My Psikater -chapter 3-

tumblr_mre7x7ahUv1snhpddo1_500

author: luhluhluh

genre: psycho, psychologic, supranatural, romance

cast: Oh Sehun , Kim Luna

psikater 1 ,  psikater 2

skizofrenia tidak terjadi pada usia remaja, penyakit psikologis ini menyerang pada usia 25 tahun keatas, demi penunjang jalan cerita maka gua ngebuat skizofernia ini pada usia luna yang masih umur 17th.   

 

“rasakan ini lelaki BRENGSEK!”

 

Lelaki tampan itu tersenyum, senyum yang tidak pernah ia tunjukkan kepada siapa pun. Senyuman yang begitu tulus tidak menyeringai seperti kebiasaannya. Dia befikir mungkin ini akhir dari semuanya, akhir dari seorang psikiater muda yang meninggal ditangan pasiennya sendiri. Wajah teduh yang diperutuhkan hanya untuk gadis didepannya ini. Gadis yang tidak mengingat dirinya semenjak terkena penyakit.

.

.

.

.

.

.

 

Luna menjatuhkan pisaunya, sorot mata yang tadinya dipenuhi dengan emosi dan dendam kini berubah menjadi pandangan kosong. Menatap lurus kedepan dan mendengarkan bisikan-bisikan yang diucapkan oleh lelaki tampan yang kini memeluk dirinya.

“Luna kau bukan pembunuh”

“hilangkan hayalanmu tentang Jongbin”

“Luna kau bukan pembunuh, kau adalah gadis cantik dan periang”

 

Ya! Sehun, lelaki tampan ini tidak meninggal akibat ditusuk Luna. Saat gadis cantik itu berjalan mendekat dan ingin menusuk dirinya dengan cepat Sehun menghindar dibalik tubuh Luna. Mendekap gadis cantik itu dari belakang dan meyakinkan jika gadis yang berada dipelukkannya bukanlah seorang pembunuh.

.

.

.

Lelaki tampan itu turun dengan santainya, setelah menidurkan Luna dan memastikan gadis cantik itu sudah terlelap. Saat kaki panjangnya menginjak lantai bawah seluruh mata diruang keluarga itu menatap Sehun. Mencoba meminta penjelasan kepada dokter muda tersebut.

“Sehun bagaimana Luna bisa seperti itu?”

“apa iya bisa sembuh?”

“tolong sembuhkan Luna, hanya dirimu harapan kami satu-satunya”

Sehun hanya tersenyum simpul saat telinganya menangkap berbagai pertanyaan dari tuan maupun nyonya Kim. Tangan pucatnya membawa kedua orang tua itu untuk duduk dan mulai menjelaskan kejadian yang mengganggu tidur tampannya.

“sudah saya jelaskan sebelumnya Luna terkena Skizofrenia. Skizofrenia merupakan gangguan psikologis yang menyerang jati diri seseorang yang mengalaminya. Si pendirita akan mengalami gangguan pikiran, emosi, dan presepsi. Tetapi, Tuan dan nyonya Kim tidak perlu khawatir saya akan berusaha semampu saya, tapi saya meminta kepada kalian ajak luna berbicara. Beri dia perhatian dan jangan membuat dirinya menjadi orang asing”

“Sehun bisa kau jelaskan obat apa yang kau berikan kepada Luna?”

“obat itu adalah antipsikotik. Antipsikotik merupakan obat untuk mengendalikan genjala-gejala psikotik. Ya meski untuk menghambat tapi masih bisa untuk menyembuhkan tapi jika tidak dibarengi dengan pendekatan dari orang disekitarnya akan sangat sulit.”

Hanya penjelasan singkat dari dokter muda itu, membuat tuan dan nyonya Kim menggeram kesal. Pasalnya penjelasan Sehun sama dengan penjelasannya saat pertama kali lelaki tampan itu datang. Saat pemuda tampan itu melangkahkan kakinya menuju pintu, langkahkan terhenti dan menatap tuan dan nyonya Kim.

“saya akan mengajak anak kalian pergi ketaman nanti malam”

.

.

.

.

Bintang-bintang bertebaran dilangit gelap di ibu kota Korea Selatan, banyak pasangan maupun keluarga memenuhi hampir diseluruh tempat hiburan sama halnya dengan lelaki dengan pakaian santainya ini. Hanya memakai kaos hitam di padupadankan dengan celana panjang tidak mengurangi tingkat ketampanan dokter muda ini.

Berjalan dengan senyum yang terus mengembang dan menatap bangunan mewah didepannya dengan pandangan yang sulit diartikan. Mengetuk pintu bercat putih itu dan menunggu si pemilik rumah untuk membukaannya pintu. Beberapa menit dirinya berdiri didepan pintu tatapannya ia alihkan kepada benda pipih untuk membalas pesan dari teman-temannya, suara yang begitu ia kenal membuat lelaki pucat itu mengalihkan pandangannya menuju kesumber suara.

