[1st chapter] PLAYER – Tochterqua

cahyo3

Charismagirl @ cafeposter

{Tochterqua present}

Park Chanyeol and you/OC

Other Cast : Kim Ahra/OC, Mark Yi En Tuan[Got 7]

Romance,Complicated,Campus life

PG 17! – Chaptered

Previous : TeaserProlog

 

Recommanded song : EXO – Playboy

Haneul masih memikirkannya. Apa ia harus memberitahukan kepada Ahra tentang kejadian diapartemen itu? Tapi ia tidak mau jika ia dikatakan sebagai ‘perusak hubungan orang’ nantinya. Apalagi semenjak kejadian Ayahnya 10 tahun yang lalu,ia sungguh membenci pria selain Mark dan Phao[1]. Itulah sebabnya ia belum pernah ingin berpacaran,padahal usianya sudah hampir 20 tahun.

 

Haneul hanya melamun melihat Ahra yang sibuk dengan makanannya. Ahra yang menyadarinya langsung mengejutkan Haneul.

 

“Ya! Kau tidak mau makananmu?”

 

Haneul mengerjap pelan.

 

“Apa kau ada masalah? Ceritakanlah kepadaku” lanjut Ahra lagi.

“Tidak,aku tidak mempunyai masalah”

“Kau yakin?”

 

Haneul mengangguk.

 

“Yasudah,makanlah makananmu itu. Jika dingin sudah tidak nikmat lagi”

“hm Ahra-ya..”

Ahra tersenyum. “Kenapa?”

“Sudah berapa lama kau berpacaran dengan Chanyeol?”

 

Ahra menaikkan alisnya sebelah.

 

“Ti.. A- Aku tidak bermaksud untuk..”

Ahra tertawa. “Iya,aku tau. Hm mungkin sudah sekitar 2 tahun? Ya,2 tahun”

“Maaf sebelumnya menanyakan hal pribadi seperti ini,tapi…” Haneul menggaruk tengkuk yang tidak gatal,lalu melanjutkan lagi. “Apakah kau pernah melihat ia…”

“Selingkuh?” Ahra melanjutkan.

“Iya.. Itu.”

“Sebenarnya.. Aku sudah beberapa kali melihat Chanyeol bercumbu dengan perempuan lain. Dan teman-temanku juga pernah melihat dia di motel menggandeng perempuan lain dengan keadaan mabuk.”

“Dan kau?”

Ahra masih tersenyum. “Aku?? Tentu saja aku marah,kecewa,dan menangis. Beginilah resiko memacari seorang player seperti dia.”

“Apa kau pernah menanyakannya dengan Chanyeol?”

“Pernah,dan ia menjawab dengan datar ‘aku memang seperti ini ahie,ini tidak akan pernah bisa diubah lagi dalam kehidupanku. Jika tidak mau menerimaku yang seperti ini,putuskanlah aku. Aku bahkan tidak memerlukanmu’ ”

“Mwo?? Dia mengatakan seperti itu!?”

Ahra tersenyum miris, lalu menjawabnya dengan gumaman.

“Hei! Mengapa tidak kau putuskan saja?”

 

“Aku tak sanggup kau tau? Aku sangat menyukainya,maksudku mencintainya. Selama yeoli masih menganggapku pacarnya,kenapa tidak bertahan saja jika sanggup?”

 

“Walaupun Chanyeol seperti itu,aku tau ia menyayangiku dengan tulus” lanjutnya dengan senyuman merekah.

 

Iya,aku juga yakin. Ia menyayangi ‘tubuh’ mu dengan tulus,bukan dirimu. Sahut Haneul dalam hati.

 

“Kau darimana tau bahwa dia seperti itu?”

“Sebenarnya… Semalam aku melihat dia berciuman dengan seorang gadis disamping pintu apartemenku”

“Kalian bertetangga?” Sahut Ahra antusias.

“Entahlah”

“Yeay! Aku senang mendengarnya. Jadi aku bisa berkunjung ke tempatmu kapan saja. Bolehkan?” Ahra terlihat senang,walaupun Haneul tau ada rasa sesak didada gadis periang itu.

