The Replacement for Cinderella (Part 1)

wpid-trfc

The Replacement for Cinderella

By: Terastory

Cast : Kim Jongin, Lee Hyeri, and Bae Sumin

Credit poster : Chioneexo

2015 © Terastory

Summary : Semua orang kira Cinderella dalam kisah ini adalah Bae Sumin, punya ibu tiri dan kakak tiri jahat, tidak menjadikannya Cinderella yang baik hati. Ketika pangerannya datang dalam bentuk perjodohan, Sumin tidak menginginkan Kim Jongin yang ‘keterbelakangan mental’ sebagai ksatria berkuda putihnya. Dia menolak keras perjodohan, dan lari dari rumah, membiarkan Hyeri, kakak tirinya mengalah dan menjadi ‘Pengganti’ untuk posisi Cinderella yang kosong.

.

.

.

Pemakaman dan Hujan.

Agaknya menjadi perpaduan yang terlalu melankolis di sini.

Yang menangis hanya dua orang dari si tiga wanita yang hadir di sana. Oh, ya ampun. Gadis remaja yang memegang payung saja sampai memutar kedua bola matanya melihat tingkah sang ibu. Jujur saja, dia pandai berakting seperti pemerannya Les Misarables.

Enggak lama, wanita itu berdiri, menyeka airmata ‘palsunya’, lalu berbisik ke gadis remaja yang bahkan tidak kelihatan sedih sama sekali untuk kehilangan anggota keluarga mereka hari ini. “Aku tidak percaya dia meninggalkan hutang dan juga anak gadisnya! Sungguh tidak berguna!” caci wanita itu dalam bisikannya.

“Kau dan hormonmu yang membuat kita terjebak dalam situasi ini, tidak ingat umur, aku malu punya ibu yang janda lima kali.” Kata si gadis remaja penuh sarkasme.

“Ya! Lee Hyeri, kembali anak kurang ajar!”

Mereka berjalan meninggalkan pemakaman itu, tidak perduli soal gadis remaja lain yang masih bertumpu di depan makam seorang pria—ayah dan suami yang sangat mereka (atau hanya dia) cintai—Bae Yongjoon baru saja meninggalkannya di dunia ini. Tidak seorang diri juga, dia masih punya ibu dan kakak tiri yang jahatnya sekelas Maleficent.

Dari jarak 10 meter pun, Bae Sumin bisa mendengar gerutuan-gerutuan ibu tirinya yang menyalahkan soal hutang-hutang perusahaan ayahnya. Ini menyebalkan, dia mimpi apa sih jadi upik abu buat Lee Hyeri dan ibunya Kim Yoojin.

Menghapus airmatanya, Sumin memutuskan dia enggak akan pulang ke rumah itu, dia akan datang ke rumah Choi Jinri dan memaksa menginap di sana. Ketimbang terjebak dua puluh empat jam dan menambah daftar minggunya yang ‘tidak-terduga-dan-super-kacau’.

.

.

.

Kisah ‘Cinderella’ Sumin dimulai ketika umurnya ada di angka 12 tahun. Ayahnya adalah seorang duda keren dan kaya, anak itu berpikir hanya akan ada mereka berdua untuk selamanya setelah sang ibu meninggal.

Tetapi,tidak semua harapan itu sesuai kenyataan.

Sumin sadar ayahnya waktu itu masih sangat muda dan membutuhkan seorang pendamping ditengah hidupnya yang sibuk dan kesepian. Perhatian dari seorang anak perempuan pun dirasanya mungkin tidak cukup, dia butuh sosok dewasa lain yang bisa menjadi tempatnya berkeluh kesah—hal yang sampai sekarang tidak dimengerti olehnya.

Itu terjadi saat ayahnya membawa seorang wanita bernama Kim Yoojin dan seorang anak perempuan seusianya yang dipanggil Hyeri.

“Mereka akan menjadi ibu dan saudara barumu, kau senang Sumin?”

Tidak ada terompet atau lonceng yang menggema di telinga Sumin, semua lebih seperti halilintar yang menyambar ke arahnya.

