Because I’m Weary

tumblr_nph7fsk0ZW1tsd5bvo1_500

Tittle : Because I’m Weary
Author : Riniknik (Twit ig line : Riniknik )
Casts : BTS’s Taehyung Kim, EXO’s Baekhyun Byun

Genre : family , sad , hurt

Rating : PG-17

Length: 3.129
Length : Oneshot
Disclaimer : Cast di dalam FF ini hanya milik mereka sendiri dan Tuhan YME saya hanya meminjam saja. FF ini asli dari fikiran author .

Maaf agak sedikit curhat hehe..ada beberapa bagian yang aku alamin aku masukin dalam cerita. Semoga nyambung ceritanya dan kalian menikmati bacanya ya.. jangan lupa comment kritik saran.. tp jangan bash hehe makasih 🙂

ini juga aku post di blog pribadi ya.. https://wuzzahworld.wordpress.com/2015/12/03/because-im-weary/

Malam itu suasana rumah sangat ramai. Bukan ramai karena kammi sedang bercanda ataupun sedang mengadakan sebuah pesta perayaan, melainkan ada sebuah pertengkaran.

“Kau sudah besar! Untuk apa kau melakukan hal seperti itu Taehyung!”

“Aku melakukannya karena itu adalah hobi ku Yah! Dan aku menyukainya! Tolong dukung aku setidaknya kali ini saja!” ucapku. Aku segera berlalu menuju kamarku dan mengunci diri di dalam kamar. Tidak lama ada seseorang yang mengetuk pintu kamarku dan berkata :

“Taehyung, sudahlah mengalah saja pada ayahmu. Untuk kali ini saja.” Ternyata itu ibu.

Aku hanya bisa tertawa kecil.

“mengalah? Dan membiarkanku menjadi lebih stress dan kesepian karena tak adanya perhatian dari orang yang ada disini? Dan aku melepaskan mimpiku lagi?” ucapku dalam hati. Tak ku pedulikan lagi. Kutari selimutku hingga menutupi seluruh badan.

Terjatuh lagi? Karena mereka tak memberikan dukungan dan menjatuhkan ku lagi? Sudah berapa kali? Sudah berapa kali pula aku bisa bangkit dan mencari sesuatu untuk dapat melampiaskan segala hal yang kurasakan? Segala emosi yang ku pendam sendiri?

Pagi tiba, aku ternyata tertidur semalam. Terlalu lelah mungkin untuk memendam amarah ini sendiri (lagi dan lagi). Aku segera bersiap mandi dan menyiapkan segala keperluan kesekolah.

Aku keluar kamar dan seluruh keluarga ku ternyata sudah berkumpul untuk sarapan. Ayah, ibu dan baekhyun hyung. Aku berjalan melewati mereka tanpa mengambil sarapanku.

“Taehyung makanlah dulu. Kita berangkat kesekolah bersama.” Ucap hyungku yang lebih tua 1menit dari ku. Benar kami kembar. Tapi aku terus berjalan dan tak menghiraukannya.

“Sudahlah biarkan saja anak seperti dia. anak yang tak memiliki apapun yg dapat di banggakan. Tidak sepertimu yang selalu dapat ayah banggakan.” Tak sengaja ku dengar perkataan ayah ketika aku akan membuka pintu. Kugenggam erat pegangan pintu karena kesal. Aku sudah tidak tahan lagi! Aku hendak berbalik dan ingin sekali ku teriak bahwa aku pun sudah memiliki sebuah piagam dan piala emas hasil ku mengikuti menari kesana kemari tanpa dukungan dari keluarga. Apa itu tak pantas di banggakan? Namun ketika aku berbalik aku mendapati ayah yg masih asik dengan koran dan opinya serta ibu yang masih sibuk di dapur. Sedangkan hyung? Dia melihatku mungkin dia melihatku dengan tatapan kasihan? Akupun kembali mengurungkan niatku dan aku segera pergi dari tempat yang mereka katakan rumah.

Semua masalah selalu kupendam. Ya dapat dikatakan aku adalah orang yag introvert. Dan memiliki kesulitan dalam menjelaskan apa yang sedang aku rasakan. Satu satu nya caraku melepas amarah dan melepaskan stress adalah menari. Ya aku meluapkan segalanya dengan menari. Tetapi hal tersebut dilarang.

