[Freelance] Love Inseparable (Chapter 12)

love-inseparable1

Title/Judul : Love Inseparable

 

Author : _Rain_Baek999

 

Cast:

-Choi Na Young

-Oh Sehun

-Kang Na Mi/Choi Na Mi (Eomma Nayoung)

-Choi Young guk (Appa Na Young)

 

Other Cast:

-Park Chanyeol

-Byun Baekhyun

-Park Jiyeon

-Kim Luna

-Oh Jaenna (Nuna Sehun)

Genre: Romance, Comedy (?) School life, Family Life, Angst, & Sad Maybe.

 

Length : Multichapter

 

Rating : 16!

 

Cover By : Airyn Choi

 

Disclaimer : Ini asli dari pikiran dan imajinasi saya sendiri. Diharapkan untuk tidak mengcopy paste karya saya tanpa ijin!!! Jika ada kesamaan latar, tempat, tanggal dan waktu, itu sama sekali tidak disengaja.

 

 

 

Note’s

 

Hallo ini Chapter 12 dari Love Inseparable. Mian jika lama untuk FF ini J

 

Oiya Author mau berterima kasih kepada semua readers yang udah mau meluangkan waktunya untuk baca dan komen di FF Author sekali lagi terima kasih banyak^^.

 

Dan mian jika FF ini membosankan, tidak seru dan sebagainya. Author hanya manusia biasa yang mampu membuat ff seperti ini. Dan jika ada yang tanya Kenapa ff ini konfliknya hanya itu-itu aja dan kenapa Chingu di masa lalunya Nayoung kok belum muncul-muncul juga?

 

Jawabannya adalah konflik di cerita ini memang hanya pada 1 inti saja, yaitu konflik keluarga, Author malas banyak memasukkan konflik di ff ini takutnya Author akan keteteran nantinya. Dan untuk chingu masa kecilnya Nayoung, Author memang gak memberitahukan siapa chingunya Nayoung. Karena Chingunya Nayoung gak terlalu ambil andil di sini, dia akan muncul di saat detik-detik terakhir Chapter ini.

 

Dan ini untuk pemberitahuan saja, nama pena Author sekarang ganti, dulukan Susiani999 tu, nah sekarang Author ganti menjadi _Rain_Baek999.

 

Oiya baca juga ya FF Author yang lain. Bagi readers semuanya yang ingin baca ff Author klik aja di bawah ini :

 

This Is Crazy! (Preview) | This Is Crazy! (Chapter 1)

 

FF itu beda dari Love Inseparable maupun FF Author yang lainnya. Untuk Castnya adalah Baekhyun × Yuri SNSD. Dan di sana Ratingnya adalah 17-21.

 

Ok mungkin gitu aja note’s kali ini kalau gitu selamat membaca🙂

 

Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 | Chapter 7 | Chapter 8 | Chapter 9 | Chapter 10 | Chapter 11

 

 

 

 

Chapter_12

 

Waktu telah menunjukkan pukul 23.15 KST. Hujan deras yang telah membasahi Seoul pun telah berhenti sedari tadi. saat ini Nayoung dan Sehun berjalan beriringan dengan bergandengan tangan. Berdua. Ya, hanya mereka berdua. Setelah kejadian itu, Sehun memutuskan untuk mengantar Nayoung pulang. Sehun sama sekali tidak takut. Bisa saja Sehun akan terluka saat mengantarkan Nayoung pulang. Tapi, sepertinya Sehun tidak perduli akan itu semua. Yang ia khawatirkan saat ini hanyalah keselamatan Nayoung. Ya, hanya Nayoung lah yang mampu membuatnya seperti ini. Lagi pula Sehun sudah berjanji tidak akan pernah pergi dan meninggalkan Nayoung untuk kedua kalinya.

 

Suasana saat ini sangatlah sepi. Tentu saja, tidak akan ada orang yang mau berkeliaran pada jam 12 tengah malam. Sedari tadi Nayoung terus-terusan menatap Sehun menggunakan kedua bola matanya. Gadis itu memandang Sehun dengan nanar. Dia melihat luka lebam di sisi-sisi wajah Sehun. Nayoung hanya bisa tersenyum miris melihat wajah namjachingunya tersebut. Sebegitu kerasnyakah pukulan-pukulan pengawal Appanya? Nayoung merasa menjadi yeoja yang tak berguna. Di saat kekasihnya sedang kesulitan ia tidak bisa menolong ataupun membantu sama sekali. Sungguh sangat menyedihkan.

 

“Sehun-ah..” Ucap Nayoung lirih sambil menatap Sehun. Sedangkan Sehun tidak menjawab pertanyaan yeojachingunya tersebut. Sehun hanya menatap lurus ke depan dan menatap dengan pandangan kosong.

 

“Sehun-ah..” Ucap Nayoung sekali lagi, tapi tetap tidak ada jawaban dari Sehun.

 

“Oh Sehun..” Ucap Nayoung lebih keras. Tapi sama, hasilnya tetap nihil. Habis sudah kesabaran Nayoung saat ini. Langsung saja Nayoung mencubit keras perut namja itu, tepat mengenai perut yang ditendang pengawal Young Guk waktu itu. Sontak Sehun mengaduh kesakitan dan menatap Nayoung.

 

 

“A Aaww.. Appo.” Ucap Sehun sakit. Sedangkan Nayoung hanya mengembungkan pipinya sebel.

 

“Mengapa kau mencubitku?” Tanya Sehun setengah kesal dibuat Nayoung.

