[Freelance] My Answer Is You (Chapter 9)

maiy9

Author: lightmover0488
Cast : Kim jongin, Kim kyura (OC), Lu han
Support cast : Oh sehun, Lee Daena (OC), Park Cheonsa (Oc)
Genre: Comedy, Fluff, School life, Friendship
Lenght : chaptered
Disclaimer : Alur cerita milikku dan tokoh tampan yang aku pakai sepenuhnya milik tuhan. Dilarang mencontoh ide atau jalan cerita. Terimakasih

Prev: #1 #2 #3 #4 #5 #6 #7 #8 #9
===

Chapter 9

 

Enjoy^^

Jongin menatap luhan yang sudah berdiri di hadapannya dengan datar. Dia masih shock kenapa luhan selalu saja ke rumah kyura. Apakah rumah luhan juga berdekatan dengan kyura? Hell, untuk pertama kalinya jongin ingin sekali membeli rumah sehun yang berada tepat di sebelah rumah kyura.
“Minggir,” Kata luhan mengibaskan telapak tangannya ke udara agar jongin menyingkir dari pintu gerbang rumah kyura.
Sireo..” Jongin malah menutupi pintu bercat biru laut itu menggunakan tubuhnya. Kekanakannya kembali lagi seperti semula.
“Ya! Minggirr!” Luhan menyingkirkan tubuh jongin kesamping, tapi tangan jongin malah berpegangan pada tiang kotak post yang berada di samping pintu gerbang.
“Aku tidak akan membiarkanmu ke rumah kyura lagi,” Seru jongin membuat luhan geram sendiri.
“Memangnya kau siapa melarangku kerumahnya huhh?! Bahkan kau bukan ibunya!”
“Pokoknya tidak boleh. Aku akan berjaga disini!”
“Ya! Kim jongin!” Luhan keheranan kenapa pegangan jongin pada tiang tersebut sangat kuat. Diapun menaruh tas kresek berisi makan malam kyura ke aspal dan menarik – narik tangan jongin lebih serius.
“Kenapa kau kekanakan sekali!” Seru luhan masih berusaha keras melepaskan cekalan jongin dengan melingkarkan tangannya ke leher laki – laki tan itu.
“Aku tidak kekanakan–Aku hanya tidak mau kau mengunjungi rumah kyura!–Ya! Lepaskan tanganmu–mmpptt–”

 

Cklek

 

