Dark Light (Chapter 10)

 

2

Dark light

Author : Savrila hwang

Cast :
– Park Jieun (OC)
– Kai a.k.a Kim Jongin (Exo)
– Byun Baekhyun (Exo)

Other Cast :
– Stevy (OC)
– V a.k.a Kim Taehyung (BTS)

Genre : Romance, school life,dark past,

Rate : Teen

Disclaimer : FF ini adalah FF pertamaku dan murni darihasil ngelamunku(?) Selama beberapa bulan belakanganini, cast FF ini semua punya eommanya masing masing.

Quote : “semua orang memiliki masa lalu,tapi bagaimana jika masa lalu itu berubah menjadi masa kini??.Semua bermula dari masa lalu”

.

.

.

“Bagaimana bisa ia mengatakan itu dengan mudahnya pada ‘teman yang belum dekat’?”

.

.

.

Malam ini angin berhembus cukup kencang di kota busan, menerbangkan helayan demi helayan rambut 2 insan yang sedang berjalan menyusuri taman hotel yang mereka tinggali.

Mereka berjalan perlahan menikmati angin malam yang segar , sampailah mereka di tempat sepasang ayunan yang tergantung rapih di depan mereka.

Mereka pun nendudukan diri diatas ayunan itu lalu menikmati pemandangan langit tak berbintang yang sebenarnya tertutup oleh awan tebal mengingat musim gugur mulai datang.

“Kau kedinginan? Ingin kembali ke kamar?” Ucap Kai setelah melihat Jieun berulang kali mengeratkan jaketnya Tebalnya.

“ani…. lagi pula aku memakai pakaian yang tebal dan tertutup jadi tak akan terlalu dingin” usai Jieun menjawab keadaan pun menjadi hening.

“Apa kau merasa canggung padaku?” Ucap Jieun memulai percakapan sambil melihat langit yang kelabu -tanpa melihat Kai.

“Sedikit” Kai melanjutkan “Sangat-sangat sedikit, ternyata banyak hal-hal yang aku tidak ketahui tentangmu.”

Jieun sedikit terkekeh tanpa suara lalu berkata “Apa yang membuatmu tertarik pada ku bahkan sejak hari pertamaku di sekolah?” Dengan senyumnya yang tak kunjung pudar dari bibir kecil Jieun.

“Awalnya aku hanya penasaran karna aku merasa tak asing dengan mu namun aku seperti terhipnotis dengan wajah cantikmu sehingga rasa penasaran berubah menjadi rasa tertarik padamu” Jawab Kai yang membuat Jieun terkekeh.

Kali ini Jieun terkekeh lebih besar hingga suara terdengar oleh Kai lalu Jieun berkata “Apakah ini sudah masuk sesi menggombal?” Lalu Jieun kembali terkekeh lalu di ikuti dengan Kai kemudian.

Namun arah pandangan Jieun berganti arah dari langit kelabu baralih menatap Kai ,lalu matanya tiba-tiba membulat seakan ia telah mengingat sesuatu saat itu juga jantungnya langsung berdebar kencang.

“Jika diriku seperti sudah tidak asing bagimu ,lalu Apakah kita pernah bertemu?”


Chapter 10

“ya aku seperti pernah melihatmu, ah.. tapi tidak mungkin… yeoja yang aku lihat sangat jauh berbeda darimu,sangat…”

“pasti dia lebih cantik dariku kan?”

“bukan seperti itu,namun sifatnya… yeoja itu sangatlah buruk dan sangat bertolak belaka dari seorang park jieun”

Jieun tertawa garing menanggapi ucapan kai, namun ekspresinya jauh dari kata tertawa.

“aku salah orangkan?”

“ehm.. tentu saja” ucap jieun dengan ekspresi datar.

“woahh… ini benar-benar kosong…” ucap jieun begitu menginjakan kaki kedalam rumah besar itu. “tentu saja hyungku sudah pindah ke Amerika sejak 2 tahun yang lalu” jawab kai. “ahh… begitu” mendengar kata-kata 2 tahun yang lalu raut wajah jieun sedikit berubah.

“mau ku masakkan sesuatu?” Tanya jieun. “memangnya kau bisa memasak?” “tentu saja… kajja… antar aku ke pasar swalayan terdekat” “baiklah.. jika kau memaksa”ucap kai dengan senyumnya.

