[Freelance] My Answer Is You (Chapter 10)

maiy10

Author : Lightmover0488
Cast : Kim Jongin, Lu Han, Kim Kyura (OC)
Additional cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol
Genre : Comedy, School Life, Pg 15, Romance, Friendship
Lenght: Chaptered
Disclaimer : cerita fiktif. Hanya untuk menghibur. Dilarang mencontoh ide cerita.
Prev: #1 #2 #3 #4 #5 #6 #7 #8 #9
===

= My Answer Is.. You Chapter 10 =

Happy Reading^^

 

Kyura POV

 

Gerakannya sempurna tanpa cela. Laki – laki itu sedang meliuk – liukkan tubuhnya di hadapanku. Tepat di depan mataku, hanya dari jarak tak lebih dari 3 meter. Dan aku tidak hanya mengangakan mulutku sejak 15 menit yang lalu tapi jantungku terus saja seperti sedang mengadakan festifal entah apa di dalam rongga dadaku. Sangat berisik sampai aku bisa mendengakannya sampai kedua telingaku.

Seluruh tubuhku merinding parah melihat laki – laki itu menari dengan indahnya. Tidak pernah aku melihat makhluk yang begitu sempurna seperti dia. Dan Aku tidak akan pernah melupakan perasaan seperti melayang di udara saat laki – laki itu sesekali melancarkan senyumannya padaku. Hatiku seperti ditumbuhi bunga – bunga yang sedang bermekaran. Entah kenapa aku sangat menyukai apapun yang ada pada seorang– Kim Jongin.

Terlintas di pikiranku sejak tadi, tawaran Jongin agar kita menjalani hubungan backstreet saja karena sepertinya aku tidak bisa mengontrol diriku lagi. Jika saja urat maluku sudah benar – benar terputus, mungkin saja aku sudah meneriaki berjuta kata cinta untuk Jongin sekarang.

‘Hey, jongin aku menyukaimu. Sungguh. Ayo kita pacaran,’

Kata – kata itu tercipta di otakku sejak semenit yang lalu dan itu membuatku sangat pusing. Sepertinya aku benar – benar menyukai Kim jongin sebagai seorang pria, bukan hanya sekedar ‘dia idolaku’.

Bagaimana ini?

Pikiranku berkecamuk dengan sendirinya saat aku teringat bahwa aku masih berada di sekolah yang sama dengan para jongin-stans. Aku benar – benar tidak bisa mengabaikan mereka karena siswa di sekolahku pun bisa saja menjadi ancaman berat bagiku. Kata Jongdae saat aku diantarnya ke sekolah saat hari pertamaku masuk ke Yeonwoo, kakak ku itu berpesan agar tidak membuat masalah di sekolah karena akan mempengaruhi nilai etika saat masuk ke perguruan tinggi. Dan aku sebagai anak yang berbakti tentu saja tidak mau membuat ayah dan ibuku kecewa denganku kan? Aku akan lulus dari sana tanpa masalah semacam masalah memperebutkan cinta seperti itu. Mungkin menjadi teman Jongin sudah cukup bagiku? Teman Backstreet? Heol, Itu hubungan macam apa?

Tapi jika aku secara terang – terangan berteman dan mendekati Jongin setiap harinya, sama saja dengan aku mendeklarasikan peperangan dengan para gadis penyuka Jongin kan? Aigo betapa rumitnya kisah cintaku, oppa..

 

Aku bertepuk tangan berlebihan saat musik yang mengiringi Jongin terhenti tepat pukul 10 pagi. Kenapa jam 10 pagi? Karena kemarin malam Jongin dan aku tidak jadi ke sini karena aku benar – benar lelah sehabis ke namsan bersama Daena dan Cheonsa.

Aku mendongak saat jongin berdiri di hadapanku sementara aku masih duduk bersandar pada kaca besar ruangan ini, Dia terengah – engah sambil tersenyum lebar kepadaku membuat mataku semakin tidak mau beranjak menatap wajahnya.

