[Freelance] My Answer Is You (Chapter 8)

maiy9

Author : lightmover0488
Cast : Kim jongin, Kim Kyura, Luhan
Support cast : Kim Jongdae, Park Chanyeol, Oh Sehun, Lay
Genre : Fluff, school life, Pg-15, Comedy, Friendship
Lenght : chaptered
Disclaimer : Cerita ini muncul dari otak aku.dimohon untuk tidak mengcopy paste^^. Terimakasih

Prev: #1 #2 #3 #4 #5 #6 #7

Enjoy!

Sudah tiga hari ujian semester itu berlangsung sangat damai dan teratur tapi untuk kyura tiga hari ini sangatlah berat.
Lagi – lagi otaknya harus terbagi dengan kejadian hari minggu kemarin. Saat dirinya ‘lagi-lagi’ melihat jongin dengan yebin. Kyura benar – benar tidak percaya ternyata selama ini gadis yang sering dilihatnya adalah saudara tiri luhan. Sebenarnya bukan itu masalahnya, kyura merasa panas saat jongin sepertinya dekat dengan yebin. Walaupun dia tidak berhak mencampuri urusan mereka tapi kenapa hatinya sangat berat 3 hari ini?
Oppa,” Kyura memanggil jongdae yang sedang serius mengemudi di sanpingnya. Mereka berdua sedang dalam perjalanan pulang kerumah karena kali ini kyura pulang agak malam lantaran habis mengikuti bimbingan materi untuk besok.
“Apa?”
Oppa, apakah jika aku marah pada laki – laki karena dia dekat dengan gadis lain itu namanya cemburu?”
Jongdae mengernyitkan alisnya kemudian menoleh pada adiknya karena mobilnya terjebak lampu merah, “Hah? Kau sedang menyukai seseorang?”
“Tid..tidak..” Entah mengapa jantung kyura tiba – tiba bertalu – talu saat wajah jongin tergambar jelas di pikiranya.
“Katakan saja kau pasti menyukai luhan haahaha”
ANIYAAAA!!”
“Ah.. jadi Jongin..”
“Aniya..”
“Apakah kau masih memotret idolamu?” Tanya jongdae, “Aku dengar dari eomma, ternyata jongin adalah idolamu! Ya ampun ahahahah. Sepertinya jongin menyukaimu,” Lanjutnya seraya melajukan mobilnya lagi sambil melirik pada kyura.
Oppa tidak usah mencampuri urusanku!”
“Aku tidak mencampurinya kau saja yang curhat tadi,”
Kyura mendengus, kemudian menatap keluar jendela mobil. Besok akan ada pertemuan pengurus acara ulang tahun dan akan ada jongin disana. Bagaimana jika jongin bertanya lagi kenapa dia kabur saat di lotte world kemarin?
Kyura menggaruki kepalanya, pasti dia sangat jelas sedang cemburu di mata jongin kan?
AAAIISHHH!” Teriak kyura masih dengan memegangi kepalanya
“YA!!” Jongdae terlonjak kaget saat kyura tiba – tiba mengumpat sambil berteriak.
OTTOKKEEEE! BISAKAH TIDAK ADA HARI BESOK?!”
“APA YANG KAU BICARAKAN!”
Jongdae mendengus karena tingkah kyura sungguh berlebihan. Dasar anak sekolahan.

Kyura berjalan sangat lambat saat ujian hari ini telah selesai tepat pukul 1 siang dan sekarang dia akan ke ruang osis untuk melanjutkan rapat tentang acara ulang tahun. Daena dan cheonsa sudah pulang barusan karena akan ada urusan di sebuah tempat les. Ngomong – ngomong soal daena, kyura tidak ambil pusing dengan itu sekarang. Biarlah daena bersikap tidak seperti biasanya padanya toh kepala kyura sudah cukup pusing memikirkan jongin.
“Yaaaa!”
Kyura berteriak heboh saat tangannya tiba – tiba ditarik ke sebuah ruangan yang kyura tau sebagai ruang penyimpanan alat olahraga.
Dan matanya seperti ingin keluar saat jongin sudah berada di depannya sambil meletakkan telunjuknya di depan bibirnya sendiri.
“Ap–apa yang kau lakukan?!” Kyura buru – buru memepetkan badannya ke tembok agar bisa leluasa bernafas.
Sementara Jongin malah tersenyum, “Aku ingin mengatakan sesuatu,”
Jantung kyura langsung mencelos, dia berdoa agar jongin tidak mengatakan hal – hal aneh lagi padanya.
“Kyura-ya..”

