Flower in Autumn [Prolog] -by ByeonieB

Processed with VSCOcam with t1 preset

Processed with VSCOcam with t1 preset

Flower in Autumn

-byeonieb@2015-

 

I love you. As always, it is you..

 

Main Cast:: Baekhyun of EXO as Byun Baekhyun, OC/You/Readers as Han Minjoo || Other Cast:: Chanyeol of EXO as Park Chanyeol, Suga of BTS as Min Yoongi || Genre:: Drama, Romance, Angst, Fluff || Rate:: PG-14 – PG-17 || Length:: Chapter

[Prolog]

H A P P Y   R E A D I N G

Suara dentingan piano mengisi seluruh ruang Incheon’s Hall malam ini. Para penonton yang berada di hadapan panggung itu memasang wajah terkagum-kagum. Bagaimana tidak kagum? Lelaki yang saat ini berada di hadapan mereka, memakai tuxedo putih nan senada dengan grand piano yang menjadi sumber suara dentingan piano tadi, dengan lihainya menarikan jemari cantiknya di atas tuts piano itu. Mata pria itu sedikit menutup, meresapi seluruh alunan musik yang ia ciptakan.

Di antara penonton tersebut, seorang gadis dengan surai hitam sepanjang dadanya melihat pria itu dengan tak kalah berbeda dengan yang lainnya. Matanya terus melihat ke arah pria itu, enggan menyia-nyiakan keindahan Tuhan yang telah melukis dengan indah.

Minjoo selalu iri dengan piano itu. Piano itu selalu bersama dengan pria itu di kala pria itu sedang susah apalagi bahagianya. Piano itu juga dapat merasakan setiap sentuhan jemari manis pria itu padanya, membuat Minjoo hanya bisa mendesis kesal setiap melihat piano. Ya, ia sangat iri dengan benda mati itu.

Suara riuh tepuk tangan kini memenuhi seluruh ruangan, menggantikan suara dentingan piano sebelumnya. Pria yang tadi memainkan piano itu telah selesai memainkan salah satu masterpiecenya, Arbre, salah satu karya terbaik yang membuatnya menjadi terkenal di seantero jagat raya ini. Merupakan salah satu lagu favorit Minjoo juga, rupanya.

Minjoo pun ikut menepukkan kedua tangannya begitu kencang, bahkan dia sangat bersedia jika ia harus menepuk tangan menggunakan kedua kakinya. Minjoo memang sebegitu menyukai pria itu, idola dari zaman ia masih menggunakan baju sekolahan.

“Ah.. Arbre selalu sukses membuat hati para pendengar meluluh, bukan begitu Park-ssi?” tutur salah satu mc yang kini berdiri di atas panggung bersama rekan prianya.

“Betul sekali, semua karya dari Byun Baekhyun-ssi selalu berhasil menghipnotis para pendengarnya untuk masuk ke dunia imajinasi buatan alunan nadanya..”

Minjoo tersenyum. Ia sangat setuju pada perkataan kedua mc itu.

Alunan nada dari pianis idolanya itu selalu berhasil membawanya terbang sampai surga. Selalu berhasil membuat gadis itu tersenyum setiap kala alunan nada itu masuk ke dalam telinganya.

Minjoo sangat menyukai Baekhyun, si pianis terkenal itu.

Sangat menyukainya.

.

.

.

Baekhyun memasuki ruangan yang berada di belakang panggung dengan langkah pelan-pelan, sesekali tersenyum dan mengatakan “terimakasih sudah bekerja keras” kepada para staff untuk konsernya di Incheon Hall tadi.

Ini adalah konser tur dunianya untuk yang pertama kali. Dua tahun yang lalu, setelah merilis ‘Arbre’, namanya jadi begitu terkenal di seluruh dunia. Membuat para pecinta musik di setiap muka bumi ini mencintainya karena alunan nada dari dentingan pianonya yang begitu lembut. Incheon Hall adalah kota pertama sekaligus sebagai pembukaan untuk tur dunianya ini.

“Baekhyun-ah.”