“Bagaimana penampilanku?” Tanyanya membuyarkan segala lamunan indahku bersamanya.

“Aku tidak punya kata – kata yang pas untuk menggambarkannya,” Kata – kata itu lolos dengan gampangnya dari bibirku tanpa aku sadari. Sepertinya jiwaku sudah terganggu.

Jongin terkekeh sambil bergerak duduk menjejeriku, suara tawanya barusan seperti alunan lagu ballad terindah yang pernah diciptakan. Aku sampai ingin mendengarnya setiap jam nya.

“Apakah kau suka?” Tanya Jongin sambil melingkarkan sebuah handuk kecil di lehernya. Aku masih terus menatapnya bahkan aku sampai takut leherku pegal kerena menoleh terus padanya.

Aku mengangguk untuk menjawab pertanyaannya. Menatap lebih lekat wajah Jongin dari jarak yang sangat dekat selama bermenit – menit sampai Jongin memandangku dengan pandangan mata yang seolah bertanya ‘ada apa’ kepadaku.

“Apakah kau operasi plastik?” Tanyaku seperti orang tidak waras

“Hah?” Aku melihat bibir Jongin mengaga untuk sepersekian detik lamanya kemudian seperti tersadar dia langsung meninggikan suaranya, “YAKK! SIALAN! WAJAHKU INI ASLI SEJAK AKU MASIH DI DALAM RAHIM IBUKU ISHH!”

Aku otomatis menjauh sambil menutupi telinga kananku pasca teriakan Jongin, “AKU TIDAK TULI!”

“Lalu kenapa kau bertanya seperti itu?!” Jongin memanyunkan bibirnya sangat lucu membuatku lebih keras menahan diri agar tidak menjadi gila.

“Aku hanya akan mengatakan kalau wajahmu sempurna,” Huft.. Aku tidak tau kenapa mulutku jadi seperti ini. Apakah tadi tarian jongin sudah menghipnotisku sampai segininya? Aigo.. aku rasa Kim Kyura memang sedang mengalami indahnya jatuh cinta.

“Aku memang tampan,”

“Ng.. aku percaya,”

“Lalu?”

Aku menoleh pada jongin, “Apanya?”

Jongin menatapku beberapa detik kemudian menghela nafasnya membuatku bingung. Sepertinya semburat kekecewaan terpancar dari wajahnya yang berkeringat.

“Ayo kita makan. Aku lapar,” Katanya seperti mengganti topik. Dengan wajah masih berkerut karena penasaran aku pun hanya terdiam ditempatku duduk bersila.

“Kenapa memandangiku terus?” Jongin menyenggol lenganku dengan lengannya membuatku seperti tersambar sesuatu.

“Aku lapar..”

“Oh..”

Aku berkedip kemudian berdiri dengan kaku karena salah tingkah. Saat hendak mengambil tas selempangku di pojokan ruangan, ekor mataku melihat jongin berjalan ke arah sofa dan kemudian.. “Astaga! Apa yang kau lakukan!” Aku berseru heboh sambil berbalik menatap kaca tapi yang ada malah semakin histeris saja saat pantulan Tubuh topless Jongin terlihat disana.

“Aku sedang ganti,” Kata Jongin sangat polos saat aku masih saja merunduk menatap ujung sepatuku.

Kedua tanganku memilin – milin ujung kemeja kotak – kotakku sampai kusut saat suasana ruangan besar ini semakin hening saja. Aku tidak mendengar suara Jongin lagi, ingin berbalik tapi takut jika jongin masih belum selesai berganti pakaiannya.

“Kyura-ya..”

Aku mendongak seketika saat suara Jongin akhirnya terdengar beberapa menit kemudian. Aku buru – buru ingin menyangga jantungku agar tidak terjatuh saat Jongin sudah berdiri tepat di belakangku. Dan mataku tidak bisa lepas menatap Jongin yang sedang menatapku juga dari pantulan cermin.

