[Freelance] Reincarnation #1 Beginning

z8

“Aku ingin melupakan mereka. Mereka mengerikan. Aku berharap ingatanku tentang mereka menghilang.” Ujar gadis berusia sepuluh tahun ini seorang.

“Keinginan kau dikabulkan nona muda.” Dan gadis ini hanya menatap pria yang tiba-tiba berada dihadapannya dengan tatapan terkejut.  Pria ini, sama seperti mereka.

.

.

.

Pria ini.. seorang penyihir.

Reincarnation.

Author/fb: Naurah

Cast : you can see in this stories.

Desclameir :Semua tokoh milik saya. Chanyeol terutama. itu udah konsisten punya saya :v

OoO

“Chanyeol-ah. Ayo kita pergi dari perpustakaan ini. Sekarang sudah sore..” ujar Rara seraya menarik pergelangan tangan Chanyeol. Tapi apa? Pria ini bahkan tidak bergerak sedikitpun. Dan tatapan pria itu hanya fokus memandang buku yang sedang ia baca.

“Chanyeol-ah..” panggil Rara lagi. “Park Chanyeol! Aku tidak mau terperangkap di tempat ini kembali!” dan pria itu tetap sama. Huh.. lupakan. Biarkan dia dengan duniannya.

“Aku pulang duluan.” dan pria itu tetap menjadi patung yang tidak bergerak.

OoO

“Aku pulang duluan,” ucapan gadis itu menyadarkan Chanyeol. Jiwa pria ini sudah kembali ke dalam raganya. Tapi sayang gadis itu sudah menghilang dari pandangannya.

“Seharusnya Andreas menyelesaikannya lebih cepat,” desis pria itu kesal seraya membereskan buku-buku yang berserakan di meja. Lalu segera menyusul gadis itu. Tapi langkahnya terhenti ketika seseorang yang berbicara padanya.

“Dia belum jauh. Sepertinya Andreas benar-benar membuatmu sibuk,” tukas seorang gadis yang sedang duduk di salah satu bangku perpustakaan. “Kau terlihat kacau, Park Chanyeol. Dan gadis itu adalah gadis tiga belas tahun yang lalu bukan?”

“Aku bukan seorang gadis yang berbicara bertele-tele. Jadi tidak usah terkejut jika aku langsung berbicara pada intinya,” ujar gadis ini mengetukkan buku-buku jarinya pada meja dihadapannya.

“Kau seharusnya tidak perlu membuang waktu, Chanyeol-ssi. Bisa ku bilang semua yang kau lakukan dengan pria tua itu percuma. Jadi kembali saja. Senra masih setia menunggumu. Menunggu pelayan setianya kembali,” Chanyeol menatap gadis itu dalam diam.  Gadis itu tidak berubah. Sekarang, atau beratus-ratus yang lalu.

“Kau ingin tahu alasan aku tidak meleyapkanmu seperti mereka?” tanya Chanyeol pada gadis itu. Gadis itu menegahkan kepalanya, mengkerutkan kedua alis matanya. Menunggu jawaban dari pria yang berdiri sejauh lima meter dihadapannya.

“Karena aku menghargaimu karena perteman kita dahulu. Walau dalam suatu pertemanan yang tidak baik. Beruntungnya kau karena aku memaafkan jiwamu karena hal itu,” gadis ini menatap pria dihadapannya dengan kebencian yang amat sangat. Pria dihadapannya, melukai harga dirinya.

Gadis ini menghembuskan napas kasar.

“Pukul lima lewat tiga puluh. Berbicara tentang jiwa, aku sangat penasaran bagaimana seorang Park Chanyeol menyelamatkan jiwa orang-orang disekitarnya,” ujar gadis itu tersenyum mengerikan.

            Bangkit dari kursi yang ia duduki, lalu berjalan mendekat ke arah pria itu.

“Untuk permulaan ayo kita coba dengan orang ini. Seseorang yang sangat dikasihinya,” tukas gadis ini yang sekarang tepat berdiri dihadapan pria itu.

