[Fronting] Shocking Confession – Angelina Triaf

uji

Angelina Triaf ©2015 Present

[Fronting] Shocking Confession

Lee Jihoon/Woozi (Seventeen) with OC | Fluff | G | Drabble, Series

Prev:

Cant’t Control | Keep Understanding | Actions Problem | Perfect Appearanc | Long Distance Relationship

“Boys have their own serious problem about girls.”

0o0

“Akhirnya Lee Jihoon bisa juga ditaklukkan oleh seorang gadis.”

Aku memutar bola mata, lebih memilih memandang layar komputer di hadapanku ketimbang wajah menyebalkannya. Iya, lebih tepatnya semakin menyebalkan setelah dengan memalukannya ia melihat berbagai puisi cinta yang kubuat di memo ponselku―oh, lebih tepatnya mungkin beberapa curahan hati. Harga diriku hancur sebagai seorang laki-laki.

Tapi takluk bukanlah kata yang tepat untuk menggambarkan keadaan hatiku saat ini. Boleh saja benar jika pertahanan hatiku telah ditembus oleh si gadis yang ia bicarakan, tapi tetap saja bukan takluk yang kurasa tepat. Mungkin lebih seperti, ada bunga-bunga bertebaran ketika aku melihat senyumnya. Ya, hanya sampai pada tahap itu, tak lebih.

“Aku penasaran dengan gadis misterius ini. Bagaimana orangnya?”

Ia meminum sedikit jusnya dan kembali mengerjakan editan melodi yang kuminta. Memiliki partner seorang gadis ditambah lagi ia sangat cerewet dan jam telah menunjukkan pukul dua dini hari adalah perpaduan yang sangat bagus untuk membuatku ingin menceburkan diri ke sungai. Matanya memang masih menghadap layar yang sama denganku dan tangannya dengan cekatan menggeser kursor ke spot yang seharusnya, tapi aku tahu jika ia menungguku menjawab pertanyaannya.

Ini agak aneh menurutku. Apakah aku sebegitunya tak dekat dengan perempuan? Mengapa hanya dengan melihat tulisan penuh romansa di ponselku saja sudah membuatnya terlihat sangat penasaran dan senang? Ah, jangan-jangan selama ini ia mengira bahwa aku tak menyukai perempuan―salahkan Sunyoung yang selalu menempel denganku, aku resmi menjadi tersangka homo nomor satu di agensi.

Mengalah, aku menghela napas dalam dan fokus menatapnya. “Apakah kalian para perempuan selalu ingin tahu urusan orang lain?” tanyaku dengan suara datar. Kulihat ia mengangguk dengan antusias, masih sambil memandang layar komputer.

“Jika dilihat dari memo ponselmu, kau sudah masuk dalam tahap tergila-gila.” Ia tertawa kecil setelah mengatakannya, membuatku lagi-lagi hanya bisa menghela napas. “Cepat nyatakan perasaanmu atau waktu akan membuatmu kehilangannya.”

Kata lainnya ialah, aku akan kehilangan gadis yang kusukai jika tak segera mengungkapkan perasaanku. Nasihat yang simpel, namun langsung memukulku ke dasar hati terdalam. Haruskah secepat itu mengungkapkan perasaan? Bahkan aku tak tahu bagaimana caranya.

Exactly, how is it?” tanyaku penasaran, masih sambil menatapnya. Ia mengalihkan pandangannya dari layar komputer dan ikut menatapku, dengan senyum kecil yang manis.

Girls like surprise, Jihoon-ah.”

Surprise? What kind of

Maybe a bouquet of white roses or sweet chocolate or confession kiss?”

Confession kiss?

Cup~

                                                                                      

Mungkin aku terlalu banyak menonton film romance rekomendasi dari Sunyoung. Aku pun heran sendiri dari mana gerakan refleks seperti tanganku yang memegang tengkuknya dan bibirku yang menyapa miliknya dapat terjadi dengan sangat natural―bagiku, karena nampaknya ia sangat terkejut.

Satu hal yang bisa kusimpulkan adalah; bibirnya terasa manis seperti ceri.

“Seperti itu?” tanyaku setelahnya, namun langsung kusadari betapa bodohnya diriku yang bisa bertanya sesantai itu. Bodohnya, Jihoon!

Ini menjadi sangat amat awkward, dan aku tak suka atmosfer seperti ini. “Ehm, a-aku―kurasa aku akan membuat kopi sebentar,” ujarku datar―dan gugup―lalu berjalan sesantai mungkin keluar dari ruangan.

Aku tak tahu lagi bagaimana reaksinya dan apakah kami masih bisa bicara lagi setelah ini. Yang jelas, hanya ada sinar bulan yang terlihat dari jendela kaca di sepanjang lorong dan seorang pemuda dengan senyum bahagia yang nampak di sana. Itu aku.

Can I officially call her mine from now? Karena sepertinya aku akan terjaga sepanjang malam, memikirkan tentang bagaimana waktu berjalan dan mungkin menulis sebuah lagu yang menggambarkan bagaimana perasaanku saat ini.

She said that girls like surprise, right? Since she is a girl and there was confession kiss as option, I think I don’t do any mistake. Conversely, I made the right decision.

“Cepat nyatakan perasaanmu atau waktu akan membuatmu kehilangannya.”

 

She said it and I did it for sure.

FIN

 

 

It’s the end of Fronting Series😀 Hope you like all of the stories and see you at the other ones^^

8 responses to “[Fronting] Shocking Confession – Angelina Triaf

  1. loalah ceweknya gak sadar kalo lagi disukain sama jihoon wkwk. Dengan santainya ngasih saran ke jihoon dan jihoon omegat haha

  2. aku udah ada feeling kalo cewek yg disukain jihoon itu si lawan bicara.. hhehe..

    dan yaaakk.. woozi kamu main cium2 anak orang aja.. ini karena dia polos atau apasih -__- pasti karena polos, yaa, karena polos ehehe..

    next member ditunggu kak.. ffnya kereeenn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s