Blind Date – Angelina Triaf

date

Angelina Triaf ©2016 Present

Blind Date

Hong Jisoo/Joshua (Seventeen), Lee Geumhee (Ulzzang), Park Cheonsa (OC) | Fluff, Family | G | Ficlet

“This silly baby always makes me blah!”

0o0

Ini sudah menit kedua puluh bagi Jisoo untuk menolak segala hal aneh yang Cheonsa telah atur untuknya; kencan buta. Apa-apaan itu? Memohon dengan halus bukan lagi pilihan, bahkan Cheonsa sudah tak mempan lagi untuk dicubiti pipinya dan dikelitiki tubuhnya. Cheonsa is turning into a bulletproof girl, lol. Tapi memang itulah adanya.

Jadilah kini Jisoo hanya bisa pasrah saja ketika Cheonsa sudah mulai dalam tahap mengukir rambutnya. Demi Tuhan, Jisoo sangat amat tak menyukai omong kosong seperti ini. Ia akan dengan senang hati berkencan dengan gadis yang memang ia inginkan seperti biasanya. Tapi kali ini? Jisoo bahkan bergidik sendiri mengira gadis seperti apa yang akan Cheonsa tunjukkan padanya.

Is it necessary? Ya, bahkan aku bisa dengan mudahnya mengajak siapapun kencan. Hei, kau menggagalkan kencan terakhirku, so what the hell you’re doing to me.”

Itu bukanlah kalimat pertama yang Jisoo ucapkan hari ini. Namun Cheonsa memang sudah menebalkan telinganya untuk saat seperti ini. Cheonsa memiliki perhitungan yang sangat akurat, menyaingi agen federal di Amerika. Luar biasa.

“Inilah usahaku untuk membuat Oppa berhenti main-main dengan para gadis itu.”

“Main-main apa―ya, Park Cheonsa!”

So naive. Jika Oppa nanti akan menyukai kenalanku itu maka Oppa harus membelikanku mobil sebagai hadiah kelulusan.”

Berbanding terbalik dengan Cheonsa yang memasang wajah tak acuhnya sembari menata rambut Jisoo, pemuda itu justru hanya terdiam memikirkan bagaimana kiranya nanti pertemuan singkatnya dengan gadis kenalan sepupunya ini. Singkat? Akankah pertemuan itu akan menjadi singkat?

“Cheon, ada temanmu datang!”

 

Mendengar teriakan dari bawah membuat Cheonsa mengembangkan senyumnya yang nampak oleh Jisoo melalui cermin besar di hadapan mereka. Temannya sudah datang, dan dengan secepat kilat Cheonsa langsung merapikan helaian terakhir rambut Jisoo lalu berlari keluar dari kamar Jisoo.

Jawdrop, tentu saja Jisoo hanya mampu terdiam melihat kelakuan absurd Cheonsa yang tiba-tiba saja menghilang. Mengabaikan hal itu, Jisoo hanya ingin melihat pantulan dirinya di cermin. Tak terlalu buruk, Cheonsa memang ahli memilihkan pakaian serta memodel rambutnya. Ada gunanya juga memiliki sepupu cerewet satu itu.

Oppa, ayo turun!”

Hampir saja Jisoo terjungkal dari kursi jika saja ia tak memiliki refleks yang bagus. Hell, Cheonsa akan benar-benar mendapat masalah dari Jisoo jika ternyata ia hanya berniat untuk mengerjai pemuda itu, Jisoo sudah bersumpah-serapah berkali-kali. Bahkan dalam langkahnya menuruni anak tangga, Jisoo terus saja mengumpat tentang menyebalkannya Cheonsa―

Sampai ia tersadar jika yang tengah duduk di ruang tamu itu bukanlah seorang manusia. Ada malaikat tanpa sayap yang tersesat di rumahnya.

Seorang gadis, dengan sweater biru dan rok putih yang membalut tubuhnya. Tak lupa rambut cokelat dengan poni yang terlihat sangat menggemaskan. Jisoo is being insane, dan ini semua karena sepupu cantiknya yang menyebalkan itu―oh, masih bisakah Jisoo menyebut Cheonsa menyebalkan setelah pemandangan yang tersaji di hadapannya ini?

Oppa, sini duduk.”

Cheonsa menarik Jisoo untuk duduk di sampingnya, tepat menghadap sang gadis. Wajahnya agak mirip Cheonsa, maksudnya tak seperti orang Korea kebanyakan. Sepertinya ia juga salah satu gadis blasteran.

Apakah atmosfer di sini menjadi aneh, atau hanya Jisoo yang merasakan keanehan itu? Pasalnya, Cheonsa masih saja stay cool with her cute-as-hell smile dan gadis di hadapannya juga melakukan hal yang sama. Senyumnya terlampau cantik, membuat Jisoo tak bisa berkutik barang sedetik. Tuhan memberkatinya untuk hari ini.