“Tentu saja haha” jawab Haneul sambil terkekeh paksa.

 

Ahra’s pov.

 

Malam ini, Yi En akan berkunjung melihat-lihat apartemenku. Sungguh aku senang mendengarnya. Sudah lama aku tidak bertemu dengan kakak tampanku itu. Jadi aku membuat beberapa makanan kesukaannya.

 

Ting.. Tong..

 

Ia datang! Tanpa menunggu lama, aku langsung berlari dari dapur dan langsung membuka pintu tanpa melihat dulu siapa yang datang. Dan aku salah,yang datang bukan Yi En.

 

 

Tetapi Chanyeol.

 

 

Hey Playboy haha Let’s play!

 

“Hai tetangga baru!” Sapanya riang,tidak seperti Chanyeol yang tadi pagi atau yang kemarin malam yang ‘liar’ dan ‘mengerikan’.

“Hai?” Sapaku balik lebih ke bertanya.

 

Tiba-tiba ia langsung masuk kedalam tanpa meminta izin. Dan duduk dengan tidak sopannya disofa depan tv. Ia melihat ke sekelilingnya dengan santai bahkan tidak memedulikanku yang melihatnya dengan sinis.

 

“Tidak jauh berbeda dengan apartemenku”

“Memang aku peduli?”

“Hei! Berbaiklah dengan tamu, apa kau tidak berencana membuatkanku minuman atau sedikit cemilan?”

“Ya! Aku bahkan tidak mengenalmu”

Chanyeol menaikkan alisnya sebelah. “Kau yakin?”

“Ugh. Baiklah,kita bahkan baru saja mengenal tadi pagi. Dan kau seenaknya duduk tanpa meminta izin telebih dulu. Sekarang kau mau aku membuatkan minum? Buat saja sendiri!”

“Oke,baiklah” Lalu ia berdiri dan beranjak kedapur.

 

Bukankah ia menyebalkan?

 

Setelah beberapa menit, ia kembali dengan membawa secangkir kopi dan mochi dimulutnya. Tunggu.

 

Mochi??

 

“YA!! Siapa yang menyuruhmu memakan itu?”

“Nyam, ini enak. Apa kau yang membuatnya? Sebaiknya aku mengambilnya lagi” Katanya sambil ingin beranjak kembali ke dapur.

 

Tapi, aku menarik bajunya agar ia tak bisa berjalan lagi. Itu makanan yang ingin kuberikan kepada Yi En, dan dia seenak jidatnya ingin memakan itu lagi. Aku benar-benar tidak sabar lagi dengan kelakuannya.

 

“Err YA!! Sebaiknya kau keluar! KELUAR!!” teriakku. Membuat Chanyeol yang terdiam melihatku dengan tatapan yang sulit diartikan.

 

Hening seketika.

 

Aku tak sadar jarakku dan dia sudah disebut jarak berbahaya. Tapi,aku bisa melihat wajahnya yang… Tampan?

 

Hm aku mengakui sekarang bahwa dia sungguh tampan. Matanya yang bulat,hidungnya yang mancung,lekukan wajah yang sempurna, dan bibir yang menggoda. Bukankah beruntung sekali yang sudah mencicipi bibir itu? Tak sadar, aku menggigit bibir bawahku. Ya Tuhan,apa yang kupikirkan.

 

“Tapi aku tak mau” jawabnya,lalu menjauh dari jarak beberapa centi tadi.

“Y- Ya!” Bagus, Sekarang aku gugup.

“Baiklah,aku akan pergi. Tapi, kau juga harus ikut ke apartemenku”

 

Apa dia gila?

 

“Tidak!” Jawabku.

“Oh ayolah! Aku akan membuatkanmu secangkir teh dan berbincang-bincang sebentar”

 

Tidak, Aku tidak akan pernah mau menerima ajakan pria berbahaya ini. Ada berbagai macam hal yang bisa terjadi diapartemennya itu nanti. Hei! Aku bahkan belum pernah berciuman, pacar saja tidak punya.