“kau suka kentang?” Tanya jieun sambil memegang kentang yang ia maksud. “tentu saja” jawab kai yang berjalan di samping jieun sambil mendorong troli yang sudah berisi beberapa makan yang akan mereka masak. “kau suka wortel atau jamur?” “dua dua nya” jawab kai ,sambil memiringkan kepala bingung jieun pun kembali memasukan wortel dan jamur kedalam keranjang. “ahh apa kau makan selada dan timun?” “ne… dua duanya” “ya… apa kau makan semua jenis makanan?” “tentu saja aku ini tidak pilih pilih dalam makan” “ya! Kenapa kau tidak bilang! Air liur ku hampir saja kering menyebutkan makan makannan ini satu persatu” ucap jieun dengan muka cemberutnya yang imut yang sudah pasti membuat kai gemas dan mencubit pipi jieun itu.

“ya…ya… ya… kenapa kau membeli banyak sekali cemilan?” “tentu saja untuk dimakan” “no…no…no… apa kau mau badan mu menjadi sebesar karung goni?” ucap jieun sambil menaruh semua cemilan itu keluar dari keranjang. “no…no…no… ini semua sangat sayang jika tidak di beli” ucap kai dengan meniru gaya bicara jieun dan kembali memasukan cemilan itu kembali ke keranjang” “berkencanlah dengan cemilan itu jika kau menyayanginya!” ucap jieun ketus dan berjalan meninggalkan kai dengan troli cemilannya.

“ya.. ya… kenapa kau sensitive sekali.. baiklah aku akan menaruh sengahnya jadi kita adil bukan?” ucap kai setelah menyusul jieun dan menaruh beberapa cemilanya itu. “baiklah” ucap jieun tanpa senyum di mulutnya. “ya! Dimana senyum cantikmu”kai pun kembali mencubit pipi jieun untuk membuat senyum di mulut jieun yang sudah pasti berlebihan dan malah membuat wajah jieun sangat aneh. Jieun tidak bisa perotes dan hanya bisa menggumamkan sesuatu yang tidak jelas sambil menunjuk kesuatu arah.“mwo?” ucap kai sambil merenggangkan cubitannya “trolinya babo!” merekapun langsung menghinggapi troli mereka yang menabrak lemari pendingin.

Tak butuh waktu lama mereka sudah berada di depan meja kasir dan membayar semua yang mereka beli “13 ribu won” “MWO?!” ucap mereka kompak,setelah beradutatapan selama beberapa detik mereka berdua sama sama bergerak mengeluarkan kartu mereka dari dompet. “ani… aku saja… uangmu sudah terlalu banyak keluar” ucap jieun lalu menyerahkan kartunya ke penjaga kasir.

“ya… ayo buka eskrimnya?” ucap kai sambil mengorek ngorek isi kantong belaja mereka. “jigeum? Di jalan seperti ini?” “tentu saja? Memangnya kenapa?” “kenapa tidak sambil duduknyaman dirum-“ itu ide bagus” kai pun memotong ucapan jieun sambil mennyeret jieun ke bangku yang ada di tepi jalan itu.

Mereka pun makan es krim mereka dengan tenang atau mungkin untuk kai dengan lahap. Kai dengan ganas menyantap es krim itu tanpa memperdulikan penampilannya, berbeda 360 derajat dari jieun yang sangat perlahan menyantap es krimnya hingga terlihat sangat anggun. Jieunpun menatap kai ngeri ,kai hanya menaikan alisnya lalu kembali menyantap es krimnya dengan ganas tanpa memperdulikan tatapan aneh dari jieun.

Tangan jieun tiba-tiba bergerak kebibir kai yang penuh dengan es krim itu dan berhasil membuat kai mempause acara melahap es krimnya itu “bukan kah ini seperti di flim-flim?hehe” ucap jieun lalu kembali memakan es krimnya. Sedangkan kai masih saja terdiam, entah kenapa senyuman jieun tadi seakan melumpuhkan anggota tubuhnya. “mwo?” Tanya Jieun yang merasa aneh dengan tatapan kai itu. “ahh ani…” ucap kai setelah sadar dari lamunannya. Entah kenapa senyuman jieun selalu berhasil melumpuhkan siapa saja yang di senyuminya.

“yeobseo..”

“ne.. yeobseo” jawab seoreang wanita di ujung telpon dengan suara yang sangat serak dan pelan.

“eunji-ah… wae gurae? apa semua baik baik saja?” Tanya laki-laki disisi yang berbeda.