“Kau punya waktu satu menit dari sekarang,”

“Dan seseorang yang harus kau selamati adalah…” melangkah perlahan menuju sisi samping pria itu, menjeda ucapannya.

“Hwang Rara.” Dan dalam sepersekian detik pria itu sudah menghilang dari hadapan gadis ini. Dan gadis ini hanya bisa tersenyum puas melihatnya.

“Ayo kita lihat. Bagaimana aksi si Malaikat pencabut nyawa, ketika menyelamatkan jiwa seseorang yang paling ia kasihi di dunia ini.”

OoO

“Dimana kau gadis bodoh? Berbicaralah agar aku tahu keberadaamu,” desis Chanyeol kesal lalu melihat alroji dipergelangannya. “Kumohon berbicaralah walau hanya sekata..” pinta Chanyeol seraya mempertajam pendengarannya. Berusaha mengetahui dimana keberadaan gadis itu.

“Dasar pria sialan! Awas kau! Aku tidak akan menemanimu lagi ke tempat itu,”  dan terdengar suara deruan mobil yang mendekat.

“Chanyeol.”

OoO

“Dasar pria sialan! Awas kau! Aku tidak akan menemanimu lagi ke tempat itu,” gerutu Rara ketika menyebrang jalan.

“Nona.. minggir!” teriak orang-orang disekitar gadis itu. Dan ketika melihat sekitarnya sebuah mobil sedang melaju cepat kearahnya.

“Chanyeol..” hanya itu yang kata yang bisa dia ucapakan.

“Kau harus berhati-hati gadis bodoh! Berhentilah berbicara seorang diri ketika kau sedang menyebrang,” ujar Chanyeol dengan intonasi rendah.

Bagaimana ia bisa disini? Tadi ia berada di tepat ditengah jalan, lalu sekarang ia sudah berada di bahu jalan.

Lalu bukannya pria itu berada diperpustakaan. Tetapi sekarang? Batin Rara bertanya-tanya.

“Cepat berdiri. Aku tidak akan berbaik hati untuk mengendongmu sampai rumah,” ujar Chanyeol seraya menjatuhkan Rara dari gendongannya. Terdengar rintihan sakit tentunya. “Ayo cepat jalan!” lanjut pria itu yang dengan sadisnya meninggalkan Rara yang tetap merintih karena dijatuhkan seenaknya oleh pria itu.

“Hwang Rara!” panggil pria itu lagi.

“Kau duluan saja,” tukas gadis itu seraya mengusap lutut kanannya. Pandangan Chanyeol mengarah ke arah lutut gadis itu. Lutut gadis melebam. Ah.. pasti karena terpentuk jalan.

“Kau benar-benar merepotkan,” keluh Chanyeol seraya berjalan menuju gadis itu. “Cepat naik kepunggungku..” ujar Chanyeol seraya menepuk pundaknya.

“Tidak usah aku bisa berjalan..” tolak gadis ini.

“Tidak ada penolakan. Jika aku menunggumu seperti itu aku bisa tidak pulang semalaman. Dan akhirnya aku menginap di sini malam ini. Cepat naik!” perintah Chanyeol. Dan akhirnya gadis itu melingkar tangannya di pundak pria itu.

“Maaf jika aku merepotkanmu.” tukas gadis pelan seraya menyembunyikan wajahnya di pundak pria itu.

“Kau memang selalu merepotkanku.” Ejek pria itu.

Dan aku senang akan hal itu. batin Chanyeol, dan senyum terlihat di wajah Chanyeol saat ini.

OoO

“Sehebat itu kah pesona gadis itu? Kau bahkan bisa tersenyum karenannya,” ujar Leana yang saat ini melihat Chanyeol dan Rara dari atas sebuah gedung.

“Dan saat ini kau harus sadar. Bahwa pria itu tidak akan kembali padamu.. Leana,” ujar Lenata yang saat ini berada dibelakang gadis itu.

