[Freelance] My Lovely Noona (Part 3)

IMG_20141228_1

Title     : My Lovely Noona

Author : Kiray Nayla

Cast     : Kang Hana, Do Kyungsoo / D.O, Member EXO

Length : Chapter

Genre   : Romance, Comedy

Rate     : PG-13

Disclaime : Cerita ini sebagian dari khayalan author, berasal dari otak yang seadanya ini, jadi tolong jangan di bash, apa lagi di plagiat.. FF ini sudah pernah di publish di tempat lain, jadi kalau menemukan FF dengan judul dan cerita yang sama asalkan authornya Kiray Nayla itu berarti berasal dari author yang sama.

Thankyu buat admin yang udah mau post FF ini, buat readers jangan lupa coment nya yaa… Gumawoyo ^^

 

 

~My Lovely Noona~

 

Previous

 

“Setelah berpikir selama ini, saya sadar kalau memang hubungan kami cukup sulit untuk di jalani. Lalu ….”

“Lalu??”

“Saya memutuskan untuk…”

 

Kriing.. Kriing… Ponsel Jang PD berdering

“Chankamanyo, saya angkat telepon sebentar ”

“Ne”

 

Story Beginning

 

Author POV

Jang PD berjalan menjauh saat menerima panggilan teleponnya, setelah beberapa saat ia menutup teleponnya kemudian kembali ke tempat hana

 

“Mianhe”

“Gwenchanayo”

“Ah ne, tadi kau mau bicara apa?”

“Tentang hubungan saya dengan nya, saya sudah memutuskan untuk..”

“Untuk?”

“Untuk bertahan bersamanya”

“Eeh??”

“Mwo.. Mwo.. Mwoya??” Tanya Jang PD yang cukup terkejut

“Ne, saya sudah memikirkannya. Kami memang saling mencintai”

“Kang hana-shi???” tanya jung PD seperti meyakinkan hana

“Mianhe”

“Apa kau tak memikirkan resiko dari hubungan kalian huh?”

“Saya sudah memikirkannya, tapi rasa cinta kami terlalu besar”

“Cinta??”

Hana mengangguk

“Tapi…” Jang PD menghela nafasnya kecewa

“Cinta tsk..” Sambungnya seperti meledek

“Mianhe”

“Geurae.. Tapi demi kebaikan semua saya mempunyai satu syarat”

“Syarat? Syarat apa?”

“Ne, karena saya rasa hubungan ini terlalu beresiko jika sampai nanti di ketahui publik dan akan berpengaruh tentunya pada exo, fans mereka dan masyarakat. Saya tidak mau radio kita juga mendapat imbasnya, jadi saya mau ada sebuah perjanjian antara kita”

“Perjanjian?”

“Jika hubungan kalian di ketahui publik dan mendapat respon negatif, saya ingin kau segera mengundurkan diri sebagai DJ di radio ini”

“Mwo?”

“Semua terserah pada mu, karena saya juga tidak bisa menghalangi keputusan mu untuk tetap bertahan dengan nya yang dengan alasan cinta”

“Tapi.. ”

“Apa kau tak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika publik tahu nanti? Kau bahkan lihat sendiri dengan apa yang terjadi pada taeyeon. Saya tidak mau kebencian fans exo pada mu berimbas pada acara radio kita”

“Euhm..”

“Saya hanya memikirkan yang terbaik untuk kita semua. Dan saya harap kau tidak egois”

“Tak perlu perjanjian tertulis, perjanjian ini hanya antara kita, kepercayaan antara anda dan saya” sambung Jang PD

“Baiklah kalau memang harus seperti itu, saya akan mengundurkan diri jika hubungan kami terungkap dan mendapat respon negatif”

“Ok.. Baguslah kalau kau setuju”

“Saya percaya kau akan menepatinya”

“Tenang saja, saja tak akan mengingkari perkataan saya”

“Kalau begitu Saya pergi dulu” Jang PD meninggalkan hana

Namun baru beberapa langkah ia kembali mendekati hana

“Saya harap kau berhati-hati, jangan sampai hubungan kalian di ketahui paparazzi. Dan satu lagi, kehidupan seorang artis itu berbeda dari kita” bisiknya sambil menepuk pundak hana

Hana diam

Kemudian Jang PD pergi begitu saja

 

~

 

“Apa aku rela meninggalkan dunia siaran yang sudah menjadi bagian dari hidupku? Bagaimana jadinya jika aku harus berhenti siaran nanti?”

“Tapi ini sudah menjadi keputusan ku, aku harus merelakan sesuatu yang sudah menjadi bagian hidupku untuk sesuatu yang lebih berharga dalam hidupku” hana menarik nafas panjang

“Mungkin aku harus menyiapkan diri dari sekarang, aku harus menikmati dan melakukan yang terbaik untuk siaran radio ini, sebelum aku meninggalkannya. Kang Hana fighting!!! ” Hana mencoba memberi semangat untuk diri nya sendiri

 

~

 

Ting..tong..ting..tong.. Bunyi bell apartemen hana

 

Hana yang sedang menikmati camilannya sambil menonton tv menghentikan aktivitasnya, kemudian menuju pintu untuk melihat siapa yang datang

 

Ceklek.. Pintu terbuka

 

“Taddaaa…” Kata orang yang datang sambil mengangkat seekor anjing putih yang tepat menutupi wajahnya

“Nde?” Jawab hana yang kaget

Ia malah menggoda hana dengan memainkan kaki anjing kecil tersebut yang seakan sedang melambai-lambai, lalu mendekatkan nya ke wajah hana

“Annyeonghaseyo”

Kemudian pria itu memperlihatkan wajahnya dengan menggeser posisi anjing yang di gendongnya

“Kyungsoo yaa??”

“Hatchiii.. Hatchii.. Hatchiii” hana bersin

“Noona Wae??”

“Hatchi..”

“Kenapa kau bersin-bersin begitu?”

“Sudahlah.. Masuk saja dulu” hana menarik kyungsoo masuk

 

“Ige mwoya?” Tunjuk hana pada anjing putih itu

“Perkenalkan ini candy, dia lucu yaa?”

“Kyungsoo-yaa”

“Ne?”

“Noona alergi pada anjing”

“Mwo??”

“Hatchii.. Hatchii..” Hana langsung menutup mulutnya

“Jinjjayo??”

“Hatchiii.. Kau tak lihat aku sudah berapa kali bersin seperti ini?”

“Aigo.. Mianhe noona.. Eottokhae??” Kyungsoo menurunkan anjing itu dari gendongannya

“Apa ini anjing mu?

“Ani.. Ini peliharaan tao, tapi dia sedang ada jadwal di china jadi ia menitipkan candy padaku. Karena malam ini kami tak ada jadwal,jadi aku membawa nya bermain ke rumah mu. Kasihan jika di tinggal sendirian di dorm”

“Hatchiii..”

“Mianhe noona, Aku tidak tahu kalau kau ternyata alergi pada anjing. Kau juga tak pernah memberitahu ku kan”

“Hmmm..”

“Apa aku pulang saja dulu menyimpan candy, lalu kembali lagi kesini”

“Mwo?? Buang-buang waktu sekali”

“Tidak apa-apa, dari pada kau seperti itu”

“Yak! Kau punya waktu untuk bertemu dengan ku saja sudah jarang dan susah sekali. Saat ada waktu malah di buang-buang demi mengantarkan anjing itu” kata hana sinis

“Candy noona”

“Apalah itu..”. Hana kemudian beranjak meninggalkan kyungsoo

 

“Noona kau mau ke mana?”

Terlihat hana pergi ke kamarnya

“Noona apa kau marah padaku?” Tanya kyungsoo sambil mengikuti hana dari belakang

“Stop.. Jangan ikuti aku”

“Nde?”

 

Hana langsung masuk ke kamarnya dan menutup pintunya

Kontan kyungsoo berhenti dan terdiam di depan pintu kamar hana.

 

“Candy-yaa.. Ini semua karena mu, noona jadi marah pada ku”

“Aahh.. Aku harus bagaimana?” kyungsoo malah berbicara dengan candy yang sama sekali tak menjawabnya

 

Tak lama hana keluar dari kamarnya dengan menggunakan masker dan hoodie yang kupluknya menutupi kepalanya serta celana training panjang

 

“Noona??” Tanya kyungsoo aneh

“Waeyo?”

“Gwenchanayo?”

“Hanya dengan begini aku bisa berada dekat dengan anjing itu. Tapi kau jangan terlalu mendekatkannya dengan ku seperti tadi tepat di depan wajahku, hingga aku menghirup bulu-bulu nya”

“ah..Ne.. ”

“Euhm”

“Mianhe”

“Apa dengan begini akan tidak apa-apa?”

“Ne, karena yang membuat ku alergi itu adalah bulu-bulu halus dari anjing itu, jadi kalau aku menutup mulut dan hidungku aku tak akan bisa menghirup bulu nya lagi”

“Jinjja?”

“Euhm” hana mengangguk

“Lalu pakaianmu itu?”

