[Airplane] Should’ve Done (1/4) – Angelina Triaf

A1

Angelina Triaf ©2016 Present

[Airplane] Should’ve Done

Jung Chanwoo (iKON) & Yoon Bora (Sistar) | Hurt, Surreal | G | Ficlet, Series

“But you should’ve done everything to make yourself stay.”

0o0

Kulihat langit senja mulai membias pada jendela, membawa kabar bahwa para burung siap kembali ke peraduan mereka. Angin berembus, semakin mengikis hari hingga menimbulkan dingin berkepanjangan. Memerhatikan sekitar, aku hanya terdiam cukup lama. Sampai suara itu membunuh heningku, seseorang masuk dari pintu cokelat beraksen keemasan itu.

Ah, itu Bora. Sudah lama sekali sepertinya aku tidak melihatnya. Ia semakin cantik.

“Oh, Chan? Ini adalah minggu terberatku, how was yours?”

Ia bergegas menuju dapur dan langsung membuka kulkas lalu mengambil satu kaleng bir dan bukannya diet coke yang dulu selalu menjadi pilihan. Tebakanku, ia memang mengalami hari-hari yang sangat melelahkan belakangan ini sampai tak ingat lagi apakah ia memiliki rumah atau tidak.

Meneguknya sekali, setelahnya Bora mendudukkan dirinya di sofa ruang tengah, mungkin mencoba merilekskan kakinya yang lelah karena heels tinggi itu. Aku pun selalu bingung dibuatnya, sebenarnya seberapa tangguh kaki para wanita yang bisa tahan memakai benda menyebalkan itu seharian.

“Apa kau lihat berita hari ini? Maskapai sialan itu kembali menjatuhkan salah satu rongsokannya, kali ini di tengah laut.”

Tawanya menggema ke seluruh sudut ruangan, membuatku hanya bisa terdiam melihatnya. Bora memang sedikit―hell, sebenarnya banyak―dendam pada maskapai itu. Biar kujelaskan sedikit, Bora hampir saja menaiki pesawat yang kala itu jatuh menabrak salah satu pegunungan di Tibet. Untunglah keajaiban―atau takdir?―membuatnya tak jadi menaiki pesawat itu.

Sepertinya kehadiran Bora membuatku tak menyadari bahwa bulan telah menggantikan mentari yang kepayahan hari ini. Bayangkan saja bagaimana bisa awan berubah hitam selama satu hari penuh, kukira akan ada tornado hari ini.

“Chan? Kenapa hanya terdiam?”

Bora melirik sekitarnya, mendapatiku yang masih dalam posisi semula. Ia mendekatiku, duduk di salah satu kursi samping jendela. Lihatlah, bahkan Bora selalu lupa untuk menutup jendela kala malam. Bagaimana jika ada pencuri yang masuk ke rumah?

Mengabaikan pikiranku tentang pencuri, ia justru menatapku lekat, seolah tak ingin melepaskanku. Tatapan itu, aku yakin tak salah mengartikan. Sebuah tatapan rindu yang kentara. Sial, lagi-lagi aku harus mendengar tangisan hati seorang wanita sampai tengah malam nanti―bahkan bisa saja sampai mentari menampakkan dirinya lagi.

“Aku bosan selalu mengatakan ini padamu. I know you’ve done everything to make me stay,” ucapnya pelan, mungkin lebih kepada bisikan angin yang menelusup ke telinga.

Demi apa pun, dugaanku tak pernah meleset. Tangisan pilu itu dimulainya, mengiris hati siapapun yang mendengarnya. Bora, wanita cantik itu menangis karena rasa kecewa juga kerinduan yang telah menghabisi dirinya perlahan. Seperti mayat hidup yang bekerja keras untuk tetap terlihat normal. Like a pretty yet hell zombie with a fake smile who pretends that she’s still alive.

But you should’ve done everything to make yourself stay. Tak tahukah kau bahwa aku selalu dihantui bayang-bayangmu setiap malam?”

Jung Chanwoo, pemuda bodoh itu dengan santainya menukar tanggal dinas mereka―ia memiliki firasat buruk tentang Bora saat itu. Bukan hanya sebuah keputusan konyol, melainkan sebuah kesalahan fatal karena telah membuat Nuna-nya ini hampir gila. Ralat, bukan hanya sekadar Nuna. Demi Tuhan, pemuda itu menjadi terlalu ekstrem karena menjadikan wanita dewasa ini sebagai kekasihnya―atau sekarang telah menjadi mantan.

Uh, tangisan Bora semakin menjadi. Hei, aku ini hanya sebuah figura dengan wajah Chanwoo sebagai objeknya. Apa yang kau harapkan dengan memelukku seperti ini, Yoon Bora?

FIN

Special Thanks to;

Chanwoo

Baby Chanwoo :3

bora

Teh Bora😀

Lagu Airplane satu ini emang gimanaa gitu, apalagi MVnya yang tak bisa diungkapkan dengan verbal semata *bahasa apa ini* Dan entah sejak kapan mulai jatuh cinta sama yang surreal gini, kkk. Jangan bosen ya karena mungkin ke depannya Angel bakalan banyak nulis tentang iKON😀 Happy reading^^

7 responses to “[Airplane] Should’ve Done (1/4) – Angelina Triaf

  1. Mungkin begini, dulu Chanu ama bola itu pacaran, terus chanu putusin, krn dia mau debut ama ikon (?) Nah yg di peluk ama bola mungkin cuma figura nya chanu pas udh jadi artis, dia kangen ga ketulungan ditinggal chanu udh jadi artis. Analisa dri tanggal dinas dan firasat burut tentang bora.

    Hipitesa macam apa ini.

    Atau mungkin bola punya dendam ama maskapi iti, krn wkt itu chanu ngubah tgl dinas demi pulang buat nemuin bola krn dia punya firasat buruk ttg bola. Dia pulang naik pesawat dri maskapai itu, dan ternyata chanu malah meninggal krn pesawat nya jatoh. Makanya si bola cuma bisa meluk figura chanu, krn chanu udh gaada.

    Hipotesa kedua lebih masuk akal

  2. bagus yaa mengkamuflase kesedihan yg dalam dengan cara kaya gini, keren. gaya bahasanya bagus banget, bikin reader berasumsi tapi ternyata salah total di akhir. siapa yg nyangka kalo ternyata “chan” hanya seonggok foto berpigura??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s