“Married With him?!” Chapter 14 – @Baby_Boo04

cover ff MWHNA vers3

Title                 : “Married With him?!”

Author             : @baby_boo04

Main Cast        : Yumi | Sehun

Support Cast   : Find out by yourself.

Length             : series

Rating             : PG 15+

Genre              : Romance, Family, Comady(?), Sad(?)

Disclaimer     : The Story, Yumi and Sehun Is Mine!

Sorry for Typo’s and Read My NOTE!

Teaser || CH1 || CH2 || CH3 || CH4 || CH5 || CH6 || CH7 || CH8 || CH9 || CH10 || CH11 || CH12 || CH13

MyBoo 

***

“Yah! Ini semua juga karena kau!”

Perkataanku itu sontak membuat Sehun menghentikan kegiatannya dan mentapku “kenapa salahku?”

“heol! Kalau bukan kau tidak memberitahu password apartmen ini, tidak mungkin kakiku akan seperti ini!”

“seharusnya kau bertanya padaku” ahh leherku! Ish dasar!Kenapa ia tidak mau mengalah eo!

“Terserah padamu! Hentikan ini!” ucapku dengan marah, saat aku akan mengangkat kakiku ia malah menahannya, ahh ada apa dengannya “Yah! Oh Se–“

“Siapa pria tadi?”

“Nde?” aku bingung dengan pertanyaannya yang melengking itu.

“siapa pria tadi?”

ada apa dengan pertanyaannya itu? apa ia tengah mengubah topik? dan yah Siapa yang dia maksud pria tadi? pertanyaan mu itu mmbuatku bingung Oh Sehun!

Chapter 14

Aku bingung dengan pertanyaan yang ia ajukan. Pria itu? Siapa pria itu? apa mungkin dokter itu?

“A~ apa mungkin maksud mu dokter itu?”

“Ahh jadi dia seorang dokter, sudah berapa lama kau berkenalan dengannya?”

Kenapa dengannya, biasanya ia tidak akan secerewet ini “emm beberapa jam yang lalu”

“lalu kau mau di ajak masuk ke dalam apartmennya, begitu?”

Aku menatap horror mendengar penuturannya “eo, meskipun dia dingin tapi menurutku dia baik.” Sehun melanjutkan aktifitasnya mengobati lukaku “kau tau Oh Sehun…” ucapku dan mendekatkan wajahku pada Sehun yang sedang berjongkok ini “ternyata masakannya sangat enak” Ku mundurkan kembali wajahku dan ku sandarkan pungungkku pada sofa “ahh aku merasa gagal sebagai seorang wanita.”

“Kau baru menyadarinya sekarang?” Ucapnya, geez.

“Yah!! Ah dia juga mengobati luka ku ini. bukannya dia sudah sempurna? Sudah mempunyai pekerjaan yang mapan, pintar memasak..satu lagi” aku menjeda ucapanku “..dia tampan” dan ku adahkan kepalaku, membayangkan orang itu.

“Tapi sayangnya dia tidak terlalu tinggi” sela Sehun dan membuat hayalanku buyar.

geez Memang, jika dibandingkan dengan mu. kau lebih unggul. Tapi menurutku dia sudah sempurna, ahh perfect –“

Brak

Kkamjjagia!

Tiba-tiba Sehun melempar kasar handuk kecil itu pada wadah berisi air dibawah dan membuat air itu berhamburan “Yah! Oh Sehun!”

“Bereskan ini!” ujarnya dan beridiri “aku mau tidur!” lanjutnya dan segera pergi meninggalkanku untuk tidur di atas ranjang.

“Ish, Jika kau tidak berniat mengobati lukaku. Jangan melakukan ini!” pekikku dan segera aku bereskan kekacauan ini, dasar laki-laki menyebalkan!

(***)

Ahh..ku regangkan otot-ototku yang kaku ini “Dasar laki-laki menyebalkan! Jangan mengobati ku jika akhirnya aku yang membereskan semua ini!” gumamku dan menatap laki-laki yang tengah tertidur di atas ranjang itu.

Ku hampiri ranjang king size ini dan ku tatap bengis ia. apa harus aku tidur satu ranjang dengannya? ahh aku tidak mau tidur satu ranjang dengan laki-laki menyebalkan seperti dia! Tapi..aku tidak mau tidur tersiksa di atas sofa itu lagiiii!!

“ahh eotthokae?!!!” ku adahkan kepalaku dan sebuah lampu menyala,lampu itu membuat kedua ujung bibirku tertarik ke atas, aku mendapatkan sebuah ide “bukan ide yang buruk.” setelah itu aku naik pada ranjang yang berada di hadapanku ini.

Ku lihat bantal-bantal ini. Ku ambil mereka dan ku susun sedemikian rupa supaya ini menjadi seperti yang aku inginkan. Ku simpan satu bantal disini, disini, disini dan selesai. Aku tersenyum puas melihat hasil pekerjaanku.