Pintu gerbang tersebut terbuka perlahan dan kyura langsung terbengong di tempatnya melihat luhan dan jongin sedang berpose aneh.
“Kalian sedang apa?” Tanya kyura masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, kemudian berjalan melewati keduanya yang masih teguh dengan posenya masing – masing. Dilemparkannya sebuah buntalan tas kresek hitam ke dalam tong sampah yang tersedia di depan rumahnya. Kyura lantas berbalik badan, “Kenapa kalian ada disini?!”
“Aku..” Jongin dan luhan berkata bersamaan kemudian saling pandang, menyadari posisi mereka yang aneh, luhan pun segera mendorong jongin ke tembok.
Luhan lalu mengambil bungkusan makanan yang sempat ia nistakan di aspal, “Aku ingin mengantarkan makanan. Dari jongdae hyung–” Kata luhan nyengir lebar membuat jongin langsung mendengus sambil meratakan tatanan rambutnya yang berantakan.
“Ah,” Hanya komentar itu yang keluar dari mulut mungil kyura, dia pun segera mengambil bungkusan tersebut kemudian berjalan menuju pintu gerbangnya berniat masuk ke dalam rumahnya. Dia bingung akan melakukan apa pada mereka, apakah lebih baik dia mempersilahkan mereka masuk atau tidak?
“Tumben sekali kalian kesini bersama – sama,” ujar kyura menatap wajah jongin yang semakin indah hanya karena lampu jalan yang temaram.
“Kami tidak bersama – sama,” Kata luhan berdecak sebal
“Lalu kau kim jongin. Kenapa kau kemari?” Tanya kyura
“Aku.. ingin mengatakan sesuatu,”
“Baiklah, aku akan pulang. Jangan lupa kita akan latihan akhir pekan ini,” Kata luhan tersenyum misterius pada jongin
“Okay, hati – hati dijalan,” Kata kyura kemudian melambaikkan tangannya ke luhan membuat jongin tiba – tiba ingin muntah.
“Apa yang kalian maksud dengan latihan?” Tanya jongin setelah dirinya memasuki rumah kyura yang sangat sunyi.
“Oh, pagelaran seni–”
WHAT! KALIAN AKAN MELAKUKAN APA!”
Kyura tentu saja terlonjak kaget saat jongin berteriak di belakang punggungnya, buru – buru dia berbalik badan menghadap jongin.
“Kami akan berduet,” Ujar gadis itu datar kemudian berjalan menuju meja makan meninggalkan jongin yang sedang shock ditempatnya berdiri. Ada apa ini? Kenapa kyura akan berduet dengan luhan! Jongin panik, kenapa bukan dirinya yang menggantikan posisi luhan saja?
Berbagai ide busuk langsung bersarang di otak cemerlang jongin, merencanakan 1001 cara agar luhan batal tampil di acara sekolah. Tapi apa? Sebelumnya Jongin tidak pernah berpikiran jahat kepada orang lain. Sepertinya dia akan bertanya kepada baekhyun saja setelah ini.
“Apa yang kau pikirkan?”
Suara bening kyura mengagetkan pikiran kotor jongin, dengan masih berpikir keras dia pun duduk dihadapan kyura sambil memandangi wajah gadis itu. Aigo, bahkan jongin sudah sangat hobi menatap wajah pujaan hatinya.
“Jadi apa yang akan kau katakan?” Tanya kyura seraya menyuapkan makanan yang tadi dibawakan luhan. Dia memang sangat kelaparan sejak tadi, untung persediaan snack jongdae yang berada di bawah tempat tidur masih cukup untuk mengganjal perutnya. Ingatkan kyura untuk menggantikan snack kepunyaan jongdae besok.
“Entahlah aku lupa,” Kata jongin datar. Dia memang lupa apa yang hendak dikatakannya pada kyura gara – gara bertemu dengan luhan tadi.
“Jongin-ah..”
“Ng?”
Kyura menenggak air putihnya sampai habis kemudian berkata, “Apakah kau dan saudara tiri luhan berteman baik?”
“Maksudmu yebin?”
Kyura mengangguk.
“Kami hanya berteman, tidak bisa disebut dekat.. hmm, dia partner menariku setaun yang lalu di sekolah,”
“Oh..”
“Kau tau? Luhan adalah kekasih kakak yebin,”
“Aku tau–mereka sudah berpisah,”
“Luhan mendekatimu untuk melupakan kakak yebin,”
Kyura tidak mengerti arah pembicaraan jongin.
“Sepertinya luhan menyukaimu,” Kata jongin lagi sebelum kyura sempat berkomentar
“Tidak. Kami hanya berteman, sepertimu dan yebin..”
“Aniya, dia menyukaimu!”
Kyura mendengus, “So what!?”
