[Freelance] My Lovely Girl (Chapter 6)

mylovelygirl5

My Lovely Girl Chapter 6

 

  • Tittle               : My Lovely Girl Chapter 6
  • Author            : M.T.P
  • Length             : [Chaptered]
  • Genre              : Romance, Marriage Life
  • Main cast :

Kim Ji Soo

Oh Se Hun

Kang Seung Yoon

  • Disclaimer : This fanfic originally written by me, cast belong to God and their agency.
  • Author’s note  : Enjoy and please leave your comment, thanks ^^

Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5

My Lovely Girl

“Busan?” Tanya Gadis berponi yang masih mengenakan seragam sekolahnya. Ia terkejut.

“Ne, eomma akan pindah ke Busan” Jawab lelaki yang mengenakan blazer seragam sekolah yang sama seperti gadis berponi lawan bicaranya. Dua remaja itu sedang duduk bersebelahan di bangku taman.

“Hanya eomma? Oppa tidak ikut pindah, kan?”

“Tidak” Si Gadis tersenyum. Ada perasaan lega di dalam hatinya, ‘Oppa akan tetap tinggal disini’.

“Aku tidak akan ikut ke Busan, karena aku sudah membulatkan keputusanku untuk menjadi trainee di YG Entertaiment” Seketika senyuman gadis itu lenyap dari paras cantiknya. Lelaki itu sudah mengambil keputusan, ia bertekad ingin menjadi seorang trainee dan debut menjadi idol itu berarti hubungan mereka harus putus. Tapi dengan cepat gadis itu merubah ekspresi wajahnya.

“Benarkah?” Gadis itu berpura-pura tersenyum, memberikan ekspresi bahagia karena ia tahu betul debut menjadi seorang idol adalah impian lelaki itu. Lelaki itu mengangguk pelan.

“Kau mendukung keputusanku kan, Ji Soo-ya?” Lelaki itu menolah. Menatap Ji Soo langsung.

“Aku akan selalu mendukung oppa” Ji Soo mengangguk yakin.

“Kau akan menungguku sampai aku berhasil debut menjadi idol?” Ji Soo mengangguk yakin lagi.

“Kau harus menungguku. Ketika aku sudah menjadi seorang idol nanti aku pasti akan datang menemuimu”

“Ne, aku akan selalu menunggu oppa, aku akan menjadi fans besar nomer satu Kang Seung Yoon”

“Aku mencintaimu, Ji Soo-ya”
“Aku juga, oppa”

Flaskback end..

BRAAKKKKK!!!!!!

“Hey apa-apaan kau?!” Teriak manager Nam terkejut melihat Seung Yoon yang datang sambil menendang pintu secara kasar. Seung Yoon berjalan mendekati manager Nam dengan tatapan murka, matanya merah terlihat jelas pria itu habis menangis.

“Kau!!!” Seung Yoon menarik kerah kemeja manager Nam.

“Kenapa kau tidak bilang padaku ketika gadis yang bernama Ji Soo menghubungi ponselku?!” Teriak Seung Yoon di depan wajah manager Nam. Matanya berapi-api seperti ingin menelan manager Nam hidup-hidup. ‘Gadis bernama Ji Soo?’ Manager Nam mencoba mengiat-ingat kemudian ia melepas cengkraman tangan Seung Yoon dari kerah kemejanya secara paksa.

“Oh ya gadis itu memang apa pentingnya? Lagi pula dia tidak menitipkan pesan apa-apa untukmu” Ucap manager Nam. Seung Yoon masih berapi-api, tapi manager Nam malah terlihat santai. Sebagai manager artis ia memang mempunyai tugas untuk mengecheck semua keperluan Seung Yoon, termasuk urusan ponsel. Ketika Seung Yoon sedang latihan atau sedang show, manager Nam akan mengamankan ponsel Seung Yoon.

