A Couple of Seducing – Angelina Triaf

choinimi

Angelina Triaf ©2015 Present

A Couple of Seducing

Choi Seungcheol/S.Coups, Hong Jisoo/Joshua (Seventeen) & Park Cheonsa (OC) | Fluff, Family | PG-15 | Ficlets

“All these other girls are tempting.”

0o0

J I S O O

Jisoo memang tak pernah sama sekali mengindahkan perkataan Cheonsa. Gadis itu bahkan sudah putus asa jika kakak sepupu menyebalkannya itu sudah mulai berkencan dengan banyak gadis namun tak kunjung juga memiliki kekasih. Menyebalkan, bagaimanapun juga Cheonsa itu perempuan dan sangat mengetahui bagaimana rasanya dipermainkan.

Maka dari itu hari Sabtu yang cerah ini ia memutuskan untuk membuntuti Jisoo yang kabarnya akan berkencan di salah satu kafe elit bilangan Gangnam. Hah, kalau tahu begini mulai bulan depan akan Cheonsa adukan pada Auntie-nya yang sedang dinas di London sana agar mengurangi transferan uang untuk Jisoo.

Tak ada yang aneh dengan Cheonsa, ia hanya memakai pakaian biasa namun dengan masker dan topi untuk menyamarkan wajahnya. Semuanya telah tersusun dengan rapi. Bahkan ketika Jisoo sudah meninggalkan rumah dengan mobilnya, Cheonsa langsung menaiki taksi yang ia pesan khusus hari ini. FYI, Jisoo memang tinggal seatap dengan Cheonsa, dengan kamar bersebelahan.

Dalam perjalanan Cheonsa terus saja memainkan ponselnya. Tanpa sepengetahuan Jisoo, Cheonsa telah meletakkan ponselnya yang satu lagi di dalam mobilnya dan tak lupa menyalakan GPS pelacak ponsel agar ia tak kehilangan jejak Jisoo. Bahkan seniat itu Cheonsa demi melancarkan aksinya hari ini.

Mobil silver Jisoo berheti di kafe yang telah disebutkan tadi. Cheonsa kira Jisoo akan menjemput gadis yang akan ia ajak kencan, tapi ternyata mereka langsung bertemu di kafe. Terbukti dengan Jisoo yang langsung menghampiri sebuah meja dengan seorang gadis berpenampilan borjuis di dekat jendela. Oh, bahkan Jisoo menciumnya dengan wajah sok tampan menyebalkan itu.

“Aku akan benar-benar mengadukanmu pada Auntie!”

 

Api dalam diri Cheonsa semakin berkobar. Agak lama setelah Jisoo duduk santai dengan secangkir kopinya, Cheonsa keluar dari taksi dan masuk ke kafe dengan gaya senatural mungkin. Ia memesan Iced Coffee yang tak pernah ia pesan sebelumnya―menghindari otak pintar Jisoo yang mungkin bisa mencurigainya.

Ia mengambil duduk tepat di seberang meja sepupunya, memerhatikan mereka berdua yang mengobrol terlampau akrab. Tadinya Cheonsa memang mencoba berpikir positif jika gadis yang nampak lebih tua darinya itu mungkin hanyalah sekadar teman lama Jisoo―berciuman saat bertemu adalah hal biasa di Amerika sana, kan? Cheonsa juga pernah mengalami masa seperti itu.

Tapi adegan selanjutnya di mana Jisoo memegang tangan gadis itu bahkan menciumnya serta―ah, Cheonsa nampaknya enggan melihat adegan itu lagi.

Tak lama setelah Cheonsa duduk, seorang pelayan terlihat menghampiri meja mereka dan meletakkan sepiring cake tiramisu. Agaknya terjadi perbincangan aneh, namun akhirnya pelayan itu pergi dan si gadis terlihat mengambil kertas yang berada di atas kue itu.

I’m watching you, dear. With my boyfriend, ofcourse.