“Aku senang akhirnya aku bisa menunjukan tarian terakhirku padamu,” Jongin tersenyum lebih manis dari pada sebelumnya, “Terimakasih,”

Aku menggelengkan kepalaku sambil tersenyum tak kalah manis pada Jongin, “Aniya.. aku merasa beruntung menjadi gadis yang melihat tarianmu secara eksklusif heheee..” Kemudian aku kembali merasakam tangan hangat Jongin menyentuh lenganku, menarik nya pelan agar aku berbalik menghadapnya.

“Mana bayaranku,” Jongin menengadahkan telapak tangannya padaku, “Tarianku sangat mahal,”

“Oh..” Aku berpikir sejenak karena entah mengapa aku menganggap serius omongan Jongin barusan, “Baiklah akan aku trak–”

Belum sempat aku menyelesaikan kata – kataku. Seperti berada di dunia fana, aku merasakan bibirku tersentuh sesuatu yang kenyal dan lembut. Aku sontak berusaha menyadarkan diri dari kenyataan ini dan memang benar laki – laki ini sedang menciumku?

Kedua tanganku tergeletak kaku di samping tubuhku, mataku membelalak tapi aku hanya bisa melihat bayangan gelap rambut Jongin, Sepertinya aku sampai lupa menarik nafasku saat bibir Jongin tidak hanya tertempel pada permukaan bibirku tapi juga melumatnya sangat sangat pelan dan lembut membuat perasaanku membuncah ruah tiada tara. Astaga, perasaan apa ini?

Aku merasakan telapak tangan Jongin menahan tengkukku saat kepalaku terdorong ke belakang karena bibir Jongin semakin lama semakin bergerak kesana – kemari. Buru – buru aku tersadar dan seperti mendengar alarm pemadam kebakaran, Kedua tanganku yang seperti tak bertulang mendorong lengan Jongin pelan sampai laki – laki itu melepaskan ciumannya.

Aku menatapnya dengan perasaan campur aduk, tanganku masih memegangi kedua lengannya sementara tangan kanan Jongin masih berada di tengkukku.

Ruangan ini semakin hening, jantungku masih melompat – lompat pasca ciumannya barusan sementara Jongin sedikit tersenyum padaku dengan bibirnya yang merah merekah sangat indah dan matanya semakin bersinar cemerlang di ruangan yang sedikit remang ini. Tiba – tiba bibirku terasa sangat kaku saat Jongin sedikit berbisik, “Aku menyukaimu,”

Aku merasakan Waktu di sekitarku seperti berhenti, yang tercetak jelas di pikiranku hanya bekas bibir Jongin yang menyentuh bibirku. Ini kedua kalinya aku merasakan bibir Jongin bukan? Ah, tapi saat di rumah Jongin bibirnya hanya menempeli bibirku. Sementara tadi, ya ampun bahkan aku sampai tidak bisa berpikir dengan jernih. Dan apa tadi dia bilang? Dia menyukaiku?

Aku tidak bisa menjawabnya, sungguh. Jujur saja, sepertinya aku juga menyukainya. Tapi hatiku seperti belum terbiasa menganggapnya sebagai seorang laki – laki. Aku takut jika kami sudah menjalin hubungan ternyata perasaanku pada Jongin hanya perasaan sementara saja sedangkan Jongin benar – benar serius menyukaiku.

 

= My Answer Is.. You Chapter 10 =

 

Jongin POV

 

Aku rasa aku tidak bisa menyerah sekarang. Entah apa yang sedang merasukiku tadi sampai aku berani mencium bibir Kyura lagi untuk yang kedua kalinya. Sampai sekarang saat kami masih berjalan dalam diam menuju cafe dekat agensiku, aku masih memikirkan kejadian tak terkontrolku padanya. Sebenarnya aku ingin meminta maaf tapi sepertinya Kyura juga tidak mempermasalahkan ciuman tadi?

Oh, tunggu dulu.. apakah itu berarti dia juga menyukaiku?