 

Tatapan tajam itu terpaku, mengamati pahatan Tuhan yang begitu indah. Serasa Tuhan telah berbaik hati untuk mengirimkannya satu malaikatNya untuk menemani hari-harinya yang sepi.

“kau sangat cantik Luna”

Pujian itu ia lontarkan secara spontan membuat kedua orangtua yang berada dibelakang Luna menahan tawa sedangkan Luna hanya menatap wajah Sehun dengan pandangan kosong. Melihat reaksi Luna lelaki tampan ini memajukan bibirnya dan mengernyit, helaan nafas terdengar dari bibir tipis Sehun.

“aaah”

“aku lupa kalau kau sulit sekali memberikan perhatian meski aku memancingmu menggunakan pujian kau tidak akan merespons. Anggap saja pujian tadi kau menerimanya eoh?”

Tangan pucat itu menarik dengan lembut tangan gadis yang sedari tadi diam saja. Sehun membawa Luna menuju taman dekat kompleks rumahnya, berjalan kaki menjadi pilihan lelaki tampan ini. Hitung-hitung biar bisa berduaan dengan gadis disebelahnya dan tatapan matanya melihat tangannya yang saling bertautan dengan tangan Luna membuat ia tertawa geli.

“mungkin jika kau tidak sakit saat ini kau pasti akan menjerit dan menyingkirkan tanganku, aaah! Aku rindu Lunaku yang dulu”

.

.

.

.

Lelaki tampan itu menginjakkan kakinya ditaman yang dijuluki dengan taman lampion. Berbagai bentuk lampion dan warna  membuat senyumnya semakin mengembang. Tak hanya lampion ditaman itu terdapat panggung kecil untuk pemain musik jalanan mengalunkan lagu-lagu romantis. Tangannya membawa gadis bersurai hitam itu kesebuah bangku yang dibelakangnya dihiasi lampion berbentuk hati.

“aah! Masih sama seperti dulu benarkan Lun”

.

.

.

Mendudukan diri dan menikmati alunan musik indah dari pemain saksofon, pandangannya ia alihkan kepada gadis yang berada disebelahnya. Meski gadis cantik itu sedari tadi hanya diam saja tidak membuat senyum Sehun luntur. Menggenggam tangan gadis itu dan memusatkan pandangannya pada Luna.

“Luna apa kau tidak lelah selalu mengalami halusinasi?”

“…”

“kau tau Luna, kau adalah gadis paling berharga apalagi buat kedua orang tuamu juga aku. Aku tau kau tidak mungkin mengingat siapa aku, tapi aku akan berusaha membuat dirimu lepas dari delusi, halusinasi dan gangguan pikiranmu. Kau akan sembuh Luna”

 

Tangan pucat itu mengelus surai hitam yang tergerai indah. Tatapan cerianya kini berubah menjadi tatapan sendu menatap gadis yang sama sekali tidak memberi respons sama sekali. Seakan-akan ia berbicara sendiri seperti orang gila tapi hanya ini cara untuk membuat gadis yang berada didepannya ini bisa sembuh.

“kau tau Lun! Sebenarnya aku paling malas untuk disuruh menyembuhkan orang yang terkena skizofrenia. Penyakit yang membuat semua dokter jiwa bingung, apa kau tau penyakitmu ini sama seperti gangguan delusi”

“Jongbin”

Bibir Sehun seakan keluh untuk melanjutkan ceritanya, tatapan sendu itu kini berubah menjadi tatapan kaget. Bagaimana tidak terkejut saat tiba-tiba kau sedang berpelukan dan dengan seenaknya pasanganmu melepaskan pelukan. Sehun menatap Luna yang kini berdiri dengan tangan mengepal. Luna terus menatap kepemain saksofone yang berada tepat disebrangnya. Dengan penuh emosi Luna berjalan mendekati pemain saksofone itu membuat Sehun harus berlari untuk mencegah Luna.

 

Luna…

Luna sipembunuh….

Aku sekarang berada tepat disebrangmu…

Dari sini aku bisa melihat dirimu sedang berdua dengan lelaki yang sama sepertimu

Pembunuh…..

 

“brengsek kau Jongbin!”

 

 

Sehun membawa tubuh yang semakin kurus itu kedalam dekapannya, memeluk Luna begitu erat dan menutup kedua mata indah itu agar tidak melihat kepemain saksofone. Sehun bukan lelaki lemah selama ia menjadi psikiater ia tidak pernah meneteskan air matanya meski pasien-pasiennya terkena gangguan psikologi akut. Tapi untuk kali ini biarkan air matanya turun membasahi pipih tirusnya, melihat gadis yang sekarang berada didekapannya seperti ini membuat hatinya teriris-iris.

