[Fronting] Long Distance Relationship – Angelina Triaf

wonwoo2

Angelina Triaf ©2015 Present

[Fronting] Long Distance Relationship

Jeon Wonwoo (Seventeen) & Park Cheonsa (OC) | Fluff | G | Series

Prev:

Cant’t Control | Keep Understanding | Actions Problem | Perfect Appearance

“Boys have their own serious problem about girls.”

0o0

Memangnya kau tidak merindukanku?

Hah, sebuah pertanyaan bodoh yang sepertinya tak perlu kujawab. Jam berapa ini? Kurasa telingaku mulai panas karena sudah hampir dua jam dan belum ada satu orang pun di antara kami yang ingin memutus pembicaraan. Bukankah di sana sudah malam? Kenapa ia belum juga tidur?

Ya, tagihan teleponmu bisa naik kalau setiap hari meneleponku seperti ini,” kataku, yang kini tengah membaringkan tubuh di atas ranjang. Ini Sabtu sore dan sepertinya aku hanya akan berada di rumah hingga malam lalu menonton Liga Inggris.

Aku di Korea.”

Di―ah, apa? Cih, anak ini pasti bercanda!

“Kau pasti bohong dan―”

“Let us meet now. Festival kembang api di Hongdae, tiga puluh menit lagi.”

Gila, tidak mungkin ia bisa tiba-tiba ada di Korea padahal tepat kemarin malam kami melakukan video call dan tepat di belakangnya pula berdiri dengan megah Museum Louvre. Tidak, Cheonsa pasti sedang mengerjaiku hanya karena ini hari Sabtu.

“Tapi, Cheon―”

Sampai jumpa, I love you!

Tuhan, bagaimana ini? Apa benar ia telah ada di Korea? Memangnya sekarang ini musim libur di Paris? Atau terjadi sesuatu hingga ia harus pulang mendadak seperti ini? Bagaimana ini? Apa aku harus datang atau…

“Ah, lebih baik datang saja!”

Berpikirlah, Wonwoo. Apa yang harus kulakukan sekarang. Tiga puluh menit dan butuh waktu setidaknya dua puluh menit untuk sampai di sana. Apa yang harus kupakai? Apa yang harus kubawa?―

Tunggu, kenapa aku jadi berlebihan seperti perempuan? Aish, anak itu memang selalu menyusahkan.

Hingga akhirnya aku hanya memakai pakaian kebangsaanku; celana dan baju hitam, sepatu dan jaket senada. Rambut? Masa bodoh, aku tak terlalu memedulikan penampilanku. Melihat cermin sekali lagi, aku berjalan keluar rumah dan langsung menaiki motorku. Oke, sebenarnya belum resmi milikku karena aku belum punya lisensi.

Banyak hal yang kupikirkan di sepanjang perjalanan. Bagaimana keadaannya, apakah ia sehat, wajahnya sepertinya semakin cantik hanya dengan melihatnya lewat video, dan apa yang sebaiknya kubawakan untuknya?

Masalahnya ialah, Cheonsa bukan tipe gadis yang akan luluh saat diberi bunga, cokelat atau boneka oleh kekasihnya. Malah mungkin ia akan langsung menertawaiku jika aku memberikan semua itu padanya. Hah, ia selalu membuatku bingung dan kehabisan akal sendiri. Sebaiknya aku menemukan ide bagus atau ini akan menjadi kencan yang tidak menyenangkan.

Sudah berapa tahun, ya? Kami berkencan sejak kelas dua SMP dan ia pindah ke Paris setelah lulus. Ini tahun ketiga di SMA, ternyata sudah cukup lama hubungan jarak jauh ini berlangsung. Jika ada yang bertanya mengapa kami masih bisa lanjut samapai sekarang, jawabannya adalah karena kami berdua saling percaya satu sama lain.

Dan hubungan seperti ini tak terlalu membosankan untukku. Maksudku, kami hanya bertemu setidaknya tiga kali setahun di hari-hari yang memang memiliki sense seperti libur musim panas dan libur natal serta libur-libur lainnya. Waktu bertemu yang singkat itu kami manfaatkan sebaik mungkin. Ya, kira-kira seperti itulah.

Ya, kau di mana?”

Aku sudah memarkirkan motorku dan kini memutuskan untuk berjalan menerobos keramaian. Jalanan Hongdae memang sangat padat apalagi sekarang sedang ada event kembang api. Aku masih menempelkan ponsel di telinga, namun entah mengapa hanya ada suara bising yang terdengar. Aku tak bisa mendengar jelas suaranya.

“Cheon, coba angkat tanganmu.”

Bodoh! Aku kan lebih pendek. Harusnya kau yang angkat tanganmu!

Sontak aku tertawa mendengarnya yang merajuk. Ia memang cukup tinggi untuk ukuran gadis, tapi tetap saja masih kalah jauh denganku. Masih sambil tertawa, aku menurut dan mengangkat satu tanganku. Aku memakai gelang couple kami dengan harapan bahwa Cheonsa bisa langsung menyadarinya.

“Wonwoo!”

Bersamaan dengan teriakan itu, aku berbalik badan ke belakang dan mendapatinya yang telah memelukku dengan erat. Memang agak kaget awalnya, namun refleks kubalas pelukannya dan ikut tertawa melihatnya yang seperti anak kecil tersesat dan baru menemukan ibunya.