“Bukankah ini leih baik? Ahh~” ku rentangkan kedua tanganku dan ku baringkan tubuhku.

di lihat orang yang tidur di hadapanku “Yah! Oh Sehun! Jangan sampai kau menyentuhku! Jika kau berani menyentuhku aku akan..akan apa..ahh aku akan mengigitmu! Camkan itu!!” ujarku dengan tersenyum puas, yah aku tahu Sehun tidak akan mendengar apa yang aku katakan. Tapi aku puas mengucapkan kata-kata itu, sudahlah aku sudah tidak bisa menahan rasa kantukku lagi. Sebelum pergi kealam mimpiku aku hembuskan nafasku kasar “huh~ Selmat malam Oh Sehun.” dan dipejamkan kedua mataku untuk pergi kedalam alam mimpiku yang indah.

Sehun POV

Ku buka kedua mataku dan ku balikan tubuhku untuk mentapnya. Aku tercengang melihat apa yang ada di sampingku. Sebuah batal? Aku melihat bantal-bantal yang tersusun dihadapanku, terlihat seperti pembatas. Apa mungkin ia melakukan ini supaya aku tidak menyentuhnya? “geez aku tidak akan menyentuhmu, bodoh!”

Ahh kenapa aku harus bertungan dengan gadis sepertinya? Sudah dalam bidang akademik dia tidak terlalu pintar, memasak pun tidak bisa mungkin ia hanya memiliki 1 kelebihan, dia lumayan cantik..eh hei Oh Sehun apa barusan kau memujinya?  Eo sepertinya begitu, geez ada apa denganmu Oh Sehun? Sadarlah!

Ku lihat lagi wanita ini, kalian tahu sebernarnya tadi aku tidak tidur. Yah aku hanya memjamkan kedua mataku dan membelakinya. Entah kenapa aku sangat malas mendengar ia tadi memuji-muji dokter itu. Kejadian saat dokter itu memegang dia terputar di kepalaku. Ingin rasanya aku marah hei Oh Sehun apa kau mempunyai hak untuk marah? Emm ya, bukankah gadis yang tidur denganku ini tunanganku jadi bukankah dia milikku? Dan yeah aku mempunyai hak untuk marah.

Aku tertawa kecil mengingat kembali saat tadi ia berkata jangan menyentuhnya dan jika aku menyentuhnya ia akan mengigitku. Haha memangnya dia itu apa? Akan mengigitku jika aku menyentuhnya. Apa barusan aku tertawa? Apa aku sudah menerimanya? Tidak! Hei sadarlah Oh Sehun! Wanita dihadapanmu ini hanya tunganmu yang memiliki ragamu bukan hatimu!

Sudahlah-sudah! Lebih baik aku tidur dari pada memikirkan hal-hal gila yang terjadi ini! “Selamat malam gadis aneh! Aku tidak akan meyentuhmu!” ucapku sebelum melanjutkan tidurku yang tertunda itu

(***)

Author POV

Di dalam apartment bernomor 9943 terlihat seorang laki-laki tengah menatap layar datar yang berada di depannya. Dengan fikiran yang entah dimana laki-laki tersebut tiba-tiba tersenyum

“ada apa denganku?” gumamnya “sadarlah Kim Taehyung dia bukan wanita itu, hanya sikap dan tingkah lakunya yang sama!” lanjutnya dengan mengeleng-gelengkan kepala.

Sebuah kejadian tiba-tiba berputar dikepalanya,

“Lukamu tidak parah. Dalam beberapa hari bekas luka itu akan hilang.”

 “wuah apa kau seorang dokter?”

“emm.”

“pantas saja, dari cara berbicara dan sikapmu berbeda. kau  juga pandai mengobati orang.”

“aku tidak mengobati orang.”

“nde? Bukankah kau seorang dokter?”

 “eo memang aku seorang dokter, tapi tak semua dokter mengobati orang.”

“Bodoh!”

“Yah! Kau mengatiku bodoh!”

“Menurutmu?”

“aish!!”

“apa kau sudah makan?”

“Tidak! Aku tidak –

Brkkk~~~ Brkk  *stomach Rumbling kekeke

“tapi sayangnya perutmu berkata lain”

“Bukan begituuuuuu”

 

Taehyung tertawa mengingat itu,

“jangan memilih-milih makanan! Kau tau banyak orang yang tidak bisa makan-makanan seperti ini!”

Kejadian tadi sore tiba-tiba terlintas di fikirannya dan itu membut seorang Kim Taehyung tertawa kecut. “dia bukan gadis itu, tidak mungkin.”

Flashback

Taehyung dan Yumi tengah memakan masakan yang tadi Taehyung buat. Saat mereka berdua asik memakan santapannya masih masing tiba-tiba Yumi membeo.

“jangan memilih-milih makanan! Kau tau banyak orang yang tidak bisa makan makanan seperti ini!”

Ucapannya itu membuat Taehyung menghentikan aktifitasnya yang tengah memisahkan wortel yang berada dalam piring makannya itu.

“Terserah, aku tidak memakai uangmu untuk membuat masakan ini”

“Jika kau tidak suka itu jangan memasaknya. Itu pemborosan kau tau!!”

“apa hak mu melarang ku seperti itu?”

Yumi menghembuskan nafasnya kasar “emm memang aku tidak mempunyi hak untuk itu, tapi..sudahlah lupakan!”