Deg Deg deg

Kyura sampai memegangi dadanya sendiri, karena detakan jantungnya tidak nyaman sama sekali.
“Aku yakin kau sedang cemburu waktu itu..” Kata jongin, “Kenapa kau tidak bisa jujur dengan perasaanmu?”
“Ke–kenapa kau bicara seperti itu!”
“Karena itu kenyataan,”
“Sok tau sekali kau,” Kyura menggeser tubuhnya ke kanan ingin pergi dari ruangan pengap tersebut tapi kedua tangan jongin buru – buru ia sandarkan pada tembok.
Tidak kehabisan akal, kyura kemudian merunduk agar bisa melepaskan diri lewat bawah tapi kepalanya malah menabrak dada jongin membuat kedua tangan pria tinggi itu malah memeluk tubuh kyura.

 

Hening

Kyura sampai bisa mendengar detakan jantung jongin berpacu cepat sama seperti jantungnya. Ingin sekali kyura mengatakan kalau dia sangat menyukai pelukan jongin sekarang.
“Aku ke lotte world kemarin untuk mencarimu,” Kata jongin dengan suara huskynya yang amat sangat kyura sukai. “Aku ingin minta maaf karena..” Jongin berhenti selama 10 detik. Sementara kyura masih.. entahlah jiwanya sepertinya sedang melayang di udara.
“Soal ciuman itu.. aku–minta maaf. Aku tidak bermaksud..”
Telinga kyura seperti mendapatkan radar saat mendengar kata ‘ciuman’. Tiba – tiba saja sekujur tubuhnya kepanasan. Mungkin wajahnya sudah memerah karena malu. Tapi disaat memalukan seperti itu jongin tiba – tiba saja melepaskan pelukannya membuat kyura langsung menunduk dalam menatap ujung sepatunya.
Gwaen..gwaenchana..” Ucapnya tergagap kemudian mengangkat tangannya, “Aku pergi dulu,”
“Kau mau kabur lagi!?” Seru jongin menarik lengan kyura
Aish.. aku malu. Lepaskan aku,”
“Baiklah ayo kita ke ruang osis,” kemudian jongin melingkari leher kyura sambil tersenyum – senyum karena wajah kyura masih memerah.
“Apakah kau ingin aku di keroyok? Lepaskan tanganmu!”
Jongin yang sudah memegang kenop pintu lantas menoleh pada kyura, “Di keroyok siapa?”
Kyura mendengus, “Gadis di yeonwoo 60% adalah fans mu,”
“Ah..” Jongin segera melepaskan lingkaran tangannya. Kemudian kyura langsung membuka pintu ruangan dan berjalan gontai menuju ruang osis.

