[2nd chapter] PLAYER – Tochterqua

20151125214622

Credit poster by  berserkheal@ArtFantasy

{Tochterqua present}

Park Chanyeol and you/OC

Other Cast : Kim Ahra/OC, Mark Yi En Tuan[Got 7]

Romance,Complicated,Campus life

PG 16 – Chaptered

Previous : TeaserProlog 1st

Disclaimer: Alur dan cerita asli pemikiran saya,jika ada yang melihat kesamaan nama atau alurnya, itu hanyalah faktor ketidak sengajaan.  Sorry for that and happy reading!:)

Oh, I can’t stop, but same for you too

You don’t wanna lose me,right?

My babe -Playboy,EXO

“Aku akan mengatakannya kepada ibu” kata Mark sambil mengeluarkan handphone dari saku celananya.

Haneul terkejut,lalu menahan tangan Mark yang ingin menghubungi ibu. “Ayolah oppaa!!” Sahut Haneul dengan wajah memelasnya.

Mark menampakkan muka jijik. “Ya! Sejak kapan kau memanggilku seperti itu?”

“Uh YA! Bisakah kau menuruti permintaanku saja?”

“Kau bahkan belum sampai satu minggu tinggal diseoul dan sekarang kau bisa ‘bermain-main’ dengan tubuh papan seperti itu? Apa kau bermain dengan paman-paman yang ada diclub?”

Haneul menatap wajah tampan kakaknya itu dengan mata membulat. Masih tidak percaya dengan perkataan kakaknya yang menyakitkan hati.

“Aku tidak tau apa ini salah ketika aku mengatakannya kepadamu, aku bahkan sudah mengatakan kepadamu ini adalah hal yang tidak disengaja. Dan kau, apa kau lebih baik dariku? Aku tau hampir setiap malam kau pergi ke tempat yang tidak suci itu (baca:club) dan bahkan kau pergi kemotel dengan membawa wanita-wanita jalang. Apa bedanya kau dengan appa ku yang kurang ajar itu?” Mata Haneul sudah mulai berkaca-kaca.

Sebenarnya ini adalah topik pembicaraan yang paling dihindari oleh Haneul, karena menyangkut ayahnya. Tapi, hei! Siapa yang mau disamakan dengan wanita jalang? Apalagi yang berkata seperti itu adalah Mark,kakak kesayangannya.

Mark terdiam,menyesal. Ia melihat adik kesayangannya yang tersakiti oleh perkataannya sendiri. Sungguh, perkataan dari mulutnya itu keluar begitu saja. Dia hanya–

 

–Marah,mungkin.

 

Setidaknya itu yang dipikirkan orang ketika melihat Mark seperti ini.

Ia benar-benar tidak ingin melihat Haneul tersakiti. Tapi,sekarang dia sendiri yang menyakitinya. Betapa bodohnya si jenius Mark sekarang.

“O-Oke, Aku tidak akan mengatakan kepada ibu,tap–”

“Terserah kau, jika kau ingin mengatakan kepada ibu aku tidak peduli lagi. Toh, aku juga bisa mengatakan kepada ibu bahwa kau bahkan lebih buruk dariku” potong Haneul,lalu mengusap kasar air matanya yang baru jatuh. Lalu pergi ke kamarnya,mengurung diri.

 

 

“Kau lapar?” Tanya Ahra setelah mata kuliah terakhir hari ini selesai.

Haneul menatap Ahra nanar. “Sangat lapar”

“Mau makanan gratis?”

Haneul mengangguk semangat.

Ahra tersenyum. “Tentu kau mau,baby pig!”

Hey! Aku tidak serakus itu”

Seperti tidak mendengar apa yang Haneul katakan, Ahra kembali tersenyum. “Baiklah. Jika kau mau makanan gratis,ayo ikut aku. Chanyeol akan mentraktir kita hari ini”

 

Haneul berhenti berjalan.

 

Oh tidak.

 

Tentu saja ia tidak mau ikut. Setelah seminggu ini ia menghindari Chanyeol,dan sekarang Ahra ingin Haneul mengikutinya untuk ikut makan siang bersama pria itu? Tentu saja tidak!

“A- Ahra,sebaiknya aku tidak usah ikut saja. Aku tidak mau mengganggu kalian berdua”

“Mengganggu? Haha,yang benar saja. Jika kau mengganggu,aku tidak akan mengajakmu Han. Dan ini juga kemauan Chanyeol. Kami benar-benar tidak terganggu”

Kemauan Chanyeol?  “Tap- Tapi..”

