US (Serpihan 2)

image

Cast by Kim Jongin and Jung
Soojung
Romance, Life, AU!, Hurt, Fluff, etc.

***

Hidup Jongin tidak bisa lagi se damai dulu. Ia tidak bisa mengabaikan fakta bahwa Soojung sedang hamil anaknya.

Bermalam malam Jongin dihantui perasaan gelisah, takut, khawatir, merasa bersalah bercampur aduk menjadi satu. Menyebabkannya sering begadang akhir akhir ini.
Dari Jongin yang lumayan pendiam menjadi semakin pendiam.

Ia terbayang bayang kejadian seminggu yang lalu ketika Soojung datang ke apartement nya, mengatakan sebuah fakta yang seolah olah menamparnya keras. Serasa membuatnya ditendang jauh-jauh dari dunia.

Dan dengan mudahnya ia berkata kepada Soojung untuk menggugurkan kandungan itu tanpa berfikir bagaimana perasaan wanita itu dulu. Ia begitu bodoh dan diliputi rasa khawatir berlebih. Takut takut media mengetahui hal ini, dan memasang wajahnya di halaman halaman utama media mereka.

Berminggu minggu mungkin lamanya wajahnya akan terus muncul di layar kaca.

Namun kata kata terakhir Soojung sebelum meninggalkannya membuatnya tersentak.

Ia memang bajingan.

Bajingan yang bahkan tidak mau mempertanggung jawabkan kesalahan yang ia lakukan. Walaupun itu kecelakaan yang mereka berdua lakukan karena di bawah pengaruh alkohol, tak serta merta Jongin bisa berbuat seenaknya seperti kemarin.

Tapi Jongin tidak siap untuk semua ini. Ia tidak siap untuk memiliki anak sekarang. Usianya masih muda, masih banyak mimpi mimpinya yang belum ia raih, masih banyak hal yang ingin ia lakukan sekarang.

Tapi apa ia akan setega itu membiarkan Soojung membesarkan anak mereka sendiri? Memang kenapa jika masih banyak mimpi yang belum ia raih dengan hadirnya sebuah malaikat kecil di hidupnya? Hidupnya tidak akan kiamat kan?

.

.

.

Malam itu Jongin menelpon Joonmyeon, menyuruhnya untuk bertemu di apartement nya.

Pertemuan mereka awalnya berlangsung biasa saja, sampai akhirnya Jongin mengutarakan kegundahan hatinya seminggu ini, mengungkapkan fakta yang mengejutkan kepada Joonmyeon.

Membuat Joonmyeon tanpa pikir panjang langsung menonjok wajah Jongin. Jongin tersungkur ke belakang karenanya, bibirnya mengeluarkan sedikit darah di ujung bibir.

“Kau Bajingan Jongin!” Joonmyeon berteriak ke arah Jongin.

Tak mau kalah, Jongin membalas pukulan itu. Keduanya saling memukul, meninju, dan menendang satu sama lain.

Nampak kemarahan di mata Joonmyeon, ia marah kepada Jongin atas perbuatannya.

Keduanya sama sama lelah, memutuskan untuk bersandar di atas sofa milik Jongin. Kemudian saling melirik satu sama lain lalu tertawa terbahak bahak.

“Masih marah kepadaku hyung?” tanya Jongin berusaha menormalkan deru napasnya.

Joonmyeon mengangguk sekilas, “Sangat, berengsek” katanya singkat.

“Dengarkan aku Jongin, yang kau lakukan dan katakan kepada Soojung saat itu benar benar salah, walau aku tau itu kesalahan bukan sepenuhnya kau yang bersalah, Soojung juga bersalah, tapi kau harus memikirkan bagaimana Soojung membesarkan anak itu sendirian, bagaimana nantinya saat anak itu tumbuh besar ia akan menanyakan nama ayahnya, bagaimana wajahnya, dan ia pasti akan menangis melihat semua teman temannya di jemput oleh ayah masing masing, mengetahui bahkan anak mu itu nanti masih bingung jika disuruh menggambar keluarganya..” ucap Joonmyeon.