 

Gadis itu menoleh ke arah Cheonsa, yang langsung disambut dengan lambaian tangan khas sosialita darinya. Cheonsa berjalan mendekati mereka, membawa gelas kopinya yang bahkan belum ia minum sama sekali.

Hey bitchy, bagaimana rasanya berkencan dengan kekasih orang lain? Sounds good, right?”

Itu adalah sebuah perkataan telak yang langsung membuat gadis itu membulatkan matanya, antara kaget dan kesal. Ia tak segan-segan menampar Jisoo dan pergi keluar kafe. Banyak pasang mata yang melihat adegan itu, namun Jisoo sama sekali tak menghiraukannya. Yang ia pikirkan saat ini ialah; how dare this baby for doing that!

Ya, buka maskermu.”

Jisoo menarik Cheonsa untuk duduk di hadapannya, membuat adik sepupunya itu menurut membuka masker bersamaan dengan smirk kemenangan di bibirnya. Jisoo tak habis pikir, bagaimana bisa ia memiliki sepupu menyebalkan semacam ini.

What are you doing here? And what was that? Menggagalkan kencanku, begitu?”

Ya, Oppa saja yang kurang ajar. Kau selalu berkencan dengan gadis yang berbeda. Apa kau tak tahu bagaimana perasaan mereka?”

Bukannya merasa bersalah, Jisoo justru tersenyum menyebalkan ke arah Cheonsa, jenis senyum menggoda. Ia mendekatkan wajahnya pada Cheonsa, berbisik di telinganya, “So what? All these girls are tempting. I’ve just tried for being a nice guy and let them to taste me.”

Gila, Jisoo selalu menunjukkan sisi dewasanya di hadapan Cheonsa. Jadi Cheonsa baru tahu jika ternyata Jisoo juga memiliki bad guy side dalam dirinya. Dan bahasa apa itu tadi? Taste him? Jisoo benar-benar tidak waras.

“Kau naik apa ke sini? Ayo pulang, aku sudah tak ada urusan lagi di sini.”

Baru saja Jisoo bangkit dari duduknya, Cheonsa langsung menyiramkan es kopinya pada Jisoo, kembali menarik atensi pengunjung lain. “Oh, Oppa is very tempting. My coffee must be very tempted of you.”

So bitchy talking, tbh. Cheonsa berjalan meninggalkan Jisoo dan langsung masuk ke dalam mobil silver Jisoo, namun memilih duduk di jok belakang ketimbang harus duduk di samping orang paling menyebalkan yang pernah Cheonsa kenal.

Ya, duduklah di depan. I’m not you driver.”

Then you’re being now.”

Cukup sudah, kesabaran Jisoo habis dibuatnya. Ia ikut masuk ke jok belakang, membuat Cheonsa panik sendiri. “Ya, what are you doing here?!” Cheonsa berteriak layaknya gadis korban pemerkosaan.

“Memerkosamu, tentu saja.”

Ya Oppa, jangan bercanda!”

Hingga akhirnya kejadian pemerkosaan pengelitikan dan pencubitan itu berlangsung cukup lama, menimbulkan banyak asumsi aneh dari orang-orang di sekitar mereka. Juga menarik perhatian satu orang di ujung jalan sana, yang langsung menekan dial phone-nya dan menghubungi seseorang.

“Iya, aku sangat yakin bahwa itu Park Cheonsa.”

0o0

C H E O N S A

Belum cukup dengan penyiksaan yang Jisoo lakukan padanya kemarin―jika mengelitiki dan mencubiti pipi chubby-nya bisa disebut penyiksaan―kini Cheonsa harus menghadapi fakta konyol di hadapannya; Seungcheol yang merajuk.

Semalam setelah mandi dan mengoleskan masker di wajahnya, Cheonsa mendapatkan telepon dari kekasihnya itu. Hanya suara dingin memang, namun sangat telak di hatinya.

“Apakah acara selingkuhmu tadi menyenangkan?”