“Ya tentu!” –tidak.

Bayangan soal ibu tiri dan saudari tiri yang suka memerintah, merebut perhatian, dan pikiran negatif lainnya memenuhi kepala Sumin. Dia selalu memohon ayahnya untuk tetap di rumah bersamanya dan mengabaikan soal perusahaan. Namun, pria itu bahkan tidak mengatakan apapun kecuali menyuruhnya bermain dengan Hyeri yang kerjaannya cuma mendengarkan musik alternatif rock dari headset pinknya atau merusak koleksi boneka barbienya sampai rambut mereka botak.

Mereka memang suka memerintah Sumin, berbicara dengan nada tinggi sampai mengerjainya, namun tidak pernah bermain fisik.

Lee Hyeri pernah melakukannya, tapi cuma menjambak rambutnya karena dia tidak sengaja menumpahkan air di atas laptopnya sampai jajaran keyboard itu rusak—sumpah, dia tidak sengaja!

Dan sampai sekarang dia tidak mau lagi berdekatan dengan Hyeri, dia selalu merasa ada yang salah dengan saudari tirinya itu.

Lalu ditambah kematian ayahnya bersama perusahaan yang terlilit hutang besar, apalagi yang lebih bagus? Dengan adisi saudara tiri juga ibu tiri yang sama-sama kriminal. Her life is a damn shitty hell hole!

“Berhenti merokok, Sumin!” Jinri merebut sepuntung rokok yang sudah beberapa kali Sumin hisap lalu mematikannya ditanah dengan alas sepatunya.

“Jin, jangan jadi seperti mereka, please?”

“Semuanya memang membuat frustasi, tapi rokok itu bisa merusak badanmu.”

“Biarkan saja, akan lebih baik kalau aku mati menyusul ayahku yang keparat itu!”

“Bae Sumin!” Choi Jinri memekik. Dia tidak suka sahabatnya itu bicara demikian.

“Apa? Kau mau aku optimis? Menjalani hidup dengan senyuman dan tawa? Ini bukan drama di televisi, kalau kau mau tahu!” airmata hampir mencapai kantung mata Sumin, dia berusaha menahannya. Ayolah, menangis seharian di makam ayahnya sudah cukup membuat matanya bengkak dan merah, apakah dia harus kelihatan seperti troll?

“Maafkan aku..” Jinri mencoba mengerti dengan mengalah.

“Apa yang bisa lebih buruk dari ini?” Sumin tertawa miris, “aku tidak pernah meminta hal yang besar pada ayahku, tapi ini semua terlalu tiba-tiba.”

.

.

.

Tentu saja ada hal yang bisa lebih buruk dari itu.

“Dijodohkan?” kepala Sumin rasanya ingin pecah ketika dua orang pengacara datang ke rumahnya dengan tujuan ingin mengumumkan soal surat wasiat konyol yang dibuat ayahnya.

Dia tahu pagi itu, setelah pulang dari rumah Jinri, seharusnya dia tidak membukakan pintu saat bel berbunyi. Seharusnya dia membanting pintunya di depan wajah pengacara ayahnya.

“Iya, satu-satunya hal yang bisa menyelamatkan Lotus Inc dari kebangkrutan adalah menyatukan keluarga Bae dengan keluarga Kim. Sebenarnya perjanjian perjodohan itu tidak tertulis, keduanya adalah kesepakatan lisan dari kedua belah pihak orang tua kalian masing-masing, namun setelah melihat kondisi yang ada, tuan Kim mengadakan sebuah persyaratan,” kata pengacara satunya yang tidak pernah dilihat Sumin, atau kedua wanita diruangan itu—Hyeri dan Yoojin. Dia menyerahkan sebuah kertas ke arah Sumin yang langsung disambar Yoojin, membuat Hyeri harus menutup kedua matanya menahan kesal akibat tingkah bodoh ibunya.

