Perfect Love Stories Come from Our Pure Heart – Angelina Triaf

balerina

Angelina Triaf ©2016 Present

Perfect Love Stories Come from Our Pure Heart

Kim Donghyuk (iKON) & Park Cheonsa (OC) | Fluff | G | Oneshoot

너에게 나 말은 못 해도. 내 곁에 있어 준 한 사람. 너의 이름을 불러줄 수 있게. 나를 기다려 주겠니? 니가 있어서 고마워, 김동혁. 생일축하해요<3

“Every night, sleepless days.”

0o0

Embun menitik pada tanah yang merindu hujan pagi itu. Layaknya Cheonsa, padahal baru semalam mereka bertemu namun dirinya tak kuasa jika harus menunggu lebih lama lagi. Kaki jenjangnya melangkah dengan anggun menapaki lantai dengan ketukan heels yang berirama merdu. Senyumnya membangkitkan semangat siapapun yang bersitatap dengannya. Cheonsa merupakan sumber kebahagiaan bagi sekelilingnya.

“Apa Donghyuk sudah datang?” tanya Cheonsa pada resepsionis yang sebelumnya membalas senyum ramahnya.

“Kim Donghyuk menginap tadi malam. Mungkin ia masih di dalam ruang latihan.”

Mendengar itu membuat Cheonsa sempat terkejut selama beberapa detik. Sampai senyumnya kembali nampak, Cheonsa memutuskan untuk langsung naik ke lantai tiga, tempat terakhir kali mereka bertemu; ruang latihan dance.

Langkahnya yang semula perlahan kini agak dipercepat mengingat betapa khawatirnya ia. Donghyuk pernah seperti ini dan berakhir dengan kamar rumah sakit di bilik paling ujung, dan Cheonsa tak mau kalau sampai hal itu terjadi lagi. Sebenarnya apa yang ada di pikiran pemuda itu?

Gadis itu mengetuk pintu, mendapati ruang latihan yang hanya berisikan dua pemuda dengan kopi di tangan masing-masing. Sepertinya itu Jiwon dan Yunhyeong. “Cheon? Ada perlu apa pagi-pagi datang ke sini?”

Yunhyeong mendekatinya, sedangkan Jiwon hanya mengangkat tangannya memberi salam dari sudut ruangan. Cheonsa terlihat menilik sekitar, mencari eksistensi kekasihnya namun nihil sebagai jawaban. “Apa Oppa melihat Donghyuk?” tanyanya pelan, agak ragu juga sebenarnya, tapi rasa penasaran menguasai dirinya.

“Aku baru datang, tapi―ya, Jiwon, kau melihat Donghyuk?” Kini Yunhyeong yang berteriak untuk menanyakan perihal Donghyuk ini pada Jiwon.

“Ia ada di ruang rekaman, bersama Hanbin dan Jinhwan Hyung.”

Cheonsa mengerutkan kening mendengarnya. Apa mereka sedang mempersiapkan track baru? Tak biasanya Donghyuk ambil andil dalam pembuatan lagu. Tetapi gadis itu hanya menyimpan tanyanya seorang diri sebelum akhirnya pamit meninggalkan ruang latihan itu.

Ruang rekaman ada di lantai dua, maka Cheonsa kembali menuruni lift dalam diam. Memikirkan sesuatu yang mengganjal dalam pikirannya, Cheonsa sepertinya melamun. Apakah ia datang di saat yang tidak tepat? Sepertinya Donghyuk sangat sibuk saat ini.

Ketukan heels-nya kembali terdengar pelan. Hingga ia sampai di depan pintu dengan kaca buram yang membatasi antara dirinya dengan sang kekasih hati. Sekali lagi, Cheonsa melakukan hal semacam mengetuk pintu dan mengucapkan salam, kali ini kepada Jinhwan yang sedang humming dan Hanbin yang masih menyangkutkan headphone di sebelah telinganya.

“Oh, Cheonsa?”