“Sstt! Ayolah Han,temani aku. Okay?”

 

Haneul melihat wajah memelas Ahra, uh kalau bukan Ahra yang meminta seperti ini. Sungguh,ia benar-benar tidak ingin bertatap muka dengan pria itu.

 

Haneul menghembuskan nafasnya kasar. “Baiklah”

 

Ahra tersenyum girang. “Good girl. Okay,let’s go!”

 

 

Honey!” Panggil Ahra riang lalu langsung duduk dipangkuan Chanyeol dan meraup bibir kesayangannya itu.

20151216141200

anggap aja lagi kissing:v

Ugh,sungguh Haneul ingin mual rasanya melihat mereka yang seperti itu. Apa mereka tidak bisa melihat tempat? Hello! This is a cafe, a public place. Are you guys don’t know that?

 

Apalagi sekarang orang-orang juga menatap mereka dengan tampang seperti yang Haneul berikan kepada dua sejoli yang sedang kasmaran itu.

 

“Ahra-ya” Panggil Haneul,berusaha mengingatkan mereka bahwa ini adalah tempat umum.

“Chanyeol-ssi” Panggil Haneul lagi,tapi tetap saja tidak dipedulikan oleh mereka.

 

Oh Tuhan! Haneul sangat ingin pulang sekarang.

 

Ehem!” dehaman Haneul memberhentikan kegiatan mereka.

 

Syukurlah.

 

Ahra langsung turun dari pangkuan Chanyeol dan berusaha untuk merapikan penampilannya yang sangat berantakan itu,walaupun sia-sia. Haneul hanya menghembuskan nafasnya kasar dan memutar bola matanya malas.

 

“Em Ahra,sebaiknya kau rapikan dulu penampilanmu sekarang ke toilet” Saran Haneul.

“Baiklah,aku ke toilet dulu.” Kata Ahra lalu berlari ketoilet.

 

Dan Haneul menyesal mengatakan itu karena sekarang dia hanya berdua dengan Chanyeol.

 

Chanyeol mengelap bibirnya memakai tissue karena terkena lipstick dari bibir Ahra tadi.

 

Haneul melihat Chanyeol dengan tatapan tidak bersahabat,sedangkan Chanyeol membalasnya dengan senyuman andalannya yang bisa membuat para gadis berteriak histeris terkecuali Haneul.

 

“Aku tau kau menghindariku beberapa hari ini”

“Lalu?”

“Apa kau melakukannya karena kejadian waktu itu?”

Haneul mencoba tersenyum. “You know that well,Chan”

“Apa kau tidak merasa malu berkata jujur seperti itu?”

Haneul terbahak. “Untuk apa aku malu? Aku bahkan tidak tertarik dengan sentuhan busukmu itu”

Chanyeol menaikkan alisnya sebelah. “Really?”

“Ofcourse yes!” Haneul bersyukur ia bisa berakting dengan baik. Kalian tentu tau sebenarnya Haneul selalu memikirkan hal tersebut setiap malam.

 

“Kita lihat siapa yang termakan dengan omongannya sendiri nanti”

Haneul menggigit bibir bawahnya,salah satu kebiasaannya. “Okay,let’s see” jawabnya ragu.

 

Hening seketika.

 

Tenggelam oleh pikiran masing-masing. Dan tanpa Haneul sadari titik fokus Chanyeol sejak keheningan tadi adalah bibir mungilnya. Yang entah kenapa menjadi hal yang paling Chanyeol ingin rasakan lagi dan lagi. Uh, Chanyeol masih waras untuk tidak meraup mulut Haneul sekarang karena mereka ada ditempat yang sama dengan kekasihnya ‘tercinta’nya itu. Ia masih menjadi pria baik untuk tidak membuat pertemanan mereka hancur karenannya.

 

Iya. Pria baik.

 

“Okay, adakah yang bisa mengatakan kenapa Ahra sangat lama berada ditoilet itu?” protes Chanyeol entah untuk siapa.

“Kau seperti baru berpacaran dengannya 2 hari saja, Kau pasti tau kan berapa lama wanita harus berdandan untuk terlihat jadi yang terbaik dimata pujaan hatinya?”

Chanyeol berdecih. “Apa kau ikut ke pesta ulang tahun Ahra?” tanya Chanyeol seperti tidak mendengar perkataan Haneul tadi.

