New Start, New Obstacle (Part II) – SangHun’s Story Series by bluelu bird

exo-exo-k-exo-k-oh-sehun-favim-com-12581671

| Title : New Start, New Obstacle (Part II) | Author : bluelu bird | Cast : Kim Sang Eun , Oh Sehun , etc | Genre : Romance, Marriage life, Family, Comedy ( failed ) | Rating : PG 17 | Length : Series |

List : Sleeping Photoshoot | Pervert Devil Game | Saturday Night | Jealous Eun | Peeking Day | Triple Rain | Time To Have A Baby! | Is She Pregnant? | The Dad-To-be | You and Me Plus HimNew Start, New Obstacle (Part I) | New Start, New Obstacle (Part II)

Personal blog : http://www.icrecreamlibrary.wordpress.com

Disclaimer : Storyline is pure mine. Don’t be plagiator, please.

Enjoy reading~

.

I love you both so much, that’s all you need to know and remember

.

.

Sehun menghela nafasnya untuk kesekian kalinya. Menatap nanar berkas-berkas berserakan di mejanya. Ugh, entah kenapa kesuksesan perusahaannya malah seperti kutukan baginya. Kutukan karena ia tak bisa menemui istri dan anaknya.

“Aku bisa gila, I miss them so much” ujar Sehun frustasi.

Seorang gadis tubuh semampai dan wajah polosnya menatap Sehun prihatin. Ia menjadi saksi seberapa besar kasih sayang Sehun pada Sang eun juga Sang hun. Dan well ia juga menyukai kedua orang berarti dalam hidup Sehun itu. Bahkan mengagumi mereka sebagai panutan keuarga terbahagia yang pernah ia tahu.

“Aku turut berduka” ujar Yoon He Mi, sekretaris Sehun yang sedari tadi berdiri tegak di sisi ruangan memperhatikan Sehun.

“Memang ada yang meninggal?” tanya Sehun dengan wajah datarnya sambil mendongak sekilas ke arah He mi.

“Tidak, tapi wajahmu lebih menyedihkan dari keluarga orang meninggal” Sehun menatap dingin He mi. Yah, entah kenapa sekretarisnya itu tidak takut sekali padanya dan ia juga sangat dekat dengan Sang eun.

“Terima kasih, Yoon He Mi-ssi” ujar Sehun sarkastik.

“Sama-sama” ujar He mi ringan, lalu kembali memperhatikan berkas-berkas di tangannya.

“Kau. Kenapa di sini? Selama yang kutahu kau mendapat tempat, meja, ruangan yang nyaman untuk dirimu sendiri” ujar Sehun dingin. Well, kutukan-nya memiliki pengaruh besar pada mood Sehun. Dan salah satu penanggung imbasnya adalah Hemi.

“Kau amnesia, sajangnim? Kita sedang menunggu Mr. Joe dari Sky Company untuk membicarakan kerjasama yang ditawarkan perusahaannya”

“Benar. Rasanya aku ingin menjual perusahaan ini saja pada orang lain agar aku bisa bersama mereka seumur hidupku” gumam Sehun. Hemi mengerutkan alisnya sejenak mendengar perkataan Sehun.

“Kau tidak bisa melakukannya. Kau tahu itu” ujar He mi to the point. Oh, tidak bisakah sekretarisnya itu mengatakan kata-kata manis seperti sekretaris pada umumnya? Ia mulai membuat Sehun kesal.

“Itu perumpamaan.Perumpamaan, He mi-ssi” ujar Sehun penuh penekanan. He mi terkekeh sejenak melihat wajah kesal Sehun. Ah, ia mulai berandai jika Sang eun ada bersamanya melihat Sehun sekarang pasti akan menyenangkan.

“Aku harap ini semua cepat selesai. Aku juga merindukan Sang eun eonni” ujar He mi penuh sesal. Yang membuat Sehun teringat lagi pada istrinya itu.