“Perjanjian apa ini? Tidak ada sisi yang menguntungkan untuk kami!” Yoojin melempar kertas itu ke meja. Sumin sudah tidak perduli lagi apakah dia membacanya atau tidak. Yang sekarang dia pikirkan bagaimana caranya keluar dari perjodohan konyol itu!

“Itu adalah persyaratan yang diajukan oleh tuan Kim sendiri, melihat Lotus Inc yang diujung tanduk dan membutuhkan dana besar untuk mengembalikannya kesedia kala dirasa sudah sesuai.” Kata si pengacara itu tenang.

Hyeri sekilas melihat ke arah nama perusahaan di kop surat berisi perjanjian itu. Jalgeum Corporation? Itu adalah sebuah perusahaan yang cukup besar di korea, mereka bergerak di beberapa bidang seperti otomotif, tekstil, department store, bahkan pemilik sebuah agensi hiburan yang menjadi incaran Hyeri untuk audisi.

Sumin beruntung sekali.

Tapi—“bukankah menurut isu yang beredar, anak keluarga Kim itu autis?”

Mereka bertiga masih ada di ruang tamu selepas kepergian dua pengacara itu. Suara ibu tiri Sumin yang barusan tentu saja membuat Sumin semakin gelisah.

“Aku pernah mendengarnya, tapi tidak yakin. Bagaimana pun isu hanyalah isu, ibu.” Kata Hyeri, dia melirik sedikit pada wajah Sumin yang memucat.

“Aku tidak mau..” tiba-tiba suara cicitan Sumin menyeruak.

Yoojin menatapnya, “apa maksudmu?”

“Aku tidak mau dijodohkan!” sentaknya.

“Kau tidak bisa melanggar isi perjanjian itu! Ini adalah satu-satunya cara menyelamatkan perusahaan ayahmu, Bae Sumin!” Yoojin berkata dengan air muka yang nyaris merah.

“Kalian tidak bisa memaksaku, aku tidak perduli perusahaan ayah! Aku tidak mau menikah dengan orang cacat seperti itu!” Sumin mengepalkan tangannya sambil menatap kedua wanita di depannya garang.

Ini pertama kalinya Hyeri melihat adik tirinya dengan ekspresi itu. Sebelumnya Sumin cuma mempunyai dua ekspresi di depan mereka, dingin dan datar, kadang-kadang juga jengkel sih. Apa itu bisa dimasukan kehitungan?

“Jangan egois, Bae Sumin!” ibunya masih mencoba memperingati.

“Kalau kalian tetap memaksa, aku akan pergi dari rumah ini! Kenapa tidak kau jodohkan saja anakmu yang sama gila hartanya denganmu kepada keluarga Kim? Dengan begitu kalian tidak perlu takut jatuh miskin lagi!”

“Bae Sumin jaga ucapanmu!” dan Yoojin menampar adik tiri Hyeri dengan keras dipipinya. Ini juga momen pertama kalinya Hyeri melihat ibunya menampar Sumin, sejahat-jahatnya wanita itu dia tidak pernah memukul Sumin. Tapi, mau bagaimana lagi? Menurut Hyeri perkataan Sumin memang sudah kelewatan, kalau bukan ibunya mungkin Hyeri yang akan menjambak rambut Sumin.

Sementara Sumin memegang pipinya yang masih merah, dia berlari menaiki tangga menuju kamarnya bersama airmata yang sudah kelewat banyak. Dia benci ini! Dia benci semuanya!

“Kau berlebihan, bu,” Yoojin menatap Hyeri tidak habis pikir, seolah dia baru saja menumbuhkan dua kepala.

“Dia menghinamu dan kau bisa bersikap setenang ini?” Hyeri menyeruput teh asternya dengan santai. Memangnya dia harus bersikap bagaimana? Meski diakuinya baru saja dia ingin menjambak Sumin.

“Kau tidak perlu memukulnya, dia hanya terguncang. Seolah kau tidak pernah mendengar ‘masa berkabung’, bu?”