“Ini jaga-jaga saja, takutnya ada bulu yang menempel di kulitku dan membuatku menghirupnya. Jadi lebih baik aku menutup semuanya”

“Aahh.. Jadi sekarang sudah aman?”

“Sepertinya lebih baik”

“Berarti kau tidak marah dengan ku?”

“Marah?”

“euhm”

“Ani…siapa yang marah padamu”

“Jinjjayo?”

“Ne..”

“Geurae.. Kalau begitu bagaimana kalau kita berjalan-jalan di luar bersama candy?”

“Mwo?? Kau mau bunuh diri huh?”

“Bagaimana kalau ke taman di depan sana, sepertinya di sana terlihat sepi”

“Yang di sebrang sana?”

“Ne.. Setiap aku lewat sana, tidak pernah aku melihat ada orang yang bermain di taman itu”

“Hmmm.. Memang jarang yang mengunjungi taman itu, kecuali para manula yang berolah raga di pagi hari. Tapi kalau ada yang mengenali mu bagaimana?”

“Siapa yang akan melihat kita disana? Pengunjung nya saja tidak ada, kalau ada harabeoji atau halmeoni dan itu pun di pagi hari, mana mungkin mereka mengenali ku. Lagi pula sekarang sudah malam. Tenang saja aku juga pakai topi, kaca mata dan masker bila perlu”

“Euhm.. Baiklah..”

“Kaja..”

 

~

 

Sejak sampai di taman, betul saja tak ada seorangpun yang sedang bermain atau bersantai di taman ini. Candy terus berlari kesana kemari, Kyungsoo yang memegang tali candy otomatis mengikutinya berlari. Terlihat ia mulai kewalahan mengikuti langkah candy. Sementara hana mengikuti mereka dari belakang

“Kyungsoo-yaa, sepertinya kau lelah sekali. Aish.. Masa kau kalah dari candy yang masih semangat seperti itu”

“Yak noona, kecil-kecil begini candy lari nya kencang. Wajar saja kalau aku kewalahan”

“Tetap saja kau kalah darinya”

“Bagaimana kalau kau yang menuntunnya, ini pegang talinya”

“Andwae.. Aku kan alergi kalau berdekatan dengannya”

“Aish.. Alasan saja”

“Memang iya..”

“Candy-yaa.. Kita istirahat dulu sebentar” kyungsoo menarik tali candy agar ia berhenti berlari, kemudian ia duduk dan mengikatkan tali nya di kursi yang ia duduki agar candy tak pergi

“Apa kau senang sekali bermain di sini huh? Tapi aku lelah, kita istirahat sebentar yaa” kata kyungsoo pada candy sambil mengikatkan tali nya

 

Hana yang mengikuti dari belakang sejak tadi kini juga duduk di kursi sebelah kyungsoo

 

“Igo” hana memberikan sebotol air

“Gomawo” jawab kyungsoo sambil menerima botol itu

“Payah sekali kau ternyata, baru segitu saja”

“Noona.. Jika lari atau olahraga lainnya aku pasti sanggup, tapi ini berbeda karena kau harus mengikuti seekor anjing yang tak tahu ia akan berlari kemana. Itu yang membuat lebih lelah”

“Heii.. Alasan saja”

“Jinjjayo..”

“Ne..ne..ne.. Sudah minum dulu airnya”

Kemudian kyungsoo mulai membuka tutup botol itu dan meminumnya

 

“Noona.. Apa aku boleh memelihara seekor anjing?”

“Boleh saja.. Asal kau tak memintaku mengurusnya”

“Jinjja?”

“Euhm” angguk hana

“Lalu setelah kita menikah nanti apa dia masih boleh tinggal di rumah kita? Apa aku harus membuangnya? Tapi kasihan kalau di buang begitu saja”

“Mwo??”

“Wae?”

“Apa kau bilang? Kita menikah?”

“Ne.. Setelah kita menikah apa aku masih bisa memelihara anjing?”

“Kyungsoo-yaa?” Hana tertawa

“Waeyo? Kenapa kau tertawa?”

“Usia mu berapa sebenarnya?”

“Aku? 22 tahun”

“Tapi mengapa bicaramu seperti yang sudah berusia 32 tahun huh?”

“Nde?”

Hana masih tertawa

“Memangnya ada yang salah dengan ucapan ku?”

“Ani.. Aku hanya kaget saja saat kau mengatakan pernikahan”

“Waeyo? Bukan kah nanti kita akan menikah?” Tanya kyungsoo bingung

“Kyungsoo-yaa”

“Ne noona?”

“Apa kau sudah memikirkan tentang menikah dengan seseorang?”

“Menikah dengan mu”

“Ne dengan siapa saja”

“Ani..aku mau nya menikah denganmu, noona~”

“Baiklah..sebut saja begitu, jadi kau sudah memikirkan tentang itu?”

“Wae? Apa kau tak ingin menikah dengan ku?”

“Bukan begitu.. Jawab dulu pertanyaan ku, apa kau sudah memikirkan tentang pernikahan?”

“Sejak pertama kita berpacaran, aku sudah mulai memikirkan tentang pernikahan kita”

“Mwo?” Hana tertawa

“Waeyo? Mengapa kau tertawa lagi? Apa perkataanku itu lucu?” kyungsoo mulai kesal

“Aniya..” Hana masih tertawa

“Aish..sepertinya kau tak ingin sekali menikah dengan ku”

Kyungsoo sedikit kesal, lalu ia meminum air dari botolnya

 

“Kyungsoo-yaa..”

“Euhm” jawab kyungsoo malas

“Dalam hidup ini tak selamanya kita harus memikirkan atau membayangkan hal yang indah saja. Ada kalanya kita perlu memikirkan hal yang buruk”

“Nde?” Tanya kyungsoo bingung

“Bukan berarti kita jadi berprasangka buruk. Tentu akan bagus kalau hal indah yang kita bayangkan itu bisa menjadi kenyataan, tapi kalau ternyata Tuhan berkehendak lain dan terjadi hal yang tak kita inginkan bagaimana? Kalau kita sudah membayangkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi nanti, bisa membuat diri kita setidaknya lebih siap jika memang hal buruk itu harus terjadi”

“Euhm?”

“Apa lagi dalam sebuah hubungan. Tentu harus memiliki tujuan yang baik, hanya saja tidak ada salahnya jika setidaknya kita bersiap-siap kalau kemungkinan buruk terjadi, agar nantinya kita tak menjadi rapuh”

“Jadi aku tak boleh membayangkan atau memikirkan tentang pernikahan kita?”

“Bukan begitu, tentu boleh. Hanya saja jangan terlalu dini memikirkannya”

“Dan kemungkinan terburuk itu maksudmu kalau ternyata kita harus ….”

“Ah… andwae..andwae..” kata kyungsoo sambal menggelengkan kepalanya dengan mata terpejam

“Aish..”

“Tapi kan kau tahu sendiri, membayangkan saja aku tak mau untuk kehilangan mu noona”

“Heiiii.. Kau ini”

“Ya sudahlah.. Sekarang jangan memikirkan hal yang terlalu jauh di depan, kita serahkan semua pada takdir dan kehendak Tuhan. Yang penting kita menjalaninya dengan baik tanpa ada yang merasa tersakiti satu sama lain dan menjaga hubungan kita ini untuk tujuan yang indah, semoga bayangan buruk yang sudah kita pikirkan tak terjadi”

“Setuju”

“Dan yang terpenting adalah bagaimana kau bisa berkarir baik sebagai penyanyi, idola atau pun sebagai aktor. Yang selalu memberikan penampilan terbaik di panggung, berakting yang baik dan tentunya membuat semua orang yang mendukung mu selama ini merasa bahagia dan bangga padamu”

“Ooh noona.. Bagaiman bisa aku tak mencintai mu huh?”

Kyungsoo menarik tangan hana ke pangkuannya dan menggenggamnya

“Kau juga harus bisa menjadi penyiar terbaik dan membuat buku-buku yang hebat”

“Ne..”

“Noona..Gomawoyo”

“Ne..”

“Jadi bukannya aku tak mau menjadi istrimu kelak, wanita mana yang tak mau menikah dengan D.O, Do kyungsoo.. seorang idola, penyanyi, aktor, yang tampan, baik hati dan begitu mencintaiku”

“Heeiii.. Apa kau sedang menggoda ku?”

“Ani.. Aku hanya mengatakan yang sebenarnya”

“Hehehe.. Gomawo noona”

“Ne.. Chagiya..” Hana mengusap rambut kyungsoo

“Mwo? Kau sebut apa barusan??”

“Ani..”