Aku menunggu di halte untuk menaiki bus yang akan mengantarku ke sekolah. Setelah bus yang ku tunggu datang, aku segera menaikinya dan duduk di kursi paling belakang dekat jendela dan kupasang headphone tanpa menyalakan musik. Tujuannya agak orang orang yang kenal maupun tidak kukenal tak mengajakku berbicara. Aku benci hal itu.

Setibanya di sekolah aku pun langsung masuk ke kelas dan segera duduk di bangku ku yang terletak di pojok belakang dekat jendela. Sudah biasa jika ketika aku datang mereka akan berbisik bisik tentang ku. Mengatakan jika aku misterius dan aneh. Itulah gunanya headphone yg kugunakan, aku akan berlaga tak mendengar apa yang mereka katakan dan tak perlu peduli apa yang mereka mau lakukan.

Tak lama aku datang hyung ku datang dan duduk di bangku paling depan. Aku melihatnya dan kami tak sengaja bertatapan, aku pun langsung memalingkan muka. Guru kelas kami pun datang saat aku akan tidur dan mulai mengajar. Baiklah kali ini statistika.

Guru kami pun menjelaskannya. Sudah jelas pasti hyung mengerti. Aku pun sebenarnya mengerti.

“siapa yang bisa mengerjakan soal ini?” soal itu lumayan sulit. Tidak ada yang berani menjawab. Aku tak peduli dan dengan segera menyenderkan kepalaku ke atas tangan ku yang kulipat di atas meja. Baru saja aku akan tidur dan tiba tiba…

“Taehyun coba kerjakan ini. Kau jarang aktif di kelas.” Menyebalkan!

Aku pun maju kedepan dan mengerjakan soal tersebut dan memang agak susah. Aku lumayan lama mengerjakannya.

“sudah?” aku hanya menganguk dan kembali ke bangku ku. Yang lain memperhatikanku. Apa salah aku bisa mengerjakannya?

“kau benar Taehyun” ucap guru setelah memeriksa jawabanku. Semua mata tertuju padaku denga tatapan heran.. apa? Apa salah aku bisa mengerjakannya? Aku benci menjadi pusat perhatian! Terlebih tatapan dr hyung ku itu yang sangat terkejut.

Pelajaran sudah berlalu dan kini saatnya pulang. Karena adanya kelas tambahan seperti biasa aku pulang malam. Aku pun langsung pergi pulang menaiki bus.

Setibanya di rumah aku langsung masuk dan masuk kamar. Tetapi tertahan oleh ayah.

“dari mana kau?” ucap ayah yang sedang duduk di ruang keluarga bersama ibu yang sedang menonton tv.

“da…’’ belum selesai aku berbicara ibu memotong jawabanku.

“jika sudah selesai sekolah langsung pulang Taehyung jangan main atau nonkrong dulu.”

“ayah lelah dengan mu Taehyung, apa yang harus kulakukan denganmu.”

Aku tak membalikan badanku, aku masih memunggungi mereka. Tanpa mendengarkan jawabanku dan mereka sudah menyimpulkannya sendiri. Baiklah.

“terserah kalian mau menyimpulkan seperti apa. Yang jelas aku baru selesai melakukan tugasku.” Jawabku yang langsung masuk kamar tanpa peduli teriakan ayah. Aku lalu segera berganti baju dan menyiapkan barangku. Saat itu juga hyung masuk ke kamarku.

“kau mau kemana?” tanyanya

“apa kau perduli? Jangan tanya aku mau kemana dan coba bela aku sekali saja.”

“bagaimana caraku membelamu? Kau tidak pernah cerita padaku!” kenapa suaranya meninggi? Kenapa malah dia membentakku?

“apa kau pernah ada saat aku membutuhkanmu?” jawabku dengan memasukkan botol minumku.

“Baiklah, setidaknya kau ceritakan kepada ayah dan ibu.”

“apa ayah dan ibu pernah mendengarkan aku berbicara sampai aku menyelesaikan kata kataku?” aku berbicara tepat di depan mukanya dan mendorong pelang hyung agar tak menjalani jalanku keluar kamar.

“Taehyung!” ucap hyung yang hanya mematung di depan pintu kamar ku.

Aku segera menuruni tangga dan berjalan menuju pintu. Tapi ternyata ayah masih berada di ruang keluarga.

