PHOTOGRAPH — by echaakim

image

 

P H O T O G R A P H
—story and plot by echaakim

Sehun x Sulli
1134 word count
about angst –life–romance–sad for PG-15

“Our memory is a more perfect world than the universe: it gives back life to those who no longer exist.” ― Guy de Maupassant

Mentari pagi bersinar syahdu. Sinarnya seakan berusaha memaksa masuk lewat jendela dengan gorden yang masih tertutup. Cicit burung bernyanyi riang di bawah rindang pohon, menyambut Minggu pagi.

Sehun merapikan kemeja kotak birunya. Satu mimpinya terwujud pagi ini. Universitas Stanford menunggunya melanjutkan studi di sana. Sehun akan berangkat pagi ini.

Pemuda itu memandang sudut-sudut kamarnya yang dirasa lengang. Meja belajarnya telah rapi, buku-bukunya telah dipindahkan ke dalam kardus berukuran besar. Pun tidak semuanya akan dibawa mengingat dia akan melanjutkan studi di sana, jadi dia meninggalkan sekardus lain yang berisi komik-komik kesayangannya. Ah, mungkin dia juga harus memindahkan hak asuhnya atas Steve—anjing terrier cokelatnya pada Yeri, sang adik. Gadis remaja itu sangat ingin mengurus Steve sejak lama.

Sungguh, Sehun benar-benar akan merindukan kamarnya yang tak seberapa luas ini. Ia akan merindukan saat-saat di mana ia bangun–tidur di atas kasurnya—yang cover bed-nya malas ia ganti, mengerjakan tugas di meja belajarnya, bermain playstation bersama Jongin di atas karpet maroon-nya, atau menikmati waktu santai ditemani sekotak jus jeruk dan sebungkus keripik kentang rasa keju kesukaannya tiap Minggu sore. Sehun akan merindukan beragam aktivitas yang ia lakukan di kamarnya. Yeah, semuanya.

Sehun menjatuhkan diri di atas kasurnya yang masih kusut belum ia rapikan. Helaan napas terdengar, antara sedih dan berat. Bukannya Sehun tidak senang akan keberangkatannya yang hanya terhitung jam, bukan. Hanya saja ada secuil perasaan tak rela meninggalkan yang seakan menusuk dadanya.

Denting jarum jam seakan menemani. Pukul delapan lebih sepuluh menit. Alih-alih menurunkan kopernya yang menunggu bisu di samping pintu, pemuda itu malah berjongkok dan melongok ke bawah kasurnya. Ada beberapa kardus yang dia ingat berisi buku-bukunya semasa SMA dulu. Tangannya meraba permukaan kardus-kardus itu sampai ia menyentuh satu kotak yang ukurannya kecil. Sehun menariknya keluar, mengusap permukaannya yang sedikit berdebu sebelum membawanya naik ke atas kasur.

Warnanya merah muda, mengingatkan Sehun akan seseorang yang sangat ia rindukan eksistensinya. Choi Jinri—orang yang sangat ia rindukan itu penyuka warna merah muda. Membuka penutup kotaknya perlahan, Sehun mendapati puluhan lembaran polaroid dan beberapa barang lainnya yang bermakna lebih untuk Sehun.

Sehun mengambil beberapa foto polaroid itu. Menatapnya lekat-lekat sementara pikirannya bernostalgia dengan masa lalu.

1454760704816.png

27 Januari 2012

“Toko bubble tea ini baru buka kemarin. Pelayannya bilang, khusus tiga hari pertama dapat potongan! Aku sudah mencobanya kemarin, bubble tea-nya enak! Jadi biar aku yang traktir.”

“What? Kau serius, Hun?”

“Super duper serius!”

Jinri tergelak, Sehun mengaguminya. Ini bukan kali pertama bagi Sehun mengajak Jinri mampir membeli bubble tea. Terhitung sejak penghujung Oktober tahun lalu, keduanya jadi sering bertemu dan jalan bersama. Semuanya berkat Soojung, pacarnya Jongin yang gencar sekali mengenalkan Jinri padanya saat pesta Halloween di alun-alun kota.

“Jinri, enak?”

Gadis itu mengangguk antusias. Butiran pearl memenuhi mulutnya. “Sangat enak! Bagaimana kalau kita sering-sering ke sini?”

Sehun tersenyum, mengiyakan. “Dan bagaimana kalau kau jadi pacarku? Kita bisa ke sini atau ke mana saja, kapan pun kau mau.”

Jinri terdiam, hampir tersedak bubble tea-nya sendiri. Namun sesaat kemudian senyuman terpatri di wajahnya, mengangguk. Sehun memeluk Jinri, bubble tea rasa taro dan vanilla menjadi saksi bagi keduanya.

Sehun terkekeh pelan. Sungguh, dia merasa begitu cheesy waktu itu, tapi dia bersyukur reaksi Jinri tak seperti bayangannya—yang akan berlari keluar toko atau lebih parahnya menuang bubble tea-nya ke atas kepala Sehun.

1454760872256.png

27 Januari 2013

“Mau coba gulalinya?”

“Nope.”