Psikiater muda itu sama sekali tidak menyalahkan kedua orangtua Luna apalagi ia tidak menyalahkan Tuhan. Ia malah bersyukur Tuhan telah memberikan malaikatnya untuk hidup dibumi. Merasa gadis didekapannya ini sudah tenang membuat Sehun melonggarkan pelukkannya dan menatap gadis itu dengan air mata yang terus mengalir.

“Kim Luna! kau bukan seorang pembunuh, singkirkan hayalanmu tentang Jongbin! Jongbin tidak ada Luna. Hapus semua pikiranmu yang membentuk karakter Jongbin. Aku mohon kepadamu Luna hilangkan semua pembentukan karakter Jongbin, hanya kau yang bisa menghilangkan hayalan itu.”

Tidak mendapat respons dari Luna membuat Sehun semakin frustrasi. Lelaki tampan ini menggoyangkan tubuh Luna, pikirannya saat ini benar-benar buntu mungin cara ini bisa mengembalikan kesadaran Luna.

“Luna dengar aku! Kau bukan seorang pembunuh, kau bukan seorang pembunuh. Kim Luna adalah gadis periang dan baik, ia tidak pernah membunuh seseorang dan kedua orang tua Kim Luna sedang menunggu dirumah! Menunggu anaknya yang cantik untuk pulang. Jongbin tidak pernah ada. Jongbin tidak pernah ada”

“tidak pernah ada”

Mendengar sepatah kata dari Luna membuat Sehun tersenyum, seakan tidak percaya bahwa sugestinya bisa diterima oleh pikiran Luna yang sedang mengalami gangguan. Mendekap gadis itu dengan senyum yang semakin mengembang meski air matanya masih membasahi pipi tirusnya.

“ya Luna! jongbin tidak pernah ada! Aku berjanji akan membuat kau sembuh dan berusaha membuat dirimu mengingatku kembali!”

 

 

 

di chapter ini Luna udah mulai ada tanda-tanda sembuh ya meski cuma dikit doang. dan gua udah ngasih tau apa itu skizofrenia untuk lebih lanjutnya ada di chapter depannya.

-tbc-

ini pertama kalinya gue bikin genre psyco biasanya romance komedi, semoga feelnya dapet dan suka.

tinggalkan jejak dan comment ye <3<3

76 responses to “My Psikater -chapter 3-

  1. Huhuuuuu kasian luna lama amat sembuhh
    Yahh kak cepet amat tbc >.<
    Ditunggu deh next smga luna udh smbuh, panjangin jg kak ya XD

  2. Tu sehun dulu kyk temem dketnya luna gtu ya hehe,trus ntah gmn critanya luna kena pnyakit itu dan lupa am yg lain …
    dokter nya sehun juga,pasti smua mau disembuhin kyk gtu hahhaaha

  3. Jongbinnnn enyahlahhhh !! Wkwk
    Jadi sehun – luna udah saling kenal dulunya ? Kok luna bisa lupa sih sm sehun ? Cowo ganteng kok dilupain .-.
    Hahahha
    Okee bagus ceritanya , dtunggu kelanjutannya . Fighting 🙂

  4. Ah semoga saja luna cepat sembuh. Sayang lihat sehun, orang tuanya sedih melihatnya seperti itu. Next chapternya ya

  5. Jadi sehun ini siapa sebenernya?? Ko kayanya dia udah kenal lama sama luna?? Tapi dia siapanya luna?? Aaakkk pusing sama statusnya/? Sehun disini… jawab pertanyaan aku di chap berikutnya ka author 😢😢😢

  6. Ohh…jdi penjelasaanya seperti itu!
    Makasih penjelasannya
    btw, dulu mereka udah punya story ya? Kok Sehun kek mengharap lebih gitu.

  7. Uhh sehun disini anget banget yaaaa 😀
    Saan namja deh
    Trus dia jdi dookter psikolog gitu ._.
    Bayangin aja udh bkin gemeteran .
    Aa luna sehun udh kenal dulu ya?

