Secret With Daddy! – SangHun’s Story Series by bluelu bird

PicsArt_12-27-10.02.18[1]

| Title : Secret With Daddy! | Author : bluelu bird | Cast : Kim Sang Eun , Oh Sehun , etc | Genre : Romance, Marriage life, Family, Comedy ( failed ) | Rating : PG 17 | Length : Series |

List : Sleeping Photoshoot | Pervert Devil Game | Saturday Night | Jealous Eun | Peeking Day | Triple Rain | Time To Have A Baby! | Is She Pregnant? | The Dad-To-be | You and Me Plus HimNew Start, New Obstacle (Part I) | New Start, New Obstacle (Part II) | Secret With Daddy!

Personal blog : http://www.icrecreamlibrary.wordpress.com

Disclaimer : Storyline is pure mine. Don’t be plagiator, please.

Enjoy reading~

.

It’s secret okay?

.

.

Sang eun menggeliat kecil di kasurnya, merasa terusik degan cahaya yang mulai memasuki matanya. Perlahan ia membuka matanya, mengedipkannya beberapa kali untuk menyesuaikan matanya dengan cahaya.

Matanya menangkap wajah Sehun yang berada tepat di depan wajahnya. Sangat dekat. Bahkan Sang eun bisa merasakan nafas Sehun di wajahnya. Tangan Sehun melingkar lembut di pinggang Sang eun, seolah tak ingin melepasnya pergi. Atau pria itu kira Sang eun adalah guling tidurnya.

Senyum simpul terukir jelas di wajah Sang eun. Wanita itu memperhatikan dengan saksama wajah suaminya. Well, semenjak kejadia itu suaminya menjadi lebih sering di rumah dan er…. manja. Bahkan sama manjanya dengan Sang hun.

Cup

Sang eun mengecup pelan pipi Sehun, lalu dengan hati-hati dilepasnya tangan Sheun dari pinggangnya.

Grep

Sang eun terkesiap di tempatnya. Baru saja ia akan bangun tapi sepasang tangan besar menahannya dengan sekali tarik. Oh Sehun tersenyum puas melihat wajah Sang eun yang amat dekat dengan wajahnya. Tangannya memeluk erat pinggang Sang eun tanpa berniat melepasnya sama sekali.

Morning” ujar Sang eun kaku. Ugh, ia dapat merasakan pipinya mulai memerah. Oh, tidak bisakah suaminya itu berhenti menggodanya? Bukannya tidak suka, she’s just shy.

“Morning” jawab Sehun ringan sambil tersenyum manis. Oh, tentu saja ia menikmati situasinya dengan Sang eun sekarang. Semuanya terlihat jelas dari ekspresi wajahnya itu.

“Aku membuatmu terbangun? Maaf-“

“Tidak-tidak. Aku sudah bangun sejak kau menatap wajahku tadi” Sang eun terdiam di tempatnya. Ugh, Sehun mengerjainya lagi.

“Okay. So, let me go now” ujar Sang eun lembut. Sehun hanya tersenyum, semakin mengeratkan pelukannya.

Not yet. Kenapa kau mencium pipiku?”

“Kau tidak mau? Ya sudah, lupakan saja”

It’s not that. You know what I mean, Oh Sang Eun-ssi” Sang eun terdiam di tempatnya. Memikirkan perkataan Sehun. Sungguh ia tidak mengerti apa yang Sehun maksud saat ini.

I don’t know” jawab Sang eun jujur. Dan ugh, wajah polosnya itu membuat Sehun ingin memeluknya sepanjang hari.

“Baiklah, biar aku yang lakukan”

Cup

Sehun menempelkan bibirnya di bibir Sang eun cukup lama. Lalu pria itu melepasnya perlahan, tersenyum manis melihat reaksi Sang eun yang terdiam dengan wajah polosnya. Diacaknya rambut Sang eun lembut dengan gemas.

Why are you so cute? You already have a son though

“A-a-aku akan membuat sarapan”

Sang eun melepaskan pelukan Sehun yang mulai mengendor dengan cepat, berlari kecil menuju kamar Sang hun. Sehun terkekeh kecil, lalu berjalan santai mengekori istrinya itu.

“Oh? Kau sudah bangun” Sang eun memperhatikan Sang hun dengan senyum lebar. Mata anaknya itu sudah membuka lebar. Ia tersenyum pada Sang eun seolah menyambut kedatangan ibunya itu. Oh, Sang eun rasanya ingin sekali menciumi anaknya itu tanpa henti. Ia terlalu menggemaskan.