“ahh gwenchana… aku hanya sedikit flu”

“ahh begitu… istirahat lah supaya cepat sembuh”

“ne… tapi kepana kau menelfon?”

“aku hanya ingin bertanya keadaan jieun.. apa ia baik baik saja?”

“…”

“eunji-ah…”

“ahh ne… tentu saja…”

“ah.. baiklah …nanti ku telfon lagi… sampai jumpa”

Sambungan telfon itu pun terputus setelah bibi jung mematikannya.

“ada apa yeobo? Kenapa wajah mu cemas seperti itu di pagi secerah ini ” ucap wanita paruh baya dengan perawakan tinggi dan wajah cantik yang menampik bahwa umurnya sudah kepala4. “ani.. hanya saja ada sesuatu yang aneh.. tentang jieun” wanita itu terdiam sebentar lalu menjawab “ada apa?” “tiba-tiba jieun mengambil uang yang ada di rekeningnya… tidak seperti biasanya bukan? Ia tidak pernah menggunakan uang itu sejak tinggal bersama eunji” “mungkin saja ia ingin membeli keperluan sekolah tanpa harus merepotkan bibinya… wahh anak itu memiliki banyak kemajuan” “mungkin saja”jawab tuan park dengan muka yang masih suram penjelasan istrinya seperti belum cukup untuk mengusir kegundahannya .

“ohh ya… dua hari yang lalu aku bertemu dengan jieun di butik” “Jinja!” “ehm ehm… dia terlihat basah kuyup… aku sempat mengajaknya makan siang namun ia malah menolakku mentah mentah dan kemudian pergi begitu saja” ucap nyonya park sambil menatap kosong jendela didepannya. “jinja?! Apa dia baik baik saja saat itu? apa dia-“ “yeobo tenanglah… kau harus menenangkan dirimu…” “bagaimana aku bisa tengang?hah” “cukup” “Bagaimana kalau jieun di bully lagi? “ “cukup” “Bagaimana kalau teman temannya mencemoohnya lagi? Bagaiman-“ “ya! Park eun joon! Tenangkanlah dirimu… jieun sudah berubah… lagi pula siapa yang tau masa lalunya hah?! Sudah cukup ini semua merusak pagi ku!”

‘Brak!’

Pintu kayu itu tertutup dengan kencang seraya menghilangnya bayangan nyonya park dari ruangan tuan park itu. nyonya park berjalan cepat menuju ruangannya, ia membuka dan menutup pintunya dengan kasar. Sesampainya didepan mejanya ia langsung menyambar botol anggur dan langsung meminumnya dari sana, dengan nafas yang sudah tidak beraturan perlahan kakinya lemas seakan tak sanggup menahan badannya.

Hingga ia terduduk dan tanpa sadar air matanya mengalir membasahi pipinya, tak lama tangannya bergerak kedada mengeluarkan bandul kalung dari dalam bajunya. Lalu ia menatap bandul itu, disana terdapat foto kedua anaknya-jimin dan jieun “eomma sudah gagal … eomma sudah gagal hiks hiks… miahae… tapi kalian semua hidup bahagia bukan hiks dengan barang-barang mewah… rumah mewah… jadi kalian tidak akan kesulitan bukan hiks”ucap nyonya park sambil tersenyum miring dan kembali meminum anggur itu sampai habis.

‘tok tok tok’

“hyunjoo-ya… ini aku…” panggil tuan park namun tak ada balasan sama sekali. Iapun membuka pintu itu dan ternyata tidak terkunci. Ia pun masuk keruangan itu dan mendapati sang istri-hyunjoo telah terbaring dilantai tak sadarkan diri. “ya… hyunjoo… go hyunjoo… ireona!” tuan park sudah menepuk nepuk pipi istrinya itu beberapa kali namun tak ada respon sedikitpun. Ia pun mengambil ponselnya di saku jasnya dan hendak menelpon sekertarisnya namun tangan nyonya park dengan lemas menggapai ponsel itu “gwenchana” ucapnya dengan lemas. Melihat istrinya yang sudah sadar ia pun menghelanafas lega.

“cha… cha… kita mulai memasak!” ucap jieun dengan antusias. “aku masih ragu kalau kau bisa memasak” kai langsung mendapatkan tatapan tajam dari jieun “lihat saja nanti” jieun pun memakai celemeknya dan memasang kan celemek juga pada kai. “aku juga?” “tentu saja! Seorang chef pasti punya anak buah” jieun pun selesai mengikat celemek yang kai pakai.

