Your Red Carpet – Angelina Triaf

red1

Angelina Triaf ©2015 Present

Your Red Carpet

Kim Mingyu, Hong Jisoo/Joshua (Seventeen) & Park Cheonsa (OC) | Fluff, Family | G | Drabbles

“Once, you’ll roll out your red carpet.”

0o0

J I S O O

Nampaknya Cheonsa bosan melihat Jisoo yang sampai detik ini masih sibuk menuliskan rumus-rumus aneh di bukunya. Berbeda dengan Cheonsa yang bersekolah seni, Jisoo lebih memilih kuliah di jurusan Matematika. Menjadi suatu topik mengherankan mengingat mereka adalah sepasang sepupu yang tergolong akrab.

Oppa, bukankah kau sudah mengerjakan tugas yang itu seminggu yang lalu?”

Cheonsa yang semula hanya berguling-guling di ranjang Jisoo kini menghampirinya yang tengah duduk diam di depan meja belajarnya. Kebetulan juga hanya ada mereka berdua di rumah ini dan Cheonsa sedang tidak mood untuk jalan-jalan sehingga menerobos kamar Jisoo ialah satu-satunya pilihan.

Gadis itu mengerutkan kening melihat apa yang Jisoo lakukan. Tulisan itu sama persis dengan rumus-rumus yang ia lihat satu minggu yang lalu. Apakah sepupunya itu terlalu kurang kerjaan sehingga mengulangnya kembali?

“Bahkan sudah kukumpulkan, Cheon. Ini buku catatan Sofi, ia minta tolong agar aku membantunya mencatatkan rumus-rumus yang sulit.”

Jawdrop, tentu saja. Cheonsa membulatkan matanya seketika, menganggap perkataan Jisoo barusan sama halnya dengan menenggelamkan dirinya di palung laut paling dalam. Pardon? Cheonsa belum siap menghadapi fakta konyol seperti itu. Demi Tuhan, Cheonsa bahkan berniat mengajak Jisoo hang out jika saja tak terlanjur melihatnya yang sedang mengerjakan tugas.

Persetan dengan itu, itu bukanlah sebuah tugas.

Ya, memangnya ia tak punya tangan? Kenapa Oppa mau, sih?”

Kesal, tentu saja. Cheonsa kira dengan kehadiran Jisoo di Korea akan membuat harinya lebih berwarna―beginilah penderitaan anak tunggal. Namun ternyata sama saja, liburan pun ia hanya bisa mendekam di rumah dan mengamati Jisoo yang dengan bodohnya malah mengerjakan hal konyol seperti itu.

Cheonsa kembali duduk di ranjang Jisoo, memeluk boneka panda super besar yang Jisoo berikan padanya dua tahun lalu―oh, bahkan Jisoo tak menyangka jika boneka itu masih dalam keadaan mulus walaupun sering dibawa tidur oleh sang pemilik. Wajahnya seperti anak taman kanak-kanak yang sedang merajuk.

Bersamaan dengan itu pula Jisoo menutup bukunya dan mengalihkan pandangannya pada Cheonsa, tersenyum kecil melihat sepupu cantiknya yang kesal. Jisoo merapikan bukunya lalu menghampiri Cheonsa, duduk di sampingnya.

Dengan hal itu Cheonsa langsung membuang pandangannya, enggan menatap Jisoo. Jisoo malah tertawa kecil dan mengacak rambut gadis itu.

Once, you’ll roll out your red carpet, Cheon.”

Mendengar itu membuat Cheonsa sedikit melirik Jisoo, memerhatikan wajah tampannya dalam diam. Cheonsa memiliki suatu asumsi dalam dirinya, menyadarkannya akan sesuatu namun masih terasa aneh untuk diungkapkan dalam kata. Benarkah pikirannya ini?

Same as you, I always roll out my red carpet for you.”

Jisoo mencubit kedua pipinya, masih dengan tawa kecilnya yang demi Tuhan bisa membuat gadis manapun terpesona. Tapi Cheonsa hanya terdiam, menyimpulkan segala pikiran singkat yang mengambang dalam benaknya.

“Jadi, cantik, where d’you wanna go today? I’ve finished the book already.”

Just stay at home? Ordering pizza and movies marathon are sound good to me,” ucap Cheonsa riang, sinar matanya nampak cantik.

Inilah wajah yang selalu Jisoo sukai dari Cheonsa, senyum cantik dengan pipi chubby-nya yang menggemaskan. “Me too.”

Cheonsa akhirnya mendapatkan sebuah pelajaran lagi hari ini. Bahwa setiap orang perlu untuk melakukan apa pun yang mereka kehendaki dan apa pun yang mereka sukai. Jika Cheonsa menyukai perhatian yang Jisoo berikan padanya, maka Cheonsa juga harus bisa menghendaki hal apa yang Jisoo suka. Yap, nampaknya Jisoo sedang menyukai si gadis bernama Sofi ini.

He’s already rolled out his red carpet for the girl.

0o0

C H E O N S A

Cheonsa bukan tipe gadis yang suka merepotkan orang lain―pengecualian untuk Jisoo, Cheonsa akan menjadi sangat merepotkan. Namun berbeda kasus, kini Mingyu tepat berada di hadapannya, membawakan dua gelas cokelat hangat untuk mereka. Larut akan suara hujan, Cheonsa masih agak takjub dengan apa yang terjadi.

“Seharusnya Oppa tak perlu repot menjemputku,” ucap Cheonsa, membuka pembicaraan.