“Mengapa kau tidak membunuhnya?” tanya Leana penuh penekanan.

“Aku bukan si pencabut nyawa seperti pria itu,” Leana berdecih mendengar jawaban Lenata.

“Cepat cabut perkataanmu. Kau sudah banyak menghilangkan banyak nyawa di luar sana. Dan kau masih menganggap dirimu bukan pencabut nyawa?”

“Ya memang. Tapi untuk hal ini aku tidak akan melakukan hal itu. Kau tahu kan prinsipku? Kau memberi maka aku juga akan memberi. Jika kau mengambil maka aku akan juga mengambil darimu,”

“Gadis itu tidak memberi apapun padamu,”

“Gadis itu memang tidak. Tapi pria yang sedang mengendongnya saat ini yang memberiku,”

“Apa yang ia beri hingga kau harus tidak jadi membunuh gadis itu?!” bentak Leana pada Lenata.

“Woah.. sabar Sister. Dia memberiku suatu hal yang tidak akan pernah bisa kau berikan, Choi Liyoon,” Leana menatap Lenata tajam, ia benci nama itu. “Kau tahu tidak ada tatapan yang aku takuti di dunia ini. Bahkan Senra sekalipun,”

“Cepat pada poinnya. Bukankah kau bukan seseorang yang bertele-tele?” Lenata mengangguk.

“Ya memang,” Lenata menyetujui ucapan Leana.  “Tapi sayangnya aku tidak akan bisa memberitahamu tentang hal itu. Maaf.” Dan Lenata menghilang dari pandangan gadis ini.

Leana mengepalkan kedua tangannya setelah kepergian Lenata.”Jika kau tidak bisa maka aku yang melakukannya.”

OoO

            Hanya berlari. Menjauh dari apa yang baru saja ia lihat. Terus berlari hingga langkah kakinya terhenti tepat di sebuah danau di tengah hutan.

“Aku ingin melupakan mereka. Mereka mengerikan. Aku berharap ingatanku tentang mereka menghilang.” Ujar gadis ini seorang.

“Keinginan kau dikabulkan nona muda,” Dan gadis ini hanya menatap pria yang tiba-tiba berada dihadapannya dengan tatapan terkejut.

            Gadis ini berjalan mundur. Berusaha menjauh dari pria dihadapannya.

“Aku tidak  seperti mereka. Tidak perlu takut padaku,” ujar Pria ini seraya melangkahkan kaki mendekat pada gadis kecil itu.

Gadis kecil ini menggeleng tidak percaya. Jika pria itu bisa muncul dengan tiba-tiba dihadapannya berarti pria itu sama dengan orang-orang yang baru saja ia lihat.

“Aku tidak akan seperti mereka. Dan.. bukankah kau meminta untuk melupakan ingatanmu tentang mereka?”

“A-aku pikir menjauh darimu lebih baik dari pada menghilangkan ingatanku,” ujar gadis ini gemetar, dan tetap berjalan mundur.

“Tapi aku tidak mendengar permohonan itu sebelumannya,” ucap pria itu seraya tersenyum padanya.

“Aku membatalkan permohonanku. Aku mohon pergilah..” dan pria itu menghilangkan dari padangannya.

“Ke- kemana perginya kakak itu?” Gadis kecil itu melihat sekitarnya. “Dia benar-benar sudah pergi?” tanya gadis ini seorang.

“Maafkan aku. Tapi pembatalan permohonanmu harus aku tolak,” ujar pria itu yang saat ini tiba-tiba berada tepat di belakang gadis itu seraya memegang kedua bahu gadis itu. Dan seketika gadis kecil itu kehilangan kesadarannya.

“Aku hanya tidak ingin kau hidup dalam kenangan buruk tentang mereka,”

“Dan aku berjanji akan menjagamu mulai saat ini. Sebagai balasan karena telah memperlihatkanmu hal mengerikan, yang paling mengerikan dalam hidupmu.” Ujar pria ini seraya menatap wajah polos gadis kecil yang tertidur di pangkuannya saat ini.