“Aahh.. Coba kau katakan sekali lagi”

“Sirheoyo..” Hana malah bangun dari duduknya

“Yak noona, tadi kau bilang “chagiya” aku mau dengar lagi”

“Sirheoyo.. Kaja kita pulang” hana mulai beranjak pergi

“Noona ~” kyungsoo melepaskan ikatan tali candy kemudian mengejar hana

 

~

Hana dan kyungsoo sedang berjalan menuju apartemen hana, mereka saling berpegangan tangan hingga akhirnya sampai di depan pintu apartemen hana. Setelah memasukan password pintu pun terbuka, saat mereka membuka sepatu, terlihat ada dua pasang sepatu lainnya. Hana merasa aneh karena tak merasa memiliki sepatu itu, bahkan sebelum mereka pergi tadi tak ada sepatu itu

 

“Waahh.. Kaki ku pegal sekali, candy apa kau tak lelah huh?”

“Ah ne” jawab hana yang sebenarnya masih bingung

“Apa kau punya ramen? Sepertinya makan ramen enak noona”

“Euhm?”

 

“Eoh.. Hana sudah pulang?” Terdengar suara seseorang dari dalam

 

Sontak hana dan kyungsoo sangat terkejut, mereka saling menatap dan mata bulat kyungsoo terlihat lebih jelas sekarang. Mereka malah mempererat genggaman tangan mereka.

Bisa di rasakan langkah kaki seseorang sedang menuju pintu masuk di mana hana dan kyungsoo berdiri sekarang

 

“Kau dari mana?”

“Eomma??” tanya hana terkejut

Ternyata orang itu adalah eomma hana

“Eoh.. Kau bersama teman mu?” Tanya eomma sambil melihat kyungsoo

 

Tak jauh dari eomma nya terdapat seorang wanita dewasa yang merupakan eonnie kang hana, yaitu haneul

 

“Eonnie??” Hana semakin terkejut

Sebenarnya eomma dan eonni hana juga tak kalah kagetnya melihat hana bersama seorang pria sambil bergandengan tangan.

Merasa kalau eonnie dan eommanya melihat kearah genggaman tangan mereka, hana langsung menarik tangannya melepaskan genggaman kyungsoo.

 

“Mengapa kalian bisa ada di sini?”

“Sepertinya kemarin haneul memberi tahumu kalau hari ini kami akan ke seoul untuk menghadiri pernikahan putri bibi choi”

“Ah ne, lalu kenapa sekarang ada di sini?”

“Kau pikir kami akan langsung pulang? Atau menginap di hotel? Tentu kami akan menginap disini”

“Eoh?? Bagaimana kalian bisa masuk?”

“Saat kami datang sepertinya kau tak ada di dalam, aku telepon pun ponsel mu tidak aktiv, lalu Aku ingat Kau pernah memberitahuku tentang password pintumu, setelah aku coba pintu terbuka. Ternyata kau belum merubahnya yaa”

“Ah ne”

“Oh ya.. Ini siapa?” Tanya eomma

 

Kyungsoo yang merasa di tanya langsung maju, karena sejak tadi ia berada di belakang hana seperti sedang bersembunyi. Ia melepaskan topi yang sejak tadi di pakainya

“Annyeonghaseyo jeoneun Do kyungsoo ibnida” kemudian ia membungkuk sopan

“Annyeonghaseyo do kyungsoo-sshi, saya eomma kang hana dan ini eonni nya, kang haneul. Bangabseumnia” kata eomma

“Annyeonghaseyo”

“Jeodo Bangabsebnida”

“Kau manis sekali nak” puji eomma

“Ah..Gamsahamnida”

“Sepertinya aku pernah melihat mu” haneul merasa sepertinya wajah kyungsoo tak asing baginya

“Nde?”

“Benar.. Sepertinya tidak asing. Atau mungkin karena kau begitu tampan hingga terlihat seperti artis yaa”

“Tapi sepertinya aku memang pernah melihat nya di tv” kata haneul pada eomma nya

 

Kyungsoo hanya tersenyum sementara hana bingung bagaimana harus menjelaskannya

“Tunggu.. Bukan kah kau anak SMA yang ingin menjadi penulis itu?”

“Ah.. Kau Yang mengikuti penulis di sebuah drama itu? Iya benar kalian mirip sekali”

“Apa benar itu kau? Atau hanya mirip saja?”

“Apa judul drama itu? Ah..eomma lupa”

“Gwenchana sarangiya” kata haneul

“Ah..betul.. Gwenchana sarangiya. Jadi itu kau atau bukan?”

 

Kyungsoo melihat hana, seperti bertanya apa boleh ia jujur atau harus menjawab apa. Hana juga terlihat bingung harus bagaimana

 

“Ne eommeoni, itu benar aku”

“Mwo?? Jinjja??”

“Ne..”

“Woaah.. Hana-yaa, bagaimana bisa kau bersama seorang artis?”

“Eomma sudah menebaknya, karena kau terlihat begitu tampan. Ternyata benar kau seorang artis” sambung eomma hana

Kyungsoo tersenyum

 

“Kalian teman atau??” tanya eomma

Kyungsoo tersenyum kaku sambil melihat hana, ia bingung harus menjawab apa

“Noona dan aku… ”

“Eomma apa kau membawakan makanan untuk ku? Aku lapar sekali” Hana memotong perkataan kyungsoo dan mengalihkan pembicaraan

“Tentu.. Ada banyak makanan di dapur”

“Jinjja?? Kaja kita makan” kemudian hana merangkul eomma dan eonnienya membawanya masuk menuju dapur

“Kau tunggu yaa, eomma siapkan makan untuk kalian” kata eomma hana pada kyungsoo

“Ne eommoni”

 

“Kalian datang dari tadi huh?”

“Kami sejak pagi sudah sampai, eomma menelepon mu tapi kau tak mengangkatnya tadi”

“Jinjja? Mungkin tak terdengar. Lalu bagaimana pesta pernikahannya?”

“Putri bibi choi sangat cantik, pengantin prianya juga begitu tampan”

“Ah ne, minhyo memang cantik sejak kecil”

 

Hana terus mengajak ngobrol eomma dan eonninya dan membawa mereka hingga ke dapur, sementara kyungsoo di tinggalkan begitu saja. Kini kyungsoo sedang menyimpan candy di dekat pintu dan mengikatkan nya agar ia tak berkeliaran. Kyungsoo seakan bingung, mengapa hana tak mengijinkan nya berbicara tentang mereka, apa hana tak ingin orang tahu?

 

Setelah sampai dapur hana melepaskan rangkulannya pada eomma dan eonnienya

“Yak.. Kang hana kau memiliki hubungan apa dengan nya?”

“Eobseoyo”

“Dia pacar mu?”

“Bukan”

“Geotjimal”

“Jinjja, kami hanya berteman”

“Jadi ternyata di seoul, berteman bisa bergandengan mesra seperti tadi ya? Ah.. Eomma khawatir dengan pergaulan mu. Kau pulang saja dan jangan tinggal di sini lagi”

“Aniyaa..”

“Lalu?”

“Kau tak bisa membohongi kami”

“Jujur.. Ada apa di antara kalian?”

“Geurae.. Kami berpacaran”

“Eeh???” Eomma terlihat sangat terkejut

“Sejak kapan?” Tanya haneul

“Belum lama, baru beberapa bulan saja”

“Bukan kah dia juga seorang idola? member boy group exo kan?” Tanya haneul lagi

“Ne”

“Jadi dia seorang idola? Bagaiamana kau bisa berpacaran dengan nya? Kau beruntung sekali. Eomma bangga padamu”

“Biasa saja eomma. Kau boleh bangga kalau aku bisa menjadi penyiar no 1 di korea ini, bukan karena aku berpacaran”

“Heii.. Tapi tetap saja kau hebat nak, bisa menaklukan hati seorang idola”

“Aish.. Tapi aku mohon jangan beritahu tentang hal ini pada siapaun. Aku mohon rahasiakan hubungan ku dengannya”

“Mengapa tidak boleh? Seperti wanita simpanan saja tidak boleh orang lain tahu” Tanya eomma

“Yak.. eomma~”

“Eomma.. Kalau orang-orang tahu dan sampai ke telinga fans atau wartawan bisa bahaya” sambung hana

“Memang seorang idola tidak boleh punya pacar ya?”

“Ya pokoknya, jangan katakan hal ini pada siapa-siapa aku mohon. Ini demi kebaikan ku juga”

“Euhm.. Baiklah kalau memang untuk kebaikan mu, eomma tak akan memberitahu siapapun”

“Jebalyo”

“Geureom.. Sayang sekali orang lain tak bisa tahu kalau anak ku mampu menaklukan hati seorang artis terkenal”

“Yak.. Eomma”

“Ne..ne.. Tenang saja, eomma tak akan memberitahu siapapun”

“Awas saja kalau eomma membocorkannya”

“Percayalah pada eomma”

 

“Kang hana, ikut aku sebentar” kata haneul yang kemudian pergi berjalan

Haneul yang memang begitu protektif pada adik nya itu mengajak hana berbicara di kamar

 

“Kau.. Kau bagaimana mungkin berpacaran dengan seorang idola huh?”

“Waeyo?”

“Apa dia juga lebih muda dari mu? Tadi aku dengar ia memanggil mu noona kan?”

Hana menundukkan kepalanya

“Hana-yaa..”