“Mau kemana lagi kau? Sudah pulang telat asik bermain dan sekarang pergi lagi saat sudah malam?” ucapnya. Aku membalikan badan dan hendak menjawabnya.

“apa kau fikir rumah ini sebuah hotel bagimu? Ayah lelah dengan sikapmu. Apa yang harus ayah lakukan padamu? Kalau begini caranya, kau tak usah pulang sekalian!” lanjut ayah dengan sedikit membentak. Aku melihat ibu di belakang ayah yang tak bergumam sedikitpun. Lagi? Baiklah aku sudah tidak tahan! Aku pun kembali menuju kamar,

“baiklah!” jawabku di depan muka hyung ketika kami berpapasan saat aku akan kembali ke kamar untuk mengambil beberapa pakaian cadangan. Setelah di rasa cukup, aku segera pergi dari tempat ini.

“Taehyung mau kemana kau?!” teriak ayah.

“seperti yang ayah bilang. Aku tak akan pulang!” jawabku dengan suaraku yang sedikit bergetar dan mata yang sedikit berkaca kaca menahan amarah.

“kau jangan menggertak Taehyung. Ibu tau ini hanya gertakan.”

“Tidak. Bukan! Mulai sekarang aku akan kembalikan semua fasilitas yang tidak sama sekali sama dengan apa yang kalian berikan padaku. Dan tak seberapa bagiku. Dan tolong hentikan membiayai ku untuk sekolah! Aku bisa mengatasi itu!” jawabku.

“Kau jangan bercanda bodoh!” ucap hyung.

“apa aku terlihat bercada?” aku pun berjalan menuju pintu depan rumah. Dan sebuah suara menghentikan langkahku.

“Taehyung kau kenapa?” tanya ibu masih emosi. Aku hanya dapat tersenyum getir mendengarnya.

“disaat seperti ini baru ibu tanya kenapa?”

“kau kenapa? Jika ada sesuatu coba ceritakan pada kami! setidaknya pada ibu!” jawaban ibu. Aku membalikan badan menghadap mereka semua.

“cerita? Apa kalian sadar baru kali ini aku dapat menyelesaikan apa yang akan kukatakan? Aku kesulitan selama ini. Aku kesepian. Aku kesulitan mengekspresikan diri? Aku mejauh dari keramaian? Apa kalian sadar aku tak memiliki teman? Dan liat siapa yang selalu kalian banggakan? Aku serius kali ini. Tolong kali ini saja turuti permintaan ku.” Jawabku. Mereka menatapku terkejut dan aku pun segera keluar dari tempat ini. Untungnya aku memiliki simpanan uang dar hasil ku selama ini menari dan menang beberapa kali jadi aku dapat menyewa setidaknya sebuah kamar kecil. Tapi malam ini sepertinya aku akan tidur di studi saja selesai latihan baru besok setelah pulang dr sekolah aku mencari tempat tinggal.

Pagi datang. Aku terbangun sangat pagi karna jarak studio latihan dan sekolahku tidak begitu dekat. Seperti biasa aku menaiki bus. Sesampainya di sekolah aku datang paling awal sepertinya karena tidak ada orang di kelas. Aku pun memutuskan untuk tidur.

“Yak! Bodoh bangun!” suara seseorang yang kukenal membangunkanku. Aku pun terbangun dan hanya menatapnya malas.

“kau jangan bercanda. Bagaimana kau akan hidup diluar sana? Kau masih sekolah Taehyung!” ucapannya membuatku malah.

“aku lelah hidup di antara kalian.” Jawabku dan aku pun mengambil tasku dan segera pergi.

“Mau kemana kau? Sebentar lagi pelajaran di mulai.” tanya ketua kelas.

“kemanapun dimana keluarga Byun tidak bisa menemuiku.” Jawabku sekenanya.

“bodoh. Kau itu sebenarnya pintar. Tetapi kenapa jawabanmu seperti itu? Kau juga keluarga Byun bodoh.” Ya. Ketua kelas kami jihoon pernah satu sekolah denganku dan pernah mengikuti lomba debat saat itu. Bersama denganku tanpa keluarga byun tahu. Hanya dia yang tahu aku memiliki kemampuan belajar sama seperti hyung ku juga.