“Kenapa kau terlambat?” Tanya chanyeol pada jongin yang baru saja duduk di sebelahnya. Setelah melirik kyura yang sedang memperhatikan ceramah sooman, jongin menjawab, “Aku tersesat,”
“Kau berbohong. Bukankah kau tadi ingin menemui kyura dulu?”
Jongin tidak menjawab dan malah memanggil nama chanyeol, “yeol!” Jongin tiba – tiba pening mengingat kejadian tadi, “Sepertinya akan sulit mendapatkan kyura jika kita masih di SMA seperti ini!” Lanjutnya berbicara pelan tapi menggebu – gebu.
“Ada apa lagi?!”
Ani.. tadi saja dia menolakku saat aku mengajaknya kesini bersama-sama,”
Chanyeol menepuk pundak jongin mencoba menghibur, jongin seperti sedang mengadu pada eommanya.
“Dia bilang takut dikeroyok gadis – gadis di sini.. Tsk!” Lanjut jongin
“Astaga,”
“Lalu bagaimana yeol?” Jongin semakin merengek seperti anak kecil.
“Mana aku tahu, aku tidak mau pusing mengurusi percintaanmu,”
Jongin menghembuskan nafas berat seraya membanting bolpoint nya ke meja membuat chanyeol dan beberapa siswa menatap jongin dengan pandangan aneh.
“Jongin-ah?!” Panggil chanyeol sedikit khawatir dengan keadaan jongin
“Ng?!”
“Apakah kau serius?” Tanya chanyeol membuat jongin menoleh padanya dengan wajah datar, “Soal Kyura..” Lanjutnya berbisik.
“Yeol! Apakah kau pernah melihatku yang seperti ini? Maksudku–”
“Yeah.. kau berubah,”
Hening. Mereka berdua sempat bertatapan sangat lama.
“Lalu bagaimana?” Tanya chanyeol
“Kau dengar itu?” Jongin menunjuk wajah sooman yang masih berbicara di podium depan. Alis Chanyeol berkerut lantaran dari tadi dia sama sekali tidak mendengarkan sooman berbicara.
“Aku akan mengisi acara pagelaran seni nya dan menyatakan cintaku pada kyura,”
WHAT!”
Chanyeol langsung mendapat berondongan lirikan horor dari siswa lain karena seruannya tadi, termasuk kyura.
Jwisonghamnida..” Chanyeol berkata sambil nyengir bodoh sementara jongin sedang menutupi wajahnya dengan buku karena malu.
“Yaa!” Chanyeol berbisik menyenggol perut jongin, “Apakah kau gila?! Kau bilang kyura bisa dikeroyok jika tahu dia sedang menjalin hubungan denganmu!”
Ani.. aku..” Jongin kehilangan kata – katanya, dia berpikir mungkin saja kyura tidak jadi dikeroyok karena jongin yang jelas – jelas menyatakannya duluan.
“Kyura pasti akan menolakmu..” Kata chanyeol tanpa dosa.
“Benar juga..” Jongin berekspresi bodoh, setelah dipikir lagi pasti kyura akan langsung menolaknya mentah – mentah karena jongin menyatakannya di depan semua siswa yeonwoo dan soojung.
“Dasar bodoh!” Chanyeol mendengus ingin sekali memukul kepala jongin.
Aishh! Molla! Aku akan menjauhi kyura saja kalau begitu!” Jongin makin bertingkah seperti anak kecil .
“Ppfthh– bahkan setiap malam kau seperti orang gila memikirkan kyura, lihat saja kau tidak akan semudah itu menjauhinya!”
Chanyeol menepuk bahu jongin “Jika kau ingin mendekati kyura kau harus melindunginya juga, kau tidak mau kan terjadi apa-apa pada kyura?”
“Tentu saja aku tidak mau, lalu bagaimana yeol?” Sifat kekanakan jongin muncul kembali.
Chanyeol mendesah berat, sahabatnya ini sungguh buta soal cinta. Chanyeol terpaksa turun tangan kalau sudah begini.
“Kawan, pengorbanan yang berat akan melahirkan hasil yang memuaskan,” chanyeol memasang tampang sok taunya.
“Aku tidak mengerti,” Jongin bersuara lemah. Ia putus asa. Kepalanya hampir pecah memikirkan kyura.
Aish! Kau bodoh sekali! pindah saja kesekolah kyura agar kau bisa mendekati sekaligus melindungi kyura,”
“Oh begitu,” Jongin segera mengangguk tanpa berpikir
“Jadi?” Tanya chanyeol setelah hening 5 detik
“Apa?” Jongin berwajah super bodoh.
“Pindah sekolah,” Chanyeol lama-lama bisa gila jika jongin terus seperti ini.
“Tentu saja tidak, kau gila! Orang tuaku bisa menghancurkan isi rumah jika aku meminta pindah sekolah,”
Geez.. jongin ini benar-benar menyebalkan. Chanyeol menyesal sudah peduli padanya, harusnya ia memegang prinsipnya untuk tidak ikut campur urusan percintaan jongin.
“Terserah padamu saja,” chanyeol bergeser sedikit agar jongin tidak merengek lagi padanya.
Jongin membuang nafasnya kasar, menumpukan kedua sikunya ke meja sambil menyangga kepalanya yang mendadak sangat berat, “Ah molla..” gumamnya kemudian menyapu pandangan ke seluruh ruangan dan matanya malah  tidak sengaja bertubrukan dengan mata kyura yang juga tidak sengaja menatapnya. Selama beberapa menit lamanya mereka bertatapan dalam diam, Kyura entah mengapa merasakan kalau jongin seperti ingin menyampaikan sesuatu padanya. Tapi saat pikiran kyura tiba – tiba terisi penuh dengan kejadian tadi di ruang olahraga, jongin membuang tatapannya ke arah lain dengan wajah.. kesal?
Mwoya..” Kyura menggumam pelan kemudian menunduk pura – pura sibuk mencoret – coret meja.

