PG-00521 (CHAP.7)

7-copy-copy

Cast: Oh Sehun, Byun Baekhyun, OC|| Rating: Pg-17+ ||Genre: Dark, Angst, Suspense, Romance

Attention: Bagi yang baru membaca, saya sarankan untuk membaca dari chapter awal, sehingga tidak kebingungan. Chapter 1 sampai 3 mungkin akan membingungkan, tapi semakin kesini chapter akan lebih mudah dimengerti. Terimakasih 🙂

Previous: chapter 1 | chapter 2 | chapter 3 | chapter 4 | chapter 5 | chapter 6

***

“One day, when I can no longer stand the brutality… One day we’ll run away, just you and me…” (Roots of evil. Pg. 21)

 

***

Baekhyun tak bisa mengatakan apa-apa selain terdiam membisu, matanya dipenuhi dengan rasa senang yang tak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata. Dia tidak ingat kapan terakhir kali dia datang ke circus malam dan ikut berbaur bersama orang-orang seperti bagaimana manusia seharusnya hidup. Menggelengkan kepalanya Baekhyun mencoba menghapus pikiran negative yang  dia punya.

Malam ini Baekhyun tidak memiliki tugas atau misi apapun untuk dia selesaikan, membuat ide untuk membawa Minyoung ke circus malam muncul begitu saja didalam pikirannya.

Meraih tangan Minyoung yang ada disampingnya, Baekhyun menarik Minyoung untuk berjalan kedalam pintu gerbang circus dengan jari tangan yang saling bertautan satu sama lain.

Saat Baekhyun baru melangkahkan kakinya matanya sudah lebih dulu mendarat kearah stand makanan yang berjejer rapi menyambut kehadiran mereka membuat senyuman dibibir Baekhyun semakin melebar begitu juga langkah kakinya yang bersemangat.

.

.

.

.

Sehun hanya memandangi pepohonan yang mobilnya lewati. Sesekali jalanan yang berbatu dilewati akan membuat Sehun harus menggerutu kesal. Disampingnya, Hyejin mengandarai mobil seperti biasanya. Tak bersuara, fokus dan tenang.

Mereka baru saja menyelesaikan misi mereka yang mengharuskan mereka. Beberapa minggu belakangan ini geng-geng kecil yang memilih menutup mata tentang kekuasaan M19 Syndicate mencoba mengancam. Dan Xiumin menyuruhnya untuk menyingkirkan kerikil-kerikil kecil tersebut dengan bersih.

Menghembuskan nafasnya, Sehun mengusap kasar rambutnya sebelum mengistirahatkan punggungnya dan menutup kedua matanya. Mimpi buruk tentang masa kecilnya datang lebih sering dan vivid, membuat semuanya terasa benar-benar nyata.

Bahkan bantuan rokok dan pain killer tidak bisa membuat mimpi buruknya menghilang saat dia benar-benar terjatuh dalam tidur. Membuat perasaan takut untuk tertidur mulai mendatangi pikiran Sehun. Suara-suara kecil yang memerintahkannya untuk tetap terbangun seperti selalu ada dibelakang otaknya. Seolah-olah memperingatkan Sehun jika monster yang sudah sejak lama menghantuinya kini semakin dekat dengannya.

Mata Sehun langsung terbuka saat dia merasakan sebuah tangan hangat menggenggam tangan kanan yang ada dipangkuannya. Melihatnya, Sehun langsung mengalihkan pandangannya kearah Hyejin yang kini hanya mengemudikan kemudi mobil dengan satu tangan, masih tak melepaskan pandangannya dari jalanan.

Melihatnya, Sehun membalas genggaman tangan Hyejin. Merasakan kehangatan yang menjalar ditelapak tangannya. Begitu juga perasaan hangat yang masih terasa asing didalam dadanya.

.

.

.

.

Sisa tawa Baekhyun masih terdengar saat wahana yang dinaikinya terhenti. Melihat kesamping tempat duduknya, Minyoung hanya memasang wajah datarnya. Tanpa Baekhyun sadari, sengatan kecil seperti terasa didadanya.

Meraih tangan Minyoung, Baekhyun pun mengajak Minyoung turun dari wahana. Menarik Minyoung kearah tenda yang sedari tadi memang mengambil perhatiannya. Fortune teller.