Baekhyun menghentikan perbincangannya dengan salah satu operator sound systemnya dan melirik ke arah manager hyung yang memanggilnya baru saja tadi.

“Ya, Yoongi hyung?”

Yoongi berjalan mendekati Baekhyun lalu setelahnya menepuk-nepuk pundak Baekhyun sambil tersenyum senang.

“Kau pasti merasa senang sekali, bukan?”

Baekhyun terkekeh pelan, “Ah hyung.. kukira ada apa.” Ia pun menghentikan kekehannya dan menggantikannya dengan senyuman di bibirnya.

“Aku sangat senang, hyung. Ini impianku, bermain piano di atas panggung berbagai tempat di belahan dunia ini. Aku sendiri masih tidak percaya jika hari ini adalah hari pembukaannya.”

Yoongi hanya terkekeh pelan melihat Baekhyun. Yoongi benar-benar tahu bagaimana perasaaan Baekhyun saat ini. Yoongi telah melihat seluruh kerja keras Baekhyun, dimulai dari pria itu hanya bermain di café kecil, di acara pernikahan, lalu mulai terjun ke acara televisi hingga saat ini telah berhasil membuat konser tunggalnya sendiri di beberapa negara.

“Aku turut berbahagia, Baek. Aku senang kau bisa mendapatkan apa yang kau inginkan selama ini.”

Baekhyun bukanlah artis yang menanam sifat arogan dan sombong di dalam dirinya. Baekhyun adalah seorang pria dengan hati yang lembut, sesuai dengan alunan pianonya. Baekhyun tidak tersenyum hanya tersenyum saat penonton di hadapannya melihat ke arahnya, ia akan tetap tersenyum bahkan saat penonton sudah tidak melihatnya lagi. Baekhyun tidak hanya berbicara pada orang-orang dengan jabatan tinggi atau memiliki ketenaran yang setara dengannya, ia akan tersenyum dan berbicara sama ramahnya pada staff-staff yang membantunya untuk bekerja. Yoongi mengaggumi itu semua, mengagumi ketulusan dan kebaikan Baekhyun. Dan Yoongi percaya, bahwa semua orang yang berada di dekat Baekhyun tidak mungkin tidak merasa nyaman pada pria itu, termasuk dirinya sendiri.

Yoongi memeluk bahu Baekhyun. Yoongi telah menjadi manager Baekhyun lebih dari 3 tahun lamanya, yang berarti Yoongi jelas tahu bagaimana kerja keras Baekhyun selama ini. Yoongi sudah benar-benar menganggap Baekhyun sebagai adiknya sendiri.

“Terimakasih Hyung, terimakasih juga selama ini Hyung telah mendukungku dan berada di sampingku.”

Begitu juga dengan Baekhyun, baginya, Yoongi bukanlah manajer yang tugasnya menjadwal acara panggungnya. Baginya, Yoongi adalah kakaknya, satu-satunya keluarga yang tersisa di hidupnya. baginya, Yoongi sama pentingnya dengan pianonya itu.

Yoongi melepas pelukannya lalu mengacak rambut Baekhyun dengan kasar, “Bulan depan jadwalmu di Hongkong Hall, persiapkan dirimu.”

Baekhyun mengacungkan kedua jempolnya, “Aku tidak pernah tidak siap, hyung.”

Yoongi menggeleng sambil terkekeh pelan, “Omong-omong, di atas meja situ sudah aku kumpulkan semua hadiah dari penggemarmu. Lebih baik kau lihat sendiri kesana.” Dagunya sedikit ia tunjukkan ke arah meja yang berada di belakang tubuhnya, menunjukkannya untuk Baekhyun.

Baekhyun mengikuti arah dagu Yoongi dan menemukan meja yang Yoongi maksudkan. Ia bisa lihat dari sini jika di atas meja itu terdapat mungkin lebih dari 20 kotak hadiah di atasnya.

“Apakah sebanyak itu hyung?”