 

God, Apa yang kupikirkan sekarang.

 

“Tidak,aku tidak bisa. Kakakku sebentar lagi datang jadi…”

Kata-kataku terputus oleh suara LINE masuk dari handphone ku. Tanpa pikir panjang aku langsung membacanya.

 

From : Phi² Yi En<3

Maafkan aku Haneul,malam ini aku belum bisa pergi ke apartemenmu. Ada banyak tugas yang harus kuselesaikan. Lain kali saja okay? ^^

 

Aku menelan ludahku. Chanyeol melihatku sambil menaikkan sebelah alisnya,jangan lupa dengan senyuman miring yang pernah ia perlihatkan kepadaku tadi pagi. Sepertinya, ia juga membaca pesan masuk tadi.

 

“Kau tidak punya alasan lagi, Cho Haneul”

Aku pasrah. Sungguh,aku lelah untuk menolak lagi. Lagian, jika terjadi sesuatu kepadaku aku bisa mengelak. Aku lupa aku pernah ikut taekwondo dulu. “Baiklah”

 

Ia menampakkan sederet gigi putihnya. Senang. Ugh, pria berbahaya ini kenapa bisa bertingkah imut?

 

Lalu ia menyuruhku untuk mengikutinya. Apa aku bisa bertahan lama disini dengan tetangga yang memngerikan seperti dirinya? Aku benar-benar tidak yakin.

 

 

Sampai ditempatnya, ia menyuruhku untuk duduk. Aku hanya bisa melihat pemandangan dari jendela yang menampakkan seoul pada malam hari. Ini sedikit tidak nyaman sebenarnya.

 

Ia datang sambil membawa 2 cangkir teh panas dan ikut duduk dihadapanku.

 

Hening dan cukup canggung sebenarnya. Aku benar-benar ingin kembali ke kamarku sebenarnya. Ini sudah cukup malam dan aku lelah.

 

Ketika aku ingin pamit pulang, ia sudah dahulu berbicara. “Well, bukankah ini malam yang panas?”

 

What the?

 

Aku hanya bisa mengerutkan dahiku.

 

“Sebaiknya aku mandi, bisakah kau menungguku?”

Aku menghembuskan nafasku panjang. “Baiklah,jika itu tidak memerlukan waktu yang lama” Ia mengangguk,lalu beranjak ke kamar mandi.

 

 

Tak selang waktu lama, aku mendengar suara decitan pintu kamar mandi yang jaraknya lumayan dekat dengan tempatku duduk. Dan memperlihatkan siluet pria jangkung yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk. Jangan lupa dengan badannya yang hanya membalut bagian bawah.

 

Aku tak sengaja berdiri dan refleks menggigit bibir bawahku.

 

Apakah itu Chanyeol? Tuhan,jika kau tidak mengizinkanku untuk keluar,bisakah kau membuatku tidak mimisan? Oh cara berdiriku saja pasti sangat konyol sekarang,apalagi jika aku mengeluarkan darah dari hidung. Lebih baik aku hilang perawan karenanya daripada ia harus melihatku mimisan. Wait,what?

 

Ugh,lupakan.

 

Hening.

 

Ia terdiam. Aku terdiam.

 

Ia melihatku. Aku melihat dia.

 

Please, Chan. Kenapa kau harus berdiam disitu lagi?

 

Aku menggigit bibir bawahku lebih keras,agar tidak mengeluarkan suara teriakan nyaring nantinya. Dia benar-benar sudah membuatku gila.

 

Sungguh, ini baru pertama kalinya aku merasakan jantungku berdetak abnormal hanya karena seorang pria imut yang mengerikan ini.

 

Ia tersenyum miring. Lagi. “Bisakah kau tidak menggigit bibirmu? Itu seperti kau ingin bermain bersamaku” Lalu ia berjalan menghampiriku.

 

Aku panik. “A- Apa maksudmu?”