 

Hell, selingkuh? Talk with my ass, pikir Cheonsa. Pasti ada salah satu teman Seungcheol yang melihat adegan pemerkosaan kemarin dan mengadukannya. Seungcheol memang belum mengetahui jika Cheonsa memiliki cousin likes boyfriend, terlebih lagi ia sangat menyebalkan.

Jadilah ia di sini, ruang tamu kediaman Choi yang sepi. Cheonsa memang ahlinya dalam menggait pemuda kaya untuk menjadi kekasihnya. Oh wait, bukannya ia materialistis, tapi memang Cheonsa selalu bergaul dengan orang-orang yang entah mengapa memiliki kelas yang tinggi, tanpa ia sadari.

“Tuan muda Choi ada di kamarnya.”

Kepala pelayan berkepala botak dengan senyum ramah itu mengantarkan Cheonsa menuju kamar sang tuan muda. Hah, Cheonsa benci dengan suasana seperti ini, sepi dan terkesan kaku. Sama halnya dengan rumahnya, hanya saja rumahnya tak sebesar ini dan masih ada ibunya yang terkadang ada di rumah untuk membuatkannya makanan. Oh, jangan lupakan Jisoo yang selalu menemaninya di rumah.

Cheonsa memasuki sebuah kamar dan pintu tertutup di belakangnya. Sangat besar, pikirnya. Cheonsa duduk di sofa terdekat. Tempat tidurnya terletak di sekat ruangan yang berbeda, seperti ada ruang tamu di kamar ini, mungkin memang desainnya yang seperti itu.

What are you doing here?”

“Kya!”

Refleks Cheonsa menutup matanya dengan kedua tangan saat mendapati Seungcheol topless di hadapannya. Tangan kanannya memegang handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya. Rupanya tuan muda ini baru selesai mandi.

“Cih, berlebihan,” kata Seungcheol, menyindirnya.

“Jika saja kau tidak sedang merajuk mungkin kau hanya akan tinggal nama, Choi Seungcheol!”

 

Pemuda itu berjalan meninggalkan Cheonsa, menuju lemari pakaiannya dan langsung mengenakan kemeja putih dengan jas yang tersampir di lengannya. Ia beralih menuju laci nakas dan mengambil salah satu dari sekian banyak koleksi dasinya.

“Hah, benar-benar tuan muda.”

 

Cheonsa mengamatinya dalam bosan. Ia sebenarnya kurang suka dengan gaya hidup seperti ini, tapi entah mengapa bisa langsung menerima Seungcheol untuk menjadi kekasihnya. Cinta memang selalu membutakan mata.

Baru saja Seungcheol akan memakai jasnya, Cheonsa langsung memegang tangannya, menghentikan kegiatan itu. “Oppa yakin akan memakai dasi seperti itu?”

Awalnya Seungcheol ingin menepis tangan Cheonsa―jujur saja ia masih kesal dengan laporan perselingkuhan kemarin. Tapi melihat Cheonsa yang fokus membenarkan dasinya entah mengapa membuat Seungcheol sedikit luluh. Ia hanya membiarkan gadisnya itu, sampai seukir senyum mengembang di wajah cantiknya.

“Nah selesai. Sekarang pakai jasnya.”

Entah mengapa Seungcheol hanya menurut dan langsung memakai jasnya. Cheonsa dengan teliti merapikan lipatan jas serta mengancinginya dengan benar.

“Kau sepertinya memang selalu membantu orang lain untuk mengenakan dasi mereka.” Seungcheol menekankan ucapannya pada kata orang lain, membuat Cheonsa memutar bola matanya. Kesal, tentu saja.

“Jika yang Oppa maksud orang lain itu ialah sepupuku yang menyebalkan maka iya. Ia orang yang sama dengan pemuda yang kemarin, jika kau mendapati laporan perselingkuhanku berlokasi di dekat kafe.”