Ya, tentu. Sumin masih berkabung, dia bisa saja berlagak seolah tidak terjadi apa-apa dan ayahnya tidak mati kemarin. Yoojin paham informasi ini terlalu cepat diserapnya, bagaimana pun dia tidak bisa memahami Sumin karena dia tidak ada di ‘sepatu’ yang sama dengannya saat ini.

.

.

.

Hyeri tidak bisa tidur lagi malam itu.

Dia selalu terbayang hari kematian Bae Yongjoon—ayah tirinya—yang selalu jadi sosok asing buatnya. Gadis remaja tanggung itu mengikat rambut sebahunya ke belakang. Mengenang sedikit momen ajal menjemput si tua Bae yang saat itu menatapnya dengan airmata.

Bae Yongjoon menangis untuk Hyeri.

“Maaf, aku ayah yang buruk untukmu dan Sumin.”

Perkataannya juga masih segar di telinga Hyeri, seperti ayah tirinya itu ada di sana dan merapalkannya ratusan kali.

Lee Hyeri tidak pernah tahu siapa ayah kandungnya, Kim Yoojin selalu menjaga rahasia itu rapat-rapat dan tidak mengatakan apapun. Marga Lee pun disandang dari ayah tirinya yang pertama. Hyeri tidak ingat siapa namanya, namun ayah tiri pertamanya adalah seorang fotografer yang baik dan selalu mengumbar senyum.

Hyeri senang pada pria itu, namun sayang, 2 tahun menikah ibunya memutuskan bercerai karena prinsip mereka yang katanya sudah tidak sama lagi.

Sejak itu, ibunya menjadi wanita yang gemar menikah. Dia mencari duda atau lelaki kaya supaya mereka berdua memiliki masa depan—kata wanita itu—yang entah berujung perceraian atau kematian seperti yang terjadi pada Yongjoon itu.

Mungkin separuh perkataan Sumin ada benarnya soal ibunya yang gila harta. Tapi, dia tidak. Baginya ada harta atau tidak, hidupnya tetap saja sama, Lee Hyeri yang dingin dan jahat di mata orang-orang.

Sebuah suara-suara berisik benda yang jatuh mengalihkan pandangan Hyeri dari kusen jendela, dia berjalan sedikit ke arah tangga yang terlihat gelap saat bayangan seseorang yang cukup familiar membuat gadis itu menaikan alisnya, “kau mau kemana, Bae Sumin?”

Ditangga, ada Sumin dengan koper dan ransel besar di belakangnya. Wajahnya masih kusut akibat menangis tadi pagi. “Menurutmu? Tentu saja keluar dari neraka ini.”

“Ini rumahmu, kau tidak bisa keluar seenaknya.”

“Ya, ini rumahku dan aku bisa. Seharusnya kau senang aku pergi, jadi kau bisa menguasai rumah dan harta keluargaku tanpa penghalang, kan?”

Gigi Hyeri saling bergemelutuk, dia tidak bisa menonjok Sumin. Dia tidak akan melakukannya paling tidak hanya menjambak.

“Terserah sih, tapi bagaimana dengan tunanganmu yang autis itu?” Hyeri tersenyum miring ketika muka Sumin terlihat merah meski hanya dari penerangan siluet temaram bulan.

“Persetan dengannya, Lee Hyeri. Kalau kau mau kau bisa ambil dia!” Sumin kembali melanjutkan jalannya menuruni tangga. Dia menyambar bahu Hyeri cukup keras, dia keluar dari pintu utama tanpa coba kakak tirinya cegah.

Keesokannya, keadaan begitu kacau di meja makan. Yoojin tidak bisa menemukan Sumin dimana pun. Di kamarnya, di kebun, di dapur, tidak disudut manapun di rumah itu.

“Aku tidak percaya ini! Sumin benar-benar kabur dari rumah! Dia tidak bisa melakukannya, aku sudah menyetujui perjodohan itu!”

Hyeri nyaris tersedak tehnya, “Kau apa?”