Setelah percakapan itu hening yang terjadi. Mereka berdua sudah menghabiskan makanan yang tadi mereka santap. Taehyung berdiri untuk menyimpan piring kotor pada bak cuci piring dan itu di ikuti oleh Yumi. Yumi hendak berdiri dan tiba-tiba piring yang dihadapan itu di ambil oleh Taehyung.

“Tetap duduk, aku akan membereskannya.”

Guratan samar tercetak di kening gadis itu “eo, tidak. Aku saja yang mencuci piring itu, toh hanya kaki ku yang sakit dan bukan tanganku –aahh”

Dengan gerakan cepat Taehyung mengahmpiri Yumi dan menahan kedua pundak gadis itu supaya tidak langsung terjatuh pada lantai “Jangan terlalu memaksakan diri!” bentaknya dan membuat Yumi tersentak “Aku akan membereskan semua ini” lanjut Taehyung dengan nada melemah dan membuat gadis itu duduk kembali pada kursi disampingnya.

Yumi menundukan kepalanya dalam, ia merutuki dirinya sendiri yang terlalu percaya diri. Seharusnya dia hanya duduk diam dan bukannya menyusahkan seperti ini “terimakasih.” ucap Yumi dan terdengar seperti gumaman.

Flashback Off

Lagi senyuman kecut tercetak saat Taehyung kembali ke alam nyatanya saat ini “Sudahlah Kim Taehyung! Lupakan dia! Tadi hanya kata-katanya yang sama!”

(***)

Suara burung berkicau terdengar dipendengaran seorang gadis yang tengah tertidur di atas ranjang king sizenya, Gadis itu menguap dan mengeliat “Akhirnya kau bangun. Dasar Gadis pemalas!” Sebuah suara membuat kulit kening gadis itu mengkerut “Ya! Bangun!” Refleksi tubuh seorang laki-laki yang tengah mengancingkan kancing kemeja ditangannya terlihat oleh Yumi –Gadis yang tengah tertidur itu “Cepat bangun Pemalas!”

Yumi mengerangkan otot-ototnya dan memposisikan tubuhnya untuk duduk “Ada apa?” Ucapnya dan terdengar seperti rengekan.

“tadi haraboji memintaku untuk membangunkan mu.”

Gadis itu melirik jam yang tersimpan di nakas sebelah kiri ranjangnya “Ya! Oh Sehun! Ini masih terlalu pagi! Untuk apa haraboji memintaku bangun sepagi ini?!” ucapnya dengan menendang-nendang selimut, kekanak-kanakan.

“ckck, Yah! Sekarang ini sudah jam delapan dan kau bilang sepagi ini?! entahlah, hubungi haraboji jika kau penasaran.”

“ish! Dasar laki-laki menyebalkan!” Yumi menyibakan Selimut yang ia gunakan, dia mengedarkan pandangannya untuk mencari ponselnya “Oh Sehun..” dan hanya deheman yang Yumi dengar “..Bolehkah aku meminjam ponselmu? Aku tidak tau dimana semalam aku menyimpannya.”

“Dasar ceroboh!” ucapnya dengan melemparkan ponsel pada Yumi dan dengan cekatan gadis itu menangkapnya.

“tidak Sopan!”

segera Yumi mengetukan jari-jari tangannya di layar ponsel yang tengah ia pegang setelah itu ia dekatkan pada telinganya.

Tak membutuhkan watu lama, panggilan tersebut sudah terhubung

Yeobuseyo..ada apa  haraboji?”

“AA Mi-ya, apa Sehun memperlakukanmu dengan baik emm?”

“emm haraboji, meskipun dia sangat menyebakan” ucap gadis itu dengan meleparkan tatapan tajam pada Sehun yang tengah menatapnya

“hahaha, mungkin dia masih merasa cangung denganmu sayang.”

“….”

“Ahh iya, bukannya kau masih kuliah?”

“iya haraboji.

“kau ingin melanjutkan di universitas mana sayang? Bagaimana jika di luar negeri?”

“Luar negeri?”

“iya, bagaimana?”

Yumi terdiam mendengar penawaran kakeknya dan suara deheman membuyarkan lamunannya. Suara itu berasal dari seseorang yang tengah menatapnya, ya dia Oh Sehun. Sehun menunjuk-nunjuk jam tangan yang melingar indah di pergelangan tangan kirinya itu.

Yumi mengerti dengan maksud dari Sehun, ia meringis “ish! Haroboji, masalah itu akan aku fikirkan. Dan untuk keputusannya  nanti aku akan menghubungimu.”

“emm, baiklah sayang. Aku menunggu keputusanmu.”

“nde haraboji.

“kalau begitu, semoga harimu menyenangkan sayang.”

“nde..”

BIP

“kau membuang-buang waktuku!”

Yumi memutar bola matanya malas “Ish! kau ini..” gadis ini tak tau harus berkata apa menghadapi sikap Sehun yang menurutnya sagat menyebalkan.

