Surprise – Third Absurd Story

seul

Surprise [Third Absurd Story]

Kim Heejin (The Craziest Girl) ft Oh Sehun (The Handsome Prince)

Absurd story from Lee Chan

**

“Ya Tuhan, tolong lenyapkan gadis titisan siluman itu, hari ini saja” – Sehun as Handsome Prince

“NAE WAJANGNIM!!” – Heejin as The Craziest Girl

Previous : Hey Prince, I Want To Be Your Girlfriend | New Couple

SURPRISE!

Matahari kini telah memancar sepenuhnya, mengisi udara dingin di pagi hari dengan sedikit percikan kehangatannya. Membelai indah tubuh-tubuh berselimut yang masih terdiam damai. Heejin adalah salah satu dari ‘mereka’. Ia memang tipe wanita yang sangat sensitive terhadap sinar matahari. Sehingga, meskipun Heejin adalah berandalan di sekolahnya, ia tak begitu pantas dilabeli berandalan sebab gadis itu selalu datang lebih awal. Bayangkan saja, memang ada anak nakal yang selalu datang lebih awal, bahkan 1 jam sebelum bel masuk berdering?  Ya, hanya Heejinlah berandalan paling mengesankan di dunia ini.

Heejin lantas menegakkan dirinya, meregangkan otot-ototnya sambil melihat sekilas pantulan dirinya pagi ini. Dengan malas ia menyeret kedua tungkainya ke dalam lemari pakaiannya dan mengambil baju seragamnya. Tak sampai 5 menit, Heejin sudah berdiam diri di kamar mandi sambil menikmati dinginnya pancuran air shower. Ia membiarkan material cair itu membasahi tubuhnya, sambil pikirannya menerawang jauh entah kemana. Ingatannya pun bermain saat ia menyatakan cinta kepada Sehun kemarin. Heejin kemudian terkekeh tidak jelas begitu mengingatnya, walau kemudian senyuman itu memudar digantikan dengan senyuman kecut yang jarang ditampakkannya.

Heejin tidak sebodoh itu untuk menganggap bahwa Sehun benar-benar menerimanya. Heejin akui ia memang gila, langsung menganggap secara sepihak bahwa Sehun adalah kekasihnya. Padahal sebenarnya itu hanyalah tindakan ‘pemaksaan’ dari Heejin. Bila diingat kembali rasanya Heejin merasa bersalah kepada Sehun. Padahal Heejin tahu rasanya bagaimana bila ia menjadi Sehun. Dipaksa sepihak tanpa diberikan kesempatan untuk menolaknya. Diam diam ia tertawa kecil, namun seulas senyum telus ia torehkan setelahnya. Ya, Heejin tak pernah menyesalinya. Saat ia memaksa Sehun untuk menjadi pacarnya. Karena Heejin benar-benar mencintai pria itu, bukan semata-mata hanya kebiasaan jahilnya.

Setelah lama merenung Heejin akhirnya cepat-cepat mematikan showernya, ia kali ini mandi 10 menit lebih lama dari yang biasanya. Ia kemudian meraih handuk yang sengaja ia gantungkan kemudian ia segera lilitkan ke tubuhnya.

Setelah selesai, Heejin pun membuka pintu kamar mandinya dan berganti memakai seragamnya. Ia melirik sekilas jam kecil yang sengaja bertengger di meja belajarnya. Waktu menunjukkan 6.10. Masih tersisa 50 menit lagi untuk Heejin menghabiskan sarapannya dengan tenang. Setelah siap, Heejin langsung turun ke bawah. Menghadapi ruangan kosong itu dalam kesendiriannya. Membiarkan hening menyelimutinya sedang ia sibuk membuat selapis roti selai coklat.

Heejin sudah terlanjur terbiasa dengan hal ini, tak ada eomma maupun appanya yang mendampingi setiap pagi. Membiarkan dua kursi kosong yang tersisa tanpa berucap apa-apa. Heejin menghela napas dalam-dalam, membiarkan rasa sesak itu meluncur dengan bebas, hingga tak ada lagi rasa sesak yang tertinggal di lubuk hatinya. Heejin tak benar-benar gila atau berandalan seperti yang dijuluki oleh teman-temannya. Ia hanya bersikap seperti itu untuk menutupi rasa sakitnya, rasa sepi yang terus menderanya, hingga menjadikan dirinya sebagai pembuat onar adalah pelampiasan yang pas untuknya. Toh tidak ada orang tua yang akan memarahinya jika Heejin mendapat nilai nol hampir di seluruh ulangannya. Berkali-kali mendapat surat peringatan akan kelakuannya. Mereka tak akan pernah mau tahu dan mengerti. Yang mereka tahu hanyalah Heejin masuk sekolah setiap hari dan ia dinyatakan naik kelas berapapun nilai yang ia dapat.

