Realizing The Fact – Angelina Triaf

yoonj

Angelina Triaf ©2015 Present

Realizing The Fact

Yoon Jeonghan (Seventeen), Choi Hwanri (OC) | Fluff | G | Drabble

“Kau tidak punya kaca, ya? Yang cantik itu dirimu, bukan aku.”

0o0

Mengabaikan niat baik Jisoo, Jeonghan tetap saja melangkahkan kakinya menuju salah satu bangku di sudut perpustakaan. Ini semua karena obrolannya sepuluh menit yang lalu dengan Seungcheol. Oke, Jisoo yang sudah lelah menasihati Jeonghan akhirnya memilih menyerah dan melihat apa yang akan terjadi nanti.

Jeonghan masih melangkah dengan mantap. Suara hentakan sepatunya tersamarkan oleh lantai karpet perpustakaan, membuatnya tenang saja dalam menjalani misinya.

Misi? Kita lihat saja apa yang akan Jeonghan lakukan.

Hingga akhirnya ia duduk di bangku yang bersebelahan dengan seseorang. Gadis berambut hitam panjang yang terurai dengan indah. Tangannya memegang buku yang tengah dibacanya. Sungguh, Jeonghan baru merasakan sensasi jantung berdebar sekarang. Hei, ke mana saja tadi kau saat Jisoo menasihatimu?

Menetralkan degup jantungnya, Jeonghan menarik napas dalam lalu mengembuskannya perlahan. Demi harga dirinya sebagai laki-laki, ia harus melakukannya sekarang juga, atau tak akan ada lagi kesempatan.

Jeonghan mengambil buku yang digenggam gadis itu dengan paksa, membuatnya refleks membulatkan mata dan hampir saja berteriak jika Jeonghan terlambat untuk mengecup bibir tipis itu. Hening, tak ada suara setelahnya. Jeonghan hanya mematung di tempatnya, begitu pula dengan sang gadis. Hanya ciuman singkat sebenarnya, namun atmosfer di sekeliling mereka berubah seketika.

Ya, apa kau sudah gila?!”

Tepat seperti perkiraan Jisoo, gadis ini akan langsung memarahinya―atau yang lebih parah―bahkan mengadukannya sebagai bentuk pelecehan. Jisoo yang bersembunyi di balik rak buku Kimia ingin sekali menghampiri mereka dan melerai sebelum sesuatu yang buruk terjadi. Namun tangannya ditahan oleh Seungcheol yang tahu-tahu telah berdiri di sampingnya.

“Jangan diganggu dulu. Aku jamin Jeonghan akan baik-baik saja,” katanya menenangkan Jisoo.

Kembali lagi pada Jeonghan yang masih diam mematung. Tidak, bukannya Jeonghan takut dengan bentakan yang barusan. Hanya saja Jeonghan baru menyadari jika gadis di hadapannya ini sangat cantik―dan sepertinya wajahnya tak asing bagi Jeonghan.

Ya Eonni, aku ini masih normal. So please, tolong cari orang lain saja.”

Jeonghan masih terdiam, bahkan tak menyadari jika gadis di hadapannya ini memanggilnya dengan sebutan Eonni dan bukannya Oppa. Sial, ternyata memang benar bahwa ia terlihat seperti perempuan dengan gaya seperti itu.

Namun alih-alih menyangkal pernyataan itu, Jeonghan lebih memilih untuk mengatakan hal lain di luar kendalinya. “Kau cantik.”

Membulatkan mata karena heran, gadis itu akhirnya kembali membuka suaranya. “Sudah kubilang, kan? Cari orang lain saja―eh, suaramu berat sekali.” Menyadari hal itu, sang gadis terdiam sejenak sebelum menyimpulkan pikirannya, “Ya, kau laki-laki?!”

Bingo, she got the point. Jeonghan yang memang pada dasarnya polos―atau bodoh?―hanya mengangguk singkat sebagai jawabannya. Syok, tentu saja gadis itu sangat syok mendapatkan serangan mendadak seperti tadi. Ia sampai tak tahu lagi mana yang lebih menyeramkan, dicium seorang perempuan yang berpotensi menjadikannya lesbian atau dicium pemuda mesum yang tak dikenalnya―

Tunggu, sepertinya gadis itu mengenali Jeonghan. Ya, ia kenal dengan Jeonghan. “Jeonghan Oppa? What the hell with your hair?”

Jika tadi gadis itu yang merasakan sensasi syok, maka kini giliran Jeonghan yang mengerutkan keningnya karena bingung. Hei, bagaimana gadis itu bisa tahu namanya dan dengan seenaknya mengomentari penampilannya?

“Kau mengenalku?”

God, kau tidak mengenaliku? Choi Hwanri, adiknya Seungcheol Oppa.”

Dunia mungkin sudah berubah menjadi gila saat ini. Bagaimana bisa Jeonghan melupakan adik dari sahabatnya sendiri dan―ya, bagaimana bisa Seungcheol menyuruh Jeonghan melakukan hal itu terhadap adiknya sendiri?! Lagi-lagi Jeonghan hanya terdiam, ingin sekali rasanya ia menceburkan Seungcheol ke kolam ikan di depan gerbang kampus atau menggantungnya di tiang bendera.

“Dan apa tadi katamu? Cantik? Kau tidak punya kaca, ya? Yang cantik itu dirimu, bukan aku.”

Oke, ucapan itu memukulnya dengan telak. Di kejauhan, sayup-sayup Jeonghan bisa mendengar suara tawa tertahan milik Seungcheol dan nampak pula Jisoo yang panik karena tak bisa membuat Seungcheol menghentikan tawanya. Ternyata bukan hanya Jeonghan, Hwanri pun melihat kakaknya yang tertawa nista dengan wajah menyebalkan.

Oppa pasti dikerjai Seungcheol Oppa, ya?” kata Hwanri, kini sambil merapikan seluruh bawaannya yang tergeletak di meja, termasuk buku yang tadi dirampas dengan paksa oleh Jeonghan.

Seungcheol’s Mission completed: Menyadarkan Jeonghan bahwa he looks like a beautiful girl.

Hwanri berdiri, meninggalkan Jeonghan yang masih terdiam―mungkin karena masih syok dengan segala fakta bertubrukan yang terjadi saat ini. Hingga gadis itu resmi lenyap dalam pandangannya, Jeonghan baru menyadari satu fakta lain yang mungkin menjadi satu-satunya yang ia pertanyakan saat ini.

Choi Hwanri, doesn’t she remember that I’ve ever confessed my feeling to her when she was sixteen?

FIN

 

 

Saking polosnya, Jeonghan malah keingetan pengakuan cintanya jaman dulu dan melupakan betapa jailnya Seungcheol kkk. Happy Reading^^

12 responses to “Realizing The Fact – Angelina Triaf

  1. hahahahhaha yang tabah ya jeonghan aduuh kamu ini juga yg lucu. kamu gak salah sih krna terlahir cantik,.tapi anggap aja itu ujian ya krna kmu udh buat kita yg cwek aja kalah cantik ahaha, seungcheol jail bngt

  2. Waw.. Serasa di jatohin ke jurang rasanya, poor jeonghan.. Tp masa bukannya kesel atau gmn gitu sma seungcheol, knp malah keingetan pengakuan cinta nya?? Emng y jeinghan itu kelewat polos

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s