“Ulang tahun Ahra? Kapan?”

“Kau tidak tau? Sabtu malam ini, di hotel conrad. Sepertinya ia juga ingin mengatakan hal tersebut setelah ia selesai melakukan pekerjaannya ditoilet itu”

“Te.. Tentu saja aku datang,sebagai teman terbaiknya tentu aku datang”

Chanyeol tersenyum lagi. “Dan selingkuhan terbaik untukku tentunya”

Lalu Chanyeol menyandarkan badannya ke sandaran kursi. “Berpenampilanlah yang cantik,han.”

Tentu Haneul yang mendengar itu terkejut. “Ya! Memangnya kau siapa menyuruhku ini itu!?”

“Kan sudah kubilang. Selingkuhanku”

Haneul marah mendengarnya,sungguh. “Kau kira setelah kejadian ketika aku membalas ciumanmu itu berarti aku menyukaimu? Cih, tidak akan pernah, Park Chanyeol. Kau kira aku tidak tau apa yang kau masukkan kedalam teh yang kuminum waktu itu? Sampai aku seperti mau mati ingin melakukannya bersamamu. Tetapi aku masih waras untuk tidak mengambil orang yang sangat Ahra cintai” Lalu Haneul pergi tanpa pamit,mungkin karena terlalu marah.

 

Chanyeol terdiam. Terkagum dalam hati, ia hanya terkejut ketika Haneul membalasnya dengan seserius ini. Chanyeol hanya ingin mengetahui sesuatu. “Apa dia sedang menstruasi?”

 

“Yeoli, Dimana Haneul?” Tanya Ahra yang baru saja selesai dari toilet.

“Dia baru saja pulang,katanya ada urusan mendadak”

Ahra menampakkan wajah kecewanya. “Benarkah? Aku bahkan belum mengatakan tentang pesta ulang tahunku”

“Hm Kau kan bisa meneleponnya atau LINE?”

“Ohiya,hehehe” kata Ahra cengengesan.

Chanyeol hanya menatapnya dengan datar,tidak merasa tertarik sedikitpun.

 

 

“Hallo?”

Iya,ada apa adikku tersayang?” jawab seseorang dari seberang telepon seolah-olah tidak ada masalah yang pernah terjadi diantara mereka.

“Apa kau ikut ke pesta Ahra? Bisakah kau menjemputku diapartemen? Aku benar-benar tidak tau pergi dengan siapa”

Tidak, aku tidak pergi Han. Aku sibuk

Haneul menampakkan wajah kecewanya. “Benarkah? Tapi.. Bisakah kau mengantarku ke hotel conrad?”

Engh.. Ahh shh..” Haneul mendengar suara desahan wanita dari seberang telepon membuatnya mengerutkan dahinya bingung.

What the hell he doing there? “Yi en?”

Maafkan aku Haneul sayang,bisakah kau pergi dengan bus saja. Aku benar-benar sibuk

“Tap–”

Selamat bersenang-senang!”  Lalu sambungannya dimatikan secara sepihak.

 

“Siapa yang sebenarnya bersenang-bersenang disini!?” Geram Haneul meneriaki smartphonenya.

 

“Dan teganya dia menyuruhku pergi naik bus dengan pakaian seperti ini?” protesnya lagi sambil menunduk melihat dress hitam yang sedang ia pakai.

20151219122253

Haneul berjalan bolak-balik dan menggigit bibirnya,kebiasaannya ketika panik. Jadi dengan siapa dia harus pergi?

 

 

At conrad hotel bar

20151219123637

Pestanya akan segera dimulai dan Ahra masih belum melihat batang hidung teman dekatnya itu.

“Yeoli..”

“Hm” Jawabnya dengan gumaman.

“Apa kau sudah melihat Haneul?”

“Tidak”

“Benarkah?”

Chanyeol yang sedari tadi berkutat dengan smartphonenya menatap wajah Ahra dengan datar.

“Apa kau yakin dia benar-benar datang?”

“Tentu saja! Dia mengatakan seperti itu kepadaku”

 

Drrtt.. Drrtt..

 

Tak lama kemudian smartphone Ahra bergetar tanda LINE masuk.

 

From: Haneul

Ahra-ya, sepetinya aku tidak bisa pergi ke pesta ulang tahunmu. Aku tidak tau pergi dengan siapa,aku juga tidak punya kendaraan. Maafkan aku Ahra-yaa T_T

 

“Yeoli..”

