Dreaded’s Serafina [1] – SERUNADE

SERUNADE

Dreaded’s Seraphina

Oh Sehun x OC’s Ahna Jung

Romance, Fantasy, AU

Content 16+

Prolog and Chapter 1

If you ever find yourself in the wrong story.  Leave.

 Sehun is mine.  No, i mean—the story is belong to me.

Happy Reading!

Previous: Teaser

Serunade ©2016 present

dreaded's seraphina

            Jika kau sudah merasa bosan dengan dunia yang fana ini. Mari tinggalkan sejenak dan dengar ceritaku. Cerita ini berasal dari dimensi lain yang belum kau ketahui sebelumnya. Kecuali jika kau adalah alien. Tidak, aku tidak akan menceritakan Stars Wars. It’s something different than that.

Dan disinilah ceritanya dimulai.

Dunia Allair,

Begitulah mereka menyebut dunia mereka. Sebuah dunia yang memiliki tiga wilayah yang luas, dan dipisahkan oleh kabut putih yang tebal. Kabut putih itu adalah dinding pembatas antara clan Seraphina—para malaikat, Lucifa—para iblis, dan Dreaded—yang paling ditakuti.

Mereka hidup berdampingan  dengan rukun dan damai. Mengerjakan tugas masing-masing terhadap manusia dan saling menjaga satu sama lain.

Lalu Apocalypse (Kiamat) yang disebut-sebut manusia itupun datang. Mengahancurkan bumi dan memusnahkan peradaban manusia yang hidup didalamnya. Clan Seraphina dan Lucifa-pun akhirnya kehilangan tanggung jawab mereka. Menyadari jika mereka tidak segera melakukan sesuatu, maka kekuatan mereka akan melemah karena tidak lagi digunakan. Tapi tak ada satu hal pun yang dapat mereka lakukan. Akhirnya mereka membisu. Semakin lama, sehingga mencapai titik jenuh mereka.

Lucifa mulai mengganggu wilayah Seraphina karena tak dapat menahan keiblisan mereka.

Saat itulah perang meledak.

Serafina dan Lucifa sebenarnya diciptakan oleh semesta untuk saling menghancurkan.  Namun karena adanya manusia, mereka lebih memilih untuk mengemban kewajiban terhadap makhluk itu. Lalu jika manusia sudah punah, kewajiban itu menguap dan jati diri mereka sebagai mesin penghancur akan muncul. Peperangan yang mereka lakukan akan menghancurkan galaksi. Dan, oh. Itu bukanlah hal yang bagus.

Sebab itu lah Semesta menciptakan Dreaded—Ia yang paling di takuti. Semesta menunduk hormat padanya, karena aura yang dikeluarkannya sangat mendominasi. Perpaduan antara keiblisan jiwa dan kebaikan hati. Jika berdekatan dengannya (walaupun jarak kalian terpisah 2 meter) kau akan merasa bimbang. Perasaan dimana ingin tetap tinggal karena aura kebaikan yang dikeluarkannya, atau kabur terbirit-birit karena aura mencekam keiblisannya. Dialah—karena memang Dreaded hanyalah satu wujud saja—yang akan mencegah peperangan terjadi diantara Serafina dan Lucifa saat waktunya datang nanti.

Mereka memanggilnya. Oh Sehun.

 

***

Chapter 1

***

            Cliore City, Dunia Allair.

Masyarakat Cliore City percaya bahwa moyang mereka terdahulu adalah malaikat dan iblis yang memiliki kekuatan luar biasa. Namun mereka akhirnya berubah menjadi manusia karena Serafina(malaikat) dan Lucifa(iblis) mengorbankan kekuatan mereka untuk mengutuk The Dreaded  yang telah mencelakai putri kesayangan Serafina. Kutukan yang katanya; takdir dan kelemahan dari –yang-paling-ditakuti—adalah keturunan dari clan Serafina. Sementara, keturunan dari Clan Lucifa akan menjadi musuh terbesarnya. Mereka mempercayai cerita itu, turun-temurun dikisahkan kepada anak-anak mereka selama berabad-abad dan akhirnya menjadi dongeng wajib penghantar tidur bagi anak-anak, termasuk Ahna.