Mereka berdua pun mulai memasak. Dari mulai membersihkan bahan-bahan hingga memotong bahan bahan mereka melakukannya dengan teriakan jieun, bukan dengan baik namun mereka melakukannya dengan ‘penuh’ teriakan jieun karna kai terus saja salah melakukan nya. “baiklah biar aku memotong kau yang ambilkan dan memasukan bahan bahannya,jinja…” ucap jieun yang sudah kewalahan oleh ulah kai. Semua bahan bahan pun sudah di masukan dan tinggal menunggu semuanya matang tentu saja jieun yang mengaduknya kalau tidak mau kacau oleh kai.

“ahh… lelahnya..” ucap kai sambil menghela nafas dan mendudukan dirinya di bangku meja makan. “baru seperti itu saja sudah lelah… kau itu laki-laki!” ucap jieun ketus. Beberapa saat kemudian sepasang tangan sudah melingkar di pinggang kecil jieun yang tentu saja membuat jieun tersentak. “ya..!” “tentu saja kalau soal bercinta aku tidak akan lelah sebelum kau” bisik kai tepat di telinga jieun. “ya! Byeontae!” jieun pun membalik badanya berniat untuk melepaskan diri dari kai namun sial kai malah mendekap jieun lebih kuat dan langsung menyambar bibir jieun dan tak lupa mematikan api kompor di belakang tubuh jieun.

Mereka berciuman sangat dalam dan benar- benar menununtut,sampai sampai jieun harus menahan badannya pada meja dibelakangnya jika tidak mau badannya masuk dalam panci panas itu. melihat jieun yang sudah mulai gelgapan itu kai pun akhirnya melepas ciuman mereka,tanpa buang waktu jieun langsung meraup oksigen sebanyak banyaknya. Melihat nafas jieun yang sangat tidak berturan itu kai tersenyum puas walau pun nafasnya hampir sama tidak beraturannya dengan jieun.

“eotte? Sangat baik bukan?” “ya! Ni pabo?! Aku hampir saja kehabisan nafas jika kau tidak segera melepaskanya” ucap jieun dengan nafas yang masih tidak beraturan. “tapi kau hebat… mukamu tidak merah seperti perempuan lain jika di cium seperti itu” “ya! Kau sering berciuman seperti ini dengan perempuan lain ya? Dasar playboy!” ucap jieun lalu kembali menyalakan api kompor dan lanjut memasak. “dan… yak! kau juga sangat baik dengan ciuman… apa kau sering melakukannya”ucap kai dibelakang jieun kali ini dengan muka datar dan smirk aneh dari bibirnya.

Mendengar pertanyaan kai Jieun langsung berhenti mengaduk masakannya dan tidak langsung memjawab, ia diam sejenak dengan ekspresi datar memandang masakannya. Beberapa detik kemudian “ya! Kau mau mati” ucap jieun sambil mencubit cubit perut kai dan berasil membuat kai tertawa geli.

Tuan park membaringkan istrinya di bangku tamu yang ada di ruangan istrinya itu. lalu menyelimuti kaki istrinya yang terbuka itu dengan jasnya. Lalu ia terduduk dilantai menghadap wajah istrinya “mianhaeyo,aku melakukannya lagi” ucap tuan park sambil membelai wajah istrinya yang tampak memerah itu, namun belaian itu langsung di sambut oleh tangan nyonya park “ kau tidak salah… aku yang salah… benar kan aku yang salah?Tsk… bodoh sekali aku tidak tau siapa yang salah,lagi pula tidak ada yang perlu disalahkan bukan? sini… mendekatlah biar aku peluk uuu… cagiya…” lantur nyonya park yang benar benar mabuk. Tanpa sadar air mata mengalir dari mata tuan park, lalu ia melepasakan pelukan istrinya “ya! Hyunjoo-ya! Kenapa tingkahmu tidak pernah berubah dari 20 tahun yang lalu?hah? dasar wanita genit! Bahkan kau sudah memiliki dua anak… tapi kau tak berhenti mabuk mabukan dan menggodaku. Bahkan kau masih secentil saat kita pertama kali bertemu” ucap tuan park panjang lebar dengan suara gagapnya di sertai air mata yang tak kunjung berhenti mengalir.