 

“Aist jinja. Seharunya aku yang bertanya. Kau ke mana saja sedari tadi hhuuhh? Dari tadi aku memanggilmu tapi kau tidak mendengarkanku.” Ucap Nayoung kesal dan melepaskan genggaman mereka lalu melipat kedua lengannya di depan dada sambil mencibir dengan masih melangkahkan kakinya.

 

“Hhuuhh.. Mianhae.” Ucap Sehun tulus sambil menatap Nayoung. Sedangkan Nayoung tetap diam dan tetap fokus pada jalanan di depannya.

 

“Kau marah?” Tanya Sehun kepada Nayoung tapi tetap tidak ada jawaban dari Gadis itu.

 

“Aku tanya, apa kau marah?” Tanya Sehun sekali lagi tapi tetap tidak ada jawaban dari Nayoung.

 

“Hey.. Aku bertanya kepadamu.” Kata Sehun lagi.

 

“Tanpa ku beritau kepadamu kau pasti sudah tahu jawabannya.” Ucap Nayoung datar tanpa ekspresi. Sedangkan Sehun hanya bisa menghela nafas panjang.

 

“Oh ayolah Na-ya, Mianhae. Jangan marah lagi kau terlihat jelek saat marah” Ucap Sehun terus terang.

 

“Mwo? Apa katamu? Jelek?” Ucap Nayoung sambil menatap Sehun tak percaya.

 

“Ne, kau bertambah jelek 100x lipat saat kau marah. Aku lebih suka melihatmu seperti ini.” Ucap Sehun sambil menarik sudut bibir Nayoung ke atas yang menampilkan senyuman gadis itu.

 

“Aistt.. Lepaskan tanganmu.” Ucap Nayoung langsung menyingkirkan tangan Sehun disudut bibirnya. Sedangkan Sehun hanya bisa mendengus melihat tingkah Nayoung saat ini. Sehun terus-terusan menggoda Nayoung dan tak jarang juga Nayoung kesal dibuatnya. Saat mereka sedang asyik mengobrol dan bercanda tiba-tiba saja sebuah mobil ‘Lamborghini Murcielago’ berhenti di hadapan mereka dan diikuti dua mobil lainnya.

 

Nayoung mulai ketakutan saat melihat mobil yang ada dihadapannya saat ini. Mobil ini adalah mobil Appanya. Ya, tidak salah lagi. Lamborghini Murcielago adalah mobil Appanya. Dan Plat mobil itu memang plat mobil Appnya. Sehun yang notabene ada di sebelah Nayoung sudah ambil ancang-ancang. Namja tersebut sudah tau cepat atau lambat ini pasti akan terjadi.

 

Lima Bodyguard keluar dari salah satu mobil yaitu ‘Range Rover SUV’ yang tidak kalah mewahnya dengan Lamborghini Murcielago, Dan keluar lagi lima pengawal lainnya dari mobil Audi RB V10. Saat ini Nayoung sangat ketakutan. Bibir dan wajahnya memucat, kaki gadis itu gemetar dan diperparah keringat yang bercucuran melalui pelipisnya. Sehun yang melihat Nayoung saat ini langsung saja menggenggam tangan Nayoung erat. Nayoung tersentak saat merasakan tangannya digenggam. Langsung saja Nayoung melihat tangannya dan menatap Sehun dalam. Sehun tersenyum menatap Nayoung untuk menguatkan Gadisnya itu. Sedangkan Nayoung hanya bisa menatap sendu ke arah Sehun.

 

Tiba-tiba saja seseorang keluar dari dalam mobil Lamborghini Murcielago. Dan orang itu adalah Young Guk. Suasana menjadi sangat mencekam, Young Guk menatap Sehun dan Nayoung bergantian. Tiba-tiba saja Nayoung membuka pembicaraan untuk menetralkan suasana dan langsung to the point pada Appanya.

 

“App a..Aku tau Appa tidak menyukai ini. Ta tapi aku mohon, biarkan aku bersama Sehun. Biarkan aku tetap bersama Sehun. Aku mencintainya Appa. Dan Sehun pun mencintaiku. Aku mohon biarkan kami tetap bersama.” Ucap Nayoung menatap Appanya sambil menitikan air mata. Sedangkan Young Guk hanya menatap putrinya itu datar.

 

“Appa, kumohon.. Biarkan aku bersama Sehun. Hanya ini permintaanku kepada Appa.” Ucap Nayoung bersungguh-sungguh sambil menatap Young Guk.

 

“Jadi kumohon, biarkan aku bersamanya Appa.” Ucap Nayoung dan kembali menitikkan air mata.

 

“Ayo kita pulang.” Ucap Young Guk tidak membalas perkataan Nayoung dan melangkah menuju mobil Lamborghini Murcielago.

 

“Appa!” Ucap Nayoung berteriak karena tak percaya Appanya tak mendengarkannya.

 

“Cepat masuk ke dalam mobil dan kita pulang.” Ucap Young Guk lagi.

 

“Appa kau sungguh egois!” Ucap Nayoung sambil menitikkan air matanya lagi. Dan Young Guk hanya bisa diam.

 

“Appa tidak ingin melakukan kekerasan seperti waktu itu. Sebaiknya kau masuk dan ikut Appa pulang.” Ucap Young Guk lagi.

 

“Appa kau sungguh egois!” Ucap Nayoung sambil menitikkan air matanya lagi. Dan Young Guk hanya bisa diam.

 

“Appa tidak ingin melakukan kekerasan seperti waktu itu. Sebaiknya kau masuk dan ikut Appa pulang.” Ucap Young Guk lagi.

 

“Tidak! Aku tidak mau!” Ucap Nayoung sambil mengeratkan genggaman tangannya di Sehun.