“Jinri—”

“Aku hanya ingin naik wahana yang itu,” Jinri merengek, merujuk pada satu wahana di depan mereka.

Sehun bersikeras menggeleng. Bukannya ia pelit, tapi dia tidak mau mengambil resiko Jinri yang muntah dan pusing setelah mencoba wahana yang ditunjuk gadisnya tadi.

“Ayolah, Hun—”

“Happy 1st anniversary, dear. Maaf, tapi biarkan aku melakukannya,”

Dan ciuman pertama mereka terjadi di tengah keramaian karnaval di pusat kota malam itu.

1454761490241.png

7 Februari 2013

“Kupikir aku akan datang terlambat, Hun,”

Sehun menghela napas saat mendengar suara Jinri di telepon. Pemuda itu telah meminta Jinri untuk hadir di acara kelulusannya jauh sebelum hari yang dimaksud tiba. Sehun ingat gadis itu mengiyakan, tapi barusan malah berkata akan datang terlambat.

“Ah, tak apa-apa. Hati-hati di jalan, Ri.”

Dengan sedikit perasaan kecewa, Sehun hanya dapat memaklumi Jinri sebelum memutus sambungan. Namun sekian sekon berikutnya sebuah pesan masuk mampir di ponselnya.

From : Jinri♥

Happy graduation day, Sehun! Coba lihat ke lantai dua, sebelah kiri. I catch you!  XD

1454761054882.png

27 Januari 2014

“Hun, kita kemana?” Jinri memegang lengan Sehun sementara matanya ditutupi. Sumpah, dia tak tahu apa-apa saat Sehun datang menjemputnya siang tadi, tahu-tahu pemuda itu sudah menutup matanya dan membawanya pergi entah kemana.

“Tenang, Ri, sebentar lagi kita sampai dan—” Sehun membuka penutup mata Jinri pelan-pelan, lalu berbisik di telinga gadis itu, “—happy anniversary.”

Jinri tersenyum, memeluk tubuh Sehun dan membiarkan aroma mint bercampur dengan suara deburan ombak pantai. Butiran pasir mengelitik di bawah jari-jari kaki mereka, Jinri mengecup pipi Sehun dan balas berbisik. “Happy anniversary, Hun.”

1454761341368.png

11 Maret 2014

“Sehun, tidurlah. Kau ada jam pagi untuk besok ‘kan? Demi Tuhan, Oh Sehun, ini hampir pukul dua—”

“Aku belum mengantuk, serius.”

“Geez, kau masih mau berbohong sementara kau sudah menguap sebanyak sepuluh kali dalam dua menit?”

Jinri memutar matanya ketika Sehun menguap lagi untuk yang kesebelas kalinya. Sehun hanya tersenyum tipis, menggenggam tangan Jinri yang dipasang selang infus. Sore tadi tifusnya kambuh dan Sehun hampir gila melihat wajah pucat Jinri waktu itu.

“Tidurlah, Hun. Aku ‘kan sudah tidak apa-apa.” Jinri membujuk sekali lagi.

Pada akhirnya Sehun mengangguk. Membaringkan kepala sementara tangannya masih enggan melepas tangan Jinri. Dia tahu Jinri benci Sehun yang tidur dengan posisi itu, tapi kali ini gadis itu membiarkannya.

Sehun terdiam cukup lama setelah menyibak kenangan di foto terakhir. Kedua belah bibirnya terkatup rapat, matanya menatap kosong foto itu. Pikirannya berkecamuk, perasaannya bercampur aduk.

Semuanya berputar begitu saja bak rol film. Tentang bagaimana Jinri tersenyum, tergelak, memeluknya, menatapnya. Tentang bagaimana Jinri yang tak perlu berjinjit untuk menciumnya. Tentang bagaimana Jinri menyandarkan kepala di bahunya. Tentang bagaimana Jinri mengucapkan selamat pagi untuknya. Tentang bagaimana Jinri mencintainya.

Sehun memejamkan matanya. Menghela napas dan membiarkan perasaan yang menyesakkan itu menyerang dadanya lagi. Bayangan Jinri yang tersenyum tampak begitu nyata di kepalanya. Namun realita mencampakkannya dengan kejam ketika ia membuka mata. Jinri tak akan pernah kembali dan senyuman itu tak akan pernah ia jumpai lagi.

Menghadapi kenyataan pahitnya, Sehun berusaha menahan air mata di pelupuk matanya. Tidak. Dia tidak boleh menangisi Jinri lagi. Dia telah berjanji untuk tidak menangisi Jinri, sebesar apa pun rasa rindu mengusik hatinya. Jadi Sehun meletakkan lagi lembaran-lembaran polaroidnya ke tempat semula, dan suara pintu yang di buka membuatnya menoleh.

“Kau sudah siap, sayang? Mari turun ke bawah, kita harus cepat. Pesawatnya akan terbang setengah jam lagi.” Ibunya tersenyum lembut di ambang pintu. Sehun balas tersenyum, mengangguk mengiyakan.