            Rara terbangun dari tidurnya. Mimpi itu datang kembali dan ia merasa bahwa mimpi itu bukan hanya sekedar bunga tidurnya.  Ia merasa mimpi itu nyata. Ia, dan kakak di mimpi itu nyata. Ia memegang bahu, ia yakin orang itu memang pernah memegang pundaknya.

            Pandangannya teralih kearah pergelangan tangannya. Apa ini? Infus? Dan ketika melihat sekitarnya.

Demi patrick dan kepintarannya yang hanya mitos belaka! ia berada di rumah sakit? Di tempat yang paling ia benci di dunia?

“Akhirnya kau sadar juga,” ujar Chanyeol yang berada di sudut ruangan. Terlihat asik dengan buku digengamannya.

“Mengapa aku ada di sini?” tanya Rara dengan suara yang terdengar serak. Ah salah, bahkan suara gadis ini hampir menghilang.

Chanyeol menutup buku yang sedang ia baca, meletakkan di nakas yang berada disampingnya, dan mulai berjalan mendekat ke arah gadis itu.

            Meraih segelas air yang berada tepat di atas nakas disamping tempat tidur gadis itu. Lalu menyerahkannya pada gadis itu.

“Minumlah. Suaramu mengerikan,” Rara meraih gelas itu, dan segera meminumnya. Pria itu duduk dipinggiran ranjangnya. “Seharusnya kau bilang padaku jika kau mengalami shock berlebihan,” Rara hanya menatap Chanyeol jengkel. Sedangakan pria itu hanya tersenyum mengejek kearahnya.

“Mengapa kau terbangun?” tanya Chanyeol ketika Rara meletakan gelas itu kembali di atas nakas.

“Aku bermimpi,”

“Mimpi buruk?” gadis menggeleng, “Lalu?”

“Mimpi ini terasa sangat nyata. Dan aku yakin, aku memang pernah mengalaminnya,” Chanyeol mengerutkan dahinya, bermaksud meminta penjelasan dari gadis itu.

“Aku bermimpi melihat pria penyihir dihadapanku. Dia terlihat sangat nyata,” ekspresi wajah Chanyeol berubah tidak setenang tadi. Gadis itu mendapat mimpi pertamanya.

“Dia seorang kakak laki-laki yang aku pikir berusia dua puluhan. Dan dia terilhat seperti..” Rara membulatkan matanya. Ia baru menyadari bahwa pria dimimpinya dengan pria dihadapannya sangat mirip. Hanya berbeda di gaya rambut saja.

Tapi, ini tidak mungkinkan?

“Seperti?”

“Kau.”

OoO

“Kau kembali, Lenata. Sepertinya kau bahagia dengan dunia barumu,” ujar seseorang dengan tongkat kayu ditangannya.

“Maafkan akan kertelambatanku, Senra,”

“Jadi bagaimana dengan mereka?” tanpa perlu penjelasan Lenata tahu siapa yang dimaksud oleh Senra.

“Andreas masih tetap dalam misinya. Dan dengan begitu itu akan sama halnya dengan Chanyeol. Aku pikir tidak banyak yang berubah. Orang di luar sana terlalu takut untuk ikut serta dalam kumpulan yang Andreas buat. Kau menang banyak, Senra,”

“Hanya itu?” Lenata mengangguk.

“Bagaimana dengan gadis kecil itu?” tanya Senra. “Si pembawa cahaya,” Lenata menatap Senra dalam diam. Bagaimana dia bisa tahu tentang hal itu?

“Masih tetap sama. Dia masih tidak mengingat kejadian tiga belas tahun yang lalu. Chanyeol masih menyimpan memori gadis itu,”

“Kau ketinggalan satu hal, Lenata. Gadis itu barus saja mendapat mimpinya. Yang itu artinya ia semakin dekat dengan memorinya,”

“Chanyeol tidak akan memberi tahu gadis itu,” sanggah Lenata.