Something kinda crazy happen to me.. na na na na..” Luhan bernyanyi tidak jelas seraya merangkul leher kyura yang berjalan menuju halte bus, sehun juga sedang berjalan di sisi lain dengan merunduk sambil bermain dengan ponselnya.
“Bagaimana tadi rapatnya?” Tanya luhan dengan senyuman lebarnya yang bersinar.
“Biasa saja.. ada pagelaran seni antar sekolah, apakah kau akan melakukan sesuatu?”
“Hmm.. aku tidak begitu menyukai tampil di acara – acara seperti itu. Tapi sepertinya aku akan mengikutinya tahun ini..”
Kyura menoleh pada luhan, wajah luhan sangat berkeringat karena tadi pasalnya luhan, sehun dan beberapa siswa di kelasnya habis bermain basket untuk latihan karena akan melawan tim soojung di pagelaran olahraga.
“Kau mempunyai talent?” Tanya kyura tersenyum miring membuat Luhan langsung memberengut, “Tentu saja! Aku mempunyai suara yang sangat indah..” Kata luhan sombong membuat sehun yang mendengarnya langsung meliriknya datar.
“Ppftt.. bagaimana kalau aku yang memainkan pianonya?”
“HAH!!?” Luhan merasakan dewi fortuna sedang berjalan kearahnya.
“Kau tidak mau? Asal kau tau aku dulu mengiringi jongdae oppa menyanyi saat acara pernikahan saudara ku,”
“Permainan pianonya jinjjjjaaa.. jjang!” Kemudian sehun berkomentar masih dengan wajah datar.
“Yeah.. setara dengan fredric chopin hahahhaha..” kata kyura diakhiri dengan tawanya yang entah sejak kapan sangat luhan sukai membuat laki – laki itu ketularan dengan ikut tertawa.
kemudian luhan tiba – tiba melepaskan rangkulannya dan segera berlarian saat bus yang akan menuju rumah kyura dan apartemennya sudah akan berjalan meninggalkan halte.
Ajjusi! Chakaman!” Teriak sehun ikut berlari sementara luhan sudah menggandeng–lebih tepatnya menggeret tangan kyura agar berlari lebih cepat.

Sementata sepeninggal mereka bertiga, jongin yang sedari tadi berjalan di sebrang jalan sedang menendang kaleng minuman yang mengganggu jalannya. Dia seperti ingin memukulkan kepala luhan ke aspal karena berani merangkul kyura dengan sangat mesra, apalagi kyura sepertinya juga tidak keberatan akan kelakuan luhan itu. Wajah Jongin cemberut berat, dia ingin pergi kerumah kyura tapi terlalu malas bertemu dengannya.
“Oh, kau teman kyura kan?!” Tiba – tiba jongin berkata saat dirinya melihat daena berjalan sendirian kearahnya, lebih tepatnya ini memang trotoar yang akan menuju rumahnya.
Ne,” Kata daena malas, kenapa yang jongin ingat hanya kyuranya saja sih?
“Apakah kau akan menghajar kyura jika aku menyukainya?!” Entah pikiran dari mana jongin malah bertanya seperti itu seperti sedang melakukan survey penduduk saja.
Mwo?”
“Kyura jadi menolakku terus gara – gara kalian,” Ujar jongin berwajah sangat polos, “Apakah kalian tidak pernah jatuh cinta?”
“Dan apakah kau pernah merasakan cinta bertepuk sebelah tangan?”
Jongin berpikir sangat keras karena kurang faham dengan perkataan daena, “Ng…. pernah. Saat ini aku sedang merasakannya. Kyura tidak menyukaiku,”
Daena terhenyak ditempatnya berdiri, apa yang jongin katakan sebenarnya. Bukankah kyura menyukai jongin? Tunggu dulu.. daena kembali terhenyak untuk yang kedua kalinya, yeah kyura tidak pernah mengatakan padanya jika dirinya juga menyukai jongin. Maksud daena, menyukai sebagai pria bukan sebagai idolanya.
Apakah karena daena, kyura menutupi perasaan sukanya pada jongin? Ani.. daena juga masih bingung, sepertinya dia menganggap jongin hanya sekedar laki – laki paling tampan semuka bumi ini dan tidak benar – benar ‘mencintai’nya. Lalu bagaimana ini? Jongin jelas – jelas sedang mengadu padanya bahwa dia menyukai kyura kan? Daena pusing, bagaimana ini? Dia tiba – tiba merasa menjadi seorang yang egois. Dia akan kerumah kyura setelah ini. Ah tapi.. dia terlalu malu bertemu dengannya. Apa yang akan dia katakan nanti?
“Oi.. kenapa kau malah melamun!” Suara jongin meninggi sambil mengibaskan tangannya di depan wajah daena yang berkerut karena terlalu banyak berpikir.
“Apakah kau serius menyukai kyura?” Tanya daena
Aishh kenapa semua orang tidak mempercayaiku! selama hidup aku memang tidak pernah berinteraksi sejauh ini dengan para gadis tapi kali ini aku benar – benar sudah gila!!”
Daena mundur selangkah karena jongin tiba – tiba saja berteriak padanya. Tapi kemudian ia maju lagi selangkah dan menengadahkan kepalanya karena jongin benar – benar manusia berperawakan tinggi, daena pun berkata, “Baiklah aku akan menyerah..”
“Eh??”
“Aku tidak akan mengganggu hubungan kalian, tapi hanya aku saja. Tidak tau fansmu yang lain di luar sana,” Kata daena mengedikkan bahunya acuh kemudian berjalan melewati jongin.
“Ya! Tidak bisakah kau menolongku?!”
“Tidak,” Daena mendengus, jongin pasti tidak mengetahui namanya ck! Bahkan sifat jongin sangat kekanakan sekali, ya ampun.