“Itu hal pertama yang kau ucapkan yang sangat berarti dan tidak menyinggung hari ini” gumam Sehun pelan sambil menerawang langit-langit ruangannya.

He mi membuka handphone-nya yang bergetar di saku tanpa mengindahkan ucapan Sehun. Sesaat kemudian ia membalas pesan yang diterimanya dari bawahannya di kantor itu. Jiwanya kembali sebagai sekretaris utama perusahaan besar yang sangat profesional.

Mr. Joe sudah datang” Sehun mengangguk sekilas, memberikan isyarat pada He mi untuk mempersilahkan tamunya masuk.

Tak lama seorang pria berwajah campuran antara oriental dan kebarat-baratan memasuki ruangan dengan seorang pria lain yang sepertinya adalah sekretarisnya. Sehun segera bangkit dari duduknya menjabat tangan kedua pria tersebut, lalu mempersilahkannya duduk.

“Jadi-“

“Bisa kubaca berkas-berkas proposal dan rencana kerjasamanya?” tanya Sehun to the point. Pria itu sedang tidak dalam mood untuk beramah tamah atau berbasa-basi sama sekali. He mi yang melihatnya hanya bisa meringis ikut prihatin.

Sehun membaca berkas-berkas yang diberikan dengan saksama. Pria itu membolak-balik kertas di tangannya berkali-kali. Menimang- nimang keputusan yang terbaik yang harus dibuatnya.

“Aku rasa ini cukup bagus. Anda bisa langsung menyiapkan kontrak perjanjian kerjasama bersama sekretaris saya” ujar Sehun lagi-lagi to the point dan dengan nada dingin tapi tetap sopan dan penuh kharisma. Tapi kali ini dua orang pria itu tersenyum mendengar perkataan Sehun.

“Sekretaris saya bisa langsung menyiapkannya sekarang” ujar Joe Park sambil tersenyum.

“Tentu, lebih cepat lebih baik”

Sekretaris Joe segera bangun dari duduknya, menatap He mi malu-malu. Ugh, bahkan pipinya mulai tersipu.

“Oh, maaf anda mengurusnya bukan denganku. Silahkan keluar, sudah ada yang siap membantu anda. Dan tolong jangan menatap karyawan lain seperti itu di perusahaan kami” ujar He mi datar dan tegas.

Kedua pimpinan perusahaan tidak mendengar perkataan He mi karena mereka berdiri cukup jauh dari keduanya. Rasanya sekretaris Joe mendapat pukulan telak dari He mi. Dengan kesal pria itu berjalan keluar dari ruangan.

“Ah, untuk merayakan kerjasama bagaimana kalau kita minum-minum. Aku juga dapat menyiapkan wanita untuk kota berdua” Sehun terdiam di tempatnya, melirik ke arah He mi yang juga tak kalah terkejutnya.

“Maaf aku tidak ada waktu untuk itu”

“Ah, ayolah kita juga butuh bersenang-senang”

“Aku sudah mempunyai istri”

He mi yang berdiri di dekat pintu menatap kedua pria itu dengan khawatir sekaligus marah. Ia marah pada laki-laki kurang ajar itu dan khawatir pada Sehun. Ia tahu Sehun mulai marah. Dan akan sangat berbahaya jika amarah Sehun meluap nantinya.

“Istri? Aku juga sudah punya satu. Tapi apa salahnya kita bersenang-senang? Semua laki-laki juga seperti itu, iya kan?” Joe tertawa pelan pada kalimatnya sendiri tanpa menydari tatapan dingin Sehun padanya.

“Saya sama sekali tidak setuju dengan anda” ucapan dingin Sehun membuat Joe seketika terdiam.

“Anda bisa keluar dari sini sekarang juga” ujar Sehun datar sambil berjalan kembali menuju meja kerjanya.

“Ah, tapi kontrak-“ Joe kembali terdiam sejenak. Lalu pria itu kembali tersenyum getir.