“Hanya kau yang tahu jihoon.” Jawabku dan lalu berlalu meninggalkan dia di dalam kelas dan segera berlalu.

Kuputuskan untuk membolos hari ini dan mencari tempat untukku tinggal.

Aku berjalan di sekitar kampus hingga studio tempat ku berlatih. Dan akhirnya menemukan tempat yang murah nyaman dan dekat dengan sekolah maupun studio. Segera aku menyewa kamar tersebut.

Setelah selesai dengan semua pembayaran aku segera membereskan barangku dan segera menuju studio tempat latihanku.

Sesampainya di studio aku bertemu dengan yang lain, dan seperti biasa aku duduk sendiri dan menolak ber interasi dengan yang lain. Namun entah mengapa mereka semua selalu menerimaku dan mau mendengarkan semua saranku. Kami pun mulai berlatih hingga pukul 6 sore.

Kami pun selesai berlatih dan aku segera pulang menuju tempat tinggal baruku. Seperti biasa, yang kulakukan di kamar adalah mengerjakan semua tugas terlebih dahulu dan jika sudah selesai aku akan membaca buku/ novel dan jika bosan aku akan browsing. Selalu seperti itu.

Bahkan dulu jika internet koneksi terputus, dan aku ingin menonton tv, aku selalu tidak bisa. Kenapa? Karena di depan tv sudah ada ayah atau ibu atau kakak. Dan jika aku suda bilang bahwa nanti aku ingin menonton tv, mereka hanya akan mengannguk. Dan ketika saatnya datang dan aku ingin meminjam tv hnya untuk 4-5 jam saja malah mereka balik memarahi ku. Saat aku kecil teman teman sekolahku bercerita tentang acara cartoon yang di tayangkan di tv, dan aku hanya bisa diam tak tahu topic apa yg mereka bicarakan. Bahkan saat mereka menceritakan apa saja yang orang tua mereka lakukan pada mereka, aku hanya diam. Ketika mereka menanyaiku, aku tak dapat menjawabnya dan berakhir aku di jauhi. Itulah awal mula aku mulai menghindari orang orang dan benci menjadi pusat perhatian. Karena seluruh perhatian yang orang tua ku berikan hanya untuk hyung ku saja. Aku hanya beberapa persen sisa dr hyungku.

Aku menarik nafas dalam mengingat masa kecilku. Aku tak pernah mendapatkan dukungan dari orang tua ku, aku selalu dijatuhkan oleh mereka. Dan aku selalu berusaha bangkit, namun, saat aku bangkit, saat itu pula aku dijatuhkan lagi. Hingga aku menjadi semakin benci akan kehidupan.

Aku tidak mengerti mengapa mereka memperlakukan ku seperti ini? Ya aku tahu saat lahir aku lah yang sehat dan hyung harus di inkubator, aku tahu itu dari nenek. Tapi saat ini kami sama sehatnya. Bahkan lebih sehat hyung karena mendapat semua perhatian dr orang tua. Aku? Hanya perhatian dari nenek dan itu hanya sampai saat aku berusia 6 tahun, saat nenek meninggalkan ku selamanya. Mulai saat itu pula aku mulai kesepian. Sangat kesepian tanpa nenek yang selalu memberikan perhatian penuhnya padaku. Aku merindukan nenek.

Malam malam terus berlalu. Tak terasa sudah hampir 2 minggu aku tak sekolah karen mengikuti workshop ke daerah busan bersama crew dance ku. Hari ini kuputuskan untuk kesekolah karena aku harus membayar uang sekolah.

Di sekolah aku langsung menuju ruang pembayaran dan membayar biaya sekolah ku. Namun, ternyata sudah di bayar. Sudah bukan lain yang membayar pasti ayah dan ibu. Akupun segera menuju kelas dan untunglah baekhyun hyung sudah ada di sana. Dan aku segera menghampirinya.

“hyung kumuhon bilang pada tuan dan nyonya byun, hentikan membayar biaya sekolahku.” Ucapku yang menjadi perhatian seluruh kelas. Dan membuat Baekhyun tetkrjut. Kudengar yang lain berbisik.

“ada apa mereka? Mereka kembar kan? Aku tak paham dengan perbedaan mereka. Sangat jauh.” Begitulah yang kudengar kurang lebih.

“dan tolong kembalikan ini pada mereka.” Ucapku.