Kata Baekhyun, jika Kyura tersipu malu dan salah tingkah pasca ciumanku itu berarti dia menyukaiku juga. Walapun Baekhyun sepertinya sok tau dan terlalu cepat menyimpulkannya, tapi aku berharap hipotesanya benar. Bahwa Kyura menyukaiku.

Tapi, ada satu hal yang mengganjal hatiku dari tadi. Aku pikir Kyura akan mengatakan bahwa dia juga menyukaiku saat dia mengatakan bahwa wajahku sempurna. Tapi sepertinya Kyura memang tidak peka dengan perasaannya sendiri.

Atau dia sengaja menyembunyikannya karena dia masih bingung dengan perasaannya padaku?

Baiklah Jika seperti itu! Kim Kyura, aku akan menunggumu sampai kau mengatakan jika kau menyukaiku.

“Ya ya..” Aku otomatis menarik lengan Kyura saat gadis itu masih terus saja berjalan padahal cafe yang kami sepakati sudah menjulang di samping kanan kami, “Disini tempatnya. Kau melamun apa sebenarnya,”

“Oh.. keurae,” Aku melihat Kyura sangat gugup kemudian tersenyum garing padaku, aku jadi ingin sekali melihat apa yang sebenarnya ia pikirkan di dalam kepalanya itu.

“Ah aku baru ingat, apakah kau dan Luhan jadi tampil di acara sekolah?” Tanyaku saat hal itu terlintas dengan sendirinya di otakku. Kyura yang sedang memesan sesuatu untuk kami di konter lantas membalik tubuhnya menghadapku.

“Sepertinya,” Kyura menjawab sambil mengangguk lalu membalik tubuhnya lagi membayar makanannya dengan uang yang tadi aku berikan dan tidak lupa mengambil tokkisso yang diberikan pelayan laki – laki itu.

“Ya, bisakah kau berduet saja denganku?” Kataku tidak mau membiarkan Kyura bersanding dengan Luhan. Walaupun aku merasa dia lebih menyukaiku tapi aku tidak suka jika dia dekat – dekat dengan Luhan. Siapa tau nanti Kyura akan pindah haluan? Ah, apa yang sedang aku pikirkan sebenarnya.

“Bukankah peraturannya tidak boleh tampil dengan sekolah lawan?”

“Aahh,” Aku lantas cemberut mendengarnya, semakin iri dengan Luhan yang sudah bersekolah di Yeonwoo. Baiklah jika seperti itu, aku akan memastikan mereka berdua tidak jadi tampil bersama – sama. Aku akan meminta Baekhyun membantuku.

 

-My Answer Is.. You 10-

 

Author POV

 

Benda bundar bertuliskan nomor 7 yang disebut Tokkisso itu bergetar di atas meja setelah bermenit – menit hening di antara mereka. Kyura sedang bermain dengan ponselnya sambil melirik Jongin yang selalu menatapnya terus. Beberapa kali Kyura sempat protes sampai dia memukul kepala Jongin menggunakan sumpit yang ada di atas meja tapi laki – laki itu tetap saja memandangi wajah Kyura karena kegiatan barunya ini ternyata sangat seru. Melihat semburat kemerahan muncul di pipi Kyura seperti itu membuatnya ingin tersenyum tiada hentinya.

“Kau ambillah,” Kata Kyura melemparkan Tokkisso itu pada Jongin.

“Tidak mau, bukankah kau yang harus mengambilnya?”

Wae?”

“Ya.. bukankah seorang gadis harus melayani prianya?”

Kyura menatap Jongin aneh, “Kau bukan priaku,”

Ppalli..”

Kyura mengumpat kemudian mengambil benda bundar yang masih bergetar itu dengan sewot, saat kakinya baru menapak lantai beberapa langkah, mata Kyura sukses melebar. Tokkisso yang tengah di genggamnya nyaris terjatuh saking kagetnya saat Gerombolan Namjoo berjalan memasuki cafe ini.