“Dan yeah, kukira kau cukup dewasa untuk memutuskan hal ini, fikirkan bagaimana mental dan fisik Soojung setelah apa yang kau lakukan padanya waktu itu, bebannnya lebih berat daripada bebanmu Jongin.. ” tambahnya.

Joonmyeon beranjak berdiri, ia membantu Jongin untuk berdiri juga.

“Sekiranya, Baekhyun dan yang lain akan senang jika mengetahui sebentar lagi mereka akan menjadi paman” canda Joonmyeon yang dibalas ringisan pelan Jongin.

“Sebaiknya jangan memberi tahu hal ini dulu ya hyung, hanya aku dan kau yang mengetahui ini” titah Jongin.

Joonmyeon mengangguk menyanggupi.

“Tenang, akan kuberitahu mereka jika kau katakan siap” Joonmyeon menepuk pelan bahu Jongin.

Keduanya kemudian berjalan beriringan menuju apartement Jongin.

Lamat, Jongin menatap Joonmyeon tidak yakin.

“Kau yakin hyung?” Jongin mencoba bertanya dulu.

“Kau kan belum mencoba menghubunginya Jongin,” jawab Joonmyeon pelan. Ia kemudian mengambil semangkuk besar popcorn di hadapannya.

Glek.

Untuk menelan ludah saja saat ini Jongin sangat susah. Ia menatap lama deretan nomor telepon di layar ponselnya.

Jongin mengambil napas dalam kemudian jemari nya memencet tombol bersimbol telepon dan mengarahkannya ke dekat telinga.

Ia menunggu nada sambung itu.

Sampai akhirnya,

“Halo?” suara lirih itu berkata.

Jongin terdiam sejenak, baru saja hendak menjawab, suara di seberang sana menyela.

“Berhenti mengangguku Jongin, jangan pernah menelpon ku lagi,” kemudian telepon itu di putuskan secara sepihak.

Jongin hanya bisa melongo, Soojung benar benar melakukannya, ia tidak berbohong.

“Hyung..” panggilan itu membuat Joonmyeon menoleh pelan sambil menaikkan kedua alisnya.

“Soojung benar benar melakukan apa yang ia katakan padaku waktu itu,” kata Jongin.

Joonmyeon mendesah berat, “Kau buktikan padanya bahwa kau ini laki laki, temui ia sekarang juga Jongin, jangan sampai menyesal nantinya” nasihat Joonmyeon.

Tanpa banyak berfikir panjang, Jongin segera meraih mantel dan kunci mobilnya, pria itu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.

Sementara itu Soojung terlihat gelisah di dalam kamarnya. Ia sudah berbalut pakaian tidur dan bersiap siap akan segera tidur. Namun panggilan di telepon nya membuatnya harus sedikit menunda acara tidurnya.

Kim Jongin is calling.

Dada Soojung bergemuruh seketika. Refleks tangan kirinya memegang perut ratanya, sementara tangan kanan dengan ragu ragu meraih ponselnya. Ia terdiam, memikirkan untuk mengangkatnya atau tidak.

Sampai akhirnya ia memutuskan untuk mengangkatnya, “Halo?” katanya.

Ada jeda sejenak sampai Soojung melanjutkan perkataannya, ” Berhenti mengangguku Jongin, jangan pernah menelpon ku lagi,”.

Lantas Soojung memutuskan panggilan itu. Ia melempar ponselnya asal di atas kasur. Matanya langsung menatap langit langit kamarnya. Ia berusaha menahan agar tangisannya tak pecah. Sudah cukup ia menangisi semua ini.

Ia memeluk kedua lututnya erat erat.

Tidak lama bel Interkom rumahnya berbunyi. Q Soojung mendongakkan kepalanya, itu pasti Jessica pikirnya.

Buru buru Soojung beranjak dan sedikit berlari menuju depan pintu, namun niatnya untuk membuka pintu ia urungkan saat melihat yang menekan bel rumahnya bukanlah Jessica.

Melainkan Kim Jongin.

Laki laki itu terus menerus menekan bel apartement nya. Sambil terus bergumam,

“Jung Soojung buka kan pintunya, kumohon”.

Soojung melangkah mundur, kepala nya Terus menggeleng pelan. Air matanya tak kuasa tumpah, Soojung benci Jongin Setengah mati. Sumpah.