Bangkit dari kasurnya, Sehun memandang seisi kamarnya sekali lagi. Menarik kopernya keluar, tak lupa membawa kotak merah muda itu bersamanya. Sehun mungkin bisa meninggalkan kamarnya, tapi tidak dengan milyaran kenangannya bersama Jinri.

Sehun menutup pintu. Membawa kenangannya dalam dekapan. Membawa cintanya yang telah kembali menghadap Tuhan, Choi Jinri.

fin

what a crack fiction-_-
oke, aku gatau ya mau bercuap cuap apa di sini, karena yaaa.. everyone knows how bad it is, right?
aku cuma pengen..apaya hahah pokoknya belakangan entah kenapa wajah baekhyun sulit di bayangkan :3
idk, makanya aku ngetik cerita yang cast nya itu itu aja, harap dimaklumi yaa :3 cast kan menentukan mood dalam menulis eheheh /halah

dan..sepertinya aku bakal jarang muncul untuk ke depannya. entahlah, ke depannya mungkin tugas bakal makin banyak huhuhu someone call the doctor pls TT.TT

but, yeah, supaya tidak memutus kontak dengan kalian, bisa deh coba kepoin aku di ask.fm, twitter, atau ngobrol di line (id: echaakim7), sapatau ntar kita bisa duet bikin ff bweheheheh XD

regards,
echaakim ❤

Advertisements

33 responses to “PHOTOGRAPH — by echaakim

  1. yaampunnnn so sweet bangett, moment” pacaran dipotoinn gtu..
    aaa jdi pengen punya pacar kaya sehun deh.. hehehe 😀
    SEMANGAT THOR!!!

  2. Ah baper baper..
    like “loser”, I love this story more and more, luv u author

    Jadi kepikiran pengen duet bikin ff sama author

  3. sedih, serius😢
    aku kirain ini kaya cerita cinta ldr gitu, ternyata ka jinrinya mati😢
    ah echaa, belakangan ini buat ff yang sedih2 selalu dapet deh feelnya. coba deh sekali2 buat baekhyun yang sedih jugaa😂

    • hii sehun kan emang lagi ldran sama jinri, antara dunia nyata dan dunia…. apa ya wkwk XD
      gamau bikin baekhyun yang sedih sedih ): ntar mukanya jelek dan susah dibayangkan(?)
      bhehe, tysm cintakuuuuu ❤

  4. Kak echaaaaaaa… Miss you kak,,
    seneng bgt kakak nge post ff lagi…
    Tapi kenapaaaaaa???? Ceritanya bikin sedih… Kak echa kayaknya lagi mau nistaiin abang abang exo ya??? Kemarin kemarin si kai..nah ini si sehun,,pacarnya meninggal… Besok besok siapa lagi korbannya kak??? Hehehe
    Waktu sehun nyataiin perasaan nya itu bikin aku kesedak kedelai…soalnya pas baca aku lagi makan tempe hahaha…sumpah itu fluffy bgt bikin greget… Dan sehun pikirannya jauh amat yak?? Gimana kalo si sulli jadi numpahin ntu bubble tea ke muka sehun?? Bakal keren tuh hahaha
    Oh iya satu lagi..waktu di bagian kakak nyeritain kasur sehun yg bed covernya jarang diganti itu,,kok menurut aku kurang ngeh ya??? Tapi itu menurut aku aja lho.. Jangan tersinggung ya kak… Ff nya tetep bgs kok..walaupun sedih tapi kak echa bisa nyelipin komedinya… Apalagi ada foto fotonya keren bgt… Dan aku paling suka pas sehun pake seragam kuning kuningnya sopa… Walopun cuma keliatan rambutnya tetep kece tuh…

    • Miss you too daraaa❤
      Ehehe kenapa yaa? Hahah aku gatau, lagi seneng aja sama genre begituan hmm:33
      Wadu hati hati kamu makan tempenya, kesedak kedelai gegara kamu ga bagi aku tempenya sih wkwk😝
      Itsokay dara, pemikiran setiap orang kan beda beda hihi😊
      Yap, makasih banyak yaa udah mau nyempetin waktu buat baca ehehe. Seneng banget loh liat komenanmu yang panjang gini hihi💞💞

  5. Kenapa mereka jadian pas tanggal 27 January??? aahhhh pas banget,… itu hari ulang tahun ku… wkwkwkwk… suka sama ceritanya… kemaren juga kan SOPA baru abis ada acara lulusan, dan salah satunya Jaehyun SM Rookie, ama Dokyeom 17.
    . fighting buat author nya .. 🙂

    • Umm…kenapa ya? Hihi, 27 januari emang (failed) annive aku sama kopel rpku dulu tbh😄 Bisa pas gitu ya haha😆
      Tysm for feedback💞💞

  6. Entah knp waktu baca ff ini aku jadi nyesek…..
    Cerita nya bener bener bikin aku k bawa suasana….kasian sehun….
    Ditunggu karya author selanjutnya ^^ keep writing and hwaiting thor…

  7. Aduuuhh manisnya~ sweet moment banget
    Tapi kok sedih :’ kirain mereka berdua cuma putus terus ntar balikan lagi, eh ternyata..
    Nice story! Duh mengharukan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s