“Ne eonnie”

“Kau harusnya sudah dewasa, tapi mengapa masih seperti ini”

“Memangnya kenapa? Kami saling mencintai”

“Aish.. Cinta?? Tapi apa kau pikirkan resikonya? Apa kau tahu bagaimana kehidupannya sebagai idola?”

“Awalnya aku pun berpikiran seperti itu, namun ia selalu meyakinkanku dan memang kami saling mencintai”

“Baiklah.. Kalau alasan utamanya cinta memang susah mengaitkan nya dengan akal sehat”

“Eonnie??”

“Eonnie hanya tak ingin kau tersakiti hana-yaa”

“Aku tahu, tapi kami mencoba menjalaninya sebaik mungkin”

“Bukankah ada temannya yang terlibat scandal? Dan aku dengar banyak fans yang kecewa”

“Ne..”

“Lalu apa kalian masih akan bisa menutupi hubungan itu? Apa kau siap menerima komentar buruk, cemoohan atau perlakuan negatif lainnya?”

“Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk menutupinya dan sejak aku berani mengambil keputusan untuk bersamanya aku sudah siap dengan semua konsekuensi yang akan aku terima”

“Aish.. Hana-yaa..”

“Eonnie.. Tolong mengerti aku”

“Ya Terserah saja, eonnie sudah mengingatkan mu” haneul keluar kamar begitu saja dan menginggalkan hana

Hana masih di dalam kamar, sejenak ia berpikir “apa eonnie juga tak menyetujui hubungan ku dengan kyungsoo?”

Lalu hana segera keluar kamar dan membantu eommanya menyiapkan makan malam

 

“Kyungsoo-sshi ke sini, makan malamnya sudah siap” panggil eomma

“Ne eommoni”

Kyungsoo menuju meja makan dan duduk di sebelah hana, di depan nya duduk haneul dan juga eomma

“Kau harus makan yang banyak yaa” tambah eomma yang sibuk menaruh makanan ke setiap piring anaknya dan kyungsoo

“Gomabseubnida eommeoni. Jalmoghaetseubnida”

“Ne.. Jalmoghaetseubnida”

 

Mereka mulai menyantap makan malamnya

 

“Eomma tahu lagu mu yang berjudul eureureong itu, shinbi anak pertama haneul senang sekali mengikuti tariannya walaupun ia tak bisa menari dengan benar. Ya kan haneul?”

“Ne”

“Jinjjayo? Berapa umur shinbi?”

“Dia 4 tahun” jawab haneul singkat

“Ah, pasti lucu sekali”

“Ne.. Ia bahkan mengajak temannya menari lagu kalian itu saat di sekolah”

“Wah.. Ia sangat menyukai lagu kami ternyata”

“Shinbi menyebut kalian exo eureureong oppadeul”

“Wah.. Aku ingin bertemu dengan shinbi”

“Shinbi akan senang sekali jika bisa bertemu denganmu” kata haneul

 

“Penampilan kalian di panggung sangat hebat, bagaimana latihannya? ” tanya eomma

“Ne.. Kami berlatih setiap hari dan dengan waktu cukup lama, hingga kami benar-benar bisa memberikan penampilan yang terbaik”

“Pantas saja kalian begitu hebat di panggung. Pasti melelahkan, Jangan lupa Kau harus banyak minum vitamin agar tak mudah sakit”

“Ne eommoni”

“Eomma juga suka menonton drama mu, aktingmu juga sangat baik”

“Gomabseubnida”

 

Eomma memang orang yang suka bicara, apa lagi dengan seseorang yang ia sukai, di jamin eomma akan mengajaknya mengobrol seharian.

 

“Tapi eomma penasaran dengan akhir dari drama itu. Apa kau mau membocorkannya pada eomma?”

“Jweseonghabnida, untuk naskah episode terakhir aku belum menerimanya, jadi akupun belum tahu akhirnya seperti apa”

“Ah.. Arraseo”

“Apa kau tinggal di asrama bersama temanmu?”

“Ne”

“Wah..pasti ramai sekali, berapa orang yang tinggal disana?”

“Eomma.. Apa bisa berhenti bicara sebentar? Biarkan kyungsoo makan dulu” ujar hana

“Ah ne, mianhe”

“Gwenchanayo eommoni..”

“Gwenchana noona” kata kyungsoo pada hana

“Semua member tinggal bersama di asrama” sambung kyungsoo

“Eoh begitu. Baiklah.. Sekarang makan dulu ya, apa kau mau nambah nasi atau lauknya mungkin?”

“Aniyeyo.. Nanti kalau kurang saya ambil lagi eommoni”

“Geureom..”

 

~

 

Selesai makan kyungsoo sibuk di ajak bicara oleh eomma, sementara hana dan haneul membereskan piring-piring bekas makan tadi. Setelah selesai, hana menghampiri eommanya dan kyungsoo yang mengobrol di ruang tv.

 

“Kalian bicara tentang apa saja?” Tanya hana sambil duduk sebelah kyungsoo

“Aniya.. Hanya tentang beberapa hal”

“Eomma tak membicarakan tentang mu kok”

“Jinjja? Eomma biasanya suka membuka aib ku bukan? Memberitahu kejekan ku”

“Aniyaa..”

“Aish.. Awas saja kalau eomma memberitahu tentang rahasia ku”

“Tidak.. Eommoni tak memberitahu apa-apa tentang mu, hanya mengatakan kalau kau orangnya sedikit keras kepala. Ups..” kyungsoo menutup mulutnya

“Eomma..” protes hana

“Lagi pula kalau hal itu aku sudah tahu, noona”

“Yak.. Kau ini”

“Memang benar kan? Kau itu kalau sudah A, akan tetap A sampai kapan pun” kata eomma

“Itu bukan keras kepala, tapi konsisten”

Mereka tertawa

 

“Kyungsoo-yaa.. Eomma ini sedikit banyak bicara dan senang mengobrol, jadi kau jangan kaget jika eomma tak berhenti mengajak mu bicara sejak tadi”

“Gwenchana, aku juga senang. Aku jadi teringat eomma ku sendiri”

“Eoh.. kau pasti jarang bertemu eomma mu ya”

“Ne, kadang aku terlalu sibuk”

“Euhm..”

“Kalau begitu kau seperti eommeoni yaa noona, pintar sedikit bawel. Atau mungkin itu menurun dari eommoni ya” kata kyungsoo

“Ah ne.. Dari wajah hingga kebiasaan banyak sekali yang mirip dengan eomma”

 

Drrrtt..drrtt..drrtt.. Ponsel kyungsoo berdering

 

“Permisi aku angkat telepon dulu” kemudian kyungsoo berdiri dan sedikit menjauh untuk mengangkat teleponnya.

Setelah selesai kyungsoo kembali duduk sebelah hana

 

“Noona, aku harus kembali ke dorm sekarang”

“Eoh..kau mau pulang sekarang?”

“Ne.. Aku belum packing untuk ke jepang besok”

“Ah geureom”

 

“Eomma, kyungsoo harus pulang”

“Sudah mau pulang?”

“Ne eommeoni, maaf tak bisa mengobrol lebih lama”

“Gwenchana, kau pasti sibuk yaa”

“Aniya..”

“Besok ia harus ke jepang pagi-pagi”

“Ooh.. Ada acara di jepang? Bersama exo?”

“Ne eommoni”

“Hati-hati di jalan kalau begitu yaa”

“Ne.. Aku pamit pulang eommeoni, noona. Gomabsebnida makan malamnya” pamit kyungsoo pada eomma dan haneul

“Ne.. Kau hati-hati di jalan yaa”

 

Kemudian kyungsoo menuju pintu keluar dan melepaskan tali yang mengikat candy di dekat pintu agar anjing putih itu tak berkeliaran.

Hana dan eomma ikut mengantar kyungsoo

“Kyungsoo-sshi, kau anak yang baik. Eomma tiitip hana yaa”

“Ne eommeoni, aku akan berusaha menjaga noona sebisaku”

“Ingat ya, eomma tak mau hana terluka sedikitpun” ancam eomma sambil tertawa

“Tenang eommeoni, aku tak akan menyakitinya”

“Kau yakin?”

“Aku akan berusaha”

“Baiklah.. Eomma percaya. Kau juga jaga dirimu baik-baik yaa. Sampai bertemu lagi”

“Ne gomabseubnida eommeoni”

“Geureom.. Eomma masuk dulu”

Kemudian eomma kembali ke dalam

 

“Noona gomawo”

“Ne.. Kau hati-hati di jalan yaa. Besok sebelum berangkat jangan lupa sarapan”

“Ne.. Noona apa eommeoni tahu tentang hubungan kita?”

“Aku memberitahunya, tapi kau tenang saja mereka akan merahasiakannya”

“Aku tak mengkhawatirkan tentang itu, malah aku senang eommeoni tahu hubungan kita. Eomma baik sekali orangnya, aku suka”

“Dan jangan lupa, kau sudah berjanji pada eomma untuk menjaga dan tak menyakitiku tadi”

“Tenang saja.. Aku ini pria yang menjaga setiap ucapannya”

“Aish.. Kau ini”

“Jinjja”

“Geureom.. Sudah malam, cepat kau pulang”

“Ne.. Tapi noona..” Kyungsoo menggantung ucapannya

“Waeyo?”