“Kau harus menolaknya jika dia menyatakan perasaannya padamu!” Entah kenapa jongin mempunyai firasat luhan akan melakukan sesuatu di pagelaran seni besok lusa. Bagaimana kalau idenya dicuri oleh luhan? Ide untuk menyatakan cinta saat tampil di pagelaran seni? Jongin bisa gila jika itu terjadi.
Kyura sedikit menganga pasca perkataan jongin barusan, “Jongin, apa yang mau kau katakan sebenarnya!”
Otak jongin mengalami dilema parah, “Kyura-ya, aku menyukaimu–sungguh..”
Mulai lagi, kyura benar – benar belum siap dengan pernyataan perasaan jongin sejak tempo hari.
“Bagaimana kalau kita backstreet saja,” Usul jongin konyol karena otaknya sudah buntu
“APA KAU BILANG!?”
“Ayolah bukankah kau menyukaiku?!”
“Tunggu dulu, aku…” Kyura kehilangan kata – katanya.
“Temanmu itu sudah menyerah terhadapku. Aku tidak akan menjadi anak populer lagi, aku akan keluar dari agency dan gadis – gadis itu akan menjauhiku–”
“Chakaman!” Kyura seperti diserang penyakit gangguan telinga akut. Dia tidak bisa percaya dengan apa yang dikatakan jongin. Semoga telinganya salah mendengar, “Mwo?”
“What?” Jongin bingung sendiri
“Kau jangan bercanda! Menari adalah impianmu dan kau sudah diterima di agency itu, jongin!”
Jongin mengedikkan bahunya, seperti yang sudah dikatakan di awal dia tidak akan menjadi penari karena ayahnya tidak merestuinya. Dan dia juga sudah merencanakan akan keluar dari agency setelah lulus SMA bukan? Sekarang tidak usah menunggu kelulusan. Jongin akan mengundurkan diri besok!
“Aku tidak akan menjadi penari,”
Jongin menggantungkan kalimatnya, menunggu respon dari kyura. Tapi gadis itu tetap bergeming di tempatnya.
“Ayahku menentangnya. Dan aku memang sudah akan mengundurkan diri,” Lanjut jongin sudah berlapang dada melepaskan mimpinya. Setelah lulus dia akan langsung kuliah di universitas ibunya untuk dapat meneruskan perusahaan ayahnya kelak.
“Tap–tapi.. kau adalah penari yang luar biasa,” Kyura mengatakannya dengan tidak sadar, pikirannya melayang pada foto – foto jongin yang sedang menari di tempat latihan, bahkan kyura menyimpan banyak vidio jongin.
“Kau benar – benar menyukaiku ternyata,” Jongin tersenyum lebar sangat menyilaukan mata kyura.
“Yeah.. aku menyukaimu,” Kyura menyerah, memang iya dia sangat menyukai jongin, “Tapi entah sebagai apa,” Lanjutnya menatap meja kosong yang ada di hadapan jongin.
“Eyyy.. gwaenchana. Kau bisa menyukaiku sebagai apapun, asalkan kau tidak kabur lagi dariku,” Jongin entah dengan kekuatan apa sudah duduk menjejeri kyura. Membuat gadis itu sempat kehilangan kesempatan bernafasnya.
“Besok adalah hari terakhir ujian. Apakah sepulang sekolah kau mau menemaniku ke agency?” Jongin menyangga kepalanya dengan salah satu tangannya sembari menatap wajah kyura.
“Ne?”
Ternyata roh kyura sedang melayang di udara karena perkataan jongin yang tadi.
“Kau melamun!” Jongin berdecak sebal
“Kau mengajakku kemana?”
“Agency,”
“Kau mau apa? Mengundurkan diri?”
Jongin menggeleng, “Sebelum mengundurkan diri aku ingin menari di hadapanmu,” Lalu jongin memberikan kyura senyuman paling manis yang dia punya.
Karena kata – katanya barusan, kyura seperti orang penderita cacat mental. Otaknya membeku sementara mulutnya seperti tidak ada kemauan untuk bicara. Dan jantungnya… astaga dia kira dia sudah menjadi mayat hidup tapi kenapa jantungnya begitu berdentum dengan kerasnya?
“Ya..”
Suara jongin memecah keautisan kyura, bukan karena suaranya tapi kedua tangan jongin yang ditangkupkan ke pipi memerah kyura.
“Kenapa kau suka sekali melamun?!”
“Aish! Jangan menyentuhku!” Kyura tersadar dan langsung heboh sendiri, dia sontak berusaha melepaskan pegangan jongin pada pipinya.
“Tidak mau,” Jongin memeletkan lidahnya imut, “Kau selalu kesetrum jika aku menyentuhmu kan? Ahaahaha”
Jongin kelihatan sangat bahagia.
“Jongin!”
Wae?!”
“Aaaaa ottokeee.. lepaskan aku,”
“Wajahmu memerah,”
“Yaaa!”