Yoongi mengangguk-angguk, “Iya sebanyak itu dan aku kewalahan sekali membawanya. Sudah kau lihat dulu saja sana, aku akan mengucapkan terima kasih dulu pada semua staff dan setelahnya kita pulang.”

Baekhyun mengangguk sekali lalu disusul Yoongi yang berjalan meninggalkan dirinya. Baekhyun mulai melangkahkan kakinya menuju meja tersebut sebelum seseorang menginterupsinya.

“Permisi, tuan..”

Baekhyun tersenyum pada seorang pria tua itu, “Iya, ahjussi?”

Pria tua itu menyodorkan sebuah ponsel berwarna putih kepadanya, “Kurasa ini milik tuan..”

Baekhyun mengkerutkan keningnya, “Ponselku berada di kantungku saat ini, ahjussi. Kurasa itu bukan milikku.”

Pria tua itu ikut mengkerutkan keningnya, “Tapi di dalam ponsel ini terdapat foto tuan..”

Baekhyun pun mengambil ponsel yang berada di genggaman pria tua tadi dan menekan tombol kunci di sampingnya. Benar kata pria tua itu, yang menjadi layar kunci pada ponsel itu adalah foto dirinya ketika sedang berada di atas panggung bersama piano putih kesayangannya.

“Ini bukan ponselku Ahjussi, lebih baik ahjussi menyimpannya. Siapa tahu pemiliknya akan mencarinya kemari lagi..”

Pria tua itu tampak berpikir sebentar, “Kurasa sebaiknya tuan menyimpannya saja, saya tidak berani menyimpan barang mewah seperti itu..”

Baekhyun terdiam di tempatnya bingung harus menjawab apa.

“Kumohon, tuan..”

Dan pada akhirnya Baekhyun pun tidak bisa menolak perkataan pria tua tersebut lagi.

.

.

.

.

“Han Minjoo.. apa kau sudah meminum obatmu?”

Minjoo terus menggeladah seluruh isi kamarnya, tak peduli jika kamarnya seperti kapal pecah saat ini. Teriakan Oppanya dari luar kamarnya ia hiraukan begitu saja.

“Han Minjoo—“

Chanyeol menghentikan suaranya setelah melihat keadaan kamar Minjoo saat ini. Selimut yang telah tergeletak di atas lantai, jangan tanyakan para bantal dan gulingnya kemana, pintu lemari yang terbuka, dan kini Minjoo sedang mengacak-acak seluruh kaca riasnya.

“Astaga… apa yang kau lakukan?!” pekiknya dengan tidak percaya.

“Ah Oppa! Jangan masuk kamarku dulu, kamarku begitu berantakan! Tunggu sebentar saja, Oppa!” tuturnya tanpa melihat ke arah Chanyeol sedikit pun karena terlalu memfokuskan dirinya untuk mencari ponselnya yang tiba-tiba menghilang.

“Ya tapi kenapa bisa seperti ini.. astaga Han Minjoo..” Chanyeol menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya. Adik angkatnya satu ini selalu sukses membuatnya melakukan hal itu.

“Kau mencari apa sebenarnya?”

Minjoo memutar tubuhnya dan langsung melihat Chanyeol tepat di matanya. matanya tampak bening, sedang mengeluarkan suatu cairan dari dalam matanya.

“Ponselku hilang Oppa..” ia sedikit mempoutkan bibirnya, “Bagaimana ini…”

“Astaga..” Chanyeol menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya lagi pada gadis itu. “Han Minjoo.. Oppa bisa membelikan ponsel yang baru lagi untukmu, sudah hentikan kegiatan memborbardir kamarmu seperti ini..” Chanyeol berjalan menuju selimut Minjoo yang mengenaskan di atas lantai sana dan mencoba untuk menaruhnya di atas kasur Minjoo kembali.

Minjoo menggelengkan kepalanya dengan cepat, “Aku sangat membutuhkannya malam ini Oppa, aku harus melihat jadwal konser Baekhyun..”