 

“Apa kau tidak dengar? Appa bilang masuk ke dalam mobil!”

 

“Tidak! Aku tidak mau! Aku tidak akan pulang sebelum Appa mengizinkan aku bersama dengan Sehun.”

 

“Kau! Dasar anak kurang ajar! Apa yang kau pikirkan bersamanya! Kau akan menderita bersama Pria ini! Pria ini tidak akan pernah bisa membahagiakanmu! Tidak akan pernah!” Ucap Young Guk keras dan marah kepada Nayoung.

 

“Tidak. Appa salah. Aku tidak akan bahagia jika aku bersama Pria lain! Aku akan bahagia jika ak..” Ucap Nayoung tak kalah kerasnya sambil terus menangis.

 

“TUTUP MULUTMU!” Ucap Young Guk memotong perkataan Nayoung.

 

“Lebih baik kau ikut pulang sebelum aku akan membawamu secara paksa.” Ucap Young Guk tegas.

 

“Tidak! Aku tidak mau.” Ucap Nayoung sambil menggelengkan kepalanya. Young Guk geram melihat Nayoung yang sedari tadi terus saja menolak ajakannya. Tiba-tiba saja Young menatap Sehun dalam dan terlintaslah sebuah rencana yang sudah ia siapkan. Lalu Young Guk berkata kepada para pengawalnya.

 

“Lakukan rencana B.” Kata Young Guk dingin. Sontak saja para pengawal itu Terkejut. Mereka tidak pernah menyangka tuan Choi akan melakukan rencananya B. Mereka kira mereka hanya akan melakukan rencana A atau C saja. Tapi perkiraan mereka salah.

 

“Apa yang kalian tunggu? Cepat lakukan!” Ucap Young Guk berteriak.

 

“Baik.” Ucap para bodyguard Young Guk. Tujuh dari sepuluh bodyguard itu mendatangi Nayoung dan Sehun. Nayoung yang melihat Bodyguard Appanya mendatangi mereka sontak saja mengambil ancang-ancang. Kemungkinan besar akan ada hal buruk yang akan menimpa mereka. Sama halnya dengan Nayoung, Sehun juga telah menyiapkan dirinya. Tapi jika dia dipukul seperti waktu itu dia tidak akan membalas, ia akan menerima semua pukulan yang dilayangkan oleh Bodyguard Young Guk untuknya. Bukan karena dia tidak mampu untuk menghindar ataupun membalas pukulan-pukulan dari Bodyguard Young Guk. Hanya saja ia tidak ingin membalas dengan cara kekerasan. Dua dari tujuh bodyguard itu tiba-tiba saja menarik Nayoung dan memisahkan Nayoung dari Sehun.

 

“Yak! Apa yang kalian lakukan! Lepaskan aku!” Ucap Nayoung berteriak di depan wajah kedua bodyguard itu. Sedangkan kedua bodyguard itu seakan tuli dan tetap membawa Nayoung menjauhi Sehun. Setelah dirasa cukup jauh merekapun menghadapkan Nayoung agar yeoja itu dapat melihat apa yang akan terjadi pada Sehun.

 

Lalu lima Bodyguar itu mendatangi Sehun. Dua di antara kelima bodyguard memegangi tangan Sehun dan yang lainnya menghajar tubuh, wajah dan seluruh tubuh Sehun.

 

Salah satu dari pengawal itu tiba-tiba saja meninju bagian perut Sehun yang membuat Sehun melenguh kesakitan dan bodyguard lainnya meninju bagian tubuh Sehun yang lainnya.

 

Bugh!

 

Bagh!

 

Bugh!

 

Bugh!

 

Sehun terus-terusan dihajar dan dipukul. Dan juga sudah beberapa kali Sehun jatuh dan terjungkang. Dan beberapa kali juga Sehun dipaksa untuk bangun dan kembali berdiri tegak.

 

Nayoung yang melihat Sehun dihajar oleh para pengawal Appanya itu tak percaya. Gadis itu tak sanggup melihat Sehun diperlakukan seperti itu. Sedangkan Young Guk hanya melihat kejadian itu dengan ekspresi datarnya. Dia melihat reaksi putrinya itu saat ini.

 

“Hentikan!” Ucap Nayoung berteriak kepada kelima Bodyguard Appanya dengan tangan yang masih di pegang oleh dua pengawal.

 

“Hentikan! Kubilang hentikan!” Ucap Nayoung berteriak sambil menitikan air matanya melihat Sehun yang terus dipukul. Gadis itu tak sanggup melihat Sehun diperlakukan seperti ini. Tak pernah sanggup.

 

Saat ini Sehun tidak bisa bangkit berdiri. Tubuhnya remuk seakan tak berbentuk lagi. Dia hanya menerima semua yang dilakukan bodyguard itu padanya. Salah satu bodyguard itu menatap Sehun remeh yang terkulai lemas, bodyguard itu menendang bagian perut Pria itu sampai Sehun mengerang kesakitan. Nayoung tak sanggup melihat ini semua.

 

“Hentikan.. Kumohon hentikan.” Ucap Nayoung sekali lagi dengan suara lemahnya.

 

“Kumohon hentikan.. Hikss.. Hentikan.. Kumohon.” Ucap Nayoung terisak.

 

“Cukup.” Ucap Young Guk menginstruksikan bodyguardnya berhenti. Dan Bodyguard yang ingin menendang Sehun lagi menghentikan aksinya. Saat Appanya menginstruksikan pengawalnya itu untuk berhenti memukul Sehun di situlah Nayoung berusaha melepas tangannya dari pengawal Appanya. Nayoung bangkit dan berlari mendatangi Sehun. Gadis itu tak sanggup menatap namjachingunya saat ini. Betapa parahnya keadaan Sehun dan itu sukses membuat hatinya sakit dan hancur.