“T..taehyung? kau dapat uang dr mana sebanyak ini?”

“hasil kerja kerasku ku dari apa yang kulakukan tetapi menurut kalian tak dapat di banggakan.”

“kau tak berbuat macam macam kan?”

“tidak Baekhyun, adikmu adalah salah seorang pengajar dance dan juga selalu mendapat juara saat perlombaan.” Perkataan wali kelas kami yang membuat kelas menjadi hening. Aku pun segera duduk menuju kursi ku. Dan kulihat hyung terkejut.

Hari berlalu dan kulakukan kegiatanku seperti biasa.

Sudah hampir 3 bulan berlalu dan aku hidup seperti biasa, namun kupikir lebih nyaman karna tidak ada yang selalu membentak dan selalu menyalahkanku. Di sekolah, hyung seperti biasa, tak akan menyapaku jika tidak membutuhkanku.

Saat istirahat datang dan aku akan keluar kelas tiba tiba hyung meghampiriku dengan wajah panik. Ada apa dia?

“kau harus kembali ke rumah ayah sakit.” Ucap hyung panik.

“kau kan serumah kenapa kau baru panik sekarang?”

“ayah sudah sakit semenjak 1 minggu setelah kau meninggalkan rumah tetapi dia meminta merahasiakannya!”

“kau tidak bercanda?”

“UNTUK APA AKU BERCANDA TENTANG AYAH, BODOH!” jawab hyung membentakku. Aku pun segera berlari menuju rumah. Yah dulu saat nenek masih ada kusebut itu rumah.

Saat sampai aku langsung masuk dan kulihat ayah sedang duduk di depan televisi. Apa apaan ini?

“maaf aku salah masuk. Sepertinya kau baik baik saja.” Ucapku dan berbalik untuk pergi, namun di halangi oleh hyung.

“sebentar Taehyung. Ayah bangga padamu.”

“tidak perlu.” Jawabku dingin. Aku pun melanjutkanlangkahku dan kembali ditahan oleh hyung.

“ayah mohon sebentar saja. Ayah memang tidak sakit. Maafkan ayah” aku menatap hyung dan hanya tersenyum sinis padanya. ayah mendekatiku, dan memelukku dr belakang.

“kembalilah kerumah.” Ucap ayah.

“ibu mohon Taehyung. Kami sudah mendengar semua dari gurumu dan jihoon.” Ibu ikut angkat bicara. Aku menatap hyung. Hyung tersenyum. Dan kali ini aku melihatnya tersenyum dengan tulus.

“baiklah aku kembali. Tapi aku akan membayar semua seperti aku tinggal di tempat tinggal ku skarang.” Jawabku.

“lakukanlah sesukamu sayang. Ibu mengizinkannya. Asal kau kembali.” Jawabnya.

Aku pun kembali ke tempat itu. Kamarku sedikit berubah. Hanya perubahan yg tak berarti. Tapi aku merasa tak nyaman disini. Tapi ya sudahlah. Waktupun tak terasa sudah menunjukkan saatnya aku berlatih. Aku berjalan menuju studio tempat biasa kudatangi tanpa hambatan. Dan melakukannya seperti biasa.

Hari hari berjalan dengan lancar sampai sampai aku tak percaya mereka mendengarkanku, menganggapku adanya kehadiranku di rumah ini. Sampai saat 1 bulan kemudian dimana saat aku sudah merasa di terima dan merasa nyaman mereka menyuruhku untuk duduk di meja makan bersama. Namun, saat itu belum saatnya untuk makan.

Aku pun duduk, bersama ayah dan ibuku. Hyung ku sedang les karena kami akan ujian ke kelas 3.

“Taehyung ayah akan langsung berbica pada mu langsung ke inti.” Ucap ayahku. Ibu hanya memperhatikanku.

“ne.” Jawab ku singkat.

“kau akan melanjutkan sekolahmu di luar negri.” Ucap ayah.

“Apa?” jawabku terkejut.

“ya kami akan memasukkanmu ke asrama.” Lanjut ibu.

“aku menolak!”

“tapi kami sudah medaftarkanmu dan kau harus berangkat ketika pembagian rapor.”

“kenapa kalian selalu mengambil keputusan tanpa melibatkan aku! Aku sudah dewasa dan aku bisa menentukan jalanku sendiri! Kalian memasukkan ku ke asrama karena kalian ingin aku berhenti menari! Aku tahu itu!”