♥♥♥

Setelah ujian terakhir akhirnya terselesaikan, kyura, cheonsa dan daena berjalan beriringan menuju pintu gerbang. Rencananya mereka akan berjalan – jalan terlebih dahulu karena sudah lama tidak melakukan hal semacam ini.
“Kyura-ya,” Panggil daena tanpa menoleh pada kyura yang berjalan di samping kanan cheonsa.
“Wae?”
Daena sedikit melirik gadis mungil itu, “Maafkan aku,”
Kali ini cheonsa juga menoleh pada daena.
“Untuk apa?”
“Untuk semuanya, kau tidak perlu lagi menutupi perasaanmu pada jongin di depanku,”
“Ohoo.. ada angin apa kau berbicara seperti itu, lee daena..” Komentar cheonsa sambil tertawa lebar kemudian melanjutkan, “Sudahlah, kalian cepatlah berbaikan. Ya ampun, aku bisa gila kalau kalian terus saja berjauhan, ouhh.. bukan stlye kalian sekali,” Cheonsa malah mengoceh sendiri
“Gwaenchana.. lagi pula aku tidak mengerti dengan perasaanku pada jongin,” Kata kyura pada akhirnya seraya melambai pada teman sekelasnya yang berjalan melewatinya.
“Ya.. jelas – jelas kau menyukainya,” Kata daena berpindah ke samping kanan kyura kemudian bergelayut pada lengannya.
Molla, aku belum yakin..”
“Cobalah terima dulu ajakan kencan jongin,” Cheonsa cengengesan sendiri membuat kyura berdecih sebal, “Ya! Tunanganmu itu memang bermulut ember, sama seperti park chanyeol itu ishh..”
“Aigoo bahkan baekhyun yang menyuruh jongin mengajakmu untuk berkencan,”
“Mwo!”
Cheonsa dan daena tertawa melihat ekspresi kyura, “Bahkan jongin tidak tau menahu soal percintaan,” Kata cheonsa disela – sela tawanya, “Sama sepertimu, kyura-ya..”
“Apa kau bilang!–Ya! Jangan kabur!” Kyura mengejar kedua temannya yang tiba – tiba berlari menjauhinya.
“Bagaimana kalau kita ke namsan! Ya! Ayoo kita ke namsan!” Teriak daena bersemangat sambil berlari mundur agar bisa melihat kyura yang juga berlari ke arahnya
Call!” Seru kyura nyengir lebar
“YA! Aku mau ikut!” Sehun yang sedang berpacaran dengan fiona di bawah pohon maple pinggir trotoar tidak sengaja mendengar seruan tiga serangkai itu.
“Aish! Kau tidak boleh ikut, ini hanya untuk yang tidak punya pasangan saja!” Kata daena cemberut tapi sehun dengan menggandeng fiona sudah mensejajari mereka bertiga yang sekarang sudah berjalan normal.
“Kalau begitu kau tidak usah memperdulikan kami berdua ishh. Kami akan bersenang – senang di sana berdua!” Sehun bersungut
Heol!”
Kyura dan cheonsa terbahak karena ekspresi daena. Kemudian mereka berlima pun menunggu di halte bus untuk ke namsan. Kyura mengambil ponselnya, ingin memberitahu jongin karena dia tidak bisa menemaninya. Tapi saat mengingat kembali wajah jongin saat mengajaknya, kyura jadi tidak tega. Jujur saja, gadis itu sampai tidak bisa tidur memikirkan hari ini.
To : 종인
Kau akan ke agency jam berapa?