“Kenapa lag–” perkataan Chanyeol terhenti ketika melihat kekasihnya memperlihatkan wajah memelas sok imutnya.

“Bisakah kau menjemput Haneul sekarang?Please!!”

Chanyeol semakin menatap Ahra dengan datar.

“Tidak” Chanyeol hanya sudah malas bertemu dengan gadis campuran korea-thailand itu semenjak kejadian di cafe kemarin. Sudah tidak tertarik lagi mungkin. Sungguh playboy bukan?

“Yeoli,kumohon! Aku harus mempersiapkan yang lain dan sebentar lagi appa ku akan datang. Jika tidak,aku pasti akan menjemputnya. Kumohon tolong aku chagi!”

Chanyeol memutar bola matanya malas. “Baiklah”

Ahra tersenyum lalu mencium pipi Chanyeol. “Thanks honey!” Lalu pergi entah kemana.    Dan tanpa Ahra sadari Chanyeol mengelap pipinya yang dicium Ahra. “Ugh”

 

 

Ting.. Tong..

 

Haneul yang tadi terduduk pasrah langsung berdiri mendengar bel tempat tinggalnya berbunyi. Dan ketika ia tau siapa yang berada dibalik pintu itu,wajahnya sudah menampakkan tatapan tidak bersahabat.

 

“Mau apa kau kesini?”

Dengan wajah yang tidak kalah datarnya ia menjawab. “Ahra yang menyuruhku menjemputmu”

“Apa sekarang kau sudah jadi supir?”

“Bisakah kau untuk mengikutiku saja?”

“Tidak”

“Baiklah” Lalu ia beranjak pergi.

“Ya!”

Chanyeol menampakan smirknya sebelum wajahnya tampannya kembali datar dan berbalik berhadapan dengan Haneul kembali. “Apa?”

Haneul menghembuskan nafasnya kasar. “Baiklah,aku ikut”

 

 

Sesampainya di conrad hotels

 

“YA!! Bisakah kau menungguku?”

“Jika aku berjalan berdampingan denganmu, orang-orang bisa mengira kau adalah selingkuhanku,kau sendiri kan yang tidak mau seperti itu?”

“Ck, kau sungguh berlebihan. Kau mau balas dendam ya?” Lalu menatap wajah chanyeol dengan tatapan sebal.

Chanyeol tersenyum,ikut menatap wajah lawannya. “Balas dendam untuk apa?”

Haneul terdiam, terkurung oleh hitam pekatnya mata bulat Chanyeol yang sudah beberapa centi didepan matanya. Lalu memalingkan wajah. “Uh lupakan!”

Chanyeol kembali tersenyum dan merapikan jas yang ia pakai. Sepertinya, ia kembali tertarik dengan Haneul.

 

 

“Haneul-ah!” Panggil Ahra dari jauh.

Haneul hanya membalas dengan senyuman.

“Ya! Kukira kau tidak datang”

“Tentu saja aku datang, aku kan sudah berjanji”

Lalu dilanjutkan dengan tawaan mereka berdua. Chanyeol yang melihatnya hanya memutar bola matanya malas. “Dasar wanita”

“Ohiya,setelah pembukaan acara selesai. Aku akan mengenalkanmu dengan appa ku,jadi jangan kemana-mana okay? Tetaplah disamping Chanyeol,aku ingin menyambut tamu lain dulu”

 

Haneul hanya mengangguk tersenyum melihat Ahra yang sudah sibuk dengan tamu lain  dan  menatap Chanyeol yang berada disampingnya tidak suka. Dan Chanyeol yang sedang meminum wine itu merasa dilihatpun melihat Haneul lalu tersenyum dan menawarkan wine. Dan pastinya Haneul menolak mentah-mentah. Anak polos yang baru ditinggal ibunya ini tentu tidak mau meminum hal-hal yang membuat mabuk seperti itu. Bahkan, bir saja ia jarang meminumnya.

 

 

Beberapa menit kemudian, lampu sorot menampakkan Ahra yang tengah tersenyum diatas panggung. Lalu mengatakan ucapan terima kasih kepada orang-orang yang sudah datang.

 

Okay,now let me introduce the owner of conrad seoul and my beloved father. Mr. Cho Hyunsik!” Dan disambut oleh tepukan tangan dari para tamu yang datang.

 

Deg.

 

Cho. Hyun. Sik.

 

Apa Haneul salah dengar?