Berjalan mendekat kearah tenda, langkah Baekhyun hanya semakin ragu. Sisi lain dari dirinya mulai menyerukan pemikiran negative mereka.

Bagaimana jika Fortune teller tersebut akan memberikan Baekhyun ramalan yang hanya akan membawa perasaan tidak aman kepadanya? Bagaimana jika Baekhyun akan mendengar hal yang akan membuat keberaniannya semakin jatuh? Bagaimana jika…

Pemikiran Baekhyun langsung menghilang saat seseorang memanggil namanya. Melihat sekitarnya, Baekhyun hanya melihat orang-orang yang melawatinya tanpa memberikan Baekhyun perhatian mereka. Disampingnya, Minyoung hanya berdiri dalam diam seperti tadi.

Sebelum akhirnya Baekhyun kembali mendengar bisikan halus yang seperti terdengar tepat disamping telinganya.

‘Masuklah, jangan ragu’

Untuk sekali lagi Baekhyun harus memperhatikan sekitarnya. Tak ada satupun orang didekatnya, selain Minyoung.

‘Jangan ragu, masuklah kedalam tenda dan biarkan aku membacamu. Memberikanmu, sebuah angin segar. Namun jangan bawa tool milikmu Byun Baekhyun-shi’

Saat itu juga Baekhyun langsung mengalihkan pandangannya kearah tenda berwarna merah gelap yang kini terasa sangat dekat dan seolah-olah memanggilnya. Dia tau, tidak seharusnya dia mendekat kearah tenda tersebut. Hal yang tak logic baru saja terjadi padanya. Tidak ada satu pun orang tau tentang namanya, apalagi sebuah kata tool disebutkan. Tak ada orang yang tau.

Tapi Baekhyun merasa pikirannya seperti dipenuhi oleh kabut yang membuatnya tidak bisa melihat dengan jelas. Suara yang memanggilnya terlalu jelas untuk dia hiraukan dan lewati begitu saja. Mungkin sebuah trik kecil magic baru saja membuat Baekhyun terayu dengan mudah.

Baekhyun pun melangkahkan kakinya kearah tenda. Tidak lupa meraih tangan Minyoung dan menarik tubuh Minyoung bersamanya. Saat dia akan masuk kedalam tenda, seperti otomatis genggaman tangan Baekhyun melepaskan tangan Minyoung.

Membiarkan Minyoung menunggu diluar tenda sendirian.

.

.

.

.

Tak sedikit pun tangan Sehun bergetar saat dia menggenggam erat pistol yang sekarang berada digenggamannya. Pintu jati yang ada didepannya, terlihat lebih berat untuknya saat ini. Namun dengan pelan  dia mendorong pintu tersebut. Membiarkan suara beratnya pintu yang didorong ikut memenuhi ruangan.

Menghentikan kegiatan dua orang yang berada di atas kasur yang berada ditengah-tengah ruangan. Tak ada sehelai benang yang membaluti tubuh polos mereka. Menatap Sehun terkejut, penuh tanda tanya dan mungkin ada rasa kemarahan dan kejengkelan disana.

Namun semuanya seperti tergantikan begitu saja saat Sehun mengangkat pistol yang ada ditangannya. Semuanya langsung menghilang begitu saja saat rasa ketakutan memenuhi mata mereka.

Suara tembakan pun terdengar sebelum akhirnya disusul dengan teriakan sang wanita yang terlihat seakan – akan pingsan kapan saja. Teriakannya langsung terhenti saat Sehun mengalihkan pistolnya kearah wanita tersebut.

Getaran tubuhnya semakin terlihat jelas, saat detik semakin berlalu.

“Si—siapa ka—u?” cicitnya pelan, mencoba memberanikan dirinya. Kedua tangan dan kakinya seolah-olah ingin menyembunyikan tubuhnya yang kini sudah diciprati oleh darah suaminya yang sudah terbaring tak bernyawa tidak jauh darinya.

“Ap—a yang ka—u mau, aku…aku akan membe—rikannya, aku berjanji a—ku akan mem—berikannya” lanjutnya.