“Tidak penting katamu? Gadis itu sangat penting bagiku!” Teriak Seung Yoon lagi, rasanya ia ingin sekali meninju wajah menyebalkan manager Nam. Tentu saja Ji Soo sangat penting bagi Seung Yoon, She’s his first love.

“Sudahlah, besok pagi kau ada interview untuk majalah w korea jangan buang-buang energimu, lebih baik kau istirahat” Balas manager Nam enteng membuat Seung Yoon semakin terbakar emosi. Apa hanya ada kerja kerja dan kerja di dalam otak manager Nam? dia bahkan tidak memikirkan mood dan perasaan artisnya? Hah! Manager macam apa?!

“Persetan dengan interview! Aku tidak akan melakukannya!” Teriak Seung Yoon sebelum ia pergi meninggalkan manager-nya yang menjengkelkan itu. Seung Yoon muak. Ia tidak lagi peduli dengan interview. Saat ini yang ada di dalam pikirannya hanyalah Kim Ji Soo. Saat ini hati dan perasaannya sangat hancur.

“Kang Seung Yoon!” Seung Yoon tidak bisa dihentikan. Manager Nam menghela nafas panjang. Ia sedikt khawatir. Seung Yoon belum pernah terlihat semarah ini. Tidak lama kemudian datang seorang staff menghampiri manager Nam.

“Manager-nim, anda harus lihat ini” Ucap staff.

[Breaking News] Seorang idol pria terlihat sedang bertemu dengan kekasihnya di taman dekat sungai Han, siapakah idol pria ini?

Komentar:

– Kang Seung Yoon?

– Akhir-akhir ini banyak beredar rumor tentang Seung Yoon yang kembali lagi bersama mantan kekasihnya, apa ini benar Seung Yoon?

– Hoel, bagaimana bisa orang-orang berkata kalau pria itu Seung Yoon? Kalian bahkan tidak melihat jelas wajah pria itu karena gelap.

– Tolong berhenti membuat rumor tidak masuk akal tentang Seung Yoon, biarkan dia fokus dengan solo konsernya.

Telunjuk manager Nam terus bergulir di layar ponsel milik staff-nya. Matanya fokus membaca setiap komentar pada artikel yang baru saja di publikasi tersebut. Netizen sangat cepat membanjiri kolom komentar, kebanyakan dari mereka menyebutkan nama Kang Seung Yoon disana. Artikel tersebut juga mengunggah gambar idol pria tersebut yang terlihat tidak terlalu jelas karena gelap, gambar-gambarnya diambil dari sisi serong tubuh idol pria itu, menunjukkan idol pria itu sedang memeluk gadisnya, memegang bahu gadisnya dan terlihat seolah keduanya sedang berciuman. Wajah keduanya belum bisa dipastikan jelas siapa mereka.

“Dasar bodoh!” Manager Nam mulai geram. Ia yakin pria yang ada pada gambar di artikel itu adalah Seung Yoon bersama gadis yang bernama Ji Soo. Manager Nam tahu betul jika sudah sampai sejauh ini paparazzi dan netizen pasti akan terus-menerus mencari tahu informasi tentang masa lalu Seung Yoon dan identitas gadis ini. Tentu saja semua itu akan mempengaruhi karir Seung Yoon sebagai seorang idol, apalagi agensi yang dinaungi Seung Yoon saat ini sangat ketat dan selektif terhadap masalah percintaan artis mereka. Seung Yoon tidak diperbolehkan mengencani sembarang gadis.

My Lovely Girl

Sinar matahari memaksa masuk menembus celah-celah tirai. Se Hun membuka matanya berat, mendapati sosok cantik yang sedang tertidur pulas disampingnya, begitu damai dan tenang. Pemandangan indah yang selalu menyambut pagi Se Hun. Rasa kantuk Se Hun hilang begitu saja. Perlahan tangannya mulai mengelus permukaan kulit pipi gadis cantik itu, pikirannya kembali mengingat setiap pergerakan dan desahan erotis mereka semalam. Se Hun tidak bisa berhenti menggoda tubuh istrinya. Se Hun tersenyum geli. Keduanya memang sedang di mabuk cinta.