“You know what i mean,Han”

 

Selanjutnya aku merasakan sesuatu yang lembut dan basah dibibirku. Aku tau ia menyiumku sekarang. Aku tau dan aku hanya diam. Sungguh,aku tidak bisa bergerak karena tangannya yang melingkari tubuhku.

 

End pov.

 

Chanyeol memperdalam ciuman mereka, ia semakin mempersempit jarak.

 

Haneul? Ia masih terdiam kaku. Tidak membalas dan tidak menolak.

 

Ciuman itu semakin panas. Lidah Chanyeol mendesak ingin masuk kedalam mulut Haneul. Tapi Haneul menutup mulut rapat, tidak berencana untuk mengizinkannya masuk.

 

Bukan Chanyeol jika ia menyerah. Ia menggigit bibir ranum Haneul, membuat Haneul membuka mulutnya dan mengeluarkan suara lenguhan kecil. Chanyeol menolak Haneul ke dinding,ia tidak berencana untuk melepas ciuman tesebut.

 

Haneul sempat menolak yang Chanyeol lakukan kepadanya. Uh,dia lupa. Bukankah dia ikut taekwondo ketika sd?bahkan ia ikut hanya 2 atau 3 kali pertemuan. How stupid she is?

 

Siapa yang mau menolak pesona dan kelakuan Chanyeol? Hanya wanita yang tidak normal dan bodoh menolaknya dan itu bukan Haneul. Iapun membalas ciuman Chanyeol, membuat Chanyeol tersenyum disela-sela kegiatan mereka. Sungguh, ia belum pernah sesenang ini mencium seorang wanita. Mereka memiringkan kepala berlawanan arah untuk mendapat pasokan oksigen yang semakin berkurang.

 

Dan Haneul tersadar.

 

I’ve decided what to call you, just one kiss

Whetever it’s your or misfortune that you’ve met a guy like me.

 

Ia langsung menolak dada Chanyeol sekuat tenaga,membuat Chanyeol sedikit terjungkal kebelakang.

 

Suara Haneul bergetar. “Apa yang telah kau lakukan?”

“Hah? Aku? Ya! Kau juga melakukannya Han!”

 

Haneul terdiam. Sungguh, ia benar-benar tidak sadar ketika membalas ciuman itu. Maksudnya bukan tidak sadar secara harfiah,ia masih bisa merasakan manis bibir seorang Park Chanyeol. Tapi, ia seperti orang mabuk. Dan ciuman itu sangat memabukkan.

 

Haneul ingin merasakannya lagi

 

Chanyeol juga ingin merasakannya lagi.

 

Haneul menunduk. Chanyeol mengangkat dagu Haneul,ingin melihat paras cantik yang ia kagumi sejak pertama kali bertemu.

 

“Maafkan aku” Chanyeol menyesal ketika melihat wajah Haneul yang sedih,bingung,kecewa?entahlah.

 

Tunggu. Chanyeol menyesal? Ia meminta maaf!?

 

Sungguh, ini bukan Park Chanyeol ganas yang orang kenal. Ia tidak pernah menyesal kepada orang yang ia paksa cium,bahkan yang ia tiduri sebelumnya. Dan sekarang?

 

Chanyeol telah berbeda hanya karena seorang wanita. Dan hanya dalam jangka waktu satu hari.

 

Tapi hanya beberapa menit. Setelahnya, ia kembali menampakkan smirk anehnya itu lagi.

 

“Tapi, aku tau kau menyukainya”

 

It’s alright, its’s alright, I know your heart.

 

Lidah Haneul kelu. Ia ingin membantah sebenarnya, ia benar-benar tidak ingin dipermainkan oleh Chanyeol nantinya. Ia tidak ingin jadi salah satu bahan permainan Chanyeol. Tapi jujur, ia memang menyukainya.

 

Chanyeol kembali mendekat. Memeluk Haneul,lalu menghirup aroma vanilla bercampur keringat yang ada ditubuhnya, tapi Chanyeol tak bosan-bosan untuk menghirupnya dalam-dalam. Uh,dia sangat menyukainya.