Yumi akhirnya berdiri dan menghampiri Sehun “Terimakasih” ucanya kecut

geez” Sehun mengambil ponselnya, pria itu mebalikan tubuhnya berniat menghampiri pintu “Ah..” ucapan pria itu terhenti dan membalikkan badan menatap Yumi yang tengah menunjukan ekpresi bingungnya “Lupakan” dan berbalik kembali untuk keluar dari kamar ini.

Hampir saja rahang gadis itu terjatuh melihat sikap laki-laki dihadapannya “ada dengannya?”

Yumipun ikut keluar dari kamar, kerongkongannya terasa kering lalu kakinya ia langkahkan menuju pantry.  Di depan meja makan terlihat Sehun tengah meminum susu. Meskipun malas tapi sepertinya ia harus bertanya “ahh Sehun-a..”

mwo?” jawab Sehun sekenannya

ish” gadis itu menghempaskan bokongnya pada kursi di depan meja makan “apa hari ini kau akan pulang terlambat atau..” Yumi tidak melanjutkan ucapannya, ia yakin Sehun pasti tau kelanjutannya.

“mungkin terlambat, kenapa?” pria itu bertanya dengan menatap Yumi yang tengah mengambill sehelai roti lalu mengolesinya dengan selai coklat kesukaannya.

gadis itu menghentikan aktifitasnya lalu membalas tatapan Sehun “ku harap jangan sampai pulang terlambat..”

hening hingga detik kelima Sehun akhirnya mengeluarkan suaranya “kenapa? Apa kau merindukanku hingga memintaku untuk tidak pulang terlambat?” tanyanya dengan senyum miring.

Yumi menanggapinya hanya menunjukan ekpresi datarnya ‘kenapa tingkat kenarsisannya sangat tinggi’ gadis itu menggeleng-gelengkan kepalanya cepat “ahh sudah-sudahlah. Bukannya kau tidak ingin terlambat berangkat bekerja?” Yumi menatap bengis Sehun “kau malah membuang-buang waktumu dengan berdiri disini!” Yumi memutuskan untuk berdiri dan memdorong tubuh Sehun menuju pintu masuk apartmennya “cepat berangkatttttt”

Mau tidak mau Sehun hanya pasrah menanggapi tingkah tunangannya ini. mereka sudah berada di depan pintu masuk “cepat berangkat dan aku tidak peduli meskipun kau pulang terlambat atau tidak!”

Blam

Yumi menutup pintu dengan keras di depan wajah Sehun “geez. Dasar!” Pria itu berbalik dan melangkahkan kakinya  tapi baru dua langkah tiba-tiba ia menghentikan kakinya “lukanya sudah sembuh, baguslah.” Sehun tersenyum beberapa detik kemudia ia melanjutkan langkahnya yang tertunda.

(***)

Di dalam apartment terlihat Yumi yang tengah merengut kesal, entah kenapa setiap ia beradu mulut dengan Sehun selalu saja ia yang berakhir kesal. “ahh Jinjja..kenapa dia sangat percaya diri sekali eo? Kalau saja hari ini bukan hari jadinya mungkin aku sudah..ahh sudahlah lupakan..aish

Yumi menghempaskan tubuhya pada sofa yang berada di ruang tengah aprtmennya, Seolah teringat akan sesuatu gadis itu memejamkan matanya sejenak dan hembuskan nafasnya kasar. seharusnya saat ini ia sibuk menyiapkan sesuatu untuk Sehun nanti malam. “ahh matta.. aku belum menyiapakan apa-apa..bagaimanana ini? jika ponselku ada disini mungkin sekarang..ahh ponselku” setelah mengingat barangnya yang entah dimana itu, Yumi segera berdiri dan mengingat-ingat semalam ia menyimpannya dimana.

Dengan insting yang mungkin tidak akurat gadis itu mengacak-acak sofa, ya kemarin hampir saja ia tertidur di sofa karena ia tengah perang dingin bersama Sehun. Dan Setelah mengacak-acak sofa berserta kawan-kawannya yang berada di ruang tengah (Read;Barang-barang yang ada di ruang tengah seperti meja, nakas dll) gadis itu berdecak pingang, ya disini sepertinya tidak ada. Pikirnya, lalu kakinya ia langkahkan pada ruangan tempat ia dan Sehun beristirahat. Kamar.

Yumi sudah berada di dalam kamar, ia mengedarkan pandangnnya, setelah merasa yakin jika ponselnya ada di tempat tsb read;sofa,ranjang dan nakas gadis itu langsung mengacak-acak dan mencari ponselnya.

“AAAaaa~~” Yumi menjerit frustasi tak lupa ia mengacak-acak rambutnya “dimana aku menyimpannyaaaaaa” erangnya

Gadis itu menyipitkan kedua matanya “kemarin aku menunggu Sehun lalu..” ia memiringkan kepalanya “baterai ponselku habis lalu aku bertemu dengan dokter itu..” desisan keluar dari mulutnya “setelah itu aku minta bantuan dokter itu untuk mengisi baterai..Ahh Ponselku ahkirnya aku ingat” gadis itu tersenyum senang, ya sekarang ia sudah ingat dimana ia menyimpan ponselnya.