“Ah..sudahlah..” Terlihat ia ragu untuk melanjutkan perkataannya

“Wae?”

“Kisseu??” katanya sambal menunjukkan aegyo yang jarang sekali ia keluarkan

“Mwo?”

“Sekali saja” pintanya seperti anak kecil

“Yak!!!” Hana mencubit tangan kyungsoo

“Aww..apoyo..apooo”

“Kau cepat pulang sana !!!”

“Noona~”

“Andwae.. Kalau eomma melihat bagaimana, shireo..shireo.. Cepat pulang”

“Bagaimana kalau di mobil?”

“Yak !! Mengapa kau mendadak jadi mesum begini huh? Andwae..andwae..”

“Hehehe, aku hanya merindukanmu dan tak tahu kapan kita bisa bertemu lagi”

“Yak.. Tapi kan.. Sudah cepat pulang sana”

“Aish… Ne..ne..ne aku pulang”

“Cepat sana”

“Euhm..”

“Annyeong”

 

~

Beberapa minggu kemudian

 

At Office

“Kang Hana-sshi”

“Ne Manager Kim”

“Mengapa project perusahaan Kangsan belum juga selesai?”

“Ne, masih saya kerjakan. Batas maksimal di selesaikannya minggu depan”

“Apa harus selalu menyelesaikan pekerjaan di akhir batas waktu?”

“Jweseonghabnida, karena kemarin saat kami meeting ada beberapa perubahan yang di minta pihak Kangsan jadi saya harus menggulang beberapa hal lagi”

“Saya tidak mau tahu, project tersebut harus selesai paling lambat akhir pekan ini. Tidak ada alasan lagi !!!”

“Ne Manager Kim, saya akan menyelesaikannya”

“Tunjukkanlah, kalau kau memang masih ingin berkerja di sini”

“Nde?”

“Masih banyak orang yang ingin berkerja di sini, banyak juga yang mungkin lebih baik”

“Jweseonghabnida, maksud anda?”

“Yak.. Kau masih bertanya lagi??”

“Saya hanya..”

“Jadi kerjakan dengan baik dan cepat. Saya tunggu segera !!”

“Ne..”

 

Kemudian Manger Kim pergi

 

Sementara hana terlihat tersenyum palsu sambil membungkukkan badannya. Otaknya sudah penuh dan harus lagi di tambah dengan rasa Kesal, lelah dan bad mood karena Manager Kim.

 

“Aish.. Tadi pagi saja aku sudah kena omel dari nya. Mengapa dia sensitif sekali hari ini? Ish.. Jinjja” kata hyeorin setelah Manager Kim benar-benar pergi

“Jadi kau juga kena omelannya?”

“Ne.. Dia minta laporan tahun 2009, padahal saat itu saja aku belum lulus kuliah kan? Lalu aku bilang padanya untuk menunggu karena aku harus mencarinya dulu di tumpukan file lama, tapi dia minta sekarang juga. Aish.. Aneh sekali”

“Aish.. Mungkin dia sedang ada masalah lain? Dengan keluarganya mungkin?”

“Bisa jadi begitu.. Tapi jangan kita yang menjadi sasarannya”

“Aku juga tidak mengerti”

“Aish.. Sudah lupakan saja”

“Ne..”

 

~

 

Malam ini hana tak berangkat ke studio dengan bus tapi ia memilih taxi, karena waktunya yang tak banyak setelah menyelesaikan tugasnya di kantor.

Walau sudah lelah, sebagai penyiar radio ia tetap berkerja dengan baik dan profesional, karena siaran adalah hobby dan suatu perkerjaan yang membuat hana senang dan begitu menikmatinya.

 

“Untuk para pendengar yang saat ini masih menjalani aktivitasnya, di kantor, di jalan, belajar atau apapun itu, saya yakin kalian masih sangat bersemangat walau nampaknya orang lainnya sudah bisa bersantai dan beristirahat di malam ini. Jangn khawatir, karna saya Kang Hana akan menemani malam kalian hingga pkl 12 nanti. Sekarang saya akan memutarkan lagu favourite dari beberapa pendengar setia kita, ada Sung Sikyung dengan Two people, Brown eyed soul My story dan Big Bang dengan Love Song. So.. Jangan pindahkan channel anda, karena setelah ini masih banyak lagu enak dan info menarik”

 

Kemudian hana memutarkan 3 lagu sekaligus. Sementara sedang memutar lagu, hana di panggil mira untuk keluar

 

“Ada apa?”

“Sabtu ini kau ada acara?”

“Hmmm.. Sepertinya tidak, kenapa?”

“Syukurlah..”

“Waeyo?”

“Sabtu ini ada acara yang harus kita liput”

“Lalu hubungannya dengan ku?”

“Harusnya reporter Kim Jungah yang meliputnya, namun siang tadi orang tuanya meninggal dan Ia mengambil cuti”

“Jinjja? Kasihan sekali.. Aku turut berduka”

“Ne.. Maka dari itu aku minta tolong padamu untuk menggantikannya. Kau mau kan?”

“Euhm..boleh saja, Memangnya acara apa?”

“Igo”

Mira memberikan beberapa lembar kertas yang merupakan details dari acara tersebut, juga jadwal dan ijin wawancara dengan beberapa artis

 

“Eoh..acara ini” kemudian hana membuka halaman berikutnya yang merupakan list dari artis yang hadir

“Mwo?? Ada exo?” Begitu kagetnya hana saat melihat nama exo yang menjadi salah satu pengisi acara tersebut

 

“Andwae.. Shireoyo.. Aku tidak mau”

“Waeyo?”

“Kau minta yang lain saja, jangan aku”

“Hanya kau harapanku, lagi pula Bukan kah harusnya kau senang karena bisa bertemu dengan nya yang katamu sudah lama tak bertemu itu?”

“Iya sih..tapi..”

 

Memang sudah hampir 3 minggu hana tak bertemu dengan kyungsoo

 

“Kenapa?

“Yak mira.. Kau kan tahu kalau..”

“Iya aku tahu, tapi memang apa salahnya kalau kalian bertemu di acara itu? Setahuku kau itu profesional dalam berkerja, mengapa sekarang jadi begini?”

“Bukan begitu.. Aku takut dia merasa tidak nyaman. Jangan-jangan aku harus meng interviewi mereka juga lagi?”

“Tenang saja, ijin untuk mewawancarai mereka sulit sekali. Jadi kau tak perlu bertemu langsung untuk menginterview nya”

“Ah.. Syukurlah.. Lalu siapa yang harus aku interview?” Tanya hana sambil melihat lembar berikutnya dari kertas yang di berikan mira

“Beberapa idola rookie saja dan Super Junior”

“Mwo?? Super junior?” sontak hana terkejut lagi

“Ne.. Wae? Kau tak mau?”

“Omo.. Omo.. Aku sudah lama sekali ingin bertemu langsung dengan super junior” kata hana yang langsung berubah bahagia setelah mendengar nama super junior

“Jadi kau mau?”

“Tanpa di bayar pun aku mau”

“Ish.. Tapi hanya beberapa member yang hadir, karena mereka hanya sebagai tamu undangan bukan pengisi acara”

“Jinjja? Siapa saja yang akan datang?”

“Kemarin pihak management belum mengkonfirmasi pada kami, namun kabarnya Kyuhyun, Heechul dan donghae”

“Kyaaa… Mira-yaa.. Aku mau..mau..mau sekali menginterview mereka”

“Syukurlah.. Ini berarti keberuntungan mu karena bisa meng interview suju.”

“Besok jam berapa aku harus berangkat?”

“Acaranya sore”

“Kalau begitu aku masih sempat ke salon untuk make up”

“Yak.. Kau ini berlebihan sekali huh”

“Aish.. Aku ini fans mereka, jadi aku harus tampil cantik di depan super junior oppdeul. Apa aku harus beli baju baru ya?”

“Hei.. Kau lupa di sana ada pacar mu?”

“Nde?” Tanya hana kaget

“Ah… Ne.. Tidak apa-apa lah.. Lagi pula aku nanti akan bersikap seperti tak mengenalnya kan”

“Tapi jangan terlalu berlebihan, jangan membuat radio kita malu karena mu”

“Yak.. Kau pikir aku akan berteriak memuja-muja mereka, meneriakan nama nya seperti di konser? Ish..”

“Hahah.. Baiklah.. Nanti kau lihat saja semua details untuk besok, kalau ada yang tak jelas kau tanyakan padaku. Dan besok kau pergi bersama Song Jinsoo, dia yang akan menjadi fotografer”

“Ok.. Thank you mira”

“Ne..”