Namun hawa dingin seperti menusuk badannya saat dia mendengar suara tawa rendah yang ada didepannya.

“Terakhir kali kau berjanji, kau mengingkarinya.”

Ucapan singkat yang dia dengar langsung membuatnya menaikkan kepalanya. Ribuan jarum baru saja menusuknya untuk sekali lagi.

Dengan langkah pelan Sehun berjalan mendekat kearah ranjang. Langkahnya terdengar sangat berat, berbanding terbalik dengan deru nafasnya yang terputus-putus. Matanya memandang tajam wanita yang kini sudah terlihat jauh lebih pucat.

“Jongin hilang karena ulahmu!” teriak Sehun, yang dibalas dengan tatapan terkejut milik wanita yang sekarang mematung ditempatnya.

“Se—Sehun, Sehun ib—“ dengan cepat tangan Sehun langsung menaruh pistol tersebut tepat berada diatas kening wanita yang sangat dia benci seumur hidupnya.

“Selamat tinggal Oh Riyu”

Doorrr…

Untuk sekali lagi suara tembakan terdengar memenuhi ruangan tersebut. Meninggalkan Sehun yang masih berdiri disana dan menatap datar dua mayat yang ada didepannya. Sebelum akhirnya sebuah teriakan dari belakang tubuh Sehun langsung membuatnya berbalik.

Disana, didepannya, dia melihat dirinya sendiri berdiri dengan pistol yang dimasukkan kedalam mulut kakaknya. Oh Jongin.

Dapat dia lihat bagaimana airmata turun deras dan seperti mengalir tanpa henti dari kedua mata kakaknya yang berumur delapan tahun. Saat itu juga Sehun merasa setangah dari dirinya mati rasa.

Dapat dia lihat, dirinya yang berdiri didepannya sekarang menunjukkan sebuah seringaian keji, saat dia semakin mendorong lebih jauh pistol yang ada dimulut Jongin. Membuat tangisan Jongin kecil semakin deras.

“Hentikan, hen—tikan, hentik—an”

“Dia juga meninggalkanmu malam itu, Oh Sehun. Apa kau mengingatnya saat dia meninggalkanmu begitu saja”

Sehun menatap dirinya yang sekarang semakin berjalan mendekat kearahnya dengan tatapan horror. Dia tidak bisa melewatkan bagaimana dirinya yang berada didepannya sekarang menyeret Jongin dengan menarik rambut Jongin. Membuat Jongin berteriak lebih keras, sebelum akhirnya pistol yang ada dimulutnya didorong lebih dalam. Membuat teriakannya terhenti.

“Bukankah dia harus mati juga?”

Sehun langsung menggelengkan kepalanya, dia tidak bisa melihat keadaan Jongin lebih lama.

“Jangan, jangan lakukan, aku memohon”

“Kenapa? Baru saja kau membunuh wanita tak berguna itu begitu saja. Apa kau ingin aku melakukannya untukmu?”

Mendengarnya, badan Sehun langsung menjadi dingin. Bibirnya bergetar saat dia ingin mengucapkan sesuatu. Kuku tangannya terlihat memutih saat dia mulai mengepalkan tangannya terlalu kuat.

Bahkan saat dia membuka mulutnya, tak ada satupun kata yang keluar.

Dan hanya membuat seringaian Sehun yang sekarang berdiri didepannya sekarang semakin melebar.

“Hmmmm, sepertinya kau menginginkan aku yang melakukannya, okay baiklah kalau begitu.”

“Berhenti! Jang—“ saat itu juga suara tembakan terdengar, membuat Sehun langsung menutup kedua matanya rapat. Detak jantungnya terpacu sangat kencang, bahkan dia sendiri bisa mendengarnya. Membuat hembusan nafasnya terdengar lebih keras dari yang seharusnya.

Saat dia merasakan rasa dingin ditangannya, Sehun langsung membuka matanya.

Kedua tangannya sekarang dilumuri oleh darah, dan tangan kanannya memegangi sebuah pistol yang penuh dengan darah. Sebelum akhirnya dia melihat tubuh Jongin yang terlihat tak bernyawa berada tak jauh dari kakinya.