Kyura mengklik tombol send kemudian menghela nafasnya, memandangi teman – temannya yang sedang bercanda di sekitarnya. Saat – saat yang sangat membahagiakan, akhirnya pertemanan mereka bertiga tidak butuh waktu lama untuk memperbaikinya.
Sebuah pesan ter pop out di layar ponsel kyura tidak kurang dari 2 menit.

From : 종인
Jam 8 malam. Kau tidak bisa?

Kyura buru – buru melihat jam tangannya, ini baru jam 3 sore. Baiklah waktunya sepertinya cukup untuk bersenang – senang dulu dengan teman – temannya.
To : 종인
Ani.. aku bisa.

3detik kemudian

From : 종인
Baiklah aku akan menjemputmu dirumah🙂

Melihat balasan dari jongin barusan entah kenapa Kyura seperti orang gila karena tersenyum – senyum sendiri pada layar ponselnya.
“Apakah kau mengajak jongin? Kenapa kau tersenyum seperti itu?” Tanya cheonsa menyenggol lengan kyura
Ani..”
Mwoya? Apakah kyura dan idolanya sudah jadian?” Tanya sehun yang tadi mendengar ucapan cheonsa
Aish diam kau Osehun!” Kyura menepuk pelan lengan sehun
“Berita jadiannya tidak akan lama lagi,” Kata daena mencolek dagu kyura.
“Wah, eonni.. kau pasti sangat senang akhirnya idolamu juga menyikaimu,” Kini giliran fiona yang membuka suara, gadis blasteran korea – indonesia itu tersenyum simpul pada kyura. Daebak! Fiona mendapatkan berita besar! Separuh dari teman sekelasnya adalah fans jongin dan apa yang akan terjadi jika semuanya tau hal ini?
“Aniya, bukan seperti itu. Kami tidak akan–”
“Aku tunggu traktiranmu kalau begitu,” Ucap sehun kemudian merangkul leher fiona, berjalan menuju bus yang berhenti di depan halte diikuti kyura, cheonsa dan daena di belakangnya.