 

“Sehun-ah..” Ucap Nayoung pelan sambil terisak dan menaruh kepala Sehun di atas pahanya. Sehun menatap Nayoung tersenyum. Nayoung menatap nanar namjachingunya tersebut. Dengan keadaan seperti ini dia masih bisa tersenyum kepadanya.

 

“Sehun-ah.. Bertahanlah..” Ucap Nayoung menitikan air matanya dan menggenggam tangan Sehun erat lalu menaruh tangan Pria itu di pipinya.

 

“Kau harus tetap bertahan oke..” Ucap Nayoung terisak. Lalu tiba-tiba saja Nayoung menatap Appanya yang sedang memperhatikan mereka. Dia benci dengan Appanya. Benci. Sangat benci. Nayoung tak habis Pikir Appanya akan tega melukai seseorang sampai seperti ini. Sedangkan Young Guk hanya membalas tatapan putrinya itu dengan tatapan yang susah diartikan.

 

“Bawa dia!” Ucap Young Guk kepada bodyguardnya itu, lalu ia memasuki mobil Lamborghini Murcielago-nya. Dan Nayoung di tarik paksa ke dalam mobil.

 

“Tidak lepaskan aku! Apa kalian tuli hah! Kubilang lepaskan!” Ucap Nayoung tapi percuma tenaga pengawal Appanya lebih besar dari pada Nayoung. Nayoung sempat melihat sekilas Sehun yang terkulai lemas dan sampai akhirnya Nayoung di paksa masuk dan di bawa pergi oleh Appanya dan para bodyguard. Sehun hanya bisa melihat kepergian mereka dengan tatapan layunya. Dia tak tahu apakah dia bisa pulang dengan keadaan seperti ini sama seperti kejadian hari itu saat ia pertama kalinya di pukul oleh pengawal Young Guk. Tapi rasanya Namja itu tak dapat menyelamatkan dirinya lagi seperti waktu itu. Kali ini ia hanya bisa pasrah sampai ada seseorang yang akan lewat melalui jalan ini dan menolongnya.

 

 

 

 

Na Mi telah kembali dari Jeju dengan selamat sampai ke Seoul. Saat mengetahui dari Bibi Nam Young Guk sempat pulang dan pergi membawa pengawal, Na Mi langsung saja terbang dari Jeju ke Seoul dengan jam terbang yang paling cepat.

 

Na Mi sedari tadi mondar mandir menunggu kehadiran Young Guk yang ia ketahui pasti suaminya itu saat ini bersama putri mereka. Dia sudah tahu, Young Guk pasti akan langsung mencari keberadaan putrinya itu cepat ataupun lambat. Dia sudah tahu dengan jalan pikiran Young Guk. Bibi Nam yang melihat nyonya Choi mondar mandir seperti setrika menjadi pusing. Tapi tidak dipungkiri olehnya ia takut tentang hal ini. Semua ini adalah salahnya. Ya, jika saja waktu itu Bibi Nam tidak menelefon Tuan Choi pasti kejadian ini tidak akan terjadi.

 

Beberapa selang waktu kemudian terdengar suara mobil yang memasuki pekarangan rumah. Bibi Nam cepat-cepat membukakan pintu masuk untuk orang yang akan datang tersebut. Tidak lain dan tidak bukan yang datang saat ini adalah Young Guk dan para pengawalnya dan tidak lupa tentunya Nayoung yang saat ini di tarik oleh para Bodyguard Young Guk.

 

“Lepaskan aku!” Ucap Nayoung memberontak. Tapi tidak digubris oleh para bodyguard tersebut. Na Mi yang melihat Nayoung diperlakukan seperti itu tidak percaya. Dia tidak habis Pikir dengan pikiran suaminya.

 

“Bawa dia ke kamarnya.” Ucap Young Guk memerintah bodyguardnya tersebut.

 

“Baik.” Ucap Bodyguard itu lalu melenggang pergi dari hadapannya.

 

“Apa kau sudah gila! Mengapa kau memperlakukan putrimu seperti itu hhuuh!” Ucap Na Mi berteriak. Sedangkan Young Guk hanya menatap sekilas istrinya itu lalu pergi meninggalkannya begitu saja. Dia tidak ingin berdebat dengan istrinya.

 

“Yak! Jawab aku! Aku berbicara padamu!” Ucap Na Mi berteriak dengan kesal karena Young Guk mengacuhkannya.

 

“Yak! CHOI YOUNg GUK!” Ucap Na Mi berteriak (lagi).

 

#Di_Tempat_Lain

 

Nayoung ditarik paksa oleh para bodyguard Appanya lalu ia dilempar begitu saja yang membuat tubuhnya membentur lantai dengan cukup keras seperti kejadian waktu dulu.

 

PRAK! Bunyi pintu ditutup dengan sangat keras. Ceklek, lalu disusul dengan suara terkuncinya pintu. Nayoung hanya menatap pintu kamarnya itu dengan tatapan yang sulit untuk dijelaskan. Nayoung masih terduduk di lantai kamarnya dengan masih menatap daun pintu tersebut. Tiba-tiba saja air mata Nayoung jatuh dengan sendirinya tanpa ia perintahkan. Nayoung tetap diam dengan air mata yang jatuh membasahi pipinya dan menatap pintu kamarnya yang menghubungkan bagian rumahnya itu dengan tatapan kosong.