So, this is Jisoo? He’s so cute. I’m Lee Geumhee.”

Aksen Britishnya terlampau lancar seperti Cheonsa, membuat Jisoo mengerutkan kening. Bukan, Jisoo bukannya terpaku oleh aksen gadis itu, melainkan gaya bahasanya yang dengan santainya mengucapkan namanya seolah-olah mereka telah saling kenal. Mungkinkah pengaruh budaya barat?

“Iya Eon, ini Jisoo Oppa, hehe.” Tanpa Geumhee ketahui, Cheonsa menyikut perut Jisoo agak keras, meminta pemuda itu untuk bicara.

“Oh, Hong Jisoo imnida,” katanya pelan, dengan pikiran yang masih berkutat di benaknya.

Oppa, Geumhee Eonni ini salah satu temanku di agensi. Ia adalah model yang sangat berbakat.”

Oh wait. Agensi? Model? Sejak kapan dan bagaimana bisa Cheonsa menjadi model tanpa sepengetahuannya?

“Eum, sorry but, how old are you?”

Masih mencoba menenangkan dirinya, Jisoo bertanya dengan sangat hati-hati. Firasatnya mulai tidak enak. Apakah dugaannya tentang Cheonsa yang menyebalkan ini akan segera terealisasi?

Me? Twenty three now. I’m older than you.”

God must be crazy, or exactly, Cheonsa must be crazy.

Wajah imut, kepribadian menarik, pekerjaan model, lebih tua darinya―God bahkan itu semua mencakup hampir dari semua kriteria gadis idamannya! Cheonsa pastilah sangat menyayanginya hingga bisa berpikiran untuk membawa Geumhee ke hadapan Jisoo.

But wait, bukankah itu artinya…

I want my own Ferrari after graduation,” bisik Cheonsa pelan di telinga Jisoo, bersamaan dengan smirk kecil samar di bibirnya yang mungkin akan Geumhee kira sebagai senyuman.

Jisoo sudah tak memikirkan lagi bagaimana jantungnya berdetak random menatap Geumhee, atau sejak kapan Cheonsa sudah mendekatkan wajahnya pada pemuda itu. Yang ia pikirkan hanyalah bahwa ia harus menabung di bulan-bulan selanjutnya serta menggunakan uang tabungannya untuk hal konyol semacam membelikan mobil. Demi Tuhan, bahkan transferan Cheonsa lebih banyak daripada miliknya!

God, this silly baby always makes me blah!” umpat Jisoo tanpa sadar.

You said something?” Geumhee mengerutkan keningnya, ia yakin jika Jisoo baru saja mengatakan sesuatu.

“Ah tidak ada,” jawab Jisoo cepat, secepat kesadarannya kembali pada realitas. “Lebih baik kita jalan saja, ada film baru hari ini―”

“Aku ingin ikut―”

Without you,” potong Jisoo dingin sembari mengacungkan telunjuknya pada Cheonsa. Geumhee hanya tertawa kecil melihat mereka berdua yang sangat manis―mungkin Geumhee tak tahu definisi kata manis yang sebenarnya dari kedua sepupu ini.

Cheonsa mengembungkan pipinya, terlebih lagi saat Jisoo langsung bangkit dari duduknya dan menggenggam jemari Geumhee. Mereka lalu keluar dari rumah, tanpa memedulikan lagi Cheonsa yang masih agak kesal dengan perlakuan Jisoo tadi.

Tapi tak lama, Cheonsa tersenyum layaknya psikopat yang berhasil menemukan korban mutilasi yang baru. “Okay, siapa pula yang ingin ikut,” katanya pada diri sendiri, lalu segera mengeluarkan ponsel dari kantung sweater-nya, men-dial panggilan cepat nomor tiga―nomor satu ibunya dan nomor dua untuk Jisoo.

Annyeong, Seungcheol Oppa. Want to go to movies tonight?”

Setelahnya hanya ada suara tawanya seiring langkahnya menuju kamar, tentu saja untuk siap-siap berkencan. Ah, tak lupa pula sembari membayangkan betapa kerennya mobil barunya nanti. Sangat menyenangkan menjadi adik sepupu dari seorang Hong Jisoo, pikirnya.

Jisoo terlalu naif dan mudah ditebak. Atau polos? Siapa peduli.

FIN

 

Cheonsa is the real silly baby >< setelah ini bakalan betebaran fics dengan cast Jisoo-Geumhee, so be there guys^^ these are bonus pics😀

jisoo

Hong Jisoo

leegeum9

Lee Geumhee

6 responses to “Blind Date – Angelina Triaf

  1. Ciee jisoo kencan buta…
    Aku padahal harap kalo gadis idamannya jisoo
    yg seumuran atau lebih muda dari dia tapi dptnya yg lebih tua, bisa apalah aku T^T
    Di tunggu kelanjutannya kak!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s