 

Haneul mematung. Ia merasakan geli ketika hidung Chanyeol menyentuh lehernya. “Chanyeol-ah! Stop it” bisik Haneul yang membuat Chanyeol tambah ingin melanjutkannya.

 

Dan Haneul tidak sanggup menahan desahannya ketika Chanyeol menggigit leher mulusnya. Chanyeol berhenti,menatap Haneul yang melihatnya dengan tatapan takut.

 

“Uh, please. Don’t look at me like that. I know you like it Han,Don’t be lying”

 

Haneul menduduk. Chanyeol menghembuskan nafasnya kasar. “Sungguh,aku belum pernah sebelumnya khawatir dengan wanita. Tapi, aku sangat khawatir denganmu. I’m sorry, for being selfish now. I just want you to answer my question. Can you?”

 

Haneul mengangguk.

 

“Do you wanna have a sex with me?”

Haneul melihatnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca. “Are you crazy?”

“Yes, i’m crazy. Because of you”

 

Haneul mendecih. Ia memegang kepalanya yang terasa sakit. “Aku mau pulang” Haneulpun berjalan menuju pintu luar. Chanyeol sempat menahannya, tapi Haneul menepisnya dengan kasar.

 

Ia tidak ingin menjadi perusak hubungan Chanyeol dan Ahra nantinya, ia tidak ingin kejadian seperti Ayah dan Ibunya terulang kembali dikehidupannya. Apalagi sekarang dia yang menjadi Wanita perusaknya.

 

Haneul tidak bisa tidur. Bahkan,setelah menutup mata selama apapun ia tetap tidak bisa terlelap. Ia masih memikirkan kejadian tadi. Rasa manis bibir Chanyeol.

 

Dia bisa saja menerima tawaran bermain Chanyeol tadi. Tapi, hei! Chanyeol memiliki kekasih dan Haneul tidak mencintainya,bahkan mereka kenal belum sampai 24 jam lamanya. Bukankah bercinta sebenarnya harus saling mencintai?

 

Yap,ini keputusan yang baik, Cho Haneul. Gumam gadis itu dalam hati.

 

 

“Ya! Apa memang kau tidak punya pekerjaan lain selain melamun?” Ahra mengejutkan Haneul yang sibuk dengan pikirannya.

 

Haneul hanya menggosok lehernya,sambil menampakkan senyum terpaksa. Kebiasaannya ketika malu.

 

Ahra tidak sengaja melihat sesuatu dileher Haneul. “Tunggu dulu” Ahra melihat satu bekas keunguan yang jelas dileher mulus Haneul.

 

Ahra hanya ber o sambil berdehem ria.

 

“Bu.. Ini bukan seperti yang…”

“Hei! Santai saja,aku mengerti kok” Ahra memotong sambil tersenyum.

“Tap-”

“Hahaha tenang saja Haneul,aku tidak akan mengatakan kepada orang lain” bisik Ahra,lalu mengedipkan sebelah matanya.

 

God,apa reaksi dia kalau tau jika kekasihnyalah yang membuat jejak sialan ini dileherku.

Haneul membatin.

 

Beberapa detik kemudian, LINE masuk ke handphone Haneul.

 

From: Phi Yi En<3

 

Han,sepertinya hari ini aku bisa pergi keapartemenmu. Jadi,kita pulang bersama ya? Aku menunggumu di gedung seni. Jangan telat ya gendut!^^

 

Haneul mengulum senyum senang. Ya walaupun ia sedikit kesal saat dibilang gendut. Hei! Emang ada yang mau dibilang gendut? Itu kata yang kasar bagi seorang wanita.

 

Ahra mengintip pesan tadi,lalu melihat Haneul yang seperti orang setengah waras karena tersenyum sendiri.

 

“Mark Yi En Tuan?” Tanya Ahra

“Iya, kau mengenalnya?”

“ofcourse yes, dia sungguh terkenal dikalangan dosen dan mahasiswa. Siapa yang tidak mengenalnya di hanyang university selain orang yang kudet?”