 

Ahna Jung.

chichisvl_10731787_841928382510099_1209596338_n

Ahna tidak tau sudah sejak kapan dia merasakan hal ini. Ada seseorang yang mengikutinya. Pertama kali mengetahui hal ini. Ahna masih kecil, ia kira itu adalah malaikat penjaganya. Beranjak remaja, fikiran labilnya mengasumsikan bahwa itu hanya ilusi saja. Jika memang benar itu adalah malaikat penjaganya, malaikat itu pasti menolongnya pertama kali jatuh dari sepeda, atau pada saat lebah menyengat lengannya. Tapi, tidak. Ahna bahkan merasakan sengatan itu menyakiti lengannya berminggu-minggu lamanya, untung Ammanya menemukan obat untuk mengobati lukanya.

Umur Ahna 18 tahun sekarang. Mulai mengerti bahwa sesuatu yang selama ini mengikutinya bukan malaikat pelindung atau pun ilusi. Bukan ilusi, karena sesuatu itu memang ada. Awalnya ia merasa takut, mungkin sesuatu itu atau orang itu berusaha untuk mencelakainya. Tapi untung selalu ada Oppa-nya yang akan menepuk puncak kepalanya lalu berbisik; “Tidak apa, semuanya baik-baik saja. Orang itu sudah pergi.”

Walaupun sesuatu atau orang atau apalah itu selalu datang kembali. Ahna tidak lagi khawatir, selagi ada Oppa disisinya. Ahna percaya dia akan baik-baik saja.

Siang itu Ahna berkunjung ke rumah bibinya yang berada seberang hutan. Tenang saja, hutan itu bukanlah hutan menakutkan yang membuat Ahna merinding saat melewatinya. Tapi hutan itu adalah hutan yang indah dengan gugusan pohon berwarna pink dan ungu mendominasi. Teduh saat berjalan dibawahnya. Disamping kiri dan kanan jalan setapak tertanam bunga berbagai jenis yang tumbuh rapi membentuk gelombang naik turun hingga setiap Ahna melewatinya, ia tidak bisa mengalihkan tatapannya dari bunga-bunga itu. Hutan itu tidak dimiliki siapapun. Tidak ada yang pernah merawatnya. Penduduk sekitar percaya bahwa Oh Sehun sendiri yang menugaskan kepada peri bunganya yang cantik untuk merawat tanaman yang ada disini.

Ahna sendiri sangat mengagumi dan takut pada waktu yang bersamaan pada Oh Sehun. Mendengar namanya saja Ahna ingin menangis entah karena apa. Ammanya sangat sering menceritakan kisah Oh Sehun kepadanya sebelum tidur, dan Ahna menyukainya. Sewaktu kecil dulu, Ahna kadang mempercepat jam tidurnya demi mendengar cerita yang sama tentang Oh Sehun dari Ammanya.

“Ahna? Apa yang kau fikirkan?”

Ahna menoleh kaget. Dia melamun lagi, bukan hal baru bagi Ahna jika Baekhyun—Oppanya menangkap Ahna sedang melamun.

Ia lantas menggeleng. “Tidak ada apa-apa Oppa,” Jawabnya sambil melihat Baekhyun yang sedang mengemudikan mobilnya. Namun pandangan Baekhyun tertuju padanya.

Ahna menunjuk bunga yang dihinggapi kupu-kupu di seberang jalan. “—Aku hanya sedang memperhatikan kupu-kupu itu.” Dalihnya.

Dan dalih itu berhasil karena Baekhyun kembali memperhatikan jalan. Masih setengah jam lagi untuk sampai kerumah bibinya. Untung saja jalan itu lurus seperti rambut anak kecil yang sering berlari-lari didepan rumahnya, kalau tidak Ahna percaya dia sudah terlempar dari mobil sedari tadi karena Baekhyun tidak memperhatikan jalan.

Baekhyun bukanlah pria yang baik. Bukan, sama sekali bukan. Ia tergabung kedalam keanggotaan militer di Allair, ia dilatih untuk melenyapkan nyawa pemberontak yang berusaha menguasai Cliore City. Daerah paling kaya yang ada di Allair. Bukan hanya itu saja, sewaktu mereka masih anak-anak Ahna sering mendapati Baekhyun dipukul oleh Appanya dibelakang rumah karena mencuri mangga Liaw Ahjussi. Pukulan lain yang ia dapatkan karena menjahili pedagang di pasar, hingga gerobak berisi buah itu jatuh dan isi didalamnya menggelinding ke seluruh penjuru pasar. Baekhyun akan tertawa sekeras-kerasnya sampai meringis karena Appanya menjewer telinganya sampai pulang. Untung saja jarak rumah dari pasar itu dekat. Kalau tidak, mungkin Ahna memiliki Oppa dengan telinga kurcaci.