Omo, Kyura- ya.. kau disini? Sedang bersama Cheonsa dan daena?” Namjoo menyapa Kyura ramah, di sampingnya juga ada Naeeun dan Eunji juga yang notabene memang berada di kelas yang sama.

Kyura masih membeku kaku, dia pun hanya tersenyum hambar dan langsung menaruh Tokkisso nya di konter, “Maafkan aku tapi ada sesuatu yang harus aku lakukan sekarang,” Katanya pada ketiga temannya yang sontak dilanda kebingungan karena Kyura langsung berlarian keluar cafe tanpa mengindahkan pelayan laki – laki yang sedang menyodorkan pesanannya.

 

-My Answer Is.. You 10-

 

Jongin berlarian mencari sosok Kyura yang tiba – tiba saja menghilang dari cafe. Kyura sebenarnya tidak ingin kabur dari ketiga temannya tadi tapi otaknya memerintahkannya lain. Kakinya tiba – tiba saja bergerak tanpa ia sadari seolah – olah mengerti bahwa dirinya memang takut ketahuan sedang bersama dengan Jongin. Yang ia khawatirkan adalah jika saja Jongin bertemu dengan ketiganya di sana.

“Ya, kenapa kau keluar dari sana huh?!” Jongin tidak bisa jika tidak memprotes saat dirinya menemukan Kyura sedang duduk di sudut taman jauh dari cafe tadi. Beberapa menit lalu saat Kyura mengiriminya pesan Jongin langsung saja kemari.

“Entahlah, tapi aku sungguh takut jika mereka melihatku bersamamu berduaan disana,” Kyura berkata datar seraya menoleh ke sampingnya, Jongin sedang berwajah jengah.

“Mereka tidak melihatmu kan?” Tanya Kyura takut – takut.

“Tentu saja melihatku dan mereka sangat menyebalkan,” Jongin melemparkan tas selempang Kyura ke atas paha gadis itu

“Kau tidak mengatakan sedang bersamaku kan?”

Jongin melirik Kyura sambil cemberut, “Tidak. Tapi tidak tau apa yang ada di pikiran mereka karena kau meninggalkan tas mu disana,”

Kyura langsung membuang nafasnya kasar dengan wajah frustasinya, semoga besok di sekolah tidak ada kehebohan yang berarti.

 

-My Answer Is.. You 10-

 

Awal semester kedua dimulai dengan biasa saja menurut Kyura. Sejak hari minggu kemarin dirinya benar – benar menjadi paranoid jika berada di sekolah. Setelah 3 hari berlalu dengan sangat tenang dan Kyura sama sekali tidak mengetahui kabar Jongin, bisikan – bisikan halus sempat terdengar di sekitar gedung B. Saat itu Cheonsa sedang ada urusan dengan salah satu siswa yang katanya menggoda Byun Baekhyun, tapi bukannya melabrak siswa tersebut, Cheonsa malah mendengar beberapa siswa menggosip di sebuah bangku di depan ruang bahasa kelas 2 bahwa Kyura berpacaran dengan Jongin?

Heol? Cheonsa pun melabrak sekumpulan adik tingkat itu agar berhenti menggosipkan yang tidak – tidak jika tidak mempunyai bukti. Cheonsa tau jika gosip itu menyebar, Kyura pasti akan mengalami kesulitan di sekolah, walaupun sebenarnya dia setuju sekali jika Jongin dan Kyura memang benar – benar jadian.

“Cheonsa?”

“Oh, Luhan,” Cheonsa meniup poninya yang menjuntai di dahi dan merapikan sedikit rambutnya setelah berurusan dengan siswa – siswa centil tadi.

“Kau kenapa?” Luhan mengerutkan dahi saat pakaian Cheonsa berantakan. Bahkan wajah gadis itu benar – benar masam.

“Hanya beberapa penggosip murahan,”

“Ada gosip apa?” Luhan penasaran karena Cheonsa sampai segitunya

“Kyura dan Jongin menjalin hubungan,”

“ITU TIDAK BENAR!”