“Aku tidak bisa memastikan hal itu. Gadis itu adalah seseorang yang paling pria itu sayangi. Seseorang yang sudah pria ini tunggu hampir separuh hidupnya hanya untuk menunggu masa reinkarnasi gadis itu,” Senra menarik napas panjang. “Tidak ada yang bisa menjamin gadis itu akan melewati masa reinkarnasinya dengan sia-sia,”

“Aku mempunyai tugas baru untukmu,”

“Bunuh gadis itu. Dan bawa Elden Park kehadapanku.”

OoO

            Keheningan terjadi di antara di antara mereka. Chanyeol menatap gadis itu dalam diam. Ia harus bagaimana? Gadis itu sudah mengetahuinya. Apa iya harus mengembalikan memori yang hilang itu?

“Aku bukan bocah kecil lagi. Umurku sudah dua puluh tiga tahun,” tukas Gadis itu pelan. Ia tahu gadis dihadapannya memang sudah bertambah dewasa.

“Aku yakin itu kau, Chanyeol,” gadis menegahkan kepalanya. Menatapnya dengan tatapan yang ia tidak mengerti.

“Itu hanya bunga tidur. Kau tidak bodoh kan? Hanya karena hal itu kau bertengkar denganku?” maafkan Chanyeol atas kebohongannya.

“Entah. Aku pikir menjadi bodoh lebih baik, dari pada aku hanya penasaran saja,”

“A-aku pikir menjauh darimu lebih baik dari pada menghilangkan ingatanku,”

            Chanyeol memohon dalam hati. Tolong jangan seperti ini. Walau dengan kalimat yang berbeda, tetapi dengan aksen yang sama. Dan ini semakin membuatku merasa bersalah.

“Lupakan saja. Itu hanya bunga tidur, Rara-ah,” elak Chanyeol untuk kesekian kalinya.

“Aku yakin itu nyata,”

“TIDAK BISAKAH KITA MENGHENTIKAN PEMBAHASAN BODOH INI?!” bentak Chanyeol pada Rara. Dan saat ini, gadis dihadapannya hanya memandang dengan tatapan terkejut.

Maaf aku, Rara-ah. Aku tidak bermaksud membentakmu. Aku hanya takut. Takut pada kenyataan bahwa kau akan pergi dariku suatu hari nanti. Batin Chanyeol menyesal setengah mati.

            Rara hanya melihat Chanyeol dengan mata sendunya.

“Rara-ah..”

OOo

“Kau yang memberi tahu, Senra?” Leana hanya mengangguk dengan senyum kejam terukir dibibirnya. “Hebat! Se-optimis itukah dirimu untuk mendapat, Chanyeol?”

“Aku akan melakukan segala cara. Apapun. Tidak peduli jika sekalipun aku harus berkhianat,”

“Kau iblis,” desis Lenata.

“Kau seharusnya sudah tahu dari dahulu, Lenata. Untuk apa pertemanan kita selama ini? Hah.. semua terasa sia-sia sekarang,” keluh Leana. Lenata memutar bola matanya. Pertemanan apa? Ia tidak pernah merasa berteman dengan gadis iblis ini.

“Aku tidak pernah menganggapmu teman. Dan hentikan mulut besarmu itu. Chanyeol tidak akan kembali padamu. Seharusnya kau mengerti itu,”

“Bicaralah sesuka hatimu. Aku tidak peduli,” ucap Leana seraya mengibaskan tangannya. “Tapi perlu kau. Aku bisa membuat ucapanmu menjadi kebalikannya. Dan saat itu hal terjadi, kau hanya perlu menjadi penonton saja.” lanjut Leana dengan senyum licik.

OoO

            Oh ayolah.. ini sudah satu jam lamanya. Dan gadis ini masih mendiami Chanyeol seperti ini?

Memunggungi pria itu,dan  tidak mau berbicara dengan sama sekali.

 Dan yang terpenting dari semua itu –gadis ini mengacuhkan pria itu- neraka jenis apa yang sedang Chanyeol dapatkan saat ini?