Ahna kecil pernah bertanya pada Ammanya.

“Amma… kenapa Baekhyun Oppa nakal sekali?”

Saat itu entah sudah kali berapa Amma menamatkan dongeng Oh Sehunnya. Menunggu detik-detik Ahna terlelap sambil mengusap rambut anak perempuan kesayangannya itu.

Amma tersenyum, mendekatkan bibirnya ketelinga Ahna untuk berbisik. “Jangan bilang siapa-siapa ya?”

Ahna mengangguk lugu. “Kata Appa, itu karena Oppa-mu adalah keturunan Lucifa.

Amma mengangkat kepalanya lalu menyapu helaian rambut Ahna yang menghalangi wajah Ahna. “Benarkah?” Tanya Ahna setengah kagum, setengah mengantuk.

“Kalau begitu Baekhyun Oppa adalah Iblis yang baik hatikan Amma? hoaam—“ Dan Ahna-pun terlelap setelah menyelesaikan kalimatnya. Amma tersenyum lembut, mengecup pelan puncak kepala Ahna. Tidak ada satu manusia pun yang tau apakah ia keturunan dari Lucifa atau keturunan dari Serafina. Hanya semesta yang mengetahuinya.

Namun, jauh dari segala sifat buruknya itu, Baekhyun selalu berbuat baik kepada Ahna. Menjadi Oppa yang diidamkan oleh teman-teman sekitar rumahnya. Ah, tapi mereka tidak menginginkan Baekhyun menjadi Oppanya. Mereka ingin Baekhyun menjadi suami mereka.

Pernah suatu hari, ada remaja perempuan dari desa sebelah yang terang-terangan mengaja Baekhyun menikah. Padahal umur perempuan itu masih 13 tahun. Baekhyun hanya menatap perempuan itu aneh, lalu pergi begitu saja. Ya ampun, Ahna tidak bisa menghentikan tawanya jika mengingat hal-hal ajaib yang terjadi pada Oppanya yang tampan itu.

“Ahna? Kenapa tertawa?” Baekhyun menoleh pada Ahna yang tertawa cekikikan. Lima menit yang lalu adiknya itu masih melamun sambil menatap keluar jendela mobil, lalu lima menit kemudian gadis itu tertawa seolah-olah ada hal yang lucu. Hei, hanya ada mereka disana dan di jalan yang sepi ini tidak ada hal yang bisa di tertawakan. Lalu apa yang terjadi pada adiknya itu?

Ahna menoleh kearah baekhyun lalu tersenyum jahil. “Aku mengingat saat Oppa dilamar oleh Yura-ya. Hahaha.”

Baekhyun mendengus malas. Ia tidak mengerti kenapa adiknya itu selalu mengingat hal-hal yang seharusnya tidak ia ingat. Kejadian memalukan itu misalnya.

“Jangan tertawa, itu tidak lucu.” Ucapnya setengah kesal.

Menyadari bahwa Oppa nya tidak senang dengan guyonan Ahna. Gadis itu memasang aegyeonya.

“Oppaaaa, jangan marah ya? Aku hanya bercanda… Oppa… Oppa tampan.”

Baekhyun baru akan membalas Ahna saat seseorang tiba-tiba muncul menghalangi jalan mereka. Membuat Baekhyun menginjak rem mendadak, dan Ahna hampir saja membenturkan dahinya ke jendela.

“Ahna, kau tunggu disini. Jangan kemana-mana!” Itu perintah dan Ahna baru akan membantahnya saat Baekhyun turun dan membanting pintu mobil dengan kasar.

Dari dalam Ahna bisa melihat Oppanya berbicara dengan orang itu, pakaiannya aneh. Ahna tidak bisa mendengar suara mereka, ia tidak bisa mendengar apa-apa. Ia memfokuskan pendengarannya pada Baekhyun dan orang itu, tapi Ahna tetap tidak mendengar apa-apa. Bukan hanya suara Baekhyun yang tidak bisa didengarnya, namun juga suara disekelilingnya. Ahna baru saja menyangka pendengarannya hilang saat tiba-tiba ada yang berteriak. Ahna menutup telinganya sendiri dengan kedua tangannya. Suara itu menyakitkan telinganya, melengking, mengalu-alu dan Ahna memicingkan matanya karena takut.