Yumi keluar dari kamarnya lalu menghampiri nakas yang berdampingan dengan sofa, ia segera menyambar telepon rumah yang berada di atas nakas tersebut. Gadis itu mengerakan jarinya dengan lincah untuk menekan tombol setelah itu ia tempelkan pada daun telinganya.

Ia tersenyum mendapati jika panggilannya kini terhubung, gadis itu sangat berharap jika seseorang disebrang sana menjawab panggilannya ini dan bukan suara operator yang menjawabnya. Sudah 3 kali bunyi ‘tuttt’ terdengar dipendengarannya “ayolah angkat.” gadis itu berharap harap cemas dan tiba-tiba bibirnya tertarik keatas, ia tersenyum

Yeobuseo..”

“ah Dokter!” pekik gadis itu

“emm..apa?”

“ponselku”

“ah maaf, tapi saat ini aku sedang tidak berada di rumah.”

Yumi menurunkan pundaknya, ia menatap jam yang tergantung di atas kulkas ‘bagaimana ini aku belum menyiapkan apapun’

“ahh begitu”

“emm”

“eung, dokter bisakah hari ini kau pulang cepat?”

Hening beberapa saat “kenapa?” tanya disebrang sana

“aku sangatttt membutuhkan ponselku”

untuk?” potong orang itu

“haruskah aku mengucapkannya?”

eo..”

Gadis itu menghembuskan nafasnya kasar “untuk…untuk melakukan hal yang sangat penting.”

ahh begitu

“iya”

yah..”

“ya?”

apa sebelumnya kita pernah bertemu?” tanya dokter itu, berbeda dengan topic yang tengah dibahas,

“emm iya sebelumnya kita pernah bertemu.”

“…”

“Bukankah kemarin kita bertemu?”

Bodoh!”

“apa, kau mengataiku bodoh lagi?!”

lupakan.

aish..ahh dokter bagaimana jika aku datang ketempat kerjamu? Aku takut mengangu waktumu.”

“tidak usah, akan aku usahakan untuk pulang cepat.”

“tapi dokter..”

BIP

“aish orang ini, selalu saja. Tidak sopan!”

Yumi menyimpan telepon tersebut ketempatnya semula. ia bingung, sekarang apa yang harus ia lakukan. Menunggu orang yang mengembalikan ponselnya datang dan entah kapan orang itu akan datang. Yumi memutuskan untuk menonton acara tv, ia mengambil remote dan menyalakan layar datar yang berada di depannya.

Gadis itu merebahkan tubuhnya di atas sofa. Ia sangat menikmati acara yang tengah ia tonton, kadang ia tertawa terbahak-bahak, tersenyum entah kenapa, marah dan menangis. Ternyata melakukan hal yang seperti itu membuat tubuhnya lelah hingga beberapa saat kemudian, matanya tak kuat untuk tetap menonton acara tv tersebut membuat gadis itu mengerejapkan matanya perlahan dan menutupkan matanya. Ya gadis itu tertidur

(***)

Di dalam sebuah toko terlihat seorang gadis yang tengah mimilih-milih barang yang pas untuk ia berikan pada seseorang hari ini.

“Ada yang bisa saya bantu nona?”

Menyadari seseorang menawarkan bantuan, gadis itu berbalik menatap orang tersebut “ahh tidak, terimakasih” tolaknya halus pada seorang pramuniaga toko tersebut.

Memahami jika pelanggannya tidak memelukan bantuannya, pramuniaga tersebut mengundurkan diri “jika anda membutuhkan bantuan saya, saya berdada disana.” ucap orang tersebut menunjuk tempat yang nantinya dia akan berada.

“ya” jawabnya dengan senyum yang mengembang diwajah cantiknya

Setelah kepergian pramuniaga tersebut, gadis itu memilih-milih kembali barang yang akan ia berikan “apa aku harus memberikan ini?” tanyanya pada diri sendiri dengan memandang sepasang sepatu kulit berwarna gelap “tidak..ini lebih baik” lanjutnya menatap snapback yang berada di atas etalase didepannya “aku yakin kau akan menyukainya..Sehun-a” ujar gadis tersebut dan masih mempertahankan senyumannya.

(***)

Satu detik,menit sudah berlalu bahkah sudah beberapa jam sudah berlalu dan gadis itu masih membaringkan tubuhnya diatas sofa ruang tengahnya. Suara bel berbunyi membuat gadis itu mengerang. Ia merasa tergangu dengan suara itu “AAaaa” gadis itu akhirnya bangun meskipun dengan berat hati.

“siapa yang menganggu, ahh” gadis itu meposisikan tubuhnya untuk duduk setelah nyawanya terkumpul dengan sempurna ia putuskan untuk berdiri dan menghampiri pintu masuk.

“Siapa?” tanya gadis itu setengah terpejam pada intercom yang berada di depan wajahnya

“Ponselmu.”

Kulit kening gadis itu mengkerut dan beberpa detik kemudian matanya terbuka dengan sempura “ahh Dokter!” dengan segera gadis itu membuka’kan pintu masuk apartmennya .