Heejin kembali meratakan lapisan selai tersebut ke atas rotinya, kemudian setelah dirasa cukup, Heejin memakannya secara perlahan. Memotong setiap serat yang terkandung di dalamnya. Membiarkan dirinya ikut terhanyut dalam keheningan di dalam ruangan mewah nan luas ini. Tak ada tawa maupun air mata yang ditunjukkannya. Hanya wajah datar dan dingin yang ia tunjukkan. Tak ada hasrat bahkan untuk memuji rasa selai favoritnya ini.

Setelah merasa cukup kenyang, Heejin lantas meminum susu kotak yang ia beli di supermarket kemarin. Tak lupa ia pun juga menyuci piring bekas rotinya sebelum ia benar-benar meninggalkan ruangan kosongnya.

Dengan langkah tegas Heejin lantas menyambar sepedanya, mendudukkan bokongnya ke atas kursi sepedanya dan kemudian memaksa kakinya untuk berputar secepat mungkin. Menghalau dinginnya udara Seoul dan menyapa paginya dengan senyuman lebarnya. Seoul. Aku siap memulai pagi ini dengan harapan dan kisah baru.

***

Sepeda abu-abu Heejin telah terparkir sempurna di halaman sekolah, usai mengunci sepedanya, Heejin lantas bergerak menuju kelasnya. Mata coklatnya seakan menguasai seluruh Hanyang. Karena tak ada murid lain selain Heejin. Mungkin jikalau ada, hanya 5 murid yang terkadang berlalu lalang di sekitar Hanyang.

Dengan semangat Heejin membuka pintu kelasnya kemudian melempar tasnya asal ke mejanya. Tanpa melihat kembali tasnya yang entah mendarat dengan mulus atau tidak, Heejin langsung menarik kakinya melawan arah. Berlari menuju tempat favorit yang hanya bisa ia kunjungi saat sepi seperti ini.

***

Gudang. Ya, itulah tempat yang dimaksudnya. Ia menghidupkan saklar lampu yang kemudian menciptakan cahaya remang-remang. Gudang ini tak terlihat kotor, justru gudang ini tertata rapi dengan segala macam perabotan. Mungkin yang terlihat lebih dominan justru segudang kertas dengan berbagai coretan partitur-partitur. Di sudut gudang tersebut, terdapat sebuah gitar berwarna pink, dan juga keyboard hitam yang tidak kelihatan begitu mahal. Tak lupa sebuah mac book, yang terpajang rapi di atas nakas.

Ruangan ini lebih terlihat seperti ruangan yang memang dikhususkan untuknya. Karena Heejin sudah terlihat nyaman menjejali segala macam perabotan yang ada di ruangan ini. Gila. Memang, Heejin sudah gila. Untuk apa ia memerlukan semua peralatan composer? Bukankah ia hanya gadis serampangan yang professional dalam berbuat onar?

Heejin kemudian merebahkan tubuhnya di atas kasur lipat, menerawang jauh menatap langit-langit gudang itu. Namun entah mengapa bayangan Sehun yang sedang tersenyum membayanginya lagi.  Aah, Heejin benar-benar jatuh cinta kali ini. Bagaimana senyum Sehun di matanya jauh lebih tampan dan bersinar seperti matahari? Biarlah ia dikata gila, toh dirinya sudah terlanjur gila sejak dulu. Tawanya pun meledak, memperbaiki moodnya yang sempat buruk tadi.

“Gudang memang tempat yang terbaik..tak sia-sia aku membelinya” ujarnya dengan senyuman lebar.

Heejin lantas bangkit dari rebahannya, meraih mac booknya lalu menancapkan jari-jari tangannya di atas keyboard macnya. Membuka situs email dan kemudian mengecek emailnya yang tak pernah kosong. Bibirnya terbentuk membuat segaris senyuman, semakin ia menscrollnya ke bawah, senyumannya semakin lebar. Menanggalkan matanya pada sebuah email dari Hyun Entertainment. Cepat-cepat ia membukanya, kemudian membaca serentetan kalimat yang tak terlalu panjang itu.