***

Entah sudah berapa lama, saat Ahna membuka mata ia sudah berada diruangan yang serba putih ini. Ahna mengerjap, perlahan menyesuaikan matanya dengan cahaya dari dalam ruangan itu. Lalu semuanya terlihat jelas sekarang. Ahna terbaring dengan infus ditangannya.

Apakah ia berada di rumah sakit? Tapi kenapa?

            Ahna memutar matanya, memperhatikan sekelilingnya yang tidak terlihat familiar. Rasa sakit tiba-tiba menyerang kepalanya. Maka Ahna langsung memegang kepalanya yang dilapisi sesuatu. Perban? Apa yang terjadi padanya?

            “Kau sudah sadar.”

Ahna mengalihkan pandangannya ke sudut ruangan, asal suara yang membuat-nya meringsut ketakutan. Kalian tidak mendengarnya? Itu suara terdingin yang pernah Ahna dengar, Baekhyun Oppa-nya saja tidak memiliki suara seperti itu.

Walaupun takut, Ahna akhirnya tetap bersuara. “Ka..Kau.. siapa?” Suaranya tercekat karena aura yang dikeluarkan oleh pria didepannya. Pria itu menggunakan pakaian hitam-hitam yang terlihat kontras dengan kulit putih pucatnya.

Pria itu lantas mendekat kepada Ahna, dan tanpa sadar Ahna kembali meringsut mundur, hingga punggungnya menabrak sandaran tempat tidur.

“Kau bercanda.” Ucapnya sambil menatap tajam mata Ahna, sesaat terlintas keinginan Ahna untuk menatap balik mata Pria itu. Lalu ia mengundurkan niatnya. Ahna memilih menunduk, memperhatikan tangannya yang memilin selimut karena ketakutan.

“A..aku tidak ta.. tau apa mak.. maksudmu.” Bibirnya bergetar.

“JONGDAE!” Pria itu tiba-tiba berteriak. Dan demi apapun yang pernah Ahna dengar, teriakannya benar-benar mengerikan.

Dari pintu, muncul seorang pria tua yang memakai seragam kedokteranan, Umm, Ahna tidak tau apakah itu dapat di sebut seragam. Dokter yang bernama Jongdae itu tergopoh-gopoh mendekati Pria berbaju hitam tadi.

“Iya tuan? Apa yang bisa saya bantu?” cicit Jongdae seraya menunduk hormat.

Ahna menyerngit heran. Untuk apa seorang Jongdae melakukan hal itu? Dan untuk apapula pria itu dipanggil tuan? Tidak ada kasta di Allair. Kata tuan bukanlah sebutan yang lazim untuk digunakan.

“Dia sadar. Tapi tidak mengenalku.”

Pria itu sama sekali tidak melihat kearah Ahna. Ia bahkan berbicara seolah-olah Ahna tidak ada didalamnya.

Jongdae menoleh kearah Ahna lalu tersenyum lembut, lalu ia mengalihkan pandangannya lagi ke arah pria itu. “Ah, maafkan saya tuan. Saya lupa memberi tahu bahwa Nyonya Ahna kehilangan ingatannya, saya tidak tau pasti ingatan mana yang hilang. Saya hanya bisa memperkirakan, mungkin ingatannya yang hilang adalah ingatan 2 tahun belakangan.”

Jadi dia kehilangan ingatannya?

Ahna memperhatikan ekspresi pria itu. Ia hanya memasang wajah datar.

“Berapa lama?”

“Saya tidak tau tuan, kemungkinan akan berlangsung lama. Saya tidak dapat memastikan itu permanen atau tidak. Ada yang aneh tuan, alat-alat kami tidak bekerja pada Nyonya Ahna, sebab itu lah kami tidak bisa mengetahuinya.”

Pria itu terlihat Berpikir, lalu menggerakkan tangannya; menguruh Jongdae itu keluar.

“Permisi tuan.” Jongdae kembali menunduk pada pria itu. Lalu pergi tanpa menoleh kepada Ahna.