“hehe, maaf membuatmu menunggu lama.” ucapnya dengan cengiran kuda

Orang yang berada di depan gadis itu hanya mentapnya dari atas sampai bawah, menyadari tatapan itu Yumi -ya gadis itu langsung merapihkan tataan rambut beserta pakaiannya yang kusut “ahh tadi aku tertidur dan..” Belum sempat Yumi mengucapkan apa yang ada di benaknya orang yang ada di hadapnnya langsung menyodorkan ponsel yang sedari ia tunggu “ahh terimakasih”

“Lain kali jangan melupakan barang milikmu itu! Kau membuatku harus pulang cepat, dasar ceroboh!”

Yumi tersenyum kikuk menanggapi “tapi bukannya tadi aku menawarkan untuk –“

“sudahlah.” potongnya “aku lelah.” setelah mengucapkan kata itu orang yang ada di hadapan Yumi pergi berlalu meninggalkan Yumi yang tengah melongo, bingung.

“apa mungkin dia gadis itu? Ah seharusnya aku menanyakan namanya! Taehyung bodoh!” Gumannya sebelum masuk kedalam apartmen bernomor 9943.

“huh! Apa maksudnya?! Siapa suruh dia membawa ponselku? Seharunya ia mengembalikan ponselku saat dia tahu ponsel ku ada padanya, dasar!” Gerutu Yumi dan segera masuk kedalam apartmennya

“AAaa” tiba-tiba Yumi berteriak “ah bagaiman ini aku belum nyiapkan apapun” ucapnya panik saat mengetahui bahwa jarum jam tengah menunjukan jam 5 tepat.

Kakinya langsung ia langkahkan menuju pantry “Oke Lee Yumi jangan panic,” dia menenangkan diri “apa yang pertama yang harus aku lakukan?” dia berfikir dengan memejamkan kedua matanya sejenak “Ah” seolah mendapatkan ide, gadis itu segera menghampiri kulkas tak jauh dari tempatnya berdiri. Dia tersenyum senang saat barang yang saat ini dibutuhkannya ada didalam benda kotak itu “asha, ini yang aku cari.” Seru Yumi dan segera mengeluarkan satu bungkus rumput laut kering dan menyimpannya di atas konter. Tak lupa gadis itu mengeluarkan beberapa bawang untuk ia gunakan.

Setelah barang-barang yang ia butuhkan tersedia di atas konter gadis itu menepukan tangannya “Oke saatnya kau beraksi Chef.Lee haha” tawanya pecah dan segera ia membuka 1 bungkus rumput laut untuk ia olah.

Didalam Apartment bernomor 9943 seorang pria baru saja masuk dan melempar tas kerjanya asal, pira itu lelah karena harus menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat supaya segera mengembalikan ponsel yang ada padanya itu. Kalian pasti tau siapa dia , ya Pria itu bernama Kim Taehyung . Taehyung menghempaskan tubuhnya diatas sofa berwana soft brown diruang tengahnya. Helaan nafas keluar dari mulutnya “sifat kalian sama.” ada jeda dalam ucapannya “ceroboh dan suka mengumpat.” senyuman tipis tercetak indah di wajah tampannya “apa mungkin itu kau..” Taehyung menatap langit-langit apartmennya “Jang Yumi?”

Baru saja ia memejamkan matanya untuk beristirahat suara bel menganggu pendengarannya dan membuat dia harus bangun untuk mengetahui siapa yang datang. Kulit keningnya mengkerut saat Ia baru saja membuka pintu “Dokter..” Taehyung memiringkan kepalanya, bingung “emm aku tau, mungkin aku ini tidak tau diri dan memalukan, tapi… aku tidak mempunyai banyak waktu untuk membelinya.”

Merasa mengerti jika orang di depannya ini akan meminta sesuatu darinya Taehyung menghemuskan nafasnya kasar dan menegakan tubuhnya “apa yang kau butuhkan?”

Mendapat respon baik seperti itu membuat lengkungan tipis tercetak diwajah gadis itu “emm bolehkah aku meminta beberapa sendok garam” decakan Taehyung keluarkan tak lupa pria itu membuang mukanya “aku tau ini memalukan tapi, aku mohon aku sangat membutuhkannya untuk saat ini.” ujar gadis itu dengan menyodorkan mangkuk kecil di hadapan Taehyung “aku mohon.”

Dengan berat hati Taehyung akhirnya mau menuruti permintaan gadis yang ada di hadapannya itu dan mengambil mangkuk yang disodorkan padanya. “terimakasih” pekik gadis itu, senang.

(***)

Akhirnya Taehyung merebahkan tubuhnya kembali di atas sofa, tak lupa kedua matanya ia tutup rapat untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah. Baru beberapa detik ia memejamkan matanya –lagi suara bel kembali berbunyi dan membuatnya membuka kedua matanya untuk bangun.