Jinhwan menepuk pundak Hanbin, membuat pemuda itu lantas menoleh ke arah pintu dan mematikan melodi yang tengah ia putar. Cheonsa tersenyum kecil, dalam hati mencari keberadaan Donghyuk yang masih belum terlihat oleh matanya.

Oppa, apakah Donghyuk ada di sini?” Kembali pertanyaan yang sama, Cheonsa masuk ke dalam ruangan. Sangat dingin rupanya di sini.

“Itu, sedang tidur di sofa.”

Di sana, Donghyuk berbaring di sofa dengan mata terpejam. Ia masih mengenakan kemeja dan celana hitam yang ia pakai kemarin, benar-benar menginap sampai lupa mengurus dirinya sendiri sepertinya.

“Kami beli kopi dulu, ya? Kau mau?”

Hanbin berdiri, diikuti Jinhwan yang tersenyum manis padanya. Cheonsa hanya menggeleng dan mengucapkan terima kasih sampai akhirnya dua pemuda itu keluar, meninggalkan Cheonsa hanya berdua dengan Donghyuk.

Cheonsa menarik kursi yang tadi Hanbin duduki ke samping Donghyuk. Dilihatnya wajah kekasihnya yang lebih pucat dari biasanya. Rambutnya berantakan apalagi kemejanya yang lengannya sudah digulung sampai siku. Apakah ia tidak tidur semalam karena sedang membuat lagu untuk comeback?

“Euh, Cheon? Kenapa ada di sini?”

Dirinya tersentak kembali dari lamunan. Donghyuk telah membuka matanya, mencoba duduk perlahan di hadapan Cheonsa. Cheonsa menahan punggung Donghyuk, takutu-takut pemuda itu bisa jatuh berbaring lagi lantaran pusing. “Kau sakit? Wajahmu pucat,” ucap Cheonsa to the point. Jika menyangkut tentang Donghyuk maka Cheonsa selalu berkata tanpa basa-basi.

Donghyuk menunjuk dirinya sendiri lalu menggeleng dengan senyum kecil, “Aku? Tidak, Cheon. Mungkin hanya karena kurang tidur.”

Menghela napas, Cheonsa merapikan rambut Donghyuk yang berantakan, membuat sang empunya hanya terdiam memerhatikan wajah Cheonsa yang tenang. “Tadinya aku ke sini ingin memberikan undangan untuk malam panggungku besok. Tapi sepertinya kau sangat sibuk. Apa kalian akan comeback dalam waktu dekat?”

Cheonsa seperti berbicara sendiri, gadis itu tak menatap langsung mata Donghyuk. Lain hal dengan pemuda itu, ia merasa sedikit aneh dengan suasana ini. Tetapi tak lama senyum canggung itu nampak di bibirnya.

“Iya, sepertinya aku akan sibuk besok. Maaf, ya?”

Tangan Cheonsa yang sebelumnya merapikan rambut Donghyuk kini digenggamnya. Donghyuk memainkan jemari gadisnya, mungkin karena rasa tidak enaknya dalam hati. Walaupun Cheonsa masih tersenyum, Donghyuk tahu pastilah gadis ini menyimpan rasa kecewa dalam hatinya. Selalu seperti itu, Cheonsa tak akan pernah bisa marah pada Donghyuk, apa pun yang pemuda itu lakukan.

“Sayang?”

“Eh―iya?”

Donghyuk mengusap rambut Cheonsa, matanya masih terlihat sangat lelah. “Jangan melamun,” ucapnya, diakhiri dengan satu lagi senyum kecil.

“Ah, ne.”

Gadis itu lalu berdiri, membuat Donghyuk ikut berdiri di hadapannya. “Kalau begitu aku pulang, ya? Nanti ada latihan pukul sembilan.”

Donghyuk melihat jam dinding ruangan, pukul sembilan masih satu jam lagi. “Kuantar sampai bawah, ya?”

Cheonsa mengangguk. Donghyuk menggenggam tangannya dan mereka segera keluar dari ruang rekaman. Beberapa kali mereka bertemu staf atau trainee serta artis lainnya. Semuanya disapa dengan senyum oleh keduanya. Dengan tangan yang masih terkait, mereka terlihat seperti pasangan kekasih yang manis.