“kau menangis ya? Babo! Dari dulu kau tidak pernah berubah,bahkan ketika umurmu sudah kepala4 kau masih cengeng! Berhentilah menangis atau ku cium kau!” ucap nyonya park masih dengan nada mabuknya. Namun tuan park tak berhenti menangis dan kembali memeluk istrinya itu. “ya! Lepaskan tidak?! Atau aku akan teriak?!” ucap nyonya park sambil melawan namun tak kunjung di lepaskan oleh tuan park “bagaimana caranya supaya kita bisa seperti dulu lagi? Perlukah kita jatuh miskin?” ucap tuan park sambil tersedu sedu.

“MWO-YA! kita hanya berlibur 4 hari” ucap jongin sambil mengendarai mobilnya. Jieun tidak menjawab ia hanya melihat ke jendela. Siang ini jongin dan jieun memutuskan kembali ke seoul karena ancaman guru song. Yang menelpon kai lalu memarahinya. Tak lama ponsel jieun berdering. Pasti ini giliran jieun.

“yeobseo?” “anyeonghaseo Park Jieun. Tidak usah pake basa-basi lagi ,Ibu langsung saja ya… sudah 3 hari kau tidak masuk sekolah,apa kau baik-baik saja?” “gwenchanasemnika” “dan aku dengar kau tidak pulang selama 4 hari juga?” “ne… jwosonghamnida” “ibu harapkan kehadiranmu besok di sekolah,kau akan minta maaf di depan orang tua mu “agesemnida” “ye?!!” “ye?” “ahh bukan apa-apa,sampai bertemu di sekolah” sambungan telfonpun tertutup.

“kau tenang sekali sampai sampai guru song kaget dengan responmu ckck” “ tak ada yang perlu di hawatirkan ini hanya masalah kecil yang di besar besarkan” ucap jieun masih dalam mode tenangnya sambil mejamkan mata. “daebak!! Aku tak habis pikir gadis seperti mu bisa setenang ini menghadapi masalah”. Mendengar ucapan kai jieun langsung membuka matanya dan menegakan duduknya, hampir saja ia melupakan perannya sebagai park jieun yang sekarang. “ahh bukan apa-apa” ucap jieun gugup.

“MWO?! Selama ini kau pergi kebusan?” teriak bibi jung pada jieun yang sedang duduk manis di atas meja riasnya sambil membersihkan wajahnya. “selama setahun lebih kau tinggal bersama kami , kau tidak pernah meninggalkan rumah bahkan untuk pergi bermain. Kenapa kau mendadak seperti ini lagi jieun-ah…” kali ini paman jung angkat bicara dengan nada niak turun menahan amarah. “aku tidak bisa menjadi orang lain yang kalian inginkan, mianhae” ucap jieun lalu ia membaringkan tubuhnya di kasur, melihat tingkah jieun saat ini paman jung hanya bisa mengengkan kepalanya.

“apa karena seorang lelaki? Selama ini kau tidak suka perempuankan? Apa kau sudah menemukan teman lelaki yang baik? Apa dia namja cingumu?” bibi jung langsung menyerbu jieun dengan segala pertanyaan, memang selama ini hanya bibi jung lah yang bisa mengerti diri seorang park jieun “terserah bibi saja” ucap jieun singkat lalu menarik selumutnya sampai kepala. Bibi jung menghela nafas panjangnya dan akhirnya menggiring paman jung keluar kamar jieun.

“eottoke? Bagaimana jika dia seperti dulu lagi? pergi ke club,berpacar pacaran , dan hahh….” Keluh bibi jung. “jika ia berkencan dengan namja yang baik pasti tidak akan terjadi hal-hal seperti itu lagi, dan kita harus terus mengawasinya”

Jieun berkali-kali membasuh wajahnya lalu memandang pantulan dirinya di cermin dengan pandangan kosong “ ini semua karna kalian! saat itu aku tak akan pergi ketempat biadap itu kalau kalian tidak pergi! “ “Aaaaa! Kapan aku bisa hidup tenang! Kenapa aku harus menghadapi semua ini!” jieun terjongkok sambil meremas rambutnya kasar dan berteriak untungnya tak ada siapa pun di kamar mandi gedung baru. Tempat seperti ini lah yang jieun butuhkan sekarang setelah sekitar 10 pertanyaan yang seharusnya privasi harus ia jawab di depan bibinya, belum lagi ia harus menandatangani surat perjanjian yang mengerikan. Semua itu makin membuat jieun hampir gila.

