First Candle – SangHun’s Story Series by bluelu bird

Screenshot_2016-01-09-20-21-49-1[1]

| Title : First Candle | Author : bluelu bird | Cast : Kim Sang Eun , Oh Sehun , etc | Genre : Romance, Marriage life, Family, Comedy ( failed ) | Rating : PG 17 | Length : Series |

List : Sleeping Photoshoot | Pervert Devil Game | Saturday Night | Jealous Eun | Peeking Day | Triple Rain | Time To Have A Baby! | Is She Pregnant? | The Dad-To-be | You and Me Plus Him | New Start, New Obstacle (Part I) | New Start, New Obstacle (Part II) | Secret With Daddy! | First Candle

Personal blog :http://www.icrecreamlibrary.wordpress.com

Disclaimer : Storyline is pure mine. Don’t be plagiator, please.

Enjoy reading~

.

It’s absolutely simple tp be happy

.

.

Rumah sederhana Sang eun dan Sehun tampak begitu indah meskipun hanya dihiasi balon-balon warna-warni dan bendera warna-warni yang digantung di tali yang sengaja dipasang menjuntai di sisi dinding.

Oh, ya, jangan lupakan dua juntaian tali dengan hiasan yang begitu manis itu. Yang satu digantungi foto manis keluarga kecil Oh. Dan yang satunya lagi digantungi doa-doa para tamu yang dituliskan dikertas kecil bewarna-warni. Sehun’s idea and Sang eun loves it so much.

Tertuliskan di papan tulis kapur yang dipasang di tengah salah satu sisi tembok dengan kapur putih, oh dan gambar dedaunan sederhana di sisi tulisan itu.

Oh Sang Hun’n First Birthday

Rasanya hari itu semuanya berjalan lancar. Tamu undangan yang memang hanya keluarga dan sahabat dekat mereka berdatangan dengan gembira.

“Sayang, sampai kapan kau berkubang di sini terus?” Protes Sehun pada Sang eun yang tengah sibuk dengan kegiatannya. Percayalah, ekspresi dan nada bicara Sehun lebih mirip merengek atau malah pria itu benar-benar sedang merengek.

“Aku tidak sedang berkubang, Hun. And I won’t. I am not a buffalo you know” jawab Sang eun tanpa menoleh sekalipun. Ia sibuk menghiasi kue di depannya dengan coklat.  Yep, she’s busy making a birthday cake and her husband suddenly whines. 

“Tidak bisakah kau tinggalkan itu pada ahjumma saja?” Sehun memberengut kesal mengetahui fakta Sang eun tidak tergoyah sama sekali dengan rengekannya.

“Tidak-tidak. I want to make it myself” 

Sehun terdiam di tempatnya dengan kesal. Ia melirik sekilas ke arah Sang hun yang tengah bermain ceria dengan paman-pamannya. Ugh, kenapa ia merasa begitu diabaikan hari ini?

Sehun menarik lembut pinggang Sang eun hingga ia berdiri tegap dalam rangkulan Sehun. Sehun tersenyum puas melihat akhirnya istrinya menatapnya juga dibandingkan menatap kue itu.

“Sehun..” rengek Sang eun dalam rangkulan Sehun. Sehun menatap Sang eun tajam. Ugh, ayolah ia tidak mau diabaikan lagi.

Not again” 

Sang eun terdiam sejenak. Menatap Sehun dengan tatapan polosnya yang membuat Sehun luluh perlahan dan kehilangan sikap strict-nya.

Cup

Sang eun mengecup cepat bibir Sehun. Membuat pria itu terdiam sambil terus menatap istrinya yang kini tersenyum seperti anak kecil. Ia tidak memperkirakannya sama sekali.

Just three minutes. Lalu aku akan berada di sampingmu selalu” ujar Sang eun meyakinkan sambil memegang lembut dua lengan Sehun yang melingkar di tubuhnya.

Tapi tak ada reaksi apapun dari Sehun. Pria itu masih terdiam. Entah menimang-nimang tawaran Sang eun dalam hatib atau masih terkejut karena tingkah Sang eun.

“Hei kalian! Ada kami di sini! Tolong jangan bermesraan di tempat ramai!” Oh, bahkan di sini ada anak kecil ucapan keras Sang bum dari ruang tamu membuat semua orang dewasa di ruangan itu tertawa, kecuali Sehun dan Sang eun tentunya.