 

Beberapa detik setelah berdiam cukup lama, Nayoung akhirnya bangkit berdiri dan berusaha menyeimbangi tubuhnya agar ia tidak terjatuh. Lalu ia pergi ke sisi tempat tidurnya dan menatap foto yang ada di atas meja. Foto itu adalah foto ia, Eomma dan Appanya 8 tahun yang lalu. Terlihat jelas di foto tersebut mereka sangat bahagia. Penuh cinta, kebahagiaan dan kasih sayang.

 

Lagi-lagi Nayoung menitikan air matanya. Nayoung menyentuh bingkai foto itu lalu membelainya lembut. Tapi tiba-tiba saja beberapa detik kemudian tatapan yeoja itu berubah menjadi tajam. Terlihat dari tatapan matanya tersiratkan rasa benci yang luar biasa.

 

Nayoung memegang erat bingkai foto tersebut dan detik berikutnya ia melempar foto tersebut ke arah dinding.

 

PRANK! Bunyi pecahan kaca bingkai foto tersebut. Tidak hanya di situ saja, Nayoung menghancurkan isi kamarya. Ia melempar selimut dan seprai, lalu mengacak-acak tempat tidurnya sampai tak berbentuk lagi. Lalu Nayoung mengambil lampu tidur yang berada di dekat meja tempat tidurnya dan melemparnya ke meja kaca rias yang mengakibatkan lampu tidur dan kaca rias itu pecah berkeping-keping tak tersisa.

 

Nayoung terduduk lemas di lantai setelah menghancurkan isi kamarnya tersebut. Nayoung berteriak dan menangis sejadi-jadinya. Muak? Ya, ia sangat muak dengan hidupnya. Saat ini hidupnya sangat hancur. Mungkin baginya akan lebih baik jika ia mati.