Sebenarnya Cheonsa hanya iseng untuk jalan-jalan sendiri hari ini―ia tak ingin mengajak Jisoo karena nampaknya Jisoo akan jalan dengan si Sofi itu sepulang kuliah. Maka dari itu ia memutuskan untuk pergi ke toko buku setelah sebelumnya pulang dan mengganti pakaian. Namun hujan turun beberapa saat setelah Cheonsa sampai di sana, bahkan semakin deras.

Karena bosan, Cheonsa lalu memfoto jendela yang hujan dengan rak buku di sampingnya. Ia juga menambahkan caption rainy” serta location-nya berada. Tak lama, Cheonsa sudah menemukan Mingyu yang berdiri di depan pintu toko, berniat untuk menjemput gadis itu pulang.

Walaupun pada kenyataannya kini mereka malah menghabiskan waktu di kafe biasa tempat Cheonsa dan Jisoo hang out. Tapi tetap saja, Cheonsa masih tak habis pikir bagaimana teman dari sepupunya ini bisa langsung hadir seperti malaikat yang Tuhan kirimkan untuk menolongnya dari ancaman hujan deras.

“Aku ada di toko bunga beberapa blok dari toko itu saat melihat posting-an fotomu. Aku juga sudah bilang Jisoo Hyung jika kau sedang bersamaku.”

Cheonsa tetap diliputi kekaguman, walaupun wajahnya datar as always. Ia hanya diam, memerhatikan jendela yang masih diserang hujan lebat. Mungkin hujan akan bertahan sampai malam, membuat Cheonsa memikirkan planning dadakan untuk mengeluarkan selimut cadangannya dari lemari takut-takut udara akan menjadi sangat dingin.

Oppa membeli bunga? Untuk siapa?”

Daripada mengabaikan orang yang telah berbaik hati padanya, lebih baik Cheonsa mengeluarkan kata apa saja agar suasana tak menjadi hening. Cheonsa benci jika harus berdiam diri jika nyatanya ia tidak sendiri, itu saja. Menjadi sedikit ingin tahu bukanlah suatu perkara besar, kan?

“Untuk seorang gadis.”

“Benarkah? Pasti ia gadis yang sangat spesial.”

“Tentu saja.”

Hanya percakapan biasa, tak ada apa pun di dalamnya. Mungkin Cheonsa mulai bosan dengan suasana ini. Ia bingung jika harus menghadapi Mingyu seorang diri. Biasanya ia hanya akan bertemu Mingyu jika Jisoo mengajaknya jalan, dan mereka akan mengobrol bertiga sampai malam―lebih tepatnya Cheonsa yang ikut tertawa mendengarkan percakapan antara Mingyu dan Jisoo. Terasa aneh jika hanya ada mereka berdua di sini.

Sometimes you have to roll out your red carpet. Ya, mungkin itulah yang sedang kulakukan.”

Mungkin Mingyu juga merasakan jika atmosfer di antara mereka berdua kian menjadi tidak nyaman untuk Cheonsa. Namun anehnya, Cheonsa semakin terdiam setelah mendengar perkataan Mingyu tadi. About red carpet again, pikirnya. Kenapa para lelaki senang sekali membahas tentang topik ini di hadapannya, membuatnya pusing.

Drrtt…

Ada pesan masuk dari Jisoo. Cheonsa melihat pesan itu dan semakin membatu. Pikiran-pikiran random mulai menggerayanginya bagai hantu.

Cheon, kau di mana? Ada kiriman bunga mawar kuning kesukaanmu, tertera nama Mingyu di kartunya. Bukankah kau masih bersamanya?

“Cheon? Hujannya sudah berhenti. Ayo pulang sebelum Jisoo Hyung mengira aku menculikmu.”

Mingyu langsung menggenggam tangan Cheonsa, menariknya untuk keluar dari kafe dan bergegas memasuki mobilnya. Cheonsa masih saja terdiam, merenungkan adanya keganjilan dalam kisah hidupnya bak cerita riddle kesukaannya. God, bahkan ia sampai lupa jika tak ada riddle yang semanis ini.

Manis? Apakah Cheonsa menganggap jika apa yang Mingyu lakukan ini manis?

“Hah, para lelaki memang membingungkan,” gumamnya pelan, tanpa Mingyu ketahui.

It seems like Cheonsa still needs the best time for her to roll out her red carpet. Karena seperti yang sering Jisoo katakan, sebenarnya Cheonsa hanyalah seorang anak kecil yang terbalut dalam tubuh gadis remaja cantik di matanya. She’s still a baby, a silly one.

FIN

*Roll out the red carpet : memperlakukan seseorang berbeda atau lebih baik dari yang lain (pilih kasih)

Dengan kata lain, ini adalah fiction Roll out the red carpet!AU alias asal ngartiin sendiri hehe.

Sebenernya arti dari idiom di atas itu negatif ya, pilih kasih hehe. Tapi entah kenapa pengen banget masukin kalimat itu ke cerita romance (I only use the underlined meaning), and here it is! Angel lagi belajar idiom di English jadinya langsung kepikiran, hehe. Happy reading^^

9 responses to “Your Red Carpet – Angelina Triaf

  1. yaaa.. yang namanya cinta selalu pilih kasih kak.. eheheheh.. semua yg dipengenin sama si doi pasti diturutin.. aaahh mingyu emang manis seperti biasa aaaarrrhhhggttr

  2. Kata2 nya keren aku suka,, ini series ga?
    Knp ga dijdikn chapter?
    Dduuuhh,, aku lgi demam seventeen soalnya 😆

  3. Baca drabble”nya angel bikin tambah wawasan yah? Serius loh aku suka banget kata-kata yang jadi point di stiap drabblenya kamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s