Cheonsa masih memasang wajah datarnya, sementara Seungcheol tersentak dalam hatinya. Benarkah yang Cheonsa katakan ini? Jadi kecemburuan yang Seungcheol rasakan ini ternyata hanyalah hal konyol tak beralasan. Ia akan dengan senang hati menegur temannya yang langsung melapor tanpa menyelidikinya terlebih dahulu.

Your cousin?”

“Tentu saja. Bukankah kami sangat mesra?”

Pertanyaan retoris, Seungcheol sangat tahu hal itu. Kini Cheonsa menjauh darinya, mengambil tasnya di atas sofa. Tatapan mereka kembali bertemu. “Baiklah, sepertinya Oppa ada acara sekarang. Aku pulang dulu.”

“Tunggu!”

Seungcheol meraih tangan Cheonsa, memeluk tubuhnya hingga membuat Cheonsa kembali menjatuhkan tasnya. Cheonsa kira akan sangat sulit untuk membuat Seungcheol tak merajuk lagi. Ternyata semudah ini? Ya ampun, nampaknya Seungcheol harus bersyukur karena mendapati Cheonsa sebagai kekasihnya, dan bukannya orang lain.

“Maaf,” bisik Seungcheol pelan.

Cheonsa mengangguk kecil, mengeratkan pelukannya. Sebenarnya ia juga tak suka adegan seperti ini dalam dunia percintaannya, menurutnya sangat drama. Tapi sekali lagi, Seungcheol mengubah pandangannya tentang kisah cinta dan membuat segala hal yang dibencinya terlihat tak seburuk perkiraannya. “Aku juga minta maaf. Kami memang dekat, banyak orang juga yang salah mengira bahwa kami sepasang kekasih. Oppa bukanlah korban pertama.”

Gadis itu tertawa, membuat Seungcheol ikut tersenyum melihat gadis cantiknya yang entah mengapa terlihat bersinar di matanya.

You know? Other girls are tempting. Tapi aku tak tahu, mengapa hanya kau yang terlihat memesona di mataku.”

Stop seducing me.”

Hingga akhirnya Cheonsa menghapus jarak di antara mereka, memberikan Seungcheol sebuah ciuman yang manis juga menggairahkan. At last, Seungcheol akhirnya tahu alasan mengapa ia tak tergoda dengan perempuan lain.

Karena Cheonsa tentunya lebih menggoda di matanya.

FIN

Prompt from Omi – Cheerleader. Cheonsa turning into the bitchy one, kkk. Tapi kangen sama Cheonsa yang unyu gemesin, hehe. Happy reading^^

22 responses to “A Couple of Seducing – Angelina Triaf

  1. Ugh, suka ngets palagi ada my boyfriend Joshua. berharap sih kelak author buat ff seventeen tapi peliss Joshua cast utamanya huehehehe. w kok jadi request, ebussset. overall ini unyuk sekali. ku malah bayangin jisoo ma sepupunya yg pacaran haha kyut aja gitu😍

  2. Just imagine Hong Jisoo with his badass side and I remember his photo with Nuest Aron…………………..

    Okay stop! I’m being crazy bout this.
    Such a nice fic ^^
    Keep write dear ❤

  3. waaah cubangettt. lucu deh ceritanya. kayaknya aku susah napas terus kalo serumah sama sepupu macem joshua heuuuuu. btw sering2 lagi ya kak cast ff nya seventeen<333

  4. ini pertama kalinya aku baca ff yg castnya seventeen gabisa bayangin wajahnya gegara gatau yg mana orangnya LOL, jujur cuman tau s.coups,dino,vernon,woozi,yg sinting entah namanya siapa lupa,sama yg cantik itu

    Tapiiiiiiiii serius suka banget sama fanfic ini, suka banget sama penulisannya, mau juga dong punya sepupu kayak jisoo

  5. Waaah baguss♥.♥ apalagI sebeuntin castsnyaa . Rasanya bner2 cocok naroh seungchol sama joshua jadi cast nyaa. Cheonsa must be lucky hehe. Ditunggu karya lainnya. kkalo blh request.. pengen ff mingyu hihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s