“tapi bagaimana dengan masa depanmu nanti menghidupi anak istrimu? Menari tidak akan cukup!” bentak ayah.

“asal ayah tahu. Aku dapat membiayai hidup ku selama ini karena aku menari. Aku dapat mengajar dan mengumpulkan uang untuk membuka sanggar tari dan membiayai kehidupan ku kelak!

“TAEHYUNG KENAPA KAU SELALU MEMBANTAH KAMI?!” bentak ayah sambil memukul meja. “kenapa ayah selalu menghancurkan impinku dan selalu membuatku terjatuh? Dan saat aku mulai bangkit, ayah dan ibu selalu membuatku jatuh lagi. Kapan aku membantahmu? Aku selalu menurutimu. Melakukan keinginanmu semuanya. Tapi yang kudapat apa? Ketika ingin berbicara selalu saja di hentikan saat beberapa kata. Ketika aku pulang terlambat karena aku pergi les kalian menyangka aku main dan nongkrong. Bahkan ketika aku di tanya dari mana kalian selalu mejawabnya sendiri dengan spekulasi yang kalian buat sendiri. Dan aku hanya diam bukan?” Aku tertunduk dan menangis.

“kami tidak seperti itu sayang. Kami ingin melakukan yang terbaik untukmu.” Ucap ibu.

“tolong bu, sau kali inisaja biarkan aku melakukan apa yang ingin kulakukan hingga menjadi sukses. Bu, yah. Kumohon.”

“Tidak bisa. Kau harus menuruti ayah.” Ucap ayah. Aku tidak kuat.

“kalau begitu aku pergi dr rumah ini lagi. Kumohon jangan cari aku!” ucapku dan berlalu ke kamar mengambil tas dan bajuku. Dan lalu pergi meninggalkan rumah ini.

“TAEHYUNG!!” kudengar suara ayah dari dalam rumah aku pun memasang headphone ku dan kali ini kunyalakan musik dengan volume full.

Aku pun berjalan dan menunggu lampu penyebrangan menjadi hijau. Jalanan begitu sepi, hanya aku yang menyebrang. Aku pun menyebrang. Aku menunduk memikirkan semua kejadian ini.

Saat aku mengangkat kepalaku untuk melihat jalan ke depan, aku melihat Baekhyun hyung melambai lambai dengan panik ke arahku dan menunjuk ke arah kananku. Dan tak ku perdulikan. Tapi saat dia mulai berlari, aku sadar ternyata lampu penyebrangan masih merah. Itu berarti….

Aku melihat sebuah mobil yang sudah sangat dekat dan BRUGH aku merasakan sakit dan gelap.

“Taehyung!! Bangun!!” kudengar suara seseorang seperti hyungku, dan terasa seperti memelukku. Dan seorang wanita berteriak memanggil namaku.

“Taehyung!! Ini ibu nak bangun nak!” eomma… aku hanya mampu tersenyum tipis.

“Taehyung sadar Taehyung! Maafkan ayah memaksamu taehyung! Bangun ayah minta maaf!” ayah menangis? Aku menggapai mencari telapak tanganya, aku mendapatkannya dan menggengganya lemas. Penglihatan ku semakin gelap dan semua orang semakin tak terdengar oleh ku..

“i..ibu, a..ayah, h..hyung. a..ada cahaya dan ne..nenek memanggilku……”

 

-end-

 

PROLOG

 

Aku selalu sendirian di rumah, aku ingat hari-hariku, aku ingat selalu
Ayah,Ibu,Hyung mari kita bahagia jangan pernah sakit. Sebenarnya, aku sedikit takut,
maafkan aku.
Kalian selalu seperti itu egois tak perduli padaku. Hanya ada hyung hyung dan hyung. Aku bagai tak ada di dunia. dunia berputar seolah-olah itu menertawakanku. Tolong jangan katakan, akan lebih baik bagiku untuk tidak mendengar dan melihatnya. Seolah-olah aku orang yang berdosa, aku hanya bisa melarikan diri. Aku hanya meminta sedikit perhatian dari kalian. Tapi kalian tak pernah memberikannya. Bahkan ketika aku melawan, hanya luka yang dapat kurasakan. Saat kubuka mataku, hasilnya sudah terlihat dan aku mulai terbiasa tapi itu semua sia sia.