 

Sehun langsung terbangun dari tidurnya, dengan cepat dia melihat kedua tangannya. Berharap disana tidak ada satupun darah yang membercakinya.

Nafasnya yang tadinya terlihat berderu kencang kini mulai menjadi sedikit tenang.

Saat dia merasakan sesuatu mengalir di pipi kanannya dia pun langsung menghapusnya kasar.

Ini pertama kalinya dia memimpikan Jongin setelah sekian lama tidak muncul didalam tidurnya. Namun mimpinya tidak menjadi lebih baik. Melainkan semakin terasa nyata dan semakin setiap malam menjadi lebih buruk dan buruk daripada malam-malam yang kemarin.

Saat dia kembali merasakan air matanya mengalir, Sehun tidak menghapusnya. Dia membiarkan air matanya jatuh begitu saja.

Membiarkan setiap tetesan jatuh diatas pangkuannya.

Malam itu, Sehun tidak jatuh tertidur untuk kesekian kali. Namun menangis untuk pertama kalinya setelah sekian lama.

.

.

.

.

Saat Baekhyun masuk kedalam tenda, dia menemukan seorang wanita yang mungkin berada dalam usia 40 tahunannya menyambut kedatangan Baekhyun dengan senyuman hangat. Walaupun begitu Baekhyun tidak terlalu bisa melihatnya.

Mengingat satu-satunya sumber cahaya diruangan hanyalah dua chandelier kecil yang ada dikedua sisi meja yang ada didepan wanita tersebut. Masih dengan senyumannya kearah Baekhyun.

Tak ada banyak barang didalam ruangan, selain satu meja, tiga kursi dan dua buah chandelier. Walaupun begitu, suasana ruangan terasa sangat kental membuat Baekhyun merasa sedikit tertekan dan sangat nervous tentang ramalan yang akan dia dapatkan.

“Duduklah, Aku Seo Ah Yeon” ucap Ah Yeon pada akhirnya, sambil menyuruh Baekhyun mengambil kursi yang berada didepannya.

Dengan sedikit ragu, Baekhyun pun duduk. Ekspresi sedikit ragu dan mungkin takut terlihat cukup jelas tergambar diwajah Baekhyun.

Baekhyun pun menghembuskan nafas panjang yang hanya membuat Ah Yeon tertawa kecil.

“Kau tidak perlu tegang seperti itu.” Bisik Ah Yeon sebelum mengulurkan tangannya kearah Baekhyun, “berikan aku tanganmu Baekhyun-shi.”

Baekhyun pun menaruh tangannya diatas telapak tangan Ah Yeon, nafasnya masih saja seperti terputus putus menandakan dirinya masih tegang.

“Bagaimana kau bisa tau namaku?” tanya Baekhyun untuk pertama kalinya sejak pertama kali dia menginjakkan kakinya di tenda ini.

“Kalau aku mengatakan trik kecil sihir, apa kau akan mempercayaiku?” ucap Ah Yeon, dengan senyuman kecil dibibirnya.

Jemari tangannya pun mulai menulusuri telapak tangan Baekhyun. Mencoba mencari rahasia kecil yang mungkin hanya dirinya yang tau. “Peganglah kenanganmu dengan erat…” bisik Ah Yeon kepada Baekhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari telapak tangan Baekhyun. “Kau akan mendapatkan jawaban yang kau cari dari kenanganmu…” Jari tangan Ah Yeon terhenti sebelum akhirnya dia mengangkat kepalanya dan menatap Baekhyun.

“Sebuah peristiwa menantimu… peristiwa yang mungkin akan membuatmu harus kembali terluka, membawamu kembali kedalam kegelapan. Namun sebuah lilin kecil akan selalu bersamamu saat gelap mulai datang menghampirimu. Tak lama lagi kau berpisah dengan tool milikmu” ucap Ah Yeon rendah. Mengirimkan rasa dingin kearah Baekhyun yang sekarang menatapnya penuh dengan rasa marah dan takut. Kedua perasaan tersebut seperti teraduk menjadi satu, yang membuat Baekhyun menarik tangannya kasar sebelum akhirnya keluar dari tenda tanpa mengucapkan sepatah kata.