Luhan berjalan beriringan dengan lay menuju sebuah cafe di sekitaran komplek rumah kyura. Bukan.. bukan karena ingin sekalian mampir kerumah gadis itu, tapi cafe itu memang langganan mereka berdua.
“Lu, apakah kau sudah tidak pernah pulang kerumah lagi?!” Tanya lay yang sedang memakai kaos dan jaket dengan tas gendong di punggungnya.
“Tidak,”
Wae?”
Luhan berhenti berjalan kemudian menendang sebuah pohon yang sedang dilewatinya kemudian langsung berlari menjauh membuat lay yang tidak mempunyai reflek baik langsung kebasahan terkena cipratan air pohon yang barusan ditendang luhan.
“Bahahahha. Kau masih sama seperti dulu, kenapa tidak bisa menghindar!” Luhan cengengesan
“YAAA!!” Lay bersungut seraya menepuk – nepuk jaketnya yang basah, tadi sore hujan deras memang sempat turun di seoul. Jalanan dan pohon – pohonnya saja masih basah pasca hujan tadi.
“Entahlah.. aku malas melihat keluargaku yang sekarang,” Luhan mulai berjalan lagi membuat lay menjejerinya dengan sedikit menjaga jarak dengan pohon – pohon yang ditanam di pinggiran trotoar.
“Aku melihat yebin sangat murung akhir – akhir ini,”
“Itu bukan urusanku, lay..”
“Apakah kau sangat membenci yebin?” Tanya lay yang menginjakkan kakinya terlebih dulu di cafe delight yang masih sangat ramai karena ini masih jam 7 malam.
“Lu..”
Lay memanggil luhan lantaran laki – laki itu malah terdiam di bangkunya.
“Kau bilang sudah melupakan yubi noona,” Kata lay lagi setelah memesan makanannya dan luhan
“Yeah itu benar,”
“Lalu?!”
Luhan bermain dengan tempat tisu yang ada di meja, “Lalu? Tidak ada kelanjutannya,”
“LU HAN!”
Aishh.. selama ayahku masih mengalirkan uang padaku, itu tidak jadi masalah buatku akan tinggal dimana,”
Lay menghembuskan nafasnya, sudahlah tidak usah membahas soal keluarga luhan. Itu membuatnya pusing.
“Jadi.. kau akan tampil dengan kyura?” Tanya Lay lagi, luhan sudah terbiasa dengan sifat lay yang seperti wartawan itu.
“Tentu saja,” Luhan nyengir lebar, entah mengapa dia sangat bahagia sekarang, “Lalu kau?”
Lay mengedikkan bahu, “Aku malas mengikuti yang seperti itu. Aku akan ikut pertandingan basket saja–Oh!” Ekor mata lay melihat sosok yubi memasuki cafe, “Yubi noona!”
Luhan sontak menoleh ke belakang, dan dia tentu saja terkejut karena yubi dan jongdae sedang memasuki cafe yang sama dengannya.
“Luhan! Kau disini rupanya,” Kata jongdae menghamipiri meja luhan dan lay sementara yubi berwajah datar saat melihat luhan ada di sana. Kenapa dia harus kaget atau sedih toh luhan adalah saudaranya sekarang.
Hyung, tumben kau kemari..” Ujar luhan saat jongdae malah duduk di sebelahnya sementara yubi disebelah lay. Mata luhan langsung berhadapan dengan wajah yubi yang sedang menatapnya datar.
“Ibu dan ayah belum pulang dan aku lapar, jadi pulang kuliah aku langsung kesini,” Jelas jongdae
“Lalu kyura?” Tanya luhan kuatir, bagaimana bisa seorang kakak tega meninggalkan adiknya yang mungkin kelaparan dirumah sendirian.
“Dia di rumah,”
“Hah! Sendirian?”
Jongdae berdecak sebal, “Kau tidak usah berlebihan seperti itu. Kyura bisa menjaga diri dengan baik. Bahkan dia bisa hidup sendirian di gua selama seminggu,”
“Tapi kan mungkin saja dia kelaparan,” Luhan mendengus kemudian memakan bokeumbab nya banyak – banyak.
“Apakah kau menyukai adikku?” Tanya jongdae setelah memilih menu makanannya yang sama dengan milik yubi.
Luhan dengan pipi yang menggembung sontak mengangguk polos tanpa menatap yubi yang sedari tadi sedang memperhatikannya. Entah kenapa luhan begitu meggemaskan di matanya. Dia akui bahwa luhan memang masih kekanakan tapi terkadang juga bisa menjadi sosok yang dewasa baginya.
Daebak. Ada apa dengan laki – laki masa kini kenapa mereka menyukai adikku,” Kata jongdae datar yang langsung membuat yubi dan lay tertawa.
“Syukurlah, sepertinya kau sudah melupakanku, adik kecil..” akhirnya yubi membuka suaranya pada luhan dengan menelan sakit hatinya dalam – dalam. Mendengar itu Lay langsung merunduk pura – pura menekuni makananya lagi sedangkan jongdae sedang menyapu seluruh ruangan cafe sambil bersiul kecil.