Setelah merasa lebih baik jieun pun mencari kai untuk ke kantin bersama,tak butuh waktu lama jieun menemukan kai di depan kelas mereka bersama seorang pria yang tak kalah tinggi oleh kai mungkin wali kai pikir jieun karena laki-laki itu memakai jas formal yang bukan seragam sekolah mereka, baru selangkah jieun mendekat ia langsung merasa di ambang kematian seperti melihat sebuah truk besar yang ingin menabraknya. ‘ada dua kai? Namun kenapa dia… mungkinkah dia Jason’ batin jieun. Jieun seketika kaku,semua peristiawa-peristiwa setahun yang lalu langsung terputar dengan cepat di pikirannya.

Flashback

Suara music terdengar sangat memekakakan telinga memenuhi tempat gelap berisi orang orang mabuk ini. ‘anyeong jane-ah…’ ucap jieun pada wanita cantik yang berpakaian tak kalah minim darinya sembari memberikan salah satu dari dua wine yang ada ditangannya. ‘ya! Jaena-yah.. Coba lihat laki-laki yang disana itu!’ ucap wanita yang di panggil jane tadi.’eodiga?’ jane pun menunjuk seorang laki-laki yang sedang meminum anggur dengan coolnya. ‘ahh yang itu? kau menyukainya?’ ‘aku dengar dia adalah kakak dari sahabat dari adik tiri ku.’ ‘ah… yang pernah kau ceritakan itu?dari mana kau tau itu dia?’ ‘aku pernah melihat SNS adik tiri ku lalu ada foto dia disana,kalau tidak salah juga dia itu member club ini’ jelas jane panjang lebar.’tunggu apa lagi? Sana dekati dia!’ ‘ahh… mattta! Kaja!!’ ‘kaja?’ ‘ayolah temani aku. Siapa tau dia membawa adiknya atau teman untukmu’ ucap jane sambil menarik paksa jieun-jaena menuju laki-laki itu.

Flashback end

“Ya!! Park Jieun aku mencarimu kemana-mana tau! Setelah 3 hari- ya! Aku sedang berbicara denganmu nyonya kim!” setelah ocehanya tidak di respon sama sekali oleh jieun stevy pun mengikuti arah pandangan jieun. “Hah?! Taemin oppa?!”seru stevy setelah tahu apa yang jieun lihat, tanpa basa-basi stevy langsung berlari meninggalkan jieun menuju kai dan lak-laki itu.

Tanpa ragu stevy memeluk laki-laki yang ia panggil taemin oppa itu “oppa bogosipoyo!!” laki-laki itu- taemin mengangkat alisnya tanda bertanya pada kai. “ kau tak ingat aku?!aku ste-Ya!!” ucapan stevy terputus begitu juga dengan pelukannya, ketika V datang dan langsung mendorong stevy dan mengantikan posisinya. “hyung bogosipo!!” ekspresi aneh tak bisa di sembunyikan dari wajah taemin, bingung? Tentu saja, ia tak habis pikir dengan anak anak High school yang kelakuannya masih seperti bocah ini, V memeluk taemin erat sampai sampai taemin hanya bisa say hi pada baekhyun.

“Woah… kalian semua sudah tumbuh begitu besar” ucap taemin. “tentu saja” ucap stevy sambil mendelik pada V. “apa kalian sedang bertengkar?” “oppa sudah dulu ya.. aku lapar,sampai jumpa” stevy pun melenggang pergi sambil terus menatap V tajam. “hyung jangan lupa berkunjung kerumahku, sampai jumpa” ucap V sambil terus menatap stevy tak kalah tajam.

“apa mereka sedang bertengkar?” ucap taemin sekali lagi kali ini pada jongin,”bahkan mereka belum pernah berbaikan sejak stevy pulang dari jepang,hubungan kami juga tidak sebaik dulu dengan stevy” “Mwo?!! Bukankah kalian satu sekolah?” “sepertinya mereka memutuskan untuk tidak saling mengenal ” “sebenarnya ada apa dengan mereka?” “molla” “ya hyung! Apa kau melihat baekhyun, bukan kah tadi ia datang bersama taehyung?”lanjut kai “ahh tadi aku mengatakan hai padanya namun ia seprti tidak focus pada ku, dan setelah ku lihat sepertinya ia sedang memperhatikan yeoja yang berlari pergi”

“yeoja?”