Cheonsa yang tadi berniat berjalan menjejeri Luhan lantas seperti terpental menjauhi pria itu karena shock dengan suaranya. Bibir Luhan langsung manyun dengan bersedekap dada membuat alis Cheonsa berkerut.

“Mereka hanya idol dan fans saja–ah, ani! Sejak kapan Jongin itu seorang idol..” Luhan tiba – tiba saja mengoceh tak jelas, “Pokoknya mereka tidak menjalin hubungan kan?”

“Ma–mana aku tau, tapi sepertinya memang tidak..”

“Yah..” Luhan menerawang jauh saat keduanya sampai di koridor yang akan membawa mereka ke gedung C, “Bagaimana kisah cintaku akan berakhir menyebalkan Lagi seperti ini,”

“Apa yang kau maksud?!” Cheonsa merasa geram sendiri lantaran Luhan seperti bermain tebak – tebakan.

Bukannya menjawab, Luhan pun hanya membungkam mulutnya karena malas menjelaskannya pada Cheonsa yang sekarang berpikir dengan sangat keras.

 

-My Answer Is.. You 10-

 

“Hah?”

Baekhyun dan Chanyeol yang sedang menikmati camilannya di kantin lantas mengangakan mulutnya, sayub – sayub mereka mendengar beberapa siswa perempuan berceloteh ria di sudut kantin dengan bahasan utama–Kim Jongin tentu saja. Baekhyun dan Chanyeol sudah terlalu biasa dengan sahabatnya yang selalu menjadi buah bibir di sekolah ini.

“Ya! Kau daebak! Dia sudah menerimamu?” Heboh Baekhyun menepuk lengan Jongin agak keras. Pria tan itu sampai hampir tersedak dengan perlakuan kurangajar Baekhyun yang tiba – tiba itu. Sementara ketiga sekawan itu baru menyadari bahwa kantin tiba – tiba menjadi hening setelah seruan Baekhyun barusan.

“Ah waee!?” Jongin bersungut membuat Chanyeol menampik bibir Baekhyun, “Pelankan suaramu bodoh, kau bisa membocorkannya!”

“Membocorkan apa, jangkung!?” Baekhyun menonyor jidat Chanyeol sebagai pembalasan. Sementara Jongin sedang termenung di tempatnya, dia sedari tadi memang mendengar para siswa perempuan itu. Bagaimana mereka bisa tau jika dirinya memeluk seorang gadis di daerah hannam-dong?

Jongin berpikiran, Jika berita itu sampai tersebar ke Yeonwoo, Kyura pasti akan semakin menjauhinya. Bahkan setelah kejadian hari minggu kemarin Jongin tidak sekalipun melihat kyura saat pulang sekolah.

“KIM JONGIN!” Teriakan Chanyeol membuat Jongin terperanjat, “Apakah kau tuli!? Kenapa kau tidak menyahutiku!”

“Oh.. kau bilang apa tadi?”

Chanyeol dan Baekhyun memajang wajah masam, sedari tadi padahal mereka mengoceh tentang masalahnya dengan Kyura.

Ani.. bukankah Dia paling takut jika dia ketahuan berdekatan denganmu? Lalu bagaimana ini?” Chanyeol memelankan suaranya sampai ke dasar oktaf dengan menyebut nama Kyura menggunakan kata pengganti ‘Dia’ karena sepertinya siswa – siswa perempuan yang ada di kantin masih mengupingnya. Baekhyun menyangga kepalanya dengan sebelah tangan dengan meminum lemon teanya banyak – banyak, Matanya menatap Jongin yang sepertinya sedang berpikir dengan keras.

“Aku.. tidak–”

“Ya.. aku tidak menerima kata ‘tidak tau’ mu itu, katamu kau akan melindunginya,” Chanyeol menekan kata – katanya seperti pembela keadilan membuat Baekhyun mengacungkan Jempolnya ke depan wajah Chanyeol.