“Ji Soo-ya, bangun” Se Hun melirik jam dinding kemudian ia berbisik pelan di telinga Ji Soo. Ji Soo selalu bilang ‘aku akan bangun lebih pagi dari Se Hun’ dengan penuh keyakinan tapi kenyataannya dia lebih sering bangun setelah Se Hun. Bunyi nyaring alarm sekalipun tidak menjamin bisa berhasil membangunkan Ji Soo.

“Sayang, bangun” Ucap Se Hun sambil memeluk pinggang polos Ji Soo, semakin memperdekat jarak mereka tapi masih belum ada tanda-tanda Ji Soo terbangun.

“Ji Soo-ya” Bisik Se Hun lagi sambil menghembuskan napas hangat tepat di telinga kanan Ji Soo. Mulai merasa terganggu, Ji Soo menggeliat pelan kemudian ia mengubah posisi tidurnya menjadi membelakangi Se Hun. Se Hun menghela napas, butuh kesabaran ekstra untuk membangunkan istrinya. Ia tidak menyerah. Se Hun kembali mendekat kemudian menciumi bahu polos Ji Soo, ia memeluk tubuh Ji Soo. Tangannya meraba perut rata Ji Soo membuat gadis itu merasa tergelitik.

“Hmmm.. lima menit lagi” Gumam Ji Soo malas.

“Bukankah hari ini kau ada kelas pagi?” Tanya Se Hun.

“Bangun atau aku akan..” Sebelum Se Hun menyelesaikan ucapannya Ji Soo membuka matanya berat sambil mendudukkan tubuhnya karena merasakan tangan Se Hun semakin turun.

“Baiklah aku bangun” Ji Soo bangun, mengambil kemeja Se Hun di ujung tempat tidur lalu memakainya kemudian berjalan menuju kamar mandi sambil menggerutu tidak jelas. Se Hun tersenyum geli. Di bandingkan bunyi nyaring alarm, Se Hun memiliki cara yang lebih ampuh untuk membangunkan Ji Soo.

“Hey kita harus mandi bersama” Se Hun beranjak dari tempat tidur, berjalan menuju kamar mandi menyusul Ji Soo. Se Hun punya cara lain untuk menahan Ji Soo supaya gadis itu tidak tertidur lagi di bathtub seperti kejadian beberapa hari yang lalu.

Ji Soo merasa bebannya berkurang setelah memberitahu Seung Yoon soal pernikahannya. Namun ketika mengingat bagaimana ekspresi marah Seung Yoon, ada rasa bersalah di dalam hati Ji Soo. Meskipun kini perasaan Ji Soo untuk Seung Yoon tidak sama lagi seperti delapan tahun yang lalu, kini hati Ji Soo bukan lagi untuk Seung Yoon tetapi Ji Soo tetap ingin menjalin hubungan yang baik dengan Seung Yoon. Ia tidak ingin berakhir buruk seperti ini. Tapi apa yang harus ia lakukan sekarang? Menghubungi Seung Yoon lagi? Ji Soo yakin untuk saat ini itu bukan ide yang baik.

‘Seung Yoon oppa pasti sangat marah padaku’ Ucap batin Ji Soo.

“Sudah sampai” Suara Se Hun menghamburkan lamunan Ji Soo. Mereka sudah sampai di depan gerbang kampus Ji Soo. Ji Soo melepas sabuk pengamannya. Ketika ia hendak membuat pintu mobil, tiba-tiba tangan Se Hun menahannya.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Se Hun. Ji Soo mengangguk.

“Hey, kau melupakan sesuatu” Ucap Se Hun. Ji Soo mengerutkan keningnya bingung. Se Hun menghela napas, Ji Soo tidak peka.

“Kiss” Lanjut Se Hun sambil mendekatkan wajahnya.