  8. luna kesenengan dah sakit lama2 kalo dokternya sehun :v /? apa ini xD
    Ayolah buruan sembuh, kesian sehun ;-;
    kepo banget siapa peran sehun yg sebenernya sebelum luna kena skizofernia ini —
    Next chapter ditunggu, jan lama2/? xD

  9. Jadi sebenernya Sehun itu temen kecilnya Luna?kok ada kata ‘mengingatku ‘ ‘dulu’ yah pokoknya yang berhubungan dengan masa lalu mereka.
    Ditunggu next chapter nya 😀

  10. Sehun itu kenal Luna dimana?? Ko bisa sebaik itu Sehun ke Luna?? Sehun itu siapanya Luna?? Orangtuanya Luna aja gatau sama Sehun..
    Ditunggu next chapternya ^^

  11. Jadi mereka awalnya saling kenal? Demi apa? Kok bisa?

    Mereka temen lama? Saudaraan? Kakak adekan/? Pacar? Mantan? Ugh tak taulah><

    Sehun jadinya sayang beneran sama Luna? Ga cuma sebatas dokter pasien gitu? Hmm… sudah kuduga.

    Apalah itu mereka sweet ajah. Melting euyy. Bapering langsung. Terus ngeshock gitu ternyata Luna ngerespon omongannya Sehun. Hamdalah kemajuan.

    Dan masih kepo KENAPA Luna bisa kena tu penyakit?? Belom kebongkar×_____×

    Semoga di chapter selanjutnya makin jelas. Aamiin. Ditunggu yaa next chapter. Selamat Anda berhasil membuat saya kepo sekepo-keponya makhluk/?

    Tetep semangat yooo authornimkuu!! See you on next chapter! I heart u❤❤❤❤❤

    Btw, kalo boleh tau, authornim line berapa? Maqazeh:*

  12. Tuh kan tuh kaann…. sehun itu beneran dokter jiwa alias psikiater.
    Tapi. wait!! Sehun kok udah kenal luna??
    Kenal lama pula???
    Lahh kok bisaa???
    Sehun dulu siapanya luna sih thor???
    Kok kayaknya umur mereka terpaut jauh gitu.
    Lunanya Sma sehunnya udah kerja.
    Pantesan sehun kok tiba² aja mau mengobati luna pas waktu ditaman chap 1 kemarin. padahal kan mreka kayak baru pertama kali ketemu. Ternyata ada hubungannya sama luna dulu.
    Oke, author jjang!!
    Next!!😉
    Secepatnya!!!😂
    Gogogo!## 😁😁

  13. Dddduhhh untung ajaaaaa sehun gak apa”, hmmm luna mulai sembuh yahh?! Yeaaaayyyy, sehun nangis cmn utk luna uuughhh bner” sehun sayang bgt ma luna, next chap-nya ditunggu HWAITING!!

  14. Ya kan bener jadi Sehun-Luna itu awalnya saling kenal, niat sehun nyembuhin luna karna dia sayang sama luna. yaampun sehun bikin meleleh wkwk coba luna gak sakit ya, dia pasti klepek klepek hahaha terus juga sehun ngajak luna sekalian modus.ngakwoy. suka deh sama karakter sehun yang gigih menyembuhkan luna. penasaran di next chap gimana semoga ada romancenya dikit sekedar mengurangi ketegangan wkwk. hmm mau kasih saran nih eonn, tanda baca koma tolong diperhatikan ya hehe soalnya tadi ada beberapa part yang agak bingung dibacanya. cuma saran aja kok. tapi dari segi alurnya bagus..

    Fighting!!

  15. Sehun sama luna prnb ada hubungan?
    Kok sehun kyk sedih bgt liat luna sakit?
    Trus dia mau bantu nyembuhin luna lg.
    Makin lbh penasaran..

  16. Sehun dari dulu suka sama luna????msih kepo nih napa luna bisa gitu….apa dulu luna di tggal sehun trus luna kesepian???

  17. Kasihan luna.. Untung ada sehun yang selalu disamping luna… Semoga luna cepet sembuh ya.. Taoi bentar deh.. Sehun tuh dulu sapanya luna? Atau teman masa kecilnya luna?

  18. Pingback: My Psikiater -Chapter 4- | SAY KOREAN FANFICTION·

  19. smga luna bkalan smbuh
    dan sbnernya hun sypnya luna??
    aku kok jdi rda bngung ya
    apkh itu tmn msa lalunya? orng yg brhubngan dgn khdupan sblmnya??
    ehhh kokk jdi nglantur yaa
    heheh

  20. Pingback: My Psikiater -end chapter- | SAY KOREAN FANFICTION·

  21. Luna nya udh merespon dengan baik keren dah nih ff romance nya dapet feel nya juga dapet izin next chapter ya 💕

  22. dibarengi??? –> disertai.
    jd dsni sehun sbnernya uda knal luna dr dlu tp ortu luna knpa ga knal sehun? ap hbgan luna n sehun dlu?

  23. Sebenernya hubungan sehun sama luna itu apa? ,kayaknya kok deket banget.luna udah mulai sadar dikit,salut sama sehun yang masih sabar ngadepin luna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s