen sendiri, tapi dia memang sangat manja. Sifat itu sudah terpatri di dalam sana.

 

Rei memegang kemudi itu kuat – kuat “Kau siap baby, ayo kita tahklukkan jalanan Seoul.” Mobil merah itu melaju dengan kecepatan maximum, sebelum akhirnya membelah keramaian jalanan Seoul menuju kantornya. Tidak perlu mengkhawatirkan Rei karena berkendara dengan kencang, dia telah ahli dengan hal itu.

 

9 menit kemudian…

 

07.54 KTS

 

Rei POV

 

Suara lembut mobil sport merah itu menggema di pintu utama Rei Lu Industry, disana para pegawai sudah membungkuk hormat ketika aku datang. Tapi tidak dengan sekertarisku itu, dia memperlihatkan wajah kesalnya padaku.

 

Aku berjalan ke arahnya dan menyerahkan berkasnya pada Luhan, lalu kami mulai menggunakan langkah lebar berjalan menyusuri koridor menuju ruang rapat.

 

“Dasar gadis gila, ada apa denganmu hari ini. Kau sinting ya sampai bisa melupakannya!” Luhan berbicara penuh penekanan padaku.

 

“Ah! Kau menyebalkan sekali pagi ini, aku datang 1 menit lebih awal dari yang ku janjikan. Dan, apa kau bilang tadi? Gadis gila? Sinting? Kau ingin di pecat oeh!” aku menatapnya kesal. Detik itu juga pintu lift terbuka dan aku menekan angka 8.

 

“Pecat saja jika kau bisa!”

 

“Kenapa kau begitu ketakutan sekali, rilexs saja. Para tua Bangka itu tak akan marah hanya karena menunggu beberapa detik.”

 

“5 menit lagi mereka datang bodoh!”

 

“Hya! Sekertaris Xi!”

 

“Yang akan mengikuti rapat hari ini adalah anaknya, bukan si peyot tua bangka itu jika kau tidak tau!”

 

“HYA! KENAPA KAU BARU BILANG!”

 

“Aku juga baru saja tau!”

 

Perdebatan kami berhenti ketika pintu lift terbuka. Kami buru – buru menyiapkan materi itu.

 

***

 

Tepat 5 menit kemudian sang investor itu datang, dan ucapan Luhan benar. Hari ini pria muda berpostur tegap sedang berjalan dengan gagahnya ke arah kami, di ikuti petinggi dari Seunghwa Groub lainya.

 

Banyak yang bilang bahwa calon pewaris ini sangat sulit untuk di ajak bekerja sama. Berbeda sekali dengan ayahnya yang lembut dan bijaksana.

 

Langkahnya makin mendekat ke arahku, matanya tajam menatapku dan berhenti tepat di depanku.

 

“Senang bertemu dengan anda Nona muda.” Ujar lelaki bergaris wajah tegas itu, dia mengulurkan tanganya padaku.

 

Tentu saja aku membalasnya “Nama saya Kim Rei Na, anda bisa memanggil saya Rei.” dengan senyuman paling manis tentunya.

 

“Saya tahu. Oh Sehun.” Aku menaikan sebelah alisku mendengar penuturanya.

 

“Senang bisa berkenalan secara resmi dengan anda.” Aku langsung menarik tanganku, lalu tersenyum kikkuk mendengar penuturan tanpa senyuman itu. Apakah itu bisa disebut sebagai senang? Hoel, yang benar saja.

 

 

“Maaf tidak bisa menyambut anda di depan.”

 

“Tidak masalah, bangun kesiangan sudah wajar untuk gadis manja.” Aku mendengus kesal mendengar penuturan namja jakun itu.

 

Setelah itu para rombongan pria aneh itu masuk kedalam convention hall. Aku menatap Luhan dan mencengkran lengannya kuat – kuat.

 

“Darimana dia bisa tau aku bangun kesiangan. Aish, ini sangat memalukan. Janjjengnage jinjjja.” Aku merendahkan suaraku ketika mereka sudah pada posisinya.