“Rara-ah..” memanggil, dan gadis itu diam saja. Ayolah..  jika seperti ini terus Chanyeol bisa menjeduti kepalanya sendiri ketembok.

“Maaf…” dan gadis ini tetap sama. Tidak bergeming. Membalikan badan pun tidak.

“Hwang Rara. Lihat aku atau kau tahu akibatnya!” sepertinya berhasil. Ucapan Chanyeol yang berupa ancaman tidak jelas selalu berhasil pada gadis ini. Dan lihat? Gadis ini membalikan badannya menatap pria itu dengan mata yang sembab.

            Terkutuklah dirinya yang membuat gadis ini menjadi seperti ini. Batin Chanyeol menyesal.

Hening~

Lalu sekarang apa lagi? Gadis ini sudah menatapnya. Apa yang harus ia lakukan lagi?

Bahkan untuk membalas tatapan gadis  itu, Chanyeo gugup setengah mati.

Seharusnya Rara yang berada di posisi ini; gugup karena di tatap. Wanita yang biasanya yang mengalami hal ini. Tapi mengapa ini menjadi kebalikannya?

“Kau seperti orang bodoh, Park Chanyeol,” tukas Rara memecah keheningan di antara kami.

Dan Chanyeol hanya bisa mengangguk. Ya, Chanyeol memang seperti orang bodoh saat ini.

“Akhirnya kau mengaku bahwa kau memang bodoh,” senyum tipis terukir di wajah sendu Rara. Hah.. setidaknya ini lebih baik dari sebelumnya.

“Setidaknya aku tidak sebodoh kau yang lupa rumahmu sendiri,” ujarku seraya bersidekap dada.

Heul.. sikap menyebalkan pria ini kembali.

“Aku belum memaafkanmu. Jangan sok akrab denganku!” dengus Rara. Dan Chanyeol hanya tersenyum melihat tingkah gadis ini.

“Siapa yang lupa jalan pulang, dan menelponku pukul sepuluh malam? Duduk di halte sendirian dan bisa-bisanya tertidur di sana?” tanya Chanyeol. “Siapa?” tanya Chanyeol lagi. Mendekatkan wajahnya ke wajah gadis itu –meminta jawaban.

“Lupakan! Aku mau tidur! Sana tidur! Kau mengangguku saja!” usir Rara lalu mendorong wajah Chanyeol menjauh. “Dan ingat! Kita belum berbaikan! Aku masih kesal denganmu!” dan kembali gadis ini memunggungi Chanyeol. Demi apapun, wajah gadis ini sekarang seperti buah ceri.

            Dan lagi Chanyeol hanya tersenyum melihat tingkah gadis ini.

Mendekat pada gadis itu, lalu menaikan selimut yang gadis itu pakai hingga menutupi sebatas pundak.

“Selamat malam, Rara-ah..” dan dengan sedikit ayunan tangan sihirnya Chanyeol membuat Rara menjadi terlelap seketika.

“Aku menunggumu berabad-abad. Dan aku tidak akan membiarkan itu menjadi sia-sia hanya karena mimpi sialan itu. Kau tidak pernah boleh bertemu mereka. Tidak. Walau hanya sekedar di mimpi burukmu.”

22 responses to “[Freelance] Reincarnation #1 Beginning

  1. jadi sebenarnya chanyeol itu malaikat atau penyihir? trus apa yg dilakuin chanyeol di masa lalunya rara?

    fanficnya bagus banget !!, alurnya bikin penasaran..
    apalagi aku bayanginnya chanyeol itu kyk lee seulbi #high school love on. cman yang ini versi cowoknya, hehehe…

    Ditunggu next chapnya .. ^_^
    fighting!!