“Bukankah kau yang mengharapkannya?” Kata Luhan sangat datar, mereka berdua langsung saling tatap – menatap.
“Aku tidak mau adikku hanya untuk pelarian!” Sergah jongdae yang membuyarkan langsung kontak mata antara luhan dan yubi.
Aniya hyung.. aku sungguh menyukai kyura, bahkan jantung ini tidak bisa diam jika aku berdekatan dengannya,”
“Ck. Gombal sekali..” Kata jongdae
“Aku serius..” Luhan berkata dengan mata memelas pada jongdae, “Aku sudah tidak menyukai noona ku sendiri,” Lanjutnya sedih membuat yubi yang mendengar luhan mengatakan ‘noona ku sendiri’ merasa ingin bunuh diri. Kenapa perasaannya masih sangat sakit.
Walaupun luhan mengaku sudah melupakan yubi tapi cinta pertama itu sulit untuk dilupakan bukan?
Yubi sudah menjadi bagian dari dunia luhan, melupakan yubi sama dengan mengakhiri hidup tapi kehadiran kyura sangat mengalihkan dunianya dan akhirnya luhan memiliki dunia baru. Sedikit demi sedikit luhan bisa melupakan yubi walaupun belum sepenuhnya. Kyura memiliki sifat yang jauh berbeda dari yubi, bukan membanding-bandingkan tapi sifat kyura sangat membuat luhan nyaman dan luhan suka itu.
Keheningan mereka terpecah saat pelayan datang membawa pesanan jongdae dan yubi.
“Aahh akhirnya.. aku lapar sekaliii,” jongdae berseru saat pelayan menghidangkan bibimbap dengan gurita pedas yang menjadi makanan pendampingnya didepan matanya, ia buru-buru mengaduk bibimbap tersebut dan menambahkan saus gurita pedas yang pastinya akan menjadi perpaduan yang sangat lezat di lidahnya. “Yubi-ya ayo makan,” Jongdae berkata dengan mulut penuh makanannya sampai kedua pipinya menggembung. Kemudian mengakhiri tatapannya ke luhan, yubi pun mengangkat sendoknya dan memakan makanannya dengan perasaan campur aduk.
Hyung, setelah ini kau mau kemana?” Luhan bertanya membuat fokus makan jongdae terganggu.
“Sepertinya aku akan pulang,”
“Bukankah kau mau membeli buku panduan memasak?” Yubi mengintrupsi karena tadi seingatnya jongdae akan ke toko buku setelah makan.
“Ah iya aku lupa,” jongdae menepuk jidatnya sendiri
“Kau suka memasak?” Luhan memicingkan matanya, menurut penglihatannya selama ini jongdae tidak terlihat mempunyai hobi memasak sama sekali.
Aniya.. kyura ingin membuat kue untuk ulang tahun eomma seminggu lagi jadi ia meminta padaku untuk membelikannya saat pulang kuliah, untung saja yubi mengingatkan. Gomawo chingu,” jongdae nyengir lebar pada yubi.
“Kalau begitu aku langsung kerumahmu ya hyung,” Kata luhan membuat jongdae menatapnya dengan berkedip dua kali.
“Bawakan sekalian makanan untuk adikku, feeling ku mengatakan dia sedang kelaparan,” Ujar jongdae dengan polos membuat lay langsung meyikut lengan luhan sambil tersenyum jail.
“Baiklah hyung-nim!” Luhan langsung sumringah ditempatnya.
Setelah membelikan makan malam untuk kyura, dan lay sudah pulang kerumahnya, luhan berjalan seraya bersiul – siul senang. Dia sebenarnya tidak berniat kerumah kyura, tapi apa daya. Tadi jongdae menyuruhnya mengantarkan makanan ini lantaran dirinya mungkin akan lama di toko buku karena jarak tempuhnya agak memakan waktu.
Laki laki yang sedang memakai sweater pink dengan jeans biru gelap itu berjalan santai dan saat rumah kyura sudah terlihat ekor matanya melihat sesosok manusia sedang mondar – mandir di depan pintu rumah kyura.
Luhan merinding seketika, tapi sejalan dengan langkah yang mendekat, wajahnya berubah kelam.
Ternyata itu adalah Kim jongin. Luhan berdecak sebal, entah mengapa akhir – akhir ini dia selalu muncul saat dirinya dan kyura sedang bersama – sama. Apakah jongin menyukai kyura?
“Sedang apa kau disitu?”
Jongin yang sedang gelisah ditempatnya sontak lemas seketika saat suara seseorang mengagetkannya. Buru – buru ia menoleh ke sumber suara dan berekspresi sebal seketika saat luhan berada disana.
“Dan kau? Apa yang membawamu kemari?!”