Chanyeol hanya menghela nafasnya dengan kasar, Chanyeol tahu jika Minjoo memang menyukai pianis terkenal itu sampai segitunya. Sudah berjuta-juta uang yang Chanyeol keluarkan demi dirinya agar bisa bertemu dengan idola kesayangan itu. Entah warisan orang tua Chanyeol yang terlalu banyak atau memang pria itu terlalu menyayangi Minjoo, Chanyeol selalu mengamini permintaan Minjoo. Ck, tanpa Chanyeol sadari jika itu hanya membuat kepribadian Minjoo menjadi manja.

“Kau bisa menggunakan ponsel Oppa, sekarang lebih baik kau pergi ke kamar Oppa dan tidur di sana saja. Kamarmu baru bisa di bereskan besok pagi oleh Ki Ahjumma.”

Minjoo membulatkan matanya begitu cerah, “Benar Oppa?! Aku boleh menggunakan ponsel Oppa!?”

Chanyeol kini menaruh bantal, guling beserta selimut Minjoo di atas kasur gadis itu dengan asal-asalan, “Iya, Han Minjoo. sekarang lebih baik kau pergi ke kamarku dan istirahat disana, kau sudah meminum obatmu, bukan?”

Han Minjoo berjalan menghampiri Chanyeol, “Tidak, aku akan tidur disini saja. Aku bisa membersihkan semuanya Oppa.”

Chanyeol menolak perkataan Minjoo, “Tidak, Han Minjoo. hari ini kau sudah menghabiskan 4 jam waktumu untuk menonton pianis itu, aku ingin kau istirahat sekarang.”

Minjoo menghela nafasnya dengan pelan, “Oppa.. oppa tak usah khawatir, aku ini sudah hampir sembuh Oppa. Buktinya kan Oppa tahu sendiri, sudah hampir setahun penyakit itu tidak kambuh lagi di tubuhku. Bukankah itu artinya aku akan sembuh, Oppa?”

“Tapi tetap saja kau harus menjaga kesehatanmu, Minjoo.” Chanyeol memutar tubuh Minjoo dan mendorong tubuh gadis itu ke arah pintu, “Ponsel Oppa ada di atas kasur Oppa dan kau tidur disana.”

“Lalu Oppa tidur dimana?”

Chanyeol mendorong tubuh Minjoo semakin cepat lagi dan kini telah berada di luar kamar gadis itu.

“Oppa bisa tidur dimana saja, yang penting kau istirahat terlebih dahulu.”

Minjoo mengembangkan senyumannya. Chanyeol adalah pria yang paling ia sayangi setelah Baekhyun di muka bumi ini.

“Terimakasih, Oppa.” Minjoo mencium sekilas pipi Chanyeol, “Oppa memang terbaik!” setelahnya ia berlari ke arah kamar Chanyeol yang tak jauh dari kamarnya juga.

Chanyeol terdiam sambil merasakan kecupan hangat itu di pipinya.

Setelahnya ia tersenyum.

“Han Minjoo, kau benar-benar..”

.

.

.

Baekhyun baru saja keluar dari kamar mandinya sambil mengeringkan rambutnya yang basah mengenakan handuk putih. Tak butuh waktu yang lama untuk mengeringkan rambutnya, setelah itu ia langsung menjemur handuk putih itu pada tempatnya dan melangkahkan kakinya pada kasurnya. Baekhyun menyandarkan tubuhnya pada headboard ranjang dan menatap kamarnya dengan sembarang arah.

Pikirannya tertuju pada satu hal, konser tur dunianya. Baekhyun tak bisa menghentikan perasaan bahagia di dalam hatinya karena ia memang sangat-sangat-senang saat ini.

“Eomma.. jika saat ini eomma masih disini, pasti eomma akan sangat senang juga..” gumamnya sambil tersenyum perlahan.

Saat Baekhyun hendak membaringkan tubuhnya, tak sengaja netranya menangkap ponsel putih yang ahjussi tadi titipkan padanya.

“Ah benar, ponsel itu.” Baekhyun mengambil ponsel itu lalu memperhatikan setiap detailnya. Ia pun menekan tombol kunci layar itu lalu munculah foto dirinya disana saat ini.