Sehun langsung melepaskan pelukannya. Keduanya berdiri canggung. Sang eun menatap Sehun terlebih dahulu, lalu mengacungkan tiga jarinya di depan Sehun.

Just three minutes okay?” Sang eun tersenyum manis pada Sehun, sebelum ia kembali sibuk dengan kue buatannya. Mengecup pipi seuaminya sekilas dan mengacungkan tiga jarinya sejenak lagi sebelum benar-benar kembali ke pekerjaannya.

Sehun terdiam sejenak. Lalu senyum manis merekah lebar di wajah pria itu. Ugh. Kenapa istrinya bisa semanis itu?

Sehun berjalan santai ke ruang tamu. Well, tinggal menunggu kue ulang tahun Sang hun selesai dan mereka akan langsung memulai acara ulang tahun sederhana anaknya. Pria itu duduk di sofa yang tadinya ramai itu, tapi kini menyisakan hanya dirinya yang baru datang dan anak kecil lucu yang memandanginya dalam diam. Oh Sang Hun.

“Hei, pria satu tahun!” ujar Sehun sambil mengacak rambut pria kecil di sampingnya. Sang hun tertawa mendengarnya. Entah karena benar-benar mengerti atau karena lucu saja melihat ayahnya.

Apa semuanya akan lancar hari ini?

Well, sesungguhnya Sehun amat khawatir. Khawatir jika rencanya gagal, atau pesta uang tahun Sang hun yang gagal, dan khawatir pada apapun itu. Karena ugh entahlah problems comes and goes so easily.

“Kuenya siap!” ujar Sang eun ceria seperti anak kecil. Wanita itu tersenyum manis, lalu membawa kue yang dibuatnya menuju meja di tengah ruangan.

Let’s begin now”

SangHun-

Seharusnya banyak adat yang harus dilakukan anak ang baru berumur satu tahun. Tapi itu akan dilaksanakan seminggu lagi dengan keluarga besar mereka. Hanya keluarga dan sahabat dekat. Oh, bahkan ibu Sehun sempat menawarkan acara besar-besaran utnuk ulang tahun cucunya yang pertama. Tapi Sehun dan Sang eun menolaknya mentah-mentah. Meraka lebih suka sesuatu yang sederhana.

Semua orang yang sudah berkumpul membentuk lingkaran itu memejamkan mata. Berdoa dalam diam untuk pria kecil yang tengah berulang tahun itu. Sedangkan, Sang hun? Oh, pria kecil itu hanya diam sambil menatap bingung orang-orang di sekelilingnya. Memilih menatap takjub ke arah kue di depannya yang kelihatannya enak sekali.

“Selesai” Bersamaan dengan ucapan Sehun itu semua orang mendongakkan kepalanya. Lalu dengan tangan besarnya Sehun mengangkat Sang hun. Sedangkan, Sang eun cepat-cepat memasangkan satu lilin putih kecil di atas kue buatannya dan menghidupkan api di atasnya.

“Berdoalah, lalu kita tiup bersama” ucap Sang eun lembut sambil memegangi kedua pipi tembam anaknya.

Sang hun sepertinya mengerti. Pria kecil itu langsung menutup matanya cepat dan mengatupkan kedua tangannya lucu. Berdoa dengan cepat. Sungguh menggemaskan. Lalu membuka matanya dan langsung memajukan wajahnya tidak sabaran untuk memadamkan api kecil di hadapannya. Sebelum kebakaran. Hei, memangnya bisa?

Sehun memajukan gendongan Sang hun, sekaligus wajahnya. Sang eun ikut memajukan wajahnya ke depan. Ketiganya meniup lilin itu bersamaan. Terompet mainan dan sorak riuh bahagia memenuhi ruangan. Sang eun mengecup pipi tembam Sang hun, membuat anaknya menggelinjang senang. Dan mau tidak mau, ia juga mengecup Sehun sebelum pria itu merengek. Tapi ia juga ikhlas melakukannya. Dan senang sebenarnya.

Banyak orang yang bergantian menciumi Sang hun. Memberikan kado. Atau mengucap dan membisikkan doa pada anak itu. Sedangkan Sang eun sendiri menerima banyak ucapan sebagai ibu. Sehun? Oh, ingat. Ialah yang menggendong Sang hun sedari tadi.