  2. Ff nya kereeeennnnnn , penasaran gimana kelanjutannya . Euuummm rar tu renkarnasi siapanya chanyeol ya? Pacarnya? Istrinya? Uwaaahh penasaran terus maksudnya cahaya cahaya apaan ya?-.- penasaran pliss kaka cepat2 lanjut ya hhee😘😘😘

  3. next aj,,,biar lbh ngerti,,sebenernya peristiwa apa yg membuat chanyeol harus melindungi hwang rara

  4. Menarik tapi ini masih abu-abu
    Chanyeol siapa sebenarnya? Rara juga siapa? Leana,Lenata,Senra itu siapa? Andreas?Elden Park itu Chanyeol bukan?
    Soalnya baru chapter 1 juga si ya?
    Gue-nya aja yg banyak nanya 😀

    Pokoknya semangatlah! lanjutin ceritanya 😉

  5. Chanyeol malaikat pencavut nyawa atau apa? Masih penasaran deh wkwk
    Soalnya dia juga ngelindungin rara
    Kenapa dia ngelindungin rara ya? Ada apa dengan dia dan Rara?
    Pokoknya masih menjadi misteri deh hehehe
    Ditunggu ya chap selanjutnya, Fighting, SEMANGAT! ^^

  6. HALLO, AUTHOR-NIM! NEW READER HEREEEEE🙌 /bow

    yg pasti, sama seperti yg lain aku jga msh bingung dgn jln ceritanya. BUT, I LIKE IT!!! suka sma ceritanya yg bkin pnsaran 100%. Dan knpa aku malah berpikir Chanyeol itu kyk Do Min-joon di YWCFTS .-.? Wgwgwg, dan apa yg terjadi sebenernya di masa lalunya Rara? emg segitu bruknya kah smpe Chanyeol berniat bgt buat jagain dia? Hmmm, bkin penasaran😫

    Pokoknyaa ditunggu kelanjutannya yapp! SEMANGAT NULISNYA AUTHOR-NIM!😉🙌🙌🙌🙌

  7. Ah jadi leana memang ingin membuat chanyeol kembali padanya. Tapi tidak sampai begitu juga bagaimanapun rara adalah sosok yang sangat dinantikan oleh chanyeol. Apakah benar lenata membunuh rara. Sanggupkah ia.. bagaimanapun itu tugasnya dari senrakan ?.
    Next chapternya ya

  8. Chanyeol ini malaikat maut yg jatuh cinta sama “si pambawa cahaya”, tp dia mati, trus nemuin renkarnasinya setelah nunggu beabad-abad yaitu rara,
    Diawal aku pikir andreas itu chanyeol, tp kyknya bukan, jd siapa itu andreas? Misi apa?
    Lanjutannya wajib ditunggu nieh

  9. wah, berkualitas nih ceritanya
    penasaran sama si rara, di umur kecil dia habis liat apa sih, sampe bisa trauma gitu dan minta di hilangin ingatan nya?

  10. Bingung vanget bacanya
    MASIH ada yang belum bisa dimengerti
    Bahasanya berat gitu sama tiba tiba udah ganti cast yang ngomong
    Ohiya andreas itu sama kayak chanyeol atau gimana? Elden park siapa?
    Menurutku seharusnya ada introduce cast dulu deh

  11. Bingung vanget bacanya
    MASIH ada yang belum bisa dimengerti
    Bahasanya berat gitu sama tiba tiba udah ganti cast yang ngomong
    Ohiya andreas itu sama kayak chanyeol atau gimana? Elden park siapa?
    Menurutku seharusnya ada introduce cast dulu deh
    ini aku masih gak ngerti sama maksudnya reinkarnasi disini
    Ini reinkarnasi atau cuman penghilangan ingatan dimasa lalu?

  12. jd sbnrnya chanyeol mlaikat ato penyihir ato ap? n rara it siapanya chsnyeol d masa lalu kok smpek dtggu brabad2 n knangan bruk ap it?

  13. Huaaaaahhh chanyeol keren sekalii uuhhh, itu leana obsesi bgt bwt dpetin chanyeol, dduhhh rara dlm bahaya

  14. Pingback: [Freelance] 4th. Meet a enemy. | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s