“Kenapa pemiliknya belum menghubungi ponsel ini juga..”

Baekhyun memerhatikan wallpaper ponsel itu, tepatnya foto dirinya sendiri. Penasaran dengan isi dari ponsel itu, Baekhyun membuka layar kunci itu yang entah bodohnya si pemilik itu tak mengunci layar ponselnya menggunakan pin atau sejenisnya.

“Astaga.. pemilik ini benar-benar penggemarku..” kekeh Baekhyun pelan setelah melihat foto dirinya—lagi—di layar utama ponsel itu.

Baekhyun terus menslide layar ponsel itu dengan sembarang sampai akhirnya ia menemukan folder galeri di layar utama ponsel itu. Galeri adalah sesuatu yang pribadi dan Baekhyun tahu harusnya ia tidak membuka folder tersebut. namun bagaimana lagi, Baekhyun benar-benar dibendungi oleh rasa perasaan yang membuat dirinya untuk menekan icon dan membuka galeri tersebut.

Terdapat banyak folder disana, namun sebuah folder bernama “BBH”—singkatan dari namanya—membuatnya terkekeh kembali.

“Ya Tuhan.. 2.204 gambar diriku..”

Baekhyun pun membuka folder tersebut dan benar, di dalam sana hanya ada foto dirinya. ada foto dirinya sedang berjalan di airport, ada foto dirinya yang ia unggah pada akun sosial medianya dan yang paling banyak adalah foto dirinya ketika bermain dengan piano putihnya. Baekhyun tak habis-habis tertawa melihat foto dirinya sendiri. Entahlah, menurutnya sangat lucu ketika melihat isi ponsel penggemarnya sendiri.

Setelah puas melihat isi folder dirinya, tak sengaja netra Baekhyun menangkap sebuah folder dengan nama “Me” di dalam galeri itu.

Terdapat mungkin hanya sekitar 200 foto dari si pemiliknya(mungkin) yang sangat berbanding terbalik dengan folder yang memuat gambar-gambar dirinya sebelumnya.

Di dalam folder itu, banyak sekali gambar seorang wanita dengan rambut sepanjang dadanya, tersenyum atau bahkan melakukan gambar lucu disana. Baekhyun melihat semua foto itu satu per satu sambil tanpa ia sadar ia terhanyut melihat wajah gadis itu.

Jemarinya berhenti menslide setiap foto di galeri tersebut pada saat sebuah foto dengan seorang gadis yang tersenyum sangat lebar ke kamera sambil menahan dagunya dengan kedua tangannya.

Baekhyun terus terpaku pada foto itu. netranya melihat ke setiap inci wajah gadis itu. mulai dari matanya yang sedang menunjukkan eye smilenya. hidung mancung gadis itu. pipi gadis yang sedikit kemerahan.

dan terakhir, senyum yang terukir begitu indah di bibir pink gadis itu.

Tanpa Baekhyun sadari, kedua sudut bibirnya naik ke atas, menandakan dirinya sedang tersenyum pada foto itu saat ini.

“Gadis manis.”

di waktu yang sama, Han Minjoo sedang membaringkan tubuhnya di atas ranjang kakaknya dan menatap ponsel milik kakaknya dengan senyum yang tak kalah mengembang dengan Baekhyun.

“Baekhyun-ah.. kenapa setiap hari aku semakin mencintaimu saja, hm?”

***TBC***

Halo lagi sayang sayangkuuuu!!!

Kangen aku gak!? Kangen dong pleaseeee! Hahahaha

Btw ini berapa lama ya aku hiatus? Ada sebulan lebih gak? Hahah sudah kulupa berapa lama ku hiatus.