 

~~~~

 

Na Mi terkejut saat mendengar suara pecahan kaca dari arah lantai atas. Ya tak salah lagi pasti suara itu berasal dari kamar Nayoung. Na Mi tahu Nayoung sangat tertekan dan tersiksa saat ini. Tapi apa yang bisa ia lakukan? Na Mi tak bisa membantu apa-apa untuk putrinya. Tiba-tiba saja pendengaran Na Mi menangkap suara tangisan dan disusul teriakan Nayoung. Cukup, Na Mi sudah tak tahan lagi. Sudah cukup ia mendengar tangisan dari putrinya. Sudah cukup ia melihat putrinya tersiksa dan terluka. Satu-satunya cara untuk menyelesaikan semua ini dengan cara berbicara dengan Young Guk. Ya, Na Mi akan berbicara dengan Young Guk.

 

Na Mi melangkahkan kakinya menuju ruangan kerja suaminya. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Na Mi langsung saja masuk dan matanya di sambut oleh penglihatan yang memperlihatkan suaminya yang saat ini sedang tertidur. Tidak, suaminya tidak sedang tidur. Dia tahu suaminya tidak akan tidur di ruangan kerja.

 

Young Guk yang mendengar derap langkah kaki istrinya langsung saja membuka matanya secara perlahan. Young Guk menatap Na Mi yang saat ini berada di hadapannya.

 

“Jika kau menanyakan mengapa aku melakukan ini semua aku tidak akan menjawabnya. Karena aku tahu, kau pasti tahu jawabannya.” Ucap Young Guk datar. Na Mi terdiam tak menjawab perkataan Young Guk, ia hanya menatap suaminya tanpa mengeluarkan satu kata pun dari mulutnya. Tiba-tiba saja Young berdiri dan beranjak dari kursinya.

 

“Aku ingin istirahat.” Ucapnya dan melangkahkan kakinya ke arah pintu. Saat ingin melewati Na Mi tiba-tiba saja langkahnya terhenti tepat di samping istrinya.

 

“Tiga minggu lagi kita akan pergi ke Jeju bersama keluarga Kim untuk membahas perjodohan Nayoung dan putranya Kim Jun Myeon.”

 

 

 

 

“Hey Sehun-ah kau tidak apa?” Tanya Baekhyun yang saat ini menjenguk Sehun di rumah namja tersebut bersama sahabat karipnya Chanyeol.

 

“Aku baik-baik saja.” Ucap Sehun datar sambil membetulkan duduknya dan menyender tubuhnya pada kasur tersebut.

 

“Mengapa kau bisa seperti ini?” Tanya Chanyeol akhirnya yang sudah tidak tahan melihat keadaan Sehun yang saat ini sedang menyandarkan tubuhnya pada dinding. Sehun hanya menatap teman-temannya itu, ia malas menjawab pertanyaan mereka.

 

“Hey, ceritakan pada kami. Apa kau habis dikeroyok pereman sampai wajahmu yang tampan ini menjadi bonyok dan jelek?” Tanya Baekhyun tidak serius dengan candaannya. Yang berakibatkan Sehun menatap Baekhyun tajam dengan ekspresi membunuhnya.

 

“Aku rasa kau sering sekali berkelahi. Bukankah seminggu yang lalu kau juga habis berkelahi?” Tanya Baekhyun mengalihkan perkataannya tadi dan bingung dengan kejadian ini. Chanyeol mendengarkan perkataan Baekhyun. Benar juga, beberapa hari lalu Sehun juga mengalami kejadian sama seperti ini dan sekarang Sehun mengalaminya. Ini sedikit aneh menurut Chanyeol. Sedangkan Sehun hanya menatap teman-temannya malas, yang sedang memikirkan kejadian yang tertimpa olehnya.

 

Jika kalian tahu kejadian yang sebenarnya, bukanlah aku yang berkelahi tapi akulah korban Keroyok di sini. Ucap Sehun dalam hati.

 

Karena tidak mendapat apa pun akhirnya Chanyeol bertanya. “Kapan kau akan masuk?” Tanya Chanyeol.

 

“Besok.” Ucap Sehun singkat.”

 

“Mwo?” Ucap Chanyeol dan Baekhyun berbarengan.”

 

“Yak! Kau bercanda? Lihatlah keadaanmu ini. Dengan keadaan seperti ini kau ingin pergi ke sekolah? Yang benar saja.” Ucap Baekhyun berdecak dan tak percaya dengan perkataan sahabatnya itu.

 

“Benar kata Baekhyun. Kau tidak mungkin ke Sekolah dengan keadaan seperti ini.” Ucap Chanyeol menimpali.

 

“Aku sudah 10 hari tidak masuk.”

 

“Lalu?” Tanya Chanyeol dan Baekhyun bersamaan.

 

“Aku akan masuk besok.” Ucap Sehun sedikit ketus. Sepertinya Sehun mulai kesal karena sejak tadi Baekhyun dan Chanyeol terlihat kompak dengan jawaban dan pertanyaan mereka.

 

“Aist. Terserah kau saja. Yang jelas kalau kau tambah parah aku tidak akan membantumu.” Ucap Baekhyun ketus sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Sedangkan Sehun hanya menatap malas temannya itu.

 

“Hey Sehun-ah, apa kau tahu Nayoung ada di mana? Tanya Chanyeol kali ini. Sehun yang mendengar nama Nayoung langsung terdiam. Badannya membeku saat telinganya mendengar nama Gadis itu.

 

“Aku tidak tahu.” Ucap Sehun pelan dengan suara lirih.

 

“Kau tahu, dia sudah lama tidak masuk. Katanya sih dia sedang sakit. Kalau tidak salah saat kau tidak masuk waktu itu dia juga tidak masuk. Jika dihitung-hitung dia sudah 8 hari tidak masuk, ya kurang lebih sama sepertimu.” Ucap Baekhyun panjang lebar.

 

“Tapi aku merasa ada sesuatu yang janggal di sini. Entah ini kebetulan atau apa, tapi aku merasa dengan keadaanmu yang seperti ini, aku merasa ini ada hubungannya dengan kau dan Nayoung.” Ucap Baekhyun sambil memegang dagunya dan menerka-nerka tentang semua kejanggalan yang ia rasa. Sehun yang mendengar perkataan Baekhyun sedikit terkejut. Bagaimana bisa Baekhyun berpikir dan menebak seperti itu sedangkan ia saja dalam semua mata pelajaran selalu mendapatkan nilai D. Sehun merasa ini adalah hari bersejarah untuk Baekhyun.

 

“Benarkan?” Tanya Baekhyun kepada Chanyeol untuk membenarkan perkataannya.

 

“Benar kau sangat Jenius Mr. Byun.” Baekhyun tersenyum senang karena Chanyeol berpihak padanya. Tapi senyumannya luntur seketika saat Chanyeol menjitak kepalanya.

 