“Bukankah tadi pagi aku sudah memberikan morning kiss-nya?” Rengek Ji Soo. Pagi ini bukan hanya morning kiss yang Se Hun dapat dari Ji Soo, bahkan lebih dari itu. Tapi Se Hun tetap menahan tangan Ji Soo dan akhirnya Ji Soo menyerah. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Se Hun sampai akhirnya bibir mereka bertemu. Se Hun menyambut ciuman Ji Soo dengan melumat bibir atas dan bawah gadis itu secara bergantian. Awalnya Ji Soo hanya berniat memberi Se Hun kecupan, tapi Se Hun malah semakin memperdalam ciuman mereka.

“S-sehun!” Ji Soo melepas pertautan mereka dengan napas yang tersenggal.

“Aku bisa telat” Ji Soo berdecak sambil mengancingkan dua kancing kemejanya yang terbuka akibat ulah Se Hun. Ji Soo menyukai setiap morning kiss yang ia lakukan dengan Se Hun, tapi saat ini bukan waktu yang tepat. Ji Soo harus bergegas masuk kelas sebelum Dosen Choi –dosen yang dikenal killer– mengomel karena benci dengan mahasiswa yang terlambat masuk kelas. Se Hun hanya terkekeh.

“Baiklah, bye” Ji Soo keluar dari mobil, kemudian melambaikan tangan sambil tersenyum pada suaminya.

“Bye, honey”

My Lovely Girl

Terdengar alunan musik klasik yang memanjakan telinga di dalam ruangan berdekorasi klasik modern. Saat ini Ji Soo sedang berada di sebuah restoran bersama ibu mertuanya, Yoo Na –Nyonya Oh–. Hari ini Yoo Na sengaja memberi kejutan dengan datang menjemput Ji Soo ke kampus. Yoo Na mengajak Ji Soo pergi berbelanja ke salah satu pusat perbelanjaan. Setelah menghabiskan waktu bersama kini mereka sedang menikmati hidangan di salah satu restoran pilihan Yoo Na.

“Ji Soo-ku makan yang banyak” Ji Soo tersenyum mendengar ucapan Yoo Na. Ji Soo merasa bersyukur mempunyai ibu mertua yang begitu menyayanginya.

“Ji Soo-ya, bagaimana? Apa kau sudah merasakan mual-mual?” Tanya Yoo Na. Ji Soo melongo. Tidak mengerti maksud dari pertanyaan Yoo Na.

“Mual-mual tanda kehamilan, apa kau sudah merasakannya?” Kali ini Ji Soo tersedak ketika Yoo Na memperjelas pertayaannya. Hamil? Ji Soo belum yakin soal itu.

“Aku tidak merasakan mual-mual eomma” Ji Soo menggeleng pelan sambil tersenyum kaku. Ia yakin sekali sejauh ini tidak ada yang aneh pada tubuhnya.

“Apa bulan ini kau sudah datang bulan?” Tanya Yoo Na sambil berbisik mendekati Ji Soo. Ji Soo menggeleng lagi. Kemudian ia membuka note di ponselnya.

“Seharusnya minggu depan eomma” Balas Ji Soo.

“Baiklah kita tunggu sampai bulan depan” Ucap Yoo Na sambil menyuapkan takoyaki ke mulut Ji Soo.

“Eomma tidak sabar ingin segera menggendong cucu yang menggemaskan” Lanjut Yoo Na bahagia sambil membayangkan ia sedang menimang bayi kecil di tangannya. Ji Soo hanya tersenyum. Sebenarnya ia belum siap untuk itu tetapi orang tuanya dan orang tua Se Hun sangat berharap penuh padanya.

“Eomma harus beritahu Se Hun supaya kalian berusaha lebih giat lagi” Lanjut Yoo Na lagi dan kali ini Ji Soo tersenyum tersipu. Pipinya merona kemerahan mendengar ucapan Yoo Na. Yoo Na terlihat sangat bersemangat ingin segera menimang cucu.