Tinggal mereka berdua di ruangan itu, seperti semula. Pria itu mendekat ke arah Ahna. Tangannya terulur untuk menyentuh pipi Ahna yang pucat. Sentuhan itu sangat lembut, tangan pria itu sangat hangat, hingga saat pria itu sudah melepaskan sentuhannya Ahna masih bisa merasakan sentuhan itu dipipinya.

“Namaku Sehun,”

Ah.

            “Aku adalah suamimu,”

Apa?!

Ahna menggeleng tidak percaya. Ia berusaha memberanikan dirinya untuk menengadah. Dan baru menyadari bahwa Sehun sedari tadi memperhatikannya.

            “Dan kau adalah istriku, yang sedang mengandung anak ku,”

Tidak mungkin!

            Ahna tidak bisa berkata-kata, masih menyerapi apa yang dimaksud oleh Pria bernama Sehun yang mengaku sebagai suaminya itu. Hingga tiba-tiba Ahna merasa ada sesuatu yang menumpu bibirnya.

Sehun menciumnya!

            Ciuman itu lembut dan Ahna menggigil karenanya. Ciuman itu hanya sekilas, sebentar. Secepat Sehun memulainya secepat itu pula ia mengakhirinya.

Ahna hanya terpaku di kasurnya. Sementara Sehun pergi, keluar dari ruangannya.

Ahna masih memikirkan kata-kata Sehun.

Aku… suami? Mengandung? 

To be Continued…

Maaf kalo nggak seperti yang kalian inginkan-,- maaf atas typo(s) kasih saran dan masukan boleh, tapi jangan minta lebih panjang-____- 

Cheers

Runa

180 responses to “Dreaded’s Serafina [1] – SERUNADE

  1. Bener bener speechless banget pas bacanya
    Keren banget fantasinya
    Itu ahna kenapa ya kok teriak gitu? Terus yg ketemu sama baekhyun siapa?
    Oiyaaa ahna sama barkhyun saudaraan?

  2. gilee keren bgt. fiksi2 gitu. sukaa. bakal jd liat ff favorit nih kyknya. hehe. penasaran sma cerita selanjutnya. next…

  3. Omg genrenya fantasy 😭😍 Dan main castnya sehun uwaaa 💕 Itu kok bisa sih tiba – tiba dia amnesia apa ada sesuatu yang buat ahna amnesia sejenis kekuatan / disengaja sama sehun mungkin yah ? Atau gimana sih ? Trs baekhyun kok gak ada di akhirnya ? Siapa orang yang halangi jalan mereka ? Sehun ? Masih banyak banget misteri yang harus dipecahin 😳😌

    Btw cuma mau koreksi , itu amma maksudnya ibu kan ? Yang bener ‘eomma’ ^^ .

    Ditunggu chapter selanjutnya

  4. Mksudnya apa? Emmm alurnya gimana? Aing bingung? Ahna sama baek saudaraan yak? Trus.. ko si hana tiba tiba ada di situ…? Dokter nya yang mana? Sehun nya kaga ada
    Gua nya kali yang ogebbbb gabisa baca anjuu -_-” :3

  5. Wah aku suka aku suka genrenya anti menstrim jadi susah ketebak bikin penasaran gt. Aku jadipenasaran itu dia ke masa depan? Atau gmn hem lanjutkan eonn paiting aku menunggu

  6. Waaaaa…awal yg bagus..
    Tiba2 udah amnesia dan sehun udh kasih tau mereka udah nikah bahkan lg hamil.
    Jd penasaran sama lanjutannya.

  7. Aaa great job😄 buat eonni love it bgt akhirnya nemu ff yg genrenya fantasy ❤❤😀 hwaiting eonni ditunggu next chapter !! #penasaran ^^

  8. Itu si sehun seriusan kalo ahna itu istrinya dan malah udah hamil ? Terus kok bisa ahna hilang ingatan tiba* ? Weh, gagal paham di chapter 1 nih, wkwk
    Tp overall ceritanya makin menarik nih, makin seru juga soalnya sehun udah nongol wkwkk
    Okedeh, aku tunggu chapter 2 nya yaaa, semangat teruss !! ^^

  9. hai kak runa aku readers baru
    kebetulan banget lagi cari ff cast nya sehun dan oh my god ceritanya keren banget ,bahasanya juga keren
    boleh yaa baca chapter selanjutnya hehe