“Mau tidak mau, perusahaan ayah tirimu itu sangat sekarat, aku baru saja diberitahu sekertaris Cha parah buruh di pabrik berhenti bekerja dan berdemo supaya uang gaji mereka yang telat tiga bulan segera dibayar. Kita akan tamat kalau aku tidak melakukannya!” Yoojin memijat pangkal hidungnya, kalau begini dia bisa mati karena hipertensi.

“Ya, dia pergi, tadi malam.” Hyeri mendesah.

“Kau melihatnya?”

Gadis itu mengendikan bahu tak perduli, “bahkan sempat berbincang—ah, tidak, ribut kecil tepatnya,” dia melanjutkan acara sarapan paginya, kenapa sandwich ini terasa begitu keras untuk di potong.

“Kau idiot! Seharusnya kau mencegahnya!”

“Aku sudah mencegahnya, dia saja yang—“ daging di sandwich Hyeri meloncat keluar piring, “—bu, kenapa daging ini keras sekali..”

“Maaf nona Hyeri, gas dirumah ini habis dan nyonya belum memberikan kami uang berbelanja sehingga—“

“Apa! Kau menyediakan kami sarapan mentah? Pelayan tak berguna, dimana otakmu?” ibunya memaki dan bersiap menampar pelayan wanita itu kalau Hyeri tidak bicara dengan nada keras, “Bu berhenti! Aku yang akan menggantikan Sumin, aku akan menerima perjodohan itu!”

“Hyeri..” ibunya memanggil dengan intonasi heran dan panik. Tidak! Dia tidak bisa membiarkan anak gadisnya menikah dengan orang seperti anak keluarga Kim.

Namun, Hyeri tidak mendengarkan protesan Yoojin. Dia mendengar kembali kalimat terakhir Yongjoon sebelum menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit hari itu.

“Tolong, jaga Sumin untukku juga Lotus..”

Tidak ada cara lain lagi, selain mengalah dalam pertarungan egoisme ini. Kalau Sumin tidak mau maju, dia yang akan maju.

“Aku akan menjadi Bae Sumin, ibu.”

“Tidak! Aku tidak akan membiarkanmu melakukannya, Lee Hyeri!”

“Lalu apa? Ibu menunggu Lotus bangkrut? Aku tidak akan membiarkannya sama sekali.”

Hyeri memang tidak yakin dengan keputusannya, dia masih kuliah, dan menikah adalah sesuatu yang besar buatnya. Dia tidak siap dengan komitmen apalagi mengetahui kalau calon suaminya mungkin saja ‘tidak normal’. Tetapi, otaknya sedang memutar untuk mencari rencana.

.

.

.

Sementara itu, di tempat yang jaraknya berkilo-kilo meter jauhnya, seorang pria setinggi enam kaki memutar kursi kebanggaannya dengan gestur bermain-main. Dia memandangi dartboard tertarik.

“Perjodohan lagi?”

Panah pertama meleset dari lingkaran inti pada diameter ke 25.

“Menarik….”

Laki-laki itu kembali melepaskan panah kecil di tangannya yang kali ini menancap tepat di sasaran inti. Menyunggingkan senyuman miring yang jelas-jelas tidak menunjukan itikad baik sama sekali.

 

TBC

Hello fellas, here the part 1, ternyata dari part 1 ini aku enggak mengubah terlalu banyak hal, tapi kalau kalian sadar tahu dong apa yang berubah?

Mungkin perubahan ini agak sedikit membuat kalian ga nyaman, tapi ada alasan kenapa aku rubah dan itu pribadi jadi aku rasa ga penting untuk aku kasih tau.

Mind RCL? Thanks ^^ until next time.

 

Revition on 31 Dec 2015

65 responses to “The Replacement for Cinderella (Part 1)

  1. Aduh mian ak baru sempet baca #bow mmhh iya memang ngga banyak berubah, dsini pembangkangan sumin lebh kentara, aahh ntah knpa ak suka bgt sama karakter.a hyeri ak ngga akan nebak” tp ak brharap ff ini bakalan lanjut terus jd hwaiting buat author-nim mangaaatt yaaa ( ˆ⌣ˆ​​​​ ) eh bntar itu cowo yg di akhr siapa ya ko ak lupa yaaahh penasaran kan jd.a hahaha dtunggu deh for next chap.a ..