“menangis … lagi? Apa kau merasa ingin mati…. lagi?” merasa di hiraukan baekhyun pun duduk di samping jieun dan melanjutkan kata-katanya “ceritakanlah padaku supaya kau merasa lega… ingat? Saat pertama kali kita bertemu? Kau menagis di tempat ini juga bukan? Lalu aku datang bercerita sesuatu yang tak jelas” setelah panjang lebar baekhyun bercerita jieun tetap saja menangis dan menghiraukannya. “apa kau di marahi oleh bibimu? Atau surat perjanjiannya terlalu berat? Apa kau mendapat hukuman yang berat?!” . jieun menghela nafas dan tak lupa menyeka air matanya “byun baekhyun chalga” ucap jieun dengan senyumnya yang entah kenapa terlihat sangat menawan di mata baekhyun,mengingatkannya pada senyuman jieun saat pertama kali ia berkenalan denganya ‘masih sama,menawannya’ batin baekhyun.

Menit berikutnya ia tersadar dengan kata-kata yang di ucapkan jieun “ya! Ck mworago? Ingin ke kelas saja bilang selamat tinggal” “gumaweo baekhyun-ah atas semuanya, aku suka pertemanan ini,aku sangat menyukainya” ucap jieun masih dengan senyum manisnya “ne.. ne.. sama-sama ,tapi kenapa kau harus mengatakannya?!” jieun tidak menghiraukan perkataan baehyun dan langsung pergi dari sana tak lupa melambaikan tangan ke arah baekhyun. Bingung? Tentu. Ia tak mengerti sama sekali apa yang jieun bicarakan. “menyukai pertemanannya? Haha perempuan sering mengucapkan hal-hal seperti itu ‘aku menyayangimu … nae chingu’ hah…” ucap baekhyun remeh.

“apa yang sedang kau lakukan?”ucap kai yang entah muncul dari mana dan berhasil membuat jantung baekhyun hampir tanggal dari tempatnya. “ya! Kau… tadi….” “apa maksudnya menyukai pertemanan kalian memangnya sudah sedekat apa kalian berteman?” “ani… kau tahu kan perempuan sedikit berlebihan hehe” ucap baekhyun disertai tawa garing. “kau bilang kau belum bisa mendekati jieun?” “ne… memang begitu… aku belum terlalu dekat dengan-“ “ck sudahlah baekhyun-ah jieun adalah yeoja pendiam dan sombong di kelas bahkan dia tidak bicara dengan siapa pun di kelas. Bagaimana bisa ia mengatakan itu dengan mudahnya pada ‘teman yang belum dekat’?”

-TBC-

Anyeong!!
long time no see…
bosen ga sih denger aku ngomong gitu mulu?
jujur aku bosen banget… 3 atau 4 chapter belakangan ini aku post sebulan sekali teruskan ya… aku minta maaf banget… bosen juga ya ngeliat aku bilang maaf mulu…

btw aku mau curhat sedikit nih beberapa waktu lalu aku kehilangan hpku dan selama ini aku nyimpe sisa sisa(?) tulisan aku yang belom di post di akun WP ku yang di hp. ya… jadi otomatis semuanya HILANG. untungnya sih ada setengah simpenan di laptop jadi lumayan tertolong.
tolong di maklumin ya … kalo chapter depan lebih ngaret dari pada ini … ya karna aku harus nulis ulang. sekali lagi mahon di maklumi….

sebagai author yang bertanggung jawab aku harus tetep ngelanjutin tulisan aku sampai selesai. kalian masih sedian baca sampai selesai juga kan? ehehe

sekian cuap cuap kali ini sampai ketemu di chapter depan ^^

dan selamat juga buat uri EXO yang menang 4 penghargaan di MAMA 2015 CHUKAHAMNIDA!

oszgVlUj_123163808521419048987586222422262518933269n-1449115277

13 responses to “Dark Light (Chapter 10)

  1. Aku belum baca part awal dan langsung baca chapter ini jadinya aku bingung sendiri mau komen apa soalnya nggak tau ceritanya sama sekali jadi kalau bisa tolong cantumin part2 sebelumnya ya biar aku bisa baca

  2. pnsaran kok pas liat kai ny ad 2 dia lngsung kyk syok gtu//??
    apa dluny dia pnya hubngan dgn slah stunya
    hmmmm

  3. Aku baru baca :3 .. Ada apa dengan Kai? Kenapa berkata begitu pada Baekhyun tentang Jieun? Bukankah mereka kencan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s