PLAK!

 

“Yak! Apa yang kau lakukan hhuuhh?” Ucap Baekhyun sambil mengelus dahinya.

 

“Jangan terlalu banyak berpikir Byun Baekhyun. Lebih baik kau banyak-banyaklah belajar agar nilai D mu itu menjadi A.” Ucap Chanyeol sedangkan Baekhyun hanya bisa mendengus mendengar penuturan Chanyeol kepadanya.

 

“Bagaimanapun aku ini lebih tua darimu!” Ucap Baekhyun tak terima. Sedangkan Chanyeol tak perduli dengan perkataan namja imut tersebut. Baekhyun yang melihat wajah tak perduli Chanyeol mulai kesal. Tapi tak beberapa lama ia beralih pada Sehun dan penasaran apakah namja itu sudah mendengar berita terbaru tentang Gadisnya saat ini yang menjadi Hot News.

 

“Hei Sehun-ah, apa kau tahu gosip terbaru yang beredar di sekolah?” Sehun yang mendengar penuturan sahabatnya itu mengangkat alis sebelah tanda tak mengerti dan penasaran.

 

“Hei, berita itu belum tentu benar.” Ucap Chanyeol menimpali sambil menatap Baekhyun.

 

“Tapi walaupun begitu semua murid di sekolah kita tahu tentang hal ini.” Balas Baekhyun tak mau kalah.

 

“Tapi tetap saja berita itu belum ada kepastiannya.” Ucap Chanyeol lagi.

 

“Aist kau ini. Sudahlah aku malas berdebat denganmu.” Ucap Baekhyun kesal. Sedangkan Chanyeol hanya mengangkat kedua bahunya seperti mengatakan ‘Emang gue fikirin’.

 

“Memangnya ada berita apa?” Tanya Sehun kali ini. Sepertinya Sehun mulai penasaran tentang berita yang kedua sahabatnya itu bicarakan. Baekhyun dan Chanyeol mengalihkan pandangan mereka ke Sehun. Lalu mereka sama-sama menatap satu sama lain. Sehun bingung melihat tingkah kedua sahabatnya itu.

 

“Ada apa dengan kalian?” Tanya Sehun bingung dan mulai penasaran

 

“Hei Sehun-ah, setelah aku mengatakan ini kau harus janji untuk tidak bunuh diri oke?”

 

“Kau terlalu berlebihan Mr.Byun.” Ucap Chanyeol menimpali sambil melipat kedua lengannya di depan dada. Sedangkan Sehun masih bingung dengan apa yang dibicarakan kedua sahabatnya itu.

 

“Apa maksudmu? Aku tidak mengerti.” Ucap Sehun sambil menatap Baekhyun dan Chanyeol bergantian. Baekhyun menatap Chanyeol seakan ia bertanya ‘Haruskah aku mengatakannya?’ Dan Chanyeol membalas dengan anggukan mantap seakan mengatakan ‘Tentu saja, dia harus mengetahuinya.’ Lalu Baekhyun mengalihkan pandangannya ke arah Sehun.

 

“Ada sebuah gosip di Sekolah kita yang mengatakan bahwa Nayoung saat ini telah dijodohkan dengan salah satu perusahaan tekstil terbesar kedua di Korea.”

 

Degh!

 

Jantung Sehun seakan berhenti saat mendengar perkataan sahabatnya itu padanya. Tiba-tiba saja jantungnya terasa sakit dan nyeri. Dan berita ini seperti mimpi buruk untuknya. Benarkah Nayoung dijodohkan? Kalau memang benar Gadisnya itu dijodohkan mengapa Nayoung tak pernah memberitahukannya? Haruskah ia merelakan Nayoung pergi dari hidupnya? Apakah hanya sampai di sini perjuangan cinta mereka selama ini?

 

“Benarkah? Apa itu benar? Tanya Sehun kali ini sedikit bergetar diujung katanya. Sehun menatap dinding dengan pandangan kosong dan ia mengepalkan kedua lengannya kuat.

 

“Kami tidak tahu. Lagi pula gosip itu masih belum pasti kebenarannya.” Ucap Chanyeol menimpali untuk membuat sahabatnya itu lebih tenang.

 

“Nde, berita itu masih belum benar. Jadi kau tidak usah khawatir.” Ucap Baekhyun sambil menepuk punggung Sehun beberapa kali untuk menguatkannya. Sedangkan Sehun hanya bisa tersenyum getir.

 

Tok Tok Tok! Bunyi ketukan dari arah punti. Sontak saja ketiga Pria tersebut mengalihkan pandangan mereka ke arah pintu.

 

“Ini Eomma..” Ucap orang itu dari pintu yang tidak lain adalah Eomma Sehun.

 

“Masuk, pintunya tidak dikunci Eomma.” Ucap Sehun menginstruksikan Eommanya untuk masuk. Lalu masuklah Eommanya membawa nampan yang diperkirakan isinya adalah makanan. Terlihat ada beberapa minuman dingin juga beberapa buah dan Snack untuk dimakan oleh mereka.

 

“Eomma membawa makanan untukmu. Dan juga beberapa snack dan minuman untuk Chanyeol dan Baekhyun tentunya.” Mendengar perkataan Eomma Sehun, Baekhyun dan Chanyeol tersenyum lebar.

 

“Khamsahamnida.” Ucap Baekhyun dan Chanyeol bersamaan sambil membungkuk ke arah Eomma Sehun. Sedangkan Eomma Sehun hanya bisa tersenyum membalas perkataan mereka.

 

“Makan yang banyak ne, jika kalian ingin sesuatu panggil saja Bibi atau Jaenna di bawah atau kalian bisa ambil sendiri di kulkas.” Ucap Eomma Sehun sedangkan Baekhyun dan Chanyeol hanya bisa mengangguk tanda mengerti.

 

“Sehun-ah, ayo makan buburmu. Kau sendiri yang makan atau mau Eomma suapin?” Chanyeol dan Baekhyun yang mendengar perkataan Eomma Sehun menahan tawa mereka. Sedangkan Sehun hanya bisa menahan malu karena perlakuan Eommanya.

 

“Aku bisa makan sendiri Eomma.” Ucap Sehun pelan.

 

“Baiklah. Kalau begitu makanannya Eomma taruh di sini. Jangan lupa untuk dihabiskan ne. Eomma pergi dulu.” Ucap Eommanya sambil mengelus kepala Sehun pelan lalu pergi dari kamar itu. Setelah Eomma Sehun pergi barulah Chanyeol dan Baekhyun tertawa sejadi-jadinya. Mereka menertawakan Sehun yang masih seperti anak kecil yang masih di suapin oleh Eommanya. Sehun yang melihat mereka menertawakannya mulai kesal.

 

“Apa yang kalian tertawakan?!” Ucap Sehun kesal sambil meninggikan suaranya.

 

“Hhahahaha.. Ani hanya saja..” Ucapan Baekhyun terhenti saat ia melihat Sehun, Baekhyun tidak jadi mengatakannya apa yang ingin ia ucapkan karena melihat ekspresi Sehun yang saat ini mengerikan baginya. Baekhyun hanya bisa bungkam dan memandang kearah lain, asalkan bukan Sehun.

 