My Lovely Girl

Manager Nam berjalan sambil menghentakkan langkah kakinya kesal. Emosi dan kecewa sudah mendominasi perasaannya saat ini. Bagaimana tidak? Pagi ini, ia baru saja mendapat kabar dari director majalah yang menghubunginya sambil mengomel kesal karena Seung Yoon tidak datang untuk interview dan pemotretan yang sudah mereka jadwalkan hari ini. Nomor ponsel Seung Yoon tidak aktif sejak argumen mereka semalam. Seung Yoon juga belum menampakkan diri datang ke gedung agensi hari ini. Tanpa berpikir dua kali manager Nam langsung bergegas menuju apartement Seung Yoon. Ternyata Seung Yoon serius dengan ucapannya, ia tidak akan melakukan interview dan ini pertama kalinya Seung Yoon seperti ini.

“Dasar bodoh!” Desis manager Nam, telunjuknya menekan kode password pintu apartement Seung Yoon.

“Seung Yoon!” Teriak manager Nam beberapa kali, namun tidak ada tanda-tanda kehidupan disana. Di ruang tamu, ruang santai, dapur dan kamar tidur, tidak ada tanda-tanda keberadaan Seung Yoon. Sampai langkahnya memasuki ruangan berikutnya yaitu ruangan musik Seung Yoon. Manager Nam berdecak kesal mendapati Seung Yoon yang sedang tertidur di sofa yang berukuran cukup besar. Ia berjalan mendekat dan semakin geram ketika mendapati beberapa botol minuman whine yang tergeletak berantankan di atas meja dekat sofa. Ketika ia semakin dekat dan hendak berteriak mengeluarkan segala omelannya, sontak ia terkejut melihat mulut Seung Yoon yang mengeluarkan busa, kulit Seung Yoon terlihat begitu pucat.

“Astaga! Kang Seung Yoon?!” Manager Nam panik setengah mati melihat Seung Yoon yang terbujur kaku, ia segera mengubungi bagian anggota medis khusus dari agensi.

My Lovely Girl

“Hallo?”

“Presdir Oh, ada tamu yang memaksa ingin bertemu dengan anda, nona ini bilang sudah membuat janji dengan anda secara pribadi jadi saya memintanya untuk menunggu di ruangan anda” Se Hun mengerutkan keningnya. Seingatnya hari ini ia belum membuat janji dengan siapapun.

“Bisa kau sebutkan siapa namanya?”

“Nona Bae Joo Hyun, Presdir Oh” Se Hun terkejut. Tubuhnya mematung. Waktu seperti berhenti pada detik itu juga ketika ia mendengar nama yang sudah lama tidak ia dengar ‘Joo Hyun noona?’ Se Hun mengerjapkan matanya beberapa kali seolah tersadar kembali, apa telinganya salah dengar? Joo Hyun datang ke kantornya? Joo Hyun noona?

Se Hun berjalan gusar terburu-buru dari area parkir menuju ruangannya. Ingin segera sampai disana. Jantung Se Hun terus berdegup kencang sejak pertama ia mendengar lagi nama Joo Hyun dari sekretarisnya. Mendengar nama cinta pertamanya lagi yang selama ini telah hilang dari kehidupannya. Apa Se Hun sedang bermimpi? Se Hun sudah berdiri tepat di depan pintu masuk ruangannya. Se Hun terdiam sejenak. Tangan kirinya memegang gagang pintu sambil menghela napas panjang mencoba mengendalikan diri untuk tetap tenang. Tiba-tiba ia merasa gugup, bagaimana tidak? Ini pertama kalinya Se Hun bertemu lagi dengan Joo Hyun setelah hubungan mereka putus. Akhirnya Se Hun memberanikan diri membuka pintu ruangannya, dan sorot mata Se Hun melihat sosok yang selama ini telah lama hilang dari pandangannya.

“Annyeong, Se Hun-ah?”