 

Tak lama kemudian naiklah pria separuh baya itu. Ia tersenyum menambah keterlihatan keriput yang ada diwajahnya.

 

“Chanyeol”

“Hm”

“Bi– Bisakah kau menjelaskan sesuatu kepadaku?”

 

Chanyeol mengerutkan dahinya, tapi ketika ia melihat mata Haneul menuju kearah sepasang ayah dan anak itu ia mengerti. Tapi,bukan Chanyeol jika ia mau menjelaskan panjang lebar hal yang tidak penting seperti itu. Itu melelahkan.

 

“Chanyeol” Haneul kembali memanggilnya.

“Kenapa?”

 

Chanyeol tambah bingung ketika melihat mata Haneul yang mulai berkaca-kaca.

 

“Bisakah kau… Menjelaskan sesuatu padaku?” tanyanya ulang.

“O- Okay,baiklah”

 

“Mungkin kau bingung ketika mendengar marga Ahra dan samchon tidak sama. Sebenarnya, Ahra adalah anak angkat yang diadopsi sekitar 5 tahun yang lalu. Tapi,ketika samchon ingin mengganti marganya ia menolak. Katanya, ia tidak ingin mengubah marga dari keluarganya.”

 

Chanyeol melihat seliquid bening jatuh ke pipi mulus Ahra. “O– Oh iya! Katanya istri dari samchon itu sudah meninggal sebelum ia mengadopsi Ahra. Sebelum beliau meninggal, ia berpesan menyuruh samchon untuk mengadopsi anak agar nanti samchon tidak kesepian” Chanyeol melanjutkan.

 

Dret..

 

Chanyeol mendengar suara kursi berderit. Haneul berdiri,lalu pergi entah kemana. Chanyeol bingung,sungguh.

 

“Ya! Cho Haneul!”

 

Chanyeol berhenti. Memikirkan sesuatu.

 

Cho Haneul, Cho Hyunsik. Apa jangan-jangan…

 

Chanyeol membulatkan matanya, ia baru menyadari sesuatu. Lalu kembali mengejar Haneul lebih cepat. “Haneul-ah!”

 

Ahra yang masih berada dipanggung melihat kedua orang tersebut ditelan oleh pintu bar. Hanya melihat. Dan masih tersenyum untuk tamu yang datang.

 

 

Setelah beberapa menit ia mencari, Chanyeol mendapatkan Haneul yang duduk di sambil merendam kakinya di kolam renang.

 

Ia memegang bahunya.

 

Karena tubuh Haneul yang sangat lemas, ia hampir saja terhuyung jatuh ke kolam jika tidak Chanyeol menariknya dan terkulai lemas di dada bidang pria jangkung itu.

 

“Ya! Apa yang terjadi denganmu?”

 

Haneul hanya tertawa miris. Chanyeol baru melihat ada botol bourbon (wiski) disamping Haneul. Lalu berdecak.

 

“Dia benar-benar busuk,Chan. Pria tua itu benar-benar kejam!”

Chanyeol hanya terdiam.

“Bahkan ia mengatakan bahwa istrinya mati,tega sekali dia” kata Haneul lalu menangis sejadi-jadinya dipelukan Chanyeol.

“Seharusnya dia yang mati!”

“Ya! Kau mabuk,Han!”

 

Dan terakhir baju Chanyeol terkena oleh muntahan Haneul.

 

 

Chanyeol membawa Haneul pulang. Yaa walaupun tidak sampai ke kamar Haneul yang nyaman. Karena tidak tau password apartement Haneul dan ia sudah menyuruh Haneul untuk membukanya selama setengah jam tetapi Haneul tetap tidak merespon. Hanya mengoceh,tertawa,bahkan mencium bibir Chanyeol membuat Chanyeol menjadi frustasi karena bibir memabukkan Haneul. Jadi, ia membawa Haneul ke apartementnya saja. Toh, ia juga akan berterima kasih karena tidak meninggalkannya didepan pintu apartementnya sendiri. Ia juga akan berjanji sebagai pria sejati untuk tidak menyentuh Haneul barang sedikitpun.

 

Kecuali jika Haneul yang memintanya sendiri.

 

Hehehe.

 

Just kidding.

 

Lalu, Chanyeolpun membawa Haneul ke kamar Chanyeol. Ia berencana untuk tidur di ruang tamu malam ini. Setelah ia membawa Haneul ke kasurnya, iapun mengganti baju yang sudah tidak layak dipakai karena muntahan oleh Haneul itu.