♥♥♥

“Eo?!” Jongin yang berjalan dalam kegelapan menuju rumah kyura dengan masih mengenakan seragam sekolah lantas bersorak kegirangan saat matanya melihat kyura sedang berjalan di jalan setapak yang akan menuju rumahnya, “Kyura-ya!”
Kyura berhenti berjalan kemudian menoleh ke belakang, gadis itu juga masih mengenakan seragam dan parahnya kakinya sungguh mati rasa setelah bermain – main di namsan.
“Aku kira kau sudah di rumah sejak tadi,” Ujar jongin yang habis berlari mensejajari kyura
“Aku habis ke namsan,” Jawab kyura lesu, jujur saja dia sangat lelah. Jongin di sebelahnya langsung memelototkan matanya berlebihan.
MWO!!! APAKAH KAU KE NAMSAN BERSAMA LUHAN!? YA KEN–”
Kyura sontak berjinjit untuk membekap mulut jongin yang gampang meledak – ledak seperti ranjau saja. Tidak tahukah dia kalau disini adalah pemukiman padat penduduk!
Jongin menyingkirkan tangan mungil kyura dari bibirnya kemudian menatap kyura garang.
Wae! Kenapa kau sangat menyebalkan!” Kyura balas memelototi jongin
“Aku tidak suka jika kau berdekatan dengan luhan,”
Kyura sontak memegangi kepalanya sambil membuang nafasnya kasar kemudian berbalik badan seraya melangkahkan kakinya lagi, “Aku kesana dengan cheonsa dan daena..” Kyura menggumam lelah, kenapa jongin selalu saja seperti itu? Memangnya dia siapa?
Jongin yang mendengarnya segera menyesal dengan apa yang baru saja ia katakan. Sepertinya dia sudah membuat mood kyura jatuh berantakan ke aspal, ingin segera meminta maaf tapi terlalu bingung untuk merangkai kata – katanya. Jongin pun kemudian hanya berjalan mengekori kyura dalam diam, tangannya bermain – main dengan bunga white clemantis yang tadi ia rampok di pagar sebuah rumah yang ia lewati. Kepalanya merunduk dengan tanganya yang sibuk merangkai bunga – bunga tersebut dengan sangat ulet sampai dia merasakan tubuhnya menabrak sesuatu.
Jongin mendongak dan otomatis mundur selangkah karena ternyata dia menabrak punggung kyura yang berhenti di depan gerbang rumahnya. Jongin langsung kikuk, otaknya tiba – tiba kosong mendadak disaat seperti ini. Sepertinya dia harus mengakui omongan chanyeol yang sering mengatakan bahwa dirinya memang bodoh jika dihadapkan dengan seorang gadis.
“Jongin-ah..” Kyura berbalik badan kemudian mendongak menatap wajah jongin. Setelah itu mereka terdiam satu sama lain dengan saling bertatapan. Kata – kata kyura yang hendak ia katakan pada jongin menguap entah kemana saat mata pria itu juga menatap matanya sangat lekat– seperti membungkamnya.
“Maafkan aku..” Mulut jongin seakan bergerak sendiri saat mengatakannya, kedua tangannya yang sedari tadi sibuk merangkai bunga white clemantis sampai menyerupai sebuah mahkota terangkat keatas kepala kyura dan menaruhnya disana, “Aku tidak tau kenapa pikiranku selalu gusar jika memikirkanmu yang mungkin sedang bersama dengan luhan..” Kata jongin sedikit ada nada merajuk disana, saat matanya menilik penampilan kyura yang sangat menggemaskan karena mahkota buatannya sendiri, jongin pun menarik tangan kyura dan langsung memeluknya dengan kikuk.
Indra penciumannya langsung dipenuhi harumnya bunga white clemantis bercampur dengan harum rambut kyura, tanpa sadar mengambil nafasnya panjang – panjang seperti habis tenggelam di laut.

Semetara kyura yang masih betah terdiam kaku sedang sibuk berpikir keras mencerna keadaan. Kenapa jongin selalu membuat peredaran darahnya tersumbat di sana sini? Dadanya sampai naik turun karena tiba – tiba saja tubuhnya memanas.
“Kim..jongin–lepaskan aku..”

 

Hening.

 

Hanya suara angin yang berhembus di keremangan malam yang menyaksikan mereka berdua. Namun setelah beberapa detik yang sangat sunyi, tiba – tiba saja dari sebuah gang yang tertutupi tanaman rambat yang sangat lebat terdengar suara ribut – ribut kecil beberapa gadis dengan masih mengenakan seragam sekolah yang berbeda satu sama lain.
“Bukankah itu kim jongin?”
“Ya! Apakah dia sedang memeluk seorang gadis?”
“Omomo! Siapa gadis itu!? Kenapa jongin memeluknya?!”
“Aku belum pernah mendengar jongin menjalin hubungan dengan seseorang!
Ottokee!”
“Asddfhjkll”

 

To Be Continued..

NB : Maapin yang nungguin ini ff baru sempet posting sekarang wkwkwkwkw. aku lagi minim inspirasi masa duh! mana yang nungguin Bitter sweet, Innocent lust sama Present love Hapar bersabar ya T,T

aku usahain lebih cepet postingnya.

terimakasih udah mengikuti My Answer Is You.. aku masih nunguin komennya^^

sorry for typos

 

8 responses to “[Freelance] My Answer Is You (Chapter 9)

  1. wah yg di semak2 siapa ? jangan2 itu fansnya jongin gimana kalau mereka tahu yg di peluk jongin itu kyura bisa GAWAT…..next

  2. Pingback: [Freelance] My Answer Is You (Chapter 10) | SAY KOREAN FANFICTION·

  3. Pingback: [FREELANCE] MY ANSWER IS YOU (CHAP 11) | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s