“Ekhmmm.. Aku ingin makan saja.” Ucap Baekhyun mengalihkan pembicaraan dan mengambil snack yang ada di atas meja. Sedangkan Chanyeol masih berusaha untuk menahan tawanya.

 

“Cukup Park Chanyeol.” Ucap Sehun dingin.

 

“Hhhahaaha.. Oke aku tidak akan tertawa lagi.” Ucapnya sambil memegang perutnya yang sakit karena tertawa. Sedangkan Sehun malas melihat tingkah sahabatnya itu. Setelah mengatakan itu tidak ada salah satu dari mereka yang membuka pembicaraan terlebih dulu. Hening.

 

“Ekhmmm.. Aku haus, aku ingin beli dulu.” Ucap Baekhyun, lalu melangkahkan kakinya untuk beralasan ingin pergi.

 

“Bukankah di sini ada minuman.” Ucap Chanyeol yang tahu apa yang ingin dilakukan sahabatnya itu. Baekhyun ingin kabur dan meninggalkannya sendirian bersama Sehun.

 

“Ma maksudku, aku ingin membeli Es Cream bukannya minuman. Sudahlah, aku pergi.” Setelah mengatakan itu Baekhyun pergi meninggalkan kedua sahabatnya itu di dalam satu ruangan. Terlihat saat ini keduanya sangatlah canggung. Tanpa sengaja keduanya melirik satu sama lain. Sehun mengalihkan tatapannya ke arah lain sedangkan Chanyeol menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

 

“Ekhmm.. Sebaiknya aku menyusul Baekhyun.” Setelah mengatakan itu Chanyeol melangkahkan tungkainya dan pergi dari hadapan Sehun. Sedangkan Sehun tetap berdiam diri dikamarnya. Tiba-tiba saja perkataan Baekhyun terngiang kembali di telinganya.

 

‘Ada sebuah gosip di Sekolah kita yang mengatakan bahwa Nayoung saat ini telah dijodohkan dengan salah satu perusahaan tekstil terbesar kedua di Korea.’

 

Saat mengingat perkataan Baekhyun hatinya terasa sakit. Entahlah, tapi yang jelas Sehun tidak menyukai ini semua. Tiba-tiba saja ia mengingat perkataan Nayoung kepada Appanya malam itu.

 

‘App a..Aku tahu Appa tidak menyukai ini. Ta tapi aku mohon, biarkan aku bersama Sehun. Biarkan aku tetap bersama Sehun. Aku mencintainya Appa. Dan Sehun pun mencintaiku. Aku mohon biarkan kami tetap bersama.’

 

Saat ini Sehun mulai berfikir keras. Apa semua kejadian yang dia alami dan apa yang dikatakan Nayoung kepada Appanya ada sangkut pautnya tentang perjodohan itu?

 

Author_END

 

 

Sehun_POV

 

Apa semua kejadian ini ada sangkut pautnya tentang perjodohan ini? Apa karena ini Young Guk tidak menyetujui hubunganku dengan Nayoung? Tiba-tiba saja aku mengingat perkataan Young Guk malam itu.

 

‘Kau! Dasar anak kurang ajar! Apa yang kau pikirkan bersamanya! Kau akan menderita bersama Pria ini! Pria ini tidak akan pernah bisa membahagiakanmu! Tidak akan pernah!’

 

Ya, Young Guk tidak menyukaiku karena aku dari keluarga yang tidak terpandang. Oleh sebab itu ia berusaha memisahkan kami. Dan sepertinya salah satunya adalah Young Guk telah menjodohkan Nayoung. Mungkin itulah alasan terbesarnya tidak merestui hubungan kami.

 

Tiba-tiba saja otakku kembali mengingat kejadian waktu aku dan Nayoung berjanji untuk melewati semua masalah berdua.

 

‘Jika ada seseorang yang tidak menginginkan hubungan kita dan berharap hubungan kita berakhir, apa yang akan kau lakukan?’

 

Ya, aku masih mengingat perkataannya waktu itu dan janjiku padanya. Tapi tunggu dulu. Perkataan Nayoung seperti ia sudah akan mengetahui akan ada orang yang akan mencoba memisahkan kami. Mungkinkah Nayoung sudah mengetahui ini sejak awal? Dan mungkinkah Nayoung sudah tahu bahwa Appanya tidak menyetujui hubungan kami? Aku terus berpikir sampai akhirnya..

 

Drrtt.. Drrtt..

 

Aku mengalihkan tatapanku pada benda tipis yang saat ini berbunyi. Lalu kugerakkan tanganku untuk mengambil benda tipis tersebut. Aku melihat ada 1 pesan masuk dan pesan itu dari..

 

 

TBC

 

Oke bagaimana Chapter kali ini? Author harap memuaskan. Oke ada kabar gembira untuk FF ini dan tidak ketinggalan juga kabar buruknya. Kabar gembiranya adalah Love Inseparable bentar lagi akan tamat. *yea* Diperkirakan 3/4 Chapter lagi FF ini akan mencapai akhirnya.

 

Dan kabar dari berita buruknya adalah Author lagi buntu akan ide. Sebenarnya sih konsep akhir cerita ini dan jalan ceritanya sudah ada, hanya saja author malas mengetiknya dan juga membuat kata-kata itu lebih susah dari pada harus berbicara secara langsung. Terkadang mendeskripsikan suatu ekspresi dan perasaan dari pemain itu susah-susah gampang. Dan kali ini author mengalami kesusahan.

 

Mian jika FF ini tidak seperti yang readers bayangkan, maklumlah Author hanya orang biasa yang mampu membuat karya seperti ini untuk kalian.

 

Oke mungkin itu aja yang ingin author sampaikan^^. Jangan lupa feedbacknya setelah membaca^^. Annyeong…

 

_Rain_Baek999

9 responses to “[Freelance] Love Inseparable (Chapter 12)

  1. Wah ini keren. Feel nya dapet.
    Kalau aku jadi nayoung ya, aku bakalan kabur jauh entah kemana. Mungkin kalau perlu kutub utara. atau mungkin aku bakalan bunuh diri sama sehun, setidaknya kalau di dunia tidak bersama di alam sana bisa bersama. Eh enggak ya, tergantung amal dan ibadah juga, wkkwk
    *ngomongapaansihaku 😑

  2. kren aku bru bca ini, izin bca ya
    jdi appany gak stju nayoung sma hun??
    omg smpai bwa bodyguard sgla
    ayooo hun ttp brusha dmi nayoung

  3. Pingback: [FREELANCE] Love Inseparable (Chapter 14-END) | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s