 

Ketika ia sedang membuka kemejanya, sepasang tangan memeluk tubuhnya dari belakang. Membuat Chanyeol mematung seketika.

 

“Bisakah kau temani aku malam ini?”

 

-To be continue-

A/N: Conrad hotels itu adalah hotel no. 1 terbaik dari 431 hotel yang ada di seoul. Pemiliknya: Hilton wordwide. Aku ga ngerti apa-apa sih soal yang beginian. Ini cuma buat ff aja kok._. dan di ff ini ga bakalan sering juga dibahas. Jadi,dicerita ini anggap aja ya pemiliknya ayah Ahra.

Halloooooooooo!! aku datang lagii, maaf ya ngaret mulu postingnyanya.-.  ada yang nunggu ga? engga ya?:’

okay, aku mau bilang sesuatu yang gabisa aku bilang di ceritanya langsung. Sebenarnya, Chanyeol itu pacarin Ahra bukan karena cinta. Ia cuma mau bantu ayahnya biar ayah Ahra mau kerja sama diperusahaan gitulah.  Jadi, Ahra disini udah banyak bgt dibohongin sama orang-orang yang dia sayang. Iya ga? coba deh kalian liat. Chanyeol boongin dia, Ayah angkatnya boongin dia, dan bentar lagi Haneul mau boongin dia. Syg bgt kan Ahranya:’ Tapi, nanti dia bakal ada waktu senangnya kok. So, baca terus ya cerita absurd aku. Dan jangan lupa komen dan likenyaa,see you next chap :*

http://tochterqua.wordpress.com

20151219191632

84 responses to “[2nd chapter] PLAYER – Tochterqua

  1. Woww Haneul satu kamar sama playboy kaya CY hati hati Han wkwkwkwkwk
    Kasihan Ahra selalu dibohongin :3
    Kalo perasaan CY ke Ahra cuma main main, lalu apa CY punya perasaan ke Haneul?

    Kayanya di chap berikutnya konfliknya makin seru nih, ditunggu chap selanjutnya thor

    Keep writing

  2. wihh kasian ahra nyaa, yang sabar ya ahra hehe. lanjut terus ya kak, aku masih mau lihat kemesraan chanyeol sama hanuel. fighting buat chap 3!

  3. Parah banget chanyeollll😂 aku suka ceritanya, lucu bahasanya, cuma kayanya ada beberapa eyd yg kurang tepat~ Kalo gasalah aku pernah mampir ke blog kamuu, cm skrg aku ganti nickname. Keep writing yaa 🙂

  4. Pingback: [3rd chapter] PLAYER – Tochterqua | SAY KOREAN FANFICTION·

  5. Huhuhu…makin seru aja
    Ah si haneul pakek acara mabuk segala
    Jadi ahra anaknya ayah kandungnya haneul
    Next chapter ya thor…

  6. Apa yeol tetap memegang teguh janji nya kalo dia gk bakal nyentuh haneul? Apa lgi haneul kyk gitu kan gara2 mabuk._. Jd maklum kalo otaknya lgi gk bener wkwkkw
    Tpi gila si player yeol ‘sedikit’ bisa menahan diri hahahha trnyta haneul pny pengaruh besar dlm hidupnya

  7. Baru tau ff ini udah dilanjutin 😀 aku nungguin ff ini dilanjutin sampe lupa ceritanya gimana 😀 tp gpp aku tau author pasti sibuk. Untuk kedepannya keep writing and fighting!

  8. hmmm iya juga ya kalo dipikir2 ahra yang banyak gak enaknya di sini. jodohin aja ahra sama mark atau anak exo yang lain. hehehe… wah kayanya si haneul bakalan pecah sama chanyeol wkwkwkkwww… lanjut baca ^^

  9. iyaa kak disini kok jadi ahra yaa yg kasiann,.kurang baik apa coba..??? masa iya haneul mo menghianati ketulusan ahra..?? chanyeoll dg sikap playernya..
    tp knpa aq setuju aja yeoll ma haneull ohhh astagaaa..uda kena racun mereka berduaa niiii..& knpa haneul hrs mabukk segalaaaaa…

  10. Aku nunggu ff ini kok.. Tdinya cuma mau cek doang, trus aku sadar foto author dah ganti jadi aku klik dan ternyata dah update..
    Eh?/ kok malah curhat y? *plakk
    Ok next thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s