first, untuk yang project yang kemarin itu.. yang Anonymous’ Love, bener-bener aku canceled ya. inget loh, canceled, yang artinya aku batalin. Kenapa? Yang paling pertama sih karena aku kurang suka dengan genre idol-fan gitu—lah terus kenapa gue bikin begituan wkwk. Aku pun gak menemukan mood yang dapet banget ketika berusaha buat nulis chapter satu dari fanfict itu. then, aku juga gak menemukan jalan cerita yang aku suka dari fanfict itu… so… aku resmi membatalkan perilisan fanfict itu. Maaf yaaa *bow 90 degrees*

second, pasti kalian punya pertanyaan gini “Terus bagaimana dengan ff ini? Bukannya ini juga idol-fan gitu?” iya ini idol-fan but… yang bikin ini beda tuh karena jalan cerita ini tidak akan memfokuskan Baekhyun sebagai seorang idolnya. Lagipula, disini Baekhyun adalah terkenal sebagai seorang pianis, pemusik yang membuat karya musik lewat pianonya, bukan seorang anggota boyband terkenal yang di kejar-kejar oleh ratusan sasaeng fan *cough* *indirect to oppadeul*. Cerita ini nantinya emang bakal banyak menceritakan tentang idol-fannya, tapi trust me deh.. aku udah menemukan jalan cerita yang menurutku, itu jalan cerita yang aku suka. Let’s see ok, are you guys will loved this or not^^

third, ANNOUNCEMENT.. soooo, karena aku belum mulai uas dannnn akhir-akhir ini dosenku banyak minta pengganti kelasnya jadiiiii… chapter satu ff ini mungkin bakal baru di post akhir bulan ini, tepatnya setelah aku selesai uas… dan ahhhh holiday!! I have a very long holiday, which is its 2 months and then aku gatau what should I do in such a long term of holiday like that >,< aku berharap sih ff ini beres selama aku libur itu, karena—btw ini spoiler—ff ini sudah kupikirkan gak akan lebih dari 10 chapter, ya kalau lebih pun gak akan lebih dari 13 chapter~ hehe.. jadi ya I will do my best to get this fanfiction ended before February ok ok ok^^

fourth.. Kkeut ah. like usual, sorry if I write so many gaje paragraph above hereee.. hehe. Wait for me ok. Gidaryeo ne, yeorobun?<3<3

p.s: 2.204 gambar itu bener-bener total pict khusus baek yang ada di hape aku dan folder itu real namanya BBH XD fantastic kan? foto BAEK aja sampe 2.204 gitu:’)

-Baek’s sooner to be wife-

158 responses to “Flower in Autumn [Prolog] -by ByeonieB

  1. ff baru , gendre baru ,karakter baekhyun juga beda banget sama ff yang “the sun” 🙂
    keren deh …..
    tapi kenapa dengan minjoo sakit apa sampai si tiang khawatir jadi iri 😦
    pokok semangat terus authornim 🙂
    FIGHTING 🙂 🙂

  2. Ga salah itu fotonya ada sebanyak itu?? Kkkk suka sama prolognya.. klo minjoo adik angkatnya chanyeol trus ortunya minjoo emang kemana??

  3. Haiiii..ByeonieB. Kayaknya aku udah resmi jd penggemar ff kamu deh. hehehehe.
    Ide cerita kamu menarik banget. aku suuuukaaaa..
    Tapi…hehehe boleh kritik dikit ya..ada beberapa kata yang kurang tepat penggunaanya atau kamu typo ya? Seperti di kata: setiap kala — maksud kamu setiap kali?
    Dan di kalimat “Baekhyun tidak tersenyum hanya tersenyum– jadi rancu kalimatnya.

    Maaf yaaa…i can’t help but giving comment to your ff because i started to love it.

    But overall, it doesn’t really matter. What matters to me is Byun Bakehyun. hehehehhe

    Aku mau lanjut baca next chapter ah..see you around^^

    • hahahaha emang aku suka typo gitu krn aku jarang di baca ulang lagi sblm di post.. maafkan ok, mulai skrg aku bakal di baca ulang dulu sblm ngepost XD dan fyi aja aku kalo nulis malem malem jadi aja ya… you know lah XD