 

Dan rapat yang panjang ini dimulai…

 

***

 

1 jam kemudian pintu convention hall dari Rei Lu Industri terbuka menampakkan wajah lelah para kariawan dari kedua perusahaan. Mencoba mencari jalan tengah untuk investasi kali ini.

 

Karena Seunghwa memiliki banyak koneksi dari luar negeri, karena itulah Rei ingin bekerjasama dengan Seunghwa, yah meskipun pewarisnya bisa dibilang sangat menyebalkan.

 

“Kami akan membicarakan proyek besar ini dan kita akan bertemu lagi minggu ini.” ujar pria itu.

 

Minggu ini? dia fikir dia siapa.

 

“Maaf? Anda bilang minggu ini, saya rasa kita belum menjadwal ulang pertemuan ini.” aku menatap namja jakun itu bingung. Kenapa dia makin menyebalkan saja. Kau fikir aku tidak sibuk, hah! Bila saja kau bukan investor besar itu. Aku akan segera mengeluarkan sumpah serapah itu sekarang juga.

 

“Kita pasti akan bertemu lagi. Lusia… ” Dia hanya tersenyum miring kepadaku “Maaf, waktu saya tidak banyak. Saya harus pergi.” lalu melenggang pergi bersama petinggi Seunghwa yang lain.

 

Aku sedikit shock hingga membuka mulutku melihatnya berujar. “Ye, terimakasih atas waktu dan kunjungannya.” Luhan menyahut ketika mengetahui aku di buat speechless dengan tingkah lakunya yang ‘sok’. Dan hei! Darimana dia tahu nama inggrisku?

 

Huh! Dia pikir, dia siapa lancang sekali berbicara seperti itu.

 

“Aku rasa dia memang butuh di hajar!”

 

“Saya rasa kita perlu bicara ‘Rei Sajangnim’” Luhan menekan setiap kalimat yang ia lontarkan padaku. Terutama ketika dia memanggilku ‘Rei Sajangnim’

 

“Di ruangan anda.” Lanjutnya.

 

Sekarang ada apa lagi denganya?! Aish jajjengna.

 

***

 

“Sekarang apa lagi?” tanyaku pada Luhan.

 

Aku berjalan menuju sofa soft biru di ruang kerjaku yang luas. Begitu juga Luhan.

 

Luhan tak begitu saja duduk, Luhan terlihat gusar dan dia tiba – tiba saja berdiri di sebrang meja sofa ini, menjambak rambutnya keras – keras. Aku hanya melihatnya malas dan memutar bola mataku. Dia selalu mempermasalahkan hal kecil.

 

“Hampir saja kita melewatkan kesempatan besar ini sajangnim. Jika saja anda menurut kata – kata saya untuk menahannya sebentar, pasti kejadiannya tidak akan seperti ini. Kenapa anda tidak bisa menahannya sebentar saja? bagaimana jika benar si Sehen itu membencimu. Dia akan meminta ayahnya untuk tidak berinvestasi dan membantu kita melebarkan pasar ke manca Negara.”

 

“Kenapa kau ini?!” aku makin tak mengerti dengan Luhan, sebenarnya apa yang coba dia katakan?

 

“Apa kau tidak melihat caranya melihat kita, memandang remeh semua presentasi kita. Tuhan, jangan sampai investasi ini gagal!” Luhan langsung duduk dan menyangga kepalanya dengan sikunya.

 

“Biarkan saja si Sehen atau siapalah itu. Kalaupun benar investasi ini gagal, so what? Kita masih punya banyak investor dar-“

 

“Dan Tuan Kim akan membunuhku.” Luhan menyela ucapanku sambil menatapku tajam. “Tidak, Tuan Kim akan membunuh kita Rei.”

 

“Kenapa kau jadi menyangkut pautkan ini dengan Appa!” nadaku mulai meninggi menanggapi ucapan tak masuk akal Luhan.

 

“Karena mereka tidak hanya berinvestasi dengan Rei Lu industry, tapi juga dengan Sekang groub.”

 

“HYA! KENAPA KAU BARU BILANG.” Seketika aku berdiri dan memegang kepalaku. Tiba – tiba saja kepalaku terasa sangat pusing.

 

“Aku berusaha memberitahumu dari awal!” Luhan juga tak ingin kalah menghakimi.