“Bukankah sebuah gosip akan mereda saat mereka tidak bisa menemukan siapa gadis itu? Biarkan semuanya seperti ini,” Jongin kemudian menggerakan telunjuknya ke depan bibir, tanda bahwa mereka yang tau harus tutup mulut.

“Aku oke dengan menutup mulutku, tapi entahlah dengan makhluk ember disampingku,” Kata Chanyeol menunjuk wajah Baekhyun yang bermuka polos, “Kau harus melakban mulutnya,”

“Yaakk!” Baekhyun memukul kepala Chanyeol membuat Jongin semakin jengah menghadapi masalahnya kali ini. Kenapa kisah cintanya begitu sulit untuk dijalani?

 

-My Answer Is.. You 10-

 

Hujan Gerimis masih setia turun membasahi sebagian kota seoul, pukul 6 sore tepat para siswa dari 2 sekolah yang berdekatan itu langsung berhamburan keluar pintu gerbang sekolah mereka masing – masing dengan kebanyakan memakai payung, bahkan sebagian juga lebih memilih berlarian menembus gerimis yang sedikit deras sampai halte bus.

Di antara keramaian para siswa di sekitaran Yeonwoo, seorang Kim Jongin seperti biasa selalu mengendap – endap menuju gerbang sekolah itu untuk melihat Kyura yang 3 hari ini benar – benar tidak kelihatan saat jam pulang sekolah.

Kali ini di samping kanan kirinya–Chanyeol dan Baekhyun juga ikut mendampingi Jongin. Dengan memakai mantel transparan berwarna – warni, Jongin berwarna Hijau, Chanyeol Kuning sementara Baekhyun memakai mantel berwarna pink, mereka bertiga berdiri di bawah pohon maple di pinggir jalan yang ramai, bagitupun dengan trotoar yang sedang mereka pijaki. Banyak sekali siswa – siswa yang melewati trotoar itu tapi walaupun mata ketiganya sudah melotot maksimal pun, sosok Kyura tidak juga terlihat disana.

“Ya apakah Kyura pulang dengan jubah harry potter? Kenapa dia tidak kelihatan!?” Baekhyun geram sendiri, sebenarnya dia malas diajak Jongin untuk menemaninya melihat keadaan Kyura. Tapi Chanyeol memaksanya ikut dengan berdalih bahwa sesama teman harus saling setia disaat sedih maupun senang. Ck, Baekhyun bosan kenapa Chanyeol selalu mengatakan hal itu.

“Ya, apakah kau hidup di jaman purbakala. Kau hanya perlu mengiriminya pesan dengan ponselmu,” Mulut Baekhyun masih mengoceh dengan nada tinggi bahkan air hujannya sampai terciprat kemana – mana.

“Dia tidak membalasnya. Beberapa menit lalu ponselnya mati,” Kata Jongin yang semakim gusar di tempatnya, bahkan ini sudah setengah jam mereka berdiri disini dan suasana semakin meremang dan sepi di sekitaran mereka tapi Kyura..

“Ya! Itu dia!” Chanyeol yang sejak tadi serius menatap pintu gerbang akhirnya menemukan Kyura sedang berjalan gontai dengan memakai payung. Di belakangnya sosok Luhan mengikutinya dengan memakai mantel hitam.

“Yahh.. Jongin, Kau tidak perlu kuatir sepertinya Luhan–Ya!” Sebelum Baekhyun menyelesaikan kalimatnya, Jongin sudah berjalan gontai ke arah Kyura dan Luhan. Sepertinya mereka berdua menuju halte bus. Chanyeol pun mengikuti nya dari belakang.

Suasana halte yang masih dipenuhi siswa – siswa termasuk Kyura dan Luhan nampak hening. Hanya beberapa siswa perempuan yang masih bercengkrama sambil berdiri menyandar tiang halte. Sementara Jongin, Chanyeol dan Baekhyun memposisikam diri di samping halte dengan Jongin yang berdiri tepat di sebelah Kyura, tapi gadis itu tidak menyadari keberadaan Jongin karena selain sedang memakai mantel bertudung, mereka juga terlahangi oleh kaca plastik halte yang ditempeli beberapa kertas pamflet.