Walaupun begitu, entah kenapa Cheonsa tak bisa menyembunyikan kekecewaannya dengan sempurna. Pagi itu, senyum Cheonsa berbeda dari biasanya; tak ada keikhlasan yang cukup di dalamnya, dan Donghyuk menyadari hal itu.

0o0

Backstage belum pernah menjadi semenegangkan ini bagi Cheonsa. Ia gugup luar biasa. Pasalnya, kerap kali ia melamun saat latihan kemarin, entah apa sebabnya. Ia memainkan peran sebagai angsa putih, rok baletnya mengembang di sekitar pinggangnya dan mahkota itu semakin membuatnya terlihat menawan. Dalam hati, ia terus saja berdoa.

Sampai ia tampil pun, Cheonsa berusaha sebaik mungkin untuk menampilkan yang terbaik. Melalui gerakannya Cheonsa menceritakan betapa sang angsa yang mencintai hidupnya, mencintai orang-orang di sekitarnya. Begitu pula dengan cintanya.

Memikirkan Donghyuk membuat rasa gugup Cheonsa menguap begitu saja. Cheonsa kembali menjadi dirinya sampai lagu habis. Tariannya ditutup oleh down split dengan sangat cantik.

Tepukan riuh terdengar di seluruh teater, membuat Cheonsa tersenyum puas―masih dalam posisi terakhirnya yang menunduk. Namun anehnya, tepuk tangan justru terdengar semakin ramai, dan itu membuat Cheonsa bingung.

Ia mengangkat kepalanya, dan di sanalah sumber keriuhan bermula.

Kim Donghyuk iKON, menghampirinya dengan kue di tangannya. Belum sempat rasa kaget itu sirna, Cheonsa melihat bangku penonton yang ternyata lebih ramai daripada sebelumnya. Kini tak hanya diisi oleh para penikmat balet, melainkan fans iKON yang memenuhi hampir setengah teater.

“Bukankah semalam kau bilang tak bisa datang? Fanmeeting-nya diundur?”

Cheonsa terlalu polos untuk menangkap apa yang sebenarnya terjadi. Ketimbang menjawab pertanyaan kekasihnya, alih-alih Donghyuk menyuruh Cheonsa untuk meniup lilin bersamanya. Seperti biasa di tiap tahunnya, mereka selalu merayakannya bersama.

Lalu Donghyuk membawa Cheonsa kembali ke backstage. Betapa terkejutnya gadis itu ketika menyadari perubahan drastis yang terjadi. Segala macam tatanan pentas drama balet telah disulap menjadi setting make up artist. Cheonsa masih menatap takjub dengan Donghyuk yang masih menarik tangan gadisnya menuju salah satu ruang tunggu yang kosong.

“Jadi?”

Cheonsa telah duduk di salah satu sofa, masih memerhatikan Donghyuk yang sibuk dengan satu paper bag besar yang entah itu apa isinya. Setelah duduk sempurna di samping Cheonsa, barulah Donghyuk memasang senyum manisnya yang sudah beberapa hari ini tak ia tunjukan.

“Hehe, kejutan.”

Donghyuk yang manis telah kembali, membuat Cheonsa hanya bisa tertawa melihat senyum konyolnya itu. “Jika maksudmu menyulap teater drama ini menjadi fanmeeting adalah sebuah kejutan maka aku sangat terkejut,” kata Cheonsa.

Gadis itu masih terlihat manis dengan tawanya, namun Donghyuk telah mengubah ekspresinya menjadi serius kali ini. “Dari angka satu sampai empat, kau pilih yang mana?” tanyanya kemudian, membuat Cheonsa langsung menghentikan tawanya.

“Jadi bukan sulap panggung itu kejutannya?” Matanya membulat, dan Donghyuk menjawabnya dengan anggukan.

“Cepat pilih.”

“Jadi ada empat kado untukku?”

“Sudah, pilih saja.”

“Ish, baiklah. Nomor dua.”