 

“AAAAAAA KENAPA JADI SERUMIT INI. APPA AKAN MEMBUNUHKU!” Aku mengacak rambutku kesal hingga tak berbentuk. Melepas jazku dan membuangnya asal. Berjalan kearah dinding kaca di sebelah kiri ruang kerjaku dan membenturkan kepalaku pelan.

 

“Appa akan membunuhku…”

 

“Ottoekae? Ottoekhaji?!”

 

 

 

 

To Be Continue…

 

Hallo Hyonieeeeeee…..

Aku merindukan para readersku yang sangat setia ini. Sudah lama sekali tidak bergelut dengan dunia fanfiction di SAY.

Bagaimana kabar kalian? Semoga selalu baik ya ^^

Saya datang dengan genre baru dan yah masih seputar Sehun.

 

Aku punya beberapa pertanyaan nih, mohon di jawab ya…

  • Menurut kalian gimana ff ini?
  • Apakah lebih baik dari ff ku sebelumnya ‘my cool namja’?
  • Dan bagian mana dari ff ini yang kurang jelas?

 

Udah mau nyempetin waktu baca dan komentar, Gomawo ^^

*deepbow

 

Bertemu lagi di next chapter, Ji Hyoen undur diri. Pai pai ^^

 

@amaliaparahita

Advertisements

52 responses to “PERFECTIONIS (Chapter 1)

  1. Jadi nanti sama sehun ato luhan, aduh aku gak bisa milih gahaha, ffnya bagus kok, cuma aku ngarep lebih, misalnya romance dikit lah, tapi sudah lah, ini juga bagus kok cuma gitu, aku kan orangnnya suka sama yg berbau romance hihi. Btw makasih ffnya^^

  2. Ya ampun aku kira Rei bnar” perfect.. Eh hnya mndekati krna ya dy manja.. Tpi sunggu slain itu Rei udah Wow skli..
    Sehun lagii.. Hore…

  3. Good. Tp aku bingung disini main karakternya luhan apa sehun ya?? Hehee aku suka bnget klo itu sehun. Luhan kyknya mlh lbh bgus klo jd oppanya saja. Tp semua cerita kn milik author, jd aku hanya bsa pasrah ya. Wkwkwkk okey next chap ditunggu

  4. Bagus kok,tp main cast nya luhan ato sehun? Kek nya lebih menarik kalo sehun deh.Eehehehehe
    ditunggu Next-nya Eon,Fighting ^^ !!

  5. luhan luhan luhan,,luhan luhan,,karna rei yg perfek tp manja,,jd dia butuh sosok yg bisa ngemong kya luhan,,,,rei mgkn bakal tertarik m sehun bahkan sampai jatuh cinta,,namun yg d butuhkan rei bukan sekedar cinta tp sesuatu yg lbh dalam dr sebuah cinta,/ ceileh ko jd ngatur c,,,abaikan sj/,,,
    alur frasa yg tertulis enak d baca ko!! jd kerrenn,,, d tunggu scene 2 nya!!!!

  6. Aku suka Luhan. Tapi diliat2 genre dan karakter pemainnya, yang cocok jadi cast cowok utama itu Sehun deh thor

  7. Sapa yg bakal jadi pasangannya si Rei (?) kayaknya sehun yg bakal jadi psangannya rei yha.?? Tapi kalo sama Luhan juga cocok, biar ada yg bisa buat suasana cair dan luhan jga udh tau tentang rei

  8. Ceritanya keren banget, tapi aku rada bingung sih sebenernya cast utamanya itu sehun apa luhan, kayaknya sehun udah suka gitu sama rei tapi luhan juga ngomong secara nggak langsung di salah satu part kalau dia suka rei. Tapi satu2nya cowok dan orang yang deket banget sama rei sekarang ini ya cuma luhan. Ah entahlah aku malah jadi nebak2 sendiri kan. Pokoknya tetep semangat aja ya buat authornya

  9. hai author, new reader nie haha
    jam segini gabut ga bisa tidur terus cus ke skf deh
    eh scroll2 ke bawah dapet ni ff
    gak taunya malah jadi penasaran dan terhanyut(?) dlm ff ini wkwk