“Hei, rasanya baru kemarin kau menikah. Sekarang Sang hun sudah berumur satu tahun” goda Ri young yang disambut tawa Sang eun dan Bomi.

“Memang tidak ada bedanya mereka dari pengantin baru” ujar Bomi dengan nada iri yang dibuat-buat. Semua orang yang mendengarnya ikut tertawa. Bahkan Chanyeol yang asalnya tidak ikut mengobrol pun ikut tertawa.

Semua orang mengobrol dan bercanda dengan senang. Mereka bahkan tidak menyadari dua orang yang menghilang dari sana. Si pemilik acara dan ayahnya. Oh, bahkan sampai cukup lama pun tidak ada yang menyadarinya.

Let’s prepare our surprise. Oh Junior!”

-SangHun-

Sang eun sudah menoleh kesana-kemari mmencari keberadaan Sang hun dan Sehun. Yah, ia yang pertama kali menyadari hilangnya dua orang itu. Tapi orang lain pun santai setelah mengetahuinya. Toh, ini rumah Sehun sendiri.

“Kemana mereka?” Sang eun semakin mengernyit heran karena Sehun tidak kunjung terlihat di matanya.

“Hei” Sang eun menoleh cepat pada suara familiar di belakangnya. Dan yah tiba-tiba saja Sehun sudah ada di hadapannya.

“Darimana saja?” tanya Sang eun penasaran.

“Mana Sang hun?” tanya Sang eun lagi. Sehun mengabaikan perkataan Sang eun, lalu tiba-tiba pria itu menarik lembut tangan istrinya.

“Hei, mau kemana?”

To your surprise”

“Hah? Tidak salah?”

“Tentu. Kau sudah berusaha menjadi ibu, jadi kau juga pantas mendapat hadiah”

“Hah?”

Can’t you stop saying that?”

Sur-surprise

-SangHun-

Sang eun berjalan mengikuti Sehun yang berjalan entah kemana. Ia baru sadar di luar sudah gelap dan skerang ia berjalan dalam gandengan Sehun menerobos kegelapan.

“Sehun, kita mau kemana? Ini gelap”

“Ya, sudah malam”

“Ayo hidupkan lampunya terlebih dahulu!” Sehun berhenti cepat di tempatnya. Menatap Sang eun dalam dian.

“Tidak perlu. There’s one candle waiting for us”

One candle? Ia bicara apa

Sang eun hanya diam mengikuti Sehun. Dan tiba-tiba ia menangkap cahaya kecil tapi manis di antara kegelapan. Mereka semakin menjalan mendekat ke arah cahaya. Dan Sang eun sadar akan wajah polos itu.

“Sang hun?” Sang hun tersenyum manis pada Sang eun. Sang hun duduk sendirian di tengah halaman rumah mereka dengan mantel kecilnya dan selimut besar yang melindunginya dari dingin. Tangan kecilnya memegang sbeuah lilin yang sebenarnya lampu berbentuk lilin yang dihidupkan menggunakan baterai.

Eomma!” Sang eun terdiam di tempatnya. Suara siapa itu? Sang eun pikir itu orang lain yang berbicara. Tapi tidak, jelas-jelas Sang hun yang duduk disitu yang memanggilnya dengan pengucapan sederhananya yang masih abal-abal.

“Kau bicara!” Sang hun mengangguk bangga, lalu kaki kecilnya berusaha berdiri dengan dibantu tangannya. Ia berdiri!

Sang eun langsung menghampiri anaknya itu. Membawanya ke dalam pelukannya.

“Kau bicara dan berdiri! Tapi bagaimana bisa?” Mata gadis itu menatap ke arah Sehun yang berdiri sedikit berjarak dari mereka yang bersimpuh di tanah. Pria itu menggaruk tengkuknya sendiri getir.

“Aku mengajarinya berbicara dan berjalan saat bermain. Dia sudah bisa dari lama sebenarnya meskipun kata-katanya masih aneh dan sederhana. Aku menyembunyikannya darimu” ujar Sehun sedikit memelan. Entah kenapa tiba-tiba ada rasa bersalah menghampirinya. Kepalanya sedikit menunduk, sehingga ia tidak menyadari bahwa dua orang yang dari tadi menatapnya kini mulai berjalan mendekatinya.