  2. Hallo kakak / adek / chingu ^^
    Wahh akhirmya muncul juga FF ini, walaupun diremake tapi gak jauh beda sama cerita yang dulu. Makin tertarik sama FF ini. Kayaknya yang berubah disini si Jongin kah ? itu yang main dartboard siapa ? apakah Jongin ? apa diremake ini Jongin gak autis ? emm yang tau hanyalah authornya yaa…
    Pokoknya makin kepo aja sama kelanjutan ceritanya, gak sabar pengen baca chapter 2 nya. Ditunggu kalo gitu ya ^^

  3. Well hanya belum terbiasa dengan perubahannyan apalagi yang berubah gak banyak, tapi aku menikmatinya kok.
    Semangat authoorr aku penasaran bingit sama kelanjutannya hihi^^

  4. ffnya menarik dan bikin aku penasaran di tunggu next chapter nya. aku reader baru salam kenal dan ijin baca

  5. ff nya gk bikin bosen iihh, baca dari awal lagi ttep menarik. yah, walaupun sbenernya udh agak lupa sama cerita awalnya, tapi ttep keren. eh itu yg di akhir jongin yaa??? penasaran ih, chap selanjutnya di tunggu loohh ^_^

  6. gak banyak berubah sih,
    tapi tetap aja keren,
    lee hyeri nya itu oc apa park jiyeon ?
    trus laki” yg main panah siapa ?
    apa jangan” dia jongin ?
    udah gak sabar nunggi kelanjutan nya,
    dipercepat ya min..

  7. keren banget thor
    makin penasaran apa jangan” si kai pura”autis gitu? buruan di update ya thor ceritanya keren gak keduga”

  8. Pingback: The Replacement for Cinderella (Part 2) | SAY KOREAN FANFICTION·

  9. Wah wah menarik bgt ceritanya… Sebenernya hyeri gak jahat kan? Dan si jongin pasti gak autis deh,,,
    Cinderella di sini orang nya kurang ajar bgt ya?

  10. oww jdi crtanya gtu
    antra ksian sma sumin / hyri
    sumin kyk gtu mungkin jga krna eomma trinya yg jhat y, wjarlh aplgi bkal djodohin sma orng yg autis
    eomma trinya aj sdkit gak rela klo ank kndungnya yg ngambil alih, dsar tu egois

    hmm sprtinya sft hyri ni mrip sma si eun joo dfilm cindrella step sister
    ska bgt
    tpi syp cwo yg dakhir itu?? apkh dia pnya dendm sma hyri??

  11. maaf baru baca ya kemaren gak sempet baca
    menurutku kalo ada perubahan boleh dan aku suka” aja sama ceritanya….padahal kemaren sebelum diubah ceritanya tinggal nunggu end dan katanya di pw tapi sekarang ada perubahan….hemmm ok ok aja sih aku

    sumin mungkin gak mau dijodohin sama jongin yang katanya autis itu maka dari itu dia kabur dari rumah. sumin seharusnya gak kabur kayak gitu, dia gak mau memikirkan jerih payah appnya yang membangun perusahaan untuknya dan mungkin dia juga kesel sama ibu tirinya itu jadinya dia kabur deh dan sekarang hyeri lah yang menanggung semuanya…
    semoga aja keputusan hyeri untuk menggantikan sumin bisa memperbaiki keterpurukan perusahaan

  12. Halo, salam kenal. Aku tante2 yang lagi ngefans sama kai. Ff nya bagus dan menarik! Aku yakin hyeri tidak jahat dan Kim jongin tidak autis. Semangat untuk ff selanjutnya

  13. Pas ue baca nih ff langsung mikir jangan jangan nanti ujungnya ada perebutan jongin nih wkwkwkwk tapi mudah mudahan sih enggak heheheh seruu thor aku suka udh ngak itu gampang dimengerti dan alurnya juga pas hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s