Mendengar angka dua disebut Donghyuk langsung mengeluarkan satu kotak yang cukup besar, namun berbeda tempat dengan paper bag yang sebelumnya telah ia letakkan di atas meja. “Bukalah.”

Cheonsa mengambil kotak itu, mendapati benda lingkaran dengan ornamen cantik yang menghiasi sekelilingnya. “Kotak musik?” gumam Cheonsa, lalu ia membuka tutup music box itu.

Muncullah seorang balerina mini yang ikut berputar seiring dengan suara yang keluar dari dalam. Cheonsa mendengarkannya dengan baik, ia seperti mengenali melodi ini. “Bukankah ini melodi yang sempat kudengar di ruang rekaman kemarin?”

“Kau mendengarnya?” Wajah Donghyuk berubah, namun Cheonsa kembali tertawa begitu menangkap ekspresi panik kekasihnya.

“Hanya sedikit, saat pertama kali masuk. Jinhwan Oppa menggumamkannya, kukira ini lagu baru kalian.”

Gadis itu menaruh kotak musiknya di atas meja, kembali menatap Donghyuk yang ikut terdiam mendengarkan lagu di dalamnya. Pemuda itu menatapnya lekat, “Kau suka?” tanya Donghyuk kini.

“Tentu saja, karena kau yang membuatnya.” Begitu mengucapkannya, Cheonsa tersenyum sangat manis.

Namun tak lama, sampai gadis itu serta-merta memukul lengan Donghyuk. “Jadi ini alasanmu tidak tidur kemarin?”

Wajahnya berubah khawatir, tangannya masih memukuli Donghyuk pelan. “Kau membuatku khawatir, Kim Donghyuk.”

“Habisnya mau bagaimana lagi?” Donghyuk memegang kedua tangan Cheonsa, membuat gadis itu terdiam tepat di matanya. “Aku ingin kado yang spesial, maka sejak sebulan lalu aku memikirkan konsepnya. Chanwoo bilang lebih baik aku membuatkanmu lagu, tapi akhirnya hanya melodi dalam kotak musik saja yang selalu kupikirkan. Apalagi ada kau di tengahnya.”

Balerina cantik yang menari dalam alunan melodi indah, itulah penggambaran yang Donghyuk tangkap ada di diri Cheonsa.

Every night, I got sleepless days. Jadi, jangan marah, ya?”

Cheonsa hanya mengangguk kecil, membuat Donghyuk tersenyum lega. “Nah, sekarang mau nomor berapa lagi?”

“Empat.”

“Pilihan yang bagus.”

Donghyuk mengeluarkan satu rangkaian baby roses yang sangat cantik dari dalam paper bag yang tadi. Cheonsa justru menatapnya heran. Tak biasanya Donghyuk akan memikirkan bunga sebagai hadiah. Cheonsa sangat tahu sifat Donghyuk sejak dulu. Seumur hidup Donghyuk tak pernah memberinya hadiah bunga saat ulang tahun, sebelum maupun sesudah jadian.

“Bunga?”

“Cantik, kan?”

Tangan mungilnya menerima bunga itu. Harum sekali, seketika Cheonsa melupakan rasa herannya karena bunga yang indah ini.

“Lalu nomor berapa lagi?”

“Hm…tiga?”

Pemuda itu mengangguk kecil, kini kembali sibuk dengan paper bag warna cokelat itu―seperti kantung ajaib, pikir Cheonsa. Cheonsa tak terlalu memerhatikan Donghyuk, ia justru kini tengah menghitung jumlah bunga dalam rangkaian yang tengah ia peluk.

Dua puluh?

“Ini.”

Lamunan Cheonsa buyar saat satu benda persegi lagi-lagi Donghyuk berikan padanya. “Parfum?”

“Aku berusaha mengingat jenis parfum apa yang sering kau gunakan. Tapi sia-sia, semua parfum tercium sama di hidungku.” Donghyuk menggerutu sendiri, membuat Cheonsa lagi-lagi hanya bisa tertawa.