“Ah, aku akan menunggu sekretarisku di luar dan anda bisa menan-“

“Tidak. Maksudku anda keluar dari perusahaan ini” ujar Sehun sambil tersenyum dingin.

“Tapi kontraknya? Anda tahu kan dengan bersikap seperti ini hubungan peru-“

“Aku tidak peduli dengan hubungan perusahaan kita. Perusahaanmu yang membutuhkan perusahaan kami. Dan kontraknya, ah, maafkan aku tapi lupakan saja. Aku tidak akan menerima kerjasama ini” ujar Sehun dingin.

“Kau-“ He mi menahan tangan Joe cepat. Menatap pria itu tak kalah dinginnya.

“Silahkan keluar”

Joe terdiam sejenak di tempatnya. Lalu tertawa penuh amarah.

“Sungguh kekanakan! Perusahaaan apa ini?! Sombong sekali. Memutuskan perjanjian tanpa alasan seolah perusahaanmu paling besar di sini!” ejeknya sambil menatap Sehun datar.

“Aku memiliki alasan. Bagaimana aku bisa bekerjasama dan percaya dengan perusahaan yang bahkan pemimpinnya tidak bisa setia pada istrinya sendiri?” ucapan sarkastik Sehun bagaikan pukulan telak bagi Joe. Pria itu terdiam dan melangkahkan kakinya cepat penuh amarah keluar dari ruangan.

“Ah, Joe Park-ssi” Joe menghentikan langkahnya tepat di depan pintu saat mendengar panggilan Sehun.

“Perusahaan kami memang yang paling besar. Bukan hanya seolah” ujar Sehun sambil tersenyum miring. Joe segera keluar dari ruangan dan membanting pintu ruangan Sehun.

Sajangnim-“

I’m okay”

Sehun menghela nafasnya sejenak. Tak menyadari kehadiran seseorang yang baru saja memasuki ruangannya.

“Sehun-ah” Sehun mendongakkan kepalanya menatap ke arah sumber suara.

“Ri young-ah” gumam Sehun pelan.

“Aku sudah mendengar semuanya. Ada yang harus kukatakan padamu” Sehun menaikkan sebelah alisnya. Pasti ada yang sangat penting karena Ri young tak akan mendatanginya hanya karena masalah sepele saat ia tahu bahwa Sehun sedang sangat sibuk.

“Apa?”

-SangHun-

Sehun melajukan mobilnya pada kecepatan tinggi, persetan dengan pekerjaannya atau pengemudi lain yang mungkin menyumpahinya saat ini. Ia harus segera menemui Sang eun. Harus.

“Sehun-ah, kami mengunjungi Sang eun agar dia tidak kesepian. Niat kami memperkenalkannya pada dokter bar di rumah sakit juga. Tapi malah ia mengatakan hal-hal aneh”

“Hal aneh? Maksudmu?”

“Seperti yang orang tadi katakan. Bahwa semua pria-“

“Bagaimana keadaannya?”

“Ia percaya padamu. Tapi Sehun-ah, meskipun ia percaya padamu hatinya tidak akan baik-baik saja setelah kejadian itu. Ia membutuhkanmu”

“What have I done?”

Mobil Sehun berhenti di pekarangan rumahnya. Pria itu segera turun dari mobil, berlari ke dalam rumah.

“Sang eun-ah!” panggil Sehun sambil mencari-cari seisi rumah.

Kaki pria itu terenti saat melihat wanitanya itu berdiri tepat di depan pintu kamar. Perlahan ia mendekati Sang eun.

Eoh. Kenapa sudah pulang dan ada apa dengan-“

Grep

“Berhenti bertingkah kau baik-baik saja, bodoh” bisik Sehun pada telinga Sang eun.

Sang eun terdiam dalam pelukan Sehun. Benar, dirinya tidak baik-baik saja.

Then, what should I do?” ujar Sang eun lirik dengan suara paraunya.