“Benarkah?”

Ahra hanya mengangguk. “Apakah dia yang membuat jejak dilehermu tadi malam?” tanya Ahra dengan tatapan mengintimidasi.

“Apa? Hei-”

“Sudahlah, Han. Kau selalu bertingkah malu-malu denganku”

“Tap-”

Ahra berdiri dari kursi perpustakaan. “Sudah waktunya masuk,sebaiknya kita pergi”

Ahra langsung berjalan meninggalkan Haneul. “Ya Tuhan,Ahra!” sahut Haneul sabar.

 

 

Seperti yang dijanjikan Mark, Haneul menunggunya di gedung seni. Hei! Bukankah yang seharusnya menunggu itu Mark,bukan Haneul? Itu bukan masalah sekarang. Selama ia menunggu Mark,ia tidak sendiri. Ada Ahra yang menemani.

 

“Ahra-ya, sebaiknya kau duluan pulang saja”

“Tidak apa,Han. Yeoli juga sebentar lagi akan menyusulku kesini”

Chanyeol? Oh tidak. “Jangan!!”

Ahra mengerutkan dahinya. “Kenapa?”

Sungguh,perkataan tadi keluar begitu saja dari mulut Haneul. Dan Haneul hanya menggaruk tengkuk yang tidak gatal karena tidak tau mau menjawab apa.

 

Setelah kejadian semalam. Ia berjanji dengan dirinya sendiri ia akan menjauh dari pria imut yang mengerikan itu. Atau dia akan terjebak lagi dengan sentuhan-sentuhan yang memabukkan dari pria trsebut. Ugh, Haneul tidak ingin mengingatnya lagi.

 

Beberapa saat kemudian, seseorang mengejutkan Haneul membuat Haneul hampir saja terjatuh kalau tidak Ahra yang menahannya.

 

“YA!!”

Mark tertawa renyah.

Haneul mengerucutkan bibirnya. “Apakah itu sapaan pertama setelah lama tidak berjumpa?”

Mark tersenyum gummy,lalu mengelus puncak kepala Haneul. “Itu hanya candaan,Han. Kau sudah bertambah dewasa sekarang dan semakin berisi”

“Ya!” dan Mark tertawa lagi.

“Hei! Apa aku tidak terlihat disini?” protes Ahra yang tidak dipedulikan.

“Ahra-ssi? Oh maafkan aku” Kata Mark menyesal.

“Tak apa,sunbae”

Haneul melihat Ahra dan Mark bergantian.

“Kalian saling mengenal?”

“Ahra dan aku masuk ke HYU music club,jadi aku mengenalnya disitu. Memangnya Ahra tidak mengatakannya padamu?”

Haneul melihat Ahra dengan tatapan meminta penjelasan dan dijawab dengan senyuman oleh Ahra.

“By the way,sudah berapa lama kalian pacaran?” Tanya Ahra dengan santai.

Mata Haneul membola. Mark bingung. “Pacaran?”

Dan Mata Haneul semakin membola ketika melihat Chanyeol yang sedang berjalan ketempat mereka berada. Ya Tuhan!

“Iya,pacaran” jawab Ahra lagi.

“Yi en,sebaiknya kita pulang sekarang”

“Tapi..”

Mata Haneul memelas,seperti ingin menangis. “Kumohon!”

Haneulpun menarik lengan Mark menjauh dari gedung seni,sebelum Chanyeol sempat melihatnya. “Aku akan menjelaskanmu sesuatu nanti,Seeyou!” Sahut Haneul terakhir.

 

Chanyeol sampai ditempat Ahra berdiri. Melihat kedua orang yang terburu-buru keluar dari gedung.

“Apakah itu Mark?”

Ahra mengangguk, masih bingung dengan kejadian tadi.

“Ada hubungan apa mereka berdua?” tanya Chanyeol dengan rasa penasaran.

Ahra menengadah kearah Chanyeol yang terlalu tinggi dibandingkan tubuh mungil Ahra.