Dibukakannya pintu dan menampakan seorang gadis yang tadi meminta garam padanya “ada apa?” tanyanya datar

Sebelum mengucapkan keingnannya gadis itu tersenyum dan menampakan jajaran giginya yang rapi “emm jika aku memasak 1 bungkus rumput laut, berapa banyak garam yang aku masukan?” tanya gadis itu dengan menunjukan wajahnya yang polos

Taehyung menghembuskan nafasnya kasar “secukupnya” jawabnya sigkat dan segera menutup pintunya

Suara bel terdengar lagi dipendengarannya dan membuat Taehyung kembali membuka pintu “aapa lagiiii?” tanyanya geram

“berapa sendok garam yang aku masukan?”

terlihat jika saat ini Taehyung tengah kesal menghadapi gadis yang ada di hadapannya “Kau tau, rumput laut itu asin. Dan jangan memasukan garam teralalu banyak, secukupnya!!”

gadis itu mengangguk-anggukan kepalanya, mengerti “baiklah. Ahh” tahan gadis itu melihat Taehyung akan menutup pintunya “berapa lama yang aku butuhkan untuk memasaknya?”

Taehyung memijat pelipisnya, menghadapi gadis ini membuatnya pusing “kau tau, sekarang zaman sudah modern. Kau tinggal mencari apa pun yang kau inginkan di internet, kenapa kau menanyakan itu padaku huh?!”

Gadis itu menurunkan kedua pundaknya lemas “aku tau,aku bertanya padamu karena kau sangat pandai memasak dan aku tidak ingin membuat orang itu memuntahkan sup rumput lautku nanti.”

“memangnya siapa orang itu? Ayahmu? Kekasihmu? Atau suamimu?”

“ya? Suami? Bukan dia..dia bukan siapa-siapa.” jawab gadis itu gelagapan

“lalu?”

Gadis itu menelan salivanya “umm, ah maafkan aku. aku tidak mempunyai banyak waktu lagi.” ucapnya dan masih menatap jam yang melingkar ditangan kirinya “Sebelumnya terimakasih” segera ia membalikan tubuh “gwencana Yumi-a, kau mempunyai 30 menit lagi sebelum  orang itu datang” gumamnya dan itu terdengar oleh telinga Taehyung, pria itu menatap pungung yang menjauh lalu hilang dibalik pintu .

“Yumi?” ucapnya dengan menyipitkan kedua matanya.

(***)

Tiga puluh menit sudah berlalu, Yumi sudah menyiapkan sup rumput laut kedalam makuk diatas meja makan. Sepuluh menit yang lalu, gadis itu membersihkan tubuhnya dan sekarang ia sudah duduk manis di depan meja makan.

“apa mungkin ia akan pulang terlambat lagi?” gadis itu bertanya pada dirinya sendiri “ah bagaimana jika aku memberikan sup ini ke kantornya? Ya itu ide bagus” gadis itu tersenyum “Oh Sehun kau harus berterimakasih karena aku mengingat hari ulang tahun mu” tak lupa tawa ia tambahkan di akhir kalimatnya itu.

(***)

Di dalam ruangan yang bertuliskan ‘Wakil Direktur’ seorang pria tengah menatap keindahan kotanya melalui kaca transparan di depannya. Helaan nafas kelua dari bibir tipisnya, saat ini ia tengah lelah menghadapi masalah yang berada di tempat kerjanya ini. Ya, umurnya memang masih muda, tapi berkat ketekunannya ia akhirnya dipercayakan oleh Tn.Lee pemilik Lee Group ini untuk menjadi wakil direktur perusahaan yang berada di korea ini. mungkin perusahaan yang ada di Korea ini adalah induk perusahaan dari Lee Group dan ia lelah karena harus menanggung beban yang ada di perusahaannya ini.

Sebenarnya ia tidak mau menjadi penerus dari Lee Group, tapi bagaiamana lagi ketiga calon Lee Group yang lainnya mengundurkan diri dan menyerahkan kepercayaan mereka pada Sehun atau lebih tepanya Oh Sehun. Sehun harus menerimanya,setidaknya ia harus menuruti kemauan Lee sajangnim untuk berterimakasih kepada pria tua itu.

Sehun menggerakan tangannya pada dasi yang mengikat lehernya lalu melonggarkan ikatanya, saat ini entah kenapa suasana di dalam ruangannya menjadi sesak. Suara ketukan pintu terdengar dipendengarannya dan pria itu masih bergeming ditempanya “Sudah ku katakan padamu, saat ini aku tidak mau diganggu siapapun sekertaris Im!” ucap pria itu dingin dan terdengar seperti perintah

Dengan tiba-tiba sebuah snapback tersimpan diatas kepalanya dan membuat kening pria itu mengkerut ‘siapa yang melakukan hal yang tidak sopan ini’ fikirnya

(***)

Tak membutuhkan waktu lama, akhirnya Yumi sudah berada di dalam induk kantor Lee Group. Dengan bertanya kepada Luhan akhirya ia mendapatkan alamat kantor ini. Gadis itu melangkahkan kakinya menuju lift, tak lupa paper bag berada di tangan kirinya. Ya tadi ia memasukan sup rumput laut buatannya kedalam termos kecil dan membawanya kemari.