Sehun melonggarkan pelukannya lembut. Menatap mata istrinya yang berkaca-kaca. Sehun tahu Sang eun kuat, but even the strongest woman can cry too. Dilingkarkan tangan Sehun di pinggang Sang eun dan ditempelkan dahinya pada dahi Sang eun. Menatap mata wanitanya dalam-dalam.

“Terima kasih karena sudah percaya padaku”

“Tapi kau tahu apa yang membuatku paling marah, khawatir, dan terluka?”

Sang eun menatap Sehun dalam diam. Ia menggelengkan kepalanya perlahan. Rasanya lidahnya kelu untuk mengatakan apapun.

When I see you hurt” ujar Sehun yang terdengar lebih seperti bisikan bagi Sang eun. Air mata Sang eun mengalr setetes demi setetes dengan tangan Sehun yang mengusap air matanya perlahan penuh kasih sayang.

I-I don’t know. Kepalaku terus berpikir bagaima jika ini dan bagaimana jika itu. Aku tak tahu kenapa. Yang kuragukan buka kau, tapi diriku sendiri

Sehun terdiam di tempatnya. Itu pertama kalinya wanitanya yang kuat itu, yang keras itu, menangis seperti anak kecil yang begitu jujur di tempatnya. Salahnya karena meninggalkan mereka begitu lama. Salahnya karena membuat wanitanya khawatir. Salahnya karena…. entahlah, Sehun merasa semuanya adalah salahnya. Semua.

“Sudahlah, jangan menangis

Sehun memeluk Sang eun pelan, menepuk-nepuk kepalanya lembut. Seperti seorang ayah yang sedang menenangkan anak perempuannya yang sedang menangis.

“Aku bersalah, ibu. Apa yang kau inginkan dariku, ibu?” ujar Sehun dengan nada yang dibuat-buat seperti anak kecil.

Nothing”

“Hei, aku bertanya dan aku harus menjawabnya dengan jujur!” protes Sehun dengan wajah memberengut lucu. Sang eun terdiam sejenak, berpikir.

Well… just make a little time for us” Sehun melepaskan pelukannya. Lalu menangkup wajah Sang eun dengan kedua tangannya.

“Kenapa hanya sedikit? I will give you a lot!” Sang eun terdiam sejenak, menatap polos Sehun.

“Jangan bicara omong kosong. Kau harus bekerja untuk mendapatkan uang” Sehun terdiam di tempatnya. Ugh, tidakkah istrinya itu terlalu jujur? Dan lagi ia mengatakannya dengan wajah polosnya itu.

“Kau terlalu jujur” gumam Sehun pelan. Sang eun terkekeh pelan, lalu mencium pipi Sehun sekilas.

Sang eun melangkahkan kakinya meninggalkan Sehun yang masih berdiri di tempatnya dengan terus memperhatikan gerak-gerik Sang eun. Ia berjalan menuju kamar Sang hun dengan senyum manisnya. Sehun tersenyum menatap Sang eun yang berjalan menjauhinya, lalu dengan langkah santai ia mulai berjalan mengekori Sang eun.

Grep

Sehun memeluk Sang eun dari belakang saat mereka berdua tepat berada di depan box tidur Sang hun. Mereka berdua tersenyum melihat wajah damai Sang hun yang sedang tertidur.

I love both of you so much” bisik Sehun pada telinga Sang eun.

“Jika Sang hun bisa bicara, ia akan berkata ‘I love you too, dad’”

Sehun tersenyum mendengar ucapan Sang eun. Sang eun membalikkan badannya, menatap Sehun dengan senyum jenaka.

“Tapi ia pasti akan berkata juga ‘But I love mom more than you, dad’” Sang eun menjulurkan lidahnya sekilas sambil terkekeh, lalu berlari menjauhi Sehun.

Grep

Dengan mudah Sehun kembali meraih tubuh Sang eun dan memeluknya dari belakang.