Ah Yeon hanya menatap kepergian Baekhyun dalam diam. Baru saja dia melihat sebuah rahasia yang seharusnya tak pernah dia lihat. Dan setengah dari rahasia tersebut dia simpan dengan rapat untuk dirinya sendiri.

.

.

Baekhyun langsung meraih tangan Minyoung dan menariknya menjauh dari tenda fortune teller tersebut. Deru nafasnya semakin cepat saat dia semakin menjauh.

Tak lama lagi kau berpisah dengan tool milikmu”

Suara Fortune teller tersebut seperti terngiang-ngiang ditelinga Baekhyun. Dia ketakutan setengah mati sekarang.

Tidak ada yang memisahkan dirinya dari Minyoung, tak seorang pun bisa melakukannya.

.

.

.

TBC

A/N:

Hello, long time no see guys!

/sigh/ I’m sorry /bows/ writer block is pain on the ass guys. Setelah lama tak update, bukannya bawa chapter yang panjang dan enak dibaca, saya malah bawa chapter yang mungkin kesannya sedikit tergesa-gesa dan sangat pendek. Sekali lagi maafkan saya. Dan mohon dimaklumkan, membuat character and storyline development di fanfic ini memang cukup sulit /shots/ Tapi seriusan, semoga chapter ini tidak terlalu mengecewakan. Dan satu lagi, saya ini orangnya suka menggunakan ‘double meaning words.’ Jadi hati-hati dalam mengartikan.

And magic, I love magic guys…

Seperti biasa, masukan, kritikan dan saran, silahkan disampaikan.

 

Terimakasih /bows/

Wind

27 responses to “PG-00521 (CHAP.7)

  1. Entah kenapa yg bagian baekhyun itu aku belum ngerti2 -,- tapi kalo sehun sedikit bnyak nya paham :v
    seriusan pengen buru2 kelar semua nya biar aku bener2 paham jalan cerita ff ini maksudnya gimana.. Gregetan soalnya. Kadang harus muter otak buat nyambungin chap kemaren2 sm skrng gitu :v :v

  2. Aku masih ngarep tool itu beneran jadi manusia seutuhnya. Baekhyun mah emang iya bneran udah kebawa suasana, kalo sehun? Dia belum sadar.
    Pas scane dimana baekhyun dibisikin gitu, dikit serem juga si kalo nginget lagi ama dunia gaib. Bener” ucapannya bikin baekhyun ga terima. Hahahaa. Baek udah bawa lari aja minyoungnya.

  3. Udah lama bangeet , akhirnya muncul juga…
    Cerita sehun sama baekhyun ada sngkut pautnya yha…klo gk slah tool mereka sama kan.??
    Next deh, udah kepo banget

  4. Udh nungguin ini lama banget. aku sampe mikir ini gak bakal di post lagi.
    Dari chapter awal sampe skrg. aku Selalu skip part baekhyun. Aku cuma baca bagian sehun doang. Soalnya aku suka bgt sama moment sehun-hyejin.
    Next chapter semoga cepat lanjut ya~

    • pertama, saya mau bilang maaf /nyengir/ gpp sih kalau skip, tapi kedepannya nanti, mungkin bisa jadi bingung, soal— sampe disitu aja dulu /grins/ tapi terimakasih karena udah masih mau baca

  5. Ahirnya d post jg 😄 udah lama banget 😀 makin penasaran nih kedepanya kerennnnn d tunggu next chaper nya fighting unnie ✊ ✊

  6. Permasalahan baekhyun yg aaku nggaj ngerti….kalo sehun sih mulai ngerti yaa……dia jadi kyk gitu karena kehilangan jongin kan…..dan bayang” masa lalunya sering menghantui dia di alam mimpi…..cuman bingung apa maksud dari sehun yg menembak jongin…..sepertinya itu ada artinya…nah apa artinya itu aku blm dapet hihihi
    Nah asal mula baekhyun jadi pemburu dan punya tool itu apa aku blm tau karena emg blm keliatan kan
    Kritik dan saran sih aku nggk punya….karena aku nggak ngerti tetang aturan penulisan hihihi

  7. bagian yg baekhyun di panggil2 ama peramal berasa lagi baca scene horor. wkwkwk
    cintanya sehun sama toolnya belum terlihat jelas. sehun masih stuck ama keluarganya. duh kasiaan.
    makasih udah nulis
    semangat kakak