  4. Ya ampuuun ka Byeoniii lama tak kubaca fanfic mu hehe XD dikira masi hiatus, taunya udah ada project baru 😦 telat banget bacanya ngehe. MINJOOO kenapa dia seperti diriku/? Yang foto baekhyun ada beribu wkwk :’v
    Kalo bole bilang suka bangeet sama fanfic kakak, ultimate bias aku main disini semua :” dari Min Yoongi, pcy, dan bbh wkwk /? Jalan ceritanya juga bagus, intinya suka seh :3 semangat lanjutinnya ❤

  5. Izin baca ya kak hhe.. ceritanya menarikk hhi
    Seneng banget jadi minjoo hp ilang ditemuin sama idolanyaaa :g *kapan gue gituhhh
    Minjoo punya penyakit apa?
    Izin baca chap selanjutnya juga ya kak hhi^^

  6. Waah kaak aku baru baca ff ini, dan suka juga padaha baru prolog doangg,dan udah dapet feel bacanya padahal ini masi pagi buta wkwk semangat nulisnya ya kaaak

  7. haii byeonii heheh
    dri prolognya aku udh bisa bayangin pasti ceritanyaa seru nih,heheheh,ini pertama kalinya kalau gak salah aku baca ff karya byeoniB,jdi aku mau cuss baca chapter selanjutnya nih,keep writting!!,fighting!

  8. Hoho, aku suukka, ff kakak slalu siip deh, ijin baca yaak, seneng banget bbh jadi pianis ohh keep fighting 😄

  9. baru baca. gk nyesel banget deh baca ff ini. ceritanya menarik banget!! i like it!!
    ih, sumpah deh, ngiri aq sama minjoo. aq juga mau dong ketemu sama baek!! kya!!!!

  10. wah izin baca yaaa ^^

    pas baca prolog ko aku ngerasa nostalgia ke anime shigatsu wa kimi no uso lohh >< ___-

  11. Duh malu gak sih kalo beneran tiba-tiba handphone kita diliat sama orang lain dan banyak fotonya dia disana huh gak kebayang seberapa malunya. Minjoo sakit apa dia? Sakit parah ya? Mudah-mudahan Minjoo cepet ketemu sama Baekhyun yaaa

  12. Wahhhhhh naru baca lagi nih ff nya author setelah the sun…rame juga keliatannya..
    Sumpah itu 2204 foto isinya bbh semuaaa wkwkwkwkwk fans sejati emanggg gk dragukan dehh author hahahahahahaha….
    Ijin lanjut baca yaaa..
    Semangat author kuliahnyaa 😘😘😘😘

  13. Aku udh pernah baca prolognya…tapi lupa nama ffnya, jadi blm sempet aku baca lagi kak, piss…mian. aku baca skrng krn udh ketemu yeayy

  14. Haii kak..
    Aku ijin baca ya^^ brusan liat klo ff ini udh end jdi aku baca..hehe,aku klo nyri ff emg yg udh langsung end.
    Oiyaa aku jga suka bgt sama ff The Sun,itu sumpah kak ffnya keren bgttt… aku gk bisa move on dri ff itu selama beberapa bulan terakhir^^sampe keingetan klo mau tidu😁
    Dan maaf bgtt aku jdi sider 😦 tpi di ff ini aku usahain comment ya kak..

    Keep writing^^

  15. Hallo manisku lulu ♡♡♡
    Duh lama banget gak baca ff km nih
    Maafin aku ya 😢😢

    Keren banget prolognya
    Buat senyum” sendiri bacanya
    Minjoo d sayang banget sama chanyeol ya
    Bagai adik kandunya
    Trus org tua minjoo kemana?
    Minjoo sakit apa ya hmm penasarannn

    Semangat ya sayangku ♡♡♡

  16. Aw aw izin baca ya kak hehe mungkin aku jadi sider utk chapt selanjutnya tp di chapt end aku usahakan komen^^ maaf ya kak hehehe i luvvvv you

  17. hi~ aku reader bru~ izin baca ya thor, soalnya ak bbh stan jd mau imagine gtu /abaikan/ keep writing and hwaiting!~

  18. halooo kak.
    baru nemu ff ini><
    suka sama karakternya baekB :*
    /otw baca sampe end hihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s