“Tapi sungguh tidak ada niat apa-apa. Aku sudah bersalah padamu kemarin, jadi aku ingin menebusnya. Dan karena Sang hun dalam waktunya belajar hal-hal baru, jadi aku terpikir hal ini. Tapi itu karena aku tidak ingin kau bekerja, khawatir, dan berpikir semakin keras.Ma-“

Cup

Sang eun mengecup cepat pipi Sehun. Air matanya jelas hapir menetes. Ia senang. Sungguh.

“Aku mengerti. Tidak usah dijelaskan lagi” Sehun terdiam di tempatnya. Menatap dalam ke mata istrinya dan juga Sang hun yang berada dalam gendongan Sang eun.

“Kau tidak marah?” tanya Sehun dengan wajah polosnya. Sang eun terdiam sejenak, lalu memasang wajah datarnya.

“Tentu. Aku marah” Sehun terkesiap di tempatnya. Membuat gesture V dengan jarinya. Oh, bahkan pria itu memegang kupingnya sendiri dengan tangan menyilang.

“Maafkan aku. Sungguh. Tak ada maksud buruk. Hanya ingin memberikanmu kejutan” Hening sejenak. Lalu detik berikutnya tawa Sang eun pecah menggelegar,

“Kau sungguh percaya? Aku bercanda” Sehun menatap Sang eun kesal. Ia memepermainkannya!

Sang eun mengehentikan tawanya dengan susah payah. Masalahnya wajah memelas Sehun terlalu lucu dan menggemaskan baginya. Ia mendelik ke arah Sehun yang menatapnya datar. Pria itu kesal padanya.

“Maaf” Sang eun meringis bersalah. Lalu mengatupkan tangannya meminta maaf dengan Sang hun dalam gendongannya yang dengan polosnya malah mengikuti gerakan ibunya itu.

Thank you so much” ujar Sang eun. Kata-kata sederhana yang membuat semua beban dan kekesalannya hilang dan membuat senyumnya merekah begitu saja. Happiness is simple. In a simpler way.

Sehun merangkul kedua makhluk kesayangannya itu ke dalam pelukannya.

You two are the best gifts in my life” Begitu saja kata-kata manis Sehun meluncur dari mulutnya. Membuat Sang eun terkekeh pelan.

“Ah, bagaimana bisa aku marah dan kesal pada kalian berdua? Ini tidak adil”

Ugh. Too dramatic. Too sweet. Hati-hati diabetes, tuan” ujar Sang eun dengan nada yang dibuat-buat. Ia hanya menggoda suaminya itu, Mereka memang selalu seperti itu kan?

Well, tapi kau mencintaiku” ujar Sehun sambil menggedikkan bahunya sekilas.

“Kau dan kepercaya dirianmu”

“Kau menyukainya, nyonya”

Over confidence, heum?”

“Jujur saja” Sehun mencubit gemas pipi Snag eun. Sang hun hanya terdiam dengan tatapan polosnya kepada kedua orang tuanya.

“Aneh” gumam suara kecil itu membuat Sang eun dan Sehun menoleh. Itu suara Sang hun. Sang hun mereka yang kini menatap polos ke arah mereka. Detik berikutnya mereka berdua tertawa keras. Just one word is more than enough to make them happy. It’s absolutely simple to be happy.

“Yah, kita memang aneh!”

Ketiganya tertawa bersama. Lalu Sehun melepas pelukannya, oh lebih tepatnya merubah posisinya menjadi memeluk Sang eun dari belakang. Sang eun masih setia tersenyum manis, begitu pun dengan Sehun.

“Langit dan bintangnya sangat indah”” gumam Sang eun pelan. Sehun ikut tersenyum melihat langit malam di atas mereka. Yah, istrinya selalu menyukai langit entah malam atau siang dan pagi. Awannya, bintangnya. Basically, di mata Sehun, Sang eun adalah gadisnya yang polos yang menyukai hal-hal kecil dengan sederhana. Menyukai hal kecil tidak dosa kan? Aku suka. Dan aku senang. Sesederhana itu saja. Itu katanya. Sangat sederhana bukan? Alasan sederhana untuk hal sederhana.

Sehun hanya menyetujui ucapan ibu dan istri mereka dalam diam. Sedangkan Sang hun hanya diam, entah mengerti atau tidak.