Kini gadis itu meletakkan bunganya di samping, ganti membuka kotak parfum yang masih berada di meja. Dia menyemprotnya sedikit, menciumnya sebentar lalu semakin mengeraskan tawanya.

“Hyuk-ah, ini kan parfummu.”

“Benarkah?!”

Panik, tentu saja. Donghuk kini sibuk menyamakan wangi parfum itu dengan tubuhnya sendiri. Ternyata benar sama, dan Cheonsa masih saja tertawa melihat wajah Donghyuk yang malu. Terlihat sangat lucu di matanya.

Masih sambil tertawa, Cheonsa mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Satu buah kotak kecil persegi panjang. “Kau memberiku banyak kado. Ini, maaf hanya bisa memberikan satu.”

Wajahnya berubah seketika begitu melihat kotak yang gadisnya berikan padanya. Donghyuk membukanya, mendapati satu kalung perak dengan pendant salib kecil yang memiliki ukiran cukup rumit. Donghyuk mengambilnya lalu menatap Cheonsa, “Pakaikan…” dan berucap manja padanya.

“Cih, kau ini sudah dua puluh tahun, sama sekali tak pantas.”

“Memangnya ini ulang tahun kedua puluh?”

Ya, Kim Donghyuk!”

Namanya juga perempuan. Ia memang meneriaki Donghyuk dengan kesal, tapi tetap saja tangannya mengambil kalung itu lalu memakaikannya di leher Donghyuk. Anehnya, bukannya Cheonsa yang merasa gugup namun justru Donghyuk yang sebisa mungkin menahan napasnya saat Cheonsa melingkarkan tangannya di lehernya untuk memakaikan kalung itu. Donghyuk tak pernah sedekat ini dengan Cheonsa, tidak sama sekali.

Mereka adalah pasangan paling polos sepanjang masa―itulah yang Junhoe selalu katakan pada Donghyuk.

“Hm, bagus,” komentar Cheonsa, tanpa menyadari wajah Donghyuk yang memerah.

Kali ini hening yang menguasai atmosfer. Donghyuk masih terdiam sementara Cheonsa masih memikirkan sesuatu. Jika apa yang ia pikirkan ini benar, maka pastilah Donghyuk sudah merencanakan ini sejak jauh-jauh hari. Tapi jika tidak―demi Tuhan, jika sudah seperti ini pastinya tidak mungkin tidak!

Cheonsa melirik Donghyuk yang terdiam, kali ini menyadari wajahnya yang memerah. Berusaha menahan tawa, sepertinya Cheonsa tak tega melihat Donghyuk seperti itu lebih lama lagi.

“Eum, Cheon―”

Belum sempat mengatak apa pun, Cheonsa sudah terlebih dahulu mencium pipinya, dan itu sukses membuatnnya terdiam. Cheonsa hanya bisa cekikikan melihat ekspresi Donghyuk yang semakin aneh itu. Kenapa hari ini ia terlihat sangat menggemaskan dengan segala tingkahnya?

“Kau belum pengalaman, Donghyuk. Hahaha, wajahmu lucu. Coming age day masih beberapa bulan lagi.” Cheonsa kini sedang memukuli sandaran sofa dengan tawanya, membuat Donghyuk kesal hingga hilang sudah rasa gugup dalam dirinya.

Kini yang tersisa hanyalah api yang berkobar dalam dadanya.

“Kata siapa? Aku sudah latihan untuk ini, jadi―”

Sekonyong-konyong Donghyuk tersentak karena ucapannya sendiri. Cheonsa yang semula tertawa kini terdiam, menelisik wajah tampan Donghyuk yang terlihat panik.

Ya, apa maksudnya latihan?! Kau―”

Sebelum mendengar ocehan yang lebih panjang lagi, Donghyuk langsung menarik bahu Cheonsa, menciumnya dengan lembut untuk pertama kalinya. Yap, their first kiss. Bukankah sudah Junhoe bilang jika mereka adalah pasangan paling polos sepanjang masa?