.

.

.

“Soojung, maafkan aku yaa, selama sebulan ke depan aku Tidak bisa menemaninmu, bosku di Perancis memintaku untuk kembali bekerja,” berkali kali Jessica meminta maaf kepada Soojung saat wanita itu menemuinya sejam yang lalu.

Soojung mengangguk pelan, “Tidak apa apa, disini aku baik baik saja, aku bisa mengurus kami dengan baik, pergilah..” kata Soojung berusaha meyakinkan Jessica.

“Kau yakin?” tanya Jessica.

“Atau perlu kuhubungi seseorang untuk menemanimu?” tambahnya cepat.

“Tidak perlu, ini kan hanya sebulan, lagipula aku mengambil cuti sampai melahirkan nanti kan?” ucap Soojung lagi.

Jessica kemudian mengangguk, wanita itu terus menggenggam tangan adiknya sebelum bertolak pergi ke bandara.

“Hubungi aku kalau terjadi apa apa Soojung” Jessica berucap untuk terakhir kalinya sebelum masuk ke dalam mobilnya.

Soojung mengangguk sambil melambaikan tangannya pelan.

Wanita itu masih di posisinya sampai mobil kakaknya menghilang di persimpangan jalan.

Dengan langkah pelan Soojung kembali ke apartementnya.

Tanpa ia sadari ada seseorang yang sudah berjaga semalaman mengawasinya dalam mobil audi hitam metalik.

Berkali kali pria itu berusaha menahan kantuk yang sedari tadi menderanya.

Langkah Soojung semakin melambat saat sampai persis di depan pintu, buru buru ia memutar knop pintu apartementnya dengan wajah pucat pasi dan keringat dingin.

Setelah melepas sandal, buru buru Soojung berlari ke arah kamar mandi disebabkan ia yang mual hebat.

Morning sick sialan.

Soojung merebahkan dirinya di atas kasur. Wajahnya masih pucat, tapi tidak sepucat tadi. Soojung memegang perutnya, ia lapar. Ah maksudnya mereka lapar.

Soojung mengumpat saat mengetahui keadaan kulkasnya tidak ada bahan makanan sedikit pun.

Alih alih menelpon delivery order, Soojung memutuskan pergi ke Supermarket untuk membeli bahan makanan. Agaknya sekarang ia harus hidup sehat dengan banyak makan sayuran, buah buah, yang sekiranya bagus untuk pertumbuhan janin di dalam kandungan nya.

Soojung semakin merapatkan mantel tebal abu abu miliknya saat angin berhembus menerpa wajahnya. Jarak Supermarket sedikit agak jauh, satu kilometer adanya.

Ia memutuskan untuk berjalan kaki saja, mobilnya sedang ada di bengkel untuk perbaikan bulanan.

Mungkin kondisi tubuhnya yang belum baik, berkali kali tubuh Soojung linglung tapi ia tetap bersikukuh untuk pergi. Sampai akhirnya ia tak kuasa lagi menahan rasa pusing dan sakit nya, tubuhnya benar benar linglung.

Yang Soojung ingat terakhir kali hanyalah sebuah teriakan memanggil namanya,

“Soojung!”

.

.

.

Penasaran? Bisa lanjut membacanya di wattpad @onliyne_ karena sebagian sudah saya publish di sana..

9 responses to “US (Serpihan 2)

  1. Yang nungguin Soojung itu Jongin ya?? Ayoo dong Jongin jangan jadi pengecut gitu, harus tanggung jawab..
    Gimana pun juga itu kan kesalahan mereka berdua..
    Ditunggu next chapternya ^^

  2. Wah… seru!
    Penasaran sama lanjutannya. Jongin msh jdi pengecut gk di next chap. Terus mereka ngejalanin nya gimana. Penasaran….
    Good job, kak….
    Keep writing…!!

  3. Jongin jongin jongin. Nunggu apa sih ? Nunggu kehilangan dulu ? Duh geregetan sendiri kan -___-
    Keep writing thor 😉

  4. yahhh yahhhh udh TBC aja :”v krsian si ital kan.. jongen sih kokep bgt sampe ngomong begituan sm si ital. sakit ati lah pasti. oke nexttt :3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s