TBC…

 

* Seung Yoon kenapa? Ok anggap aja dia bener-bener hancur dan jadi sedikit depresi gtu setelah tau Ji Soo udah nikah, terus gimana nasib dia sebagai idol? Tunggu next chapter ya ^^

* Joo Hyun is back, oh ya Joo Hyun itu Red Velvet Irene ya ^^

* And maaf bgt baru bisa update soalnya sibuk karena banyak tugas kuliah huhuhu T___T Happy reading guys ^^

33 responses to “[Freelance] My Lovely Girl (Chapter 6)

  1. OMG!!! Did Seung Yoon got overdose cz of ji soo? Will Sehun get crush over his ex girlfriend again? I can wait for the next chapt^^ Fighting!!!

  2. Wah kerennnnn banget 😀 jo hyun Cinta pertama nya sehunn. Apa dia akan balikan lg. Makin penasaran nih kedepanya kerennnnn d tunggu next chaper nya fighting unnie ✊

  3. njiirrr.. segitu patah hatinya kah seung yoon? jadi iba ama seun yoon. ey.. joo hyun knp muncul lagi? mau gangguin hidup sehun?

  4. Segitu depresinya kah seungyoon??
    Emank joohyun prnh muncul ya dchap sblmnya?
    Duh kok aku lupa ya -_-“

  5. Oh aku lupa nama asli irene, haha, bakal banyak yg depresi di sini, seungyoo, jisoo, sehun, aku…haha depresi betul begitumah, ok makasih ffnya^^, next chapternya ditunggu banget^^

  6. Ya ampun seung yoon jangan sampai ia kritis apalagi karena overdosis wine… ugh gila sangking cintanya sama jisoo sampai segitunya. Btw joo hyun muncul lagi dikehidupan sehun. Padahal sehun sudah mulai mencintai jisoo jangan sampai goyah karena kehadiran joo hyun.
    Next chapternya ya..
    Aduh penasaran dengan reaksi sehun nantinya..

  7. Kenapa banyak pengganggu huh -_-
    Tapi kalo nggak ada pengganggu nggak greget sih jadinya :3
    Ditunggu next chap nya kak~
    Fighting!

  8. Pengganggu nya ada mulu huh -_-
    Tapi kalo gak gitu, gak greget juga sih :v
    Oke di tunggu kelanjutannya kak~
    Fighting!

  9. Bakal ada konflik baru niih…joohyun yg balik dan seung yoon yg hancur kyak gituu…yg bikin was” niih si joohyun, kalo smpe sehun bimbang sama perasaannya gimana jadinya…
    Next dinanti

  10. WAHH!!! Sepertinya Se Hun masih mengharapkan Joo Hyun ya, cinta pertamanya.? Penasaran sama kelanjutan kisahnya.. *Waiting For The Next Chapter* 🙂

  11. omg
    sbnernya ji soo gak slah sih klo dsbt nganggar jnji soalnya managerny yeon sndri yg mnjauhkan mrk
    syp jga yg than nunggu
    dsaat aku kra ji soo bkal bner2 bhagia sma hun ehhh mlah mantanny joo hyun balik
    apaan sih tu orng
    sngja bgt tu, psti mau dketin hun lgi
    heeeeeh

  12. omg pemasaran nih sama kisah selanjutnyaaa gak sabarrrr ditunggu yaa jangan lama lamaaaa wkwkwkwk semangattt

  13. OH MY GOD, Climax detected :u
    Udah muncul akar akar permasalahannya
    can’t wait for the next chapter :3

  14. Patah hati nggak gitu juga kelo…
    Penasaran ama cinta oertama sehun yg muncul kembali, gimana ya kelanjutan ff ini…

  15. Aku belum baca cerita awalnya jadi rada bingung gitu pas baca. Jadi mendingan aku izin baca dulu sambil tinggalin jejak ya

  16. Next chapter ya kak,,
    udah gak sabar nih nunggu kelanjutanya, soalnya bikin penasaran terus.
    Fighting!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s