Segalanya persis seperti yang telah Donghyuk pelajari. Postur tubuhnya pun sama. Juga, sepertinya Donghyuk harus menebalkan mukanya demi menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi sebelum datangnya sebuah salah paham yang sangat konyol.

Melodi dalam music box masih mengalun indah, sesuai dengan atmosfer di antara mereka. Ya, semoga saja Donghyuk tidak lupa jika ia masih memiliki jadwal fanmeeting setelah ini.

FIN

Bonus: Di ruang tunggu iKON

“Jiwon Hyung, kemarin malam aku melihat Donghyuk Hyung dan Yunhyeong Hyung berduaan. Mereka terlihat aneh.”

“Mereka hanya sedang latihan, Chanwoo-ya.”

“Latihan apa?”

“Ah, kau masih terlalu kecil.”

“Jinhwan Hyung, lihatlah Jiwon Hyung itu!”

“Ish, dasar tukang adu.”

“Mereka benar latihan yang seperti itu?”

“Hanbin, kau ketinggalan berita.”

“Jadi benar, Jiwon?”

“Nah, kukira Jinhwan Hyung sudah tahu?”

“Aku belum tahu sama sekali.”

“JADI BENAR MEREKA SERIUS LATIHAN CIUMAN?!”

Ya! Junhoe, mulutmu itu!”

“Demi what, Hyung? Aku tak menyangka memiliki Hyung seperti itu.”

“Dasar Yunhyeong.”

YA, SIAPA YANG KALIAN BICARAKAN?! KEJADIANNYA BUKAN SEPERTI ITU, DASAR SOK TAHU!”

Oh, thanks to Goo Junhoe yang telah mengacaukan acara bisik-bisik gosip mereka. Ternyata Yunhyeong mendengarnya.

><>< 

kd

HAPPY BIRTHDAY FOR BABANG EMESH KESAYANGAN. NIATNYA BIKIN FICLET TAPI MALAH JADI BEGINI, DIRIKU MAH BISA APA😦 ITU BIKIN BONUS CUMA ISENG AJA MAKANYA GA ADA NARASINYA, ABAIKAN SAJA KALO GAJE HEHE😀 DAN MAAP KALO CAPS SEMUA INI SAKING SENENGNYA JADI LUPA DIMATIIN. BUAT YANG GA NGERTI HANGUL DI ATAS, SILAKAN GUNAKAN JASA GOOGLE TRANSLATE WKWK. JUGA BUAT YANG GA TAU COMING AGE DAY ITU APA, BISA TANYA KAKA GUGLE. MAAP JUGA DIRIKU MAH TERLALU MAGER UNTUK MINTA BIKININ POSTER APALAGI BIKIN SENDIRI😀 JANGAN BOSEN YA SAMA ANGEL YANG SUKA MENUHIN SAYFF PAKE FICSNYA BABANG UNYU CEM SEVENTEEN SAMA IKON, HEHE❤ SUDAH LAH YAH CURHATNYA, HAPPY READING^^

8 responses to “Perfect Love Stories Come from Our Pure Heart – Angelina Triaf

  1. HANJIR SALPOK KE CHANWOO YG JELES SM YOYO😂hbd sayangku donghyuk duh dede emesh aku ya ampun ya wlau beda bulan aja si wkkwkw

  2. Ku tak bisa ngomong apa apa kak angel. Pokoknya sukaaaaaa💕💕💕
    Btw donghyuk-cheonsa disini kayanya relationship goals banget yaaaa. Kapan aku sama hanbin bisa gt yaa/teu/
    Kusudahi komenan ini sebelum makin ngaco ya kaaak.

  3. ciumannya harus latihan banget? sama aku aja gimana bang? wkwk

    cheonsa lg cheonsa lg hmm. seventeen ga puas akhirnya ikon disambet jg sama cheonsa haha *canda

  4. Ya ampun,,,latihan buat apa itu???!! Si donghyuk sama yun bener bener deh…
    Btw say hbd buat mantan maknae di ikon…
    Dan itu dmi apa bonus nya si chanwoo polos bgt..makin cnta deh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s