  8. uwa ramalanny bner2 bkin rsanya gmna gtu??
    pnsaran bgt ap yg mngakibatkan baek akn trpisah sma minyoung
    dan syp yg dmkst dgn lilin kecil yg selalu mnemanimu saat glp itu? jika itu minyoung trs ap jdinya saat mrk trpisahkan>>>

  9. lamaa banget baru di post, aku sampe lupa pernah baca ff ini… gak papa lah, kena write block emang gak enak banget, makasih udah bisa post loh…

  10. annyeong,,readers baru ne,,aku dh baca dr chapter awal,,!emg rada pusing c bis nya muter muter,,jadi kudu bener bener fokus bacanya,biar ngeh konflik yg berkaitan satu sama lainya,!
    yg ku tangkep bisa jd tool baekhyun n tool sehun adalah org yg sama,,!! selain itu masi lum jelas,,, ottelah mari kita lihat lanjutanya!!
    ,,,kerrennn,,,ne authornya dh sukses bikin pusing karna harus nebak misterinya!
    ,,,hwathing,,,,

  11. Tuhkan jongin dah metong 😦
    Makin yakin gue kalo hyejin itu tool nya baekhyun.
    Oke ditunggu ya next chapnya 😉

  12. jadi jongin udah mati yak?? pantesan sehun bener-bener trauma sama masa lalunya.
    jadi dari yang aku pahami, ini cerita sehun di masa sekarang dengan flashback.nya baekhyun dimana ada hubungannya sama tool mereka kan???

  13. Kalo aja ini bukan jam 2 pagi dan batre hp tinggal 3 % , aku udh baca MARIGOLD, A BED OF YEWS (1/2) /(2/2) dan ff ini ceritanya cukup buat nguras air mata ku pagi2 , aku janji aku akan coment di 2 ff kamu itu , jujur aku cukup ngerti di part 7 , ff ini cukup berat beneran tapi kalo orang yg terbiasa pasti nangkep maksud kamu apa di ff kamu ini , aku nyesel ga ngikutin dari awal , ini beneran style aku >< , aku harap kamu mau ngelanjutin walaupun banyak siders dan ada beberapa yg pergi , bertahanlah demi beberapa readers kamu , aku salalu wait kamu thanks for a nice story , ending ga selalu happy ending kan? Entah lah ff kamu punya makna "setiap yg diawali dengan buruk pasti berakhir buruk" , aku liem dan kalo kamu mau aku pengen kita berteman ^^

    • Woahhh I love youuu /hugs/ saya ini nulisnya juga buat kesenangan saya sendiri sama para reader yang masih mau baca kok so never don’t mind about a thing right? You are my style girl, oh hai liem! Yeah let’s be friend!

  14. baca dari chapter 1-7 dan tetep menimbulkan tanda tanya di tiap chapternya. daebak author-nim!!! apa sehun juga bakal kehilangan hyejin kaya baekhyun kehilangan minyoung? hmmm… makin penasaran ><

  15. Kayanya si Baekhyun beneran nggak mau ditinggalin sama Minyoung deh, terus si Sehun juga apa motifnya buat bunuh si ibu sama Jongin?
    Semakin kesini semakin menarik… Ditunggu next nya ya kak 🙂

  16. huahh akhirnya aku berhenti baca sampe disini dan harus menunggu untuk updatetan selanjutnya, sebenernya aku punya beberapa pertanyaan yang belum terjawab kayak kenapa sehun di tinggal ibunya? jongin kemana? apa dia jadi tool? atau jadi agent kayak sehun? trus kenapa baek di paksa bunuh minnyoung? bener” penasaran sama cerita ini berharap ceper di update hehe keep writing thor, fighting!! aku tunggu next chapnya yang pasti selalu keren hehe

  17. aku masih belum gitu paham kalo sama alur ceritanya baekhyun-miyoung. tapi disitu keliatan jelas gimana perasaan baekhyun ke toolnya beda sama sehun yang cuma samar dan gak jelas itu perasaan apa
    keep writing thor, ditunggu chapter selanjutnya ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s