  10. hai hai author baru liat ff ini seru thor.. suka liat jalan ceritanya, suka jg sama karakter sifat pemain”nya.. lanjuut baca thor 😀

  11. wah…daebak bgus smua thor…aku blum baca ff author yg sblum nya jdi ga tau, tpi mnrut aku ni ff bgus thor…suka krakter kedua nya😄 ijin next ya thor udh ga sabar bgt…

  12. luhan suka ya sama rei
    terus nanti sama luhan apa sama sehun
    pertemuan pertama yang agak menjengkelkan biasanya sin entar tumbuh benih” cinta *kkkk
    next thor pengen lihat adegan sweet”an sehun sama rei

  13. Ff nya bagus dear,
    Ini pertama kalinya aku baca ff karyamu.
    Ff yg menarik banget.
    Apalagi karakter sehun dan rei, wihhh

    Suka banget ada bumbu* persaingannya gitu.
    Jangan sampai putus ditengah jalan ya critanya. Fighting dear ^^

  14. hyaaaaaa… ff nya seru authorrr … apa lagi castx sehun. .. aku sk ffx alx lucu deh. senyum” pa lg klo rei dan lihan sdg berantem. hihihi

  15. Sehun yg bakal dijodohin sama rei kan????jng2 appa rei ada andil dlm kerja sama ini di mana klo gagal rei hrus nikah sama sehun???sehun mmg bnr2 “kulkas jalan”

  16. Hai author salam kenal. Aku baru baca ff nya fan mgkin ini pertama kali aku baca ff kamu. Ceritanya lumayan menarik. Walaupun belum tau gimana karakter sehun d Sini to aku suka sama peran dia. Dan sepertinya sehun uda kenal sama rei sebelumnya….

  17. Pingback: [FREELANCE] PERFECTIONIS CHAPTER 7 | SAY KOREAN FANFICTION·

  18. kk authorrrr ijinnn baca ff nyaa yaaa, pliisssssss..
    kesan pertama aku baca ff ini, menarik.. alurnya rapi jadi bacanya enak, trs yg pas mo terakhir itu lucu bikin senyum” sendiri sm kefrustasian si rei bener” menarik kk, aku lngsung sukaaa..apalagi sm tokoh sehun disini, yg sok cool dingin gmnaaa gtu wkwkwk..
    .aku ijin bacaa slnjutnya yaaaa kk yaaa..
    ehh rei sehun aku pikir sifat mereka cocokk, hihihi.. bikin penasaran..

  19. Pingback: [FREELANCE] PERFECTIONIS CHAPTER 8 | SAY KOREAN FANFICTION·

  20. ff. Nya Bagus, aku suka sama karakter rei. Sehun dimana dimana tetep aja dingin yah. Ijin baca yg laen yah. Fighting!

  21. Seheeeen??ngakak sumpah hahaha
    Btw, itu luhan lucu ya jadi sekretarisnya rei
    Jadi penasaran sebenernya sehun itu siapanya rei, soalnya kan di chap 8 mereka nikah hehe
    Rumit ga ya hubungan mrk
    Good author
    Suka banget sama karakter rei hehe

  22. Author bagus ceritanya
    Suka sama karakter reinya dan lucu juga ya luhan jdi sekretaris rei, jdi berharap rei sama luhan aja
    Klo sama sehun kayaknya bakal rumit hubungannya

  23. Oooh…. ternyata seperti ini tho gmbaran dr Lusia…. dkirain dy bnr2 perfecsionis smpe2 tgkhnya pun anggun (efek nebak aja sih kan pertama yg dibca parrt 7) haha Eh sekalinya dy pinter ngebut juga ya wkkk 😛 Aah! sprtinya q yg blm prnh bca crita ini! Ok ijinkan aku utk mmbca critanya ya, author 😀

  24. Ceritanya bagus,yang cool nama jg bagus,kecelah pokoknya.ceritanya sudah jelas.suka sehun yang dingin,sok cool,berkarisma,tapi sebenernya gak kayak gt aslinya,wkwkw
    Ditunggu next chapter nya semangat…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s