“Mereka berpacaran,sudah lama sepertinya. Tapi aku masih bingung”

“Bingung kenapa?”

“Entahlah” Jawab Ahra,tidak ingin memedulikannya lagi.

 

Chanyeol melihat kearah jejak kepergian Haneul dan Mark yang sudah hilang dari tadi. Chanyeol tidak suka mendengar bahwa Haneul sudah dimiliki orang lain. Chanyeol juga tidak suka ketika Haneul menggandeng pria seperti itu. Apa dia cemburu? Entahlah, mereka baru saja kenal 2 hari yang lalu dan Haneul sudah bisa membuat seorang player seperti Chanyeol cemburu? Bukankah itu hebat?

 

Chanyeol seperti sudah gila sekarang.

 

So i’m happy,

Please don’t run away, Don’t try to leave me

Haneul dan Mark sampai diapartemen Haneul. Mark duduk,dan Haneul menyuguhkan secangkir teh dan mochi yang ia buat untuk Mark.

 

“Haneul,bisakah kau menjelaskan apa yang Ahra katakan tadi?”

Haneul mematung. “Hm itu..” Haneul menggosok-gosok lehernya.

Mark menunggu jawaban Haneul. “Apa?”

“Sebenarnya ia salah paham”

“Salah paham tentang apa?”

“A- Aku tidak bisa me- mengatakannya kepadamu”

Mark tersinggung. “Sejak kapan kau menyembunyikan sesuatu dariku?”

“Bukan begitu,Yi En-ah. Aku hanya tidak ingin kau marah”

Mark tersenyum. “Jika kau mengatakan kepadaku seperti itu,bagaimana bisa aku marah lagi”

“Benarkah? Apa kau akan mengatakannya kepada ibu dan phao?”

Mark mengangguk. “Aku tidak akan mengatakannya jika itu maumu”

Haneul tersenyum lebar. Lalu ia menceritakan semua kejadian yang ia alami. Dan menampakkan kiss mark yang ada dileher Haneul.

 

Mark terdiam dan Haneul khawatir. Ia takut yang ia bayangkan akan terjadi.

 

“Aku akan mengatakannya kepada ibu”

 

 

 

-To be continue-

 

Kamus:

[1] : Ayah tiri

[2] : Kakak

 

 

Note: Yi En itu panggilan dari keluarganya untuk Mark, Aku harap ga bingung bacanya hehe:)

 

Akhirnya first chapter siap juga..

Gimana? Gimana? Udah ah aku tutup kuping aja dengernya. Aku tau kok ceritanya absurd bgt:” trus waktu aku baca ulang kayanya cerita pasaran yah:”’

Tapi sebagai pemula seperti aku, cape bgt mikir ceritanya biar enak dibaca (walaupu ttp gaenak dibaca). Jadi tolong ya ngasih komentarnya,makasih:)

sorry for typo’s

http://tochterqua.wordpress.com

 

Park Chanyeol

20151114203051

Cho Haneul

IMG_20151114_205138

Mark Tuan

20151114203850

Kim Ahra

20151114203327

123 responses to “[1st chapter] PLAYER – Tochterqua

  1. Oh ya pas bgian haneul malah di tulis : Ahra’s pov. Cmn kasih koreksi dikit, maaf kalo gk guna(?) T.T
    Apa haneul tipikal cewe yg gmpg terpesona ama cwo? Dan knp dia critain itu smua ke mark? Kalo aku sih bakal canggung rasanya wkwk..

  2. wow visual cewe² cakep² banget… btw part ini keren. apalagi part selanjutnya ya hehehe.. lanjut baca ^^

  3. kak,.beneran dehh tiap ada kata chanyeol-ny guaa panas dingin sendiriiii..di otak tuuu uda mikir seberapa pervertnya sii yeolll,.
    gmna dong kakk..
    yeol baru kenal haneul aja uda beranii bgt kasih kissmark,.pliissa jgn terpesona dong ma yeolll..
    trs ada typo yaa kak..waktu haneul pov kan sbnernya tp ketulis ahra’s pov..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s