Matanya membulat, begitu usai membacanya. Ia bahkan masih tak menyangka jika agensi sebesar itu memintanya untuk membuatkan lagu!! Dan hebatnya lagi, lagu ini nantinya akan dibawakan oleh Park Hyo Shin!! Penyanyi legendaris favorit Heejin. Tak selang beberapa detik, Heejin lantas berteriak kegirangan sambil mencium layar macnya dengan bahagia. Tak butuh waktu lama baginya untuk menerima tawaran itu. Meskipun Hyun Entertainment memberikannya jangka waktu untuk berpikir, namun baginya tak ada yang perlu dipikirkan. Tentu saja kiprahnya sebagai composer akan berkembang dengan pesat. Dan dirinya akan lebih dikenal sebagai Kim Jinhee! Komposer muda berbakat yang misterius. Wah, membayangkannya saja Heejin sudah berteriak kegirangan.

Namun sepertinya suara bel tanda masuk itu ingin mencari ribut dengannya. Seperti tak tahu kesenangan orang lain saja. Heejin merengut kesal sambil mengutuk bel sialan itu. Ia kemudian terduduk kembali sambil menutup kedua telinganya kesal, bel panjang yang menyebalkan.

Setelah merasa bel sialan itu berhenti, Heejin kemudian melanjutkan euforianya. Berteriak, menari, menyanyi, bahkan menciumi mac booknya yang tak bersalah itu dengan ganasnya. Namun entah mengapa di tengah-tengah euforianya, retina Heejin justru menangkap sesuatu yang tak terduga.

“12 Desember…aah, aku ingat! Itu adalah tanggal dimana Sehun dipindahkan ke kelasku!!! Bahkan mengingatnya sudah bersemangat!! Tapi tunggu…12 Desember itu…” Heejin berjalan mendekati kalender yang terpampang di dindingnya, menganalisis tanggal 12 Desember itu. Dan seketika matanya melebar, siap mencuat kapan saja.

“HARI INI!!!!”

***

Sehun sangat membenci hari ini walau sebelumnya ia sangat menantikan hari ini. Hari dimana ia akhirnya mendapatkan kelas, karena sebelumnya ia ditempatkan ke kelas A, kelas yang berisikan orang-orang jenius sebab kepala sekolah belum menentukan ia harus dimasukkan di kelas berapa. Sampai keputusan dijatuhkan kepadanya, bahwa Sehun akhirnya memiliki kursi permanen di kelas F – kelas regular yang muridnya memiliki kepribadian yang berbeda. Jujur, selama dua minggu ini Sehun merasa muak berada di kelas A. Tak ada kesenangan di dalamnya, sekalipun ada mereka pasti lebih tertarik membahas tentang sejarah Joseon dan antek-anteknya yang membuat kepala Sehun meledak seperti bom nuklir berkekuatan tinggi.

Sehun tidak terlalu pintar dan tidak bodoh juga, setidaknya otaknya masih bisa diajak kompromi ketika Songsaenim memintanya mengerjakan soal aljabar berlevel sedang. Well, karena otak piranhanya itulah Sehun dipindahkan ke kelas F. Toh, tak ada masalah. Justru di kelas F ia lebih dapat merasakan masa remajanya dengan indah, membicarakan tentang pertandingan bola atau mungkin mengenai songsaenim-songsaenim mereka.

Tapi itu dulu. Tepatnya dua hari yang lalu sebelum hari ini. Dimana si gila- yang merupakan calon teman sekelasnya itu menyatakan cintanya dengan absurd dan penuh pemaksaan. Membuatnya serasa ingin mati saja begitu membayangkan masa depannya bersama gadis gila titisan siluman itu.

Melihat keadaan Sehun yang begitu mengenaskan dengan wajah kumal, sekumal baju Gimin, murid Hanyang yang menjadi langganan bullyan oleh berandalan sekolah. Sekali lagi Sehun menghela napas gusar, dalam hatinya terpatri doa. “Ya Tuhan, Yang Maha Bijaksana dan adil, dengan sepenuh hati dan jiwaku aku memohon kepada-Mu Tuhan. Tolong lenyapkan gadis itu saat aku memasuki kelas baruku. Setidaknya jangan buat hari pertamaku menjadi kenangan terburuk dalam sejarah catatan boo-diaryku”

Namun selama apapun Sehun berusaha untuk melambatkan waktu, tetap saja jarak kelas A dengan kelas F yang hanya berkisar 1 m tidak terasa lama untuknya. Dengan mata terpejam sebelah, Sehun membuka pintu kelas barunya. Matanya menjelajahi seluruh kelas F dengan takut-takut. Namun setelah tak mendapati bahkan sepucuk rambut ikal gadis itu di wilayah kelas F membuatnya berjengit bahagia. Ia bahkan berteriak kegirangan tak sadar jika seluruh pandangan teman barunya tertuju ke arahnya.