“Ya, lihat ini!” Tiba – tiba saja siswa yang sedang duduk di sebelah Luhan menyodorkan ponselnya pada sekumpulan siswa yang berdiri, “Ini Kim Jongin kan?”

Deg

Kyura langsung mencelos mendengar kata kim jongin, begitu pula Jongin dan yang lainnya. Baekhyun sampai berjalan memasuki halte diam – diam berniat menguping, tudung mantelnya ia turunkan sampai wajahnya tak terlihat.

Mwo?” Siswa berambut di kucir kuda menerima ponsel itu kemudian menatap layarnya, “Gadis ini siapa?!”

 

Deg deg deg

 

Jantung Kyura seperti merosot, kedua tangannya mendingin di atas pahanya membuat Luhan yang melihatnya menepuk – nepuk punggung tangan Kyura yang tidak bisa berhenti bergerak gelisah, “Mereka tidak tau jika itu kau, tenanglah,” Bisik Luhan sangat pelan di telinga Kyura. Jongin yang melihatnya langsung berasap. Dia kira Luhan sedang mencium pipi Kyura tadi.

Aishh jinjja, kenapa Gadis ini tidak terlihat huh?!”

“Apakah kau pikir ini siswa Soojung?”

“Barangkali,”

“Menyebalkan sekali! Beraninya dia menggoda Jongin,”

Luhan kemudian menarik tangan Kyura agar berdiri dari sana dengan tenang. Bahkan siswa – siswa itu tidak menoleh sedikitpun dan terus saja menghujat gadis yang ia lihat di layar ponsel. Karena terlalu menyimak percakapan mengerikan para gadis itu, Jongin dan Chanyeol sampai tidak menyadari Luhan sudah berjalan dengan pelan keluar dari halte menembus hujan.

“Aku akan mencari tau siapa gadis ini–”

“Ya, bagaimana jika ini adalah siswa Yeonwoo?”

“Itu akan bagus–”

Kyura hanya mendengarnya sampai situ karena Luhan sudah mencegat taxi dan memasukannya ke dalam begitu pula dengan dirinya. Sementara Jongin yang terlambat menyadari hanya menatap kepergian taxi itu dengan mengepalkan tangannya.

 

 

 

To Be continued..

 

14 responses to “[Freelance] My Answer Is You (Chapter 10)

  1. waaaaaaaa kalo kyura ketauan gimana thor, bakal abis di judge temen2 sekolahnya dong ntar huhu T.T cian/?
    aku suka sm alur ceritanya, bahasa+diksinya jiga udh tepat sih menurut aku jd bacanya enak, oke nextnya ditunggu thor 😀😁

  2. semakin menegang wkkwkw oh tidakkk kalo mreka tau habis lah sudahhhh ihh panjangin lagiii😂😂😂 keren taukk

  3. bagaimana kalau benar2 sampai ketahuan kalau yg di peluk jongin adalah kyura gawat double gawat, akhirnya selesai baca nya dari chapter 1 ngebut sampai chapter 10 #ElapKeringatPakeTisu
    Next Chapter……

  4. waaa aku telaaat..
    ternyata chapter 9 dan 10 dah keluar😂
    Seruuu thor!!
    kasiaan kyura, semoga jongin melindungi kyura
    di tunggu next chapternya thor
    fighting!

  5. Yaaah ilaah -_- kasian kyura, belom ketauan aja udah tertekan banget apalagi kalo udah ketauan berabe dahh.. Lu sih jong punya wajah jangan ganteng2 amat napah -_- jadi punya banyak fans kan lu. Next🙂 semoga di chapter selanjutnya puaaanjaaaanngg

  6. Pingback: [FREELANCE] MY ANSWER IS YOU (CHAP 11) | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s