“Kenapa kau diam saja padahal sudah bangun, heum?” Sang eun membawa Sang hun dalam gendongnya. Menekan-nekan hidung Sang hun gemas dengan hidungnya sendiri.

Biasanya Sang hun akan merengek tidak jelas dengan suara kerasnya saat bangun. Ia memang biasa tidak menangis sama sekali. Tapi akhir-akhir ini ia diam saja sebelum dihampiri Sang eun. Entah apa yang Sehun katakan pada anaknya itu.

“Tentu saja ia tahu kalau orang tuanya butuh waktu berdua yang romantis di pagi hari” ujar Sehun dari pintu sambil mengedipkan matanya pada Sang hun.

Sang hun tertawa lucu mendengar ucapan Sehun. Membuat Sang eun menciumnya gemas berkali-kali.

Can’t you do it to me too?” Sang eun menoleh ke arah Sehun yang memasang wajah melasnya di pinggir pintu. Sang eun menggelengkan kepalanya lucu sambil memainkan tangan Sang hun, melambai-lambaikannya seolah Sang hun juga melarangnya.

“Kejam” gumam Sehun kesal.

Sang eun kembali menatap Sang hun yang menatapnya polos. Desahan khawatir lolos begitu saja dari mulutnya.

“Apa yang harus kita lakukan? Dia lusa sudah berumur satu tahun, tapi ia belum bisa bicara dan berjalan juga” ujar Sang eun khawatir. Tampak jelas raut wajah sedih keibuan dari wajahnya.

Seharusnya anaknya itu bisa berjalan dengan baik. Seharusnya anaknya itu sudah bisa bicara. Memanggil namanya dengan lucu. Menimpali pembicaraan mereka meskipun hanya sedikit. Pikirannya selalu berkecamuk saat teringat hal itu.

Rasanya Sang eun ingin menangis memikirkan Sang hun. Terkadang ia merasa sudah menjadi ibu yang gagal. Untuk apa ia menjadi dokter kalau anaknya sendiri tidak bisa diurus dengan baik.

Bahkan jika Sang hun memanggilnya ibu sekali saja, meskipun dengan suara lirih dan pengucapan tidak jelas, sedikit itu saja ia pasti akan senang.

Sehun terdiam sejenak. Lalu berjalan pelan mendekati istrinya itu, memeluknya lembut dari belakang.

“Dia akan bicara panjang lebar padamu saat ulang tahunnya” ujar Sehun sambil mengedipkan matanya pada Sang hun. Sayangnya Sang eun tidak melihatnya, ia hanya berpikir bahwa Sehun ingin menghiburnya.

“Semoga saja”

-SangHun-

Sehun dan Sang eun berjalan berdampingan keluar dari kamar Sang hun dengan Sang hun di gendongan Sehun.

“Aku akan ke dapur menyiapkan sarapan” ujar Sang eun sekilas sambil menoleh ke arah Sehun. Dan pada saat itu pula Sehun mencium pipinya cepat, lalu sgera berjalan menjauh menuju ruang tamu dengan Sang hun.

Sehun memainkan tangan Sang hun. Melambai-lambaikannya ke arah Sang eun yang memberengut lucu.

“Semangat memasak eomma” ujar Sehun dengan suara yang dibuat-buat, membuatnya seperti Sang hun yang mengatakannya. Membuat Sang eun tersenyum melihatnya. Lalu kembali berjalan ke ruang tamu.

Sehun menoleh ke belakang, memastikan Sang eun tidak melihatnya. Lalu menurunkan Sang hun dari gendongannya. Tapi tidak di sofa. Di lantai yang agak jauh dari sofa. Lalu ia berjalan meninggalkan Sang hun dan duduk tepat di depan sofa.

“Sang hun-ah, cepat kemari” ujar Sehun lembut sambil merentangkan tangannya.

Dan  Sang hun berjalan, degan langkah kecilnya yang cepat ke arah Sehun. Saat tepat berada di depan Sehun, Sang hun menjatuhkan tubuhnya dengan sengaha, berhambur ke tangan ayahnya itu.

“Kau semakin lihai berjalan” puji Sehun sambil menyodorkan telapak tangan besarnya di depan Sang hun. Tangan kecil Sang hun bergerak menempelkan tangannya dengan tangan Sehun.

Eum, appa” ujar Sang hun pelan.

“Coba ambilkan appa buku di meja itu” Sang hun segera berjalan perlahan ke arah meja yang cukup jauh darinya, meraih meja pendek itu dan mengambil buku yang diminta Sehun. Lalu berjalan kembali ke arah Sehun sambil tersenyum lebar. Sehun memperhatikan gerak-gerik Sang hun dengan senyum yang tak kalah lebarnya. Memuji dirinya sendiri sebagai ayah di dalam hati.