“Hei, kau menyembunyikan semuanya dengan baik dariku”

“Sulit. Kau tahu”

“Yah, aku sekarang harus hati-hati agar aku tidak dibohongi olehmu”

Sehun tertawa. Lalu membisikkan kata-kata yang mungkin terdengar cheesy dan entah sudah kali keberapa pria itu mengucapkannya. Dan Sang eun selalu tersenyum dalam diam mendengarnya.

I love both of you. Always. I never lie about it”

***

Halo

Hihi, gak tahu ini apaan coba :3 Kebut satu malam jadi typo pasti bertebaran dimana-mana, lalala

Yah, karena mungkin readers ada yang udah dewasa bahkan udah ada yang punya anak Lu minta maaf kalau ada salah nulis. Soalnya juga kayaknya di Secret With Daddy! kemaren kayaknya ada yang bingung kok ada anak umur satu tahun udah bisa ngomong dan jalan.

Lu mau klarifikasi aja, jadi sebelum buat Lu udah tanya sama ibu dan katanya anak umur satu tahun tergantung ada yang udah bisa jalan sama ngomong tergantung masing-masing. Tapi sih katanya udah bisa, tapi ngomongnya ya dikit-dikit gitu. Jadi Lu buat sesuai kesaksian (?) ibu, emang Sang hun bisa ngomong tapi kalau dilihat pasti dikit doang kan. Itu pun sebenernya dalam bayangan Lu belum lancat pengucapannya.Tapi kalau salah maaf, gak tahu juga si hehe.

Dan Lu kayaknya mulai kangen komedinya deh. Akhir-akhir ini konten serius (?) mulu soalnya. Jadi next series bakal nyiapin komedi deh, diusahain

Lu sebenernya abakal ada project fanfiction chaptered, ditunggu ya! *Iklan lewat😀

Maaf banyak kekurangannya

Thanks for reading

Regards,

bluelu bird

41 responses to “First Candle – SangHun’s Story Series by bluelu bird

  1. Tau reality show,the return of superman kak? Nah disitu si daebak alias si ahn yang jelas masih umur satu tahun lebih dikit udah bisa jalan dan manggil ayahnya appa kok.. Jadi menurut aku itu normal aja kok kalau anak umur 1 tahun udah bisa berdiri,,

  2. Hii.. Hii…
    Seriesmu memang jjaang…
    Anak usia 10 bulan keatas menurut Denver Developmental memang perkembangannya sebatas bisa mengucapkan bbrapa sku kata, sdah bljar berdiri dan usia 12 blan bru bsa berjalan, ad jg yg 11 blan tergantung dari perkmbngan fisik sii anak…
    Buat ilmu pengetahuan ajja sii, cba sekali2 ibu2 yg sdah punya anak sekalian belajar tntang DDST (Test untuk tumbuh kembang anak) byr tau anaknya tukemnya lambat, normal atau lebih pesat perkembangannya…
    Okke segthu dluu, Next series I’ll be waiting🙂 nd for tne next project, Semangat yaa buat Nulisnya,,,

  3. Kejutannya berhasil yeyyy, pinter banget anaknya sehun, udah ngerti kejutan kejutan gitu, sehun manis banget sama sang eun, pasangan yg absurd, kadang manis, kadang berantem, yahh menurut mood lahh pasangan ini, tapi gue suka baca kisah nya mereka, fluffy gimana gitu

  4. aaaa lucu banget sih uluk ulukkkk gemes banget liat mereka bertiga juga. sang hun juga yaampun. bahagia banget kali ya jd sang eun punya istri sm anak kyk gitu. neeexxt

  5. Aaahh sweet bgt sih mereka >< gakuat jadinyaaa, tolong akuuuuu

    Waah iya sih kangen juga sama sisi komedi nya mereka, ditunggu yaa ^^ fighting!!

  6. Mereka sweet banget tau gak..sang hun gemesin, klo anak 1th mah wjar klo menurut aku..org anak tetangga aja yg umurnya 1th lbih dkit udah ceriwis minta ampun 😄😄

  7. Pingback: Gentleman’s Breakfast | SAY KOREAN FANFICTION·

  8. Pingback: Mission! Follow Mom (1)- SangHun’s Story Series by bluelu bird | SAY KOREAN FANFICTION·

  9. Pingback: Airport and Plane- SangHun’s Story Series by bluelu bird | SAY KOREAN FANFICTION·

  10. Pingback: Hug In Baby Carrier- SangHun’s Story Series by bluelu bird | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s