Hatiku masih saja sakit ketika aku mengingat semua kenangan yg buruk. Apakah kalian sekarang bahagia tanpaku? Dulu aku berlatih bagaimana menyembunyikan tangis dan mencoba tuk dapat habiskan hari seolah ini tak ada apa-apa tak peduli betapa terlukanya ini, setiap hari ku berlatih. Bagaimana kalian menghapus diriku yang sudah tiada?

Aku memutar bahuku yang kaku karena gugup aku begitu terluka , aku tidak bisa menolehkan kepalaku. Tidak apa jika aku terluka lagi. Karna aku tidak siap untuk pergi. Bahkan satu-satunya kata  adalah baik-baik saja. Karena aku tidak tau yang lebih baik dan aku mungkin hanya menjadi kenangan untuk kalian. Kemana masa lalu yang indah pergi? Sudah begitu lama aku tak merasakannya. Dan aku merasa kesepian sekarang.satu satunya hal yang dapat kulakukan adalah mempercayakannya pada kalian “semua akan baik baik saja.”.

Tanda perpisahan mengalir seperti darah.Aku mencintai kalian, aku peduli pada kalian.Aku selalu kesepian setiap harinya dan aku akan tetap disini sekarang. Jadi,janganlah kita menjauh satu sama lain. Tolong katakan selamat tinggal.

 

Selesai~ tolong tinggalkan jejaaakk yaa 🙂

48 responses to “Because I’m Weary

  1. Pingback: Because I’m Weary | Yook Hyun Jae·

  2. hikshiks sedih
    krain kluarganya bkal lbih pduli eh trnyta bner dsaat dia pnya impian yg bsar mlah djatuhin kyk gtu, trs aja kyk gtu
    udh kyk gni kjdianny br nyesel
    syp yg gak skit hti klo jdi tae??

  3. Baper wkwkwks
    bikin series lbih seru thor-nim . Alur nya rda cepet teuing hhhhe
    Keep writting thor 😂

  4. Baper wkwkwks
    Alurnya cepet teuing thor-nim . Bikin series seruu kanyanyabn bkin taehyung menderita 😭😭

  5. Sedih tapi kurang feel nya. Author, coba baca ff tale of melodies karya Lavender Lian. Cast nya juga Baekhyun Taehyung. Biar bisa menjadi referensi untuk mu

  6. kchn bgt taehyung hdpny,q mkrnya nie taehyung akn dibuat sukses n debut dg BTS tp mlh ckp sekian n trma ksh.ngenes bgt jd taehyung

  7. Feelnya dapet kak!!! Keren deh pokoknya! Castnya juga aku suka!!
    Kakak juga ngalamin kayak yg di ff ini?? Mksdnya selalu dibandingin sama kakaknya kakak/? Dan gk prnah didengerin pendapatnya?? Belakangan ini aku seribg banget nemuin temen atau yg cuman kenal di sosmed curhat kayak gini.. Kemampuan kakak yg kayak gimana yg ditentang sama ortu kakak? Klo misalkan nulis ff ini juga ditentang, ya ampun sayang banget padahal tulisan kakak bagus feelnya juga dapet bgt!! Pilihan katanya juga bagus bgt!! Saran aku si kak, klo misalkan kakak gk bisa ungkapin prasaan di real life kakak trus aja nulis ff kayak gini ungkapin prasaan kakak kayak gini!! Keep writing kak!! Fighting!!

  8. Sakit banget jadi Taehyung.. selalu yg di salahin nyesek aaaaaaaaa 😭😭😭 Taehyung mati?? Nyesel banget tu pasti keluarganya 😢

  9. Sial nangis
    Memang beberapa kata kayak masih salah gitu….tapi aku bodo amat dan malah fokus ke ceritanya…..ya gini jadinya meweek

  10. taehyungnya meninggal ya?
    orang tuanya nyebelin, jadi ikut kesel sama mereka. masa iya mereka gak tahu taehyung ada pelajaran tambahan sampe2 ngira tuh anak main kalo pulang malam
    tapi ya, orang tua kadang gitu sih

  11. yahh pada akhirnya taehyunnya meninggal…
    moment keluarga antara baekhyun sama taehyunya kurang….tapi seru ceritanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s