Hoho, aku memang guru dan ayah yang baik

“Sarapan su-”

Sehun terkesiap mendengar suara Sang eun di belakangnya. Pria itu segera berbalik kepada istrinya. Apa Sang eun melihat Sang hun berjalan? Jika ia melihatnya maka hancurlah rencana-nya.

E-eoh”  ujar Sehun sambil tersenyum getir, Sang eun menatap intens Sehun. Lalu berjalan melewati Sehun, menuju ke Sang hun. Jantung Sehun berdegup kencang, takut-takut jika Sang eun melihat Sang hun berjalan.

Habis sudah. Gagal rencana kami.

“Kenapa kau meninggalkan Sang hun di lantai?” Sehun lagi-lagi terkesiap. Kebingungan. Tapi tetap berusaha menetralkan ekspresinta.

Ia melihat Sang hun terduduk dengan wajah polosnya di lantai. Dan Sang eun membawanya perlahan dalam gendongannya.

Sang eun tidak melihat Sang hun berjalan?

Ia berjalan perlahan ke arah Sehun, lalu memberikan Sang hun kembali Sehun dengan hati-hati. Menciumnya sekilas sebelum meninggalkannya. Membiarkan Sehun menatap mereka dengan iri.

Jika saja Sehun sedang tidak khawatir dan gelisah jika rencananya ketahuan, maka ia pasti sudah merengek pada Sang eun.

“Jangan membiarkannya bermain di lantai, dia bisa masuk angin” ujar Sang eun sekilas, lalu kembali berjalan ke dapur.

“Cepat kemari” panggil Sang eun dari meja makan.

Sehun masih terdiam di tempatnya. Menatap Sang hun intens, antara penasaran sekaligus bingung.

Eomma tidak melihatmu berjalan?” Sang hun menggeleng pelan sambil tersenyum lucu.

“Bagaimana bisa?” gumam Sehun pelan. Bertanya pada dirinya sendiri.

“Langsung duduk” ujar Sang hun lucu dengan pengucapannya yang masih belum jelas.

Oh, tentu saja Sang hun yang pintar tahu apa yang harus dilakukannya. Ia menuruni kepintaran orang tuanya.

“Anak pintar” Sehun mengelus sayang rambut Sang hun, sedangkan anaknya tak hentinya tersenyum.

“Sudah jelas kau menuruni kepintaran appa mu ini, little Oh” ujar Sehun setengah bangga pada Sang hun dan setengah bangga pada dirinya sendiri.

“Kita akan beritahu eomma saat ulang tahunmu lusa. It’s secret, okay?”

“Lahasia!”

***

Hello

Sang hun udah mau satu tahun aja, hehe

Oh ya, Lu mau ngasih tahu kalau Lu ngerubah beberapa hal di series sebelumnya. Kalau mau baca ulang silahkan, kalau gak gapapa juga. Perubahannya dikit doang kok._.

Maaf banyak kekurangannya

Thanks for reading

Regards,

bluelu bird

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

64 responses to “Secret With Daddy! – SangHun’s Story Series by bluelu bird

  1. Aahhh lucu banget si sanghun ampun dehh ><
    Pinter banget juga nih si ayah dan anak haha

    Waw jd sangeun bakal dikasih surprise nih dr sehun dan sanghun di ultah pertama nya sanghun nnt??

    Ditunggu next series nyaa ^^ fighting!!

  2. Ih pinter banget sih si Sanghun,anak siapa coba(?)
    Kecil-kecil udah bisa ngerjain eommanya, bikin gemess

  3. Pingback: First Candle – SangHun’s Story Series | SAY KOREAN FANFICTION·

  4. Pingback: Gentleman’s Breakfast | SAY KOREAN FANFICTION·

  5. Demi apapun! Aku ikut nahan napas waktu Sanghun hampir kepergokbisa jalan. Oh ya ampun duo Hun benar-benar ini!
    Tapi aku ikut senang aja. Sehun perhatian banget ihh.

  6. Pingback: Mission! Follow Mom (1)- SangHun’s Story Series by bluelu bird | SAY KOREAN FANFICTION·

  7. Pingback: Airport and Plane- SangHun’s Story Series by bluelu bird | SAY KOREAN FANFICTION·

  8. Pingback: Hug In Baby Carrier- SangHun’s Story Series by bluelu bird | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s