Ia melepas pelukannya, melihatku dengan mata hijau yang selalu kurindukan. Ia bertambah tinggi dan semakin cantik. Rambutnya sangat panjang dan ia hanya mengikat poninya seperti anak kecil. Gayanya juga masih sama, jauh dari kata feminin namun tetap terlihat manis. Berbeda dengannya yang sepertinya sangat senang, aku justru menjadi sangat gugup sekarang.

“Ternyata selama ini kekasihku ialah sebuah tiang listrik,” ucapnya yang menilik penampilanku dari atas hingga bawah. Apa katanya tadi?

Ya, mana ada tiang listrik tampan seperti ini?!”

Daebak, suaramu berubah drastis!”

Sepertinya anak ini mengalami jetlag atau sejenisnya. Tidakkah ia sadar bahwa kami sering bicara lewat telepon? Bagaimana bisa ia bilang jika suaraku berubah drastis?

“Libur kenaikan kelas kemarin kan kau pulang ke sini, bahkan hampir setiap hari kita bicara lewat telepon. Bagaimana bisa kau bilang suaraku berbeda?”

Mendengar ucapan panjang lebarku membuat Cheonsa tertawa, dan tanpa kuduga ia memelukku lagi. Hei, ini tempat umum. Sepertinya budaya Paris sedikit mengontaminasinya. Walaupun begitu aku balas memeluknya lagi, tanpa bisa dipungkiri aku sangat merindukannya.

“Kau tak memberikanku apa pun? Aku izin sekolah seminggu hanya untuk bertemu denganmu,” katanya dalam pelukanku. God, sepertinya ia benar-benar telah terkontaminasi budaya Paris.

Senja telah menjemput malam, membuat jalanan ini semakin diramaikan oleh sinar lampu di tiap sisinya. Suasana yang bagus, indah dan memiliki sense romantis bagiku. Mungkin sedikit menggodanya akan menjadi salah satu hal yang menyenangkan malam ini. Aku melepaskan pelukan kami, menatapnya dengan wajah yang telah kuatur sedemikian rupa hingga terlihat memesona.

How about kissing? Under the spotlight?” bisikku pelan, smirk tampan berhasil kutunjukkan.

Let’s counting until three

Catch me if you can!” teriaknya, yang langsung kabur meninggalkanku sendiri dalam keramaian. “I’ll give you everything then!”

Bersamaan dengan teriakan selanjutnya, kakiku berlari mengejarnya secepat mungkin. Ia tak akan bisa lari lagi jika aku telah berhasil menangkapnya. Jangan pernah meremehkan seorang Jeon Wonwoo. Aku bisa berubah menjadi pribadi yang pantang menyerah jika sudah menyangkut sesuatu yang sangat ingin kulakukan atau kudapatkan.

Nada bicaraku menjadi terlalu intens dan kesenangan. Saat kau meninggalkanku aku tak punya tenaga untuk berteriak. Aku tak punya pilihan lain selain tersenyum. Lebih dari sekadar perbedaan tinggi badan, aku mengejarmu dan kita berlari di jalan yang sama. Bertemu di jalan, di bawah lampu terang.

 

Hanya Cheonsa yang bisa membuatku seperti itu, bertingkah tak wajar dan berkata manis di tiap ucapanku. Ketika rindu ini semakin menguasaiku, biarkanlah aku menjadi laki-laki paling bahagia di dunia ini. Hanya untuk beberapa hari, sampai jarak kembali memisahkan kami.

It’s no problem, isn’t it?

FIN

Wonwoo makes me feel asdfghjklzxcvbnmpoiuytrewq hehe. Just waiting for the last series of Fronting, starring Jihoon😀 Happy reading^^

14 responses to “[Fronting] Long Distance Relationship – Angelina Triaf

  1. Wonwoooooo aaa cute banget hubungan mereka thor. Cara mereka mertahanin hubungan mereka meskipun ldr an suka bangeet
    aaand ini yang kelima ya thor hihihi ditunggu yang ke enam

  2. Kyaaaaa, Wonwoo.. Sang tiang listrik yang selalu noona suka >.<
    Manis banget sih kelakuan dede yang satu ini, noona juga rela kok LDR -an sama Woonwoo.. ^^

  3. Wonu monyong….. Ahh baper waaa apaan itu how about kissing, kissing tuh ember cucian kkkkk kezel wa bias kok pada sok manis semua huaaaaa im waiting for jihoon thorrr mwaaahh

  4. Sebelumnya maaf ya karena aku nggak tau wonwoo itu siapa hehehe ya maklum kurang update akunya, jadi aku ngebayanginnya itu orang lain. Tapi aku suka sama ceritanya, salut juga sih mereka bisa bertahan selama itu meskipun mereka LDR dan pas ketemu mereka tetep bisa keliatan sweet meskipun cuma dengan momen2 kecil kayak gitu. Pokoknya ini keren dan buat authornya semangat terus ya nulis ff keren lainnya

  5. Pasangan ini manis banget sih,,walo pun ldr tetap aja langgeng ya…resep nya apa sih hhihihi…
    Authornim ada yang joshua ver gak..
    Aku tunggu karya selanjutnya
    Semangat..

  6. Pingback: [Fronting] Shocking Confession – Angelina Park | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s