Tak peduli, laki-laki itu dengan senyuman lebarnya berjalan menuju kursi belakang yang tersisa untukya. Sebenarnya ada banyak, namun mungkin lebih baik jika dirinya duduk di belakang saja. Pemandangan taman yang indah, adalah yang paling terlihat dari sudutnya. Betapa beruntungnya ia.

Pria itu lantas menjatuhkan kepalanya ke permukaan mejanya, sambil tetap memasang senyuman lebarnya. Namun tanpa sadar fokusnya jatuh kepada seonggok tas yang sangat dikenalinya tergeletak di bawah kursi. Tanpa sadar Sehun meraih tas itu dan merabanya, berusaha mengingat dimana ia bertemu dengan tas absurd ini. Mmengingat kata absurd, Sehun jadi mengingat….

“NAE WANGJANIM!!!”

Demi rambut gimbal gadis titisan siluman itu, Sehun ingin mati saat itu juga.

-TBC-

Author’s note : maafkan readers yang mungkin udah nungguin lama FF ini -.- soalnya beberapa bulan terakhir aku bener2 gak ada mood buat nulis, so maaf yg sebesar2nya 🙂 doain semoga kemalasan aku tidak menjadi2 .-.

33 responses to “Surprise – Third Absurd Story

  1. Duh Yaolloh unni~
    Si Thehun tega banget ngatain Heejin kek gitu :’v
    Duh, si Thehun yang malang, ckckck XD
    Aku request Thehun POV sama Heejin POV ,dong(?)
    Biar tau isi hati Thehun yang sebenarnya :*


    Keep write!
    Hwaiting!

  2. Wah , kak aku suka😆😆 aku reader baru nih , tdi bru baca seri sbelumnya😆 suka beud , apalagi cast-nya Sehun😆 keep writing ya , ka😉😉

  3. ternyata heejin kaya gitu gara2 kurang kasih sayang orang tuanya, gak kebayang wajah shock sehun waktu tahu sebangku sama heejin, dan gak kebayang juga wajah senang heejin waktu tahu sebangku sama sehun, #penasaransamakelanjutannya

  4. Kasian bgt si heejin ,ortu ny kemana kok kyk ny gk peduli bgt sm anakny. Hah, gudang sekolahan di beli sm heejin yg bner aja boleh pah ?
    Di tunggu next series ny

  5. jadi itu alasan heejin jadi brandal, semoga heejin bisa menunjukan dikit aja sisi femininnya sma sehun biar sehun juga bisa membuka hati 😀 heejin kaya juga ya, gudang sekolah aja dibeli, pasti mahal kan tuh 😀

  6. Jinhee itu unik ya😂 tapi dibalik kegilaannya ada sebuah kehidupan suram yang tersembunyi, kasian juga sih..
    yha kalo emg jinhee bahagia sm perilakunya ya biarkan sajalah😂😂

  7. Sehun,gak baik la gak suka ma orang,nanti jadi suka gi mana 🙂 hahaha ,walaupun jinhee absurd banget,tapi kehidupannya menyedihkan banget yah,semangat jinhee!!! Ditunggu next nya

  8. Aku belum baca series sebelumnya jadi nggak tau awal cerita heejin sama sehun kayak apa. Jadi aku mau baca series sebelumnya dulu ya tapi ffnya keren kok

  9. Wahhh aku kira ini ficlet ficlet gitu
    Eh ternyata chapter yaaaa
    ih keren banget lih thor
    Oiya disini heejin tuh jadi anak orang kaya ya?
    Hhm gudang sekolah bisa dibeli yaaa

  10. kasian heejin jadi berandalan walaupun ngga sepenuhnya :’v cuman buat nutupin rasa sakitnya yang kurang perhatian dari orang tua.
    ffnya keren kak! keep writing ya! di tunggu next chapternya 😉

  11. Semoga ga lama2 males nya ya, author ^^

    Btw ini menghibur kok as always
    Tp aku agak bingung ini surprise nya dmn ya? Hehe..

    Ditunggu next series ini yaa, fighting!!

  12. Pingback: My…Girl? [Strong GF] – Fourth Absurd Story | SAY KOREAN FANFICTION·

  13. Yaampun sehun tega juga ya manggil heejin dengan nama titisan siluman wkwk. Btw semoga sehun suka deh sama heejin yaa

  14. hahaha kayaknya emg takdirnya sehun deh sama heejin, beneran mereja duduk bersebelahan? hahaha lucu
    ohh jdi heejin itu ank yg kesepian? pantas aja dia gitu sifatnya, tp dia beneran jdi komposer? wah wah hebat dong dia

  15. daebak.. gudang dibeli sama dia ._.
    dan aku ga nyangka ternyata heejin berbakat^^
    keluarga heejin kemana emangnya, thor?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s