I love you both so much, that’s all you need to know and remember

“A-ada apa denganmu?” ujar Sang eun dengan kepala menunduk. Berusaha menyembunyikan wajahnya yang mulai memerah.

“Aku akan menyiapkan makanan untukmu” ujar Sang eun sekilas sebelum meninggalkan Sehun sendirian di kamar Sang hun.

Perlahan Sehun mendekati box Sang hun. Ia berdiri dengan tangannya yang bersender pada pinggiran pagar box. Menatap anaknya itu dengan senyum manis.

“Tak masalah jika kau lebih menyayangi eomma, nantinya. Karena ia wanita special yang juga sangat appa sayangi. Kita akan menyayanginya dan menjaganya bersama-sama. Cepatlah besar, Mr. Oh junior!”

***

“Ya, Yoon Bomi! Apa yang kau lakukan hah?!” teriak seorang wanita berjubah dokter yang sedang ditarik paksa oleh dua orang security di sebuah rumah sakit. Ugh, bahkan semua pasien dan pengunjung rumah sakit tercengang melihatnya.

Bomi berdiri dengan senyum puas, sambil terus memperhatikan kepergian wanita itu. Oh, bahkan ia melambaikan tangannya padanya.

Apa dokter itu melakukan mal praktek?”

“Apa dia melakukan korupsi?”

“Mungkin dia opnum penjual organ tubuh manusia yang menyamar”

“Mungkin ia berusaha mencuri sami dokter itu”

Bomi berjalan santai menyusuri koridor. Telinganya mendengar segala gumaman orang-orang yang dilewatinya. Tapi ia tidak menghiraukannya. Cenderung puas malah.

Ya, Yoon Bomi!” Bomi menghentikan langkahnya mendengar suara yang dikenalnya.

Ri young berlari dengan jubah dokternya ke arah Bomi yang berdiri dengan memasukkan kedua tangannya di jubah dokternya.

“Apa yang kau lakukan?!” tanya Ri young sambil mengguncang bahu sahabatnya itu. Kelakukannya sungguh tak terduga kali ini.

“Mengantar dokter Han Ha Ri yang dikeluarkan dari rumah sakit ini” jawab Bomi santai.

“Kau mengeluarkannya?” Bomi tertawa kecil mendengar pertanyaan Ri young.

“Memang aku punya kekuatan apa untuk melakukan itu? Aku hanya memberikan saran untuk mengeluarkannya”

“Maksudmu?”

Well, ia sudah melakukan kesalahan dalam pemeriksaan dan pemberian obat pada pasien dan itu berakibat sangat fatal. Direktur membicarakannya padaku, jadi aku menyarankan saja agar dia dikeluarkan” Ri young terdiam sejenak. Berusaha mencerna kalimat Bomi.

“Jadi bukan karena Sang eun?”

“Ya, karena itu juga. Aku tidak menyukainya sama sekali. Lagipula ini menyenangkan mengusir antagonis!” ujar Bomi senang, lalu berjalan menjauhi Ri young yang masih menatapnya tak percaya.

Ya, Yoon Bomi!”

***

 Hello

Ini abal-abal banget

Gak tahu feelnya dapet apa gak, niatnya mau nunjukin sisi manisnya Sang eun aja soalnya banyak yang bilang Sang eun galak

Cheeesy overdose 😂 Cheesy nya penuh makna kok, ambil sisi baik dari cheesy side-nya (?)

Yang mau mampir ke personal blog Lu di sini ya http://www.icrecreamlibrary.wordpress.com

Kalau mau nyari lanjutan series ini yang lebih cepet di personal blog aku gak adaya._. Series SangHun cuma di sini doang😀

Personal blog aku isinya fanfiction lain, ada juga fanfiction chaptered asal mula SangHun (mungkin ada yang udah baca._.) dan lain-lain

Thanks for reading

Maaf banyak kekurangan

Regards,

bluelu bird

 

56 responses to “New Start, New Obstacle (Part II) – SangHun’s Story Series by bluelu bird

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s