 

~

 

Setelah semua aktivitas nya yang padat dan menguras tenaga juga pikiran, sekarang hana bisa sedikit relax menenangkan dirinya di kasur yang tak begitu besar namun merupakan tempat paling nyaman di kamarnya. Jam menunjukkan pkl 1.30 malam, hana mencoba melupakan sejenak berbagai hal yang terjadi untuk mengistirahatkan otak, pikiran dan tubuhnya agar setidaknya besok ia punya tenaga untuk menghadapi semua rutinitasnya. Lampu sudah di matikan, selimut sudah menutupi tubuh hana, hingga nampaknya ia sudah sangat siap menuju alam mimpi. Namun ponsel yang berada di meja sebelah kasurnya berbunyi, menandakan ada panggilan masuk

Hana mengambil ponsel dan melihat nama yang tertera di layar. Harusnya ia marah atau kesal karena tak sepantasnya di waktu yang sudah lewat tengah malam begini malah meneleponnya, namun hana malah tersenyum senang saat tau kalau kyungsoo yang meneleponnya

 

“Yeoboseyo”

“Noona..apa sudah kau sudah tidur?”

“Belum..aku baru mau tidur. Kau di mana?”

“Hmmm.. Aku masih di jalan untuk pulang”

“Baru selesai schedule hari ini?”

“Ne.. Hari ini aku syuting”

“Eoh.. Syuting drama? Han Kangwoo?”

“Ne..Hehehe”

“Noona kau tahu kalau hari ini aku syuting adegan menangis”

“Ohya? Apa itu sulit?”

“Berkat mu jadi lebih mudah”

“Aku?”

“Ne.. Gomawo”

“Maksudmu?” Tanya hana bingung

“Jadi saat aku di minta menangis aku membayangkan tentang perkataan mu kemarin ini. Bagaimana jika suatu saat hubungan kita tak berakhir baik. Di situ aku merasa sangat perih, rasanya sakit sekali hati ini, sehingga tak terasa air mata ku mengalir begitu saja”

“Waahh jinjja?”

“Euhm..”

“Apa memang sesakit itu?” Kata hana namun dengan suara seperti menggumam

“Apa noona?” Tanya kyungsoo yang tak mendengar jelas suara hana

“Ah ani..”

“Hanya sekali take aku sudah berhasil menangis loh noona”

“Jeongmal? Heii.. Uri Do Baewoo (actor Do) memang hebat.. Daebaakkk”

“Hehehe.. Itu juga karna mu”

“Kau memang hebat, aku bangga padamu. Respon penonton pun sangat bagus untuk acting mu”

“Gomawo”

“Ne..”

“Tapi noona..”

“Wae??”

“Itu sakit sekali.. Rasanya sangat sakit walau hanya membayangkan kita tak bersama lagi”

“Aish.. Kau jangan terlalu memikirkan hal itu. Siapa pula yang ingin berpisah dengan mu.”

“Jadi kau akan setia bersamaku?”

“Aku tak bilang akan selalu bersamamu, namun aku, kau, kita akan mencoba melakukan yang terbaik untuk menjaga hubungan ini dan tentunya cinta kita. Kau mencintaiku kan?”

“Yak.. Apa kau masih meragukan ku?”

“Aniyaa.. Tinggal bilang saja, kau mencintaiku atau tidak”

“Ish.. Jinjja jeongmal neomu saranghaeyo noona”

“Nado saranghae Do baewoo”

“Awas ya kalau kau berani berpaling dari ku, kau akan seperti Jang Jaeyeol ( nama Jo insung di drama) yang selalu di hantui oleh ku”

“Huaaa.. Menyeramkan sekali”

“Hehehe.. Baiklah sudah malam, kau tidurlah”

“Euhm.. Kau di daerah mana sekarang? masih jauh ke dorm mu?”

“10-15 menit lagi sudah sampai sepertinya sudah dekat”

“Baiklah.. Hati-hati di jalan, sampai dorm kalau bisa langsung tidur saja. Kau juga harus istirahat”

“Ne.. Besok siang aku syuting lagi”

“Kau harus siapkan banyak energi lagi”

“Geureom.. Jaljayo nae saranghaneun noona”

“Ne.. Uri saranghaneun Do Baewoo”

 

Hana POV

 

Rasanya jauh lebih baik setalah mendengar suaranya barusan, rasanya satu persatu masalah seperti hilang. Aku bersyukur memilikinya di sisiku, do kyungsoo.. Nado gomawo.. Terimakasih sudah menjadi bagian indah dalam hidupku.

Aku adalah seorang wanita yang tak mudah menitikan air mata, namun saat memikirkan untuk meninggalkan mu atau kehilangan mu, aku menjadi wanita cengeng yang menangis sendirian di atas bantal dan di balik selimut. Apa aku begitu mencintai mu hingga rasanya sesakit itu? Bahkan aku berani menentang Jang PD dan haneul eonnie yang tak merespon baik hubungan kita. Tak pernah terlintas akan mencintaimu seperti ini, walau sulit aku akan tetap berusaha mencintamu. Ne.. Aku memang benar-benar mencintaimu Do Kyungsoo.

 

~

 

Rencananya aku akan pergi ke salon untuk memoles wajahku dengan make up agar terlihat lebih cantik saat nanti meng interview super junior, tapi nyatanya Manager Kim menelepon ku dan meminta pekerjaan yang harus nya di kerjakan senin nanti untuk di kirim padanya hari ini juga, jadi mau tak mau sejak pagi tadi aku berkutat dengan laptop dan kertas-kertas sialan itu. Untung saja kini semua telah selesai, karena Song Jinsoo sudah menjemputku dan kami harus segera menuju tempat acara untuk bertugas meliput dan meng interview beberapa artis.

 

Sesampainya di tempat acara, baru para pemburu berita dan crew yang hadir, sementara para artis memang belum datang. Kami duduk di belakang panggung sambil menunggu artis yang akan kami interview datang, aku kembali melihat daftar pertanyaan yang sudah di buat dan melihat daftar artis dan jadwal interview kami. Tak lama beberapa pengisi acara mulai hadir di ruang tunggu artis, sebuah grup rookie sudah berhasil kami interview seperti yang sudah di rencanakan.

 

Saat baru saja keluar dari ruangan tunggu grup rookie yang selesai di interview tadi, kami berjalan menuju ruang tunggu lain untuk meng interview artis lain. Dari jauh terlihat sebuah pintu di depan kami terbuka dan nampak lah beberapa pria berbadan tegap yang membuka kan pintu dan memberi jalan bagi orang di belakangnya. Tak lama masuklah seorang manager yang di ikuti artisnya yang tak lain adalah exo. Aku yang sedang berjalan mendekat ke pintu itu otomatis menghentikan langkahku. Dengan sopan mereka menyapa orang sekitar yang mereka lewati, terlihat bahkan lay tak sungkan membungkuk pada semua orang. Aku mencari sosok itu, sosok yang sudah lama aku rindukan. Namu aku tak berani menampak kan diriku di depannya apa lagi di depan umum seperti ini. Aku mulai berjalan di belakang Jinsoo dan menundukkan kepalaku, agar kyungsoo tak melihatku saat kami berpapasan. Ah itu dia, kyungsoo berjalan di belakang Kai. Aku sengaja menghadap tembok sambil berpura-pura melihat kertas yang padahal aku gunakan untuk menutupi wajahku. Aku yakin kyungsoo tak akan melihatku dengan begini

 

“Hana-yaa.. Hana..”

Binggo..

Jinsoo memanggilku dengan volume yang bisa membuat orang sekitar mendengarnya dengan jelas.. tepat saat kyungsoo hendak melewati kami

Aku pura-pura tak mendengarnya

 

“Hana-yaa.. Mereka exo.. Hana-yaa” Jinsoo malah menarik tangan ku yang tengah memegang kertas untuk menutup wajahku malah menjadi tertarik dan memperlihatkan wajahku

 

“Annyeonghaseyo” Jinsoo menyapa exo.

Kyungsoo yang sepertinya mendengar namaku di sebut-sebut jadi melihat ke arah kami

 

“Hana Kau harus menyapa nya”

“Annyeonghaseyo” sapa baekhyun dan suho yang baru saja lewat di depan kami

“Annyeonghaseyo”

Jawab ku tersenyum sambil menundukkan kepala

 

Dan.. Hal itu pun terjadi, kyungsoo melihat keberadaanku, lebih parahnya malah pandangan kami bertemu tak sengaja. Bisa di lihat jelas keterkejutannya saat ia melihatku. Mata bulat nya itu seperti akan keluar saja dan seakan bertanya “noona kau kah itu?”

Kini ia tepat di depan kami, ia hanya menundukkan kepalanya dan tersenyum lalu berjalan lagi.

 

“Sebelah sini” kata sang manager menunjukkan arah ruangan mereka

 

Tak lama setelah kyungsoo, chanyeol yang berjalan di belakang juga melihat ku, ia menyapaku sopan kemudian pergi mengikuti member lain ke ruang tunggunya.

Sebelum masuk ruangannya aku melihat kyungsoo melihat ke arah ku lagi, namun aku pura-pura tak melihatnya.