Akhirnya lift ini membawa Yumi pada lantai teratas tempat jabatan tertinggi yang ada dikantor ini berada. Salah satunya ruangan Oh Sehun. Gadis itu menghampiri meja tempat sekretaris Sehun berada, sekertaris itu berdiri dan membukukan tubuhnya “apa kabar nona, ada yang bisa saya bantu?” tanya sekertaris bername tag Im Eunsoo

“ahh sekertaris Im, apa Sehun ada di dalam?” tanya Yumi pada sekertaris Im

Sekertaris Im tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Yumi “ah Busajangnim, dia berada di dalam. Tapi maaf nona, saat ini Busajangnim tengah kedatangan seorang tamu.”

“tamu?” Yumi mengulang kata tamu yang tadi sekertaris Im ucapkan

“ya nona, dia adalah kerabat lama busajangnim

“ahh kalau begitu terimakasih”

“ya nona” sekertaris Im membungkukan tubuhnya sejenak dan duduk kembali dikursinya

Yumi meninggalkan meja sekertaris itu dan menghampiri pintu masuk kedalam ruangan Sehun ‘apa dia orang penting?’ gumam Yumi ‘apa mungkin dia teman pria itu dan mengucapkan selamat ulang tahun? Mungkin saja’ tebak gadis itu dan memegang knop pintu lalu menghembuskan nafasnya kasar ‘kau harus berterimakasih Oh Sehun’ tak lupa senyuman ia tunjukan di wajahnya dan mendorong pintu

“Se –“ ucapannya tergantung di udara saat melihat sesuatu yang seharusnya tidak ia lihat, saat ini ia tengah melihat pemandangan yang membuat kedua matanya memanas.

“Selamat ulang tahun Sehun-a” ucap wanita yang baru saja memasangkan snapback di kepala Sehun “aku merindukanmu” lanjut wanita itu lalu melingkarkan tangannya di perut Sehun

Hening beberapa saat sebelum Sehun mengucapkan satu kata yang membuat Yumi menjadi lemas “Noona?” wanita yang tengah memeluk Sehun itu tersenyum senang karena Sehun menyadari jika yang tengah memeluknya  saat ini adalah dirinya.

“eung” jawab wanita itu dengan mengeratkan pelukannya

Yumi masih berdiri di ambang pintu, gadis itu menurunkan tangannya yang tadi memengan knop pintu. “aku ingat siapa wanita itu” Yumi membalikan tubuhnya “wanita itu..dia yang ada didalam foto itu…”

To Be Continue

Note: perkiraan kalian yang dokter itu Kai atau yang lain itu salah wkwk :v oya kenapa bonus pictnya aku suka Kai atau gak Taehyung? maaf aku lagi kesemsem sama mereka :v  ngedrama ya, penndek? tapi gak sependek yang kemaren kan ini ? maaf ya, aku lagi UAS bahkan tadi aku sempet lupa buat update. Makasih buat salah satu reader aku yang ngigetin ^^ Gomawo uri-reader, ahh gomawo juga buat silent reader yang muncul kepermukaan/?

Saranghaee♥

XXX

Bonus Pict..

EXO_1449192172_af_orgtumblr_nyrabijpqa1ugwl7eo1_500auoysbvb

Regards

@Baby_Boo04

***

122 responses to ““Married With him?!” Chapter 14 – @Baby_Boo04

  1. uwa yumi psti patah hati deh
    apa hun akn kmbli sma tu cwe klo gtu mndingan yumi sma taehyung aja
    jdi nyesek
    soalnya yg cwe tu kliatan bgt pngen blik sma hun

  2. wahhh..
    Am i the first one who comment at here ?? 😆😆😆👏👏👏
    BTW
    Makin seru nih thor !!
    Apa hubungannya taehyung sma yumi?? Trus gimana reaksi yumi pas lihat sehun berpelukan dg yeoja itu?? Apakh sehun akan meninggalkan yumi ??
    Makin pensaran deh thor !! cpt update yah xD
    Next thor fighting .. 😆😆♥🌸

  3. Ohhhh taehyung tohhh dokternyaaa…
    Ehh tapi bknnya baru 20 taun ya ??
    Terus kai jadi apa dongg wkwkwkw
    Wahh parah sehunnn..kasian yumi nyaaa..
    Sehunnya gk sadar lagi kalo ada yumi..ahh udah bubar bubar wkwkwkwk

    Semangat yaaa fighting author 😘😘😘😘

  4. Sehun apa engkau tidak menyadari ada yumi
    Kesian banget yuminya pasti nyesek tu
    Astaga kok jadi baper ngelihat sehun

    Jadi itu yoeja yang sehun sukai
    Dan Taehyung sama yumi punya hubungan apa sih? Ah molla

    Author daebakkkkkk 🙂
    Keep wraiting
    Fighting

  5. Hffttt ciee aku salah. . .
    B
    Tapi aku kepo hubungan Taehyung-Yumi . . . Mereka saling kenal? Tapi Yumi kaya gak kenal gitu

  6. huaaaaaaaa… gregettttttt… aaaaaarrrgghhh penasarannb… bgmn peraaan yumi dan sehun stlah it y???

  7. Eh kirain taehyung yang jadi adeknya si mantan sehun tapi ternyata bukan-_- gini nih orang sok tau wkwk jadi malu eyke😚😚 maap ye thor kalo sok tau-,-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s