  10. loh ko tiba-tiba jadi istrinya sehun sih -,- hehe jadi itu yang sama baekhyun kayanya cuman di mimpi aja ya ? penasaraaaaan
    lanjut ya

  11. sebenernya aku blm terlalu ngerti sama jalan ceritanya tp aku bner bner muji bgt sma karyanya yg bikin aku gak bsa ngomong apaapa hadudduduh bagus ceritanya semoga chapter selanjutnya cepat rilis heheheh

  12. Itu Ahna amnesia gara2 teriakan kah??
    terus yg teriak siapa?? Apa org yang ketemu Baekhyun yg teriak??
    Terus kenapa tiba2 Ahna sma Sehun udh nikah??
    Banyak banget ihh pertanyaan di otak aku. Lama bgt gk baca ff genre fantasy, dan kyak nya aku bakal ngikutin ff ini deh ^^

  13. Aku suka ff fantasy kayak gini ya meskipun masih rada bingung sendiri gitu sih sama ceritanya. Pokoknya semangat terus aja ya buat authornya

  14. Wah akhirnya nemu ff fantasy yang gak ngebosenin.
    Cukup menarik di chapter ini.
    Cepetan lanjutnya ya authornim!!

  15. Omg, setelah sekian lama ga baca ff korea, dan pertama kali dapetnya yang beginian itu rasanya gimana gitu yaa. Sumpah, ff nya keren bangett, jujur loh, aku suka banget ff yang genrenya fantasy, ada unsur married lifenya juga lagi. Lengkap deh, tapi sayangnya, susah nemuin ff fantasy yang seru kaya gini, hehe. Tadinya pas sebelum baca aku mau ngasih kritik sama saran, tapi pas selesai baca bingung mau ngasih kritik sama saran kaya gimana, ga banyak sih, cuma ff nya rada kurang jelas, tapi kan masih chapter pertama, jadi maklum lah, kalo langsung dijelasin di awal kan ga seruuu, iya kan thor? Hehe. Semangat ya ngelanjutinnya! Aku ga nuntut buat cepet-cepet sih, selama kuota masih ada aku bakal setia nunggu ini ff, wkwk, alay bangett. Tapi jangan kelamaan ya ngepost yang chapter keduanya, ntar aku lumutan, hehe.

  16. suka plot nya! X)

    ini baru dimulaikan? Iya kan? Iya? Yaay! /abaikan/

    aku suka genre fantasy kaya gini, bahasanya juga mudah dimengerti dan enak dibaca. Dan aku agak sedikit mengingat author asianfanfic Tenka, do you know her?? She is the best writer I’ve ever read the story! Dan kamu/author/kakak/mbak/eonni/adik/Runa?? Udah berhasil ngingetin aku lewat karya fantasy muuuuuu!

    Ketemu ff ini berasa fall in love at first sight loh /?

    Salam kenaaal! Aku qawaqawaqawaaa 97line :’)

  17. Penasaran kenapa tiba tiba jadi istrinya Sehun 😂
    Wajar sih kalo disini masih bingung karena kan masih chapter 1 belum kebukak semua latar belakang ceritanya 😂😂
    Yang pasti ditunggu next chaternya chingu . Fighting!! 😊😊😊

  18. thor kapan lanjutnya udah penasaran bgt nih sama nih ff , kok bisa jadi istrinya oh sehun yaaa aduh penasaran sekali

  19. Jangan2 yg tadi tiba2 muncul di tengah jalan itu sehun??
    Baek kemana??
    Kenapa ahna hilang ingatan??
    Ya ampunn lanjutt kaka authorr😀

  20. Kaa udah lama nunggu nih. Kapan ya updatenyaa?, udah buat aku penasaran banget. Ayo kaa semangat. Fighting kaa^^ jangan lama2 yaa~

  21. aku menunggu ini udah hampir 3 bulan tapi kenapa gak di pos juga part selanjutnya.sayang banget gak dilanjutin padahal responnya bagus..

  22. Aku nungguin udah lama banget ternyata belum di lanjut lanjut , smoga di lanjut ya ka , waiting kekekekkk

  23. eon, kapan di update lagi? udah lama banget ini, jgn sampe gk dilanjut ya eon! aku penasaran ini.. im waiting! fighting!

  24. thor sumpah deh aku masih nungguin ff abisnya rame banget aku udah lumutan nih KAPAN DILANJUTNYA??? beri aku kepastian eon😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s