 

Ah.. Rasanya kenapa aku seperti menjadi tersangka sebuah kasus besar begini? Seperti seseorang yang mempunyai salah besar saja. Jantungku rasanya mau copot, entah karena senang bisa melihatnya lagi, atau karena rasa takut tentang hubungan rahasia kami, dan takut kami tak bisa menutupinya dengan baik.

 

“Kaja..” Ajak jinsoo

“Ah ne”

 

Kemudian kami berjalan menuju ruang tunggu artis yang akan kami interview selanjutnya. Selesai meng interview aku melihat ponsel di dalam tas ku yang sejak tadi aku silent, sudah terdapat 4 pesan baru, saat aku buka semua dari kyungsoo

 

From : ㄷㄱㅅ (D K S)

1 “Noona.. Mengapa kau ada di sini?”

 

2 “Sedang apa di sini? Mengapa tak mengatakannya padaku kalau kau akan datang juga ?”

 

3 “Noona.. Kenapa tidak di balas???? ”

 

4.”Noona, kau di mana? Balas pesanku”

 

Aish.. Anak ini tidak sabaran sekali.

 

To : ㄷㄱㅅ(DKS)

“Aku berkerja menggantikan tugas teman ku”

 

From : ㄷㄱㅅ(DKS)

“Mengapa tak memberitahu ku? Harusnya kau tahu aku juga akan hadir di acara ini”

 

To : ㄷㄱㅅ (DKS)

“Tugas ini mendadak, karena aku hanya mengganti kan teman ku saja. Mianhe tak memberitahumu”

 

From : ㄷㄱㅅ(DKS)

“Eoh.. Gwenchana, aku hanya kaget saja saat melihatmu tadi”

 

To : ㄷㄱㅅ(DKS)

“Kau tenang saja, di sini aku akan bersikap seperti tak mengenal mu”

 

“Kang hana, acaranya sudah mau di mulai. Kita segera masuk ke sana” ujar jinsoo

“Ah ne” aku memasukan kembali ponselku ke dalam tas, lalu pergi menuju ke venue acara.

 

Acara pun di mulai, aku berada di tempat duduk khusus media tak jauh dari panggung, sambil menyaksikan berlangsungnya acara aku tetap membuat laporan.

Dalam acara yang di gelar oleh salah satu sponsor radio kami ini, tidak hanya menunjukan penampilan bernyanyi tapi juga terdapat sesi berbincang-bincang dalam acara tersebut.

 

“Bintang tamu selanjutnya yang akan kami persilahkan masuk adalah idola yang sedang terkenal di seluruh penjuru dunia”

“Ne.. Mereka sedang melakukan rangkaian tour konser tunggalnya”

“Wah.. Kira-kira siapa ya?”

“Langsung saja kita panggilkan EXO”

 

Kedua MC tersebut memanggil nama EXO untuk naik kepanggung, dan sontak membuat seisi ruangan ini riuh oleh teriakan fans exo yang telah menunggu sejak tadi.

 

Terlihat suho, chanyeol, lay, chen dan kyungsoo hadir di panggung. Kemudian mereka duduk di bangku yang sudah di sediakan. Mereka akan berbincang-bincang dengan MC dan beberapa bintang tamu lainnya. Setelah di tanya tentang album baru, tour konser, dan aktivitas lainnya tiba-tiba MC bertanya tentang

 

“Aku ingin tahu, mungkin sebenarnya bukan hanya aku yang penasaran, semua yang hadir disini juga. Seperti apa tipe wanita ideal kalian?” Tanya MC pada member exo

“Huuhuuuu” terdengar penonton riuh

“Kalian semua ingin tahu kan?” Tanya MC pada penonton

“Nee~” jawab penonton semangat

“Baiklah.. Langsung saja kita tanyakan pada member exo satu persatu, dari yang paling ujung ada d.o sshi”

“Aku?”

“Ne.. Silahkan d.o sshi di jawab, seperti apa tipe wanita ideal anda?”

“Ah ne.. Tipe wanita idaman?”Ia seperti sedikit berpikir sambil melihat ke arah penonton

“Ne.. Apakah kau sudah memiliki kekasih?” Tanya MC

Tak sengaja kyungsoo melihat ke arahku

 

“Kekasih ku ada di sini” jawabnya sambil tersenyum

 

Mwo?? Bagaimana ia bisa menjawab seperti itu dengan wajah sangat santai? Apa dia mau mati huh?

Aku mengalihkan pandanganku ke arah lain, agar tak melihatnya.

 

“Ada di sini?” Tanya MC

“Ne..”

“Jinjjayo??”

“Ne.. Hari ini aku senang sekali bisa bertemu kekasih ku”

 

Yak!! Do kyungsoo !!! Kau ingin bunuh diri huh?

 

“Terimakasih untuk kekasih ku, semua fans exo yang telah datang hari ini”

“Kyaaaa ~” terdengar teriakan para fans exo

 

Aish.. Kau sudah membuat ku takut saja.. Awas kau ya !!!

 

“Uuuh.. D.o sshi, apa kau sedang menggoda fans huh?” Tanya chanyeol

“Aniyo.. Memang mereka semua adalah kekasihku”

“Heiii.. Kau bisa saja” kata MC

“Jadi kekasih sungguhan mu?”

“Ne.. Kekasih mu yang sebenarnya?”

“Ah.. Aniya.. Eobseoyo. Exo L lah kekasihku”

“Kalau begitu seperti apa wanita idaman mu”

“Seseorang yang baik, dan memiliki selera makan yang bagus”

“Selera makan yang bagus?” Tanya MC

“Ne..aku suka wanita yang menyukai makanan dan juga…” Ia menggantung ucapannya sambil melihat ke arah ku lagi

“Orang yang mengerti aku dengan baik, orang yang membuatku selalu nyaman saat bersamanya, dan orang yang berpikir secara dewasa”

“Apa kau menyukai wanita yang lebih dewasa? Dewasa dari usia?” Tanya MC

“Menurut ku, usia tidak menjadi masalah”

Ia tersenyum dan melihat ke arah ku sekilas

 

“Jadi kalian noona fans, jangan khawatir karena uri d.o sshi tak mempermasalahkaan perbedan usia dalam hubungan, jadi kalian masih punya kesempatan”

 

“Berbicara tentang lagu favourite, lagu apa yang sedang sering kalian dengarkan saat ini?”

Tanya MC Di sesi pertanyaan selanjutnya

 

“Aku sedang sering mendengarkan lagu dari John Legend – All Of you” jawab kyungsoo

“Ah ne, lagu itu memang bagus sekali”

 

“Kang Hana” panggil jinsoo

“Ne?”

“Aku dapat kabar dari manager suju, dia bilang kita bisa melakukan interview dengan mereka sekarang”

“Ah jinjja?”

“Ne.. Mereka sudah ada di ruang tunggu”

“Kalau begitu kita ke sana sekarang”

“Ne”

 

Kemudian kami berjalan ke belakang panggung menuju ruang tunggu super junior. Rasanya aku sedikit tegang akan bertemu dengan idola ku selama ini. Walau aku bukan fans berat mereka,tapi aku menyukai lagu-lagunya, terutama yang beraliran ballad. Maka dari itu aku merupakan fans dari kyuhyun dan yesung, yang biasa menyanyikan lagu-lagu ballad.

 

“Jinsoo-sshi, siapa saja member yang datang hari ini?”

“Aku belum tahu, tadi manager Kim tak memberitahu ku”

“Ah geureom”

 

Akhirnya kami sampai di depan pintu ruang tunggu yang terdapat tulisan Super Junior di atasnya. Terdapat seseorang berdiri di depan pintu.

 

“Kami dari radio yang akan meng interview super junior. Kami sudah buat janji” ujar ku pada orang yang sepertinya security

“Tunggu sebentar” kemudian ia masuk

Mungkin menanyakan pada manager

 

“Jinsoo-sshi, apa penampilanku baik-baik saja?”

“Baik-baik saja”

“Tak ada yang aneh kan?”

“Eobseoyo..”

“Geurae..”

“Waeyo?”

“Ah.. Aniyo..”

 

Pintu di buka dari dalam, dan pria tadi mempersilahkan kami masuk. Terdapat 6 pria lain di dalamnya yang tak lain adalah dua orang manager dan 4 member suju.