Sifat asli Jongin yang dingin mulai kembali, di tatapnya luhan sangat jengah begitu.pun sebaliknya. Sepertinya akan ada pertengkaran serius di depan gerbang seorang gadis malam – malam begini. Ya ampun …

 

To be continued…

ngga ada yang perlu saya sampaikan. terimakasih telah mendukung(?) my answer is you selama ini. semoga kalian tetep suka sama ceritanya ^^ terimakasih banyak yah. tolong tinggalin komenan kalian walaupun nggak kepingin.. heheheh. kan kalau ada jejak – jejak kalian, aku tambah semangat lanjutin ff ini ^^ sekali lagi gomawo..

maapin kalo banyak kata – kata yang tidak sesuai dan berantakan.

 

10 responses to “[Freelance] My Answer Is You (Chapter 8)

  1. kyaknya bakal ada perang dunia ketiga nih?! jagoin siapa ya? kai?luhan? Kai aja deh,wkwkwk….aku ngelewati part sebelumnya,kyaknya?

  2. aaaahhh akhirnyaa keluar juga ni ff authornim~ :”)
    ffnya makin seruu..
    lagi asik asik baca tau nya ada tulisan “To be continued…” huuuft
    next thor! penasaran bgt!
    di tunggu next chapternyaaa
    fighting!! kalau bisa jangan lama lama ya thor🙂

  3. Pingback: [Freelance] My Answer Is You (Chapter 10) | SAY KOREAN FANFICTION·

  4. Pingback: [Freelance] My Answer Is You (Chapter 9) | SAY KOREAN FANFICTION·

  5. Pingback: [FREELANCE] MY ANSWER IS YOU (CHAP 11) | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s