 

“Annyeonghaseyo” sapa Manager Kim yang menghampiri kami di depan pintu

“Annyeonghaseyo kami dari sbc radio”

“Ne, kita sudah membuat janji untuk melakukan interview. Silahkan masuk”

“Ne..” Kami pun masuk

 

Para Member yang sedang duduk santai bermain games, mendengarkan musik dan masih ada yang memakai make up, sejenak menghentikan aktivitasnya saat kami masuk, kemudian menyapa kami

 

“Annyeonghaseyo” sapa mereka bergantian

“Mereka akan melakukan interview dengan kalian” kata manager pada member

 

Terdapat ryeowook, heechul, kangin dan donghae. Senang sekali bisa berada di satu ruangan bersama mereka seperti ini. Bukan nya hilang, tapi rasa tegang itu semakin besar. Walau ternyata tak ada kyuhyun, member yang paling aku suka

 

“Annyeonghaseyo, kalian dari radio mana?” Tanya heechul

“Annyeonghaseyo..Kami dari sbc. Jeoneun Kang Hana ibnida”

“Jeoneun Song Jinsoo ibnida”

“Ne bangapseubnida”

“Eoh.. Ne, tunggu sebentar masih ada satu member lagi sedang di toilet”

“Ne, gwenchana.. Santai saja, kami akan menunggu kalian”

“Sejak tadi dia belum kembali?” Tanya donghae

“Mungkin kyuhyun betah di toilet sini” jawab kangin yang kemudian membuat semua tertawa

 

Mwo?? Ternyata kyuhyun juga hadir di sini? Ah.. Aku beruntung sekali

 

“Silahkan di minum” ryeowook membawakan kami dua botol jus

“Kamsahabnida”

“Tunggu sebentar ya”

“Ne..”

 

Setelah hampir 5 menit akhirnya kyuhyun datang, Ia menyapa kami sopan. Seperti yang aku bayangkan ia memang tampan dan ramah.

 

“Silahkan interview nya sudah bisa di mulai” ujar Manager Kim

“Baiklah, kita mulai sekarang”

 

Kemudian para member duduk berdekatan dan kami memulai interview. Pertanyaan demi pertanyaan di jawab santai namun serius oleh para member suju ini, sementara jinsoo sibuk mengambil gambar.

 

Tak terasa semua pertanyaan yang sudah aku siapkan telah habis kini dan saat nya membuat video spesial pesan dari para member untuk radio kami. Sikap mereka yang humoris membuat rasa tegang ku hilang dan interview berjalan lancar. Setelah selesai semuanya kini kami harus pergi meninggalkan mereka

 

“Gamsahabnida sudah mau melakukan interview ini”

“Dengan senang hati” jawab donghae

“Kami juga berterimakasih” kata kang in

“Ne.. Kami pergi dulu. Sekali lagi gamsahamnida”

“Ne.. Sampai jumpa lagi”

 

Kami pun menuju pintu keluar, para member mengantar kami. Sebenarnya aku ingin berfoto dengan mereka, kalau aku minta berfoto apa mereka mau ya? Aku akan memberanikan diri untuk memintanya

 

“Cheogiyo”

“Ne?” Tanya kyuhyun

“Kalau Boleh apa bisa aku berfoto dengan kalian?”

“Nde? Kenapa tidak sejak tadi?” Kata heechul

“Ayo kita berfoto di luar situ” jawab ryeowook sambil menunjuk ke luar ruangan tunggu mereka

“Kaja.. Kaja..”

“Aku adalah fans kalian” kataku malu-malu

“Jinjja? Siapa member favourit mu?” Tanya heechul

“Aku suka Cho Kyuhyun-sshi”

“Heiii..” kata heechul kecewa

“Ah jinjja? Kalau begitu aku harus berdiri sebelah mu” kemudian kyuhyun pindah berdiri sebelahku

“Tapi aku suka kalian semua, namun aku paling menyukai suara kyuhyun-sshi”

 

Terdengar beberapa orang berjalan dari panggung. Ryeowook melambaikan tangannya, ia seperti akan memanggil seseorang namun memberi tanda agar orang itu menunggunya, karena kami sudah siap untuk di foto. Aku melihat ke arah pandangan ryeowook itu dan ternyata orang itu adalah… Ya.. Kyungsoo. Aku langsung menghindar mengalihkan pandanganku.

 

Exo baru saja turun dari panggung bersama idola lain seperti Apink dan Girls Day. Kini beberapa member exo itu berdiri tak jauh dari kami, menunggu untuk menyapa senior mereka yang tengah berfoto dengan kami

 

“Sudah siap? 1..2..3” Kata manager yang mengambil foto kami

Tiba-tiba aku merasakan ada sebuah tangan yang merangkul pundak ku, dan ternyata tangan itu milik kyuhyun yang memang berdiri sangat dekat dengan ku

 

Cekrek..

“Satu kali lagi ya..” Ujar fotografer dadakan itu

 

Tak ku sangka kyuhyun malah menaruh satu tangannya lagi di pundak ku yang lain, jadi bisa di gambarkan kalau kedua tangan nya berada di pundak ku sekarang, merangkulku

 

“Sudah” kemudian manager kim memberikan camera itu pada jinsoo

 

“Bagaimana kalau kita foto berdua?” Ajak kyuhyun

“Nde?”

“Sebagai bonus karena kau telah memilih ku sebagai member favouritemu”

“Jinjja?”

“Ne.. Hyung tolong foto kan kami” pinta kyuhyun pada kang in

“Pakai ponsel mu saja” kata kyuhyun

“Ah ne” aku langsung memberikan ponselku pada kangin

Sementara member lain pergi menemui exo yang menunggu sejak tadi

 

Lagi-lagi satu tangan kyuhyun merangkulku dengan tangan lainnya membentuk huruf V sambil tersenyum di kamera

 

“Ok..” Kata kangin setelah mengambil foto kami, lalu memberikan ponsel itu padaku

 

“Gamsahabnida, gamsahabnida” kata ku bergantian pada kang in dan kyuhyun

 

Kemudian aku memasukan ponselku ke dalam tas

“Ah ne, Kang Hana-sshi. Perkenalkan mereka ini EXO, hoobae kami” kata ryeowook yang kini berdiri sebelah kyungsoo

“Ne, annyeonghaseyo”

“Annyeonghaseyo” jawab exo bersamaan

“Apa kau mengenal mereka?” Tanya ryeowook lagi

“Ne”

“Ah.. Kenalkan ini kyungsoo, dongsaeng kesayanganku”

“Eoh annyeonghaseyo, Kang Hana ibnida”

Sapa ku pura-pura tak mengenal kyungsoo

“Lalu ini chanyeol, lay, chen dan suho”

“Annyeonghaseyo”

Chanyeol terlihat sedikit menahan tawanya sambil melihat kearah ku dan kyungsoo yang nampaknya agak terlihat kaku. Lalu kyungsoo berpindah dengan berdiri di belakang chanyeol sambal menyembunyikan kepalanya. Aish.. apa dia sedang bersembunyi dari ku?

“Kyungsoo-yaa, mengapa kau bersembunyi di belakang chanyeol seperti itu?” tanya KangIn

“Nde? Ani..”

“Mungkin ia tak berniat bersembunyi, hanya saja dengan berdiri di belakang chanyeol kyungsoo tak terlihat hingga seperti bersembunyi. Aku tahu karena aku mengalami yang ia alami, hehehe” bela ryeowook

“Kalau begitu maju ke sebelah sini” Kang in menyuruh kyungsoo berdiri sebelah ku

“Ani.. aku di sini saja hyung”

“Mengapa kau menjadi seperti pemalu begitu huh?” kata heechul

Sementara aku yang sebenarnya tak kalah kaku nya dari kyungsoo, namun aku mencoba menutupinya

“Waeyo? Apa kau tak mau berdiri sebelah reporter Kang?” ujar KangIn

“Mwo? Aniyeyo”

“ Mengapa sepertinya menghidar dari nya? Apa kalian saling mengenal? Atau ada masalah?”

Kyungsoo melihat kearah ku ragu

“Ani hyung…Kami saling mengenal, bahkan sebenarnya aku dan Kang Hana-sshi….”

 

-TBC-

 

Kyaaa… itu kira-kira d.o mau ngaku tentang hubungannya sama hana ke member suju apa gak yaa??

Pasti masih banyak typo.. mohon maaf yaa ^,^

Thanks yang udah baca FF ini, coment nya jangan lupa loh.. biar author yang masih amatir ini bisa jadi lebih baik lagi.. hehehe

Sampai berjumpa di part selanjutnya .. Annyeong ^^

4 responses to “[Freelance] My Lovely Noona (Part 3)

  1. kyaaaa,,,,,,makin seruu,,paling ngaku klo mereka berteman,, atw bisa sj dia bilang penggemarnya!! d tunggu lanjutanya!

  2. Makin seru…. ditunggu lanjutannya.
    Apa Kyungsoo mau kasih tahu ‘itu’ ke yg lain? Jangan dulu… tapi ya terserah authornya lah… hehe xD
    Kita samaan Hana-ssi. Sama2 suka Kyungsoo ama suka Kyuhyun. Kita sehati(?) *ini apaan* hahaha: v

  3. Wwwuaaahh enakk bgt yeehh jdi hana bisa ktmu artis idolaa, wwuihh mntavvv lahh do dah dikenalin ke eomma ma eonninya, dan jwaban hana sungguh luar biasaaa, emg hubungan mreka itu berat, gregett bgt pas do ngomong kekasih”, bkin deg”an, do mw ngomong apa tuh?! Next chap-nya ditunggu HWAITING!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s